Home » , , » Paut Sakarin (Caleg Demokrat) Terseret Dalam Kasus Gratifikasi Zumi Zola

Paut Sakarin (Caleg Demokrat) Terseret Dalam Kasus Gratifikasi Zumi Zola

Written By jambipos-online on Jumat, 24 Agustus 2018 | 09:12

Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola didakwa menerima uang suap alias gratifikasi terkait sejumlah proyek di lingkungan pemerintah Provinsi Jambi. Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).IST
KPK: 25 Sapi Kurban Tahun 2017 Dibeli Pakai Duit Suap

Jambipos Online, Jakarta-Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola didakwa menerima uang suap alias gratifikasi terkait sejumlah proyek di lingkungan pemerintah Provinsi Jambi.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menjelaskan, Zumi Zola sempat meminta sejumlah uang ke orang dekatnya, Asrul Pandapotan Sihotang, untuk membeli sapi kurban pada Idul Adha 2017.

“Terdakwa  pada  bulan  Agustus  2017  meminta  Asrul Pandapotan Sihotang menyiapkan hewan Sapi untuk Kurban,” kata jaksa KPK Tri Anggoro Mukti saat membacakan surat dakwaan di gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/8/2018).

Demi memenuhi permintaan Zumi Zola, Asrul kemudian meminta Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Jambi di Jakarta, Amidy, untuk mencari dana pembelian hewan kurban. Sampai akhirnya, Amidy meminta bantuan kepada pengusaha Paut Sakarin.

Memenuhi permintaan Amidy, Paut kemudian memberikan uang sejumlah Rp 400 juta kepada Amidy. Uang tersebut diberikan di Masjid  dekat Jambi Town  Square.

“Selanjutnya, Asrul Pandapotan Sihotang memerintahkan Amidy menyerahkan uang  tersebut  kepada  orang  yang  bernama Dedi di  kamar Hotel Aston  untuk  membeli  hewan  kurban  atas  nama terdakwa sebanyak 25 ekor,” lanjutnya.

Dalam perkara ini, jaksa KPK mendakwa Zumi Zola menerima gratifikasi dengan total Rp 44 miliar dan satu unit mobil Toyota Alphard. Dia juga didakwa menyuap anggota DPRD Jambi untuk memuluskan pengesahan APBD Jambi Tahun 2017 dan 2018.

Atas perbuatannya, Zumi Zola didakwa melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Zumi juga didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.(*)

Sumber: Suara.com


Berita Terkait Persidangan

20. Mendagri Tunjuk H Fachrori Jadi Plt Gubernur Jambi

Berita Terkait OTT KPK

Share this article :

Posting Komentar