Insiden Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjabtim: Alarm Perbaikan Dunia Pendidikan Jambi


Jambipos Online, Jambi - Insiden adu jotos antara seorang guru dan siswa di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi bukan sekadar peristiwa viral di media sosial. Lebih dari itu, kejadian ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan, bahwa relasi guru dan murid, etika komunikasi, serta mekanisme penyelesaian konflik masih membutuhkan pembenahan serius.

Gubernur Jambi, Al Haris, dengan tegas menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak boleh dicoreng oleh tindakan main hakim sendiri. Pernyataan ini menjadi penegasan penting bahwa sekolah adalah ruang pembelajaran nilai, bukan arena pelampiasan emosi. 

Meski insiden tersebut diduga dipicu oleh ucapan oknum guru yang menyinggung perasaan siswa, kekerasan tetap tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

Sikap tegas Gubernur Jambi mencerminkan dua pesan penting sekaligus. Pertama, tenaga pendidik tetap harus menjunjung tinggi etika, profesionalisme, dan cara berkomunikasi yang mendidik. 


"Guru bukan hanya pengajar mata pelajaran, tetapi juga teladan sikap dan karakter. Setiap ucapan memiliki dampak psikologis, terutama bagi siswa yang masih dalam masa pembentukan jati diri,"ujar Al Haris.

Disebutkan, kedua, siswa juga perlu diedukasi tentang cara menyampaikan keberatan dan menyelesaikan konflik secara beradab. Kekerasan, apalagi terhadap guru, tidak hanya melanggar norma hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai dasar pendidikan itu sendiri. Sekolah seharusnya mengajarkan dialog, bukan konfrontasi.

Langkah cepat Pemerintah Provinsi Jambi yang memerintahkan rapat koordinasi lintas unsur, mulai dari camat, aparat kepolisian, hingga Dinas Pendidikan, patut diapresiasi. 

Upaya penyelesaian secara kekeluargaan, namun tetap berada dalam koridor hukum, menunjukkan bahwa negara hadir untuk mendidik, bukan sekadar menghukum.

Peristiwa ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh bagi dunia pendidikan di Jambi. Sekolah perlu memperkuat sistem pembinaan karakter, pelatihan komunikasi bagi guru, serta mekanisme penanganan konflik yang jelas dan adil. 

Di sisi lain, pendidikan karakter bagi siswa harus lebih ditekankan agar mereka mampu mengelola emosi dan menghargai otoritas pendidik.

Jika dikelola dengan bijak, insiden ini justru dapat menjadi titik balik perbaikan. Dunia pendidikan tidak akan bersih dari masalah, tetapi cara menyikapi masalah itulah yang menentukan arah masa depan.

Jambi membutuhkan sekolah yang aman, beretika, dan bermartabat, tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus dewasa secara emosional.

Seorang siswa tampak mengepal tangannya mengarahkan ke wajah guru. (Foto tangkap layar)

Pada akhirnya, seperti yang ditegaskan Gubernur Jambi Al Haris, dunia pendidikan tidak boleh dicoreng. Justru dari peristiwa inilah, komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat pendidikan di Provinsi Jambi harus semakin diteguhkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang oknum guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah murid. Insiden tersebut terjadi di lingkungan sekolah dan menghebohkan dunia pendidikan setempat, Rabu (14/1/2026). Akibat kejadian itu, guru berinisial AS mengalami luka memar di tubuh.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu diduga dipicu oleh ucapan sang guru yang dinilai menghina salah satu murid dengan sebutan “miskin”. Ucapan tersebut memicu emosi dan berujung pada tindakan kekerasan.

Kepala SMKN 3 Tanjab Timur, Ranto M mengatakan, pihak sekolah telah mengambil langkah cepat untuk memediasi kedua belah pihak guna menjaga kondusivitas belajar mengajar.

Aparat kepolisian dari Polsek Berbak langsung turun ke lokasi untuk mencegah konflik meluas. Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, menyatakan, kasus tersebut diarahkan pada proses mediasi antar unsur terkait.

Sementara oknum guru yang menjadi korban pengeroyokan sekelompok siswa itu, telah melapor ke Diknas Provinsi Jambi. Sementara Ketua OSIS SMKN 3 Tanjung jabung Timur meminta agar oknum guru korban itu dipindahkan dari SMKN 3 Tanjabtim. (JPO-AsenkLeeSaragih) 















0 Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE