Berita Terbaru

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya
INDEKS BERITA

Amrizal Ali Munir: Kuping Kami Panas Ada Isu Lelang Jabatan Eselon II Berbau Pungli

Written By jambipos-online on Thursday, July 27, 2017 | 15:39

Amrizal Ali Munir, Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Jambi Tuntas (AMPJT) saat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Fachrori Umar, Kamis (27/7/2017). IST
Jambipos Online, Jambi-Kami banyak mendengar dan telinga terasa panas, karena pada dasarnya kami cinta dengan Zola-Fachrori. Adanya isu tentang sejumlah uang agar lolos seleksi, yang lulus seleksi tidak ahli dalam bidangnya dan banyak lagi isu yang berkembang di masyarakat. Kami minta proses lelang jabatan eselon II di 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi terhindar dari praktik uang pelicin. 

Hal itu diungkapkan Amrizal Ali Munir, Koordinator Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Jambi Tuntas (AMPJT) saat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Fachrori Umar, Kamis (27/7/2017). 

Masyarakat AMPJT melakukan ujuk rasa mengenai proses lelang jabatan eselon II di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi serta pengangkatan jabatan eselon lainnya yang diduga terdapat kecurangan di kantor Gubernur Jmabi, Kamis (27/7/2017). 

Amrizal Ali Munir mengatakan, pada dasarnya mereka adalah para pendukung pemerintahan Zola-Fachrori. Oleh karena itu dirinya tidak ingin program Jambi Tertib, Unggul, Nyaman, Tangguh, Adil dan Sejahtera (Tuntas) mengalami kegagalan. Kata Amrizal dihadapan Wagub Jambi, bahwa terdapat dugaan kecurangan atas lelang jabatan. 

Banyaknya isu yang beredar dimasyarakat membuat masyarakat tidak bisa tinggal diam. Oleh karena itu mereka merasa perlu untuk melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Erwan Malik dan Tim Seleksi (Timsel) lelang lainnya. 

Wagub Jambi saat menerima audiensi kelompok massa itu mengatakan, pihaknya sangat menghargai kedatangan dari masyarakat yang mendukung pemerintah Zola-Fachrori. 

Fachrori mengatakan dirinya menerima masukan yang diberikan karena bertujuan untuk menyampaikan keluhan masyarakat. Tapi Fachrori Umar belum dapat memberikan penjelasan yang begitu banyak karena Sekda Erwan Malik sedang berada di Jakarta. Dirinya mengatakan akan melakukan audiensi berikutnya ketika Sekda telah berada di Provinsi Jambi. 

“Saya menerima masukan, kalau memang salah tolong dibetulkan, kalau kurang tolong ditambahkan, kita harapkan jangan ada orang yang membuat tidak karuan," kata Fachrori. 

Selanjutnya audiensi akan dilakukan kembali setelah Sekda tiba di Jambi, sebelum pelantikan eselon II. Amrizal menginginkan adanya Gubernur Jambi, Wagub, Sekda serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) turut dalam audiensi berikutnya. 

Turut hadir mendampingi Wagub Jambi yaitu Staf Ahli Gubernur, Husni Jamal dan Asisten II Bidang Pembangunan Ekonomi, Agus Sunaryo. (JP-L33)

Singapura Siap Antisipasi Cegah Bencana Asap di Provinsi Jambi

Jambi Alami Kerugian Rp 12 Triliun Akibat Bencana Asap 
 
Menteri Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri Singapura, Muhammad Maliki Osman (kiri) dengan Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar (kanan) di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (27/7/2017) siang. IST
Jambipos Online, Jambi-Pemerintah Negara Singapura siap membantu untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia khususnya di Provinsi Jambi. Provinsi Jambi rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan karena memiliki lahan gambut yang cukup luas. Singapura juga menghimbau agar tidak lagi terjadi bencana seperti tahun 2015 lalu di Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri Singapura, Muhammad Maliki Osman saat melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar di Kantor Gubernur Jambi, Kamis (27/7/2017) siang. 

Pada pertemuan itu, Muhammad Maliki Osman menyampaikan kesiapan Pemerintah Negara Singapura untuk membantu Pemprov Jambi untuk mencegah terjadinya Karhutla terutama di lahan gambut di Provinsi Jambi. 

Disebutkan, saat ini Pemerintah Negara Singapura sudah mengetahui bahwa Pemprov Jambi sedang bekerja keras untuk mencegah Karhutla, agar tidak terjadi lagi seperti tahun 2015 Lalu. “Jika ada yang diperlukan sampaikan kepada kami, agar kami memberikan yang diperlukan,” ujar Maliki. 

Sebelumnya, Pemprov Jambi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi kini tengah memadamkan titik api yang timbul di Kabupaten Tebo, Batanghari, Muarojambi, Bungo. 

Jangan Ulangi Lagi Kelalaian Tahun 2015 

Menurut catatan Jambipos Online, Gubernur Jambi Zumi Zola dalam berbagai kesempatan mengingatkan pihak berkepentingan dan seluruh kepala daerah se Provinsi Jambi untuk tidak mengulangi lagi kejadian bencana asap di Provinsi Jambi seperti tahun 2015 lalu. Akibat dampak kebaran hutan dan lahan pada tahun 2015 di Provinsi Jambi yang luasnya mencapai 130.000 hektar, kerugian mencapai kurang lebih Rp12 triliun. 

Besarnya kerugian tersebut tentunya berimbas pada penurunan pertumbuhan perekonomian Provinsi Jambi. Sementara jumlah hot spot pada tahun 2015 sebanyak 1.654 titik. Dari data yang dicatat Pemerintah Provinsi Jambi, 90% kebakaran hutan dan lahan akibat perbuatan manusia, 10% karena faktor alam. 

Zola menjelaskan, setidaknya ada tiga penyebab kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi pada tahun 2015. Penyebab pertama yakni dunia usaha belum secara maksimal menyediakan SDM dan sarana prasarananya, sekat kanal saat itu belum maksimal, baik jumlah maupun fungsinya, dan kebiasaan masyarakat membuka lahan dengan cara membakar. 

Zola menambahkan, karhutla di Provinsi Jambi tahun 2015 diperparah karena banyanya kebakaran yang terjadi di lahan gambut. 

“Total lahan gambut di Provinsi Jambi kurang lebih 900.000 Ha, yang mayoritas berada di 3 kabupaten, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Muaro Jambi,” sebut Zola. 

“Strategi pencegahan yang kami lakukan saat ini, membentuk Posko Satgas Pencegahan dan Pegendalian Karlahut, deteksi dini hot spot yang setiap hari kami laporkan kepada Ibu Menteri (Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Kami mengeluarkan Perda No. 2 Tahun 2016 tentang Pencegahan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, pemegang izin (lahan) wajib membuat sekat kanal dan embung air, sesuai arahan Ibu Menteri, kami sosialisasikan kepada semua perusahaan,” ujarnya. 

“NGO memfasilitasi mambantu kami untuk membangun sekat kanal, sumur hydrant, dan juga embung air pada areal gambut di luar daerah pemegang izin. Dengan kemampuan yang kami miliki, menyiapkan SDM, sarana-prasarana, juga sosialisasi kepada masyarakat, melakukan rapat koordinasi yang menghasilkan maklumat kesepakatan sesuai arahan dari Ibu Menteri, salah satunya adalah punishment (hukuman) baik penjara maupun denda. Kami tambahkan satu, perusahaan yang dengan sengaja membakar, atau lelet dan tidak tanggap memadamkan titik api, saya rekomendasikan untuk dicabut izinnya,” terang Zola. 

“Sekat kanal, kami monitor pembuatannya di perusahaan-perusahaan, salah satunya di WKS, dari 426 unit, sudah terbangun 300 unit dan saya sudah cek, sesuai dengan arahan dari Menteri PU, waktu pertemuan sebelumnya di Kementerian Kehutanan. Kami merekomendasikan WKS untuk menyiapkan 2 unit helikopter untuk water bombing. Kami juga melakukan sekat kanal di Tahura, sudah 2 unit yang dibuat dan akan ditambah 5 unit lagi,” tutur Zola. (JP-Asenk Lee)

Kebakaran Hutan Mulai Terjadi di Muarojambi

Satgas Karhutla Turunkan Helikopter Water Bombing 
 
Kebakaran Lahan lokasi diseputaran Desa Suko Berajo dan Petanang disekitaran Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muarojambi, Kamis (27/7/22017). (Istimewa)
Jambipos Online, Muarojambi-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kini mulai terjadi di Kabupaten Muarojambi tepatnya pada lokasi Koordinat BT 103.55.52-LS 1.29.10. Saat ini, kondisi api masih manyala dan berupaya untuk dipadamkan oleh Satgas Karhutla dengan menurunkan Helikopter “Water Bombing”, Kamis (27/7/2017). 

Kebakaran hutan dan lahan itu diketahui setelah mendapat Informasi dari karyawan PT. Wana Seponjen Indah, dari pantauan menara pemantau api. 

Ada Kebakaran Lahan lokasi diseputaran Desa Suko Berajo dan Petanang disekitaran Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muarojambi. Hal ini diutarakan Kasi Kedaruratan BPBD Muarojambi Amril Burhanudin kepada wartawan, Kamis (27/7/22017). 

Menurut dia, saat ini Personil Satgas Kabupaten Muarojambi juga menuju kelokasi dan bantuan Helikopter “Water Bombing” sudah ke lokasi untuk memadamkan api. 

Satgas Karhutla Kabupaten Muarojambi juga meminta bantuan kepada Satgas Karhutla Provinsi Jambi, karena akses jalan darat untuk membawa peralatan sangat kesulitan. Kemudian Satgas Karhutla Provinsi mengirim Helikopter “Water Bombing”. 

Disebutkan, kebakaran lahan sekitar lahan dan hutan itu diperkirakan terjadi Pukul 12:29 WIB. Api diduga akibat pembakaran yang disengaja oleh petai.

Dua Helikopter

Dua Helikopter water bombing di Jambi.
Sebelumnya, status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi yang berakhir pekan lalu diperpanjang kembali mulai Senin (24/7/2017) hingga tiga bulan mendatang. Perpanjangan status siaga darurat karhutla di daerah itu dilakukan menyusul meningkatnya jumlah hot spot (titik api) di daerah itu.

“Jika kebakaran hutan dan lahan di Jambi terus meluas hingga sampai menimbulkan bencana asap, status siaga darurat karhutlah di Jambi sewaktu-waktu bisa ditingkatkan menjadi tanggap darurat karhutla,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Hamdan.

Menurut Hamdan, pihaknya selama dua hari terakhir meningkatkan patroli udara dan pemadaman beberapa hot spot di beberapa kabupaten. Sebanyak tiga unit helikopter water bombing (pengebom air) disiagakan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Kota Jambi mengantisipasi karhutla di daerah itu.

“Satu helikopter dikerahkan memadamkan beberapa hot spot di Kabupaten Tebo, Senin (24/7) lalu. Rencananya helikopter tersebut juga dikerahkan memadamkan beberapa hot spot di Kabupaten Batanghari, Muarojambi," ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan pantauan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, jumlah hot spot di Jambi meningkat dua hari terakhir. 

Sejak Minggu, terpantai puluhan hot spot di Jambi. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Tebo, Bungo, Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Batanghari. (JP-04)

Penerimaan Berkas Lelang Sekda Kota Jambi Hingga 9 Agustus 2017

Abu Bakar.IST
Jambipos Online, Jambi-Lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi kembali dibuka setelah sebelumnya gagal mendapatkan calon yang kredibel. Untuk penerimaan berkas lelang jabatan dimulai 27 Juli 2017 hingga berakhir 9 Agustus 2017. 

Kabag Humas Setda Pemkot Jambi, Abu Bakar kepada wartawan, Kamis (27/7/2017) mengatakan, seleksi administrasi dimulai 28 Juli hingga 10 Agustus 2017. 

Adapun persyaratan bagi peserta, masih sama dengan syarat sebelumnya. Namun penetapan usia harus mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, maksimal usia 56 tahun saat mendaftar. 

Terkait 10 pendaftar lelang yang sudah lolos sebelumnya, Abu Bakar mengatakan mereka yang sudah mendaftar pada tahap pertama tetap bisa mendaftar sesuai dengan syarat-syarat hasil rekomendasi KASN yang mengacu pada PP Nomor 11 Tahun 2017. (JP-L33)

Syarif Fasha Berpeluang Diusung 8 Parpol di Pilkada Kota Jambi

Fasha-Maulana.

Abdullah Sani-PB Panjaitan. (Berpeluang Diusung PDIP, PAN, PKB).
Jambipos Online, Jambi-Calon Patahanan, H Syarif Fasha berpeluang kuat akan diusung 8 Partai Politik (Parpol) pada Pilkada Kota Jambi Juni 2018 mendatang. Delapan parpol itu adalah Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, NasDem, PPP, PKPI dan PBB. Dari jumlah 45 kursi dari 9 Parpol di DPRD Kota Jambi, Parpol harus melakukan koalisi untuk syarat pencalonan dengan 9 kursi di DPRD Kota Jambi. Jika 8 Parpol itu solid mengusung Fasha-Maulana akan mengumpulkan 20 kursi di DPRD Kota Jambi. 

Dari 45 jumlah kursi DPRD Kota Jambi, Partai Golkar 5 kursi, Gerindra 5 kursi, Hanura 5 kursi, PPP 4 kursi, PBB 1 kursi, Demokrat memiliki 8 kursi, PDI-P 8 kursi, PAN 5 kursi, PKB 4 kursi. 

Syarif Fasha kini tengah melobi dukungan Parpol. Bahkan hingga saat ini sudah delapan partai yang dijajaki dengan mengikuti proses penjaringannya. Delapan parpol itu yakni Golkar dan sudah final mengusung Fasha. 

Di Partai Golkar, Fasha tidak melalui penjaringan namun secara aklamasi karena Fasha sebagai Ketua Harian DPD Golkar Provinsi Jambi. Kemudian Hanura, dipartai ini, baru Fasha yang mendaftar sebagai calon walikota, sementara Maulana memilih sebagai calon wakil walikota. 

Selanjutnya Gerindra. Dipartai besutan Prabowo ini, baru Fasha yang mendaftar sebagai cawako. Sementara Maulana memilih sebagai calon wakil. Disini Maulana merupakan kader internal karena menjabat sebagai Ketua Kesira Provinsi Jambi. 

Berikutnya PKS. PKS tidak membuka penjaringan, namun komunikasi pengurus partai dengan Fasha begitu intens dan memberikan sinyal dukungan. Sebagai catatan, pada acara Halalbilhalal PKS beberapa waktu lalu, Fasha hadir langsung. 

Kemudian PKPI. Walau hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota Jambi, PKPI juga sudah membuka penjaringan. Fasha memiliki peluang diusung PKPI. Sinyal survei tertinggi yang menjadi patokan menunjukkan arah dukungan PKPI ke Fasha. 

Selanjutnya PPP yang memiliki 4 kursi ini juga membuka pendaftaran dan sudah menutupnya. Syarif Fasha menjadi satu satunya calon yang mendaftar sebagai calon walikota. 

Sedangkan di Partai NasDem, Fasha sudah mendaftar di partai besutan Suryo Paloh ini. Hubungan Fasha dengan NasDem sangat baik. Bisa dibaca dengan diundang Fasha untuk menjadi tamu di Metro TV. Hingga saat ini Fasha satu satunya calob walikota yang mendaftar di NasDem. 

Sebagai parpol terakhir adalah, PBB. PBB memiliki satu kursi di DPRD Kota Jambi. Partai ini juga sudah membuka penjaringan, namun lagi-lagi calon walikota yang mendaftar hanya Fasha. 

Sementara Maulana mendaftar sebagai calon wakil walikota di PBB. Jika lobian Tim Fasha Center mulus, kemungkinan besar Fasha-Maulana akan diusung 8 Parpol di Pilkada Kota Jambi Juni 2018 mendatang. (JP-Asenk Lee)

Pasca Dieksekusi, JBC Segera Dibangun

Upayakan Konekting JBC-Flay Over

Proses Eksekusi Lahan JBC, Rabu (26/7/2017). Foto (Intimewa-Bahara Jati)

Jambipos Online, Jambi-Pasca dieksekusi oleh Tim Gabungan lahan pembangunan Jambi Bisnis Center (JBC) dibekas Kantor Dinas Peternakan Provinsi Jambi yang beralamat di Jalan Kolonel Abunjani, Simpang III Sipin, Kota Jambi, Rabu (26/7/2017), pihak rekanan akan segera melakukan pembangunan JBC tersebut. 

Direktur Utama PT Kurnia Property selaku pihak yang akan membangun JBC, Mario Liberty Siregar menjelaskan, kendala pembangunan JBC awalnya soal sertifikat dari Hak Pakai menjadi Hak Pengelolaan Lahan, yang selanjutnya menjadi Hak Guna Bangunan di atas HPL yang kewenangannya di BPN Pusat, namun sekarang sudah dalam proses. 

Kemudian pengosongan lahan (kewenangan Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah/ Biro Aset dan Satpol PP Provinsi Jambi yang di-back up oleh pihak kepolisian). Namun pengosongan lahan sudah dilakukan Rabu (26/7/2017) dan segera dibangun.

“Dua hal itu sudah terpenuhi, selanjutnya IMB yang menjadi kewenangan Pemkot Jambi. Namun sebelum dibangun harus ada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), sedangkan Amdal dan Amdal Lalin yang merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi telah selesai,” jelas Mario Liberti Siregar.

Proses Eksekusi

Proses eksekusi yang dilaksanakan oleh Pemprov Jambi ini dikawal oleh ratusan aparat kepolisian bersenjata. Aparat yang berjumlah ratusan tersebut terdiri dari 80 Pol PP Provinsi, 360 Personil Polda dan Polresta  dan 190 TNI dikerahkan dalam eksekusi, Rabu (26/7/2017).(Baca: Fly Over Konektivitas Akses JBC)

Sementara puluhan petugas Polwan Cantik berjejer berbaris di depan lokasi tersebut dengan penjagaan juga dari aparat kepolisian. Sedangkan puluhan warga masih bertahan di depan gedung tersebut. Belasan motor Unit Brimob tampak berjejer di halaman Hotel Nusa Wijaya yang berada disebelah tempat eksekusi tersebut.
 
Dari pantauan, pelaksanaan eksekusi dimulai dari pukul 08.30 WIB, yang sebelumnya tanah tersebut disebut-sebut milik ahli waris Kembar Bin Arifin, tanah milik adat Tahun 1937 seperti yang tertulis diplang lokasi itu.

Tertulis juga plang disebelahnya Tanah hak milik Pemerintah Provinsi Jambi Sertifikat HP. NO. 06 Tahun 1979, dengan luas tanah 76.750 meter persegi, tertanda Setda Provinsi Jambi tahun 2013. Ada juga tulisan dilarang masuk tanpa izin pemilik tanah ini milik ahli waris Kembar Bin Arifin, tanah milik adat tahun 1937.

Juga berdiri sebuah Posko LSM Front Pembela Kebenaran dan Keadilan (Peduli Ahli Waris) masih dalam proses perkara. Menurut informasi, tanah tersebut sudah dimenangkan oleh Pemprov Jambi sesuai keputusan Mahkamah Agung.

Eksekusi tersebut sempat diwarnai kericuhan, namun berhasil diredakan aparat kepolisian. Awalnya ada warga yang tidak terima atas putusan eksekusi itu. Sempat cekcok mulut dengan petugas, tetapi tidak lama.

Zola Dorong

Seperti diberitakan Jambipos Online Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli terus mendorong percepatan pembangunan Jambi JBC. Dia juga menghimbau masyarakat untuk mendukung pembangunan JBC tersebut, supaya berjalan lancar. 

Gubernur Jambi Zola juga telah mengadakan rapat dengan pihak investor, yakni PT Kurnia Properti dan instansi terkait lain, yaitu Badan Pertanahan nasional (BPN) Kota Jambi, untuk membahas sejauh mana progress (kemajuan) rencana pembangunan JBC dan permasalahan atau kendala apa yang dihadapi.

“Permasalahan JBC ini sudah setahun kita pantau, ada pihak yang merasa keberatan, tetapi secara hukum itu sudah inkrah, artinya, sudah ada ketetapan hukum, ini tidak bermasalah lagi dan statusnya milik Pemerintah Provinsi Jambi,” terang Zola.

“Saya sudah tanyakan kepada pihak perusahaan, kenapa pembangunannya belum jalan. Penyebab yang pertama adalah, status lahan itu harus diurus terlebih dahulu, ini kaitannya dengan BPN Kota Jambi dan saya juga sudah tanyakan langsung kepada BPN Kota Jambi, itu akan diurus dan tidak ada masalah lagi, berarti satu masalah sudah selesai,” tambah Zola.

Masalah kedua, lanjut Zola, sebelum membangun harus ada land test (tes tanah), ini harus dilakukan oleh pihak perusahaan, tetapi terkendala ketika ingin melakukan kegiatan itu dihalang-halangi oleh oknum tertentu di lapangan, yang mengklaim bahwa itu milik mereka.

“Ini negara hukum, siapa pun harus tunduk kepada hokum, kalau tidak, ada pengadilan, tetapi sudah dua kali dari pengadilan dan jelas dari pengadilan bahwa itu milik Pemprov Jambi. Oleh sebab itu, kami mengajukan permohonan kepada kepolisian untuk membantu agar proses pembangunan JBC tidak terkendala,” jelas Zola.

“Hal-hal yang lain, masalah teknis, kami juga harus berkoordinasi dengan kementerian terkait yakni Kementerian PUPR, karena nanti setelah 30 tahun, bangunan ini akan menjadi milik Pemprov Jambi, BOT (Build Operate Transfer), artinya harus dilaporkan dulu kepada kementerian,” kata Zola.

“Jadi, ini sudah jelas hitungan kerjanya, sudah harus hitungan kerja perbulan, jadi harus jelas apa target perbulan, ketika macet, kita kaji dimana mampetnya, bukan hanya Pemprov dan pihak perusahaan yang bekerja, tapi ada pihak lain yang terlibat seperti BPN,” ungkap Zola.

 “Kita mengharapkan dukungan dari masyarakat, insya allah pembangunan JBC yang ada mall, ada hotel, ada convention center dan banyak lagi yang lain bisa berjalan dengan lancar. Insya allah, ini dampaknya sangat baik bagi daerah, jadi sekali lagi dukungannya supaya pembangunan JBC berjalan dengan lancar,” jelas Zola.

Konekting JBC

Sementara itu, mantan Kadis PU Provinsi Jambi Menurut Ivan Wirata mengatakan, pembangunan Fly Over di Simpang Mayang-Tugu Juang Kota Jambi merupakan konektifitas dengan akses areal Jambi Bisnis Centre. Pembangunan JBC harus seiring dengan Fly Over karena merupakan akses ke JBC yakni arealnya di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi.

Pembangunan Fly Over semestinya harus sejalan dan singkron dengan percepatan pembangunan Jambi Bisnis Centre. Namun kedua program ini tida sersirat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jambi Tahun 2018 Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jambi Tahun 2018, yang di Ratu Covention Center (RCC), Rabu (5/4/2017) lalu.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Jambi H Ivan Wirata ST MM MT ini, sebenarnya studi kelayakan dan Pembuatan Detail Engineering Design (DED) atau Proyek Perencanaan Fisik sudah sejak 2011 sudah dilakukan.

“DED Fly Over ini sudah lama dibuat. Bahkan pembebasan lahan disekitar lokasi sudah dilakukan. Kalau untuk kepentingan umum, pembebasan lahan menjadi prioritas karena ini telah dilindungi undang-undang. Namun saya melihat dari gerak-gerik Pemerintahan Provinsi Jambi sekarang justru terkesan melakukan pembiaran karena terindikasi berbaut politik. Seharusnya program kepentingan untuk masyarakat banyak harus jadi prioritas dan mengalahkan ego politis pejabat itu sendiri,” ujar Ivan Wirata yang juga mantan Kadis PU Provinsi Jambi ini.

Seperti diketahui rencana pembangunan dan penganggaran pembangunan fly over sudah sejak tahun 2013 lalu sudah diwacanakan. Namun hingga April 2017 pembangunannya tak kunjung berwujud. Semoga Fly Over dan JBC dibangun bersama. Semoga. (JP-Asenk Lee)

 

Pemerintah Kota Jambi Jadi Percontohan Nusantara (Papua)

 Walikota Jadi Narasumber di Rakornas Staf Ahli di Papua 
 
Wali Kota Jambi Syarif Fasha (kiri) disandingkan dengan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Adi Toegarisman yang juga turut menjadi pembicara dalam forumRakornis Staf Ahli Kepala Daerah se-Provinsi Papua yang diselenggarakan di Swisbell Hotel Jayapura, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Selasa (25/7/2017). Humas
Jambipos Online, Papua-Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi diberbagai bidang banyak menjadi perhatian pemangku kebijakan di pemerintahan di Nusantara. Inovasi dan managemen pemerintahan Kota Jambi dinilai mampu menjadi tolak ukur dalam suatu pemerintahan. Hal itu juga yang dinilai sejumlah pemerintahan kota atau kabupaten di Indonesia tentang Kota Jambi. 

Bahkan Pemkot Jambi semakin terdengar di seluruh penjuru Nusantara, bahkan sudah mendunia. Dari sekian banyak keunggulan dan inovasi yang telah mengharumkan nama baik Kota Jambi, diantaranya adalah keberhasilan Kota Jambi dalam penguatan peran Staf Ahli di pemerintahan, yang kini telah menjadi rujukan dan role model percontohan tingkat nasional.

Terlebih lagi, Pemerintah Kota Jambi beberapa waktu yang lalu baru saja sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Staf Ahli se-Indonesia, yang menjadi pondasi dan titik awal mula bangkitnya kelembagaan, serta marwah staf ahli kepala daerah di Indonesia. 

Keberhasilan itu tak terlepas dari peran penting dan kepemimpinan Wali Kota H Syarif Fasha, yang mampu menunjukkan model kepemimpinan yang efektif dalam merubah wajah kota dan tatanan Pemerintahan Kota Jambi menjadi lebih baik.

Wali Kota Syarif Fasha yang kerap diundang menjadi narasumber diberbagai tempat, baik di dalam maupun luar negeri itu, kini kembali diminta pembicara utama pada Rapat Kordinasi Teknis (Rakornis) Staf Ahli Kepala Daerah se-Provinsi Papua. 

Di Bumi Cenderawasih tersebut, Wali Kota Jambi Syarif Fasha disandingkan dengan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Adi Toegarisman yang juga turut menjadi pembicara dalam forum tersebut.

Kegiatan Rakornis Staf Ahli Kepala Daerah se-Provinsi Papua yang diselenggarakan di Swisbell Hotel Jayapura, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Selasa (25/7/2017). 

Klemen Tinal mengapresiasi dan berterima kasih atas kehadiran Wali Kota Jambi bersama Jamintel Kejagung RI di tanah Papua.

“Kami ucapkan selamat datang di Tanah Papua, wilayah paling Timur Indonesia. Kami juga mengapresiasi kehadiran Wali Kota Jambi dan Jamintel Kejagung RI. Harumnya nama baik dan keberhasilan Pemerintah Kota Jambi dalam memberdayakan peran staf ahli sudah sampai ke tanah Papua, oleh karena itu kami berharap pencerahannya dari Bapak Wali Kota Jambi H Syarif Fasha untuk seluruh Staf Ahli yang ada di Papua ini. Semoga kegiatan ini mendatangkan pencerahan dan dapat menterjemahkan peran masing-masing di daerah otonomi khusus ini," ujarnya.

Sementara itu, dihadapan para Staf Ahli Gubernur/Bupati/Wali Kota se-Provinsi Papua tersebut, Wali Kota Fasha memaparkan materi "Optimalisasi Peran Staf Ahli Wali Kota Jambi". Fasha memberikan best practice terhadap kiat-kiat optimalisasi pemberdayaan Staf Ahli Wali Kota Jambi. 

"Pemerintahan adalah business of trust. Pemerintahan yang efektif dan dapat diandalkan (reliable) oleh  masyarakat adalah pemerintahan yang dapat menjaga kepercayaan masyarakatnya. Oleh karena itu, disanalah peran penting para staf ahli dalam membantu kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan," ujar Fasha mengawali pemaparannya.

Fasha telah banyak mendengar keluhan dari seluruh staf ahli diberbagai daerah dipenjuru nusantara, mayoritas banyak daerah yang tidak memanfaatkan dan memberdayakan dengan baik Staf Ahli sesuai dengan perannya. Di berbagai daerah, dibeberapa daerah Staf Ahli hanya sebagai posisi tempat parkir. Padahal posisi Staf Ahli sangatlah strategis bagi suatu pemerintahan di daerah.

“Di Kota Jambi, para Staf Ahli kami diberikan kewenangan dan fasilitas pendukung yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya. Jika diberdayakan dan dioptimalkan dengan baik, Staf Ahli dapat menjadi kekuatan yang luar biasa dalam mendukung jalannya roda pemerintahan. Kami telah membuktikan hal tersebut di Kota Jambi," jelas Fasha.

Fasha juga menjelaskan penguatan peran atau pemberdayaan Staf Ahli adalah bagian dari penguatan organisasi pemerintah daerah, terlebih lagi untuk daerah otonomi khusus seperti Provinsi Papua dengan wilayah yang sangat luas. Ia juga mengatakan peran Staf Ahli tersebut menjadi sangat penting mengingat keterbatasan waktu, intensitas yang tinggi serta kompleksitas persoalan yang dihadapi kepala daerah.

“Kepala Daerah tidak bisa berada di banyak tempat dalam waktu yang bersamaan, tidak semua permasalahan bisa cepat diketahui solusinya, dan tidak semua kegiatan juga bisa ditangani dan diawasi sendiri oleh kepala daerah. Untuk itulah kami sangat membutuhkan peran Staf Ahli untuk semua kegiatan-kegiatan tersebut. Khusus untuk Papua yang menjalankan otonomi khusus, penguatan peran staf ahli harus lebih maksimal dan kuat dibandingkan daerah lain. Hal tersebut dikarenakan tuntutan lebih akan pembangunan di daerah ini, membutuhkan peran staf ahli yang mampu menterjemahkan kebijakan dan memperkuat kinerja kepala daerah dalam menjalankan program pembangunan," terang Fasha.

Untuk memaksimalkan tugasnya, terang Fasha, Staf Ahli Wali Kota Jambi juga didukung dengan anggaran kegiatan dalam APBD. Sementara untuk perannya di bidang pengawasan Staf Ahli juga menjalankan fungsi mengawasi kinerja ASN termasuk juga mengawal TAPD dalam mengusulkan KUAPPS. Berkenaan dengan pembinaan kepegawaian, Staf Ahli Wali Kota Jambi juga dimintai pertimbangannya, termasuk juga dalam hal promosi dan mutasi jabatan.

Sebagaimana diketahui, penguatan peran Staf Ahli di Pemerintah Kota Jambi saat ini telah menjadi percontohan di tingkat nasional. Bahkan rancangan Permendagri tentang Fungsi dan Kedudukan Staf Ahli pun akan mengadopsi produk hukum yang telah di buat oleh Pemkot Jambi (Perda dan Perwal-red).

Turut hadir pada kegiatan Rakor Staf Ahli Kepala Daerah se-Provinsi Papua itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Fa'asaro Zebua, Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Ekonomi H. Izhar Muzani, Kasat Pol PP Kota Jambi H. Yan Ismar, Kadishub Kota Jambi M. Saleh Ridha, Kabag Organisasi Setda Kota Jambi Suhendri serta OPD terkait lainnya. (JP-Hms)

 

Pansus dan Pemerintah Sepakati Penyadapan di RUU Terorisme

Aparat kepolisian dari Densus 88 melakukan penyisiran, kelompok terduga terorisme di Bekasi, Jawa Barat. (Istimewa) 

Jambipos Online, Jakarta-Panitia khusus Rancangan Undang-Undang Terorisme (RUU Terorisme) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah telah menyepakati pasal yang mengatur tentang penyadapan. Dua pihak sepakat mengenai izin dan waktu yang diperbolehkan aparat penegak hukum untuk melakukan penyadapan. 

Anggota tim ahli pemerintah, Muladi, menjelaskan ada tiga syarat yang mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) agar aparat penegak hukum dapat melakukan penyadapan terlebih dahulu sebelum meminta persetujuan hakim. "Pertama, bahaya maut atau luka fisik yang serius dan mendesak. 

Dua, pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana terhadap keamanan negara. Tiga, dan/atau pemufakatan jahat yang merupakan karakteristik tindak pidana terorganisasi," kata Muladi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/7/2017). 

Salah satu kesepakatan Pansus dan pemerintah adalah Pasal 31A yang mengatur penyadapan tersebut. Dalam pasal itu disebutkan, "dalam keadaan mendesak penyidik dapat melakukan penyadapan terlebih dahulu terhadap orang yang diduga mempersiapkan, merencanakan dan melakukan tindak pidana teror dan setelah pelaksanaannya dalam jangka waktu paling lama tiga hari wajib memberitahukan ketua Pengadilan Negeri untuk mendapatkan persetujuan." "Keadaan mendesak" dimaksud adalah tiga kondisi yang disebutkan Muladi. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii. 

"Kapan boleh melakukan penyadapan baru lapor, dan itu syaratnya ada tiga. Tanpa syarat itu harus izin dulu baru menyadap," ujar Syafii. 

Syafii menjelaskan dalam situasi normal, penyadapan harus atas izin pengadilan karena menyangkut kebebasan dan privasi seseorang. Namun, jika dalam situasi yang disebut mendesak atau luar biasa, penyadapan dapat dilakukan terlebih dahulu, baru meminta persetujuan hakim untuk mencegah penyimpangan. 

"Makanya kita memahami sebenarnya izin dulu baru disadap. Tapi di lapangan, ada hal-hal yang sangat luar biasa yang kalau menunggu izin dulu situasinya bisa berubah. Maka akhirnya kita menemukan solusi. Apa solusi yang bisa membuat orang nyadap dulu baru minta persetujuan maka disepakati tadi harus ada tiga poin," terang dia. 

Tiga syarat untuk menyadap nantinya akan dimintakan persetujuan pada hakim. Kalau tiga syarat tersebut dianggap terpenuhi maka aparat penegak hukum berhak melakukan penyadapan. "Kami ubah situasi yang mendesak. Harus diterjemahkan mendesak itu apa. Baru boleh," kata dia. 

Ketua Pansus Ragukan Aparat Namun, Syafii mengaku masih ragu dengan efektivitas penerapan pasal penyadapan yang sudah disepakati itu, karena menurutnya saat ini masih ada ketidakpercayaan kepada aparat penegak hukum. 

"Kalau aturannya bagus, pelaksanaannya tidak bagus tetap saja praktiknya tidak bagus. Aturannya kurang bagus dilaksanakan oleh orang-orang bagus, maka hasilnya dipastikan bagus," kata dia. 

Lebih lanjut, Syafii mengatakan selain pasal penyadapan, Pansus dan pemerintah menyepakati dua pasal lain, yaitu mengenai pemeriksaan saksi dan perlindungan kepada aparat yang terlibat dalam penyelesaian kasus terorisme. 

Sampai saat ini, kata Syafii, masih ada tiga pasal yang belum disepakati Pansus dan pemerintah. Ketiga pasal tersebut adalah pasal Guantanamo, pasal keterlibatan TNI, dan penguatan kelembagaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). (JP-03) 



Sumber: BeritaSatu.com

BNN, Polri, dan Bea Cukai Sita 300 Kg Sabu-sabu di Pluit

Operasi gabungan yang dipimpin Badan Narkotika Nasional menyita 300 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan di dalam delapan unit mesin pemoles sepatu di kawasan pergudangan Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, 26 Juli 2017. (Istimewa) 

Jambipos Online, Jakarta-Sebanyak 300 kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan di dalam delapan unit mesin pemoles sepatu disita dari dari sebuah mobil boks B 9008 PZ di kawasan pergudangan Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (26/7/2017) malam. 

Penggerebekan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, dan Ditjen Bea dan Cukai itu menangkap tiga orang pelaku. Salah satu pelaku, WNA asal Taiwan, tewas ditembak karena melakukan perlawanan. 

"Berat sabu-sabu 300 kg perkiraan bruto, total ada 256 bungkus paket sabu yang kita amankan di lokasi. Tiap bungkusnya memiliki berat berkisar 1,1 hingga 1,6 kg. Perkiraan berat rincinya sekitar 281,6 kg sabu," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Rabu (26/7) malam. 

Arman Depari yang juga direncanakan menunggu kedatangan Kapolri, Kepala BNN, dan Menteri Keuangan di Jalan Muara Karang Cantik, No 16 Blok D Selatan, RT04/RW18, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara itu menyebutkan barang tersebut berasal dari Tiongkok menggunakan jalur laut.(JP-03) 


Sumber: Suara Pembaruan

Zola: Harganas Untuk Membentuk Keluarga yang Sehat, Sejahtera, dan Cerdas

Jambipos Online, Sungaipenuh-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA mengungkapkan, peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) bukan hanya seremoni belaka, tetapi ada tujuan yang sangat besar dari Harganas, yakni untuk membentuk keluarga yang sehat, sejahtera, dan cerdas, karena kuat dan besarnya suatu bangsa, sangat ditentukan oleh kualitas suatu keluarga. 

Jika kita memiliki keluarga yang sehat, sejahtera dan cerdas, mudah mudahan bangsa kita juga sehat, sejahtera dan cerdas. Jika kita berbicara tentang Harganas, tentu tidak pernah lepas dari program Keluarga Berencana (KB). Kita mengetahui adanya bonus demografi, yang artinya adalah jumlah penduduk produktif di Indonesia, akan menjadi lebih banyak daripada penduduk yang non produktif.

Hal itu diungkapkan Zumi Zola saat memperingati Hari Keluarga Nasional ke XXIV Tahun 2017 Tingkat Provinsi Jambi, bertempat di Stadion Pancasila Komplek Perkantoran Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Selasa (25/07/2017).
Deputi Advokasi Pergerakan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs.Sugiono,S.Pd,MM menyampaikan sambutan.
Bupati Kerinci, Bupati Merangin, Bupati Bungo, Bupati Tebo, Bupati Batanghari, Bupati Muaro Jambi, Bupati Tanjung Jabung Timur, Wakil Bupati Sarolangun, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, dan para undangan lainnya turut hadir dalam acara tersebut.
Peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXIV Tahun 2017 Tingkat Provinsi Jambi yang berlangsung di Kota Sungai Penuh ini mengambil tema "Membangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga yang Berketahanan Menuju Jambi TUNTAS 2021."

Gubernur Zola menjelaskan, bonus demografi ini sangat menguntungkan Indonesia khususnya Provinsi Jambi, dengan catatan, jumlah penduduk yang produktif ini harus disertai dengan kualitas sumber daya manusia yang baik, seperti, kualitas kesehatan, pendidikan dan pembangunan yang baik, supaya bangsa Indonesia bisa bersaing dengan bangsa bangsa lainnya.

"Perlu kita ingat, selama ini program program KB hanya berfokus pada program pengendalian penduduk semata, akan tetapi, program pengaturan kelahiran dan pola asuh anak secara sehat dan manusia harus juga diperhatikan," tutur Zola.

Gubernur Zola menyampaikan, pembangunan dibidang kependudukan dan program KB, merupakan pembangunan investasi jangka panjang, yang akan terus dirasakan manfaatnya kedepan oleh sebuah keluarga.

"Program KB bukan hanya sekedar 2 anak cukup, tetapi lebih pada saat kita mulai ingin berkeluarga, harus ada perencanaan yang matang membicarakan kekuatan ekonomi keluarga untuk memiliki anak berapa dalam artian, anak kita bisa terpenuhi gizinya serta mendapatkan pendidikan yang baik. Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak," ujar Zola.

Lebih lanjut, Gubernur Zola mengatakan, perencanaan yang matang sangat penting dalam memulai sebuah keluarga dan akan sangat bermanfaat pada kehidupan kedepannya dalam sebuah keluarga.

Deputi Advokasi Pergerakan Informasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Drs.Sugiono,S.Pd,MM menyampaikan, kesuksesan program KB terletak pada kader-kader KB yang senantiasa berjuang bersama untuk melakukan kegiatan terintegrasi di tingkat desa, baik itu terintegrasi dengan Posyandu, PAUD, Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lanjut Usia.

"Posyandu yang dikenal dengan istilah 5 meja, yaitu, meja pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan dan pelayanan. Jika 5 meja ini dijalankan dengan baik, bukan tidak mungkin, generasi-generasi kedepan menjadi tunas-tunas muda yang berkualitas untuk menggantikan kita nanti di masa yang akan datang," tutur Sugiono.

Walikota Sungai Penuh, H.Asafri Jaya Bakri mengatakan, melalui Harganas ini diharapkan keluarga menjadi pusat pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, keluarga yang berketahanan mental, moral, sosial, dan ekonomi serta tidak terpengaruh pergaulan bebas, narkoba, dekadensi moral dan tidak mudah terkontaminasi oleh paham paham radikal.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola mengharapkan agar dengan peringatan Harganas ini dapat menumbuhkan kesadaran terhadap keluarga untuk memperbaiki kualitas hidup dalam keluarga dan selalu menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan berkeluarga.

"Harganas ini pula diharapkan menjadi pemicu bagi keluarga keluarga di Indonesia, khususnya keluarga yang berada di Provinsi Jambi untuk terus meningkatkan dan menjaga ketahanan keluarga," pungkas Sherrin.(JP-Humas)

 

Zola Sebut Masyarakat Kerinci Belum Sadar Wisata


Keramahtamahan, Kejujuran, dan Kesopanan Menjadi Kunci



Jambipos Online, Kerinci-Gubernur Jambi, H. Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan. Zola mengemukakan, keramahtamahan, kejujuran, dan kesopanan masyarakat menjadi kunci untuk membantu mensuksekan wisata Kerinci dan sekitarnya. 

Hal tersebut dikemukakan Zola dalam Pembukaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) XVI Tahun 2017, bertempat di Anjungan di tepi Danau Kerinci, Rabu (26/07/2017). 
Dalam menarik minat wisatawan untuk datang ke Kerinci, Zola ajak masyarakat untuk menanamkan sikap sopan santun, keramahtamahan, dan kejujuran, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh wisatawan yang datang. 

Zola menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat, melalui berbagai kegiatan pembangunan termasuk salah satunya melalui pembangunan bidang pariwisata. 
"Kegiatan FMPDK merupakan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat, berikanlah rasa aman dan nyaman kepada pengunjung yang datang ke Kerinci ini," ajak Zola. Selain itu, Zola menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak keamanan dan penegak hukum yang telah berkerja keras bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh komponen penegak hukum dan masyarakat, yang mana kita ketahui, Provinsi Jambi sampai saat ini masih dikatakan Provinsi relativ aman di Indonesia," ungkap Zola. 

“Tugas kita saat ini adalah bagaimana memberikan rasa aman dan nyaman tersebut, dengan membina masyarakat untuk bersikap sopan santun dan ramah serta jujur kepada tamu yang berkunjung ke daerah kita," sambungnya.

“FMPDK adalah salah satu even kepariwisataan unggulan Kabupaten Kerinci bahkan di Provinsi Jambi yang juga sudah menjadi agenda even nasional sebagai penarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Kerinci sebagai Branding Pariwisata Provinsi Jambi. Mari sama-sama kita jaga kenyamanan para wisatawan yang datang berkunjung ke Kerinci ini," jelas Zola. 
Zola menegaskan, untuk penunjang pariwisata di Kabupaten Kerinci, Pemprov Jambi terus berupaya memperbaiki infrastruktur dengan pelebaran jalan dan pembebasan 30 hektar lahan masyrakat yang masuk dalam pelebaran Bandara Departi Parbo Kerinci. 

"Pemprov sudah anggarkan pembebasan lahan 30 hektar tanah masyarakat untuk Bandara Departi Parbo serta perbaikan infrastruktur jalan semuanya tahun ini akan terus kita kerjakan," terang Zola. 

Zola mengakui, geliat kinerja kepariwisataan di Provinsi Jambi sudah mulai menunjukan hasil yang menggembirakan, ini terlihat dari perkembangan objek dan daya tarik wisata serta even-even yang diselenggarakan, baik berskala nasional maupun Internasional. 
"Saya yakin dan percaya semua ini akan berjalan sebagaimana yang kita harapkan, apabila kita semua bahu-membahu dan berkerja sama dalam meningkatkan citra kepariwisataan daerah Jambi, mulai dari masyarakat, swasta, dan para pejabatnya," tutur Zola. 

“Keanekaragaman etnik dan budaya serta alam yang kita punya, merupakan aset dan potensi daerah yang sangat langka, dan harus kita lestarikan. Diperlukan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan Jambi menjadi daerah tujuan wisata," pungkas Zola.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Provinsi Jambi mewakili Menteri Pariwisata RI, Ikbal Alamsyah menyampaikan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pemkab Kerinci dalam rangka melestarikan budaya yang ada di Kabupaten Kerinci. 

“Tidak bisa dipungkiri keindahan alam, senibudaya Kerinci sudah menjadi modal utama dalam mengembangkan sektor pariwisata Kerinci. 

Keragaman seni dan budaya Kerinci tidak bisa dipisahkan dengan keunikan dari turun-temurun yang bisa kita pertahankan menjadi khas daerah yang merupakan menjadi bagian keragaman budaya Nusantara dan akan mampu menggerakan perekonomian masyarakat," ujar Ikbal Alamsyah. 

Sebelumnya Bupati Kerinci, Dr.H.Adi Rozal menyampaikan, Sakti Alam Kerinci mempunyai maknai daya pikat ragam budaya banyak sekali, ada bahasa di setiap desa, adat yang masih terpakai setiap hari, adat tale dan nyayi yang dilantunkan oleh pemuda dan pemudi. 

“Masyarakat kerinci pada umumnya banyak yang bertani, dan 40 ribu perantau dengan digalakkan sektor pariwisata diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," sambung bupati. 

Adi Rozal menjelaskan, Kerinci merupakan branding wisata Provinsi Jambi, dengan limpahan kekayaan alam sangat lua rbiasa mulai keindahan Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, ait terjun, Air Panas Semurup, Air Panas Sungai Medang Kubun Teh, Danau,Kerinci, Danau Tujuh, Danau Kaco, Lembah Masurai dan banyak air terjun lainnya. 

“Semua keindahan objek wisata yang dimiliki alam Kerinci mempunyai ciri-ciri khas masing-masing, disamping alam yang indah, Kerinci mempunyai budaya di setiap daerah, baik yang bergerak seperti tari dan silat maupun yang berupa kerajinan dan lukis, lagu dan pantun, itu ada ditengah masyarakat yang mempunyai khas masing-masing,” terang Adi Rozal. 
Usai pembukaan FMPDK, dilakukan pelepasan benih ikan di Danau Kerinci, yakni 30 ribu ikan Semah dan ikan Medik oleh Gubernur Jambi yang didampingi Kapolda Jambi dan Bupati Kerinci. 

Kemudian, gubernur yang didampingi ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hj.Sherrin Tharia Zola dan rombongan menuju Desa Pulau Tengah dan memberikan bantuan senilai Rp20 juta, dilanjutkan peninjauan pelebaran jalan Pulau Tengah menuju batas Kota Sungai Penuh dengan rigid beton sepanjang 3,2 kilometer. 

Unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Kepala OJK Perwakilan Jambi, bupati/walikota atau yang mewakili se Provinsi Jambi, beberapa orang kepala OPD atau yang mewakili dari Pemprov Provinsi Jambi Pemkab Kerinci, putra putri keerinci yang merantau ke Singapura dan Malaysia, serta para undangan lainya turut hadir dalam acara tersebut. (JP-Humas)

Gubernur Jambi Zola Halalbihalal dan Tabligh Akbar di Sungaipenuh

Written By jambipos-online on Wednesday, July 26, 2017 | 18:19



Jambipos Online, Sungaipenuh-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA mengungkapkan, Halalbi halal yang dikemas dengan Tabligh Akbar, selain untuk mempererat tali silahturahmi dengan masyarakat, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk berdakwah agama Islam, melalui tausiyah-tausiyah yang diberikan oleh ustadz. 

Hal ini diungkapkan Gubernur Zola, saat melaksanakan Halal Bi Halal dan Tabligh Akbar dengan Pemerintah dan Masyarakat Kota Sungai Penuh, bertempat di Mesjid Raya, Pasar Kota Sungai Penuh, Selasa (25/07/2017) malam. 
Gubernur Zola menginginkan, melalui Halal Bi Halal dan Tabligh Akbar, dapat mengarahkan masyarakat secara baik dan benar dalam menjalankan ilmu keislamannya sesuai tuntunan Al Qur'an dan Hadist. 

“Saat ini, kita sangat kuawatir dengan paham-paham radikal yang sedang berkembang belakangan ini, yang bisa masuk ke berbagai lapisan masyarakat tanpa mengenal usia maupun jenis kelamin," ujar Zola. 

Gubernur Zola mengharapkan semua pihak untuk bekerjasama dalam melindungi masyarakat, jangan sampai masyarakat menerima ajaran ajaran yang salah dengan mengatasnamakan Islam, tetapi didalamnya penuh dengan kebencian. 

“Di dalam Al-Qur'an dan Hadist, tidak pernah diajarkan untuk saling menebar kebencian dan hal-hal yang provokatif. Islam itu membawa kebaikan dan kedamaian untuk semesta alam, jadi tugas kita adalah saling mengingatkan satu sama lain," terang Zola. 
Lebih lanjut, Gubernur Zola menyampaikan, Halal Bi Halal dan Tabligh Akbar yang telah diselenggarakan di 11 Kabupaten/Kota mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat dan tradisi seperti ini akan tetap dipertahankan di tahun-tahun berikutnya. 

Walikota Sungai Penuh, H.Asafri Jaya Bakri mengatakan, Halal Bi Halal dan Tabligh Akbar yang dilaksanakan oleh Gubernur Zola dan Ketua Tim Penggerak PKK,Hj.Sherrin Tharia Zola ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk Pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh. 

“Melalui silahturahmi dapat membawa berkah, seperti yang telah dikatakan Rasulullah SAW yaitu, sambunglah tali silahturahmi itu, Insha Allah maka rezeki kalian akan bertambah. Rezeki itu berbagai bentuk, bukan hanya dinilai dari materi saja," kata Asafri. 

Masyarakat Kota Sungai Penuh menyambut secara hangat dan mendengarkan secara antusias siraman rohani yang diberikan oleh Ustadz Tauffiqurrahman atau lebih dikenal dengan Ustadz pantun ini. 
Siraman rohani yang diberikan oleh ustadz Tauffiqurrahman diselingi dengan beberapa pantun andalan yang biasa dilakukan ketika memberikan siraman rohani kepada masyarakat. 

Ustadz Tauffiqurrahman berpesan kepada masyarakat Kota Sungai Penuh untuk berhati-hati dengan ajaran ajaran yang ekstrim dan radikal, dan menjadikan Al Qur'an dan Hadist sebagai pedoman hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 
Selain itu, ustadz Tauffiqurrahman menyatakan, 3 hal yang membuat Allah SWT tidak menurunkan musibah kepada Hamba-Nya adalah, yang pertama, memakmurkan mesjid, yang kedua, saling mencintai karena Allah SWT, dan yang ketiga adalah memohon ampun kepada Allah SWT, terutama waktu sebelum subuh. 

Sebelum melaksanakan Halal Bi Halal dan Tabligh Akbar, Gubernur Zola didampingi Walikota Asafri, menyempatkan melihat pondasi yang nantinya akan dibangun Kantor Lembaga Perapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh, yang terletak tepat diseberang Mesjid Raya, Pasar Sungai Penuh.(JP-Humas)

Jalan Produksi Masih Kendala Petani di Kerinci


Gubernur Berikan Bantuan Alsintan, Bibit, dan Obat Tanaman 

Jambipos Online, Kerinci-Jalan produksi ke sentra-sentra pertanian di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh hingga kini masih menjadi kendala dalam pengembangan produktivitas pertanian di dua daerah itu. Gubernur Jambi H Zumi Zola mengajak kepala daerah dan elemen masyarakat untuk bahu membahu membangun jalan produksi di Kerinci dan Kota Sungaipenuh. 

Hal itu terungkap pada Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-45 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2017 yang diselenggarakan di Sub Terminal Agribisnis (STA) Kayu Aro Kabupaten Kerinci, Selasa (25/07/2017). 

Pada kesempatan itu Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli, S.TP,MA mengajak bupati/walikota se Provinsi Jambi untuk bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi membangun jalan produksi, yaitu jalan-jalan ke sentra produksi sektor pertanian, subsektor perkebunan, dan ke sentra nelayan. 

Sinergi Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagai upaya untuk memudahkan petani dan mengurangi biaya operasional, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan. 
 
Selain itu, Zumi Zola memberikan bantuan berupa alat-alat mesin pertanian (alsintan), bibit, dan obat-obat tanaman. Bersamaan dengan pembangunan jalan produksi, pemberian bantuan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

“Untuk peningkatan harga barang pertanian, saya minta Bupati/Walikota agar segera memperbaiki jalan produksi, apabila bahan pertanian atau hasil pertanian dengan mudah dibawa ke lokasi akan mengurangi biaya dan otomatis bisa memperlancar para petani jual beli produksi pertanian," kata Zola. 

Zola memotivasi para petani agar terus meningkatkan hasil pertanian. “Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen terus mendorong para petani agar meningkatkan produksi pertanian. Tanpa ada petani, semua kebutuhan pangan tidak akan bisa terpenuhi, yaitu masyarakat di desa maupun di kota, oleh sebab itu tidak berlebihan jika dikatakan petani, nelayan pahlawan untuk kita semuanya,” ujar Zola. 

“Hari Krida Pertanian merupakan bentuk ucapan terima kasih kita kepada semua insan pertanian yang telah berjasa di bidang pertanian, mulai dari pelosok desa hingga sampai di kota besar. Pemerintah Provinsi Jambi siap membantu para petani, sejalan dengan program Nawacita Presiden dan program Jambi TUNTAS 2021 yang salah satunya meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Jambi," ungkap Zola. 

“Sebagai tanda terima kasih kami, gubernur, bupati/walikota kepada para petani, kami akan selalu berkomitmen memberikan dorongan dalam bentuk memberikan bantuan berupa aslintan, bibit, dan juga obat tanaman lengkap, ajukanlah ke Pemrov," tutur Zola. 
 
Disebutkan, pemerintah perlu membuat payung hukum untuk para petani agar mereka merasakan keyamanan dalam bercocok tanam serta menghindari alih fungsi lahan yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi, dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi keberadaan lahan pertanian pangan supaya tidak dialihfungsikan. 

Zola juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada bupati/walikota, serta seluruh insan pertanian, perikanan, kehutanan, para penyuluh pertanian, dan kelompok tani yang telah bersinergi dan berkerja keras dalam penyediaan bahan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Jambi. 
 
Bupati Kerinci, Dr.H.Adi Rozal menyatakan, Hari Krida Pertanian sebagai support bagi para petani yang bermartabat dengan harapan supaya petani mampu mandiri di bidang pangan, dan kekuatan potensi sumber daya pertanian harus mampu dikembangkan untuk mencapai kedaulatan pangan di Provinsi jambi," sambung Bupati Adi Rozal menyampaikan ucapan terima kasihnya atas ditunjuknya Kabupaten Kerinci sebagai penyelenggara Hari Krida Pertanian Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2017. 

“Kabupaten Kerinci sudah lama menunggu HKP karena Kerinci sangat tepat dijadikan sebagai tempat pertanian dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam perkembangan pertanian," kata Adi Rozal. 

Produksi Beras 53.758 Ton 

“Pada tahun 2017 ini sampai bulan Mei, realisasi penyediaan Beras Kerinci mencapai 53.758 ton, artinya 569,9 persen merupakan surplus bagi Kabupaten Kerinci, sudah melebihi," ujar Adi Rozal. 
 
Selanjutnya, Adi Rozal juga minta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jambi agar memperbaiki saluran irigasi. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan hadiah kepadq para pemenang lomba bagi kabupaten/kota, yaitu Asah Trampil Petani, Tebak Varietas Padi, Identifikasi Hijau Makanan Ternak, Tarik Tambang, Menebak jenis ikan lela, dan lain-lain. umum Kabupaten Tanjung Jabung Timur meraih juara umum. 

Sebelum pembukaan puncak HKP, Gubernur Jambi, H.Zumi Zola dan Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Sherrin Tharia Zola didampingi Bupati Kerinci berserta Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci, Hj. Nailil Husna berserta rombongan meninjau produksi dan produktivitas ternak dengan melakukan kawin suntik dan inseminasi buatan, temu profesi Penyuluh Pertanian, dan panen perdana Jagung Hybrida NK22 dan Kentang dalam rangka Gelar Teknologi Pertanian yang berkerja sama dengan BPTP Balitbangtan Jambi. 
 
Tema HKP tersebut adalah "Dengan Semangat Hari Krida Pertanian (HKP) ke-45 Petani Nelayan Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2017, Kita Tingkatkan Produksi dan Daya Saing Produk Pertanian Mewujudkan JAMBI TUNTAS 2021." 

Bupati/walikota atau yang mewakili se Provinsi Jambi, unsur Forkompimda Provinsi Jambi, Kepala OPD terkait dari Pemerintah Provinsi Jambi, unsur Forkompimda Kabupaten Kerinci, para OPD Kabupaten Kerinci, serta para undangan lainya, turut hadir dalam acara tersebut. (JP-Humas)

Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jambi Punya Orang Kate Seperti Mante Aceh

Jambi Punya Orang Kate Seperti Mante Aceh
Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Kasus PNS "Siluman" Kantor Gubernur Jambi Terungkap

Kasus PNS "Siluman" Kantor Gubernur Jambi Terungkap
Berita Selengkapnya Klik Gambar

Olahraga di Jambi Makin Merosot?

Olahraga di Jambi Makin Merosot?
Catatan Ringan: KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Total Pembaca

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Bahan Iklan Krim Ke Email: redaksijambipos@gmail.com (Harga Nego Selera Konsumen)

Merawat Koruptor Sebagai Penghasilan Sampingan

Merawat Koruptor Sebagai Penghasilan Sampingan
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

.

.
.

Portal Berita Polda Jambi

Portal Berita Polda Jambi
Klik Benner Untuk Mengunjunginya

.

.
KLIK Benner Untuk Info SOKSI

.

.
Portal Berita Khusus Berita Wisata Provinsi Jambi. KLIK BENNER
 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos