Jambi, S24 - Provinsi Jambi memasuki usia ke-69 pada Selasa 6 Januari 2026. Sebuah usia yang, jika disepadankan dengan manusia, bukan lagi masa belajar, melainkan fase kematangan. Pada usia ini, masyarakat tidak lagi menuntut janji, melainkan bukti. Tidak lagi terpukau oleh slogan, tetapi menunggu dampak nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Tema HUT ke-69, “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029”, sejatinya bukan sekadar jargon perayaan. Ia adalah pengingat keras bahwa sinergi dan pembangunan harus benar-benar hadir di tengah rakyat, bukan berhenti di dokumen RPJMD, pidato paripurna, atau baliho raksasa di persimpangan jalan.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Jambi H. Al Haris dan Wakil Gubernur KH. Abdullah Sani, Pemerintah Provinsi Jambi telah menetapkan arah pembangunan melalui visi Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan 2029. Program prioritas dan Pro Jambi dirancang cukup komprehensif: pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga penguatan nilai sosial dan keagamaan.
Namun, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab pada usia ke-69 ini adalah: Sejauh mana program-program itu benar-benar dirasakan oleh rakyat hingga ke dusun, lorong, dan desa terpencil?
Masih ada jalan provinsi yang rusak bertahun-tahun. Masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan meski BPJS digaungkan. Masih ada pelaku UMKM yang kesulitan modal dan pasar, serta anak-anak Jambi yang harus berjuang ekstra untuk mendapatkan pendidikan layak karena keterbatasan sarana.
Di sinilah letak tantangan terbesar Pemerintah Provinsi Jambi: menjembatani visi besar dengan realita lapangan.
Pro Jambi: Harus Menjadi Program Hidup, Bukan Arsip Kebijakan
Program unggulan Pro Jambi-Cerdas, Sehat, Berdaya, Responsif, dan Agamis memiliki niat baik dan arah yang tepat. Namun, program sebaik apa pun akan kehilangan makna jika tidak dikawal dengan pengawasan ketat, eksekusi yang konsisten, dan keberanian melakukan koreksi.
Beasiswa harus benar-benar tepat sasaran. Subsidi kesehatan harus sampai kepada masyarakat miskin tanpa birokrasi berbelit. Bantuan UMKM tidak boleh berhenti pada seremoni penyerahan, tetapi harus dibarengi pendampingan berkelanjutan. Bedah rumah bukan sekadar angka laporan, melainkan rumah yang benar-benar layak huni.
Rakyat Jambi tidak menuntut keajaiban. Mereka hanya ingin kehadiran negara terasa dalam hidup mereka sehari-hari.
Momentum Refleksi, Bukan Euforia Seremonial
Pembangunan jalan dan jembatan memang terlihat dan patut diapresiasi. Namun, infrastruktur bukan hanya soal aspal dan beton. Infrastruktur adalah akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Jalan yang bagus harus bermuara pada turunnya biaya logistik, naiknya harga hasil tani, dan mudahnya anak desa pergi sekolah.
Jika pembangunan infrastruktur hanya berhenti pada pencitraan, maka ia kehilangan ruhnya sebagai alat pemerataan kesejahteraan.
HUT ke-69 Provinsi Jambi seharusnya menjadi momen refleksi bersama, bukan sekadar perayaan seremonial. Pemerintah perlu lebih berani membuka ruang evaluasi, menerima kritik, dan mendengar suara masyarakat akar rumput.
Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari tebalnya dokumen perencanaan, melainkan dari senyum petani, tenangnya ibu yang bisa berobat, dan harapan anak muda yang mendapat pekerjaan layak di tanah kelahirannya sendiri.
Menuju Jambi Mantap yang Nyata
Jambi Mantap tidak boleh berhenti sebagai konsep. Ia harus hadir sebagai pengalaman nyata rakyat. Usia 69 tahun adalah momentum untuk menegaskan satu hal penting, pemerintahan yang kuat bukan yang paling lantang berbicara, tetapi yang paling nyata bekerja dan dirasakan rakyatnya.
Jika sinergi benar-benar diwujudkan, dan program tidak hanya hidup di atas kertas, maka HUT ke-69 ini akan tercatat bukan sekadar sebagai peringatan usia, tetapi sebagai titik balik menuju Jambi Mantap yang benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Provinsi Jambi.
Provinsi Jambi memasuki 69 tahun, tepatnya 6 Januari 1957- 6 Januari 2026. Usia yang sudah dewasa bahkan sudah memasuki lansia kalau bagi manusia. Tentunya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di usia 69 tahun sungguh berkembang pesat. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Jambi tidak terlepas dari visi “Jambi MANTAP Jilid Dua”, dibawah kepemimpinan Gubernur Jambi dan Wakil Gubernur Jambi Periode 2021 - 2024- 2029 H Al Haris -KH Abdullah Sani.
Provinsi Jambi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 dengan mengusung tema "Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029". Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan, merata, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Di usia ke-69, Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan perekonomian daerah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi Jambi Mantap 2029: Maju, Aman, Nyaman, Tertib, Amanah, dan Profesional.
Sesuai dengan tema HUT ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026 "Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi Mantap 2029" merupakan momentum untuk memperkokoh komitmen mewujudkan visi pembangunan Provinsi Jambi yang dinamakan Visi Jambi MANTAP Jilid Dua.
Arah Pembangunan dan Visi-Misi Jambi 2024–2029
Pemerintah Provinsi Jambi menetapkan visi “Jambi Mantap Berdaya Saing dan Berkelanjutan Tahun 2029”. Perencanaan lima tahunan yang memuat program prioritas adalah RPJMD Provinsi Jambi 2025–2029 (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).
RPJMD ini ditetapkan melalui keputusan gubernur dan dibahas dalam Musrenbang dan Rapat Paripurna DPRD. Berdasarkan dokumen RPJMD dan paparan pemerintah daerah, ada beberapa program prioritas besar yang menjadi fokus pembangunan Provinsi Jambi.
Program-program ini menjadi kerangka utama pembangunan 5 tahun ke depan, seperti Reformasi Birokrasi, Digitalisasi Pelayanan Publik, Peningkatan Kapasitas Fiskal Daerah, Pengembangan Kawasan dan Infrastruktur pada sektor pertanian, perdagangan, industri, dan pariwisata.
Kemudian Pengembangan Ekosistem Usaha (UMKM, Start-Up, inovasi). Peningkatan Produktivitas Lahan dan Ketahanan Pangan. Pengembangan Wilayah Strategis (mis. SENTUSA). Percepatan Ketahanan Energi. Pengembangan Sistem Logistik dan Transportasi Daerah. Penguatan Sistem Kesehatan Primer. Penguatan Pendidikan Berkualitas. Pengurangan Emisi GRK dan Net Zero Emission. Ini adalah prioritas terukur yang dipakai untuk menyusun program/kegiatan OPD hingga tahunan.
Program Unggulan (Quick Wins / Pro Jambi)
Selain program teknis di atas, Pro Jambi atau Program Jaringan Majukan Jambi merupakan program unggulan percepatan sosial-ekonomi dan pelayanan publik. Program ini dibagi ke dalam 5 menu inti yakni Pro Jambi Cerdas berupa Bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu. Beasiswa S1–S3. Pendidikan vokasi dan kemitraan dengan dunia usaha. Selanjutnya program ini mendukung kualitas SDM.
Pro Jambi Sehat. Misalnya Subsidi BPJS Kesehatan. Bantuan gizi untuk ibu hamil, balita, remaja. Gerakan masyarakat hidup sehat. Fokus pada kesehatan masyarakat.
Bedah rumah. Bantuan modal kerja UMKM. Dukungan sarana usaha pertanian, peternakan, perikanan. Bursa kerja / job fair siap kerja guna mendukung ekonomi lokal dan ketahanan sosial.
Pro Jambi Responsif. Bantuan untuk penyandang disabilitas, lansia, anak terlantar. Pemberdayaan Babinsa dan Babinkamtibmas. Pembentukan desa bebas narkoba (Desa BERSINAR). Fokus pada layanan sosial dan perlindungan masyarakat.
Pro Jambi Agamis. Honorarium guru ngaji, pegawai syara. Program satu desa satu hafidz Qur’an. Bantuan biaya umrah gratis bagi pegawai syara berprestasi guna penguatan nilai agama dan budaya.
Sekolah dan SDM. Sekolah Garuda, Disdik Jambi menekankan pembangunan Sekolah Garuda sebagai simbol mutu pendidikan dan link dengan dunia kerja untuk lulusan SMK.
Gubernur Jambi Al haris paparkan 5 pilar Pro Jambi di Rapat Paripurna DPRD Jambi sebagai bagian implementasi RPJMD 2025-2029. Bidang Pendidikan guna Peningkatan Kualitas SDM dan Akses Pendidikan. Program pendidikan menjadi bagian dari Pro Jambi Cerdas dan juga tercakup dalam program prioritas RPJMD.
Juga Beasiswa dan bantuan pendidikan. Bantuan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK dari keluarga kurang mampu. Beasiswa S1, S2, S3 untuk umum.Pendidikan vokasi melalui kemitraan dengan lembaga dunia usaha. Peningkatan sarana dan prasarana sekolah, rehabilitasi sekolah. Penambahan ruang kelas baru dan pemerataan sarana pendidikan, terutama di wilayah terpencil.
Fokusnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membuka akses pendidikan yang lebih luas untuk semua golongan. Kesehatan – Akses Layanan dan Pencegahan Penyakit. Kesehatan merupakan bagian dari Pro Jambi Sehat dan masuk dalam program prioritas RPJMD.
Subsidi layanan kesehatan. Bantuan subsidi BPJS kesehatan bagi keluarga kurang mampu. Pembiayaan layanan kesehatan primer. Program pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Bantuan gizi untuk ibu hamil, balita, dan remaja. Gerakan masyarakat hidup sehat.
Terdapat komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah provinsi, terutama untuk memperkuat layanan kesehatan primer (puskesmas, klinik).
Bidang Infrastruktur – konektivitas dan layanan dasar. Infrastruktur menjadi bagian dari program prioritas RPJMD dan dukungan pelaksanaan pembangunan daerah. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur wilayah jalan provinsi dan konektivitas antar daerah. Pengembangan jaringan transportasi, termasuk percepatan tol dan akses jalan utama.
Infrastruktur dasar lainnya yakni penyediaan jaringan irigasi, air bersih, dan bendungan. Infrastruktur listrik dan utilitas lainnya. Peningkatan layanan infrastruktur daerah juga merupakan salah satu isu strategis yang disampaikan dalam Musrenbang RKPD, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Ekonomi Pertumbuhan dan Pemberdayaan UMKM. Ekonomi menjadi fokus besar dalam upaya memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Pengembangan UMKM dan ekonomi lokal seperti bantuan modal kerja untuk UMKM. Dukungan sarana dan prasarana untuk kegiatan ekonomi lokal, petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.
Kemudian pemberdayaan tenaga kerja dan dunia usaha. Misalnya job fair dan bursa kerja dan pelatihan keterampilan (life skill). Mendukung pelatihan vokasi dan link and match dengan dunia usaha.
Transformasi digital ekonomi. Pengembangan UMKM berbasis teknologi. Komitmen ini juga tercermin dari target pertumbuhan ekonomi yang agresif dalam Musrenbang RKPD, termasuk penurunan kemiskinan dan peningkatan indeks modal manusia. (JPO-Asenk Lee Saragih)


0 Komentar
Komentar Dilarang Melanggar UU ITE