CAKADA MUAROJAMBI

CAKADA MUAROJAMBI
Info Lebih Lengkap Klik Benner

BERITA TERBARU

Latest Post

Kapolda Jambi Sambut Kunjungan Suku Anak Dalam (SAD) ke Mapolda Jambi

Written By jambipos-online on Thursday, September 29, 2016 | 12:49 PM

Kapolda Jambi Sambut Kunjungan Suku Anak Dalam (SAD) ke Mapolda Jambi, Kamis (29/9/2016). Foto-foto Humas Polda Jambi
Jambipos Online, Jambi-Kepala Kepolisian Daerah Jambi Brigjen Pol. Drs. Yazid Fanani, M.Si menyambut hangat kedatangan Suku Anak Dalam (SAD) Desa Bathin IX Sarolangun yang berkunjung ke Mapolda Jambi, Kamis (29/0/2016).

Kedatangan Suku Anak Dalam ini diprakarsai oleh pemimpinnya yaitu Tumenggung Herman Basyir yang membawa sekitar lebih kurang 10 orang anggota Suku Anak Dalam

Dalam pertemuan ini Temenggung Herman Basyir menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh Suku Anak Dalam seperti masalah lahan dan lain-lainnya, selain itu Tumenggung menyampaikan keinginan warga Suku Anak Dalam untuk menjadi Anggota Polri

Dalam kesempatan ini Kapolda Jambi didampingi oleh Wakapolda Jambi, Karo SDM, Dir Intel, Dir Binmas, Kabid Humas dan dr. Syahrir menjelaskan mengenai permaslahan yang disampaikan oleh Suku Anak Dalam tesebut, dan mengenai keinginan untuk menjadi anggota Polri bagi putra/putri Suku Anak Dalam (SAD) Kapolda merasa senang atas keinginan tsb, Kapolda menjelaskan untuk menjadi anggota Polri harus memenuhi beberapa persyaratan dan mengikuti seleksi

Kapolda langsung meminta dr. Syahrir dari Biddokkes untuk dilakukan pengecekan kesehatan dan lain-lainya untuk para putra/putri Suku Anak Dalam yang ikut dalam pertemuan tersebut

Selanjutnya Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs. Yazid Fanani, M.Si menyampaikan agar mempersiapkan sungguh-sungguh Putra/Putri Suku Anak Dalam untuk mengikuti seleksi Penerimaan Polri selanjutnya, disamping itu Kapolda pun menyampaikan banyak terima kasih atas kunjungan Suku Anak Dalam (SAD) ke Mapolda Jambi. (Rel/Humas Polda Jambi)

Kapolda Jambi Sambut Kunjungan Suku Anak Dalam (SAD) ke Mapolda Jambi, Kamis (29/9/2016). Foto-foto Humas Polda Jambi
 

Nara Rakhmatia, Jubir Indonesia di PBB yang Buat Dunia Tercengang Dunia


Nara Rakhmatia
SIAPA DIPLOMAT CANTIK YANG “HAJAR” 2 PRESIDEN DAN 4 PM DI PBB

Jambipos Online-Kala publik Indonesia tenggelam dalam hinggar binga Pilkada DKI, di New York sana seorang diplomat muda cantik membalas dengan sangat tajam pidato 6 Kepala Pemerintahan. 

Dia dikutip berbagai media internasional karena membalas pedas pernyataan Presiden Nauru dan Presiden Kepulauan Marshall serta empat Perdana Menteri dalam Sidang Majelis Umum PBB. Empat Perdana Menteri itu adalah PM Vanuatu, Kepulauan Solomon, Tuvalu dan Tonga.

Pada Sidang Umum PBB, pemimpin enam negara di Pasifik itu menyerukan kemerdekaan Papua karena Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia di propinsi Papua dan Papua Barat.

Pernyataan enam kepala negara itu dibalas Indonesia sebagai bermotif politik, tidak mengerti pesoalan Papua dan mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. 

Mereka menggunakan Sidang Majelis Umum PBB untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap masalah sosial dan politik di dalam negerinya.

Indonesia mengatakan pernyataan enam kepala negara itu didesain untuk mendukung kelompok separatis yang selalu berusaha menciptakan rasa tidak aman dan menyebarkan terror di Papua. 

Pernyataan ini sangat disesalkan dan berbahaya serta dilakukan oleh negara-negara yang menyalahgunakan posisi PBB, termasuk Sidang Umum Tahunan.

Sebagaimana diketahui Indonesia berusaha membendung internasionalisasi masalah Papua. Indonesia. Terakhir Jakarta berhasil membendung keanggotaan kelompok separatis Papua menjadi anggota kelompok Negara-Negara Rumpun Melanesia ( MSG) sementara perbaikan kualitas hidup di Papua terus dilakukan  pemerintahan presiden Joko Widodo.

Yang menarik disini adalah pernyataan keras tersebut dibacakan oleh Sekertaris Dua Perwakilan Tetap Republik Indonesia di PBB. Tanggapan yang hanya dibacakan oleh seorang diplomat junior untuk pernyataan Kepala Pemerintahan yang tertinggi “ diplomatic ranknya” adalah sebuah “tamparan diplomatic” yang keras bagi ke enam negara di Pasifik itu.

Dan agaknya baru kali ada negara yang memerintahkan diplomat junior – bukan Duta Besar yang mewakili Kepala Negara - untuk menyampaikan protes resmi pemerintahnya atas pernyataan yang disampaikan oleh tidak hanya seorang- tetapi enam orang- kepala pemerintahan.

Tapi dibalik manuver diplomasi Indonesia dalam mempertahankan Papua di forum Internasional, kita melihat angin segar terkait kaderisasi diplomat di Kementerian Luar Negeri. 

Nampak jelas, Kemlu memberikan kesempatan bagi yang muda-muda untuk tampil bertarung diarena mancanegara menjajal kemampuannya berdiplomasi.

Yang membacakan protes resmi itu adalah Nara Masista Nara Masista Rakhmatia, diplomat cantik yang akan genap berusia 34 tahun bulan Desember nanti. 

Diplomat muda ini lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun 2008 dan agaknya New York adalah penempatan pertama lulusan SMA 70 Jakarta.

Setelah lulus SMA, Nara kuliah di FISIP UI jurusan Hubungan Internasional dan lulus tahun 2002. Sebelum melamar PNS di Kemlu dia sempat menjadi peneliti di CERIC (Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution) dan juga Center for East Asia Cooperation Studies. 

Dua lembaga itu berada di bawah naungan FISIP UI. Selain itu, Nara juga menulis sejumlah jurnal kebijakan luar negeri seperti Intrastate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010.

Ketika diterima menjadi PNS di Kementerian Luar Negeri, Nara Masista ditempatkan di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. 

Di Kemlu, spesialisasi Nara nampaknya adalah Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia Pasific APEC dan sempat menjabat Head  of Section for The Budget and Management Committee (BMC) APEC sebelum dikirim ke New York.

Melihat prestasinya ini, tidak salah jika Kemlu menunjuk Nara yang juga ambil magister di Universitas St Andrews Inggris ini menjadi juru bicara Indonesia di Forum PBB. Dan kini namanya dikutip oleh berbagai media didunia. 

Exposure ini tentunya adalah berkat kepercayaan para diplomat senior yang memberikan kesempatan pada yang muda-muda tampil di muka. Kita bangga punya diplomat muda yang begitu percaya diri melaksanakan tugas negara.(Net)

Anas Lapor Polisi Karena Istrinya Mau Diperkosa Bakti

  
         
Jambipos Online, Merangin-BAKTI 23 tahun berdomisili di Desa Lantak Seribu, Dusun Lima, Kecamatan Renah Pamenang, Kabupaten Merangin, pada hari Jum’at  pergi mengantar orang tuanya solat Jum’at ke mesjid. 

Pulang kerumah melintas di depan rumah Anas melihat istri Anas lagi duduk di depan pintu. Lalu antar mobil kerumah. Pada saat itu kebetulan sedang sepi.

Timbul saja niat bejatnya Bakti. Lalu menuju kerumah Anas kebetulan Tari lagi sendirian. Bakti lalu bertanya dek ada kantong plastik ngak, Tari jawab ada sebentar aku ambil. 

Tari ambil kantong  plastik di depan tv ini kantongnya. Bakti bilang buka pintu belakang aja katanya, setelah Tari kebelakang buka pintu Bakti bertanya, siapa ada dirumah.

Tari menjawab ada adik lagi nonton tv. Siapa lagi, ada mamak tidur. Bakti tidak berkomentar lagi ambil kesimpulan kerena sudah tidak tahan lagi ingin melepaskan nafsu bejatnya.

Tari dirangkul leher nya lalu dibarinngkan, sambil buka celananya, kerena Tari berontak tidak mau kakinya masih bisa menendang lalu terdengar buat adik nya  Wondo (kelas 5 SD)  mendengar ada bunyi.

Terdegar Wondo lalu kebelakang, pas pada saat itu Bakti mau perkosa ayuk nya, BKT mau membuka celana kakak nya, Wondo berkata ada apa ini. 

Bakti menjawab, kamu diam aja nanti aku kasih uang kata Bakti. kerena Wondo tidak mau Bakti lalu lari. Setelah Bakti lari, Tari lalu melaporkan sama suaminya Anas yang sedang di ladang sawitnya.

Tari lapor bang, saya mau di perkosa Bakti, Anas mendengar laporan isterinya lansung pulang menemui pak RT 23 Jupri, RW Zul. Karena pak RT masih punya atasan lagi lalu melapor sama kadus 4 Bujang menerima laporan tersebut.

Lansung Jumpai Tari dan Anas di rumah korban. Setelah di dengar keterangan. Malam itu juga dibuat perundingan di rumah orang tua pelaku, kerena tidak selesai di tunda besok nya lagi.

Bujang kadus 4 juga paman korban mengatakan pada Jambipos Online, kalau masalah ini tidak juga selesai kami akan ajak pemuda untuk menyelesaikan.

Kerena sudah mengotori lingkungan, juga kami usut kasus ini, sampai kepengadilan biar diambil sumpahnya. Kerena esok mau sidang lanjutan.

Muji orang tua pelaku, subuh datang kerumah saya minta tolong anak nya jangan disumpah oleh pak Pak PATAR Imam desa A3 ini. 

Kerena sidang di kantor desa tidak putus. Terpaksa Pjs Kepala Desa membuat surat pengantar ke kantor Kopolsek Pamenang.

Kapolsek Pamenang dikonfirmasi membenarkan ada laporan warga A3, Anas kerena isterinya mau diperkosa Bakti. Sekarang lagi dalam proses.

Juga masih mengumpulkan saksi  nanti kalau sudah cukup bukti dan saksi akan kami limpahkan tegasnya. Yosep PJS kepala desa A3 membuat rekomendasi untuk melaporkan ke Polsek Pamenang.

Karena sudah 2 kali sidang desa tidak selesai makanya saya memberi surat pengantar ke pihak hukum. (Yah)

Mengungkap Prostitusi Anak Bau Kencur di Jambi



Harian Sorot Jambi Edisi Kamis 29 September 2016. Wahono (WH) Sang Predator Harus Dihukum Berat
JEJAK KASUS

Wahono (WH) Sang Predator Harus Dihukum Berat

Jambipos Online, Jambi-Bisnis prostitusi terselubung dengan korban anak dibawah umur mulai merambah Kota Jambi. Himbauan awas predator gadis bau kencur juga mengisi ruang publik, pasca ditangkapnya WH (64) kakek pria hidung yang sudah menggauli lima gadis bau kencur di Kota Jambi. 

WH sang predator gadis bau kencur itu mengiming-imingi korbannya dengan uang dan melibatkan mucikarinya adalah teman dari korban itu sendiri. Lalu bagaimana prostitusi korban anak baru gede (ABG) ini terungkap, simak penelusurannya.

Bunga, bukan nama sebenarnya, tiba-tiba kesehariannya ceria dan tampak gembira. Sebuah Gadget Android ditangannyapun tampak baru. Teman Bunga-pun heran, tiba-tiba Bunga hidup bagaikan putri orang berada yang memiliki uang berkecukupan untuk kesehariannya.

Selidik punya selidik, ternyata Bunga baru saja menerima sejumlah uang (Jutaan) hasil jasanya menemani kencan kakek-kakek hidung belang. Kecurigaan temannnya itupun sampai kepada orangtua Bunga. Dengan bujuk rayu, Bunga-pun menceritakan dari mana dia dapat uang jutaan itu.

Tim Reserse Kriminal Polresta Jambi ternyata cukup mudah mengendus “predator” anak dibawah umur tersebut. Adalah WH (65), kakek-kakek hidung belang yang sudah “memangsa” lima gadis ABG di Kota Jambi itu. 

Dekat Dengan Pejabat di Kota Jambi

WH-pun disebut-sebut merupakan rekanan dari Pemerintah Kota Jambi dalam sejumlah proyek. Bahkan di media sosial, foto WH merebak luas dengan mengenakan pakaian salah satu organisasi kepemudaan. Bahkan WH juga diketahui dekat dengan beberapa pejabat di Pemkot Jambi.

Keberhasilan Reserse Kriminal Polresta Jambimembongkar jaringan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur ini patut diapresiasi. Kasus ini mencuat setelah polisi meringkus WH (65) yang diduga sebagai pengguna jasa layanan prostitusi anak di bawah umur.

WH digerebek Tim Reserse Kriminal Polresta Jambi di salah satu hotel kelas melati di Kawasan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambipada Selasa (13/9) lalu.Terungkapnya kasus prostitusi yang melibatkan siswi SMP ini berawal dari kecurigaan warga.

Saat itu, warga sekitar tempat tinggal dibuat heran dengan uang yang cukup banyak yang dimiliki oleh AK (13) yang masih duduk di bangku SMP. Setelah dibujuk akhirnya korban mengaku telah digauli oleh WH. Sebagai kunci menutup mulut, AK diberi uang sebesar Rp 1 juta.

Kemudian Polresta Jambi mendapatkan laporan adanya aktivitas eksploitasi anak di bawah umur. Warga kemudian melapor ke Mapolresta Jambi dengan nomor laporan LP/B-564/ VIII/2016/Jambi/SPKT I, 23 Agustus 2016.

“Awalnya ada kecurigaan dari warga berinisial S saat mengetahui korban memiliki uang yang banyak. Dari kecurigaan ini kita pancing WH untuk bertemu di salah satu hotel di Kota Jambi. Hasil pengembangan diketahui terdapat lima nama korban yang sudah digauli pria lanjut usia ini. Dimana kelima nama korban diketahui masih berstatus pelajar SMP di Kota Jambi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Dhoni Agustama.

Mucikari 

Dalam pengembangan kasus ini, Polresta Jambi berhasil menangkap tersangka (Mucikari) perdagangan wanita dibawah umur yakni TL, gadis berusia 16 tahun warga Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Senin (18/7/2016).
Mucikari itu ditangkap setelah ada laporan dari dari orangtua korban yang berinisial LL (17) warga Jambi Selatan yang sudah ditiduri oleh WH yang merupakan pelanggan. LL diamankan di kawasan kuburan cina, Kecamatan Kotabaru setelah dibuntuti oleh Tim Opsnal Polresta Jambi.

“Cara pemesanan mereka via ponsel. Setelah dikirim gambar wanita yang hendak dijual dan disepakati, lalu bernego harga. Harganya Rp 500 ribu hingga  Rp1 juta,” ujarnya.

Saat ditangkap polisi di Hotel Victory, Kelurahan Handil, Kecamatan Jelutung, tersangka WH juga diamankan bersama korban AK (13). Ironisnya, mucikari dari WH ini adalah teman para korban sendiri berinisial PU.

“Pengakuan WH dan AK, ada lima nama korban lainnya yang juga masih berstatus siswa SMP di beberapa sekolah di Kota Jambi ini. Kami kini masih memburu keberadaan PU guna melacak ada tidaknya jaringan prostitusi yang melibatkan anak usia SMP di Kota Jambi. Sementara, tersangka WH kini diamankan guna proses penyidikan lebih lanjut,” kata Doni.

Kasus eksploitasi anak ini terus bergulir. Satu nama sudah ditetapkan menjadi pelaku, yakni PU. Mucikari di bawah umur yang kini terus diburu kepolisian. Unit IV PPA Polresta Jambi pun terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Kanit IV PPA Polresta Jambi, Iptu Shisca Agustina mengatakan, selainPU, ada beberapa nama yang muncul bahkan diduga terlibat dalam kasus perdangan wanita di bawah umur ini. “Masih ada dua nama lagi yang terlibat dalam bisnis ini. Saat ini masih kita selidiki,” kata Iptu Shisca.

Kedua nama tersebut berinisial M dan S. Perannya adalah mencari orang yang mau terlibat dalam bisnisnya. Setelah calon didapatkan, barulah PU menawarkan ke WH. Ketika harga telah disepakati barulah korban dibawa ke hotel. “Mereka mengajak calon korban itu dengan bilang, kamu mau duit gak? Kalau mau ikuti aja aku,” ucap Shisca menirukan perkataan korban.

Korban mengaku diiming-imingi pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak oleh PU. PU pun mengajak korbannya ke sebuah hotel melati di Kota Jambi. Di hotel sudah menunggu WH. Kemudian korban diajak ke dalam kamar dan pintu dikunci dari luar. Di dalam kamar, oleh WH, korban diberi obat perangsang. Korban pun pusing dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, lalu WH melampiaskan nafsu bejatnya.

PPA Polresta Jambi juga telah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Jambi untuk menyidik WH. Sejauh ini, pihaknya sudah menangani dua kasus perdagangan anak dibawah umur dengan pelaku (mucikari) yang sama-sama dibawah umur.

“Yang pertama kasus TL, kini sudah kita serahkan ke jaksa dan tengah menunggu persidangan saja. WH dikenakan pasal berlapis yakni pasal 88 tentang eksploitasi anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman diatas 7 tahun penjara,” katanya.

Phedopilia

Pengamat Sosial Jambi, Rizki Takriyanti menyebutkan, adanya kasus kelainan seksualitas yang disebut Phedopilia dalam bahasa psikologtersebut, memang tidak terlepas dari banyaknya pelaku yang memiliki kelainan seks terhadap anak kecil.

Bahkan mencuatnya prostitusi anak di bawah umur di wilayah hukum Jambi yang kini sedang terjadi, membuat banyak pihak maupun orangtua takut dan cemas akan hal buruk seperti itu dapat terjadi kepada anaknya.

Menurut Rizki Takriyanti, kelainan seksualitas yang disebut Phedopilia dalam bahasa psikolog, dijabarkan sebagai kelainan seks terhadap seseorang dikarenakan faktor kepribadian yang belum matang.

Kelainan ini menyasar anak-anak di bawah umur yang awalnya tidak pernah mengetahui soal seks dan hal lainnya seperti itu.Sementara dari sisi korban 'si anak' hal semacam itu bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, aitu keluarga dan lingkungan.

Dari faktor keluarga, bisa saja dipengaruhi oleh faktor ekonomi, dan kedua lemahnya kontrol serta pengawasan. Karena hal negatif bisa terus masuk kepikiran anak apabila tanpa pengawasan lebih.

Dari semua permasalahan ini, ada tiga poin yang harus diterapkan semua pihak dalam menyelesaikan permasalahan ini.Semua poin itu masuk ke dalam perkuatan nilai keluarga, mulai dari demokratis, pengawasan, dan otoriter.

Poin mengenai demokratis, yaitu lebih kepada pihak keluarga untuk dapat menerima masukan anak dan mendengar apa yang ingin dikatakan anak agar, si anak tidak melampiaskannya di luar.

Poin mengenai pengawasan, pihak keluarga juga siap memperluas jalinan sosial dengan masyarakat sekitar. Karena, masyarakat pula yang berperan besar dalam mengawasi tindakan anak dalam kegiatannya di luar apabila tidak terawasi langsung oleh orangtua.

Poin ketiga ialah otoriter, dimana peran hukum harus semakin diperkuat dengan adanya kasus semacam ini. Setidaknya ada action tegas pihak terkait terhadap pelaku mengenai permasalahan ini, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban.

Seorang pemerhati sosial Jambi, Wawiek mengatakan, tertangkapnya WH dalam sebuah bisnis prostitusi dengan anak di bawah umur ini mengisyarakan bahwa predator anak di bawah umur telah merambah di Jambi.

“Presiden Jokowi telah mewacanakan hukuman kebiri bagi mereka (pemanfaat), agar memberikaneffect jera kepada pihak lain. Sehingga hal ini tidak berkembang.WH yang telah uzur, memanfaatkan anak-anak usia 13 tahun untuk memuaskan nafsu birahinya. Sewajarnya diberikan hukuman berat berdasarkan UUPA tentang perlindungan anak,” ujar Wawiek.

Menurutnya, kalaupun yang bersangkutan mau dibebaskan, ya bisa tetapi "senjatanya" harus dicopot dan ditinggalkan sebatang barang bukti perbuatan kejahatan prostitusi dengan anak di bawah umur.

“Kepada pihak kepolisian diharapkan agar kasus ini berlanjut sampai dipengadilan untuk ditentukan putusannya. Ingat instruksi Presiden akan hal ini. Mari kita pantau dan kawal agar kasus ini sampai dipersidangan dan jangan terputus ditengah jalan.Kepada orang tua korban, mari sama-sama kita kawal agar WH diberikan hukuman setimpal,” ujarnya. (JP-03)

Puluhan Konglomerat Jambi Jalani Amnesti Pajak

Gubernur Jambi H Zumi Zola bersama Duta Besar Denmark untuk Indonesia Casper Klynge

Dana Tebusan Capai Rp100 Miliar
 
Jambipos Online, Jambi-Walikota Jambi, Syarif Fasha berencana besok (hari ini) akan melaporkan harta kekayaanya melalui program pengampunan pajak (tax amnesty). Sebelumnya puluhan bos konglomerasi Jambi telah mendaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jambi.

Menurut data KPP Pratama Jambi, dengan data terus bergerak tercatat, Rabu (28/9) dana tebusan mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp100 miliar. Padahal dua minggu sebelumnya yakni Rabu (14/9) hanya Rp25 miliar. Wajib pajak juga terus membludak hingga 1.100 orang.

“WP terus berdatangan, kita buka layanan terkait Amnesti dari pagi sampai malam. Padatnya WP disebabkan masa Amnesti periode pertama, akan segera berakhir,” kata Kasi Pelayanan KPP Pratama Jambi, Hidra Simon kepada Sorotjambi, Rabu (28/9) di kantornya.

Ia mengatakan puncak dari pendaftaran WP pada program Amnesti memang akan terjadi pada minggu ini. Banyak sekali masyarakat yang ingin memperoleh manfaat dari Amnesti pajak. Termasuk beberapa konglomerasi di bidang perhotelan, otomotif, pelayaran, dan perkebunan antusias melaporkan harta kekayaannya yang tersembunyi.

Dengan bergabungnya konglomerat Jambi, akan memacu pengusaha dan masyarakat lainnya. Sayangnya, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jambi belum ada yang mendaftar, tambah Simon, padahal untuk yang di Pusat, semuanya sudah menyelesaikan administrasi dan membayar uang tebusan.

Dirinya menegaskan dari jumlah 367 WP yang terdaftar di amnesti pajak didominasi oleh orang pribadi non usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kemudian barulah disusul oleh Badan non UMKM. “program amnesti pajak ini tidak hanya untuk dunia usaha saja, seluruh masyarakat bisa mengikuti program tersebut," katanya.

Walikota Jambi Ikut Amnesti

Sejumlah masyarakat yang memahami manfaat dan resiko amnesti pajak, pasti akan bergegas melaporkan harta kekayaannya. Pasalnya selain periode pertama akan berakhir Jumat (30/9), lanjut Simon, masyarakat sudah ‘ngeh’ dengan rencana pemerintah menerapkan keterbukaan informasi finansial internasional (Automatic Exchange of Information). 

“Kalau ikut sekarang, tunggakan pajak akan diampuni dan tidak beresiko kena denda tarif berlipat. Semua pasti ketahuan, kalau sudah ada keterbukaan informasi keuangan,” kata Simon.

Merespon dari tingginya animo masyarakat mengikuti Amnesti Pajak kemudian banyaknya manfaat lalu menghindari resiko, lanjut Simon, Walikota Jambi telah menjadwalkan untuk melaporkan asetnya ke petugas pajak. 

Pernyataan Simon terbukti, ada beberapa ajudan dari Walikota, tengah mengurusi administrasi dan menemui banyak pihak di kantor pajak. Namun, Kabag Humas Pemkot Jambi, Abu Bakar mengaku belum mengetahui rencana Walikota tersebut.

“Kita belum tahu ya. Saya tidak bisa pastikan besok, saya belum mengetahui secara pasti,” kata Bakar.

Untuk diketahui, amnesti pajak di tingkat Pusat, memang telah diikuti beberapa orang hebat, seperti Tomy Soeharto, Ciputra, Sampoerna, dan Erick Thohir. Termasuk bos Lippo Group, Sriwijaya Air, dan Maspion. (JP-06)

Sebanyak 19 Rumah Sakit di Provinsi Jambi, 18 Rumah Sakit Tak Memiliki Izin Incinerator

Kasi Penyelamatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Suroso, SKM. M. Kes.IST
Hanya Rumah Sakit Theresia Jambi Memiliki Izin Incinerator
Jambipos Online, Jambi-Sebanyak 19 rumah sakit yang ada di Provinsi Jambi, 18 diantaranya hingga kini tak memiliki izin Incinerator atau tempat penghancur limbah (B3) Bahan Berbahaya dan Beracun. Hanya RS Theresia Jambi yang sudah memiliki mengelola limbah padat dengan baik dan melengkapi izin incinerator.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kasi Penyelamatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Suroso, SKM. M. Kes. Menurutnya, limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya.

“Limbah rumah sakit, khususnya limbah medis yang infeksius belum di kelola dengan baik. Sebagian besar pengelolaan limbah infeksius disamakan dengan limbah medis noninfeksius, selain itu kerap bercampur limbah medis dan non medis yang justru memperbesar permasalahan limbah medis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Suroso menjelaskan pengolahan limbah rumah sakit dapat dilakukan dengan berbagai cara, yang diutamakan adalah sterilisasi, yakni berupa pengurangan dalam volume, penggunaan kembali dengan sterilisasi lebih dulu, daur ulang dan pengolahan.

“Hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengolahan limbah adalah pemisahan limbah, penyimpanan limbah, penanganan limbah dan pembuangan limbah,” tegasnya.

Limbah rumah sakit yang tidak memenuhi syarat menyebabkan limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan penduduk disekitar rumah sakit dan menimbulkan masalah kesehatan, hal ini dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai penyebab penyakit pada manusia termasuk infeksi nosokomial sehingga limbah harus diolah sebelum di buang ke lingkungan.

“Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit, seharusnya dirawat 2 hari malah jadi 5 hari,” jelasnya.

Suroso juga menjelaskan secara umum sampah dan limbah rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair.

“Bentuk limbah atau sampah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi bahaya yang ditimbulkannya, limbah klinis seperti limbah benda tajam, limbah jaringan tubuh, limbah farmasi, limbah kimia, limbah plastik daan lainya,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi telah melayangkan teguran kepada 19 rumah sakit yang tidak mengindahkan surat peringatan mengenai pembinaan sanitasi.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi yang diterima, dari 19 rumah sakit yang ada di Provinsi Jambi hanya 13 rumah sakit yang memenuhi syarat pembinaan sanitasi, selebihnya ada 6 rumah sakit yang tidak memenuhi syarat. “Dokumen Amdal juga sebagai syarat, IPAL sudah pada bagus,” ungkapnya.

Ditanya mengenai rumah sakit apa saja yang sudah memenuhi syarat pembinaan sanitasi, Suroso menyebutkan Rumah Sakit Raden Mattaher, Rumah Sakit Jiwa, Abdul Manaf, DKT, Bhayangkara, Siloam Hospital, Annisa, Kambang, MMC, Chatib Quzwain Sarolangun, Hanafie Bungo, Hamba Muaro Bulian dan Daud Arif Kuala Tungkal.

Sementara itu, 6 rumah sakit yang tidak memenuhi syarat antara lain Thalib Kerinci, RS Abundjani Bangko, Sultan Thaha Tebo, Rifin Muaro Jambi, Sungai Gelam Muaro Jambi dan Nurdin Hamzah Sabak.

“Itu hanya data tentang pembinaan sanitasi saja, kalau masalah pengelolaan limbah padat hanya satu rumah sakit yang mengelola limbah padat dengan baik dan melengkapi izin incinerator yakni Rumah Sakit Theresia Jambi,” kata Suroso.

Suroso juga mengaku hampir semua rumah sakit yang tidak memiliki izin incinerator, maka dari itu segera lengkapilah izin incinerator (tempat pembakaran limbah).

“Alasan lingkungan kurang diperhatikan rumah sakit karena bukan menjadi prioritas utama pengembangan rumah sakit itu sendiri. Harapan saya urusan masalah lingkungan lebih diprioritaskan sebagai programdirumah sakit,” tutupnya.  
 
Rumah sakit bersih adalah tempat pelayanan kesehatan yang dirancang, dioperasikan dan dipelihara dengan sangat memperhatikan aspek kebersihan bangunan dan halaman baik fisik, sampah, limbah cair dan air bersih.

Namun menciptakan kebersihan di rumah sakit merupakan upaya yang cukup sulit dan bersifat kompleks berhubungan dengan berbagai aspek antara lain kebiasaan, perilaku masyarakat, kondisi lingkungan, sosial dan teknologi. (JP-03)

18 Ribu Warga Belum Miliki e-KTP, Dukcapil Siap Jemput ke Rumah


BELUM REKAM: Hingga saat ini tercatat sebanyak 18 ribu warga Sungaipenuh wajib e-KTP belum melakukan perekaman data e-KTP. Saat petugas sedang memfoto dalam pembuatan e-KTP.Ist


Jambipos Online, Sungaipenuh-Hingga saat ini masih banyak warga Kota Sungaipenuh yang belum mengantongi e-KTP. Padahal, pemerintah pusat menargetkan batas perekaman hingga akhir September ini.
 
Data yang diperoleh dari Disdukcapil Kota Sungaipenuh, hingga saat ini tercatat sebanyak 18 ribu warga Sungaipenuh wajib e-KTP belum melakukan perekaman data e-KTP. Kondisi ini membuat pihak Disdukcapil kerja ekstra, menghimbau warga untuk segera melakukan perekaman data.

Kadis Dukcapil Sungaipenuh, Eri Firmansyah, melalui Sekretaris, Eri Tisman, mengatakan untuk saat ini warga yang sudah memiliki e-KTP sudah mencapai 75 persen, dan 25 persen masih belum melakukan perekaman.

"Ya, masih banyak yang belum memiliki e-KTP, jumlah yang wajib e-KTP Kota Sungaipenuh sekitar 70 ribu, namun untuk saat ini tercatat ada 18 ribu warga yang belum memiliki e-KTP," ujarnya, Rabu (28/9) kemarin.

Lantas bagaimana untuk kedepan, mengingat batasan waktu hingga 30 September ini ? dia membenarkan jika pemerintah pusat membatasi hingga akhir September ini. Akan tetapi, pemerintah pusat juga sudah mengeluarkan kebijakan baru.

"Kebijakan pertama memang sampai 30 September, tapi sekarang ada kebijakan baru, yakni sampai Juni 2017," jelasnya.

Dengan adanya kebijakan baru tersebut, lanjut dia, masyarakat masih berkesempatan untuk melakukan perekaman data e-KTP. Sehingga pada Juni 2017 mendatang, seluruh warga Sungaipenuh wajib e-KTP sudah memiliki e-KTP.

"Sekarang kita terus memaksimalkan perekaman data secara bergiliran per kecamatan di Kota Sungaipenuh, hari ini (kemarin,red) giliran Kecamatan Hamparan Rawang, kecamatan lain sebagian ada yang sudah," jelasnya. 

Lantas apa kendala dalam proses perekaman selama ini ? menurut dia salah satu kendala yang dihadapi berkaitan dengan listrik, karena listrik sering padam dan menghambat proses perekaman dan percetakan e-KTP."Kalau kendala lain tidak ada, alat dan SDM cukup dan tidak ada masalah," katanya.

Dia menghimbau, agar warga yang belum memiliki segera melakukan perekaman, bahkan pihaknya siap menjemput warga yang ingin rekam data e-KTP.

"Kita menghimbau agar warga segera membuat e-KTP ke kantor camat atau ke Disdukcapil langsung, bahkan kita siap menjemput warga jika ada kendala transportasi untuk ke tempat perekaman data e-KTP," terangnya. (JP-06)

MASNAH-BBS TEPAT

MASNAH-BBS TEPAT
KLIK GAMBAR UNTUK PROFILE MASNAH

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Bahan Iklan Krim Ke Email: redaksijambipos@gmail.com (Harga Cukup Rp 1 Juta Selama 2 Bulan)

Pemprov Jambi Mewujudkan Mandiri Pangan

Pemprov Jambi Mewujudkan Mandiri Pangan
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

Jangan Hentikan Pembangunan Relokasi Pasar Angso Duo

Jangan Hentikan Pembangunan Relokasi Pasar Angso Duo
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA
 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos