Berita Terbaru

MENGUCAPKAN

MENGUCAPKAN
DIRGAHAYU RI KE 73

KERJA KITA PRESTASI BANGSA

KERJA KITA PRESTASI BANGSA
Energi Of Asia

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya
INDEKS BERITA TERBARU

Terus Berprestasi Putra Putri Bangsa Buat yang Terbaik Untuk NKRI

Written By jambipos-online on Selasa, 21 Agustus 2018 | 16:44

*Disaksikan Presiden, Penampilan Lindswell Hasilkan Medali Emas*
Terus Berprestasi Putra Putri Bangsa Buat yang Terbaik Untuk NKRI.
Jambipos Online, Jakarta-Atlet wushu andalan Indonesia Lindswell Kwok memastikan tambahan medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018 setelah meraih nilai tertinggi 9,75 pada nomor _Taijijian_ (pedang) putri. Kemarin Lindswell juga membukukan nilai sama untuk nomor _Taijiquan_ (tangan kosong) sehingga total nilainya 19,50.

Penampilan Lindswell ini turut disaksikan Presiden Joko Widodo yang tiba di _venue_ wushu di Hall B, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta sejak pukul 09.00 WIB. Tampak hadir mendampingi Presiden, Ketua Umum PB Wushu Airlangga Hartarto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan _Chef de Mission_ kontingen Indonesia Syafruddin.

"Saya datang ingin memberi semangat setelah kemarin sore di taekwondo Defia mendapatkan emas, pagi hari ini kembali lagi Lindswell di wushu juga dapat emas. Saya kira semangat emas ini yang ingin terus kita dorong. Di sini emas, di sini emas, di sini emas. Yang nonton senang, saya datang juga senang. Senang senang," kata Presiden usai pertandingan.

Lindswell tampil prima dan tenang hingga berhasil mengalahkan 15 finalis lainnya. Catatan 19,50 poin yang dibukukan Lindswell membuatnya unggul atas Juanita Mok Uen Ying asal Hong Kong yang meraih 19,42 poin dan Aghata Chrystenzen Wong asal Filipina yang meraih 19,36 poin.

"Ada juri-jurinya yang menilai. Kalau nilainya tadi memang sudah mendekati sempurna, 9,75 tadi sudah mendekati sempurna, bagus sekali," ujar Presiden.

Dengan raihan emas dari cabang wushu ini, kontingen Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medalinya menjadi 2 emas 1 perak. Terkait target, Presiden pun optimis Indonesia bisa memenuhinya.

"Ya belum tentu 10 besar, bisa saja nanti 8 besar," ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan akan berusaha untuk menyempatkan waktu untuk mendukung dan menyaksikan langsung para atlet Indonesia berlaga di Asian Games 2018 ini.

"Pokoknya kalau ada waktu saya akan datang. Nanti ada pertemuan dengan Perdana Menteri Korea Selatan, bagi waktu. Ada waktu (saya) datang. Tidak harus yang dapat emas tapi di pertandingan apapun kita akan datang kalau ada waktu. Saya akan atur waktu seketat mungkin agar bisa datang di setiap pertandingan," tuturnya.

Lega Dapat Emas

Seusai pertandingan Lindswell mengatakan dirinya merasa senang dan lega bisa meraih medali emas dan memenuhi target yang diberikan tim dan pelatih. Apalagi, di Asian Games 2014 di Incheon lalu Lindswell 'hanya' meraih medali perak.

"Senang pastinya dan lega banget karena _prepare_-nya sudah sejak jauh-jauh hari dan 2014 saya cuma dapat perak, kali ini bisa dapat emas," kata Lindswell.

Atlet kelahiran Medan, 26 tahun silam ini mengaku awalnya tidak mengetahui kedatangan Kepala Negara. Walaupun demikian, dukungan _supporter_ yang luar biasa membuat rasa groginya hilang dan justru menjadi tambahan motivasi baginya.

Medali emas ini, kata Lindswell, ia persembahkan untuk semua mulai dari keluarga, pelatih, _official_, teman, hingga semua pendukung. Ia pun memberikan semangat untuk atlet Indonesia lain yang akan berlaga di ajang olahraga multicabang terbesar se-Asia ini.

"Tetap semangat, yakin, harus berani dan kita pasti bisa," tandasnya. (JP-Rel-Jakarta, 20 Agustus 2018-Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden-Bey Machmudin)









Juara Renang Olimpiade Gagal ke Final di Asian Games

Schooling gagal melaju ke final nomor 50 meter gaya bebas putra Asian Games 2018.
Dia bahkan berada di bawah perenang Indonesia Triady Fauzi Sidiq.

Jambipos Online, Jakarta - Juara Olimpiade asal Singapura, Joseph Isaac Schooling, gagal melaju ke final nomor 50 meter gaya bebas putra Asian Games 2018.

Schooling, yang mencatatkan waktu 23,05 detik pada penyisihan di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Selasa, berada di posisi ke-17.

Perenang 23 tahun yang berencana pensiun setelah Olimpiade 2024 Paris itu finis lebih lambat 0,58 detik dari waktu terbaiknya dan rekor nasional 22,47 detik yang diraihnya pada SEA Games 2015 Singapura.

Juara nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra pada Asian Games 2014 Incheon, Korsel itu bahkan berada di bawah perenang Indonesia Triady Fauzi Sidiq yang membukukan waktu 22,95 detik di peringkat 14.

Schooling masih akan berlomba pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra pada Kamis (23/8/2018).

Sebelumnya ia telah membantu tim Singapura memenangi medali perunggu pada nomor 4x200 meter gaya bebas estafet putra pada final yang diselenggarakan pada Senin (20/8/2018).

Kuartet yang terdiri atas Schooling, Quah Zheng Wen, Danny Yeo, dan Jonathan Tan berada di posisi ketiga dengan waktu tujuh menit 14,15 detik, setelah tim Jepang yang meraih emas dengan tujuh menit 05,17 detik dan tim Tiongkok di posisi kedua dengan tujuh menit 05,45 detik.(JP)



Sumber: ANTARA

(Foto) Harga TBS Ditingkat Petani Dipatok 1.175 Per Kilogram

Jambipos Online, Jambi-Seorang petani kelapa sawit Jambi, Saman Spt mengatakan, harga tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani, Selasa (21/8/2018) mencapai Rp 1.175 Per Kilo Gram. (Foto Fb Saman SPt)

Eko Yuli Irawan Antar Indonesia Sabet Emas Kelima

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan. ( Foto: Antara/Wahyu Putro A )

Eko menyabet emas setelah mencatat total angkatan 311 kg. Perak dan perunggu masing-masing diraih Van Vinh Trinh dari Vietnam dan Adkhamjon Ergashev dari Uzbekistan.

Jambipos Online, Jakarta-Eko Yulianto Irawan membawa Indonesia meraih emas kelima di Asian Games 2018 setelah menjadi juara di cabang angkat besi kelas 62 kg, Selasa (21/8/2018), di Jakarta. 

Eko berhak menyabet emas pertamanya di ajang Asian Games setelah mampu mengangkat angkatan total 311 kg. Pada angkatan snatch dia torehan terbaiknya adalah 141 kg. Sementara di clean and jerk dia mampu mengangkat barbel seberat 170 kg.

Indonesia sebenarnya memiliki satu wakil lainnya di kelas 62 kg yaitu MUhamad Purkom. Namun lifter kelahiran 1990 ini hanya mampu menempati urutan kedelapan.

Medali perak di nomor ini diraih Van Vinh Trinh. Atlet asal Vietnam ini mencatat angkatan total 299 kg atau berselisih 12 kg dengan Eko. Angkatan terbaik Van Vinh dalam angkatan snatch adalah 133 kg sementara pada clean and jerk 166 kg. 

Sementara medali perunggu disabet lifter Adkhamjon Ergashev dari Uzbekistan. Atlet yang baru berusia 19 tahun ini mencatat angkatan total 298 kg. Dalam angkatan snatch dia catatan terbaiknya adalah 136 kg sementara pada clean and jerk 162 kg.

Bagi Eko ini merupakan emas pertamanya di ajang Asian Games. Dalam keikutsertaannya pada dua Asian Games sebelumnya yakni di Guangzhou 2010 dan Incheno 2014 dia hanya meraih perunggu.

Sementara pada Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro, Eko menyabet perak. Saat itu angkatan total Eko adalah 312 kg atau satu kg lebih berat dibanding yang dicapainya hari ini.(JP)



LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Sudah Magic Number

Ma'ruf Amin dan Joko Widodo. ( Foto: Antara )

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga 29,5 persen. Masih ada 18,3 persen responden yang belum memutuskan.

Jambipos Online, Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas pertama kalinya untuk para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hasilnya, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul sebesar 52,2 persen dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat angka sebesar 29,5 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan angka yang didapatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam survei tersebut telah mencapai the magic number.

"Pasangan Jokowi-Ma'ruf mencapai the magic number karena elektabilitasnya mencapai 50 persen," kata Adjie di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).

Perolehan survei ini, katanya, hampir sama dengan perolehan Jokowi di Pilpres 2014 lalu. Namun, masih tingginya pemilih yang belum memutuskan pilihannya dalam survei tersebut, yakni sebesar 18,3 persen harus menjadi perhatian khusus.

Adapun survei yang dilakukan LSI sendiri diselenggarakan pada 12-19 Agustus 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam pengambilan survei tersebut dengan cara wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD).(JP)



Zumi Zola Hadapi Sidang Perdana Kamis 23 Agustus

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli di Gedung KPK. Detik.com
Jambipos Online, Jakarta - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Kamis (23/8/2018). Zumi Zola diadili sebagai terdakwa kasus gratifikasi.

"Sidang pertama hari Kamis, 23 Agustus," kata pejabat Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Sunarso kepada wartawan, Selasa (21/8/2018).

Majelis hakim yang akan menyidangkan perkara Zumi Zola yakni Yanto, Frangky Tambuwun, Syaifuddin Zuhri, Anwar dan Titi Sansiwi.

KPK sebelumnya menyatakan Zumi diduga menerima gratifikasi senilai Rp 49 miliar. Selain itu, KPK menetapkan Zumi sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Provinsi Jambi. Suap itu diduga terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018. 

Zumi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Bongkar Total Gratifikasi Zumi 

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola segera duduk sebagai terdakwa terkait perkara suap dan gratifikasi. KPK mengaku akan buka-bukaan soal total jumlah duit haram yang diterima Zumi.

"Ada penambahan (gratifikasi), ada dugaan penerimaan gratifikasi lain. Nanti secara terperinci akan disampaikan lagi," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018).

Sebelumnya, saat ditetapkan sebagai tersangka, Zumi disebut menerima Rp 6 miliar. Dalam perkembangannya, KPK menyebut ada penambahan penerimaan gratifikasi dengan nilai Rp 49 miliar. Bagaimana dengan kali ini?

"Nanti kita lihat di proses persidangan. Nanti di dakwaan akan diurai lebih lanjut finalnya berapa yang kami duga terkonfirmasi sejauh ini," ucap Febri.

Selain terjerat gratifikasi, Zumi menyandang status tersangka kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Provinsi Jambi. Suap itu diduga terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018.(JP)

Sumber: Detik.com 

Jokowi Kurban Sapi 800 Kg di Jambi

Sapi yang dikurbankan Jokowi di Jambi. Ferdi-detikcom
Jambipos Online, Jambi- Presiden Joko Widodo kembali berkurban di Jambi pada Idul Adha 2018. Hewan yang rencananya akan dikurbankan oleh Jokowi ialah seekor sapi dengan bobot 800 kg.

Sapi itu adalah jenis sapi perpaduan antara Simental dan sapi Jawa PO, yang didatangkan langsung dari tanah Jawa.

Ini ke-4 kali Jokowi berkurban di Jambi. Sapi yang diberi nama Cokro berusia 5 tahun itu dipesannya dari peternak sapi kepercayaannya milik H Indra Suwandi, di kawasan Jalan Ishak Ahmad, Kelurahan Mayang Manggurai, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Sapi kurban ini juga merupakan sapi terbesar yang ada di Jambi.

"Ya, ini sapi terbesar yang akan dikurban pada hari raya Idul Adha nanti. Sapi ini dipilih secara langsung oleh utusan kepresidenan di Jakarta,'' ujar Indra kepada detikcom saat ditemui di peternakannya, Senin (20/8/2018).

Menurut Indra, sapi kurban jenis Simental ini dibanderol seharga Rp 36 juta. Nantinya, sapi itu akan diserahkan ke salah satu lokasi di kawasan Posos, kantor Trans Sosial, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, untuk dikurbankan dan dibagikan kepada warga dan kaum duafa.

"Kalau tahun lalu sapi itu dikurbankan di Kota Jambi, nah tahun ini rencananya satu hari sebelum hari H sapi ini akan kita serahkan ke kantor Trans Sosial di daerah Posos, Kabupaten Muaro Jambi. Karena di sana katanya sapi ini akan disembelih. Harga sapi ini 36 juta rupiah," terangnya.

Selain Jokowi, Plt Gubernur Jambi serta Kapoda Jambi memesan sapi kurban kepada peternak sapi Indra Suwandi karena hewan ternak sapi miliknya dianggap berkualitas baik untuk dijadikan hewan kurban. Selain sapi, berbagai hewan kurban lainnya ada di sini, yaitu kambing serta domba, dengan beragam bobot.(JP)

Sumber: Detik.com

Perolehan Medali Asian Games Selasa 21 Agustus 2018 Pukul 18.00 WIB

Sumber BeritaSatu.com


NO                         NEGARA   Emas  Perak  Perunggu                                             
1                              China    19           13           9
2                              Japan    8              12           12
3                              Korea    5              10           11
4                              Indonesia            5              2              3
5                              Dpr korea            4              1              2
6                              Iran        3              3              3
7                              India      3              3              2
8                              Chinese taipei  3              1              4
9                              Mongolia             2              0              4
10                           Uzbekistan         1              2              4
11                           Kazakhstan         1              2              3
12                           Thailand              1              1              5
13                           Jordan  1              0              0
14                           Macau, china     1              0              0
15                           Vietnam              0              2              4
16                           Kyrgyzstan          0              2              0
17                           Hong kong, china             0              1              4
18                           Lebanon              0              1              2
19                           Philippines         0              0              3
20                           Malaysia              0              0              1
21                           Singapore           0              0              1
22                           Afghanistan       0              0              0
23                           Bahrain                0              0              0
24                           Bangladesh        0              0              0
25                           Bhutan 0              0              0
26                           Brunei darussalam          0              0              0
27                           Cambodia           0              0              0
28                           East timor           0              0              0
29                           Iraq        0              0              0
30                           Kuwait  0              0              0
31                           Laos       0              0              0
32                           Maldives             0              0              0
33                           Myanmar             0              0              0
34                           Nepal    0              0              0
35                           Oman    0              0              0
36                           Pakistan               0              0              0
37                           Palestine             0              0              0
38                           Qatar     0              0              0
39                           Saudi arabia       0              0              0
40                           Sri lanka               0              0              0
41                           Syria      0              0              0
42                           Tajikistan            0              0              0
43                           Turkmenistan    0              0              0
44                           United arab emirates     0              0              0

45                           Yemen  0              0              0

Hanya Raih Perak, Sri Wahyuni Minta Maaf

Atlet angkat besi, Sri Wahyuni, saat berlaga pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Senin, (20/8/2018). Sri Wahyuni menyumbang medali perak dengan total angkatan 195 kg. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )

Lifter putri Indonesia Sri Wahyuni meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena tidak berhasil mempersembahkan medali emas.

Jambipos Online, Jakarta - Lifter putri Indonesia Sri Wahyuni yang turun pada kelas 48 kg Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena tidak berhasil mempersembahkan medali emas.

"Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan saya akan mencoba pada kesempatan yang lain," kata dia, Senin (20/8/2018) sore.

Menyinggung perolehan medali di dua Asian Games terakhir yang hanya meraih medali perak, ia pun mengaku penasaran dan ingin mencoba lagi jika ada kesempatan untuk Asian Games berikutnya.

Pada Asian Game 2018 Sri Wahyuni hanya meraih peringkat kedua yakni dengan medali perak setelah berhasil mengumpulkan total angkatan 195 kg sementara peraih medali emas adalah lifter asal Korea Utara Di Song Gum dengan total angkatan 199 kg.

Sri Wahyuni sebenarnya bisa mencuri kesempatan untuk meraih medali emas jika pada angkatan clean and jerk seberat 112 kg, dapat ia lakukan namun dengan dua kali kesempatan yakni kesempatan kedua dan ketiga angkatan seberat 122 kg tersebut gagal diraih.(*)



Sumber: ANTARA

Atlet Downhill Putri, Tiara Andini Prastika, Raih Medali Emas Ke Tiga Indonesia

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Seeding Run nomor Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin (20/8/2018). ( ANTARA FOTO/NASGOC/AJI WISNU NOVIANTO)

Jambipos Online, Jakarta-Atlet balap sepeda gunung downhill putri, Tiara Andini Prastika, menjadi penyumbang medali emas ketiga bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2018.  Tiara Andini Prastika menjadi yang tercepat pada perlombaan downhill putri di Khe Bun dengan catatan waktu 2 menit 33,056 detik. 

"Atlet downhill putri Tiara Andini Prastika mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," demikian reportase langsung wartawan KOMPAS, Rakaryan Sukarjaputra, di Kompas.id. 

Tiara unggul jauh dengan selisih lebih dari 9 detik dengan dua peraih medali lainnya. Atlet Thailand, Vipavee Deekaballes, meraih medali perunggu dengan selisih 9,598 detik. 

Atlet Indonesia lainnya, Nining Porwaningsih, berada di posisi ketiga dan berhak meraih medali perunggu. Dia tertinggal 9,608 detik dari rekan senegaranya. Sejauh ini, kontingen Indonesia sudah meraih tiga medali emas, yakni dari cabang taekwondo pada hari pertama serta wushu dan downhill pada hari kedua penyelenggaraan Asian Games 2018.

Tiara Andini Prastika penyumbang medali emas bagi Indonesia saat ini berada di 16 Union Cycliste Internationale (UCI).

Tiara Andini Prastika adalah salah satu atlet putri dari cabang olahraga balap sepeda downhill yang berhasil menyumbangkan emas ketiga bagi Indonesia di Asian Games 2018. 

Ia menduduki peringkat pertama dengan catatan waktu 2:33.056 mengalahkan atlet Thailand Vipavee Deekaballes di posisi kedua dengan waktu 2:42.654.

Gadis kelahiran Semarang, 22 Maret 1996 ini berada di peringkat 16 Union Cycliste Internationale (UCI). Atlet berusia 22 tahun itu pernah menjadi unggulan pertama pada Kejuaraan Asia MTB 2018 di Cebu, Filipina, 4-6 Mei lalu.

Sumbangan emas Tiara menjadi yang ketiga bagi Indonesia. Medali emas pertama didapat oleh Defia Defia Rosmaniar, atlet taekwondo yang berhasil mengalahkan Marjan Salahshouri (Iran) dalam final nomor tunggal putri poomsae dengan poin 8,690.

Emas kedua dipersembahkan oleh atlet wushu Lindswell Kwok yang memperoleh poin 9,75 mengalahkan Hongkong dan Filipina yang masing-masing dapat poin 9,71 dan 9,68.

Dilansir dari www.cyclingarchives.com, pada 2017, Tiara juga berhasil merebut posisi pertama di kejuaraan Sleman Downhill, Lubuklinggau Downhill dan Ternadi Downhill. 

Tiara sudah pernah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia, salah satunya saat menjadi juara Pertama, Putri - Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat pada 2012.

Pada 2013 Tiara dua kali mendapatkan juara pertama, yaitu pada turnamen Porprov Jawa Tengah Banyumas 2013, Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah dan Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat pada tahun 2013.

Pada 20 Agustus 2018, Tiara berhasil menambah total medali emas yang diraih oleh Indonesia. Dia merupakan peraih medali emas ketiga setelah berhasil memenangkan nomor downhill putri, dengan mencatatkan waktu 2 menit 33, 056 detik.(JP-Berbagaisumber/Lee)
Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com


Ivan Wirata Kerap Tampil Bersama Dengan HBA Menyapa Masyarakat

Ivan Wirata Kerap Tampil Bersama Dengan HBA Menyapa Masyarakat.FB
Jambipos Online, Jambi-Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi Periode 2011-2014 H Ivan Wirata ST MM MT dan Gubernur Jambi Periode 2010-2015 H Hasan basri Agus (HBA) kerap tampil berdua menyapa masyarakat. Hal ini terpantau dari sejumlah pontingan-postingan gambar di linimasa akun sosial media milik Ivan Wirata. Keduanya kerap mengulang nostalgia saat masih menjabat meninjai dan membangun infrastruktur di Provinsi Jambi.

Seperti diketahui Paslon HBA-Edi Purwanto  kalah pada Pilkada Gubernur Jambi 2015 lalu melawan Paslon Zumi Zola-Fachrori Umar. Kemudian Iva Wirata-Dodi Sularso juga kalah melawan paslon Hj Masnah Busro-Bambang Bayu Suseno di Pilkada Bupati Muarojambi 2017 lalu.  

Namun kegagalan pada Pilkada itu, membawa pelajaran berharga bagi HBA dan Ivan Wirata dan juga tak membuat keduanya tak menggeluti dunia politik. Bahkan kini keduanya fokus pada Pileg 17 April 2018. 

Mengutip dari linimasa akun social media Ivan Wirata, Berpikir dan Berjiwa Besar Kegagalan dan kesulitan, bisa menjadikan orang semakin terpuruk. Tetapi sebaliknya, banyak juga orang justru karena mengalami kegagalan dan kesulitan bisa berbalik menjadi orang sukses. 

Seseorang yang mampu membalikkan keadaan dari situasi gagal dan sulit menjadi kesuksesasan adalah orang yang mampu melihat peluang di balik ancaman, dan melihat kekuatan di balik kelemahan.

Seseorang yang mampu mengubah keadaan dari titik terendah naik menuju titik yang lebih tinggi adalah orang yang dapat menjadikan kegagalan dan kesulitan sebagai tangga mendaki kesuksesan. 

Seseorang yang bangkit dari titik terendah menuju titik tertinggi adalah orang yang dapat menjadikan kegagalan dan kesulitan sebagai kunci membuka kesuksesan. Seseorang yang dapat berdiri tegak ketiga jatuh adalah orang yang dapat menjadikan kegagalan dan kesulitan sebagai bahan bakar motivasi untuk “berlari” mencapai kesuksesan. (JP-Lee)

Berita Terkait
1. HBA dan IW Dongkrak Suara Golkar
2. Lewat Sosial Media, HBA Mundur dari Demokrat


Mahfud MD: Saya Tidak Bisa Jadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Mahfud MD. ( Foto: Antara )

Pasalnya, saat ini, Mahfud masih menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurut Mahfud, BPIP merupakan penyelenggara negara yang harus netral di tengah kontestasi Pilpres 2019.

Jambipos Online, Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menjadi ketua Tim Kampanye bakal pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Pasalnya, saat ini, Mahfud masih menjadi anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

"Saya tak bisa jadi (ketua) timses atau tim pemenangan Jokowi, karena saya berada di BPIP," ujar Mahfud MD usai memberikan pembekalan kepada caleg Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Balai Sarbini, Jalan Jenderal Sudirman, Semanggi, Jakarta, Senin (20/8/2018).

BPIP, kata Mahfud, merupakan penyelenggara negara yang harus netral di tengah kontestasi Pilpres 2019. Apalagi, kata dia, Presiden Jokowi menugaskan BPIP untuk menata ideologi yang di dalamnya terdapat netralitas penyelenggara negara.

"BPIP kan penyelenggara juga. Jadi kalau saya masuk ke tim sukses manapun, berarti saya tak netral," tandas dia.

Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan bahwa tidak ada tawaran bagi dirinya untuk menjadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebelumnya, nama Mahfud sempat menguat menjadi Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf.

"Nggak ada tawaran (jadi ketua tim kampanye Jokowi)," pungkas dia.(*)


Sumber: BeritaSatu.com 

Yolla Primadona Atlet Silat Sekaligus Aktor Bintang Laga


Silat itu kita, silat itu Indonesia. Bagi Yolla Primadona pencak silat adalah harmoni kehidupannya. Prima demikian sapaan akrabnya, mengenal suka duka kehidupan dari olahraga ini. Maklumlah ia telah mengenal pencak silat sejak masih kecil.

Silat bukan hanya tentang olahraga bela diri, akan tetapi ada nilai-nilai persahabatan dan solidaritas di dalamnya. Suasana kekeluargaan itulah yang membuat Prima akhirnya jatuh cinta kepada pencak silat.

“Yang membuat saya jatuh cinta sama pencak silat itu rasa persahabatanya. Rasa dimana kita satu sama lain tuh dalam pencak silat menjadi sama. Kenapa dibilang seperti itu karena ketika kita masuk di pencak silat baju yang kita kenakan sama warnanya yaitu hitam.”

Berkat kecintaan Prima, ia mendapat tawaran untuk mempromosikan pencak silat melalui dunia akting. Pria asal Sumatra Barat ini adalah aktor film The Raid, sebuah film laga yang menampilkan jurus-jurus pencak silat. Lantas bagaimana keseruan Prima selama terlibat dalam proses pembuatan film itu.

“Sebenarnya sudah tau sama film The Raid sudah dari lama tapi tidak bisa meluangkan waktu untuk ikut shooting di film itu. Karena di tim nasional itu 'kan jadwal latihanya sudah diprogramkan jadi tidak memungkinkan untuk ikut casting di film The Raid yang pertama. Untuk The Raid kedua casting-nya itu dibuka secara online dan salah satu aktornya itu nge-tag saya di Twitter untuk ikut casting. Alhamdulillah sutradara, aktor, dan produsernya mempercayakan beberapa scene untuk saya. Lalu the best actor di film tersebut, yaitu Eko Uwais kita sempet ngobrol dan buat kreografi juga untuk beberapa adegan di film.”

Pencak silat sudah mendunia berkat aksi-aksi Prima dan pesilat lainnya dalam film tersebut. Sang sutradara yang merupakan warga Negara Inggris turut mengapresiasi kehebatan milik Indonesia. Hal itu membuktikan bahwa pencak silat sudah mendunia dan diterima dengan baik oleh masyarakat internasional.

“Sutradaranya tidak cuma suka action. Sutradaranya film The Raid ini setau saya sudah mengikuti pencak silat sejak 10-20 tahun yang lalu. Saya bertemu dengan dia pertama kali di festival pencak silat. Saya selalu lihat dia membawa kamera untuk men-shooting tentang festival pencak silat, jadi memang dia sudah sangat cinta dan dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pencak silat bisa dibuat ke dalam suatu seni pertunjukkan yaitu akting.”

Di luar dunia akting, Prima adalah atlet pencak silat yang handal. Berbagai prestasi telah ia torehkan untuk merah putih mulai dari level tingkat nasional hingga level kejuaraan dunia. Lantas kejuaraan mana yang paling membekas di hati Prima?

“Yang paling berkesan menurut saya adalah ketika kejuaraan dunia di Bali. Setelah pertandingan kita dibuatkan pesta, di pesta tersebut kita semua para atlet berkumpul dan sudah tidak melihat lagi yang namanya ras, kulit, agama, baju silat mana, atau dari perguruan mana. Kita cuma datang ke situ duduk, makan-makan, dan senang-senang. Itu adalah hal yang sangat indah bagi saya. Pokoknya itu salah satu kejuaraan dunia yang tidak pernah saya lupakan karena ada terdapat peserta terbanyak total ada 72 negara yang ikut dan kita menyatu menjadi satu, itu sangat luar bisa. Bahagia banget bisa melihat senyum mereka dan mengatakan bahwa saya bangga punya pencak silat, itu bagus banget.”

Respon positif dari negara–negara lain terhadap pencak silat tidak ia sia-siakan. Pada tahun 2010, ia memulai usaha bisnis jersey pencak silat. Tim-tim pencak silat dari Asia, Eropa, dan Amerika bahkan memesan seragam langsung kepada Prima.

Pada Asian Games 2018 nanti pencak silat untuk pertama kalinya akan dipertandingkan. Tentu saja ini merupakan sejarah baru olahraga nasional. Prima mengaku bangga dan tidak akan melewatkan momen berharga ini.

“Saya sangat bangga dan momen ini sangat luar biasa, seperti kalian bisa melihat sendiri Indonesia sangat excited.”

Prima sangat antusias menyambut Asian Games 2018. Kita pun tidak boleh kalah semangat. Ayo dukung atlet Indonesia untuk raih yang terbaik di Asian Games kita, ayo Indonesia.(*)

Sumber: BeritaSatu.com

Wushu Tambah Medali Lewat Hulaefi Raih Perunggu

Achmad Hulaefi. ( Foto: Istimewa )

Achmad Hulaefi meraih medali perunggu di nomor Daoshu-Gunshu.

Jambipos Online, Jakarta - Wushu kembali mempersembahkan medali untuk Indonesia di Asian Games 2018. Achmad Hulaefi mampu mempersembahkan medali perunggu di nomor men's daoshu dan gunshu, dalam laga Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8/2018) pagi.

Atlet wushu Indonesia ini memperoleh poin 9.71 di nomor gunshu sekaligus perbaiki nilainya di nomor daoshu 9.70 dan skor total 19.41.

Medali emas diraih oleh atlet asal Tiongkok, Zhaohua Wu skor secara keseluruhan 19.52. Pada pertandingkan nomor gunshu, Wu memperoleh poin 9.76, sama dengan skor yang diperolehnya di nomor Daoshu yang berlangsung pada Senin (20/8/2018).

Sementara medali perak diraih atlet wushu asal Korea Selatan, Seungjee Cho dengan total skor 19.45. Di nomor Gunshu yang berlangsung pada Selasa, Cho memperoleh poin 9.73, lebih baik 0,01 dibandingkan skornya di nomor daoshu yaitu 9.72.

Ini medali ketiga yang dipersembahkan tim wushu dalam Asian Games 2018. Sebelumnya, Senin (20/8/2018), Lindswell Kwok persembahkan mdali emas lewat nomor taijiquan dan taijijian putri.

Dengan hasil ini, Indonesia kini total mengoleksi sembilan medali di Asian Games 2018. Perinciannya empat emas, dua perak, dan tiga perunggu.(*)


Sumber: ANTARA 

Mengenal Lebih Jauh Sosok Kembar Atlet Sepak Takraw Indonesia

Lena dan Leni.
Jambipos Online-Lena dan Leni pertama kali mengenal sepak takraw pada tahun 2006 silam. Ada pemandangan unik setiap tim nasional sepak takraw putri berlaga. Pasalnya ada dua perempuan berwajah identik yang begitu lihai di lapangan. Mereka adalah Lena dan Leni, si kembar di lapangan sepak takraw. Lantas seperti apa awal mula perjumpaan Lena dan Leni dengan sepak takraw?

“Agar biaya sekolah gratis sejak SMA sudah ikut menjadi atlet takraw dan dari situ Alhamdulillah selalu berhasil menjadi juara antarpelajar, kejuaran daerah, sampai kejuaraan nasional.”

Lena dan Leni pertama kali mengenal sepak takraw pada tahun 2006 silam. Setahun berselang mereka langsung masuk Pelatnas dan resmi menyandang sebagai atlet nasional. Padahal sebelumnya kehidupan si kembar asal Indramayu ini jauh dari kata layak.

“Pada kehidupan dulu sebelum menjadi atlet kita ikut bantu-bantu orang tua dan tetangga seperti ke sawah dan cuci piring.”

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Lena dan Leni banting tulang kerja serabutan. Mulai dari menjadi buruh cuci hingga mengais sampah demi sepatu bekas untuk sekolah. Semua itu dilakukan demi melanjutkan pendidikan.

“Karena ingin melanjutkan sekolah dan melihat teman-teman ikut takraw untuk bisa lanjut sekolah tanpa dipungut bayaran jadi kita juga ikutan ikut takraw.”

Akhirnya Tuhan membukakan jalan bagi si kembar di lapangan sepak takraw. Olahraga ini seakan menjadi jawaban dari segala ikhtiar Lena dan Leni.

“Sepak takraw is my life” ujar Leni.

“Karena kita sudah dibiayai dan difasilitasi dari mengikuti sepak takraw ini, jadi kita tidak mau mengecewakan sekolah juga dan terus berlatih yang lama-lama. Sepak takraw ini menjadi hobi kita sekaligus profesi. Alhamdulillah juga berkat prestasi di sepak takraw kita juga diberikan pekerjaan dari bupati.”

Berkat prestasi Lena dan Leni mendapat beasiswa pendidikan hingga ditawari pekerjaan. Tak hanya itu, si kembar bahkan sanggup memberangkatkan orang tuanya ke Tanah Suci. Semua itu karena prestasi mereka di sepak takraw.

“Tahun 2010 pas pertama kali ikut Asian Games dan sehabis itu juga mendapatkan bonus porda lalu kita bisa mendaftarkan orang tua ke Tanah Suci di tahun 2014. Orang tua pun berangkat selagi kita ke Incheon, Korea Selatan, karena ada pertandingan.”

Namun perjalanan Lena dan Leni di sepak takraw tidak selalu mulus. Pada SEA Games 2017 lalu, di Malaysia, mereka sampai menangis karena merasa di curangi.

“Waktu itu sebenarnya kita sudah mimipin jauh leading 70 poin dan dari kualitas kita di atas para pemain Malaysia ya tapi mungkin memang belum rezeki kita saja pada saat itu. Kebetulan waktu itu pak mentri kan juga nonton langsung dan memberikan motivasi kepada kita semua pada saat itu untuk jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan.”

Kini si kembar sudah move on dan siap tampil pada Asian Games 2018 nanti. Lena dan Leni bahkan sudah tidak sabar untuk bertanding di lapangan.

“Sudah siap tempur, siap main! Kita sudah dibekali semuanya dari segi teknik, skill, dan mental insyaAllah sudah siap main.”

Di Asian Games nanti, duet Lena dan Leni sangat mudah dikenali secara visual. Saat pertandingan mereka kerap menggunakan bandana dengan motif dan warna yang sama. Kira-kira kenapa ya?

“Sebenarnya itu bukan untuk gaya-gayaan atau apa. Cuma kalau nggak pake bandana pada lecet dan sakit kepalanya. Dulu pernah waktu tanding di Jambi sampai berdarah itu di kepala.”

Jangan biarkan keringat, air mata, bahkan darah yang menetes dari tubuh Lena dan Leni menjadi sia-sia. Kita harus dukung perjuangan dan pengorbanan mereka di Asian Games 2018 nanti.

Mengenal Lebih Jauh Sosok Kembar Atlet Sepak Takraw Indonesia


Ada pemandangan unik setiap tim nasional sepak takraw putri berlaga. Pasalnya ada dua perempuan berwajah identik yang begitu lihai di lapangan. Mereka adalah Lena dan Leni, si kembar di lapangan sepak takraw. Lantas seperti apa awal mula perjumpaan Lena dan Leni dengan sepak takraw?

Sumber: BeritSatu.com


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Dirgahayu RI Ke 73

Dirgahayu RI Ke 73
Ivan Wirata: Keindahan hidup itu bukan terletak di dalam puncak sebuah tujuan melainkan ketika kita berjuang untuk mewujudkan tujuan & Perjuangan bangsa Indonesia bukan hanya dari masa lalu. Hari ini, hari esok, dan selamanya. perjuangan kita belum berakhir. Mari kita perjuangkan bersama Indonesia adil dan sejahtera. Dirgahayu Indonesia Ke - 73 Tahun.

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Portal Berita Polda Jambi (TribrataNews)

Portal Berita Polda Jambi (TribrataNews)
Klik Benner Untuk Mengunjunginya

Dealer Suzuki PT Indah Jaya Motor Kota Jambi

Dealer Suzuki PT Indah Jaya Motor Kota Jambi
KLIK Gambar Untuk Info Selengkapnya