Berita Terbaru

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru
KLIK Benner Versi Baru di www.jambipos.id (BETA)

Daniel Sijan Pendiri Jambipos

Daniel Sijan Pendiri Jambipos
Tokoh Pers Jambi
INDEKS BERITA TERBARU

Penanganan Sampah di Kota Jambi Seperti “Panas Tahi Ayam”

Written By jambipos-online on Kamis, 11 Juli 2019 | 18:20

Tumpukan sampah di jalan baru Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (10/7/2019). Lokasi pembuangan sampah tampak sepanjang 50 meter di pinggir jalan dan sudah setengah permanen tanpa adanya penertiban dari sat Pol PP Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos, Jambi-Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, masyarakat dilarang membuang sampah sembarangan hanya “Panas Tahi Ayam”. Penindakan Perda ini sempat heboh hingga jadi berita nasional awal januari 2019 lalu.

Dari persidangan di PN Jambi Januari 2019 lalu, pasalnya Pemerintah Kota Jambi menyerat Ali Johan Slamet, seorang pelaku yang membuang sampah sebanyak satu kubik pada siang hari hingga ke sidang di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (8/1/2019) lalu. 

Ali Johan kedapatan membuang sampah tidak sesuai aturan di RT 21 Jalan Bangka, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung kala itu.

Selain itu, waktu buang sampah sudah diatur, yakni mulai Pukul 18.00 WIB hingga Pukul 06.00 WIB di tempat pembuangan sampah (TPS) yang telah disediakan. Ia ditangkap warga dan dilaporkan ke Lurah, lalu diamankan Satpol PP Kota Jambi pada Sabtu Januari 2019 lalu. 

Di persidangan, pelaku divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jambi. Terdakwa dikenakan denda Rp20 juta subsider kurungan 1 bulan 15 hari.

Kepala Bidang Penegak Peraturan Daerah Satpol PP Kota Jambi, Said Faisal, mengatakan, berdasarakan hasil sidang tindak pidana miring (Tipiring) di Pengadilan Negri Jambi, terdakwa dikenakan denda Rp20 juta subsider kurungan 1 bulan 15 hari. “Tapi, tadi sudah langsung dibayar dendanya Rp 20 juta. Itu masuk ke KAS daerah,” kata Said.

Namun kini, praktek pembungan sampah secara besar-besaran tetap saja terjadi di Jalan baru, Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Dari pantauan Jambipos, Rabu (10/7/2019) areal pembuagan sampah itu ada sepanjang 50 meter di sebelah kiri jalan dari simpang lampu merah Jembatan Batanghari II menuju Payo Silincah. 

Tampah sampah berserakan di pinggir jalan dan dibiarkan begitu saja. Bahkan Satpol PP Kota Jambi sebagai pendindak Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, terkesan tutup mata atas keberadaan sampah di jalan baru tersebut.

Bahkan pihak Kecamatan Jambi Timur juga tidak melakukan pengintaian oknum-oknum yang membuang sampah secara rutin di lokasi terlarang tersebut. 

Sementara kini Pemerintah Kota Jambi membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dengan menggunakan sistem Sanitary Landfill, yang berada tepat bersebelahan dengan lokasi TPA, Talang Gulo, Jambi.

Proyek yang digagas Wali Kota Jambi sebelumnya yakni dr Bambang Priyantoo ini berasal dari dana bantuan hibah KFW Jerman (Bank Pembangunan Jerman) tersebut, setiap selnya, mampu menampung sebanyak 620.000 ton kubik sampah selama 5 tahun.

Sistem sanitary landfill memiliki keunggulan, yaitu sampah yang masuk ke TPA sudah melalui tahapan pemilahan, sehingga yang diprioritaskan masuk adalah sampah organik. Sampah yang berasal dari sumber, terlebih dahulu akan melalui tahap pemilahan, daur ulang, dan sebagian akan menjadi bahan baku energi dalam pengolahan Waste to Energy (WTE).

Komitmen ini merupakan bagian dari kampanye “Go Green” yang gencar di kampanyekan Pemerintah Kota Jambi, sebagai langkah untuk menyelamatkan lingkungan di Kota Jambi dan Indonesia.(JP-Asenk Lee)
Tumpukan sampah di jalan baru Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (10/7/2019). Lokasi pembuangan sampah tampak sepanjang 50 meter di pinggir jalan dan sudah setengah permanen tanpa adanya penertiban dari sat Pol PP Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

Tumpukan sampah di jalan baru Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (10/7/2019). Lokasi pembuangan sampah tampak sepanjang 50 meter di pinggir jalan dan sudah setengah permanen tanpa adanya penertiban dari sat Pol PP Kota Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
 

Penangkapan Gubernur Kepri Diduga Terkait Izin Reklamasi

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani (kiri) dan Wakil Gubernur Nurdin Basirun di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 12 Februari 2016. ( Foto: Antara )

Jakarta-Tim satuan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut menangkap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun dan lima orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (10/7/2019).

Selain kepala daerah, lima orang lainnya yang ditangkap terdiri dari unsur Kepala Dinas, Kepala Bidang, PNS dan pihak swasta.

Para pihak itu diringkus lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepri.

"Diduga transaksi terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepri," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Tak hanya membekuk para pihak yang diduga terlibat praktik rasuah, dalam OTT ini tim Satgas KPK juga menyita uang tunai yang diduga barang bukti suap. Sejauh ini, uang tunai yang disita tim Satgas berjumlah sekitar Sin$ 6.000 (Rp 62,3 juta).

"Diamankan uang Sin$ 6.000," kata Febri.

Para pihak yang diamankan saat ini sedang diperiksa di Mapolres setempat. Setelah pemeriksaan awal, para pihak yang diringkus akan dibawa ke Gedung KPK di Jakarta untuk diperiksa intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

"Ada enam orang yang diamankan tim dan dibawa ke Polres setempat," katanya.

KPK Amankan 6 Orang

Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap enam orang dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (10/7/2019). Berdasar informasi, salah satu pihak yang turut diamankan merupakan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun.

Saat dikonfirmasi, Jubir KPK, Febri Diansyah tak membantah adanya kepala daerah yang turut dibekuk. Namun, Febri masih enggam mengungkap identitas kepala daerah tersebut. Selain unsur kepala daerah, lima orang lainnya yang turut diringkus dalam OTT ini terdiri dari unsur pejabat daerah di Kepri dan pihak swasta.

"Kepala daerah, kadis, kabid, PNS dan swasta," kata Febri.

Para pihak yang diamankan saat ini sedang diperiksa intensif di Mapolres setempat. Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka. 

"Ada 6 orang yang diamankan tim dan dibawa ke Polres setempat," katanya.(*)


Sumber: Suara Pembaruan
 

Jurnalis Jambipos Merangin Menagih Janji (PHP) Bupati Merangin Al Haris

Written By jambipos-online on Jumat, 31 Mei 2019 | 08:55

Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Merangin Periode 2018-2023 Oleh Plt Gubernur Jambi H Fachrori Umar di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi Sabtu 22 September 2018. Dok Jampos.
Jambipos, Jambi-Melenggangnya Al Haris yang berpasangan dengan Mashuri Jadi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Merangin Periode 2018-2023 tak terpungkiri berkat pemberitaan positif tertang kinerja Al Haris sebagai Bupati Merangin periode sebelumnya. Dan merekapun sudah dilantik oleh Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi, Sabtu (22/9/2018) lalu. 

Namun pada suksesi Al Haris pada period eke dua, Al Haris merangkul seluruh Jurnalis di Kabupaten Merangin untuk mendukung dan mengajak untuk menulis pemberitaan hal-hal positif tentang pembangunan Kabupaten Merangin selama 5 tahun kepemimpinan Al Haris jadi Bupati Merangin.

Termasuk Jurnalis Senior Jambipos di Merangin Yahya secara khusus diundang Al Haris ke rumah dinasnya agar tidak menulis liputan-liputan yang mengganggu suksesi Al Haris ke Period eke dua.
Al Haris saat itu mengajak Jurnalis Jambipos (Yahya) untuk menulis “keburukan-keburukan” rivalnya Cabub Merangin Nalim.

“Yahya tolong saya tak usah bikin berita buruk. Sorot Nalim aja. Kamu dikasi Rp 2 Juta per bulan,” ujar Al Haris seperti ditirukan Yahya kepada Redaksi Jambipos.

Menurut Yahya, ternyata Al Haris hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP). “Saat saya dipanggil sendiri ke rumahnya, ada saksi tiga orang saat itu yakni  Amin (Ajudan), Lukma dan Tarno (mantan Kades Pulau Tujuh. Janji Al Haris itu didengar oleh ketiga saksi itu,” kata Yahya.

Yahya yang menjabat Kabiro Jambipos di Merangin juga sudah dua kali mengajukan surat kepada Humas Pemkab Merangin soal kerjasama pemberitaan kegiatan Bupati, Wakil Bupati, Sekda Merangin. 


Baca: Dua Ajudan Al Haris Bantah Berita PHP

Yahya juga meminta keadilan dalam porsi biaya kerjasama Jambipos dengan Pemkab Merangin yang hingga kini hanya Rp 3 Juta selama 12 bulan (1 Tahun). Padahal selama ini Jambipos secara rutin dengan niat baik menjalin kerjamasa dengan Pemkab Merangin termasuk dengan Bupati Merangin Al Haris.

Menanggapi keluhan Yahya ini, Redpel Jambipos Asenk Lee Saragih menyarankan agar Yahya membicarakan hal itu dengan Bupati Merangin Al Haris dan Kabag Humas Merangin. Sehingga kerjasama yang telah terjalin selama ini dengan baik jangan terputus, namun lebih dipererat lagi dengan biaya kerjasama yang wajar. (JP-Redaksi)
 

Rekapitulasi Pilpres Tuntas, Jokowi Menang 55,5%

Written By jambipos-online on Selasa, 21 Mei 2019 | 07:27

Jokowi-Maruf Amin Menang.
Jakarta-Komisi Pemilihan Umum (KPU) merampungkan proses rekapitulasi pemilihan presiden 2019, Senin (20/5/2019) malam, di mana hasilnya calon petahana Joko Widodo (Jokowi) memenangi pemilihan dengan merebut 21 provinsi dan pemilihan luar negeri, dan Prabowo Subianto menang di 13 provinsi.

Kepastian itu didapat setelah rekapitulasi terakhir untuk Provinsi Papua dituntaskan, di mana Jokowi-Maruf Amin mendapat 3.021.713 suara dan Prabowo-Sandiaga Uno hanya mendapat 311.352 suara.

Berdasarkan data yang dihimpun redaksi dari total rekapitulasi per provinsi yang telah diumumkan KPU, Jokowi mendapat total 85,6 juta suara, sementara Prabowo 68,65 juta suara. Persentase kemenangan Jokowi adalah 55,5 persen dari 154,26 juta suara sah yang masuk, atau unggul 16,96 juta suara.

Jokowi menang di Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku, dan Papua.

Prabowo unggul di Bengkulu, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Sulawesi Tenggara, Aceh, NTB, Sumatera Barat, Jawa Barat, Riau, dan Sulawesi Selatan.

Berikut ini rincian data rekapitulasi hasil pilpres untuk 34 provinsi:

1. Bali
Pasangan 01: 2.351.057
Pasangan 02: 213.415

Jumlah suara sah: 2.564.472
Suara tidak sah: 52.338
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 2.616.810

2. Bangka Belitung
Pasangan 01: 495.729
Pasangan 02: 288.235

Jumlah suara sah: 783.964
Suara tidak sah: 22.927
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 806.891

3. Kalimantan Utara
Pasangan 01: 248.239
Pasangan 02: 106.162

Jumlah suara sah: 354.401
Suara tidak sah: 4.840
Jumlah seluruh suara sah dan tidak sah: 359.241

4. Kalimantan Tengah
Pasangan 01: 830.948
Pasangan 02: 537.138

Jumlah suara sah: 1.368.086
Suara tidak sah: 3.3612
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 1.401.698

5. Gorontalo
Pasangan 01: 369.803
Pasangan 02: 345.129

Jumlah suara sah: 714.932
Suara tidak sah: 8.148
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 723.080.

6. Bengkulu
Pasangan 01: 583.488
Pasangan 02: 585.999

Jumlah suara sah: 1.169.487
Suara tidak sah: 26.862
Jumlah suara sah dan tidak sah: 1.196.349

7. Kalimantan Selatan
Pasangan 01: 823.939
Pasangan 02: 1.470.163

Jumlah suara sah: 2.294.102
Suara tidak sah: 88.001
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.382.103

8. Kalimantan Barat
Pasangan 01: 1.709.896
Pasangan 02: 1.263.757

Jumlah suara sah: 2.973.653
Suara tidak sah: 56.256
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.029.909

9. Sulawesi Barat
Pasangan 01: 475.312
Pasangan 02: 263.620

Jumlah Suara Sah: 738.932
Suara Tidak Sah: 12.147
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 751.079

10. Yogyakarta
Pasangan 01: 1.655.174
Pasangan 02: 742.481

Jumlah Suara Sah: 2.397.655
Suara Tidak Sah: 52.024
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.449.679

11. Kalimantan Timur
Pasangan 01: 1.094.845
Pasangan 02: 870.443

Jumlah suara sah: 1.965.288
Suara tidak sah: 37.993
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.003.281

12. Lampung
Pasangan 01: 2.853.585
Pasangan 02: 1.955.689

Jumlah suara sah: 4.809.274
Suara tidak sah: 86.311
Jumlah suara sah dan tidak sah: 4.895.585

13. Maluku Utara
Pasangan 01: 310.548
Pasangan 02: 344.823

Jumlah suara sah: 655.371
Suara tidak sah: 10.243
Jumlah suara sah dan tidak sah: 665.614

14. Sulawesi Utara
Pasangan 01: 1.220.524
Pasangan 02: 359.685

Jumlah Suara Sah: 1.580.209
Suara Tidak Sah: 14.096
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.594.305

15. Jambi
Pasangan 01: 859.833
Pasangan 02: 1.203.025

Jumlah Suara Sah: 2.062.858
Suara Tidak Sah: 48.470
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.111.328

16. Sulawesi Tengah
Pasangan 01: 914.588
Pasangan 02: 706.654

Jumlah Suara Sah: 1.621.242
Suara Tidak Sah: 18.821
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.640.063

17. Jawa Timur
Pasangan 01: 16.231.668
Pasangan 02: 8.441.247

Jumlah suara sah: 24.672.915
Suara tidak sah: 838.326
Jumlah suara sah dan tidak sah: 25.511.241

18. NTT
Pasangan 01: 2.368.982
Pasangan 02: 305.587

Jumlah suara sah: 2.674.569
Suara tidak sah: 43.895
Jumlah suara sah dan tidak sah: 2.718.464

19. Sumatera Selatan
Pasangan 01: 1.942.987
Pasangan 02: 2.877.781

Jumlah suara sah: 4.820.768
Suara tidak sah: 117.817
Jumlah suara sah dan tidak sah: 4.938.585

20. Sulawesi Tenggara
Pasangan 01: 555.664
Pasangan 02: 842.117

Jumlah Suara Sah: 1.397.781
Suara Tidak Sah: 27.625
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.425.406

21. Jawa Tengah
Pasangan 01: 16.825.511
Pasangan 02: 4.944.447

Jumlah Suara Sah: 21.769.958
Suara Tidak Sah: 606.514
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 22.376.472

22. Sumatera Barat
Pasangan 01: 407.761
Pasangan 02: 2.488.733

Jumlah Suara Sah: 2.896.494
Suara Tidak Sah: 40.225
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.936.719

23. Kepulauan Riau
Pasangan 01: 550.692
Pasangan 02: 465.511

Jumlah Suara Sah: 1.016.203
Suara Tidak Sah: 14.665
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 1.030.868

24. Banten
Pasangan 01: 2.537.524
Pasangan 02: 4.059.514

Jumlah Suara Sah: 6.597.038
Suara Tidak Sah: 194.128
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 6.791.166

25. Aceh
Pasangan 01: 404.188
Pasangan 02: 2.400.746

Jumlah Suara Sah: 2.804.934
Suara Tidak Sah: 83.326
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 2.888.260

26. NTB
Pasangan 01: 951.242
Pasangan 02: 2.011.319

Jumlah Suara Sah: 2.962.561
Suara Tidak Sah: 78.125
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 3.040.686

27. Jawa Barat
Pasangan 01: 10.750.568
Pasangan 02: 16.077.446

Jumlah Suara Sah: 26.828.014
Suara Tidak Sah: 648.065
Jumlah Suara Sah dan Tidak Sah: 27.476.079

28. DKI Jakarta
Pasangan 01: 3.279.547
Pasangan 02: 3.066.137

Jumlah suara sah: 6.345.684
Jumlah tidak sah: 79.890
Jumlah seluruh suara sah dan tidak: 6.425.574.

29. Papua Barat
Pasangan 01: 508.997
Pasangan 02: 128.732

Jumlah suara sah: 637.729
Suara tidak sah: 12.462
Jumlah seluruh suara sah dan tidak : 650.191

30. Sulawesi Selatan
Pasangan 01: 2.117.591
Pasangan 02: 2.809.393

Jumlah suara sah: 4.926.984
Suara tidak sah: 98.205
Jumlah seluruh: suara sah dan tidak 5.025.189

31. Riau
Pasangan 01: 1.248.713
Pasangan 02: 1.975.287

Jumlah suara sah: 3.224.000
Tidak sah: 47.530
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.271.530

32. Sumatera Utara
Pasangan 01: 3.936.515
Pasangan 02: 3.587.786

Jumlah suara sah: 7.524.301
Suara tidak sah: 111.925
Jumlah suara sah dan tidak sah: 7.636.226

33. Maluku
Pasangan 01: 599.457
Pasangan 02: 392.940

Jumlah suara sah: 992.397
Suara tidak sah: 11.514
Jumlah suara sah dan tidak sah: 1.003.911

34. Papua
Pasangan 01: 3.021.713
Pasangan 02: 311.352

Jumlah suara sah: 3.333.065
Suara tidak sah: 58.822
Jumlah suara sah dan tidak sah: 3.391.887. (Lee)

Sumber: BeritaSatu.com/Detik.com
 

Hasil Quick Count SMRC: Prabowo-Sandi Menang di 14 Provinsi Ini

Written By jambipos-online on Kamis, 18 April 2019 | 07:15

Prabowo dan Fadli Zon Usai Mencoblos, Rabu (17/4/2019). IST
 Jokowi-Amin Menang di 19 Provinsi

Jakarta-Proses quick count atau hitung cepat Pilpres 2019 menuju titik final. Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), hasil quick count dapat diumumkan mulai pukul 15.00 WIB, Rabu (17/4/2019).

Berita yang dilansir sejumlah media Siber Nasional, Quick count SMRC menggunakan populasi seluruh pemilih yang datang ke TPS dan memilih secara sah (seluruh suara sah) yang tersebar di seluruh TPS nasional (809,497 TPS). Sampel dipilih dengan metode Stratified Systematic Cluster Random Sampling.

Margin of Error (moe) quick count diperkirakan ± 0,47% pada tingkat kepercayaan 95%. Quick count SMRC ini dapat menyimpulkan hasil bila selisih antara dua calon lebih dari 0,94% (yakni lebih dari 2 kali moe).

Hasil quick count Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada pukul 20.40 WIB, total suara masuk 93,57 persen, dengan rincian sebagai berikut:

Basis Prabowo

1. Aceh
Jokowi-Ma'ruf Amin: 16,12%
Prabowo-Sandiaga Uno: 83,88%

2. Sumatera Barat
Jokowi-Ma'ruf Amin: 14,95%
Prabowo-Sandiaga Uno: 85,05%

3. Riau
Jokowi-Ma'ruf Amin: 38,12%
Prabowo-Sandiaga Uno: 61,88%

4. Jambi
Jokowi-Ma'ruf Amin: 38,57%
Prabowo-Sandiaga Uno: 61,43%

5. Sumatera Selatan
Jokowi-Ma'ruf Amin: 41,52%
Prabowo-Sandiaga Uno: 58,48%

6. Bengkulu
Jokowi-Ma'ruf Amin: 46,62%
Prabowo-Sandiaga Uno: 53,38%

7. Jawa Barat
Jokowi-Ma'ruf Amin: 39,97%
Prabowo-Sandiaga Uno: 60,03%

8. Banten
Jokowi-Ma'ruf Amin: 37,97%
Prabowo-Sandiaga Uno: 62,03%

9. Nusa Tenggara Barat
Jokowi-Ma'ruf Amin: 32,92%
Prabowo-Sandiaga Uno: 67,08%

10. Kalimantan Selatan
Jokowi-Ma'ruf Amin: 38,01%
Prabowo-Sandiaga Uno: 61,99%

11. Sulawesi Selatan
Jokowi-Ma'ruf Amin: 41,69%
Prabowo-Sandiaga Uno: 58,31%

12. Sulawesi Tenggara
Jokowi-Ma'ruf Amin: 40,27%
Prabowo-Sandiaga Uno: 59,73%

13. Maluku Utara
Jokowi-Ma'ruf Amin: 44,50%
Prabowo-Sandiaga Uno: 55,50%

14. Gorontalo
Jokowi-Ma'ruf Amin: 46,79%
Prabowo-Sandiaga Uno: 53,21%

**
Basis Jokowi

1. Sumatera Utara
Jokowi-Ma'ruf Amin: 52,98%
Prabowo-Sandiaga Uno: 47,02%

2. Lampung
Jokowi-Ma'ruf Amin: 57,75%
Prabowo-Sandiaga Uno: 42,25%

3. Kepulauan Bangka Belitung
Jokowi-Ma'ruf Amin: 65,60%
Prabowo-Sandiaga Uno: 34,40%

4. Kepulauan Riau
Jokowi-Ma'ruf Amin: 53,37%
Prabowo-Sandiaga Uno: 46,63%

5. DKI Jakarta
Jokowi-Ma'ruf Amin: 50,59%
Prabowo-Sandiaga Uno: 49,41%

6. Jawa Tengah
Jokowi-Ma'ruf Amin: 77,43%
Prabowo-Sandiaga Uno: 22,57%

7. DI Yogyakarta

Jokowi-Ma'ruf Amin: 69,43%
Prabowo-Sandiaga Uno: 30,57%

8. Jawa Timur
Jokowi-Ma'ruf Amin: 66,14%
Prabowo-Sandiaga Uno: 33,86%

9. Bali

Jokowi-Ma'ruf Amin: 92,53%
Prabowo-Sandiaga Uno: 7,47%

10. Nusa Tenggara Timur
Jokowi-Ma'ruf Amin: 81,75%
Prabowo-Sandiaga Uno: 18,25%

11. Kalimantan Barat
Jokowi-Ma'ruf Amin: 59,48%
Prabowo-Sandiaga Uno: 40,52%

12. Kalimantan Tengah
Jokowi-Ma'ruf Amin: 61,83%
Prabowo-Sandiaga Uno: 38,17%

13. Kalimantan Timur
Jokowi-Ma'ruf Amin: 52,99%
Prabowo-Sandiaga Uno: 47,01%

14. Sulawesi Utara
Jokowi-Ma'ruf Amin: 76,14%
Prabowo-Sandiaga Uno: 23,86%

15. Sulawesi Tengah

Jokowi-Ma'ruf Amin: 55,32%
Prabowo-Sandiaga Uno: 44,68%

16. Sulawesi Barat
Jokowi-Ma'ruf Amin: 64,72%
Prabowo-Sandiaga Uno: 35,38%

17. Maluku

Jokowi-Ma'ruf Amin: 52,47%
Prabowo-Sandiaga Uno: 47,53%

18. Papua

Jokowi-Ma'ruf Amin: 83,19%
Prabowo-Sandiaga Uno: 16,81%

19. Papua Barat
Jokowi-Ma'ruf Amin: 75,56%
Prabowo-Sandiaga Uno: 24,44%

Total #01
Jokowi-Ma'ruf Amin:= 54,98%,
#02
Prabowo-Sandiaga Uno= 45,02%. (JP-Lee)
 

Sekda Dianto Launching Dukcapil Go Digital Provinsi Jambi

Written By jambipos-online on Selasa, 02 April 2019 | 17:03

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto melaunching Penduduk Catatan Sipil (Dukcapil) Go Digital Provinsi Jambi pelayanan serentak rekam dan cetak Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kabupaten Sarolangun, dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 yang diselenggarakan di Aula Hotel Shang Ratu, Selasa (2/4/2019). Foto IST

Jambipos, Jambi-Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto melaunching Penduduk Catatan Sipil (Dukcapil) Go Digital Provinsi Jambi pelayanan serentak rekam dan cetak Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kabupaten Sarolangun, dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 yang diselenggarakan di Aula Hotel Shang Ratu, Selasa (2/4/2019).

Dukcapil Go Digital Provinsi Jambi ini merupakan program dari Dinas Dukcapil Provinsi Jambi, karena saat ini dari data Dukcapil, kependudukan di Kabupaten Sarolangun memiliki angka perekaman e-KTP masih rendah.

“Saat ini salah satu kabupaten kita itu angkanya untuk perekaman KTP masih rendah, karena disana terdapat Suku Anak Dalam (SAD) yang menyebabkan kita kesulitan untuk sampai ke lokasi dimana mereka bermukim,” ujar M Dianto.

M Dianto mengatakan, ada pemikiran dari Arif Munandar selaku Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Jambi untuk melakukan perekaman e-KTP guna mengahadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019.

“Ada pemikiran dari Pak Arif, karena beliau kan pernah jadi pejabat Bupati di Sarolangun, beliau lebih tahu bagaimana kondisi di wilayah Sarolangun,” katanya.

M Dianto menghawatirkan, jikalau hal ini ditangani dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Sarolangun tentu akan mengalami kesulitan untuk mengejar ketertinggalan Kabupaten Sarolangun dengan kabupaten lainnya.

“Apalagi kita menghadapi Pilpres dan Pileg di tahun 2019 ini makanya tadi programnya adalah keroyokan untuk merekam KTP elektronik bagi masyarakat di Kabupaten Sarolangun,” kata Dianto.
Untuk perekaman e-KTP, telah dibuka 5 titik yaitu Kecamatan Air Hitam, Kecamatan Pauh, Kecamatan Mandiangin, Kecamatan Sarolangun dan Kecamatan Singkut yang jumlah penduduknya cukup besar.

“Menurut data itu sudah dikoordinasikan dengan Pemda Kabupaten Sarolangun, menghimbau masyarakatnya yang belum punya KTP elektronik agar hadir di 5 tempat atau 5 Kecamatan yang sudah dipilih oleh Dukcapil Provinsi Jambi dengan Dukcapil Kabupaten Sarolangun untuk melakukan perekaman e-KTP dan kartu keluarga, Perekaman e-KTP ini akan dilangsungkan selama 2 hari, 3 April hingga 4 April,” katanya.

“Kita juga pernah lakukan perekaman e-KTP, pada saat kita melaksanakan di Kota Jambi di seputaran Kantor Gubernur Jambi tahun lalu. Ini upaya-upaya konkrit yang dibuat oleh Dinas Dukcapil Provinsi Jambi. Untuk itulah pemerintah Provinsi Jambi memberikan apresiasi bagi Dinas Dukcapil Provinsi Jambi,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H. Amir Sakib didampingi Kadis Dukcapil juga menghadiri Louncing Dukcapil Go Digital Provinsi Jambi. 

Amir Sakib mengatakan, Dukcapil Go Digital merupakan suatu contoh bentuk inovasi yang bagus dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, M Dianto melaunching Penduduk Catatan Sipil (Dukcapil) Go Digital Provinsi Jambi pelayanan serentak rekam dan cetak Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kabupaten Sarolangun, dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 yang diselenggarakan di Aula Hotel Shang Ratu, Selasa (2/4/2019). Foto IST
“Kita memang harus terus mengikuti perkembangan zaman termasuk teknologi, begitu juga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sekertaris DirJen Kependudukan dan Catatan Sipil Ir. I. Gede Suratha, MMA dalam sambutannya mengatakan, penerapan Dukcapil Go Digital ini diharapkan mampu memberikan perubahan paradigma dalam pelayanan kepada publik.

“Dan dalam pelayanannya pun tidak lagi harus dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore tapi 24 jam karena itulah konsekuensi dalam perwujudan Dukcapil Go Digital. Dukcapil Go Digital ini juga diharapkan dapat lebih mempermudah melayani masyarakat,” ujarnya.

Selain Launcing Dukcapil Go Digital, pada kesempatan yang sama juga diserahkan piagam penghargaan kepada Kabupaten Muaro Jambi atas pelayanan Perekaman E-KTP, Kabupaten Kerinci atas pelayanan Cakupan Akta Kelahiran, Kabupaten Bungo atas pelayanan Penerapan Tanda Tangan Elektronik, Kabupaten Tebo atas Layanan Identitas Anak dan Kota Jambi atas Penerbitan Akta Kematian.

Turut hadir dalam acara Launcing ini Forkopimda Provinsi Jambi,Asisten,Perwakilan Danrem Garuda Putih, Perwakilan Kapolda Jambi, Bupati/Walikota, Kepala Dinas Dukcapil Se-Provinsi Jambi serta tamu undangan lainnya. (JP-Hms/Lee)
 

Al Haris: Merangin Siap Laksanakan Pemilu 2019

Written By jambipos-online on Senin, 01 April 2019 | 20:20

 
Bupati Merangin H Al Haris ketika menghadiri rakor pimpinan kepala daerah.
Tinggal Mendistribusikan Logistik Saja

Jambipos, Merangin-Kabupaten Merangin kini siap melaksanakan Pemilu 2019. Saat ini tinggal menunggu jawal mendistribusikan logistik Pemilihan umum (Pemilu) 2019. Berbagai persiapan pelaksanaan dan persiapan keamanan Pemilu 2019 telah sepenuhnya dilakukan.

Kabupaten Merangin yang memiliki 24 kecamatan dalam keadaan kondusif dan aman, sudah siap melaksanakan Pemilu 2019 pada 17 April nanti. Seluruh Linmas dan Hansip akan dilibatkan, bertugas di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal tersebut secara gamblang ditegaskan Bupati Merangin H Al Haris ketika melapor langsung ke Gubernur Jambi H Fachrori Umar, pada Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah se-Provinsi Jambi di Hotel Aston Jambi, Senin (1/4/2019).

‘’Untuk pendistribusian logistik Pemilu 2019 nanti, kita akan prioritaskan desa-desa yang lokasinya jauh terlebih dahulu, yaitu pada H-3. Sedangkan untuk desa-desa yang dekat logistrik akan kita disitribusikan pada H-1,’’ujar Bupati.

Dalam waktu dekat bupati akan menggelar rapat lengkap, dengan penyelenggara Pemilu, Bawaslu Merangin dan seluruh kepala desa serta calon legislatif (Caleg) untuk kelancaran pelaksanaan Pemilu.

‘’Kita perlu mengumpulkan seluruh Caleg, untuk menyatukan persepsi dalam menyukseskan  Pemilu 2019. Kita minta kepada seluruh partai politik peserta Pemilu, untuk menyampaikan nama-nama saksi Partainya ke Bawaslu,’’terang Bupati.

Sedangkan untuk membahas berbagai kemungkinan yang akan terjadi, juga akan digelar rapat bersama penyelenggaran Pemilu, Bawaslu, Polres Merangin dan Kodim 0420 Sarko, serta seluruh kepala desa.

‘’Di Kabupaten Merangin terutama di desa-desa itu masih banyak pemilih lansia. Tentunya membutuhkan waktu banyak bagi lansia dalam menggunakan hak pilihnya, sehingga nanti bisa saja jadi molor dalam pelaksanaan Pemilu,’’jelas Bupati.

Guna menyikapi hal tersebut, bupati juga akan menggelar pertemuan dengan KPU Kabupaten Merangin dan Bawaslu serta para kepala desa, karena jika pelaksanaan pencoblosannya molor, penghitungan suaranya juga bisa molor.(JP-Yah)

Kumpulan Marga Manihuruk Jambi Perjuangkan Basoka Sagala Duduk di DPRD Provinsi Jambi

Written By jambipos-online on Minggu, 31 Maret 2019 | 16:43

Basoka Sagala Sudah Hadiri 95 Pesta Bona Taon
Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019). Turut mendampingi Basoka Sagala, Ketua Punguan, Ketua Panitia dan Penasehat Manihuruk Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos, Jambi-Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi sekitarnya mendukung dan akan memperjuangkan Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi untuk duduk di DPRD Provinsi Jambi lewat Pemilihan Legislatif (Pileg) rabu 17 April 2019 mendatang. 

Seluruh anggota kumpulan kerabat Marga Manihuruk di Kota Jambi yang kini jumlahnya sekitar 210 KK akan menentukan pilihan kepada Basoka Sagala sebagai wakil di DPRD Provinsi Jambi. Basoka Sagala dinilai punya komitmen dan jiwa optimis untuk memperjuangkan aspirasi etnis Batak dan umat Nasrani di Kota Jambi. 

Hal itu terungkap saat Penasehat Marga Manihuruk Jambi Ap Judo Manihuruk memberikan sambutan singkat saat menerima kunjungan silaturahmi Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi pada Pesta Bona Taon (Pesta Halal Bihalan-Awal Tahun) Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi sekitarnya di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019). 


Pada kesempatan itu Basoka Sagala juga memberikan sambutan silaturahmi terkait dengan pencalonannya sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi. Dia memohon dukungan dan pilihan anggota kumpulan kerabat Marga Manihuruk se Kota Jambi untuk memilihnya pada Pemilu, Rabu 17 April 2019. 

“Ada 10 Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi dari etnis Batak dan Nasrasi. Kalau suara terbagi, pasti tidak aka nada yang duduk di DPRD Provinsi Jambi. Pilih yang terbaik dan memiliki komitmen dan jiwa optimisme dalam memperjuangkan aspirasi etnis batak Kota Jambi di DPRD Provinsi Jambi. Kalau ada dewan dari etnis Batak tentu bisa sebagai mediator atau menjembatani aspirasi untuk Pemerintahan Provinsi Jambi. Jadi mohon pilihannya pada 17 April 2019, Partai Perindo Nomor Urut 3,” ujarnya. 

Baca: Basoka Galang Dukungan Jelang Pencoblosan Pileg Rabu 17 April 2019 


Pada kesempatan itu, Basoka Sagala juga ikut “manortor” sebagai salam silaturahmi dengan kerabat marga Manihuruk. Dia juga mengucapkan terimakasih atas undangan dari Punguan Manihuruk untuk hadir pada Pesta Bona Taon tersebut. 

Basoka Sagala juga menyebutkan, selama sosialisasi aleg, dirinya sudah menghadiri 95 Pesta Bona Taon kumpulan Marga-Marga Batak di Kota Jambi. Menurutnya, Pesta Bona Taon bagi etnis Batak merupakan salah satu tradisi Budaya dalam mempererat silaturahmi sesame antar Marga dan anggota kumpulan marga tersebut. Tradisi ini terus diabadikan etnis Batak hingga ke perantauan sebagai wujud dalam Adat Batak “Dalihan Na Tolu”.

Ketua Kumpulan Marga Manihuruk Jambi dr J Manihuruk didampingi Ketua Panitia Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi D.D Manihuruk mengingatkan seluruh anggota kumpulan marga Manihuruk memberikan dukungan dan  memilih Basoka Sagala pada Rabu 17 April 2019 sebagai Wakil Rakyat di DPRD Provinsi Jambi. (JP-Asenk Lee)             
 


Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019).. Foto Asenk Lee Saragih

Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019).. Foto Asenk Lee Saragih

Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019).. Foto Asenk Lee Saragih

Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019).. Foto Asenk Lee Saragih

Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019).. Foto Asenk Lee Saragih

Basoka Sagala SH MH, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi (baju putih) saat mensosialisasikan pencalegan di Pesta Bona Taon Punguan Parsadaan Manihuruk-Boru-Bere-Ibebere (Kumpulan Kerabat Marga Manihuruk) se Kota Jambi di di Gedung Puri Gracia, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (31/3/2019).. Foto Asenk Lee Saragih

Jangan Pilih Caleg “Boneka” Partai Politik

Written By jambipos-online on Rabu, 27 Maret 2019 | 14:39

Pemilu Rabu 17 April 2019
Caleg Potensial Terpilih di Pemilu Rabu 17 April 2019. Semoga.
Oleh: Asenk Lee Saragih

Jambipos, Jambi-Pemilihan Umum Legislatif dan Pilpres Rabu 17 April 2019 tinggal 21 hari lagi. Strategi para calon legislatif (caleg) kini mulai dilancarkan untuk meraup suara terbanyak. Caleg banyak melakukan cara-cara kotor dalam bersosialisasi. Mulai dari politik uang, hingga jual beli suara nantinya. Bahkan ada caleg yang hanya dijadikan “boneka” partai politik tertentu.

Persaingan caleg begitu ketat pada Pileg 17 April 2019 mendatang. Para caleg dari satu partai bakal saling jegal agar tidak meraih suara terbanyak. Banyak caleg hanya bergerak sendiri-sendiri tanpa dukungan dari partai politik pengusung.

Ada juga caleg harus mengeluarkan biaya lebih dalam mensosialisasikan diri dengan memberikan tanda mata kepada calon pemilih. Situasi ini sudah kasat mata jelang pesta demokrasi mendatang. Masyarakat kerap disuguhi iming-iming janji oleh caleg untuk merebut simpatik.

Jika hal itu terus berlanjut, maka demokrasi ditengah masyarakat sudah terkontaminasi dengan materialistis. “Slogan Wani Piro” kini sudah merebak kemana-mana. Masyarakat sudah apatis terhadap caleg yang sejatinya notabene memperjuangkan rakyat daerah pemilihnya.

Bahkan jual beli suara bakal tak terelakkan demi ambisi caleg duduk di kursi dewan. Pemilu caleg Rabu 17 April 2019 mendatang sangat rentan terhadap praktik jual beli suara. Jual beli suara nantinya akan bisa bergesekan antara caleg dengan petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Jika hal ini tak diwaspadai, bisa saja Pemilu 2019 terjadi caos antar caleg dengan PPS atau caleg dengan caleg. Pihak penyelenggara Pemilu 2019 diminta agar mematangkan petugas penyelenggara Pemilu untuk tetap independen.

Caleg Boneka

Ada juga caleg yang hanya berperan sebagai “boneka”. Memang ada? Ada, ini faktanya. Dari penelusuran Jambipos, caleg boneka itu benar adanya. 

Di setiap acara komunitas Halal Bihalal Marga Batak di Jambi, ada caleg yang melakukan sosialisasi atau kampanye terselubung. Seperti di pesta awal tahun sejumlah marga-marga di Kota Jambi baru-baru ini.

Caleg ini, saat sosialisasi, justru pihak lain yang gencar dan bersemangat untuk mensosialisasikan. Sehingga Caleg ini hanya menjual wajah, namun bukan visi dan misi untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dari dapilnya nantinya.

Di setiap sosialisasi, andil orang tua selalu paling dominan.  Bahkan orang tua lebih semangat dalam mensosialisasikan anaknya kepada mata pilih. Hal ini dilakukan setiap menghadiri pesta awal tahun marga-marga di Kota Jambi.

Pecah Suara

Strategi partai politik untuk memecah suara pemilih begitu kentara. Sejumlah caleg dari berbagai etnis ditampung untuk memecah suara komunitas. Ada parpol sengaja dicalonkan walaupun tanpa modal hanya untuk mendapatkan suara dari komunitas tertentu.

Sejumlah caleg tampak cenderung berjuang sendiri tanpa dukungan partai. Bahkan caleg ini jorjoran bersosialisasi kepada komunitas pesta marga-marga, sekalipun itu tak diundang.

Strategi parpol untuk memecah suara komunitas etnis dengan memasukkan caleg dari etnis tertentu adalah salah satu modus jual beli suara. Betapa tidak, caleg boneka tersebut tidak berambisi untuk duduk di dewan, namun hanya membantu caleg di atasnya yang sudah ada deal-deal tertentu.

Gencarnya para caleg bersosialisasi ke basis-basis suara, membuktikan persaingan para caleg kini semakin sengit.

Jual Beli Suara

Pemilu caleg yang akan datang jual beli suara caleg tidak akan terelakkan. Sebab banyak caleg dari partai tertentu yang ambisi harus duduk di legislatif. Sehingga caleg yang ambisi itu akan mengupayakan perolehan suara terbanyak untuk dirinya untuk mencukupi kuota caleg agar bisa duduk. Hal ini akan memanfaatkan perolehan suara caleg lain dari partai yang sama.

Transaksi jual beli suara ini bakal dilakukan oleh para caleg yang ambisi untuk duduk di legislatif tersebut. Jual beli suara ini akan rawan terjadi di PPS hingga KPPS.  

Para PPS dan PPK untuk bersikap netral saat pelaksanaan Pemilu 17 April 2019  mendatang. Para saksi parpol agar turut serta mencegah praktik jual beli suara caleg ini. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi agar memaksimalkan pengawasan terhadap praktik jual beli suara antar calon anggota legislatif (caleg) maupun caleg dengan penyelenggara di tinggat PPS dan PPK.

Potensi jual beli suara di Pemilu 2019 akan lebih besar daripada Pemilu 2014 lalu karena persaingannya antar caleg bukan parpol. Berbagai model transaksional antar caleg maupun penyelenggara beragam seperti transaksi uang yang nilainya hingga ratusan juta.

Caleg yang tidak  memenangi kursi akan melakukan jual beli suara yang tentunya akan melibatkan penyelenggara, sehingga potensi untuk melakukan kerjasama dengan penyelenggara sangat besar.

Karena investasi kepada penyelenggara akan lebih menguntungkan. Selain jual beli suara di antara caleg, Panwas juga diminta mengawasi adanya sekelompok masyarakat yang akan menawarkan suara kepada para caleg dengan bukti kartu pemilih.

Budaya Pragmatis

Banyak caleg hanya seperti boneka yang hanya dikendalikan parpol. Caleg tersebut tidak memiliki kemampuan finansial, kemampuan sosial, namun lolos menjadui caleg hanya untuk meraup suara parpol.

Diperkirakan jumlah caleg boneka pada 17 April 2019 ini bakal meningkat tajam. Hal ini akibat parpol kurang selektif dalam merekrut caleg yang kredibel, cerdas dan memiliki visi dan misi yang jelas dan masuk akal.

Namun kini budaya pargmatis pemilih masih menentukan pilihannya dengan mengharap imbalan dari caleg atau “wani piro”. Bahkan para caleg ini sudah dijadikan pangsa pasar tarif harga caleg. Praktik pembelian suara dari para pemilih merupakan salah satu tantangan dalam pelaksanaan Pemilu di Indonesia, khususnya di Jambi.

Praktik semacam ini harus dicegah oleh dengan pengawasan dari saksi caleg dan parpol. Kemudian pengawasan dari media dan masyarakat sangat diharapkan. Pencegahannya merupakan tantangan semua pihak demi terwujudnya Pemilu yang jujur dan adil. 

Potensi jual beli suara di Pileg mendatang masih sangat tinggi.
Potensi jual beli suara di Pileg dapat diperkecil bila mana sistem pengawasannya diperketat dengan melibatkan seluruh komponen terkait. Meski demikian, praktik itu sulit dihindari karena keterbatasan pihak penyelenggara.

Kita juga berharap kepada pemilih agar memilih caleg sesuai dengan jejak rekam yang baik dan komitmennya untuk memperjuangkan rakyat khususnya di daerah pemilihannya. Semoga. (JP-Penulis Redpel Jambipos)
 

Pemilu April 2019, Ada Parpol dan Caleg “Mati Gaya” Rebut Simpatik Rakyat

Salah satu Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi yang memiliki modal brending sosialisasi. Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos, Jambi-Partai politik (parpol) dan calon legislatif (caleg) Pemilu 2019 di Jambi kini banyak “mati gaya” guna menggaet simpatik rakyat khususnya pemilih. Hal itu tampak dengan kurangya pengenalan warga terhadap Parpol dan caleg di Jambi jelang Pemilu Rabu 17 April 2019 mendatang. Sejumlah parpol dan caleg lebih memilih fokus kepada sosialisasi dan konselidasi. Pantauan Jambipos menunjukkan, Kota Jambi kini tampak dengan maraknya baliho caleg, walaupun itu masih dipasang diluar aturan.

Bahkan para caleg kini harus dari rumah ke rumah dalam melakukan sosialisasi dirinya sebagai caleg. Bahkan lokasi pesta pun kerap dijadikan obyek sosialisasi oleh sejumlah caleg untuk memperkenalkan diri kepada pemilih.

Ada juga caleg harus berjibaku dalam mensosialisasikan diri kepada masyarakat Kota Jambi. Karena tak memiliki modal lebih, dirinya hanya membagikan kartu nama kepada orang-orang yang dikenalnya untuk membagikan kartu identitasnya kepada warga lain.

Hal yang sama juga dilakukan sejumlah  Caleg DPRD Kota Jambi dan Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi. Bahkan ada caleg justru menjadikan tempat-tempat ibadah sebagai obyek sosialisasi dengan membagikan kartu namanya kepada jemaat.

Langkah yang dilakukan sejumlah caleg ini merupakan potret Caleg dalam mensosialisasikan diri kepada pemilih ditengah minimnya dana sosialisasi. Bahkan untuk membuat baliho mereka tak mampu, sehingga hanya mencetak kartu nama untuk dibagikan kepada warga.

Kondisi yang sama juga dijalankan caleg DPRD Kota jambi Dapil Jambi Selatan dan Paal Merah. Selain membagikan kartu identitasnya disekitar tempat tinggal agar dikenal warga, sosialisasi hanya dilakukan lewat media sosial. Dirinya mengaku tak punya modal menbuat baliho seperti caleg-caleg lain yang punya modal untuk cetak baliho.

Rocky Hasibuan (34), warga Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi kepada Jambipos, Rabu (27/3/2019) mengatakan, para caleg dan parpol kini mati gaya dalam merayu dan membujuk rakyat. Para caleg dan parpol juga mengalami devisit anggaran untuk kampanye terbuka. (JP-Lee)
 

Basoka Sagala Terus Galang Dukungan Masyarakat Jelang Pencoblosan Pileg 17 April 2019

Written By jambipos-online on Senin, 25 Maret 2019 | 22:08

Sabtu 24 Maret 2019, Basoka Salaga menyaksikan dan menyerahkan hadiah bagi  pemenan Juara I, II dan III pada Lomba Kicau Burung di Lapangan Langit Biru  Pasar  Baru, Kota Jambi.
Sudah Hadiri 60 Pesta Bona Taon Marga Batak
Jambipos-H-24 pencoblosan Pemilihan Legislatif (Pileg) Rabu 17 April 2019, Basoka Sagala SH MH  Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi terus melakukan blusukan sosialisasi di daerah pemilihan. Menyapa warga lewat menghadiri sejumlah kegiatan sosial terus dilakukannya.


Seperti pada Sabtu 24 Maret 2019, Basoka Salaga menyaksikan dan menyerahkan hadiah bagi  pemenan Juara I, II dan III pada Lomba Kicau Burung di Lapangan Langit Bbiru  Pasar  Baru, Kota Jambi.

Pada kesempatan itu dia menyampaikan   agar  perlombaan  tersebut  ditingkatkan,  guna meningkatkan bagi  penggemar  burung berkicau  di  Jambi. Dirinya juga meminta Doa Restu dan Dukungan pada  tanggal  17  April  2019 agar dating ke TPS dan memilih Basoka Sagala sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jambi.

Tak hanya kegiatan hobi yang dihadiri Basoka Sagala. Dalam melakukan sosialisasi, dirinya juga mengutamakan Pesta Tradisi Masyarakat Kota Jambi asal Tanah Batak yakni “Pesta Bona Taon Marga-Marga Batak di Jambi”.

Pada Sabtu dan Minggu (23-24 Maret 2019), Basoka Sagala menghadiri Pesta Bona Taon Marga Sagala, Nainggolan, Ambarita, Lumbantobing, Siburian dan Malau se Kota Jambi. 

Kehadiran Basoka Sagala dibeberapa  undangan  Pesta Bona Taon Marga Batak di Jambi, merupakan komitmen optimisme bahwa masyarakat Kota Jambi asal Tanah Batak adalah bagian dari pergerak pembangunan di Jambi. 

Basoka Sagala Dalam Salah Satu Kegiatan
Basoka Sagala juga mengapresiasi Tradisi Budaya Batak “Pesta Bona Taon” tetap diabadikan kumpulan marga-marga Batak hingga ke Kota Jambi. Acara Pesta Bona Taon (Pesta Awal Tahun) merupakan salah satunya yang tetap erat dilaksanakan kumpulan marga-marga di Kota Jambi. 

Pesta Bona Tahun juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Batak di tanah perantauan. Pesta Bona Tahun ini sudah merupakan kewajiban bagi setiap perkumpulan marga-marga disetiap awal tahun tiba dalam bersilaturahmi sesama anggota kumpulan, terutama dalam membangun kebersamaan diantara marga-marga di Kota Jambi.

Basoka Sagala juga akan menhadiri Pesta Bona Taon Kumpulan Marga Girsang –Boru-Panagolan se Kota Jambi yang akan dilaksanakan Minggu 31 Maret 2019. Hal itu dibenarkan Ketua DPW P Girsang-Boru-Panagolan Kota Jambi Jakasim Girsang.

Optimisme Menuju DPRD Provinsi Jambi

Seperti diberitakan Jambipos sebelumnya, keseriusan dan optimisme AKBP (Purn) Basoka Sagala SH MH mencalonkan sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi tampaknya tak diragukan lagi. Setelah pensiun sebagai salah satu Pamen Polda Jambi, Bazoka Sagala langsung mengambil peluang untuk tetap mengabdi sebagai masyarakat sipil lewat Politisi. Tentunya lewat Partai Politik, salah satunya langkah yang tepat untuk mencapai tujuan pengabdian sebagai wakil rakyat di dewan nantinya.

Memilih Partai Perindo tampaknya langkah yang jitu bagi Basoka Sagala dalam memasuki dunia baru sebagai Politisi. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo (Bos Media) itu, tampaknya sudah mantap sebagai pilihan Bazoka Sagala. Keseriusan sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi, tampaknya ditunjukkan seorang Bazoka Sagala dalam masa sosialisasi blusukan ke daerah pemilihan Kota Jambi.


Dalam bincang-bincang Jambipos dengan Basoka Sagala di kediamannya, Senin (25/2/2019) pagi lalu, Caleg DPRD Provinsi Jambi (Perindo) Nomor Urut 3 Dapil Kota Jambi ini mengutarakan optimisme dalam menuju gedung DPRD Provinsi Jambi pada Pileg Rabu 17 April 2019 mendatang.

“Saya memilih Perindo dengan berbagai pertimbangan. Visi dan Misi Perindo dan semboyang yang diusung membuat saya tertarik. Saya memulai dunia baru sebagai Politisi setelah pensiang dari Polri. Lewat Politik bisa membantu dan mengabdi untuk rakyat. Optimisme ini yang saya rajut untuk mencapai tujuan mulia sebagai wakil rakyat di dewan,” ujar Bazoka Sagala memulai perbincangan.  
Menurut Basoka Sagala, sebagai Putra asal Batak asal Sumatera Utara, tentunya silaturahmi kepada masyarakat Batak di Kota Jambi khususnya, tentunya sudah menjadi kewajiban. Melakukan silaturahmi yang tepat dengan komunitas marga-marga Batak di Kota Jambi adalah menghadiri Pesta Bona Taon Kumpulan Kerabat Marga-Marga Batak (Pesta Awal Tahun Kerabat Marga Batak).

“Awalnya saya berpikir bersosialisasi di komunitas masyarakat Batak hanya kepada marga-marga tertentu saja. Namun setelah dijalani, hingga 25 Februari 2019, sudah 53 Pesta Bona Taon marga Batak yang saya hadiri. Bahkan setiap Jumat, Sabtu, Minggu undangan menghadiri Pesta Bona Taon Kerabat Marga Batak terus berdatangan. Ini akan saya jalankan semua untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan niat baik dengan visi dan misi sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi,” ujar Bazoka Sagala yang sudah hampir 12 tahun mengurusi Pertina Jambi ini.

Dari setiap kunjungannya di Pesta Bona Taon Kumpulan Kerabat Marga Batak, Bosaka Sagala selalu memohon Doa Restu dan dukungan, agar bisa mengabdi sebagai wakil rakyat di Gedung DPRD Provinsi Jambi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Jambi ke Pemerintah lewat tugas dan fungsi legislatife.

Menurut Basoka Sagala, setidaknya ada 8 caleg DPRD Provinsi Jambi dari etnis Batak dari Dapil yang sama yakni Kota Jambi. Disetiap menghadiri sebagian Pesta Bona Taon, caleg DPRD Provinsi Jambi dari Partai yang berbeda juga hadi bersama Bazoka Sagala. Namun Bazoka Sagala hal itu bukan menjadi penghalang atau persoalan “rival” baginya, tapi hanya sebagai motivasi untuk menunjukkan integritas, kapasitas siapa yang layak untuk mewakili rakyat di dewan.

“Ada sebagian saat saya menghadiri Pesta Bona Taon, ada juga hadir caleg DPRD Provinsi Jambi dari partai yang berbeda. Namun saya tetap menghargai dan merangkul mereka untuk berjuang sama-sama dalam mendapatkan simpatik dan dukungan masyarakat. Kita hadir sama-sama dan menyampaikan niat dan tujuan sebagai caleg. Saya selalu menekankan rasa optimisme dan penyampaian Visi-Misi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat kelak di dewan,” ujarnya.

Terbaru yang dihadiri Basoka Sagala Pesta Bona Taon adalah Kerabat Kumpulan Marga Panjaitan se Kota Jambi di Gedung Asiniroha, Kotabaru, Kota Jambi, Minggu 24 Februari 2019. Dihadapan ribuan anggota Kumpulan Marga Panjaitan itu mengajak agar Politisi etnis Batak bisa duduk di DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi.

“Suatu kebanggaan bagi saya jika diberikan mandat oleh masyarakat Kota Jambi kepada saya duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Jambi. Tentunya hal ini tak semudah membalikkan tangan, tentunya butuh perjuangan dengan rasa optimisme dan terus bergerak mendekati masyarakat dengan kegiatan-kegiatan sosial lainnya,” ujar Basoka Sagala, suami dari Linda br Sinaga ini.

Dukungan

Sebagai dukungan kerabat marga Batak, Kumpulan Marga Sinaga Kota Jambi yang tergabung dalam Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru (PPTSB) Se Kota Jambi telah berkomitmen untuk mendukung dan berjuang bersama untuk mengantarkan  AKBP (Purn) Basoka Sagala SH MH ke DPRD Provinsi Jambi pada Pileg Rabu 17 April 2019 mendatang. 

Komitmen keluarga PPTSB Cabang Kota Jambi itu telah disampaiakn pada acara silaturahmi ramah tamah tatap muka dengan Caleg DPR RI PSI Ir Tigor GH Sinaga dan Caleg DPRD Provinsi Jambi Basoka Sagala dengan Penasehat, Pengurus Cabang, Sektor, Komisaris PPTSC Cabang Se Kota Jambi, di Resto Batak Dainatabo, Lingkar Barat Kota Jambi, Selasa (29/1/2019) malam lalu. Hadir juga pada pertemuan itu Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Jambi Drs Albertus Sinaga MPd/Br Bakkara.

Pada kesempatan itu,  Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Jambi Drs Albertus Sinaga MPd, Ketua Cabang PPTSB Kota Jambi Ir Abdel Sinaga, Penasehat PPTSB Jambi U Sinaga mengatakan, bahwa Anggota PPTSB se Indonesia wajib hukumnya untuk memilih para caleg dari keluarga PPTSB. Hal itu pula yang ditekankan Ketua Umum PPTSB Pusat Mangihut Sinaga SH MH pada Mubes PPTSB Ke 14 Oktober Tahun 2018 lalu di Urat Samosir.

Ir Abdel Sinaga juga meminta seluruh keluarga PPTSB Se Kota Jambi untuk mendukung penuh Bazoka Sinaga pada Pileg Rabu 17 April 2019 mendatang. 

Sementara itu, Basoka Sagala juga memohon Doa dan Dukungan kepada seluruh keluarga PPTSB Se Kota Jambi untuk memberikan pilihan kepada dirinya pada Pileg 17 April 2019 mendatang. “Ada 8 Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi etnis Batak. Saya yakin dan percaya bisa mendapat mandat dan dukungan dari keluarga PPTSB Se Kota Jambi,” katanya.

Bahkan dukungan dan komitmen perjuangan PPTSB Jambi juga datang dari Gerakan Muda-Mudi (GEMA) Sinaga Jambi. Pada Senin (25/2/2019) malam, Basoka Sagala dan Istri Linda Br Sinaga menjamu silaturahmi Pengurus dan Anggota GEMA PPTSB Jambi.   

Dalam Organisasi Pengprov Pertina Provinsi Jambi, Basoka Sagala turut andil dalam mensukseskan Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Kapolri Cup I 2017 di GOR Kotabaru Jambi yang berlangsung sejak 17 Juli hingga 22 Juli 2017 lalu.

Basoka Sagala juga sukses dalam penyelenggaraan Cabor Tinju Porprov XXII Tahun 2018 yang dilaksanakan di Mall WTC Batanghari, Kota Jambi dari tanggal 11 November hingga 23 November 2018 lalu. 

Selain dukungan dari masyarakat etnis Batak di Kota Jambi, Basoka Sagala juga mendapat dukungan dari komunitas etnis Tionghoa Jambi, keluarga Purnawirawan TNI-Polri di Jambi, keluarga atlet Tinju di Jambi dan juga keluarga sejumlah organisasi dan komunitas yang diikuti Basoka Sagala selama ini. Semoga Apa Kerinduan dan cita-cita Basoka Sagala dan Keluarga Besar, Terwujud. Semoga. (Asenk Lee Saragih)
Sumber: Jambipos.id 

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi
KLIK Benner Untuk Selengkapnya


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Raker PWI Pusat 2019

Raker PWI Pusat 2019
Menjawab Idealisme dan Realita Era Media Digital

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya