Berita Terbaru

Pemilu Rabu 17 April 2019

Pemilu Rabu 17 April 2019
Inilah Wakil Anda di Dewan

Awal J Damanik Menuju DPRD Provinsi Jambi

Awal J Damanik Menuju DPRD Provinsi Jambi
Ingta Ke TPS Rabu 17 April 2019

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru
KLIK Benner Versi Baru di www.jambipos.id (BETA)

Daniel Sijan Pendiri Jambipos

Daniel Sijan Pendiri Jambipos
Tokoh Pers Jambi
INDEKS BERITA TERBARU

Basoka Sagala Terus Galang Dukungan Masyarakat Jelang Pencoblosan Pileg 17 April 2019

Written By jambipos-online on Senin, 25 Maret 2019 | 22:08

Sabtu 24 Maret 2019, Basoka Salaga menyaksikan dan menyerahkan hadiah bagi  pemenan Juara I, II dan III pada Lomba Kicau Burung di Lapangan Langit Biru  Pasar  Baru, Kota Jambi.
Sudah Hadiri 60 Pesta Bona Taon Marga Batak
Jambipos-H-24 pencoblosan Pemilihan Legislatif (Pileg) Rabu 17 April 2019, Basoka Sagala SH MH  Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi terus melakukan blusukan sosialisasi di daerah pemilihan. Menyapa warga lewat menghadiri sejumlah kegiatan sosial terus dilakukannya.


Seperti pada Sabtu 24 Maret 2019, Basoka Salaga menyaksikan dan menyerahkan hadiah bagi  pemenan Juara I, II dan III pada Lomba Kicau Burung di Lapangan Langit Bbiru  Pasar  Baru, Kota Jambi.

Pada kesempatan itu dia menyampaikan   agar  perlombaan  tersebut  ditingkatkan,  guna meningkatkan bagi  penggemar  burung berkicau  di  Jambi. Dirinya juga meminta Doa Restu dan Dukungan pada  tanggal  17  April  2019 agar dating ke TPS dan memilih Basoka Sagala sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jambi.

Tak hanya kegiatan hobi yang dihadiri Basoka Sagala. Dalam melakukan sosialisasi, dirinya juga mengutamakan Pesta Tradisi Masyarakat Kota Jambi asal Tanah Batak yakni “Pesta Bona Taon Marga-Marga Batak di Jambi”.

Pada Sabtu dan Minggu (23-24 Maret 2019), Basoka Sagala menghadiri Pesta Bona Taon Marga Sagala, Nainggolan, Ambarita, Lumbantobing, Siburian dan Malau se Kota Jambi. 

Kehadiran Basoka Sagala dibeberapa  undangan  Pesta Bona Taon Marga Batak di Jambi, merupakan komitmen optimisme bahwa masyarakat Kota Jambi asal Tanah Batak adalah bagian dari pergerak pembangunan di Jambi. 

Basoka Sagala Dalam Salah Satu Kegiatan
Basoka Sagala juga mengapresiasi Tradisi Budaya Batak “Pesta Bona Taon” tetap diabadikan kumpulan marga-marga Batak hingga ke Kota Jambi. Acara Pesta Bona Taon (Pesta Awal Tahun) merupakan salah satunya yang tetap erat dilaksanakan kumpulan marga-marga di Kota Jambi. 

Pesta Bona Tahun juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Batak di tanah perantauan. Pesta Bona Tahun ini sudah merupakan kewajiban bagi setiap perkumpulan marga-marga disetiap awal tahun tiba dalam bersilaturahmi sesama anggota kumpulan, terutama dalam membangun kebersamaan diantara marga-marga di Kota Jambi.

Basoka Sagala juga akan menhadiri Pesta Bona Taon Kumpulan Marga Girsang –Boru-Panagolan se Kota Jambi yang akan dilaksanakan Minggu 31 Maret 2019. Hal itu dibenarkan Ketua DPW P Girsang-Boru-Panagolan Kota Jambi Jakasim Girsang.

Optimisme Menuju DPRD Provinsi Jambi

Seperti diberitakan Jambipos sebelumnya, keseriusan dan optimisme AKBP (Purn) Basoka Sagala SH MH mencalonkan sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi tampaknya tak diragukan lagi. Setelah pensiun sebagai salah satu Pamen Polda Jambi, Bazoka Sagala langsung mengambil peluang untuk tetap mengabdi sebagai masyarakat sipil lewat Politisi. Tentunya lewat Partai Politik, salah satunya langkah yang tepat untuk mencapai tujuan pengabdian sebagai wakil rakyat di dewan nantinya.

Memilih Partai Perindo tampaknya langkah yang jitu bagi Basoka Sagala dalam memasuki dunia baru sebagai Politisi. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo (Bos Media) itu, tampaknya sudah mantap sebagai pilihan Bazoka Sagala. Keseriusan sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi, tampaknya ditunjukkan seorang Bazoka Sagala dalam masa sosialisasi blusukan ke daerah pemilihan Kota Jambi.


Dalam bincang-bincang Jambipos dengan Basoka Sagala di kediamannya, Senin (25/2/2019) pagi lalu, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi ini mengutarakan optimisme dalam menuju gedung DPRD Provinsi Jambi pada Pileg Rabu 17 April 2019 mendatang.

“Saya memilih Perindo dengan berbagai pertimbangan. Visi dan Misi Perindo dan semboyang yang diusung membuat saya tertarik. Saya memulai dunia baru sebagai Politisi setelah pensiang dari Polri. Lewat Politik bisa membantu dan mengabdi untuk rakyat. Optimisme ini yang saya rajut untuk mencapai tujuan mulia sebagai wakil rakyat di dewan,” ujar Bazoka Sagala memulai perbincangan.  
Menurut Basoka Sagala, sebagai Putra asal Batak asal Sumatera Utara, tentunya silaturahmi kepada masyarakat Batak di Kota Jambi khususnya, tentunya sudah menjadi kewajiban. Melakukan silaturahmi yang tepat dengan komunitas marga-marga Batak di Kota Jambi adalah menghadiri Pesta Bona Taon Kumpulan Kerabat Marga-Marga Batak (Pesta Awal Tahun Kerabat Marga Batak).

“Awalnya saya berpikir bersosialisasi di komunitas masyarakat Batak hanya kepada marga-marga tertentu saja. Namun setelah dijalani, hingga 25 Februari 2019, sudah 53 Pesta Bona Taon marga Batak yang saya hadiri. Bahkan setiap Jumat, Sabtu, Minggu undangan menghadiri Pesta Bona Taon Kerabat Marga Batak terus berdatangan. Ini akan saya jalankan semua untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan niat baik dengan visi dan misi sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi,” ujar Bazoka Sagala yang sudah hampir 12 tahun mengurusi Pertina Jambi ini.

Dari setiap kunjungannya di Pesta Bona Taon Kumpulan Kerabat Marga Batak, Bosaka Sagala selalu memohon Doa Restu dan dukungan, agar bisa mengabdi sebagai wakil rakyat di Gedung DPRD Provinsi Jambi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Jambi ke Pemerintah lewat tugas dan fungsi legislatife.

Menurut Basoka Sagala, setidaknya ada 8 caleg DPRD Provinsi Jambi dari etnis Batak dari Dapil yang sama yakni Kota Jambi. Disetiap menghadiri sebagian Pesta Bona Taon, caleg DPRD Provinsi Jambi dari Partai yang berbeda juga hadi bersama Bazoka Sagala. Namun Bazoka Sagala hal itu bukan menjadi penghalang atau persoalan “rival” baginya, tapi hanya sebagai motivasi untuk menunjukkan integritas, kapasitas siapa yang layak untuk mewakili rakyat di dewan.

“Ada sebagian saat saya menghadiri Pesta Bona Taon, ada juga hadir caleg DPRD Provinsi Jambi dari partai yang berbeda. Namun saya tetap menghargai dan merangkul mereka untuk berjuang sama-sama dalam mendapatkan simpatik dan dukungan masyarakat. Kita hadir sama-sama dan menyampaikan niat dan tujuan sebagai caleg. Saya selalu menekankan rasa optimisme dan penyampaian Visi-Misi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat kelak di dewan,” ujarnya.

Terbaru yang dihadiri Basoka Sagala Pesta Bona Taon adalah Kerabat Kumpulan Marga Panjaitan se Kota Jambi di Gedung Asiniroha, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu 24 Februari 2019. Dihadapan ribuan anggota Kumpulan Marga Panjaitan itu mengajak agar Politisi etnis Batak bisa duduk di DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi.

“Suatu kebanggaan bagi saya jika diberikan mandat oleh masyarakat Kota Jambi kepada saya duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi. Tentunya hal ini tak semudah membalikkan tangan, tentunya butuh perjuangan dengan rasa optimisme dan terus bergerak mendekati masyarakat dengan kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” ujar Basoka Sagala, suami dari Linda br Sinaga ini.

Dukungan

Sebagai dukungan kerabat marga Batak, Kumpulan Marga Sinaga Kota Jambi yang tergabung dalam Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru (PPTSB) Se Kota Jambi telah berkomitmen untuk mendukung dan berjuang bersama untuk mengantarkan  AKBP (Purn) Basoka Sagala SH MH ke DPRD Provinsi Jambi pada Pileg Rabu 17 April 2019 mendatang. 

Komitmen keluarga PPTSB Cabang Kota Jambi itu telah disampaiakn pada acara silaturahmi ramah tamah tatap muka dengan Caleg DPR RI PSI Ir Tigor GH Sinaga dan Caleg DPRD Provinsi Jambi Basoka Sagala dengan Penasehat, Pengurus Cabang, Sektor, Komisaris PPTSC Cabang Se Kota Jambi, di Resto Batak Dainatabo, Lingkar Barat Kota Jambi, Selasa (29/1/2019) malam lalu. Hadir juga pada pertemuan itu Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Jambi Drs Albertus Sinaga MPd/Br Bakkara.

Pada kesempatan itu,  Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Jambi Drs Albertus Sinaga MPd, Ketua Cabang PPTSB Kota Jambi Ir Abdel Sinaga, Penasehat PPTSB Jambi U Sinaga mengatakan, bahwa Anggota PPTSB se Indonesia wajib hukumnya untuk memilih para caleg dari keluarga PPTSB. Hal itu pula yang ditekankan Ketua Umum PPTSB Pusat Mangihut Sinaga SH MH pada Mubes PPTSB Ke 14 Oktober Tahun 2018 lalu di Urat Samosir.

Ir Abdel Sinaga juga meminta seluruh keluarga PPTSB Se Kota Jambi untuk mendukung penuh Bazoka Sinaga pada Pileg Rabu 17 April 2019 mendatang. 

Sementara itu, Basoka Sagala juga memohon Doa dan Dukungan kepada seluruh keluarga PPTSB Se Kota Jambi untuk memberikan pilihan kepada dirinya pada Pileg 17 April 2019 mendatang. “Ada 8 Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi etnis Batak. Saya yakin dan percaya bisa mendapat mandat dan dukungan dari keluarga PPTSB Se Kota Jambi,” katanya.

Bahkan dukungan dan komitmen perjuangan PPTSB Jambi juga datang dari Gerakan Muda-Mudi (GEMA) Sinaga Jambi. Pada Senin (25/2/2019) malam, Basoka Sagala dan Istri Linda Br Sinaga menjamu silaturahmi Pengurus dan Anggota GEMA PPTSB Jambi.   

Dalam Organisasi Pengprov Pertina Provinsi Jambi, Basoka Sagala turut andil dalam mensukseskan Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Kapolri Cup I 2017 di GOR Kotabaru Jambi yang berlangsung sejak 17 Juli hingga 22 Juli 2017 lalu.

Basoka Sagala juga sukses dalam penyelenggaraan Cabor Tinju Porprov XXII Tahun 2018 yang dilaksanakan di Mall WTC Batanghari, Kota Jambi dari tanggal 11 November hingga 23 November 2018 lalu. 

Selain dukungan dari masyarakat etnis Batak di Kota Jambi, Basoka Sagala juga mendapat dukungan dari komunitas etnis Tionghoa Jambi, keluarga Purnawirawan TNI-Polri di Jambi, keluarga atlet Tinju di Jambi dan juga keluarga sejumlah organisasi dan komunitas yang diikuti Basoka Sagala selama ini. Semoga Apa Kerinduan dan cita-cita Basoka Sagala dan Keluarga Besar, Terwujud. Semoga. (Asenk Lee Saragih)
Sumber: Jambipos.id 

Ini Identitas 20 Calon DPD RI Dapil Provinsi Jambi

Ini Identitas 20 Calon DPD RI Dapil Provinsi Jambi.IST
Jambi-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi mempublikasikan nama-nama dan gambar Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Provinsi Jambi Pemilu Rabu 17 April 2019.
Berikut Ini Identitas 20 Calon DPD RI Dapil Provinsi Jambi: 
  1.    (21) Drs Abdul Halim 
2.    (22) Abdulmutalib Sag.MPdi 
3.    (23) H Abu Bakar Jamalia 
4.    (24) Al Musyaiyat 
5.    (25) Azhar Mulia SE (Mantan Ketua KPU Prov Jambi) 
6.    (26) Azim Antoni Morega Jais SH 
7.    (27) Hj Daryati Uteng SE MM (Anggota DPR RI-Fraksi Golkar) 
8.    (28) Hj Dra Elviana MSi (Anggota DPR Ri Fraksi PPP)  
9.    (29) H Eric Hasma SE 
10.    (30) Ibnu Kholdum SH MH (Ketua YLKI Prov Jambi) 
11.    (32) Khairun A Roni SE MM 
12.    (33) M Hendri M Nur SH 
13.    (34) M Sum Indra SE MMSI (Mantan Wakil Walikota Jambi) 14.    (35) H.M Syukur SH MH (Patahana Anggota DPD RI Dapil Prov Jambi) 15.    (36) Musthafa Lufti S.Ag MM 
16.    (37) Ria Mayang Sari SH MH 
17.    (38) H Saipul Azwar SPt (Mantan Anggota DPRD Prov Jambi-Fraksi PAN) 18.    (39)  Salmah Mahir Ishak SE 
19.    (40) Yasir SE ME (Mantan Anggota DPRD Prov Jambi-Fraksi PKS) 
20.    (41) Yuan Fanesyah ST.
Mari pilih wakil DPD RI sesuai dengan rekam jejak mereka selama ini untuk rakyat Provinsi Jambi. (Asenk Lee Saragih)
  Sumber: Jambipos.id

Bukan Sekadar Wacana, Jokowi Membangun Infrastruktur Hingga Jauh Ke Ujung Indonesia

Written By jambipos-online on Jumat, 22 Maret 2019 | 16:28

#JokowiUntukIndonesia

Jambi-Saya suka dengan kepemimpinan Presiden satu ini. Jadi saya ingin menuliskan apa saja yang saya tahu soal kinerja dan kebijakannya. Saya tipe orang yang tak suka “mencemooh” seorang Kepala Negara, bukan seperti mereka yang sok intelek dan orang baik, tapi berlumur ujaran kebencian. 

Rakyat Indonesia mungkin awalnya tak pernah bermimpi memiliki seorang Presiden seperti perawakan Joko Widodo (Jokowi). Contohnya saya sendiri. Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang “sikerempeng” dan hanya berlatar berkarier politik  dari Wali Kota Solo, sangat pesimis melihat perawakannya untuk jadi seorang Presiden.

Namun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri justru berkata lain. Berkat kepiawaian politik Megawati mengusung Jokowi ke DKI Jakarta ternyata berbuah manis. Bahkan Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada  September 2012 lalu.

Tak hanya sebatas Pilkada DKI Jakarta, ternyata PDIP juga berani mengusung Jokowi sebagai calon Presiden. Kemudian pada pemilihan Presiden RI 9 Juli 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla meraih 53,15% suara mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang mengumpulkan 46,85% suara.

Guna menjalankan Mandat Rakyat Indonesia, Joko Widodo dan Jusuf Kalla dilantik sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR Senin 20 Oktober 2014 lalu. Jokowi adalah orang ke-7 yang menjadi Presiden RI. Jokowi menjadi Presiden ke-16 (kata dosen Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Hendra Gunawan, (http://sains.kompas.com Edisi 20 Oktober 2014).

Pilpres Rabu 17 April 2019, PDIP dan Partai Koalisi kembali mempercayakan Jokowi sebagai Capres dan Kyai Mar’uf Amin jadi Cawapresnya. 

Sebagai ungkapan syukur dalam mengisi pembangunan serta menyambut 74 Tahun Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 2019), sebagai rakyat biasa tentunya tidak salah menuliskan opini dalam menilai hasil kinerja Presiden Jokowi dan kabinetnya sejak dilantik hingga sekarang.

Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun infrastruktur jalan, jembatan dan sarana transportasi udara, laut dan darat menjadi prioritas sejak Jokowi dilantik Presiden RI. Gebrakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia, seperti “Sungai Begawan Solo” mengalir hingga jauh.

Lewat akun sosial media (Fanfages Facebook) Presiden Joko Widodo, selalu rutin memberitahukan kegiatan pembangunan yang ditinjaunya. Bahkan akun fanfages FB Presiden Joko Widodo hingga tertanggal 30 Mei 2017 telah disukai 7.187.139 netizen. Bahkan tak sedikit memberikan ribuan komentar dukungan penyemangat kepada Jokowi setiap postingan kegiatannya.

Target Jokowi 2015-2019

Seperti dilansir finance.detik.com pada Rabu 19 November 2014 lalu, Pemerintahan Presiden Jokowi akan menggenjot aneka proyek infrastruktur di dalam negeri dalam lima tahun ke depan. Banyak dana tersedia setelah harga bahan bakar minyak (BBM) subdisi dinaikkan, Negara akhirnya bisa menghemat hingga lebih dari Rp 100 triliun dari pengalihan subsidi tersebut. Dana sebesar itu akan digunakan di sektor produktif, salah satunya adalah infrastruktur.

Program Pembangunan Infrastruktur Jokowi Tahun 2015-2019 berada pada lokasi 15 bandara dan 24 pelabuhan dari Aceh hingga Papua. Data Bappenas RI menunjukkan program infrastruktur itu yakni jalan baru 2.650 Km, Jalan Tol 1000Km.

Pemeliharaan Jalan 46.770Km, Pembangunan Jalur KA 3.258 Km di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan terdiri dari KA Antar Kota 2.150Km, KA Perkotaan 1099Km. Kemudian Pembangunan 15 Bandara baru, Pengadaan 20 Pesawat Perintis, Pengembangan Bandara untuk pelayanan Cargo Udara di 6 lokasi, Pembangunan 24 Pelabuhan baru, Pengadaan 26 Kapal Barang Perintis, Pengadaan 2 Kapal Ternak, Pengadaan 500 unit Kapal Rakyat.

Selanjutnya pembangunan pelabuhan penyeberangan di 60 lokasi, pengadaan kapal penyeberangan perintis sebanyak 50 unit, pembangunan BRT di 29 kota, pembangunan angkutan massal cepat di kawasan perkotaan (6 kota metropolitan, 17 kota besar).

Capain Dua Tahun Pertama

Mengutip pemberitaan Kompas.com edisi 16 Agustus 2016 pada Pukul 14:45 WIB, di awal memerintah, Presiden Jokowi telah mempercepat pembangunan jalan nasional sepanjang 2.225 kilometer, jalan tol sepanjang 132 kilometer dan jembatan sepanjang 16.246 meter atau 160 jembatan.

Pada Tahun 2016 lalu, target pembangunan jalan nasional, yakni sepanjang 703 kilometer dan jembatan sepanjang lebih dari 8.452 meter. Jokowi saat itu mengatakan, di pemerintahannya, kereta api bukan hanya milik Pulau Jawa, tapi juga ada di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Bahkan pembangunan Jalan Trans Sumatera sudah menggeliat sejak pembangunan Tol di Pulau Jawa, Tol-Lampung-Palembang-Pekanbaru-Dumai, Pelabuhan Laut Sibolga, MRT di Jakarta, MRT di Palembang, Jembatan Ampera Palembang dan masih banyak pembangunan lainnya.  

Tahun 2015 lalu, pemerintah telah membangun jalur rel kereta api sepanjang 179,33 kilometer spoor. Sementara, target yang harus diselesaikan pada tahun 2016 lalu yakni sepanjang 271,5 kilometer spoor.

Selain itu, pemerintah juga sedang membangun kereta untuk transportasi perkotaan. Misalnya Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Train (LRT) dan commuter line. Untuk program Tol Laut, Jokowi juga mengklaim berjalan baik. Pemerintah telah menetapkan 24 pelabuhan sebagai Simpul Jalur Tol Laut.

Sebagai pendukung, turut dibangun 47 pelabuhan nonkomersil. Sebanyak 41 pelabuhan sedang dalam pembangunan. “Target pemerintah adalah sudah terbangun 100 pelabuhan pada 2019. Pemerintah juga akan menyiapkan kapal-kapalnya, yaitu sebanyak 3 kapal pada 2015 dan 30 kapal ditargetkan pada 2016. Ini untuk mewujudkan gagasan kita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Jokowi.

Di sektor penerbangan, Jokowi juga mengklaim mempercepat pembangunannya. Tahun 2016, sebanyak sembilan bandara dikembangkan sehingga memiliki standar yang lebih tinggi. Sebanyak enam bandara di antaranya resmi beroperasi. Tentang penyediaan listrik, Jokowi mengaku, masih komitmen pada program 35.000 megawatt. Jokowi mengaku, lebih cermat dan teliti agar program itu terlaksana dengan baik.

“Kami ingin memastikan program ini terlaksana dengan lancar dan dapat mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada 2019. Ketika itu terjadi, Indonesia akan bebas dari byar pet,” ujar Jokowi.

Capain pembangunan infrastruktur era kepemimpinan Presiden Jokowi telah memutus mata rantai dan belenggu keterisoliran akses ekonomi rakyat Indonesia, baik di Sumatera hingga Papua. Pembangunan Tol Sumatera, Rel Kereta Api Trans Sumatera, Trans Papua menjadi “surga” pembangunan yang memerdekakan rakyat Indonesia.

Kebijakan “gila” Presiden Jokowi dalam membangun infrasstruktur di Indonesia ternyata tidak seperti perawakannya yang “kerempeng”. Tapi Jokowi lebih memilih “gemuk” dalam pengalokasian anggaran untuk Infrastruktur. Tidak seperti Presiden sebelumnya yang perawakannya gagah tinggi besar, namun “kerempeng” dalam pengalokasian anggaran pembangunan infrastruktur.

Prestasi “Gila” Jokowi

Seorang penulis Kompasiana bernama Aznil bahkan menuliskan opini berjudul (30 Prestasi “Gila” Presiden Jokowi 1 Tahun). Dalam hitungan kinerja satu tahun dicatat Kompasiana ini sudah 30 prestasi pembangunan infrastruktur dan program lainnya.

Tapi saya hanya mengutip bagian penting dari pemaparan artikel Aznil di http://www.kompasiana.com yang tayang 20 Oktober 2015 Pukul 08:55 WIB dan diperbarui pada 29 Oktober 2015 Pukul 02:46 WIB itu dibaca 458.829 pengunjung dengan komentar pembaca artikel 208 orang itu pada bidang pembangunan infrastruktur saja.

Pada tanggal 20 Oktober 2015 adalah masa 1 tahun Joko Widodo sebagai Presiden RI. “Bekerja, bekerja, bekerja” merupakan slogan dalam kepemimpinan Jokowi dalam menakhodai negara ini ternyata menghasilkan buah sangat menakjubkan yang belum pernah dicapai oleh presiden-presiden ada di dunia dalam jangka 1 tahun awal kepemimpinan.

Karena prestasi itu sulit didapat dengan kondisi Indonesia sebagai negara berkembang yang masih jauh tertinggal lalu ditambah budaya korupsi dan feodalis yang masih kental melekat di tubuh pemerintah dan perpolitikan yang berorientasi transaksional (proyek dan jabatan).

Serta masih kuatnya kekuatan lama bercokol di segala lapisan bukanlah suatu yang mudah bagi seorang pemimpin di negara ini untuk melakukan perubahan apalagi pemimpin tersebut berasal dari rakyat jelata bukan tokoh partai politik dan bukan pula seorang yang berasal dari keturunan bangsawan atau kaum bermodal besar.
Namun Jokowi mampu menghadapi kondisi tersebut untuk menjalankan program-programnya untuk memberikan terbaik kepada rakyatnya tanpa harus membusungkan dada dan tanpa terjadi konflik berdarah.

Meski Jokowi sadar dirinya adalah penguasa besar di negeri ini yang setiap orang bisa tunduk kepadanya tapi Jokowi menghadapinya dengan memberi keteladanan bekerja sebagai bhakti kepada negerinya menciptakan Indonesia negara besar dan bermartabat.

Kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki, Jokowi bersama bawahannya terus bergerak bekerja tanpa lelah dan tanpa kenal waktu melakukan terobosan-terobosan di segala sektor. Pada satu tahun masa kepemimpinan Jokowi tanggal 20 Okober 2015, banyak pihak-pihak lawan politiknya melontarkan penilian buruk pada pemerintaha Jokowi.

Dengan memanfaatkan dampak kenaikan BBM dan kondisi perekonomian global yang terjadi satu bulan belakangan ini menjadi pembenaran menilai bahwa Jokowi gagal dalam 1 tahun kepemimpinannya.

Kebijakan yang tidak populis ini kemudian didramatisir seperti Indonesia mengalami kiamat. Begitu juga berbagai berita-berita finah dan memutar balikan fakta tak luput menerjang Jokowi yang sudah masuk wilayah tidak rasional dan objektif lagi dalam berdemokrasi.

Meski Prresiden RI kerap diolok-olok dan difitnah oleh kekuatan lama dan para lawan politiknya, satu per satu dibalas dengan bukti kerja nyata dan niat lurus untuk bangsa dan negaranya.

Bidang Infrastruktur

Pembangunan Jalan Tol dalam visi Nawacita, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol.
Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih tercipta. Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murah–dibandingkan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk.

Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau. Di tahun 2015 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) memfokuskan diri untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek jalan tol.

Tol Trans Jawa Sumatera

Pembangunan jalan tol era setahun Jokowi menunjukkan hasil yang signifikan. Berdasarkan laporan kemajuan pelaksanaan per Agustus 2015 lalu dari Menteri PUPERA pembangunan jalan tol antara lain Jalan Tol Trans Jawa.

Jalan Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yang mencapai kemajuan berupa pengadaan tanah dan konstruksi:Ruas 1 Cikampek-Palimanan bahkan sudah beroperasi sejak 3 Juni 2015 merupakan jalan terpanjang saat ini di Indonesia.

Kemudian Ruas 2 Pejagan-Pemalang, Ruas 3 Pematang-Batang, Ruas 4 Batang-Semarang, Ruas 5 Semarang-Solo, Ruas 6 Solo-Ngawi, Ruas 7 Ngawi-Kertosono, Ruas 8 Mojokerto-Jombang-Kertosono, Ruas 9 Mojokerto-Surabaya.

Selanjutnya Jalan Tol Non Trans Jawa yang terdiri dari 8 ruas yakni Ruas 1 Ciawi-Sukabumi, Ruas 2 Gempol-Pandaan, Ruas 3 Gempol-Pasuruan, Ruas 4 Pasuruan-Probolinggo, Ruas 5 Waru-Wonokromo-Tanjung Perak, Ruas 6 Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa), Ruas 7 Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Ruas 8 Serang-Panimbang.

Pembangunan jalan tol juga merambah ke Pulau Sumatera. Seperti pembangunan Jalan Tol Sumatera (Bakauhuni – Aceh sepanjang 2.000 KM ). Untuk Jalan Tol Trans Sumatera terdiri dari 7 ruas yakni Ruas 1 Medan-Binjai, Ruas 2 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Ruas 3 Pekanbaru-Kandis-Dumai, Ruas 4 Palembang-Indralaya, Ruas 5 Bakauheni-Terbanggi Besar, Ruas 6 Terbanggi Besar-Kayu Agung, Ruas 7 Kayu Agung-Palembang-Betung.

Bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) khususnya masyarakat di keliling Danau Toba kunjungan Presiden Jokowi ke Danau Toba pada 21 Agustus 2016 lalu membawa secercah haparan dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Destinasi Wisata di Indonesia. Bahkan Jokowi menargetkan proyek Ring Road (Jalan Lingkar) Danau Toba akan selesai tahun 2019 (http://www.cometoliketoba.com).

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo juga menyaksikan pesona Danau Toba dari ketinggian di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (22/8/2016) lalu. “Kita baru melihat alternatif lokasi yang akan kita pakai untuk pengembangan kawasan Danau Toba, ini salah satu yang Sabtu malam kami rapatkan di Parapat,” kata Presiden Jokowi.

Wilayah Timur

Pembangunan era Jokowi memang adil dan merata di Indonesia. Pembangunan tol juga dibangun Sulawesi Utara. Seperti pembangunan Tol-Manado Bitung, Pengadaan lahan dari Ringroad Manado-SS Sukur, SS Sukur-SS Airmadidi.

Kemudian Tol Balikpapan-Samarinda. Untuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terdiri dari 5 paket yakni Paket 1 Km13-Sp. Samboja, Paket 2 Sp. Samboja-Palaran 1, Paket 3 Samboja-Palaran 2, Paket 4 Palaran-Jbt Mahkota, Paket 5 Km13-Sepinggan.

Kebijakan Jokowi dalam membangun infrastruktur di Indonesia seperti “raksasa”. Pembangunan Jalan Trans di Perbatasan Indonesia juga dibangun dan merupakan proyek luar biasa yang selama ini terabaikan oleh pemerintah.

Jalan Perbatasan

Semasa pemerintahan Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun dari pinggiran sebagaimana tertuang dalam visi Nawacita Presiden Jokowi. Pembangunan Jalan Trans Perbatasan seperti jalan perbatasan Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, terdapat 9 ruas jalan yang membentang sepanjang 771,36 kilometer dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.

Kesembilan ruas tersebut masing-masing adalah: Ruas 1 Temajuk-Aruk, Ruas 2 Aruk-Batas Kecamatan Siding/Seluas, Ruas 3 Batas Kecamatan Siding/Seluas-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong, Ruas 4 Batas Kecamatan Sekayan/Entikong-Rasau, Ruas 5 Rasau-Batas Kapuas Hulu/Sintang.

Kemudian Ruas 6 Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau-Lanjak, Ruas 7 Lanjak-Mataso (Benua Martinus)-Tanjung Kerja, Ruas 8 Tanjung Kerja-Putussibau-Nanga Era dan Ruas 9 Nanga Era-Batas Kaltim.

Selanjutnya jalan perbatasan NTT terdapat 6 ruas dengan total panjang mencapai 171,56 kilometer. Keenam ruas tersebut adalah: Ruas 1 Mota’ain-Salore-Haliwen, Ruas 2 Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak, Ruas 3 Turiskain-Fulur-Nualain-Henes, Ruas 4 Nualain-Dafala, Ruas 5 Dafala-Laktutus dan – Ruas 6 Laktutus-Motamasin.

Trans Papua

Kemudian Jalan Trans Papua, terdapat 12 ruas yang jika tersambung semua akan mencapai 4.325 kilometer. Keduabelas raus tersebut adalah: Ruas 1 Merauke-Tanah Merah-Waropko, Ruas 2 Waropko-Oksibil, Ruas 3 Dekai-Oksibil, Ruas 4 Kenyam-Dekai, Ruas 5 Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu.

Ruas 6 Wamena-Elelim-Jayapura, Ruas 7 Wamena-Mulia-Haga-Enarotali, Ruas 8 Wageta-Timika, Ruas 9 Enarotali-Wageta-Nabire, Ruas 10 Nabire-Windesi-Manokwari, Ruas 11 Manokwari-Kambuaya-Sorong, Ruas 12 Jembatan Holtekamp. Saat ini jalan Trans Papua yang sudah tersambung cukup panjang yaitu 3.498 kilometer – dengan kondisi aspal mencapai 2.075 kilometer dan sisanya masih berupa tanah/agregat.

 “Bergunung-gunung, berkelok-kelok menembus hutan, kiri-kanannya tebing dan lembah. Begitulah gambaran jalur jalan Trans Papua di ruas Wamena menuju Kenyam sepanjang 287 kilometer. Kemarin, saya menyusuri jalan baru itu sejauh tujuh kilometer dengan sepeda motor trail bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono. Jalan di ruas ini berada di ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut. Jalan ini dibuka oleh TNI dan dikerjakan bersama Kementerian PUPR. Dengan menyusurinya naik sepeda motor, kelihatan jelas kesulitannya. Bayangkanlah kerja mereka yang membangunnya. Ini supaya masyarakat di seluruh Tanah Air tahu betapa sulitnya membangun jalan di Papua. Jalan Trans Papua sepanjang 3.800 kilometer kini sudah berhasil dibuka. Meskipun banyak hambatan dan tantangan, tapi berkat kerja keras TNI dan Kementerian PU, Insya Allah pada 2019 nanti, 4.300 kilometer Trans Papua sudah terbuka dan dapat dilalui,” tulis Presiden Joko Widodo lewat akun media sosialnya, 11 Mei 2017 lalu.

MRT dan LRT

Pembangunan MRT dan LRT Pembangunan jalur Transportasi Massal di Jakarta, yaitu MRT dan LRT yang tertunda selama 24 tahun, pada massa kepemimpinan Jokowi sudah dimulai pengerjaaannya.

Pada Oktober 2013 lalu, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan MRT di kawasan Dukuh Atas. Proyek transportasi massal LRT dan MRT ini dimaksudkan supaya ada solusi permanen untuk mengatasi kemacetan parah yang terjadi selama ini di Jabotabek.

Pembangunan kedua model transportasi massal ini ditargetkan dalam 5 tahun harus selesai. Kojasi MRT direncanakan mulai dari Hotel Indonesia (HI) ke Kampung Bandan. Sedangkan LRT direncanakan mulai dari Cibubur, Halim, sampai ke Grogol, dan disambung dengan kereta ke (Bandara) Soetta Ada 7 koridor LRT.

Dua koridor yang dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018 adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

Semua perlintasan LRT di Jakarta direncanakan dibangun dengan jalur layang (elevated) sedangkan perlintasan MRT yang dibangun dalam dua jenis, yakni layang dan bawah tanah (underground).

Proyek pembangunan TAHAP 1 MRT adalah rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja-Bundaran HI. Rute ini juga ditargetkan bisa beroperasi paling lambat pada tahun 2018. Perlintasan Lebak Bulus-Sisingamangaraja merupakan jalur layang, sedangkan Sisingamangaraja-Bundaran HI merupakan jalur bawah tanah.

Progres pembangunan MRT dan LRT hingga Mei 2017 sudah menunjukkan hasil yang signifikan. Sejak bulan Oktober 2015 lalu sudah tahap pengerjaan MRT memasuki proses pembuatan terowongan bawah tanah untuk rute fase I di koridor selatan-utara. Terowongan bawah tanah itu menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Tol Laut

Pembangunan Pelabuhan Kapal/Tol Laut Program pembangunan Tol Laut dengan nama lain “Pendulum Nusantara” adalah sebuah program terobosan dilakukan Jokowi yang tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah sebelumnya.

Konsep ini memungkinkan Kapal-kapal besar bolak-balik membawa logistik dari barat ke timur atau sebaliknya. Pengembangan pelabuhan juga mendorong keberadaan pelabuhan laut dalam sehingga bisa disinggahi kapal-kapal besar.

Dengan terwujudnya program Tol Laut ini mampu menekan biaya logistik yang tinggi. Untuk itu perlu dibangun 5 pelabuhan dengan kategori deep sea port di pelabuhan seperti Kuala Tanjung Medan, – Tanjung Priok Jakarta-Tanjung Perak Surabaya-Makassar, dan-Sorong.

Pada bulan Mei 2015 lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan penyelesaian proyek revitalisasi alur pelayaran Barat dan pengembangan terminal Teluk Lamong di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pada waktu yang sama, Jokowi juga telah diresmikan proyek pembangunan Makassar New Port. Kondisi selama ini, pelabuhan Makassar hanya baru bisa menampung kapal-kapal yang berukuran tidak terlalu besar atau kapal kapasitas kecil.

Proyek New Port Makassar dibangun diatas lahan 300 hektar. Pada tahap pertama, pelabuhan Makasar dibangun memiliki kedalaman hingga 14 meter, panjang 320 meter dengan luas mencapai 16 hektar akan dapat menampung kapal yang berukuran 10.000 Gross Ton (GT ) yang mengangkut 4.000 peti.

Pada bulan Mei 2015, Kapal ‘Tol Laut’ pertama di Indonesia yaitu Mutiara Persada (MP) III telah dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal Tol Laut ini memiliki panjang (Lenght of All/LOA) 151 meter dan berat 15.000 Gross Tonage (GT) akan beroperasi PP rute Lampung – Surabaya. Kapasitas kapal ini dapat memuat 600 orang penumpang, 150 unit truk, dan 50 kendaraan pribadi.

Kalau menggunakan jalur darat dengan kendaraan truk, jarak tempuh antara Lampung ke Surabaya bisa memakan waktu antara 90 sampai 100 jam. Tapi bila menggunakan kapal, jarak tempuhnya hanya sekitar 39 jam G. Pada bulan Juni 2015, Presiden Joko Widodo) meresmikan beroperasinya 3 buah kapal motor penyeberangan (KMP) dan Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Ketiga kapal roll on roll off (roro) berbobot 5,000 GT yang diresmikan pengoperasiannya adalah seluruhnya merupakan hasil produksi galangan kapal nasional. Dengan dimensi panjang 109,40 meter, lebar 19,60 meter dan tinggi 5,60 meter, kapal roro ini mampu mengangkut 812 penumpang dan 142 unit kendaraan.

Tambahan 3 armada kapal roro dan satu dermaga baru yang semuanya dikerjakan anak bangsa sendiri ini, terbukti mampu mengatasi kemacetan dan antrean panjang di Pelabuhan Merak. Tak begitu mudah untuk sampai ke sini, ke Desa Tapaleo di Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah.

 “Senin pagi kemarin, saya masih di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Cuaca sedang buruk, awan pekat dan tebal di langit menuju Ternate. Bahkan hampir tidak bisa sampai ke Halmahera karena awan yang pekat untuk penerbangan. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di Tapaleo. Saya senang dapat bertemu warga di desa ini. Kata Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani, terakhir kali seorang presiden datang ke Tapaleo adalah 60 tahun lalu ketika Presiden Sukarno berkunjung ke sini tahun 1957. Di Tapaleo ini saya meresmikan tiga fasilitas pelabuhan di wilayah Tiga T (terpencil, terluar, terdalam). Pelabuhan Tapaleo di Halmahera Tengah, Pelabuhan Wayabula di Pulau Morotai, dan Pelabuhan Bicoli di Halmahera Timur menandai komitmen pemerintah membangun sarana transportasi di provinsi terluar Indonesia. Dan Maluku Utara adalah salah satu wilayah yang menjadi prioritas untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan. Saya minta agar frekuensi kapal yang datang ke Tapaleo lebih banyak. Sekarang dua minggu sekali. Kalau bisa ditambah jadi seminggu sekali, bahkan sehari sekali. Tiga pelabuhan ini agar dijaga dan dirawat. Jangan sampai ada pungutan liar yang nanti jadi beban tambahan rakyat Maluku Utara,” tulis Presiden Joko Widodo diakun Facebook miliknya, 9 Mei 2017 lalu.

“Sebuah kehormatan dari lembaga adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, tersampir di pundak saya kini: gelar Kapiteng Lau Pulo. Disematkan pada Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi di Pantai Pagatan, kemarin, gelar ini mengandung harapan untuk menjaga kedaulatan laut dan pulaunya. Pesta Adat Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu ini menjadi bukti bahwa jati diri kita, karakter kita, budaya kita adalah kodrat dari bangsa dan negara kita Indonesia, yaitu bangsa maritim. Kita telah lama memunggungi lautan, padahal kekayaan kita ada di laut. Bahkan diperkirakan sumber daya alam laut Indonesia memiliki potensi kurang lebih Rp17 ribu triliun setiap tahun, kalau kita kelola dengan baik,”tulis tulis Presiden Joko Widodo diakun Facebook miliknya, 8 Mei 2017 lalu.

Trans Kereta Api

Pembangunan Trans Kertea Api di Luar Pulau Jawa Pemerintah Jokowi akan menggenjot pembangunan infrastruktur rel kereta api di empat pulau luar Pulau Jawa. Dalam lima tahun, pemerintah ingin membangun 3.258 kilometer dengan memakan anggaran danasebesar Rp. 234 triliun.

Ini adalah sebuah proyek raksaa dalam sejarah perkeretaan api Indonesia setelah massa penjajahan Belanda. Rel KA yang akan dibangun berupa: A. Koridor KA Trans Sumatera Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa. Pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun.

Program Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dengan panjang sekitar 2.500 km tersebut dibuat menjadi empat kluster. Kluster pertama di Provinsi Aceh, kluster kedua di Sumatea Utara, kluster ketiga di Sumatera Barat, dan kluster keempat di Sumatera Bagian Selatan.

Progress perkembangan pembanguna Koridor KA Trans Sumatera untuk daerah Dumai Provinsi Riau pembangunan rel kereta api sudah dimulai sejak bulan Oktober 2015 lalu. Untuk jalur dari Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu ke arah Dumai pengerjaan sudah dimulai dengan melakukan pemerataan tanah sejak bulan Mei 2015.

Proses rencana pembangunan untuk daerah daerah Provinsi Jambi sepanjang 218 KM telah selesai pada Juli 2015 dan sekarang masuk tahapan. Design Engineering Detail (DED) untuk pembangunan terowongan KA yang melewati kawasan perbukitan Setinjau Laut di Sumatera Barat telah disiapkan.

Di Sumatera Barat akan segera pengoperasian kereta bandara tahun 2016. Ini daftar pembangunan rel kereta api Koridor Trans Sumatera: a. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sumatera: -Jalur KA baru Bireun-Lhokseumawe-Langsa-Besitang -Jalur KA baru Rantauprapat-Duri-Dumai -Jalur KA baru Duri-Pekanbaru -Jalur KA baru Pekanbaru-Muaro.

Kemudian Jalur KA baru Pekabaru-Jambi-Palembang -Jalur KA baru Simpang-Tanjung Api-Api -Jalur ganda KA Prabumulih-Kertapati -Jalur ganda KA Baturaja-Martapura -Jalur ganda KA Muara Enim-Lahat -Jalur ganda KA Cempaka -Tanjung Karang -Jalur ganda KA Sukamenanti-Tarahan -Jalur KA baru Rejosari/KM3-Bakauheni.

Selanjutnya Reaktivasi Jalur KA: -Binjai-Besitang-Padang Panjang-Bukit Tinggi-Payakumbuh -Pariaman-Naras-Sungai Limau -Muaro Kalaban-Muaro. Pembangunan Kereta Api Perkotaan/Jalur Ganda/Elektrifikasi/Jalur Baru Akses ke Pusat Kegiatan: -Perkotaan Medan (Jalur Ganda KA Medan-Araskabu-Kualanamu) -Perkotaan Padang (Padang-BIM dan Padang-Pariaman)-Perkotaan Batam (Batam Center-Bandara Hang Nadim)-Perkotaan Palembang (Monorel).

Pembangunan Kereta Api Akses Bandara: -Bandara Kualanamu, Medan (peningkatan kapasitas) -Bandara Internasional Minangkabau, Padang -Bandara Hang Nadim, Batam -Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Pembangunan Kereta Api Akses Pelabuhan: -Pelabuhan Lhokseumawe -Pelabuhan Belawan -Pelabuhan Kualatanjung -Pelabuhan Dumai -Pelabuhan Tanjung Api-Api -Pelabuhan Panjang -Pelabuhan Bakauheni.

Koridor Trans Kalimantan Progres pengerjaan fisik jalur kereta api (KA) yang khusus melintasi jalur perbatasan di Kalimantan Barat (Kalbar) sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Juni 2015 lalu. Rel kereta dibangun sepanjang 2.428 dan melintas dari Pontianak hingga Samarinda di Kalimantan Timur.

Pembangunan KA Khusus/Batubara/Akses Pelabuhan (Skema KPS): -Muara Wahau-Muara Bengalon -Murung raya-Kutai Barat-Paser-Panajam Paser Utara-Balikpapan -Puruk Cahu-Mangkatib b. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Kalimantan: -Jalur KA baru rute Tanjung-Paringin-Barabai-Kendangan-Rantau-Martapura-Banjarbaru-Bandara Syamsuddin Noor-Banjarmasin (196,27 Km).

Jalur KA baru rute Balikpapan-Samarinda (89,23 Km) -Jalur KA baru rute Tanjung-Tanah-Grogot-Balikpapan (233,78 Km), -Jalur KA baru Palangkaraya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas-Marabahan-Banjarmasin (193,73 Km), -Jalur KA baru Palangkaraya -Sangau-Pontianak-Batas Negara -Jalur KA baru Samarinda-Sangata-Tanjung Redep-Batas Negara.

Pembangunan Kereta Api Akses Bandara, Bandara Syamsuddin Noor C. Koridor KA Trans Sulawesi Jalur kereta api Trans-Sulawesi adalah jaringan jalur kereta api yang dibangun untuk menjangkau daerah-daerah penting di Pulau Sulawesi.

Proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi ditargetkan mencapai panjang 2.000 kilometer dari Makassar ke Manado. Kereta api yang akan dikembangkan di Sulawesi berbeda dengan kereta api yang ada sebelumnya. Kereta api yang akan dibangun di Sulawesi jauh lebih modern dan berkecepatan lebih tinggi.

Koridor KA Trans Sulawesi: Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sulawesi: -Jalur KA baru Manado-Bitung ( 48 km) -Jalur KA baru Bitung-Gorontalo-Isimu -Jalur KA baru Pare Pare-Mamuju -Jalur KA baru Makassar-Pare Pare (145 km) -Jalur KA baru Makassar-Sungguhminasa-Takalar-Bulukumba-Watampone -Jalur KA baru Mamuju-Palu-Isimu.

Pembangunan Kereta Api Perkotaan: -Perkotaan Makassar dan sekitarnya -Perkotaan Manado. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara/Pelabuhan: -Bandara Sultan Hasanuddin -Pelabuhan Garonggong, Pelabuhan New Makassar -Pelabuhan Bitung. Koridor Trans Papua – Rute : Manokwari-Sorong, (pekerjaannya sedang dikebut) – Rute : Manokwari-Nabire.

Pembangunan Rel Kereta Api Ganda di Pulau Jawa Pembangunan lintasan Rel kereta api dua jalur (double track) yang menghubungkan ujung Barat Pulau Jawa hingga ujung Timur Pulau Jawa atau menghubungkan provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat menuju Provinsi Jawa Timur hampir selesai pengerjaanya.

Pembangunan double track saat in hanya tinggal di Jawa Timur saja terkendala oleh keberadaan titik-titik persimpangan. Untuk di wilayah tengah (perlintasan tengah di Jawa Timur) yakni di Saradan, karena adanya 4 perlintasan satu bidang dan lainnya di wilayah Lamongan, ada 2 perlintasan sebidang ditargetkan double track ini terealisasi dan bisa dipakai pada akhir 2017.

Dengan adanya double track akan mem‎bantu mengurai kemacetan dan mengurangi beban jalan di Jawa. Saat ini, jika dengan single track hanya mampu mengangkut‎ 80 trip per hari, nanti jika double track sudah selesai bisa mengangkut (peti kemas ukuran 40 feet) sampai tiga kali lipat, jumlah sekarang.

Dari pemaparan hasil pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi dan Kabinetnya itu, tentunya kita patut bersyukur dalam mengisi kemerdekaan RI ke 74 Tahun 2019 ini. Ternyata kebijakan Presiden Jokowi dalam menggelontorkan dana pembangunan infrastruktur yang sangat “gendut” bertolak belakang dari perawakan Jokowi yang “kerempeng”. 

Akhir Kata Saya Bangga Dengan Kinerja Presiden Jokowi dan Kabinetnya dan Saya Bangga Telah Memilih Jokowi Pada Pilpres 2014 Lalu. Pencoblosan Pilpres Rabu 17 April 2019 Saya Dan Keluarga Sudah Semakat dan Berdoa Untuk Kembali mencoblos Foto Jokowi di Kertas Suara Pilpres. (Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)
 

Positioning PSI, Empati Rakyat dan Kegaduhan Politisi

Oleh: Ir Tigor GH Sinaga

Jambipos-Penonton lebih pintar dari pemain. Itu jargon lama yang sering kita dengar sampai saat ini. Hal yang sama juga tersirat, ketika kita membaca komentar-komentar yang berseliweran di antara kita, di media cetak,TV ataupun media online.

Sebagai penonton sering kita lupa bahwa, pemain, pelatih dan manager sebuah team lebih tau dimana kekuatan dan strategi apa yang harus dipakai dalam setiap pertandingan, begitu juga halnya dengan seluruh partai peserta pemilu yang saat ini sedang bertarung merebut hati rakyat.

Suka tidak suka, senang tidak senang , apa yang dilakukan PSI telah mencelikkan mata  rakyat, mata kita, termasuk saya. Teriakan-teriakan PSI telah menyadarkan  kita yang nyaris terlelap,  kita tersadarkan bahwa negara ini nyaris  hancur karena sikap intoleransi dan budaya koruptif yang semakin merajalela.

Teriakan dan perjuangan tanpa lelah teman-teman PSI tentang kesamaan hak seluruh rakyat untuk memperoleh kesempatan pendidikan, pekerjaan dan kesempatan beribadah telah memberikan empati tersendiri bagi partai baru ini.

Pujian tentang konsistensi, keberanian mengungkapkan fakta-fakta secara lugas, tuntas, tanpa pandang bulu, telah memberikan harapan baru bagi rakyat yang sudah sangat jenuh dengan janji-janji politik partai lama. Setidaknya itu yang saya tangkap dari ekspresi dan aspirasi rakyat bawah, ketika bersosialisasi keliling dapil di Provinsi Jambi.

Banyak pujian, harapan dan titip  salam untuk Grace Natalie yang telah menyentuh dan menyadarkan mereka. Secara kasat mata, positioning PSI menempatkan diri untuk menyuarakan kondisi dan ketimpangan  sosial yang ada pada masyarakat sudah tepat dan tak terbantahkan. Sikap anti intoleransi dan anti korupsi dengan  keberanian mengungkap fakta-fakta  menjadi pembeda partai ini dengan partai lain.

“Kami sangat senang ada partai yang mau dan berani  menyuarakan ketimpangan sosial selama ini. Kebinekaan adalah anugerah yang harus kita jaga dan kita rawat. Itulah keunikan dan kekayaan bangsa ini,” demikian pendapat Sihotang, salah satu tokoh muda Batak di Jambi.

Berdasarkan data statistik kependudukan, setidaknya  ada 14 % masyarakat Indonesia  yang merasakan ketimpangan seperti yang dirasakan Sihotang di atas. Mereka yang selama ini  termarjinalkan karena isu sara dan kebebasan beribadah.

Empati lain atas perjuangan PSI ini juga datang dari sebagian kelompok nasionalis murni yang sangat cinta dengan kebinekaan dan kesatuan Indonesia. Beralihnya empati kelompok nasionalis murni ini kepada PSI, telah menimbulkan kegaduhan politik di tanah air belakangan ini.

Kegaduhan, kritik dan bahkan  caci maki sekelompok elit politik kepada PSI dari  mereka yang   merasa terganggu ketika PSI membuka fakta,  seolah menelanjangi borok mereka sebagai partai lama yang selama ini  tertidur terlelap.

Positioning (Penentuan Posisi) dan teriakan perjuangan Anti Korupsi dan Anti Intoleransi, PSI sudah sangat tepat dan menyentuh hati rakyat, yang akan  mendukung dan segera  mengantarkan  partai baru ini ke parlemen melewati ambang batas parlementry tresshold.

Kegaduhan, kritik dan caci maki itu hanya milik elite yang terganggu dengan kebisingan teriakan PSI, sementara rakyat kebanyakan menikmati teriakan itu sebagai lagu senam pagi yang membangunkan mereka  dan mengiringi kecerahan pagi, secerah Indonesia bersama PSI. S e m o g a.(JP-Penulis Adalah Calon Anggota DPR-RI  PSI Wakil Rakyat Jambi)
 

Raker PWI Pusat, Menjawab Tantangan Arus Idealisme dan Realita

Written By jambipos-online on Rabu, 23 Januari 2019 | 07:29

Para tokoh PWI tampil dalam Raker PWI di Jakarta hari pertama 21 Januari 2019. Dari kiri Sekjen Mirza Zulhadi (moderator), Ketua Umum PWI Atal S. Depari, Ketua Dewan Pembina Ilham Bintang, Ketua Dewan Penasihat Margiono. (Foto : PWI/Dias)
Jambipos, Jakarta-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, menggelar Rapat Kerja di Jakarta, Senin-Selasa 21-22 Januari 2019. Raker ini merupakan rapat kerja pertama, sejak terbentuk pengurus baru di bawah Ketua Umum Atal Sembiring Depari, hasil Kongres PWI di Surakarta, 27-30 September 2018.

Pada kesempatan itu, Atal Sembiring Depari menegaskan kembali  janjinya  di depan kongres, bahwa di tengah perkembangan media massa dan media sosial Tanah Air yang diwarnai berbagai perubahan, ia akan membawa PWI lima tahun kedepan dengan visi baru. 

"Menjadikan PWI organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi  lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital. PWI jaman sekarang," katanya.

Wujud dari PWI jaman sekarang ini, misalnya dalam pengelolaan organisasi, akan dikelola menggunakan platform IT PW-Iapp. Dengan aplikasi yang ada, bisa melayani kebutuhan interaksi hingga informasi Pengurus Pusat , Provinsi hingga kabupaten, serta anggota PWI seluruh Indonesia. 

Juga masyarakat yang ingin tahu kegiatan PWI Pusat diberbagai bidang, mulai dari kegiatan pendidikan : Sekolah Jurnalisme Indonesia(SJI), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), hingga kegiatan lain di dalam dan luar negeri. 

Disebutkan, bahkan dari PWIapp itu juga, kelak dapat dijadikan sarana pendidikan jarak jauh, sehingga bisa diakses semua anggota PWI, terutama yang berada di berbagai pelosok Indonesia. Adapun untuk menjangkau kaum milenial, PWI menggunakan media sosial, seperti instagram, facebook, youtube, dll. "Pokoknya semuanya cukup dari ponsel masing-masing," ujar Atal Depari.

Seiring dengan pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden yang puncaknya 17 April 2019, PWI akan mengaktifkan kembali Mapilu (Masyarakat Pemantau Pemilu) PWI, untuk melakukan pemantauan pelaksanaan Pemilu dari Sabang sampai Merauke, agar terciptanya Pemilu yang bersih. Tentu dengan dukungan dan kerja bersama anggota PWI yang tersebar di 34 Provinsi.

Idealistis vs Realistis 

Rapat kerja yang berlangsung Senin-Selasa itu, dipuncaki dengan seminar dengan mengangkat topik "Peranan Pers di Era Digital dalam Mendukung Pembangunan Daerah". Menampilkan tiga pembicara: Gubernur DKI Jakarta, Ketua Dewan Pers dan Direktur Utama Bank DKI
Ketua PWI Pusat Atal Depari dan Gubernur DKI Anies Baswedan.
Seluruh peserta rapat kerja, sepakat bahwa dalam menjalankan tugas, pers harus berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.  Dalam kongres PWI di Solo 2018, malah menambah satu lagi Kode Etik Perilaku. Dengan dua kode etik ini, dimaksudkan agar profesi wartawan bisa dijalankan dengan profesional dan berintegritas.  

Disesalkan jika pers mengabaikan Kode Etik Jurnalistik, demi mengikuti irama kendang pihak lain (polisi), sehingga kehilangan sikap kritis. Contoh terbaru, bagaimana media sosial dan media mainstream beramai-ramai  "menghakimi"  Vanessa Angel, dalam kasus prostitusi via online.

Menurut Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, saat ini ada tiga kategori ancaman terhapat pers : pemerintah, preman (di belakangnya partai) dan pemilik modal, yang 95% berafiliasi pada partai.

Seiring dengan itu, Indek Kebebasan Pers yang diumumkan oleh Dewan Pers menunjukkan bahwa intervensi pemerintah pada media menurun, sedangkan intervensi pemilik media atau pemilik modal pada news room (wartawan) meningkat.

Diksi "intervensi", khususnya untuk pemilik media, pemilik modal  pada nesw room, wartawan memancing pro kontra. Pihak yang pro, menganut pandangan bahwa pemilik media. pemiliki modal tidak boleh mencampuri idealisme kerja redaksi dan wartawan yang otonom: berpihak kepentingan umum. Sedangkan yang kontra, melihat secara realistis bahwa usaha media harus dijalankan  pemilik modal/ media, bersama  wartawan/news room agar tetap hidup, apalagi di tengah kondisi pers yang sulit sekarang ini.  

Margiono, yang menjabat Ketua Umum PWI dua periode, yang kini duduk sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI, mengingatkan bahwa media tidak hidup di ruang hampa, karena itu harus belajar pada kondisi riil. 

"Sepanjang seseorang menjadi wartawan, ya harus tunduk pada (pemilik) medianya. Kalau tidak mau tunduk, ya bikin media sendiri,"ujarnya. Seraya menambahkan, bahwa wartawan   harus membela perusahaan supaya tetap hidup.(JP-Rel/Lee)
 

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi


Selangkah Lagi, Fachrori Umar Resmi Jabat Gubernur Jambi Definitif

Written By jambipos-online on Selasa, 22 Januari 2019 | 18:26

Pemberhentiaan Zumi Zola dibacakan dalam Sidang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa (22/1/2019).IST
Jambipos, Jambi-Selangkah lagi, H Fachrori Umar resmi menjabat Gubernur Jambi definitive, pasca diberhentikannya Zumi Zola dari jabatan Gubernur Jambi karena berstatus terpidana. Pemberhentiaan Zumi Zola dibacakan dalam Sidang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa (22/1/2019).

Pembacaan SK tersebut dilakukan oleh Sekretaris DPRD Provinsi Jambi, Emi Nopisah, dalam Keppres Nomor 7/P Tahun 2019 tentang pengesahan pemberhentian Gubernur Jambi masa jabatan tahun 2016-2021 dan penunjukkan pelaksana tugas Gubernur Jambi masa jabatan 2016-2021. Keppres itu ditetapkan di Jakarta pada 16 Januari 2019.

Pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi itu juga disampaikan usulan pengangkatan Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar menjadi Gubernur Jambi devinitife. Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jambi ini juga sekaligus menyampaikan agenda hasil rapat Badan Musyawarah DPRD Provinsi Jambi pada tanggal 21 Januari 2019 tentang penyampaian usulan pengesahan Wakil Gubernur Jambi menjadi Gubernur Jambi (Pergantian Antar Waktu-PAW) sisa masa jabatan 2016-2021.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan Wakil Gubernur Jambi masa jabatan 2016-2021 menjadi Gubernur Jambi sisa masa jabatan tahun 2016-2021 kepada Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri. 

“Hal ini untuk disahkan pengangkatannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setelah menerima surat pemberhentian Zumi Zola maka sekarang kita usulkan Plt Gubernur Jambi untuk menjadi Gubernur Jambi definitif. Pelantikannya nanti di Jakarta. Mudahan-mudahan bulan depan sekira tanggal 14 Februari 2019 sudah dilantik,” katanya.

Cornelis berharap secepatnya terlaksana sehingga kebijakan-kebijakan strategis dapat diputuskan demi tercapainya Jambi Tuntas 2021.

“Semoga tidak terdapat hambatan lagi untuk pelantikan. Sehingga hal-hal strategis dapat diambil keputusannya oleh Gubernur Jambi yang baru. Semoga dengan Gubernur Jambi definitive seluruh kebijakan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Terpisah, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar  kepada wartawan mengatakan, dirinya akan fokus pada program yang sudah ada seperti beasiswa, pembangunan desa dan pembangunan infrastruktur lainnya.

Sementara Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Provinsi Jambi Rahmat Hidayat menyampaikan untuk tahap pelantikan selanjutnya, sedang diusulkan Provinsi Jambi masuk bersama kedalam pelantikan Gubernur Jawa Timur dan Riau pada 14 Februari 2019 mendatang.

Disebutkan, jangka waktu pengisisan jabatan wakil Gubernur Jambi tenggat waktunya waktu 18 bulan setelah pemberhentian. (JP-Lee)
 

Tujuh Pelaku Narkoba Diringkus Polres Merangin

Tujuh pelaku narkoba, diringkus aparat Kepolisian Resor Merangin. Ketujuh pelaku yakni, WY (34) PS (32) DF (22) MS (54) BT (49) OB (40) dan MB (38). Dari ketujuh pelaku diamankan barang bukti narkotika jenis shabu-shabu 19 gram dan ganja 12 gram.
Jambipos, Merangin-Tujuh pelaku narkoba, diringkus aparat Kepolisian Resor Merangin. Ketujuh pelaku yakni, WY (34) PS (32) DF (22) MS (54) BT (49) OB (40) dan MB (38). Dari ketujuh pelaku diamankan barang bukti narkotika jenis shabu-shabu 19 gram dan ganja 12 gram.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya,SIK,MH saat konferensi pers, Senin (21/1/2019) membenarkan penangkapan ini. Kapolres mengatakan, ketujuh tersangka ditangkap di lokasi berbeda. 

“Sebagian sudah menjadi target operasi kita, dan salah satu pelaku merupakan residivis,” sebut I Kade Utama Wijaya. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan Narkoba. “Ancaman minimal empat tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas I Kade Utama Wijaya.(JP-Bay)

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi
KLIK Benner Untuk Selengkapnya


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Raker PWI Pusat 2019

Raker PWI Pusat 2019
Menjawab Idealisme dan Realita Era Media Digital

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya