. Jambipos | Online

Berita Terbaru

Catatan Khusus

Catatan Khusus
Ketika Fachrori Umar Selamatkan Roda Pemerintahan Paska Ditinggalkan Zumi Zola

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru
KLIK Benner Versi Baru di www.jambipos.id (BETA)
INDEKS BERITA TERBARU

Produksi Keripik Tempe dan Rempeyek Jambi, Menggeliat Kembali di Masa Pandemi

Written By jambipos-online on Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:25

Keripik tempe dan rempeyek produksi Ilham Snack di Kota Jambi. Produksi makanan rumahan sempat anjlok pada masa awal pandemi namun kini meningkat lagi. (Foto: Beritasatu Photo)


 Jambi, Jambipos - Aroma sedap langsung terasa begitu memasuki rumah produksi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Ilham Snack di Lorong Teladan, Nomor 58, RT 31, Kelurahan Payolebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Jumat (23/10/2020) siang. Tebaran aroma tersebut berasal dari kuali-kuali penggorengan ibu-ibu rumah tangga yang bekerja di rumah produksi makanan ringan tersebut.

Begitulah suasana keseharian yang ditemui ketika melongok rumah produksi makanan ringan, Ilham Snack Kota Jambi. Kesibukan usaha keripik tempe dan rempeyek milik Zaitun (40) tersebut bergairah kembali menyusul naiknya permintaan keripik tempe dan rempeyek beberapa bulan terakhir.

“Ya, kami menaikkan produksi kembali karena permintaan keripik tempe dan rempeyek produksi Ilham Snack mulai meningkat. Usaha kami ini sempat lesu sejak awal pandemi Covid-19, Maret hingga Juli lalu,” kata Zaitun kepada Beritasatu.com di rumah produksi Ilham Snack.

Menurut Ketua Asosiasi Makanan dan Minuman (Asmami) Kota Jambi tersebut, ketika pembatasan sosial dan ekonomi dilakukan akibat Covid-19 sejak Maret lalu, produksi keripik tempe dan rempeyek Ilham Snack Kota Jambi sempat anjlok.

Kondisi tersebut membuat pengiriman tempe goreng dan rempeyek Ilham Snack ke Provinsi Lampung, Palembang, Sumatera Selatan dan Pekanbaru, Riau tersendat.

“Permintaan keripik tempe dan rempeyek produksi Ilham Snack di Kota Jambi juga sempat lesu karena banyak pusat perbelanjaan dan toko tutup. Selain itu warga masyarakat juga enggan berbelanja ke toko karena menerapkan stay at home (tetap di rumah),”ujarnya.

Menurut Zaitun, di masa awal pandemi Covid-19, produksi Ilham Snack Kota Jambi turun dari rata-rata 1.000 bungkus per hari menjadi 500 bungkus per hari (turun 50%). Omset penjualan pun anjlok dari rata-rata Rp 100 juta per bulan menjadi Rp 25 juta per bulan.

Menyikapi kesulitan tersebut, Zaitun pun mengubah jalur pemasaran melalui aplikasi digital (online). Untuk itu Zaitun menjalin kerja sama dengan toko online, yakni Bukalapak dan Tokopedia. Zaitun berjuang menerobos pemasaran digital tersebut agar usaha hanya tetap eksis. Dia tidak ingin usahanya tutup agar ibu-ibu rumah tangga yang selama ini membantunya tidak sampai kehilangan pekerjaan.

Setelah membuka jalur pemasaran melalui aplikasi digital tersebut, UMKM yang sudah lama dikelola Zaitun pun tampak bisa bertahan. Pemasaran melalui aplikasi digital yang mulai jalan memberi sebuah harapan baginya.

“Setelah bergabung dengan toko online, produk kami tetap ada yang memesan. Pengiriman pesanan banyak dilakukan menggunakan ojek online (ojol),”katanya.

Menurut Zaitun, saat ini produksi keripik tempe dan rempeyek Ilham Snack Kota Jambi mulai meningkat hingga 60%. UMKM tersebut kini sudah bisa menghasilkan arata-rata 600 bungkus keripik tempe dan rempeyek per hari. Pada masa awal hingga bulan kelima pandemi Covid-19, Juli 2020, Ilham Snack Kota Jambi sempat hanya mampu memproduksi keripik tempe dan rempeyek hanya 400 bungkus keripik tempe per hari.

Ibu rumah tangga dan remaja putri bisa kembali bekerja di UMKM pengolahan keripik tempe dan rempeyek, Ilham Snack.

“Omset penujalan kami juga kini naik dari rata-rata Rp 3 juta per hari menjadi Rp 4,5 juta per hari. Sedangkan pekerja yang sempat hanya tinggal dua orang, kini sudah bertambah menjadi rata-rata tujuh orang per hari,” katanya.

Zaitun mengatakan, pengiriman keripik pun meningkat kembali mulai September lalu. Pengiriman ke Palembang, Sumatera Selatan, Lampung, dan Riau saat ini sudah bisa dilakukan dua kali seminggu. Kemudian permintaan melalui pemesanan aplikasi digital juga semakin meningkat.

“Saya bersyukur UMKM ini bisa bertahan di tengah badai Covid-19. Para pelanggan atau konsumen pun masih tetap bisa menikmati renyahnya keripik dan rempeyek kami. Yang lebih penting lagi, beberapa orang ibu rumah tangga yang sempat menganggur bisa kembali bekerja di tempat usaha saya,” kata Zaitun.

Butuh Bantuan

Zaitun mengatakan, UMKM pengolahan makanan dan minuman yang bernaung di bawah Asmami Kota Jambi masih banyak yang membutuhkan bantuan modal dan pemasaran. Dari 1.700 unit UMKM yang bergerak di bidang pengolahan makanan dan minuman di Kota Jambi, sekitar 1.600 unit masih tutup.

Sedangkan sekitar 100 unit UMKM pengolahan makanan dan minuman yang masih bertahan juga masih banyak yang membatasi kegiatan produksi hanya dua sampai tiga kali seminggu.

Terkait bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar Rp 2,4 juta untuk setiap UMKM, Zaitun mengatakan, belum semua anggota Asmami Kota Jambi yang mendapat bantuan tersebut. Padahal sebagian besar UMKM anggota Asmami Kota Jambi sudah mendaftar dan membuat rekening untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Usaha saya sendiri belum mendapatkan bantuan UMKM dari Presiden Jokowi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Yusti (45), pengelola UMKM pembuatan kue bolu di kawasan Talang Banjar, Kota Jambi juga masih mengaku kesulitan modal dan pemasaran untuk membangkitkan kembali usahanya.

Yusti masih kesulitan modal karena usaha tidak bisa berproduksi normal setiap hari. Hal tersebut disebabkan masih banyaknya pelanggan utama yang tutup seperti sekolah dan kantor.

“Bantuan Presiden Jokowi untuk UMKM juga belum kami terima. Karena usaha saya saat ini hanya beproduksi dua kali seminggu dan pegawai yang bekerja hanya dua orang,” katanya.(JP)



Sumber:BeritaSatu.com

Pengelola Objek Wisata Jambi Perketat Penerapan Protokol Kesehatan

Fasilitas cuci tangan disiapkan pengelola objek wisata Danau Sipin, Kota Jambi mengantisipasi lonjakan pengunjung pada libur panang akhir bulan ini. (Foto: Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Jambipos, Jambi
-Pengelola objek wisata di Kota Jambi memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19 menghadapi lonjakan pengunjung pada libur panjang akhir bulan ini. Persiapan yang dilakukan pengelola objek wisata di Kota Jambi yakni memasang spanduk protokol kesehatan di kawasan pintu masuk objek wisata, menyiapkan fasilitas cuci tangan dan sabun dan menyiapkan petugas mengawasi pengunjung yang tidak menggunakan masker.

Fatimah (60), penanggung jawab objek wisata Danau Sipin, Kota Jambi, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pelaksanaan protokol kesehatan mengantisipasi lonjakan pengunjung pada libur panjang akhir bulan ini.

“Bapak bisa lihat di sekitar parkiran objek wisata ini. Kami sudah memasang spanduk protokol kesehatan, khususnya wajib memakai masker. Kemudian kami juga menyiapkan fasilitas cuci tangan dan sabun yang cukup besar. Petugas objek wisata, termasuk juru parkir kami kerahkan mengingatkan semua pengunjung yang tidak memakai masker,” katanya kepada Beritasatu.com, Jumat (23/10/2020).

Menurut Fatimah, para pemilik perahu dan kapal wisata di Danu Sipin juga sudah diberikan edukasi mengenai pelaksanaan protokol kesehatan, khususnya 3M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir dan menjaga jarak.

“Tempat duduk perahu dan kapal wisata di Danau Sipin ini sudah membuat tanda–tanda jaga jarak di tempat duduk agar penumpang nanti tidak terlalu rapat. Pemilik perahu dan kapal wisata juga kami minta mengingatkan setiap penumpang yang tidak memakai masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola objek wisata berbayar Kampoeng Radja, Kota Jambi masih menutup objek wisata tersebut menyusul masih tingginya kasus Covid-19 di Kota Jambi.

Zulfahmi (45), petugas Kampoeng Radja Kota Jambi mengatakan, pihaknya belum membuka objek wisata tersebut sebagai salah satu upaya mencegah penularan Covid-19. Pihak pengelola objek wisata tersebut terus melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah terkait kondisi dan situasi Covid-19 di Jambi.

“Objek wisata ini belum buka. Kasus Covid-19 di Jambi masih tinggi. Kami tetap koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Jambi mengenai pembukaan objek wisata ini. Bila situasi sudah kondusif, dan ada izin satgas, baru kami buka,” ujarnya.(JP-SP)

PWI Jambi Klarifikasi Kunjungan Silaturahmi Ke Cagub Jambi


Surat Klarifikasi ini disampaikan langsung Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Jambi kepada Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari beserta jajaran pengurus di Kantor PWI Pusat di Jakarta pada Kamis (22/10/2020).(Istimewa)

Jambipos, Jambi-
Ketua dan Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi H R Ridwan Agus Depati dan Hery Farmansyah mengklarifikasi kunjungan silaturahmi kepada H Cek Endra dengan Pengurus PWI Provinsi Jambi pada Jumat, 16 Oktober 2020 lalu. Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Jambi juga sangat menyanyangkan adanya pemberitaan di media lokal Jambi (Aksi Pos) dengan judul “DK PWI Surati Atal Pecat Ketua PWI Jambi”.

Setelah pertemuan dengan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari beserta jajaran pengurus lainnya di Jakarta, Kamis (22/10/2020), terkait kunjungan silaturahmi CekEndra dengan Pengurus PWI Provinsi Jambi, tidak perlu dipersoalkan lagi hal itu karena sudah diselesaikan PWI Pusat. 

Klarifikasi tertuang dalam Surat bernomor 001/PWI-JBI/X/2020 tanggal 17 Oktober 2020 yang ditujukan kepada Ketua Umum PWI Pusat dan ditandatangani oleh Ketua PWI Provinsi Jambi, H.R. Ridwan Agus Depati danSekretaris PWI Provinsi Jambi, Hery Farmansyah.

Surat Klarifikasi ini disampaikan langsung Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Jambi kepada Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari beserta jajaran pengurus di Kantor PWI Pusat di Jakarta pada Kamis (22/10/2020).
Surat Klarifikasi ini disampaikan langsung Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Jambi kepada Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari beserta jajaran pengurus di Kantor PWI Pusat di Jakarta pada Kamis (22/10/2020).(Istimewa)

“Kita  sudah menemui Ketua Umum PWI Pusat beserta pengurus lainnya.  Mereka menerima klarifikasi tersebut,” ujar Hery.

Kehadiran Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Jambi ke PWI Pusat ini, kata Hery atas inisiatif sendiri semata-mata untuk mengklarifikasi persoalan yang muncul kepermukaan setelah adanya silaturahmi H Cek Endra dengan pengurus PWI Provinsi Jambi pada Jumat (16/10/2020) lalu. 

“Dalam pertemuan dengan Ketua Umum PWI Pusat itu, Ketua PWI Provinsi Jambi H.R. Ridwan Agus Depati membeberkan kronologi terjadinya silaturahmi pengurus PWI Provinsi Jambi denganH Cek Endra (Bupati Sarolangun/Paslon Gubernur Jambi),” kata Hery.

“Usai menerima Surat Klarifikasi tersebut dan mendengar langsung penjelasan dari Ketua PWI Provinsi Jambi, Ketua Umum PWI Pusat, memberikan sejumlah arahan yang intinya agar PWI Provinsi Jambi terus mengembangkan dan membesarkan organisasi,” tambah Hery.

Menurut Hery, ada niatan mulia yang sedang dibangun Pengurus PWI Provinsi Jambi menjalin komunikasi dengan pasangan calon Gubernur Jambi.

“Kita sebenarnya ingin membangun komunikasi dengan semua paslon Gubernur Jambi ini semata-mata memberikan masukan agar pelaksanaan Pilkada di Jambi berjalan tertib dan lancar,” kata  Hery.

Hery berharap setelah pertemuan dengan Ketua Umum PWI Pusat beserta jajaran pengurus lainnya, terkait kunjungan silaturahmi Cek Endra dengan Pengurus PWI Provinsi Jambi tidak perlu dipersoalkan lagi. 

“Kita sangat sayangkan adanya pemberitaan di salahsatu media dengan judul“DK PWI Surati Atal Pecat Ketua PWI Jambi,”ungkap nya.

“Saat pertemuan dengan PWI Pusat sama sekali tidak ada terkait seperti pemberitaan ini. Soal pemberhentian ketua itu berdasarkan rapat pleno pengurus atau adanya konfrensi luar biasa. Kita menyayangkan wartawan media bersangkutan tidak ada upaya konfirmasi kepada Ketua dan Sekretaris PWI Provinsi Jambi,” tegas Hery.(JP-Rel/Asenk Lee)

Kasus Covid-19 Meningkat, Tiga Pasar Tradisional di Kerinci Dututup

Written By jambipos-online on Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:17

ILUSTRASI: Pasar Tradisional. BS

Jambipos, Kerinci-
Pasar tradisional dinilai menjadi salah satu tempat penularan virus Covid-19 di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi saat ini. Puluhan kasus positif Covid-19 di daerah itu terlacak dari kontak dengan orang lain di pasar tradisional.

Untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19 klaster pasar tradisional tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci telah menutup tiga pasar tradisional.

“Satgas Penanganan Covid-19 Kerinci menutup tiga pasar tradisional mulai Rabu (21/10/2020) hingga Sabtu (31/10/2020). Penutupan pasar tersebut dilakukan untuk memutus rantai penularanCovid-19 melalui pasar tradisional. Ketiga pasar tradisional yang ditutup tersebut, pasar Desa Belui, pasar Desa Muara Semereh dan pasar Desa Semurup,”kata Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kerinci yang juga Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher di Kerinci, Jambi, Rabu.

Menurut Ami Taher, dalam sepekan terakhir, sebanyak 13 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kerinci berasaldari Desa Semurup. Berdasarkan hasil tracing (penelusuran) seluruh pasien tersebut tertular Covid-19 melalui kontak dengan orang lain di pasar Desa Semurup.

“Kami berharap, penutupan tiga pasar tradisional yang diduga sebagai sumber penularan Covid-19 di Kerinci bisa memutus rantai penularan Covid-19 di daerah ini,”ujarnya.

Dijelaskan, total kasus Covid-19 di Kabupaten Kerinci hingga Rabu mencapai 37 kasus, sembuh (13 kasus),meninggal (dua kasus) dan uji swab atau dirawat (21 kasus). Meningkatnya kasus Covid-19 di Kerinci dipengaruhi masih kurangnya kepatuhan warga masyarakat, termasuk pedagang melakukan protokoler kesehatan Covid-19, khususnya memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak.

Ami Taher mengatakan, untuk menekan kasus Covid-19 di daerah tersebut, Satgas Penanganan Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), polisi dan TNI terus meningkatkan penegakan dan penindakan pelanggaran protokoler kesehatan. Selain melakukan razia masker di jalan raya dan di tempat-tempat umum, Satgas Penanganan Covid-19 Kerinci juga mengawasi dan menindak kegiatan masyarakat yang melanggar protokoler kesehatan.

“Satgas Penanganan Covid-19 Kerinci membubarkan pesta pernikahan yang melanggar protokoler kesehatan di Desa Kemantan Barat, Kecamatan Air Hangat Timur pekan lalu. Satgas sudah melarang pelaksanaan pesta pernikahan. Namun seorang warga desa tersebut masih menggelar acara pesta nikah,”katanya.(JP-SP)

Pjs Gubernur Jambi Dorong OPD Percepat Realisasi Anggaran

Written By jambipos-online on Senin, 19 Oktober 2020 | 17:08

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi Ir.Restuardy (Ardy) Daud,M.Sc memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan APBD Provinsi Jambi Triwulan III Tahun Anggaran 2020, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (19/10/20) sore. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jambi untuk mempercepat realisasi anggaran, agar realisasi anggaran bisa maksimal pada tahun anggaran 2020 ini.(Humas)

Jambipos, Jambi
-Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi Ir.Restuardy (Ardy) Daud,M.Sc memimpin Rapat Evaluasi Kegiatan APBD Provinsi Jambi Triwulan III Tahun Anggaran 2020, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Senin (19/10/20) sore. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jambi untuk mempercepat realisasi anggaran, agar realisasi anggaran bisa maksimal pada tahun anggaran 2020 ini.

Ardy Daud menegaskan bahwa seluruh OPD harus maksimal dalam merealisasikan anggaran, karena pelaksanaan anggaran tentunya berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Ia mengingatkan seluruh OPD, terutama OPD yang mendapat alokasi anggaran besar dan OPD yang persentase realisasi anggarannya masih relatif rendah, supaya memaksimalkan sisa waktu yang ada untuk melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya, sehigga realisasi anggaran bisa maksimal pula.

Ardy Daud meminta OPD yang mengalami kendala dalam pelaksanaan kegiatan anggaran untuk segera melaporkan, supaya diupayakan solusinya.

“Kita membahas upaya percepatan, termasuk aspek yang memiliki kaitan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional. Kita mengevaluasi dan OPD harus melakukan langkah-langkah percepatan dalam waktu yang tersisa. Dimasa Covid-19 ini, selain kita melaksanakan penanganan Covid-19, kita juga mendorong kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi,” ujar Ardy Daud.

Selain membahas realisasi anggaran dan upaya percepatannya, Ardy Daud yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH juga membahas 4 hal lainnya, yaitu: 1.Pembangunan gedung VVIP Rumah Sakit Raden Mattaher untuk tempat isolasi pasien Covid-19 sebagai bagian upaya penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi, 2.Rencana biaya uji swab di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher yang akan dibebankan ke APBD, sehingga masyarakat tidak perlu membayar, 3.Ranperda Penegakan Disiplin Covid-19, 4.Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Jambi, dan 5.Sosialisasi UU Cipta Kerja, untuk menghimpun masukan dari seluruh komponen masyarakat dan juga merumuskan perbedaan dan persamaan dengan UU No. 13/2003 .

Terkait rencana biaya uji swab di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher yang akan dibebankan ke APBD, Ardy Daud mengatakan bahwa Dirut RSUD Raden Mattaher dan Karo Hukum sedang mepersiapkan legal formalnya, dan diharapkan dalam waktu yang tidak begitu lama bisa selesai.(JP-Hms/Lee)

Restuardy Daud : Tenaga Medis Perlu Jaga Spirit Tangani Covid-19

Written By jambipos-online on Sabtu, 17 Oktober 2020 | 13:13

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud (dua dari kanan) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Sudirman (kiri) dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Reflizal (kanan) pada pertemuan membahas penanganan Covid-19 di Jambi, Sabtu (17/10/2020). (Humas)

Jambipos, Jambi
-Segenap tenaga medis di Provinsi Jambi, baik dokter maupun perawat dan staf administrasi fasilitas kesehatan harus tetap menjaga spirit atau semangat kerja dalam menangani pandemi Covid-19. Spirit pelayanan tersebut penting agar tenaga kesehatan mampu memenuhi ekspektasi atau harapan masyarakat dalam penanganan Covid-19.

“Tenaga kesehatan tentunya mendapatkan tantangan yang cukup besar menangani pandemi Covid-19 karena kasusnya masih terus meningkat. Keadaan ini harus menjadi refleksi bagi tenaga medis dan pihak terkait. Kita harus terus memperbaiki kinerja, memaksimalkan daya upaya dan terus menjaga spirit guna memenuhi ekspetasi publik dalam penanganan Covid-19 ini,” kata Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud pada pertemuan dengan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jambi di Jambi, Sabtu (17/10/2020).

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Sudirman, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Reflizal, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, M Fery Kusnadi.

Menurut Restuardy Daud, penanganan Covid-19 memiliki tantangan yang luar biasa. Selain menangani masalah kesehatan, pemerintah juga harus memikirkan dampak lain seperti dampak ekonomi, sosial, dan sebagainya. Pekerjaan penanganan Covid-19 ini bukanlah kerja yang normal tetapi kerja di luar batas normal.

“Kita bekerja dalam masa kritis, masa luar biasa. Tenaga kesehatan dituntut kerja ekstra menghadapi Covid-19 dan harus diikuti peralatan mendukung, insentif tenaga kesehatan, ketersediaan tenaga kerjadan juga tetap melindungi diri penularan Covid-19, ”katanya.

Restuardy Daud mengatakan, Pemprov Jambi kini mengupayakan peningkatan 3 T, testing, tracing, dan treatment (pengujian, penelusuran, dan pengobatan) terhadap Covid-19 di Jambi. Kemudian Jambi juga segera menambah mesin uji swab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jambi.

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Provinsi Jambi, Reflizal pada kesempatan tersebut mengatakan, Jambi memiliki kemajuan signifikan dalam penanganan Covid-19. Saat ini daerah itu sudah memiliki laboratorium uji swab di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jambi yang bisa melakukan uji swab dalam satu hari 80 spesimen.

“Kemampuan uji swab dan tracing (penelusuran) di Jambi semakin membaik dua bulan terakhir. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi juga mempersiapkan tenaga kesehatan, logistik dan sarana - prasarana lain dalam percepatan penanganan Covid-19, termasuk pelatihan untuk laporan harian online. Kami juga dibantu jejaring kontak Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia,” kata Reflizal.

Secara terpisah, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Sabtu (17/10/2020) menjelaskan, pasien positif Covid-19 di Provinsi Jambi, Sabtu (17/10/2020) bertambah 26 orang dan sembuh bertambah 27 orang. Sedangkan total pasien positif Covid-19 di Jambi hingga Sabtu (17/10) sudah mencapai 968 orang, sembuh (368 orang), meninggal 18 orang dan masih dirawat (584 orang).(JP-Lee)

Data Terkini Kasus Covid-19 Provinsi Jambi, Total 942 Kasus

Written By jambipos-online on Jumat, 16 Oktober 2020 | 20:30

Data Terkini Kasus Covid-19 Provinsi Jambi, Total 942 Kasus.

Jambipos, Jambi-Jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Jumat (16/10/2020) mencapai 942 kasus, ada penambahan 26 kasus positif baru. Sedangkan jumlah pasien sembuh 341 pasien, meninggal 18 kasus, menunggu proses perobatan 583 orang.

"Jangan lelah apalagi menyerah untuk terus menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. .Berikut kami sampaikan perkembangan terbaru covid-19 Provinsi Jambi bersumber dari Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Jumat, 16 Oktober 2020. Semoga informatif. Selalu gunakan masker jika keluar rumah, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, jaga jarak fisik, rajin cuci tangan, mohon doa untuk kita semua. Bersama melawan Covid-19," ujar Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah. (JP-Asenk Lee Saragih)



Pjs Gubernur Jambi Lantik Sudirman Sebagai Sekda Provinsi Jambi

Tekankan Dukung Sukseskan Pilkada dan Penanganan Covid-19
H.Sudirman,SH,MH.

Jambipos, Jambi-Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy (Ardy) Daud melantik H.Sudirman,SH,MH sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (16/10/2020 sore) dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat (16/10/2020) sore.

Pelantikan Sudirman sebagai Sekda Provinsi Jambi didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 160/TPA Tahun 2020 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi

Dalam arahannya, Ardy Daud mengemukakan bahwa berbagai tantangan dalam pemerintahan dan pelayanan publik dihadapkan kepada Sekda, untuk dicarikan solusinya.

Ardy Daud menekankan dua hal kepada Sekda Provinsi Jambi yang beru dilantik, yakni mendukung kesuksesan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 dan penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi, agar penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi terus ditingkatkan, yakni dengan mendorong pelaksanaan Protokol Kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sekda, kata Ardy Daud, akan mendukung tugas-tugas dan kebijakan kepala daerah (gubernur) dan juga berperan sebagai sekretaris gubernur. Untuk itu, Sekda harus membangun sinergi dengan instansi vertikal, terutama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selanjutnya, Ardy Daud mengajak seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Jambi dan jajaran untuk mendukung tugas-tugas Sekda, demi kesuksesan pembangunan Provinsi Jambi.

Ardy Daud mengharapkan Sekda mendukung tugas-tugas Pjs.Gubernur Jambi dan nantinya gubernur Jambi, dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dan nasional. “Agar nanti jika selesai pandemi kita sudah siap melakukan lompatan dalam pelaksanaan pembangunan,” ujar Ardy Daud. 

Dalam waktu dekat, lanjut Ardy Daud, Sekda mempunyai tugas yang sangat penting dalam pelaksanaan anggaran 2020 dan penyelesaian SOTK (Susunan Organisasi Tata kerja) terkait dengan adanya perubahan nomenklatur pada beberapa OPD Pemerintah Provinsi Jambi.

Ardy Daud optimis bahwa dengan berbagai pengalaman kerjanya, Sudirman akan bisa menjalankan tugas dengan baik, tentunya dengan memedomani aturan yang berlaku. “Selamat bekerja, semoga amanah dan kepercayaan ini menjadi ladang pengabdian,” pungkas Ardy Daud.

Usai dilantik sebagai Sekda Provinsi Jambi, Sudirman yang didampingi istri (Ketua Dharma Wanita Persatuan provinsi Jambi Hj.Iin Kurniasih Sudirman) menyampaikan ucapan terimakasih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atas Keputusan Presiden dalam pelantikan Sekda. Sudirman juga mengucapkan terimakasih kepada Menteri Dalam Negeri RI, Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, dan Pjs.Gubernur Jambi, Ardy Daud atas semua dukungan yang telah diberikan.

Sudirman berharap agar bisa melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Sekda Provinsi Jambi dengan sebaik-baiknya.(JP-Hms/Lee)








25 Orang Warga Binaan Lapas Jambi Positif Covid-19

Written By jambipos-online on Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:32

Jumlah Kasus Covid-19 Total 893, Tambah 31 Orang
Johansyah.
Jambipos, Jambi-Sebanyak 25 orang warga binaan Lapas Jambi positif Covid-19 dan ruang isolasinya  dipisahkan dengan pasien lain. 25 orang warga binaan itu diisolasi di blok tersendiri sesuai dengan informasi dari Plh Kalapas dan statusnya OTG.  Untuk 6 orang pegawai sudah isolasi mandiri sejak uji swab 6 hari yang lalu. 25 warga binaan dilapas isolasinya  blok khusus.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah kepada wartawan, Rabu  (14/10/2020).

Sementara jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi terus bertambah, kini kluster Lapas Jambi. Bahkan hari Rabu (14/10/2020) terjadi penambahan 31 kasus positif dan total kasus positif 893 orang dan 557 orang masih dalam proses perawatan.

Sementara pasien Covid-19 meninggal hingga Rabu (14/10/2020) berjumlah 18 orang. Sedangkan yang sembuh total 318 orang, suspek 145 orang, specimen total 6.720 dan menunggu hasil swab 402 orang. (JP-Asenk Lee Saragih)

Pjs. Gubernur Buka Ruang Aspirasi Masyarakat Terkait UU Cipta Kerja

Written By jambipos-online on Rabu, 14 Oktober 2020 | 07:26

Penjabat Gubernur Jambi Ir Restuardy Daud MSc, bersama Forkopimda secara virtual Mengikuti Rapat Koordinasi Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Regulasi Omnibus Law di Ruang Rapat Gubernur Jambi, Rabu (14/10/2020).(Humas)

Jambipos, Jambi
-Penjabat Gubernur Jambi Ir Restuardy Daud MSc, bersama Forkopimda secara virtual Mengikuti Rapat Koordinasi Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Regulasi Omnibus Law di Ruang Rapat Gubernur Jambi, Rabu (14/10/2020). Hadir Menko Perekonomian, Mendagri, Menaker, Menkeu, Menteri LHK, Menteri ATR/Kepala BPN, Polri, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN.

Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan cara memberi pengertian tentang latar belakang UU Cipta Kerja dengan materi sebenarnya bukan hoax,”Undang-Undang Cipta Kerja sudah dibahas secara umum makanya ada beberapa naskah Omnibus Law dari beberapa UU menjadi satu hingga seperti pada bagian perizinan bisa lebih sederhana,” jelas Mahfud MD.

Dalam keterangan Resmi Menko Polhukam terkait Undang-Undang Cipta Kerja dibentuk justru untuk melaksanakan tugas Pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja yang semakin banyak, perlindungan terhadap buruh, penyederhanaan birokrasi dan kemudahan berusaha serta pemberantasan pungli dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan keberadaan Pemerintah menghormati kebebasan berpendapat dan menyampaikan aspirasi terkait UU Cipta Kerja sepanjang itu dilaksanakan dengan damai dan menghormati hak-hak warga yang lain dan tidak mengganggu ketertiban umum,”Unjuk rasa silakan dan yang anarkis ditangani dan negara harus diselamatkan,” kata Mahfud MD.

Hadir Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Firman Santyabudi,M.Si, Danrem 042/Gapu Jambi Brigjen TNI M.Zulkifli, SIP, MM, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Pj Sekda Provinsi Jambi H.Sudirman, Pihak Kejaksaan Tinggi Jambi.

Pjs Gubernur Jambi dan jajaran Forkopimda Provinsi Jambi menyimak penjelasan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang secara urgensi dan substansi disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Menko Perekonomian, Mendagri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Keuangan, Pejabat dari Mabes Polri, juga yang mewakili Panglima TNI dan Wakil Jaksa Agung serta dari pihak BIN.

“Pemerintah daerah tadi diwakili oleh asosiasi gubernur, asosiasi wali kota dan asosiasi bupati karena kita juga sama-sama terus mempelajari juga turut mencermati itu bersama teman-teman di provinsi,” ungkap Ardy Daud.

Pjs Gubernur Jambi akan menindaklanjuti terkait hal tersebut di daerah untuk membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat sebelum diimplementasikan atau akan diturunkan dalam beberapa regulasi atau Peraturan Pemerintah, Kepres, Permen, Peraturan Daerah.

“Tentunya perlu masukan dari kita semua jadi ada ruang bagi kita untuk memberikan masukan terhadap hal-hal yang terkait dengan aspirasi yang disampaikan selama ini kami di Provinsi Jambi mengajak seluruh masyarakat Jambi khususnya yang memiliki masukan atau aspirasi silakan nanti akan ada tim yang akan mengakomodir itu akan kami tindaklanjuti beberapa hari kedepan diharapkan sudah bisa berjalan,” jelas Ardy Daud.

Menyikapi beberapa opini yang berkembang terkait UU Cipta Kerja di tengah masyarakat, selaku Pjs. Gubernur Jambi mengimbau kepada semua pihak untuk mencermati penerimaan informasi karena masih ada opini yang terbentuk tidak sesuai kondisi terkait.

“Mari kita pelajari bersama dan betul-betul cermati manakala ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi dan kami juga akan menginformasikan materi yang betul-betul sesuai dengan yang aslinya dan terakhir kepada pihak-pihak yang aspirasinya ingin disampaikan ada jalur melalui Uji Materi MK itu juga silahkan digunakan manakala itu diperlukan,” kata Pjs.Gubernur Jambi.

Apresiasi Pjs.Gubernur Jambi kepada jajaran Forkopimda dan masyarakat atas situasi aman, terkendali, kondusif di Provinsi Jambi selama masa penyampaian aspirasi dari masyarakat.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua elemen masyarakat kemaren yang dapat menahan diri pada waktu menyampaikan aspirasi dan pendapat tidak bertindak bersifat anarkis berlebihan dan apresiasi kepada jajaran Forkopimda yang sigap di lapangan dalam beberapa hari terakhir dan kita juga berjuang menekan angka penyebaran Covid-19 ini merupakan tanggung jawab kita semua dan jangan dilupakan karena ini penting untuk kesehatan kita semua,” ungkap Pjs.Gubernur Jambi.

Rapat virtual tersebut berlangsung empat jam lebih mendengarkan beberapa penjelasan Pemerintah Pusat untuk kemudian disosialisasikan kepada masyarakat serta membuka ruang penyampaian aspirasi daerah.(JP-Hms/Lee)

Pjs Gubernur Restuardy Daud Tinjau Tempat Isolasi Baru Covid-19 di Kota Jambi

Written By jambipos-online on Selasa, 13 Oktober 2020 | 07:44

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Firman Shantyabudi, Msi bersama Danrem 042 Gapu Brigjen TNI M Zulkifli melakukan peninjauan tempat isolasi baru bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 di Provinsi Jambi, yakni di Asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi, Kotabaru, Kota Jambi, Selasa (14/10/2020).(Humas)

Jambipos, Jambi
-Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Firman Shantyabudi, Msi bersama Danrem 042 Gapu Brigjen TNI M Zulkifli melakukan peninjauan tempat isolasi baru bagi pasien terkonfirmasi COVID-19 di Provinsi Jambi, yakni di Asrama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi, Kotabaru, Kota Jambi, Selasa (13/10/2020).

Pemerintah Provinsi dan Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Jambi menyiapkan tambahan tempat isolasi bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan 70 tempat tidur dan siap untuk ditempati di BPSDM Provinsi Jambi tersebut. Hal ini merupakan upaya Satgas COVID-19 Provinsi Jambi untuk meningkatkan pelayanan penanganan COVID-19.

Usai peninjauan, Restuardy menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi dan Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jambi terus berupaya bekerja sama dalam penanganan COVID-19, salah satunya menyiapkan Asrama BPSDM Provinsi Jambi sebagai tambahan rumah isolasi untuk pengendalian dan percepatan penanganan COVID-19 di Provinsi Jambi.

"Hari ini kita bersama tim Satuan Tugas COVID-19 Provinsi Jambi langsung turun melihat persiapan tambahan tempat isolasi, yang kita harapkan bisa menampung pasien terkonfirmasi positif yang akhir-akhir ini jumlahnya meningkat secara signifikan," kata Restuardy.

"Kita dari Tim Satgas COVID-19 Provinsi Jambi, Tim Satgas Kota Jambi terus mengamati pergerakan angka, terus bergerak naik. Mengingat saat ini jumlah pasien positif terus mengalami peningkatan, sedangkan daya tampung rumah sakit kita terbatas bagi pasien," katanya lagi.

Asrama BPSDM Provinsi Jambi kata Restuardy dapat menampung pasien COVID-19 tanpa gejala sebanyak 70 tempat tidur, dokter dan para medis pun disiagakan.

Selain itu, Restuardy mengajak masyarakat di Provinsi Jambi untuk bersama-sama dan senantiasa disiplin melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu dengan cara selalu memakai masker saat di luar rumah, cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

"Dengan cara itulah kita bisa menekan dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Provinsi Jambi secara efektif," tegasnya.

Sebelumnya, pada Rabu 30 September lalu, PJs Gubernur Jambi juga meninjau salah satu gedung enam lantai di Rumah Sakit Raden Mattaher, yakni untuk segera dilanjutkan pembangunannya, sebagai tempat isolasi bagi pasien OTG. 

Sebelumnya, berdasarkan arahan Pjs Gubernur Jambi Ir Restuardy Daud MSc dan didukung Forkopimda Provinsi Jambi agar menambah gedung isolasi untuk pasien Covid-19. Mulai Senin 12 Oktober 2020, untuk ruang isolasi pasien terkonfirmasi status OTG di Asrama Diklat BPSDM Provinsi Jambi di Kotabaru Jambi sudah bisa dioperasionalkan.

Ruang isolasi pasien OTG Covid-19 ini terdapat fasilitas 114 tempat tidur, 2 tenaga medis, 33 perawat, tenaga analisa medis 10 orang dan dokter 4 orang. 

Sementara jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi terus bertambah, khususnya kluster perkantoran. Bahkan hari Senin (12/10/2020) terjadi penambahan 13 kasus positif dan total kasus positif 825 orang dan 491 orang masih dalam proses perawatan. 

Sementara pasien Covid-19 meninggal hingga Senin (12/10/2020) berjumlah 18 orang. Sedangkan yang sembuh total 316 orang, suspek 161 orang, specimen total 6.164 dan menunggu hasil swab 376 orang. (JP-Asenk Lee) 

Komisi V DPR RI Diminta Dukung Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Jambi

Written By jambipos-online on Senin, 12 Oktober 2020 | 20:31

Komisi V DPR RI Diminta Dukung Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Jambi

Jambipos, Jambi
-Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Ir.Restuardy (Ardy) Daud,M.Sc berharap dukungan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Jambi dari Komisi V DPR RI. Hal itu disampaikannya saat menerima Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Provinsi Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (12/10/2020) siang.

Ardy Daud mengparesiasi kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Provinsi Jambi pada Reses Masa Persidangan I Tahun 2020 - 2021, sebagai perhatian terhadap pembangunan di daerah, sekaligus menjaring aspirasi daerah terkait program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Ardy Daud mengatakan, pembangunan infrastruktur dan penyediaan sarana prasarana transportasi menjadi salah saru prasyarat penting untuk meningkatkan daya saing saerah, karena ketersediaan infrastruktur dan sarana prasarana transporttasi yang memadai dapat memperlancar berbagai aktivitas serta menjadi katalisator bagi pergerakan dan perkembangan sektor-sektor lain, dan Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah serta sarana dan prasarana transportasi.

Selanjutnya, Ardy Daud mengharapkan dukungan Komisi V DPR RI terhadap pembangunan: Pertama, pembangunan Kawasan Ekonomi Ujung Jabung, yang diproyeksikan menjadi pusat produksi sekaligus distribusi produk unggulan Provinsi Jambi dan sekitarnya, dengan harapan dapar meningkatkan nilai tambah produk, diversifikasi usaha, dan penyerapan tenaga kerja, serta menjadi kawasan perekonomian andalan Provinsi Jambi dimasa depan.

Ardy Daud menjelaskan, pembangunan Kawasan Ujung Jabung yang diinisiasi sejak tahun 2010, Pemerintah Provinsi Jambi sudah menyiapkan beberapa dokumen dan kerangka legal, penyusunan masterplan, penetapan Perda Kawasan, pembebasan lahan untuk jalan dan Pelabuhan. 

Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan Rp231 miliar sejak tahun 2014 sampai tahun 2019, namun saat ini pembangunan Pelabuhan terhenti. Kementerian PUPR juga memberikan dukungan dalam pembangunan jalan ke Kawasan Ujung Jabung.

Ardy mengatakan, dukungan pembangunan Jembatan Sungai Rambut sebagai bagian jalan akses menuju Pelabuhan Ujung Jabung juga sangat diharapkan.(JP-Hms/Lee)

Jumlah Kasus Covid-19 di Jambi Terus Bertambah, Total 760 Orang

Written By jambipos-online on Jumat, 09 Oktober 2020 | 20:26

Tambah 45 Orang Positif, Meninggal Tambah 2 Orang
Jumat 9 Oktober 2020.

Jambipos, Jambi-Jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Jambi terus bertambah, khususnya kluster perkantoran. Bahkan hari Jumat (9/10/2020) terjadi penambahan 45 positif dan total kasus positif 760 orang dan 435 orang masih dalam proses perawatan. Sementara pasien Covid-19 meninggal hingga Jumat (9/10/2020) berjumlah 16 orang, tambah 2 orang meninggal. Sedangkan yang sembuh total 309 orang, suspek 141 orang, specimen total 6.164 dan menunggu hasil swab 435 orang. 

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah kepada wartawan, Jumat  (9/10/2020) mengatakan, terjadi penambahan 45 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jambi dan dua pasien meninggal dan 5 pasien sembuh (lihat table).

Sejumlah ASN terkonfirmasi Covid-19 yakni pasien nomor 636 inisial YI Muarojambi merupakan Plt.Kadinkes Muarojambi dan pasien 638 inisial MHI merupakan Kabag Pertanahan Setda Muarojambi, pasien 598 inisial T asal Tanjabbar merupakan jubir Covid-19 (Kadis Kominfo), pasien 562 inisial SYO yang diumumkan positif hari Sabtu, 3 Oktober 2020 merupakan ASN Kantor Pol PP dan Damkar Provinsi Jambi. 

Juga ada dua kepala daerah yakni Wali Kota Jambi H Syarif Fasha dan Bupati Muarojambi Hj Masnah juga terpapar positif Covid-19 dan kini masih dalam isolasi mandiri di rumah sakit. (JP-Asenk Lee Saragih)





Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pjs.Gubernur Lepas 2020 Bibit Ikan di Sungai Batanghari

Written By jambipos-online on Kamis, 08 Oktober 2020 | 17:17

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pjs.Gubernur Lepas 2020 Bibit Ikan di Sungai Batanghari.


Jambipos, Jambi
-Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Ir.Restuardy melepaskan 2020 ekor bibit ikan ke Sungai Batanghari. Kegitan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jambi. Pjs.Gubernur Jambi juga melakukan penanaman pohon bersama Forkopimda di Ruang Terbuka Hijau, pelabuhan penumpang di tepian Sungai Batanghari, kawasan Pasar Angso Duo, Kamis (8/10/2020).

Peringatan Hari Lingkungan Hidup diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, namun karena kondisi pandemi, kegiatan ini diundur pelaksanaannya. Acara ini sengaja digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) komplek Pasar Angso Duo

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jambi juga diikuti secara virtual oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dan 70 perusahaan yang terlibat secara serentak ikut menanam pohon yang keseluruhannya berjumlah 2020 bibit pohon.

Hadir pada kesempatan ini Pj.Sekda Provinsi Jambi H.Sudirman Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah. Para Asisten dan Staf Ahli Gubernur Jambi, serta Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.

Ardy Daud mengapresiasi kerja keras dan sinergitas seluruh jajaran Forkopimda, jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota se Provinsi Jambi,   pemerhati lingkungan, dan seluruh pihak yang bergerak untuk menjaga lingkungan hidup, termasuk sektor swasta yang peduli terhadap lingkungan.

Ardy Daud mengemukakan, kegiatan ini mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama menggali kembali atau memperkuat komitmen terhadap aspek lingkungan.

Ardy Daud menjelaskan, beberapa poin penting dari sambutan Menteri Lingkungan Hidup yang secara pararel disampaikan di seluruh Indonesiadengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2020 adalah “Time for Nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dilestarikan.

“Peringatan lingkungan hidup tahun ini mengambil tema“Time for Nature” hal ini artinya dalam bahasa kita pada peringatan lingkungan hidup sedunia yang ditetapkan tahun 2020  kita diminta untuk sama-sama menyisihkan waktu untuk melihat kembali alam lingkungan sekitar kita.  Indonesia sebagai suatu negara yang memiliki hutan tropis yang sangat besar sehingga kemudian kita disebut sebagai salah satu mega biodiversity country yang memiliki peran strategis terhadap seluruh ekosistem, tidak hanya untuk internal kita, tetapi juga untuk dunia. Salah satunya disebut sebagai paru-paru dunia dan sebagainya, kita menjadi tuan rumah atau menjadi rumah dari sekian ratus spesies flora dan fauna serta kekayaan ekosistem,” ujar Ardy Daud.

Ardy Daud juga mengapresiasi karena pada tahun 2020 (sampai saat ini), Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi bisa menjaga wilayah dari bencana Karhutla, menekan cukup signifikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 

“Kita dititipkan untuk menjaga lahan gambut, karena kita juga memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik tersebut, serta mengambil langkah-langkah jangan sampai api sudah membesar baru kemudian kita melakukan pemadaman,” ungkap Ardy Daud.

Secara khusus, Ardy Daud menyatakan penghargaan terhadap unsur-unsur yang berperan penting dalam menendalikan kebakaran hutan tahun ini, yakni Kapolda Jambi dan jajaran,  Danrem 042/ Garuda Putih dan jajaran, Manggala Agni, BPPD, dan seluruh pihak terutama juga masyarakat dan swasta yang telah turut serta. “Artinya kita bisa menekankarhutla sinergi dari semua pihak,” tegs Ardy.

“Mengenai penanganan karhutla, kita diminta juga untuk secara paralel mempertimbangkan aspek cuaca, iklim, pergerakan cuaca, termasuk juga bagaimana kita mengendalikan pengelolaan lahan dan pemanfaatannya, terutama kebiasaan kita pada saat akan membuka lahan atau pasca panen sering melakukan atau disertai dengan kegiatan kegiatan pembakaran, ini juga perlu dibangun tentunya dengan membangun peran serta masyarakat agar secara paralel masyarakat juga turut dalam upaya-upaya yang kita lakukan,” terang Ardy Daud.

Sebelumnya, (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah dalam laporannya berharap agar seluruh komponen masyarakat semakin menyadari pentingnya lingkungan hijau bagi kehidupan.

“Kita diminta kembali ke alam. Kami mengajak seluruh kabupaten/kota se Provinsi  Jambi walaupun dalam kondisi pandemi melalui zoom meeting, juga hadir seluruh kepala dinas lingkungan hidup, kami juga mengajak seluruh perusahaan  untuk melakukan penanaman dan penghijauan kembali terhadap lingkungan yang sudah mulai  rusak.  Acara ini diikuti oleh 70 perusahaan yang ada di provinsi Jambi di masing-masing kabupaten/kota untuk mengikuti acara ini dan menanamkan pohon,” tutur Bachyuni.(JP-Hms/Lee) 

(Foto) Unjuk Rasa Penolakan Pengesahan UU Cipta Kerja di Jambi

Unjukrasa penolakan pengesahan UU Cipta Kerja di DPRD Kota Jambi, Kamis (8/10/2020). (Foto-Foto Istimewa)

Jambipos, Jambi-Gelombang massa yang tergabung dalam "Aliansi Rakyat Jambi Berdaulat" dan gabungan mahasiswa melakukan unjukrasa penolakan pengesahan UU Cipta Lapangan Kerja di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis (8/10/2020). Juga lanjutan unjuk rasa oleh massa PMII dilakukan di Gedung DPRD Kota Jambi, Kamis (8/10/2020). 

Menanggapi aksi unjukrasa itu, Anggota DPRD Kota Jambi Fraksi Golkar Joni Ismed mengatakan dirinya sangat berterimakasih kedatangannya adik-adik dari PMII Kota Jambi ke Kantor DPRD Kota Jambi yang telah menyampaikan aspirasinya untuk menyikapi UU Omni Bus Law, aspirasi ini segera kami truskan ke pemerintah pusat..

"Adik-adik ku semua teruslah bersemangat, teruslah menjadi kaum terpelajar Indonesia yang kritis, idealis, merdeka, berjiwa patriot dan tetap jadi agend of Change. Damailah Indonesia Ku. Salam Indonesia Berkemajuan," ujar Joni Ismed yang juga mantan Aktivis 98 ini.

"Saya menolak Vandalisme. Kami tidak menolak aksi massa, kami siap menerima aspirasi rakyat. Karena itu tugas kami. Tapi kami menilai bahwa aksi mereka bukanlah cermin jiwa demonstran, mereka adalah kaum vandalisme, mereka gerombolan liar, mereka datang hanya untuk menghancurkan kantor, sikap yang tidak sama sekali mencerminkan kaum terpelajar, ini bukan aksi unjuk rasa menyampaikan pendapat tapi ini adalah aksi brutalisme yang di lakukan oleh anak anak belia. Maka kami mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas motif di balik pengrusakan kantor DPRD Kota Jambi ini," kata Joni Ismet.

Menurut Joni Ismet, mereka berharap kiranya pihak sekolah, pihak dinas pendidikan, kesbangpol, lembaga-lembaga negara yang berkompeten dan stake holder lainnya bisa memberikan pencerahan dan memberikan semangat nasionalis, national character building dengan diadakan diklat khusus untuk kaum terpelajar ini hingga diharapkan kelak mereka selaku generasi muda memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara ini.

"Bukan sekedar ikut-ikutan saja tanpa tau apa dengan persoalan yang terjadi, dan insha Allah Indonesia kedepan terus memiliki generasi penerus bangsa yang hebat, yang luar biasa dan bisa mengisi  ruang ruang pengabdian pada bangsa ini," pungkas Joni Ismet.

"Dari pagi sampai malam hari Kamis 8 Oktober 2020, Saya bersama ketua DPRD Provinsi Jambi menemui  mahasiswa dan serikat kerja Provinsi Jambi, terkait permasalahan Penolakan Terhadap disahkannya Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja. Kami DPRD Provinsi Jambi sepakat untuk Menolak Undang-undang Omnibuslaw Cipta kerja dan memastikan DPRD Provinsi Jambi akan menyampaikan tuntutan-tuntutan  mahasiswa untuk di sampaikan kepada DPR-RI dan sama-sama kita siapkan kajian mendasar agar kebijakan berpihak dengan masyarakat sesuai dengan harapan kita bersama," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra.  (JP-Asenk Lee Saragih)

























Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi
KLIK Benner Untuk Selengkapnya


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Raker PWI Pusat 2019

Raker PWI Pusat 2019
Menjawab Idealisme dan Realita Era Media Digital

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya
 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA