. Jambipos | Online

Berita Terbaru

Catatan Khusus

Catatan Khusus
Ketika Fachrori Umar Selamatkan Roda Pemerintahan Paska Ditinggalkan Zumi Zola

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru
KLIK Benner Versi Baru di www.jambipos.id (BETA)
INDEKS BERITA TERBARU

Pasien Positif Covid-19 Jambi Tembus 103 Orang, Sembuh 27 Orang

Written By jambipos-online on Sabtu, 06 Juni 2020 | 18:20

Johansyah.
Jambi, Jambipos- Pasien positif virus corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hingga Sabtu (6/6/2020) menembus angka 103 atau bertambah dua kasus baru. Sedangkan pasien positif Covid-19 yang sembuh di Provinsi Jambi hingga Sabtu sebanyak 27 orang.

Jadi total pasien positif Covid-19 yang masih dirawat di daerah itu sebanyak 76 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 39 orang dan orang dalam pengawasan (ODP) 47 orang. Pasien meninggal dunia akibat akibat Covid-19 di Jambi tidak ada.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Jumat (6/6/2020) sore mengatakan, pasien baru positif Covid-19 pada hari Jumat dan Sabtu positif Covid-19 di Jambi, yakni pasien nomor 100 berasal dari Kota Sungaipenuh dan pasien 101 berasal Kabupaten Merangin, pasien 102 berasal dari Kota Jambi dan pasien 103 dari Kota Sungaipenuh.

Pasien 100 positif Covid-19 tersebut seorang perempuan berusia 40 tahun, pedagang pasar tradisional Kota Sungaipenuh. Sedangkan pasien 101 laki-laki berusia 20 tahun, masuk cluster Gowa, Sulawesi Selatan.

Sementara pasien 102 seorang laki-laki usia 47 tahun merupakan kluster Gowa. Sedangkan pasien 103 merupakan seorang perempuan 17 tahun kontan pasien nomor 100 di Pasar Sungaipenuh.

“Empat pasien baru positif Covid-19 tersebut langsung dirawat intensif di ruang isolasi rumah sakit. Pasien 100 dirawat di Rumah Sakit Bakri, Kota Sungaipenuh dan pasien 101 dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abunjani, Merangin. Pasian 102 dirawat di RS Andul Manap Kota Jambi dan Pasien 103 di RSU H Thalib Sungaipenuh ,” katanya.

Dijelaskan, selama sembilan hari terakhir, yakni sejak Senin (25/5/2020) hingga Rabu (3/6/2020), tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 di Jambi. Kasus positif Covid-19 bertambah kembali di daerah itu, Kamis (4/6/2020), yakni pasien 98 dan 99 yang diumumkan Kamis tersebut berasal dari Kabupaten Tanjungjabung Timur dan Muarojambi.

“Pasien 98 asal Tanjungjabung Timur seorang perempuan berusia 46 tahun yang, pedagang pasar tradisional. Kemudian pasien 99 asal Muarojambi laki-laki berusia 26 tahun yang sebelumnya berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan belum diketahui cluster atau kelompoknya. Petugas masih melacak kontak pasien 99 tersebut,” ujarnya.(JP-Asenk Lee Saragih)


Inflasi Jambi Mei 2020 Terkendali

ILUSTRASI-PASAR TANI
Jambipos, Jambi-Berdasarkan data BPS Provinsi Jambi, pada Mei 2020 Provinsi Jambi mengalami inflasi bulanan sebesar 0,32% (mtm). Dengan angka tersebut, maka secara tahunan inflasi Jambi adalah sebesar 1,09% (yoy) dan secara tahun berjalan inflasi Jambi sebesar 0,56% (ytd). 

Secara keseluruhan, jenis barang dan jasa yang memberikan andil terbesar adalah komoditas pada kelompok transportasi yaitu angkutan udara (andil 0,23%), dan komoditas pada kelompok makanan, minuman, tembakau, yaitu bawang merah (andil 0,23%), kangkung (andil 0,19%), tempe (andil 0,04%), dan bayam, ikan dencis, dan ikan lele (andil 0,03%).

Secara umum, dibukanya kembali layanan penerbangan komersial domestik di tengah kebijakan Pemerintah terkait pembatasan aktivitas sosial dan larangan untuk melakukan perjalanan mudik, berdampak pada kenaikan tarif angkutan udara. 

Peningkatan harga aneka rokok terjadi menyusul kebijakan pemerintah yang meningkatkan tarif cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJE) untuk komoditas tersebut sebesar 23%. Sementara itu, berakhirnya masa panen di sejumlah sentra di wilayah Jawa, berdampak pada keterbatasan pasokan komoditas bawang merah. 

Di tengah kecenderungan meningkatnya permintaan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), hal ini berdampak terhadap kenaikan harga komoditas bawang merah.

Terdapat beberapa komoditas yang menahan deflasi, yakni cabai merah (andil deflasi 0,21%), bawang putih (andil deflasi 0,09%), telur ayam ras dan beras (andil deflasi 0,04%), ikan nila dan minyak goreng (andil deflasi 0,03%), dan cabai rawit (andil deflasi 0,02%). Penurunan harga pada komoditas tersebut sebagai dampak dari melimpahnya pasokan untuk memenuhi permintaan.

Adapun rincian perkembangan inflasi pantauan di Jambi adalah sebagai berikut:

Kota Jambi:

Bulanan : 0,29% (mtm)

Tahun Berjalan : 0,53% (ytd)

Tahunan : 1,15% (yoy)

Inflasi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas angkutan udara (andil 0,26%), bawang merah (andil 0,21%), kangkung (andil 0,07%), rokok kretek filter (andil 0,05%), tempe, bayam, rokok putih, dan ikan dencis (andil 0,04%). 

Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai awang merah (andil 0,25%), bawang putih (andil 0,09%), telur ayam ras (andil 0,05%), kemeja pendek katun pria, beras, ikan nila, dan celana panjang jeans pria (andil 0,04%).

Kabupaten Bungo:

Bulanan : 0,49% (mtm)

Tahun Berjalan : 0,73% (ytd)

Tahunan : 0,55% (yoy)

Inflasi utamanya didorong oleh peningkatan harga yang terjadi pada komoditas bawang merah (andil 0,35%), daging ayam ras (andil 0,20%), ayam hidup (andil 0,07%), petai dan rokok kretek filter (andil 0,05%). Sementara komoditas penyumbang deflasi antara lain cabai merah (andil 0,36%), bawang putih (andil 0,08%), emas perhiasan (andil 0,07%), cabai rawit dan jeruk (andil 0,02%).

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, pada Juni 2020 Provinsi Jambi diperkirakan akan mengalami inflasi pada kisaran 0,21% - 0,61% (mtm) atau 0,34% - 0,74% (yoy). 

Inflasi utamanya akan didorong oleh kenaikan harga komoditas tarif angkuran udara seiring dengan peningkatan permintaan menyusul dibukanya kembali layanan penerbangan komersial domestik. 

Selain itu, beberapa komoditas bahan makanan seperti bawang merah dan daging ayam ras diperkirakan meningkat yang disebabkan keterbatasan pasokan untuk memenuhi kebutuhan.(JP-Rel/Lee)

Gubernur Jambi Perintahkan PUPR Provinsi Jambi Segera Perbaiki Jalan Longsor di Punti Kalo Tebo

Written By jambipos-online on Jumat, 05 Juni 2020 | 15:37

Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum meninjau ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Tebo, yaitu ruas jalan di Punti Kalo Kecamatan Sumay dan ruas jalan nasional Lintas Tebo - Jambi, Kamis (04/06/2020).(Humas)

Jambipos, Tebo-Usai menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 kepada masyarakat Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum meninjau ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Tebo, yaitu ruas jalan di Punti Kalo Kecamatan Sumay dan ruas jalan nasional Lintas Tebo - Jambi, Kamis (04/06/2020).

Fachrori mengatakan akan segera mengupayakan perbaikan jalan yang longsor tersebut, untuk keperluan masyarakat. 

"Kita tadi melihat bahwa ruas jalan provinsi tersebut kondisinya tidak cukup baik dan sangat membahayakan masyarakat yang melintas di jalan tersebut. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi untuk segera memperbaikinya karena untuk kepentingan masyarakat," ujar Fachrori.

Fachrori menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi akan segera mengambil langkah -angkah terkait kerusakan ruas jalan provinsi tersebut, salah satunya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam hal ini Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V karena posisi ruas jalan di daerah Punti Kalo berada tepat di pinggir Sungai Batanghari yang merupakan kewenangan BWSS V.

"Ruas jalan yang mengalami longsor di daerah Punti Kalo tadi tepat berada di tepi Sungai Batanghari, sehingga kita akan segera melakukan koordinasi dengan BWSS V agar bisa membangun turab di pinggir sungai tersebut, karena memang itu kewenangan dari BWSS V," jelas Fachrori.

"Pemerintah Provinsi Jambi akan segera memperbaiki ruas jalan yang rusak tersebut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi. Saya akan menginstruksikan Kadis PUPR Provinsi Jambi untuk segera memperbaiki ruas jalan nasional yang rusak tersebut," lanjut Fachrori.
Fachrori juga meminta kepada Bupati Tebo untuk membuat laporan lebih rinci terkait ruas jalan provinsi rusak yang ada di Kabupaten Tebo sehingga Pemerintah Provinsi Jambi bisa cepat menindaklanjutinya karena jalan merupakan kepentingan mendasar dan masyarakat sangat membutuhkan.

"Dalam memperbaiki ruas jalan longsor ini memang membutuhkan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, sesuai dengan kewenangan masing masing. Semoga kita bisa mempercepat Langkah-langkah dalam memperbaiki ruas jalan yang longsor, untuk kepentingan masyarakat," tutup Fachrori.(JP-Hms/Lee) 

Gubernur Jambi Usulkan 2 Opsi Kepada KASN

Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum.(Humas)
Jambipos, Jambi-Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum memberikan 2 (dua) opsi kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait 6 (enam) orang PNS yang diberhentikan dan didemosi dari Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, yakni diangkat kedalam jabatan fungsional yang setara dengan JPT Pratama atau diikutsertkan dalam pengisian JPT Pratama melalui seleksi terbuka terhadap 9 (sembilan) JPT Pratama yang diusulkan ke KASN, Jumat (5/6/2020).

Kedua ospsi tersebut disampaikan oleh Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar kepada Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia, melalui Surat Gubernur Jambi Nomor: S-1244/BKD-3.2/VI/2020, Hal Keberatan Kedua atas Rekomendasi KASN pada surat Nomor B-677/KASN/02/2020, tanggal 5 Juni 2020.

Melalui surat tersebut, Gubernur Jambi menjawab surat Wakil Ketua KASN Nomor B-1388/KASN/5/2020 pada Mei 2020, bahwa data dan informasi yang telah disampaikan Pemprov Jambi kepada KASN, sesuai dengan surat rekomendasi KASN Nomor B-3964/KASN/11/2019 tanggal 18 November 2019, pada poin 4 menyatakan bahwa “Hasil uji kompetensi terhadap 37 (tigapuluh tujut JPT Pratama tersebut yang Saudara rencanakan, akan dilakukan mutasi/rotasi dan penempatan dalam jabatan PNS sesuai dengan kompetensinya, dapat kami setujui atas dasar pertimbangan dan data pendukung hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi Jambi dengan nomor LAP.700/101/ITPROV-2/VII/2019, tanggak 31 Juli 2019 dan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI per-semester 1 tahun 2019 (31 Desember 2019)” adalah sesuai dengan fakta yang sebenarnya tidak ada data dan informasi yang dimanipulasi.

Selanjutnya, terkait poin yang menyatakan bahwa Pemprov Jambi tidak melakukan pengangkatan dan pelantikan terhadap 31 (tigapuluh satu) tetapi sesuai dengan lampiran surat rekomendasi Ketua KASN nomor B-3964/KASN/11/2019 tanggal 18 November 2019, Pemprov Jambi hanya melaksanakan pengangkatan dan pelantikan terhadap 5 orang pejabat yang terdiri dari: a.Otin Supandi,S.Sos. Mutasi/Rotasi dari Jabatan Kepala Biro Umum menjadi Kepala Biro Organisasi, b.Dra.Hj.Emi Nopisah, MM dikukuhkan Kembali dalam jabatan Sekretaris DPRD Provinsi Jambi karena masa jabatannya telah lebih dari 5 (lima) tahun sesuai dengan ketentuan Pasal 117 UU Nomor 5 Tahun 2014, c.3 (tiga) orang didemosi kedalam jabatan administrator a.n. Drs.Ujang Hariadi, Drs.Ariansyah,ME, dan Edi Kusmiran,S.STP

"Terhadap rekomendasi Wakil Ketua KASN nomor B-677/KASN/2/2020 tanggal 28 Februari 2020 pada poin 11 huruf d menyatakan bahwa atas dasar penegasan pada poin c, maka rekomendasi KASN nomor B-3964/KASN11/2019 tanggal 18 November 2019, kami tinjau kembali/dibatalkan dan dinyatakan tidak berlaku. Kami menyampaikan bahwa dengan ditinjau kembali/dibatalkan dan dinyatakan tidak berlakunya surat Ketua KASN tersebut, maka secara utuh keseluruhan dalam lampiran surat rekomendasi Ketua KASN tidak hanya yang diberhentikan dan didemosi yang ditinjau kembali/dibatalkan dan dinyatakan tidak berlaku, tetapi untuk jabatan yang dimutasi/rotasi dan pejabat masa jabatannya telah lebih dari 5 (lima) tahun juga termmasuk dalam rekomendasi yang ditinjau kembali/dibatalkan dan dinyatakan tidak berlaku’” ujar Fachrori. (JP-Hms/Lee)

Gubernur Jambi Fachrori Sebut JPS Merupakan Kontribusi Pemprov Jambi

Written By jambipos-online on Kamis, 04 Juni 2020 | 15:51


Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum saat menyalurkan secara langsung JPS Covid-19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Lapangan Semagor Kabupaten Bungo, Kamis (04/06/2020).(Humas)
Jambipos, Bungo- Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyampaikan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan salah Satu upaya dan bentuk kontribusi nyata Pemerintah Provinsi Jambi dalam membantu masyarakat yang terdampak covid-19 di Provinsi Jambi, termasuk masyarakat Kabupaten Bungo. 

Hal tersebut disampaikan Fachrori saat menyalurkan secara langsung JPS Covid-19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Lapangan Semagor Kabupaten Bungo, Kamis (04/06/2020).

"Alhamdulillah, kita dari Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya membantu meringankan beban Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengatasi masyarakat yang terdampak covid-19. Ini merupakan kontribusi nyata dari kita sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat dalam membantu masyarakat," ujar Fachrori.

Fachrori mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jambi telah mengambil kebijakan untuk percepatan penanggulangan covid-19 dengan mengalokasikan anggaran dalam penyediaan bantuan kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net) bagi masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial akibat covid-19 sebesar Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) untuk 30 ribu rumah tangga yang tersebar di 11 Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi, sebagaimana tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01 Tahun 2020.

"Kita telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bungo dalam menetapkan besaran Alokasi keseluruhan calon bantuan JPS Covid-19. Adapun jumlah alokasi daftar calon penerima bantuan untuk Kabupaten Bungo sebanyak 2.036 rumah tangga penerima sesuai dengan kriteria penerima bantuan yang telah ditetapkan," ungkap Fachrori.

"Saya mengharapkan bantuan JPS di masing-masing Kabupaten/Kota khususnya di Kabupaten Bungo dapat secara bertahap disalurkan kepada masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan social dan physical distancing. Semoga melalui bantuan ini juga dapat membantu meringankan beban masyarakat Provinsi Jambi yang terdampak covid," harap Fachrori.
Bupati Bungo, H.Mashuri mengatakan, wabah covid-19 menyebabkan perekonomian berjalan lambat dan juga melumpuhkan sebagian aktivitas masyarakat, tidak terkecuali dengan Kabupaten Bungo. Masyarakat Bungo sendiri yang terpapar covid-19 berjumlah 4 orang positif dan alhamduillah 2 orang telah sembuh.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jambi yang telah mengalokasikan bantuan JPS sebanyak 2.036 rumah tangga penerima bantuan untuk Kabupaten Bungo dan Bapak Gubernur sendiri yang menyerahkan secara langsung kepada masyarakat. Semoga masyarakat Bungo yang mendapatkan bantuan JPS benar benar mendapatkan manfaatnya," kata Mashuri.(JP_Hms/Lee).

Fachrori: JPS Kebijakan Pemprov Jambi Tanggulangi Dampak Covid-19


Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum pada Penyaluran JPS Covid-19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Kantor Camat Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Kamis (04/06/2020).(Humas)
Jambipos, Tebo-Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyampaikan, bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) merupakan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jambi dalam mempercepat penanggulangan covid-19 di Provinsi Jambi. 

Hal tersebut disampaikan Fachrori pada Penyaluran JPS Covid-19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Kantor Camat Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Kamis (04/06/2020).

"Kita terus berupaya mempercepat penanggulangan covid-19 di Provinsi Jambi, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran untuk bantuan JPS bagi masyarakat Provinsi Jambi yang sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Dosis Percepatan Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Daerah," kata Fachrori.
"Alokasi anggaran bantuan covid-19 tersebut ditujukan untuk 30 ribu rumah tangga yang terdampak covid-19 di Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dengan besaran nilai Rp.600.000,- (enam ratus ribu rupiah) terdiri dari Rp.350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) berupa bantuan sembako dan Rp.250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) berupa bantuan uang tunai," tambah Fachrori.

Fachrori menerangkan, penentuan daftar calon penerima bantuan JPS sesuai dengan surat edaran KPK Nomor 11 Tahun 2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Data non DTKS dalam pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan keputusan Kepala Daerah di masing masing Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi.

"Kabupaten Tebo sendiri mendapatkan alokasi bantuan JPS sebanyak 1.711 rumah tangga yang terdampak covid-19. Saya mengharapkan penyaluran bantuan JPS untuk masyarakat Tebo dilakukan secara bertahap dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan sosial dan physical distancing," terang Fachrori.

Lebih lanjut, Fachrori mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tebo agar dapat mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu hidup bersih dan sehat sesuai dengan standar dari protokol kesehatan guna mencegah penularan wabah covid-19 yang lebih meluas lagi.

Bupati Tebo, H.Sukandar atas nama Pemerintah Kabupaten Tebo, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi yang telah mengalokasikan bantuan JPS sebanyak 1.711 paket bagi rumah tangga yang terdampak covid-19 di Kabupaten Tebo. Pemerintah Kabupaten Tebo juga telah mendapatkan bantuan sosial dari anggota DPR RI dapil Jambi, Ibu Hj. Saniatul Lativa melalui mitra kerja yaitu BPOM, BPJS Ketenagakerjaan dan lainnya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jambi yang telah mengalokasikan bantuan JPS Covid-19 dan menyerahkan secara langsung kepada masyarakat Tebo. Kabupaten Tebo juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat sebanyak 6.805 paket dan sudah kami distribusikan dengan baik kepada masyarakat yang terdampak covid-19," tutur Sukandar.(JP-Hms/Lee)

Kurangi Beban Masyarakat, Fachrori Salurkan JPS Covid-19 Untuk Masyarakat Kerinci

Written By jambipos-online on Rabu, 03 Juni 2020 | 16:14

3.000 Masker Juga Diberikan kepada Masyarakat Kerinci

Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk masyarakat Kabupaten Kerinci, berupa paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona. Penyaluran JPS tersebut berlangsung di Kantor Camat Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci, Rabu (3/6/2020).(Humas)
Jambipos, Kerinci-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk masyarakat Kabupaten Kerinci, berupa paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona. Penyaluran JPS tersebut berlangsung di Kantor Camat Air Hangat Barat Kabupaten Kerinci, Rabu (3/6/2020).

Penyaluran JPS Covid-19 ini untuk mengurangi beban masyarakat yang sangat terdampak Covid-19. Selain itu, Gubernur Jambi juga memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi berupa 3.000 masker kepada masyarakat Kabupaten Kerinci.

Penyediaan Jaring Pengaman Sosial  menjadi upaya dan kontribusi Pemerintah Provinsi membantu mengurangi beban Pemerintah Kabupaten/Kota, dilaksanakan sesuai prinsip 3T, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.

"Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci menetapkan besaran alokasi daftar calon penerima JPS Kabupaten Kerinci sebanyak 2.415 KPM setara Rp1,49 Miliar, juga diserahkan 3.000 masker untuk masyarakat," ungkap Fachrori .

Fachrori menjelaskan, alokasi JPS Covid-19 sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang telah melakukan berbagai kebijakan refocusing anggaran dalam alokasi bantuan bagi masyarakat yang terdampak diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Pembebasan Biaya Listrik Subsidi dan lain sebagainya. 

"Pemerintah Provinsi Jambi melakukan berbagai kebijakan  alokasikan anggaran dalam penyediaan bantuan kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat yang terdampak atau memiliki risiko sosial akibat Covid-19 untuk 30.000 rumah tangga, sebesar Rp600.000 per rumah tangga yang tersebar di 11 kabupaten/kota," jelas Fachrori.

Selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Fachrori mengajak masyarakat menjalankan pola hidup bersih dan sehat, serta tetap waspada agar terhindar dari virus corona. 

Bupati Kerinci H.Adi Rozal melaporkan, kasus Covid-19 di Kabupaten Kerinci berawal pada bulan April dengan 299 ODP,  9 orang PDP, dinyatakan 1 orang positif. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci melakukan pemeriksaan pada 1.053 orang dan  5 orang reaktif. 

"Test kita laksanakan untuk ODP/kontak termasuk pada enam pasar secara acak yang saat ini ODP tinggal 27 orang, nol positif tes Swab, sedangkan masyarakat di sini banyak perantau. Melalui kebijakan desa atau kampung dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di ladang dan makan mereka disediakan," ujar Adi Rozal.

Adi Rozal menyampaikan ungkapan terima kasih atas bantuan yang dinilainya tepat sasaran untuk masyarakat yang bekerja disektor wisata, khususnya Air Panas Semurup yang ditutup sementara mulai  bulan Maret, sehingga sektor kepariwisataan, kuliner banyak terdampak. 

"Memotivasi masyarakat untuk hidup disiplin mematuhi protokol Covid-19. Terima kasih atas perhatian dan bantuan dan kita salurkan secara baik agar dapat dimanfaatkan masyarakat," kata Adi Rozal.

Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dana Desa melakukan penyaluran senilai Rp5,5 Miliar untuk 9.256 KK di 115  desa dari 287 desa dan 2 kelurahan, yang dilanjutkan untuk tahap kedua termasuk inisiatif PNS dengan 4.000 paket atau 16 ton beras dibagikan pada panti asuhan, anak yatim, fakir miskin, petugas masjid, serta  bantuan masker untuk masyarakat dan disinfektan. 

"Secara nasional, dari 112 daerah new normal, salah satunya Kabupaten Kerinci," kata Adi Rozal.
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arif Munandar menjelaskan, JPS Covid-19 berupa paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, mie instan, sarden kaleng, indomie, serta uang tunai Rp250.000 per KPM/Rumah Tangga selama 3 bulan untuk bulan Mei, Juni dan Juli 2020, paket sembako senilai Rp350 ribu oleh Bulog yang disalurkan oleh PT.Pos langsung ke Rumah Tangga.

Arif Munandar mengungkapkan, penyaluran JPS Covid-19 membutuhkan verifikasi data masyarakat yang berhak menerima, sehingga terhindar dari tumpang tindih dan ketidaktepatan. "Data perlu diverifikasi agar masyarakat yang menerimanya sesuai kriteria," ujar Arif Munandar.

Danrem 042/Garuda Putih selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Kol.Kav.M.Zulkifli, Wakil Bupati Kerinci H.Ami Taher, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Forkopimda Kabupaten Kerinci, para pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Kerinci turut serta dalam penyaluran JPS Covid-19 untuk masyarakat Kerinci tersebut.(JP-Hms/Lee)

Gubernur Jambi: JPS Covid-19 Bantu Ringankan Beban Masyarakat


Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial Covid-19 sebanyak 1013 KPM senilai Rp.607.800.000 berupa paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona di Kantor Camat Sungai Penuh, Rabu (3/6/2020).(Humas)
Jambipos, Sungaipenuh-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial Covid-19 sebanyak 1013 KPM senilai Rp.607.800.000 berupa paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona di Kantor Camat Sungai penuh, Rabu (3/6/2020).

Jaring Pengaman Sosial Covid-19 yang disalurkan Gubernur Jambi pada masing-masing Kabupaten/Kota dalam menyikapi peningkatan kasus positif Covid-19 termasuk indikasi penyebaran dari berbagai cluster yang mesti diantisipasi bersama penularan dan dampak terhadap kebutuhan masyarakat,"JPS yang disalurkan bagi masyarakat terdampak covid-19 semoga dapat meringankan beban mereka," ungkap H.Fachrori Umar.

JPS Covid-19 secara bertahap disalurkan kepada masyarakat dengan kebijakan sosial, physical distancing dan protokol kesehatan covid-19.

"Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh menetapkan jumlah penerima," kata Gubernur Jambi.

Meringankan beban masyarakat dengan penyediaan kebutuhan sembako berisi beras, gula pasir, tepung terigu, sarden kaleng, mie instans, dan uang tunai selama tiga bulan terhitung dari Mei, Juni dan Juli diharapkan menguatkan masyarakat hadapi wabah virus corona,"Masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat dengan mematuhi protokol covid-19," harap Gubernur Jambi.

Wali Kota Sungaipenuh H.Asafri Jaya Bakri bersama tim gugus tugas covid-19 melakukan tracing dalam jumlah banyak termasuk test swab untuk 55 orang yang dinyatakan 13 positif sedangkan satu orang telah sembuh.

"Kondisi saat ini dapat kita terima sebagai kenyataan sosial dan disini mobilitasnya tinggi terutama pasar Kota Sungai Penuh menjadi pusat belanja masyarakat yang merasa kebutuhan besarnya terpenuhi jika berbelanja disini," ujar H.Asafri Jaya Bakri.

Menghadap kondisi New Normal dengan keadaan masyarakat komunal menjadi tantangan bagi aparat atau petugas untuk menguatkan kedisiplinan masyarakat menjalankan tatanan kehidupan baru. "Perlu upaya sosialisasi yang kuat hadapi new normal ditengah masyarakat komunal yang biasa berinteraksi," ungkap H.Asafri.
Wali Kota Sungaipenuh memaparkan bantuan untuk 24528 KK ditambah 1000 KK sudah mencakup 80 persen warga masyarakat sedangkan 20 persen merupakan PNS, TNI,Polri, Karyawan BUMN.

"Bantuan (JPS) ini sangat menyempurnakan dan kehadiran corona dapat kita ambil hikmahnya semoga tidak bertambah dan terus berkurang," harap H.Asafri.  

Dalam laporan Kadis Sosial, Pendudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arif Munandar menyampaikan JPS Covid-19 berbentuk paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, mie instan, sarden kaleng, serta uang tunai Rp.250.000 per KPM/Rumah Tangga selama 3 bulan untuk bulan Mei, Juni dan Juli, paket sembako senilai Rp.350 ribu oleh Bulog yang disalurkan oleh PT.Pos langsung ke Rumah Tangga.

Hadir Wakil Ketua Tugas Covid-19 Kol.Kav.M.Zulkifli, Forkopimda Kota Sungai Penuh, para Pejabat Kota Sungai Penuh, dan Pejabat Pemerintah Provinsi Jambi.(JP-Hms/Lee) 

Fachrori Kembali Salurkan Bantuan JPS Covid-19 di Batanghari

Written By jambipos-online on Selasa, 02 Juni 2020 | 16:49

Harap Masyarakat Batanghari Benar-benar Terbantu 
Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 untuk 1.125 Kelompok Penerima Manfaat/KK senilai Rp675.000.000 berbentuk sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona di Kantor Camat Muara Tembesi Kabupaten Batanghari, Selasa (2/6/2020).(Humas)
Jambipos, Batanghari-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 untuk 1.125 Kelompok Penerima Manfaat/KK senilai Rp675.000.000 berbentuk sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona di Kantor Camat Muara Tembesi Kabupaten Batanghari, Selasa (2/6/2020).

Penyaluran Jaring Pengaman Sosial Covid-19 oleh Pemerintah Provinsi Jambi dengan kriteria penerima; 1.Mempertimbangkan risiko terjadinya tumpang tindih, double counting dan ketidaktepat sasaran baik  yang bersumber dari APBN, APBD Kabupaten, CSR/ Swasta dan pihak lainnya, 2.Memperhitungkan rasio penduduk miskin, 3.Memperhitungkan sektor-sektor lapangan usaha di tiap kabupaten/kota dan jumlah tenaga kerja yang mungkin terdampak secara langsung dan tidak langsung serta 4.Memperhitungkan dan melakukan prognosis atas dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi tiap kabupaten/kota se Provinsi Jambi selamat Tahun 2020. 

"Bentuk kontribusi serta upaya Pemerintah Provinsi dalam membantu mengurangi beban Pemerintah Kabupaten/Kota yang diharapkan penyaluran Jaring Pengaman Sosial dilaksanakan sesuai prinsip 3T yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu," ungkap Gubernur Jambi. Fachrori berharap masyarakat penerima bantuan benar-benar terbantu.

Fachrori menyampaikan, Pemerintah Pusat melakukan berbagai kebijakan refocusing anggaran dalam alokasi bantuan bagi masyarakat yang terdampak diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Pembebasan Biaya Listrik Subsidi dan lain sebagainya.

Pemerintah Provinsi Jambi melakukan berbagai kebijakan dalam percepatan penanggulangan Covid-19 ini dengan mengalokasikan anggaran dalam penyediaan bantuan kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial akibat Covid-19 sebanyak 30.000 rumah tangga sebesar Rp.600.000 per rumah tangga yang tersebar di 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi sebagaimana tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01 Tahun 2020 tentang Percepatan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Vorona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah.
Bupati Batang Hari H.Syahirsah menyampaikan, beberapa sumber  bantuan sosial tunai telah disalurkan terhitung bulan April. 

"Dana Desa sebesar Rp600 ribu tunai untuk 110 desa, sementara dari kabupaten ada bantuan Batanghari Tunai untuk 14 kelurahan," ujar H.Syahirsah. 

Syahirsah mengatakan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang Hari juga telah dipersiapkan hingga akhir tahun 2020 jika dalam beberapa perubahan sesuai arahan dan instruksi dari Pemerintah Pusat.

"Berhubung waktu, jika akan diperpanjang kami juga bersiap untuk melakukan penanganan," kata Bupati Batanghari. 

Sebelumnya, Kadis Sosial, Pendudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arif Munandar melaporkan JPS Covid-19 berbentuk paket sembako dan uang tunai dengan pendampingan dari BPKP, Inspektorat, pihak hukum termasuk bantuan aparat TNI dan Polri guna mempercepat serta membantu proses agar penyaluran JPS sesuai kriteria dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dalam masa pandemi wabah corona. 

"Dana senilai Rp.600 ribu Per KPM/Rumah Tangga selama 3 bulan untuk bulan Mei, Juni dan Juli, terdiri dari paket sembako senilai Rp350 ribu oleh Bulog sedangkan penyaluran uang tunai sebesar Rp250 ribu melalui Pos," kata Arif Munandar.

Arif Munandar menjelaskan, terkait data 3.012 KPM dapat dipenuhi dengan ketentuan Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui SK Bupati mengajukan data masyarakat yang sesuai dan tepat sasaran. "Bantuan bisa diberikan dengan SK yang diajukan sesuai kriteria penerima JPS Covid-19," tegas Arif Munandar.

Dalam penyaluran Jaring Pengaman Sosial Covid-19, Gubernurr Jambi didampingi Danrem 042/Gapu Kol.Kav.M.Zulkifli, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Rudy M. Harahap, Kepala Bulog Divre Jambi Bakhtiar, serta para pejabat di Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.(JP-Hms/Lee)

Fachrori: Secara Bertahap, Bantuan untuk Masyarakat Kita Salurkan


Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, bertempat di Kantor Camat Bathin VIII Kabupaten Sarolangun menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JSP) Covid-19 untuk 3.131 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp.1.878.600.000 yang diterima perwakilan masyarakat, berupa paket sembako dan uang tunai, Selasa (2/6/2020).(Humas)
Jambipos, Sarolangun-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, bertempat di Kantor Camat Bathin VIII Kabupaten Sarolangun menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JSP) Covid-19 untuk 3.131 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) senilai Rp.1.878.600.000 yang diterima perwakilan masyarakat, berupa paket sembako dan uang tunai, Selasa (2/6/2020).

Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam menetapkan besaran jumlah alokasi daftar calon penerima JPS Kabupaten Sarolangun sebanyak 3.131 rumah tangga dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 pada indikasi penyebaran dari berbagai cluster yang mesti diantisipasi bersama penularannya, termasuk JPS yang disalurkan bagi masyarakat terdampak wabah. 

"Jaring Pengaman Sosial di Kabupaten Sarolangun dapat secara bertahap disalurkan kepada masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan sosial dan Physical Distancing diharapkan membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19," ungkap Fachrori.

Gubernur Jambi menegaskan, penyaluran JPS Covid-19 hendaknya mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu hidup bersih dan sehat dengan standar kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. 

"Selalu hidup bersih, gunakan masker dan peduli kesehatan terutama menjalankan protokol kesehatan Covid-19," tegas Fachrori.
Wakil Bupati Sarolangun H.Hilallatil Badri menyampaikan, dengan adanya Jaring Pengaman Sosial Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jambi menguatkan masyarakat hadapi pandemic. 

"Kebijakan Pemkab Sarolangun menyediakan posko penanganan Covid-19, Call Center, Posko Gugus Tugas, Posko Tim Medis, bantuan sosial berupa beras 20 Kg per KK, penyuluhan dan pantauan terhadap OTG, PDP, serta membentuk Satgas Covid-19 di Puskesmas," ujar Hilallatil Badri.

Kadis Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arif Munandar melaporkan, JPS Covid-19 berupa paket sembako dan uang tunai dengan penyaluran JPS sesuai kriteria dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. 

"Selama 3 bulan untuk bulan Mei, Juni dan Juli, senilai Rp.600 ribu per KPM berupa paket sembako senilai Rp350 ribu oleh Bulog sedangkan penyaluran uang tunai sebesar Rp250 ribu melalui Pos," ujar Arif Munandar.

Danrem 042/Gapu Kol.Kav.M.Zulkifli, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Rudy M. Harahap, Kepala Bulog Divre Jambi Bakhtiar, serta para pejabat Pemerintah Provinsi Jambi turut serta dalam Penyaluran Jaring Pengaman Sosial Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.(JP-Hms/Lee) 

Gubernur Jambi Fachrori Salurkan Bantuan JPS Covid-19 di Merangin


Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi secara langsung menyerahkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 pada perwakilan masyarakat terdampak wabah corona untuk 3.633 KPM/Rumah Tangga senilai Rp2.179.800.000 di Kantor Camat Pamenang, Kabupaten Merangin, Selasa (2/6/2020) sore.(Humas)
Jambipos,Merangin-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi secara langsung menyerahkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 pada perwakilan masyarakat terdampak wabah corona untuk 3.633 KPM/Rumah Tangga senilai Rp2.179.800.000 di Kantor Camat Pamenang, Kabupaten Merangin, Selasa (2/6/2020) sore.

Fachrori menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat telah melakukan berbagai kebijakan refocusing anggaran dalam alokasi bantuan bagi masyarakat yang terdampak diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Pembebasan Biaya Listrik Subsidi dan lain sebagainya. 

"Pemerintah Provinsi Jambi melakukan berbagai kebijakan dalam percepatan penanggulangan Covid-19 ini dengan mengalokasikan anggaran dalam penyediaan bantuan kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat yang terdampak atau memiliki resiko sosial akibat Covid-19 untuk 30.000 rumah tangga (KK) sebesar Rp.600.000 per rumah tangga yang tersebar di 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi," ujar Fachrori.

Fachrori mengemukakan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01 Tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah, ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Jambi dengan melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Merangin, menetapkan besaran alokasi daftar calon penerima JPS Merangin sebanyak 3.633 KPM/Rumah Tangga. 

"Meningkatnya kasus positif Covid-19 mesti diantisipasi bersama penularannya, termasuk dengan penyaluran JPS. Semoga dapat membantu meringankan beban masyarakat, selalu hidup bersih dan sehat sesuai standar kesehatan pencegahan penularan Covid-19," harap Fachrori.

Fachrori menegaskan, penentuan daftar calon penerima JPS ini juga dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran KPK Nomor 11 Tahun 2020 Tanggal 21 April 2020 tentang Penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non DTKS dalam pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan keputusan kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Bupati Merangin Dr.H.Al Haris sampaikan ungkapan terima kasih atas bantuan Jaring Pengaman Sosial Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jambi untuk masyarakat Kabupaten Merangin. 

"Terima kasih atas bantuan yang diberikan pada masyarakat Merangin dan jumlahnya juga banyak, dan kita semua memahami, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Pak Gubernur tentunya sibuk sekali," ungkap  Al Haris.

Al Haris mengungkapkan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Merangin menempatkan Orang Tanpa Gejala (OTG) pada Rumah Aman, hal tersebut dilakukannya guna mengurangi beban psikis bagi mereka yang dinyatakan positif. 

"Orang Tanpa Gejala ini mereka tidak merasakan gejala atau sakit namun saat test ternyata positif, ada yang ingin keluar dari rumah sakit, bagi mereka kita tempatkan di Rumah Aman," ujar Al Haris.

Berdasarkan laporan Bupati Merangin, dari jumlah tes Swab, 20 orang OTG positif dan sudah 3 orang dinyatakan sembuh, sedangkan yang lainnya tidak mengalami gejala sakit namun sudah dilakukan tes ulang untuk mamastikan hasil. 

"Juni closing sembuh semua, itu tekad kami dan saat ini tes kita perbanyak untuk keluarga yang positif juga tetangganya," kata Bupati Merangin.
Berdasarkan laporan Kadis Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi Arif Munandar terkait paket sembako dan uang tunai, mendapat pendampingan dari BPKP, Inspektorat.

Pihak hukum termasuk bantuan aparat TNI dan Polri guna mempercepat serta membantu proses agar penyaluran JPS sesuai kriteria dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dalam masa pandemi wabah corona sebesar Rp600 ribu Per KPM/Rumah Tangga selama 3 bulan untuk bulan Mei, Juni dan Juli, paket sembako senilai Rp350 ribu oleh Bulog sedangkan penyaluran uang tunai sebesar Rp250 ribu melalui Pos. 

"Pendampingan dari pihak BPKP, Kejaksaan serta bantuan penyaluran dan pengamanan dari pihak TNI dan Polri sangat membantu proses JPS Covid-19," ujar Arif Munandar.

Saat penyaluran Jaring Pengaman Sosial Covid-19 di Kabupaten Merangin, Gubernur Jambi didampingi Danrem 042/Gapu Kol.Kav.M.Zulkifli, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jambi Rudy M. Harahap, Kepala Bulog Divre Jambi Bakhtiar, serta para pejabat Pemerintah Provinsi Jambi.(JP-Hms/Lee) 

Peringatan Harlah Pancasila, Fachrori Imbau Masyarakat Tingkatkan Kegotongroyong

Written By jambipos-online on Senin, 01 Juni 2020 | 17:11

Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar.M.Hum.(Humas)
Jambipos, Jambi-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar.M.Hum mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kegotongroyongan, saling membantu, bersama-sama menghadapi semua tantangan, termasuk permasahan Covid-19 dengan segala dampak yang ditimbulkannya, yang saat ini sedang dihadapi Provinsi Jambi, Indonesia, bahkan dunia. 

Hal itu disampaikan Fachrori dalam sesi wawancara setelah menghadiri Upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden dn Wakil Presiden RI, Ketua MPR, Ketua DPR, dan para menteri Kabinet Kerja, yang dilaksanakan secara virtual, Senin (1/6/2020) pagi.

Gubernur Jambi, Pj.Sekda Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH, Staf Ahli Gubernur Jambi, Asisten 1 dan Asisten 2 Sekda Provinsi Jambi, Kepala Kesbangpol, Plt. Karo Kesra, Plt. Karo Umum, dan Karo Humas dan Protokol, mengikuti upacara secara virtual tersebut di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Jambi.

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia, Ir.H.Joko Widodo menekankan makna peringatan Hari Lahir Pancasila, yakni untuk terus saling membantu, bergotong royong, dan bekerja sama, bahu-membahu seluruh komponen bangsa dan negara. 

Makna tersebut, kata Jokowi, sangat relevan dalam menghadapi seluruh permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara, termasuk dalam penanganan Covid-19.(JP-Hms/Lee) 
  




Fachrori: Sinergitas Kerja Percepat Pemeriksaan Swab Covid-19

Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum.(Humas) 
Jambipos, Jambi-Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum sangat mendukung sinergitas kerja antara Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Universitas Jambi, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi untuk mempercepat pemeriksaan SWAB Covid-19 di Provinsi Jambi. 

Hal tersebut disampaikan Fachrori usai Penandatanganan Naskah Sinergitas Kerja antara Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Universitas Jambi, Balai Pengawas Obat dan Makanan Jambi dan Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jambi, yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Jambi, Senin (01/06/2020).
"Penandatanganan sinergitas kerja ini dalam rangka penanganan dan pelaksanaan pemeriksaan SWAB dengan metode PCR Covid-19 di Provinsi Jambi. Saya sangat antusias dan mendukung sinergitas kinerja ini, dimana kita memiliki informasi yang lebih cepat dan tepat untuk pemeriksaan SWAB covid-19 di Provinsi Jambi," ujar Fachrori.

"Kita memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam penanganan wabah covid-19 di Provinsi Jambi, karena sampai saat ini wabah pandemi Covid-19 masih mengancam kehidupan masyarakat secara global, khususnya masyarakat Provinsi Jambi. Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi masih rendah dibandingkan daerah lainnya, namun kita lihat tren grafiknya ada kemungkinan meningkat dari waktu ke waktu," jelas Fachrori.

Lebih lanjut, Fachrori menuturkan, untuk penambahan dan pengurangan jumlah pasien positif atau negatif Covid-19 adalah melalui hasil SWAB test dengan metode PCR, yang mana selama ini Provinsi Jambi selalu mengirimkan sample ke Pusat dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui hasilnya.

"Lamanya waktu menunggu hasil dari pusat menjadi salah satu kendala dalam mempercepat penanganan pasien positif Covid-19 dan dalam rangka meminimalisir kemungkinan penyebaran Covid-19 di Provinsi Jambi. Kita mengambil langkah nyata dengan memotong beberapa rangkaian proses dalam pemeriksaan SWAB, sehingga tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mengetahui hasilnya," tutur Fachrori.

Fachrori mengharapkan untuk segera menindaklanjuti naskah sinergitas kerja dan setiap pihak dapat segera melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing masing, sesuai dengan kesepakatan guna mendapatkan hasil yang terbaik demi kemaslahatan masyarakat Provinsi Jambi.
Walikota Jambi, H.Syarif Fasha mengatakan, penandatanganan naskah sinergitas kerja ini sangat baik sekali untuk mengetahui hasil tes SWAB lebih cepat karena selama ini Provinsi Jambi selalu mengirimkan sample ke pusat yang memerlukan waktu cukup lama sekitar lebih kurang 1 minggu.

"Masing-masing pihak pada penandatanganan naskah sinergitas kerja ini saling memberikan kontribusi sehingga ini menjadi simbiosis mutualisme yaitu kerjasama yang saling menguntungkan dalam penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi. Saya mengharapkan pelaksanaan sinergitas kerja ini akan memberikan manfaat yang lebih cepat bagi masyarakat, karena selama ini yang menjadi kendala adalah lamanya menunggu hasil SWAB dari pusat," kata Fasha.(JP-Hms/Lee)

Fachrori Salurkan Bantuan JPS Covid-19 Untuk Kota Jambi


Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Provinsi Jambi sebanyak 2.282 paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona di Kota Jambi. Penyerahan JPS tersebut berlangsung di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi di kantor Damkar, Senin (1/6/2020).(Humas)
Jambipos, Jambi-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi menyalurkan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 Provinsi Jambi sebanyak 2.282 paket sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak wabah corona di Kota Jambi. Penyerahan JPS tersebut berlangsung di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi di kantor Damkar, Senin (1/6/2020).

Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kota Jambi dalam menetapkan besaran alokasi keseluruhan JPS Covid-19 dengan jumlah alokasi daftar calon penerima JPS Kota Jambi 3.012 rumah tangga.

Penetapan kriteria penerima; 1.Mempertimbangkan risiko terjadinya tumpang tindih, double counting dan ketidaktepat sasaran baik yang bersumber dari APBN, APBD Kabupaten, CSR/Swasta dan pihak lainnya, 2.Memperhitungkan rasio penduduk miskin, 3.Memperhitungkan sektor-sektor lapangan usaha di tiap Kabupaten/Kota dan jumlah tenaga kerja yang mungkin terdampak secara langsung dan tidak langsung, serta 4.Memperhitungkan dan melakukan prognosis atas dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi tiap Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi selamat Tahun 2020. 

"Penyediaan Jaring Pengaman Sosial ini menjadi salah satu bentuk kontribusi serta upaya Pemerintah Provinsi dalam membantu mengurangi beban Pemerintah Kabupaten/Kota yang diharapkan penyaluran Jaring Pengaman Sosial dilaksanakan sesuai prinsip 3T, yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu," ungkap Gubernur Jambi.

Fachrori berharap agar JPS yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota khususnya Kota Jambi dapat secara bertahap disalurkan kepada masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada kebijakan sosial dan Physical Distancing, dapat membantu meringankan beban masyarakat Provinsi Jambi yang terdampak serta mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu hidup bersih dan sehat, dengan standar kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Fachrori menyampaikan, Pemerintah Pusat telah melakukan berbagai kebijakan refocusing anggaran dalam alokasi bantuan bagi masyarakat yang terdampak diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Pembebasan Biaya Listrik Subsidi dan lain sebagainya.

Sejalan dengan itu juga Pemerintah Provinsi Jambi melakukan berbagai kebijakan dalam percepatan penanggulangan Covid-19 ini dengan mengalokasikan anggaran dalam penyediaan bantuan kesehatan dan Jaring Pengaman Sosial bagi masyarakat yang terdampak atau memiliki risiko sosial akibat Covid-19 untuk 30.000 rumah tangga, sebesar Rp.600.000 per rumah tangga yang tersebar di 11 kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi sebagaimana tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01 Tahun 2020 tentang Percepatan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Gubernur Jambi menegaskan penentuan daftar calon penerima JPS ini juga dilaksanakan sesuai dengan surat edaran KPK Nomor 11 Tahun 2020 Tanggal 21 April 2020 tentang Penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data Non DTKS dalam pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan keputusan kepala daerah di masing-masing kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi.

Wali Kota Jambi H.Syarif Fasha menyampaikan, penyaluran JPS Covid-19 membutuhkan verifikasi data yang saat ini telah ditetapkan untuk masyarakat yang berhak. 

"Harus dipastikan kelompok warga yang belum mendapatkan dan mudah-mudahan bantuan dan uang yang diberikan tepat sasaran," ujar Fasha.

Fasha berharap masyarakat yang menerima JPS Covid-19 dapat memanfaatkan secara maksimal bagi kehidupan keluarga. 
"Manfaatkan, jangan dilihat dari jenisnya, juga jangan dibawa ke pasar untuk dicairkan (uang) jika ketahuan tidak akan diberi bantuan lagi. Mari bersama kita upayakan menjaga serta mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan," kata Wali Kota Jambi.

Sebelumnya, Kadis Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Jambi Arif Munandar melaporkan, JPS Covid-19 berbentuk paket sembako dan uang tunai dengan pendampingan dari BPKP, Inspektorat, pihak hukum termasuk bantuan aparat TNI dan Polri guna mempercepat serta membantu proses agar penyaluran JPS sesuai kriteria dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dalam masa pandemi wabah corona. 

"JPS Covid-19 sebesar Rp600 ribu Per KPM/Rumah Tangga selama 3 bulan untuk bulan Mei, Juni dan Juli, terdiri dari paket sembako senilai Rp350 ribu oleh Bulog sedangkan penyaluran uang tunai sebesar Rp250 ribu melalui Pos," kata Arif Munandar.

Arif Munandar menambahkan, pada kesempatan yang sama, Kementerian Sosial melalui Balai Rehabilitasi Sosial Anak memberikan paket sembako senilai Rp300 ribu untuk 1.006 anak.(JP-Hms/Lee)

Pria Marga Situmorang Diduga Bunuhdiri di Mendahara Ulu Tanjabtim

Written By jambipos-online on Minggu, 31 Mei 2020 | 08:40

Peristiwa bunuh diri pria yang disebut baru menikah ini diketahui dari seorang warga kumpulan “Punguan” Marga Parna Sengeti, Muarojambi, K Naibaho disalah satu Group WA Marga terbatas, Sabtu (30/5/2020) Pukul 22.00 WIB.(Istimewa)
Jambipos, Jambi-Seorang pria dewasa yang diketahui Marga Situmorang, Istrinya Br Tamba diduga melakukan bunuhdiri di dapur rumahnya dengan seutas tali. Pelaku bunuhdiri ini dalam posisi duduk di kursi pendek dengan leher terikat menggantung. Belum diketahui motif dan modus kejadian bunuh diri yang menggemparkan warga setempat tersebut.

Peristiwa bunuh diri pria yang disebut baru menikah ini diketahui dari seorang warga kumpulan “Punguan” Marga Parna Sengeti, Muarojambi, K Naibaho disalah satu Group WA Marga terbatas, Sabtu (30/5/2020) Pukul 22.00 WIB.

K Naibaho mengirimkan dua video pendek kondisi Marga Situmorang dalam keadan leher terikat dengan kaki duduk di kursi pendek orange. Dalam dua video itu, tampak juga ibunda dari Marga Situmorang ini menangis histeris melihat anaknya dengan leher terikat dalam seutas tali di sebuah rumah.

“Pelaku satu kumpulan kami Parna Sengeti. Baru menikah, rumahnya belum siap dibangun tapi sudah dibuatnya “maningkot” (bunuhdiri-red). Istrinya Br Tamba. Jenazah Marga Situmorang itu dilakukan visum oleh pihak Raden Mattaher Jambi setelah kejadian. Ada kecurigaan keluarga, sehingga jenazahMarga Situmorang itu divisum. Peristiwa ini membuat warga di Sengeti memperbincangkannya,” tulis K Naibaho. 


Sementara dari informasi lain yang diperoleh Jambipos, pria yang tewas diduga gantung diri itu adalah warga RT 07, Dusun Suka Mulia, Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), kejadian Sabtu 30 Mei 2020 pagi.

Pelaku disebut berusia 24 tahun berenisial DS dan ditemukan tewas di dapur rumahnya yang belum selesai dibangun. DS diketahui pertama kali oleh ibundanya yang diikat seutas tali di dapur rumah pelaku.

Kapolsek Mendahara Ulu IPTU Osli G Sitompul mengatakan, dugaan sementara tewasnya korban karena gantung diri. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan otopsi jenazah korban guna mengetahui penyebab kematian korban.

IPTU Osli G Sitompul menerangkan, berdasarkan keterangan dari Istri korban, tigahari sebelum ditemukan tewas, DS sempat terlibat cekcok dengan keluarganya terkait masalah keluarga.(JP-Asenk Lee Saragih)  

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi
KLIK Benner Untuk Selengkapnya


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Raker PWI Pusat 2019

Raker PWI Pusat 2019
Menjawab Idealisme dan Realita Era Media Digital

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya
 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA