. Jambipos | Online

Berita Terbaru

Catatan Khusus

Catatan Khusus
Ketika Fachrori Umar Selamatkan Roda Pemerintahan Paska Ditinggalkan Zumi Zola

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru

Kami Hadir Dengan Wajah dan Semangat Baru
KLIK Benner Versi Baru di www.jambipos.id (BETA)
INDEKS BERITA TERBARU

Pasian Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Bertambah Lagi 5 Orang, Total Dirawat 89 Orang

Written By jambipos-online on Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:05

Total Positif 210 Orang, 4 Orang Meninggal, 117 Sembuh

Jambipos, Jambi-
Jumlah kasus positif corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hingga Sabtu sore (8 /8/2020) bertambah 5 orang dengan total 210 orang dengan rincian 117 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dan sebanyak 89 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covi-19 di Provinsi Jambi.

Jubir Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah SE ME, Sabtu  (8/8/2020) mengatakan, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat mengumunkan ada 5 orang bertambah pasien positif Covid-19 di Jambi. 

Johansyah SE ME menjelaskan inisial 5 orang pasien yang bertambah positif Covid-19 yakni pasien nomor 206 inisial RAP umur 13 tahun laki-laki warga Sarolangun dengan riwayat Screening Ponpes. Pasien nomor 207 inisial AS umur 43 tahun laki-laki warga Tanjung Jabung Timur dirawat di RS Siloam Jambi merupakan Cluster Petrochina.

Kemudian pasien nomor 208 inisial SW umur 31 tahun perempuan warga Tanjung Jabung Barat dirawat di RS Siloam Jambi merupakan Cluster Petrochina. Pasien nomor 209 inisial SA umur 61 tahun perempuan warga Tanjung Jabung Barat dengan riwayat perjalanan dari Kerinci. 

Selanjutnya pasien nomor 210 inisial HD umur 45 tahun laki-laki warga Sarolangun status karyawan perusahaan swasta di Sarolangun. Telah berkoordinasi dengan Litbangkes dan Pemprov Palembang, Pasien akan di pindahkan dan dirawat di Palembang.

Sebelumnya pada Jumat (7/8/2020) satu orang pasien nomor 135 dengan inisial DA umur 17 Tahun laki-laki warga Batanghari sebelumnya dirawat RSU Hamba Batanghari dengan riwayat kontak pasien 123 (Palembang) kini diperbolehkan pulang karena sudah sembuh.

Kemudian Johansyah SE ME menjelaskan inisial 12 orang pasien yang bertambah positif Covid-19 Jumat 7 Agustus 2020 sore yakni pasien nomor 194 inisial JH umur 37 Tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 149. 

Kemudian pasien nomor 195 inisial K umur 56 tahun laki-laki warga Kota Jambi dengan riwayat  kontak erat pasien 149. Pasien nomor 196 inisial SHN umur 43 tahun perempuan warga Kota Jambi dengan riwayat kontak erat pasien 149.

Selanjutnya pasien nomor 197 inisial MRI umur 3 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182. Pasien nomor 198 inisial MAIumur 17 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182.

Berikutnya pasien nomor 199 inisial SI umur 15 tahun perempuan warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat kKontak erat pasien 181 danan 182. Pasien nomor 200 inisial JM umur 30 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 danan 182.

Kemudian pasien 201 inisial MRF umur 35 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat kontak erat pasien 181 dan 182. Pasien nomor 202 inisial H umur 32 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182.

Selanjutnya pasien 203 inisial RD umur 32 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU HambaBatanghari dengan riwayat kontak erat pasien 181 danan 182. Pasien nomor 204 inisial YSumur 31 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182. Pasien nomor 205 inisial DVA umur 19 tahun perempuan warga Muarojambi dengan riwayat  screening perjalanan.

Meninggal 4 Orang
Sementara pasien Covid-19 yang meninggal hingga Sabtu sore (8 /8/2020) sudah empat orang. Pada Kamis 30 Juli 2020 petang dua 2 pasien positif covid-19 di Jambi meninggal dunia. Pasien meninggal itu adalah berinisial MRZ, laki-laki umur 54 Tahun alamat Muarojambi dan Komorbid (Jantung dan Hipertensi). Kemudian pasien nomor urut 150 inisial DVA umur 53 Tahun, perempuan alamat Kota Jambi dirawat di RSU Abdul Manap, Komorbid (Jantung).

Sebelumnya dua pasian covid-19 di Provinsi Jambi yang meninggal pasien urutan 123 berinisial PJ umur 42 tahun berjenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Batanghari dan meninggal dunia akibat virus corona pada Selasa (14/7/2020).

Kemudian pasien urutan nomor 119 berinisial ST, umur 60 tahun  jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Kerinci. Pasien ST meninggal Minggu 5 Juli 2020 sore di Kerinci. Pemakaman sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. ST merupakan pasien positif pertama yang meninggal di Provinsi Jambi. 

Sementara jumlah Suspek Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Sabtu 8 Agustus 2020 sore sebanyak 49  orang dari total 2.916 orang dan menunggu hasil uji swab 13 orang. (JP-Asenk Lee Saragih)

Gubernur Jambi Fachrori Motivasi Wisudawan UNBARI Terus Tingkatkan Kompetensi

Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum.(Humas)
Jambipos, Jambi
-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum memotivasi para wisudawan/wisudawati untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama untuk memenuhi kesiapan menghadapi abad ke-21 dan Revolusi Industri 4.0, yakni SDM yang adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, dan mengusai IT, bahasa internasional, komunikatif, punya sikap leadership yang tinggi, dan juga mempunyai etika moral yang luhur. Motivasi tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Batanghari (Unbari) dalam Rangka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Ke-47 Tahun Akademik 2019/2020, di BW Luxury Hotel, Sabtu, (08/08/2020).

Fachrori mengatakan, perkembangan teknologi dan kemajuan ekonomi saat ini menjadi tantangan berat bagi sarjana-sarjana yang baru lulus dari jenjang pendidikan perguruan tinggi.

"Bagi sarjana yang baru lulus dari Unbari Jambi harus menyadari bahwa saat ini zaman era Revolusi industri 4.0, dimana  teknologi industri telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas dengan penggunaan komputerisasi dan data yang tidak terbatas, karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang massif, sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin,” kata Fachrori.

“Era saat ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk didalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi. Era yang diwarnai oleh kecerdasan buatan, era super computer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan mengakibatkan dampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, dan juga politik,” ujar Fachrori.

Lebih lanjut Fachrori juga menjelaskan, dalam peningkatan SDM di Provinsi Jambi, Pemerintah Provisi Jambi juga banyak memberikan solusi bagi para pelajar SMA, SMK, dan Para mahasiswa Diploma, S1 saapai Magister diberikan berbagai macam program.

"Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat, terdidik, berbudaya, agamais, dan berkesetaraan gender mulai dari SMA, SMK, D3, S1, S2, S3 dan Dokter Spesialis dan menjalin berbagai kerjasama baik dengan-lembaga dalam negeri maupun dengan instansi di luar negeri. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga terus berupaya meningkatkan keterampilan SDM angkatan kerja, melalui berbagai pelatihan dan pemagangan sampai ke Jepang, agar tenaga kerja kita memiliki soft skill, hard skill, dan competitive skill yang dibutuhkan oleh dunia Usaha kerja,” jelas Fachrori.

Sebelumnya, Rektor Universitas Batanghari H.Fachruddin Razi,SH,MH menyampaikan, pelaksanaan wisuda kali ini terasa berbeda dari pelaksanaan wisuda sebelumnya. Biasanya, acara wisuda dihadiri oleh orangtua wisudawan, tamu-tamu kehormatan, undangan dari berbagai instansi, serta seluruh dosen di Unbari. 

"Karena adanya pandemi Covid-19, wisuda seperti biasa tidak dilaksanakan. Namun, pelaksanaan wisuda ke-47 memenuhi Protokol Kesehatan Covid-19, yaitu menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker dan pengukuran suhu tubuh, serta tidak bersentuhan secara fisik ataupun bersalaman dan tidak berkerumun. Untuk itu, marilah sama-sama kita mematuhi dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran,” kata Fachruddin Razi.

Fachruddin Razi menuturkan, pada pelaksanaan wisuda ke-47 ini, 581 orang yang dinyatakan lulus, yang meliputi 5 fakultas dari 16 program studi yang ada di lingkungan Universitas Batanghari. Rincian dari 581 orang lulusan tersebut: lulusan jenjang pendidikan Strata Dua (S2) 46 orang, lulusan jenjang pendidikan Strata Satu (S1) 529 orang dan lulusan jenjang pendidikan Diploma Tiga sebanyak 6 orang orang. 

Pada jenjang Pendidikan S2 terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 54 orang, Fakultas Ekonomi 203 orang, Fakultas Hukum 215 orang, Fakultas Teknik 26 orang, dan Fakultas Pertanian 31 orang. Sedangkan pada jenjang Diploma Tiga sebanyak 6 orang yaitu dari Program Teknik Listrik.

“Dengan diwisudanya sebanyak 581 orang wisudawan/wati pada hari ini, maka Universitas Batanghari telah menghasilkan lulusan sebanyak 14.140 orang,” ujar Fachruddin Razi.

“Harapan saya kepada seluruh wisudawan hari ini, setelah saudara-saudara meninggalkan Universita Batanghari, jagalah nama baik almamater dengan cara menunjukkan jati diri sebagai seorang Sarjana dan Magister yang beriman dan bertakwa, serta siap untuk bekerja keras guna menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, bagi saudara sendiri maupun masyarakat sekitarnya. Tuntutlah ilmu sepanjang hayat dikandung badan, dengan tak henti-hentinya memperbanyak membaca berbagai referensi dan aplikasikanlah dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fachruddin Razi.(JP-Hms/Lee)




Pasian Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Bertambah Lagi 12 Orang

Written By jambipos-online on Jumat, 07 Agustus 2020 | 18:10

Total 205 Orang, 4 Orang Meninggal, 117 Sembuh


Jambipos, Jambi-Jumlah kasus positif corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hingga Jumat sore (7 /8/2020) bertambah 12 orang dengan total 205 orang dengan rincian 117 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dan sebanyak 84 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covi-19 di Provinsi Jambi.

Jubir Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah SE ME, Jumat (7/8/2020) mengatakan, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat mengumunkan ada 12 orang bertambah pasien positif Covid-19 di Jambi. 

Satu orang pasien nomor 135 dengan inisial DA umur 17 Tahun laki-laki warga Batanghari sebelumnya dirawat RSU Hamba Batanghari dengan riwayat kontak pasien 123 (Palembang) kini diperbolehkan pulang karena sudah sembuh.

Johansyah SE ME menjelaskan inisial 12 orang pasien yang bertambah positif Covid-19 yakni pasien nomor 194 inisial JH umur 37 Tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 149. 

Kemudian pasien nomor 195 inisial K umur 56 tahun laki-laki warga Kota Jambi dengan riwayat  kontak erat pasien 149. Pasien nomor 196 inisial SHN umur 43 tahun perempuan warga Kota Jambi dengan riwayat kontak erat pasien 149.

Selanjutnya pasien nomor 197 inisial MRI umur 3 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182. Pasien nomor 198 inisial MAIumur 17 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182.

Berikutnya pasien nomor 199 inisial SI umur 15 tahun perempuan warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat kKontak erat pasien 181 danan 182. Pasien nomor 200 inisial JM umur 30 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 danan 182.

Kemudian pasien 201 inisial MRF umur 35 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat kontak erat pasien 181 dan 182. Pasien nomor 202 inisial H umur 32 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182.

Selanjutnya pasien 203 inisial RD umur 32 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU HambaBatanghari dengan riwayat kontak erat pasien 181 danan 182. Pasien nomor 204 inisial YSumur 31 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba Batanghari dengan riwayat  kontak erat pasien 181 dan 182. Pasien nomor 205 inisial DVA umur 19 tahun perempuan warga Muarojambi dengan riwayat  screening perjalanan.

Meninggal 4 Orang
Sementara pasien Covid-19 yang meninggal hingga Jumat sore (7 /8/2020) sudah empat orang. Pada Kamis 30 Juli 2020 petang dua 2 pasien positif covid-19 di Jambi meninggal dunia. Pasien meninggal itu adalah berinisial MRZ, laki-laki umur 54 Tahun alamat Muarojambi dan Komorbid (Jantung dan Hipertensi). Kemudian pasien nomor urut 150 inisial DVA umur 53 Tahun, perempuan alamat Kota Jambi dirawat di RSU Abdul Manap, Komorbid (Jantung).

Sebelumnya dua pasian covid-19 di Provinsi Jambi yang meninggal pasien urutan 123 berinisial PJ umur 42 tahun berjenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Batanghari dan meninggal dunia akibat virus corona pada Selasa (14/7/2020).

Kemudian pasien urutan nomor 119 berinisial ST, umur 60 tahun  jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Kerinci. Pasien ST meninggal Minggu 5 Juli 2020 sore di Kerinci. Pemakaman sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. ST merupakan pasien positif pertama yang meninggal di Provinsi Jambi. 

Sementara jumlah Suspek Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Jumat 7 Agustus 2020 sore sebanyak 48  orang dari total 2.915 orang dan menunggu hasil uji swab 13 orang. (JP-Asenk Lee Saragih)

Mahasiswa Minta Penggunaan Dana Covid019 di Jambi Jangan Jadi Kampanye Terselubung Jelang Pilgub Jambi

PMII Provinsi Jambi ketika berunjukrasa di Kantor Gubernur Jambi, Jumat (7/8/2020).(Humas) 

Jambipos, Jambi- Mahasiswa di Jambi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Provinsi Jambi meminta penggunaan dana refocusing untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19 dilakukan tepat sasaran dan transparan. Mereka juga meminta dana JPS Covid-19 jangan dijadikan sebagai bantuan terselubung jelang Pilkada Gubernur Jambi.

Hal itu terungkap saat orasi mahasiswa yang tergabung di PMII Provinsi Jambi ketika berunjukrasa di Kantor Gubernur Jambi, Jumat (7/8/2020). 

Saat orasi, rombongan mahasiswa menanyakan transparansi pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 Provinsi Jambi. Para mahasiswa tersebut melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi. 

Mahasiswa mendapat informasi bahwa dana JPS Covid-19 dijadikan oleh oknum bakal kandidat calon-calon kepala daerah jelang Pilkada Gubernur Jambi 9 Desember 2020 mendatang.

Rombongan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi tersebut diterima dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Jambi, yang dalam kesempatan tersebut dipimpin oleh Pj.Sekda Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH, didampingi oleh kepala OPD dan pejabat terkait. 

Penyampaian aspirasi dari mahasiswa berlangsung lancar, tanpa dihalang-halangi, namun aparat keamanan (polisi) tetap siaga dan menjalankan tugasnya dengan baik untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung dengan aman.

Saat menerima mahasiswa, Pj.Sekda Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH,MH memberikan waktu yang cukup lama bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya, baik kritik maupun saran kepada Pemerintah Provinsi Jambi dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi. 

Setelah mendengarkan aspirasi dari mahasiswa, Sudirman menyatakan bahwa dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, baik Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi memedomani ketentuan, yakni didasarkan pada regulasi yang berlaku, serrta memperhatikan arahan Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Pusat.

Sudirman menjelaskan, anggaran untuk penanganan Covid-19 provinsi Jambi awalnya Rp11 miliar, yakni DTT (Dana Tak Terduga) di Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi. 

Selanjutnya, seiring dengan arahan dari Pemerintah Pusat bahwa seluruh daerah harus melakukan perngeseran dan refocusing anggaran APND untuk penanganan Covid-19, maka Pemerintah Pusat bersama-sama dengan DPRD Provinsi Jambi telah membahas dan menyetujui pergeseran anggaran APBD 2020 senilai Rp200 miliar untuk penanganan Covid-19, sehingga totalnya menjadi Rp211 miliar.
 
Anggaran Rp211 miliar tersebut dialokasikan ke 4 (empata) Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu 1.BPBD, 2.Dinas Kesehatan, 3.Rumah Sakit Umum Raden Mattaher, dan 4.Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Salah satu sorotan mahasiswa adalah alokasi bantuan sosial untuk masyarakat yang sangat terdampak Covid-19, yang dinamakan Jaring pengaman Sosial (JPS0) Covid-19 Provinsi Jambi. 

Atas hal itu, Pj.Sekda mengungkapkan, sebelum bantuan disalurkan kepada Keluarga Penerima manfaat, segala sesuaunya sudah dibicarakan dengan dengan tim pendampingan dari APH (Aparat Penegak Hukum), yakni dengan pihak kejaksaan Tinggi, BPKP, dan Polda Jambi, selain dengan Inspektorat Provinsi Jambi selaku auditor internal Pemprov Jambi. 

Perencanaan program JPS juga dibahas bersama dengan Bulog selaku instansi yang menyediakan paket bantuan berupa beras, gula pasir, minyak goreng, terigu, susu kaleng, sardences, dan Indomie. Selain itu, pihak yang mendistribusikan paket bantuan kepada keluarga penerima manfaat adalah Kantor Pos. 

Bantuan yang diberikan kepada masyarakat senilai Rp600.000 per KK, terdiri dari uang tunai Rp350.000 dan bahan pangan pokok Rp250.000. Bantuan sosial JPS Covid-19 Provinsi Jambi diberikan kepada 30.000 KK, yang terdistribusi di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Jambi, diberikan selama 3 bulan: Mei, Juni, dan Juli 2020.

Selanjutnya, menanggapi aspirasi mahasiswa tentang data penerima bantuan sosial, Sudirman menjelaskan bahwa data penerima itu diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan di SK-kan oleh bupati/walikota. 

Jika dalam penyaluran bansos pertama ternyata ada data yang kurang valid dan harus diperbaiki, tentunya diberikan kesempatan untuk memperbarui data untuk bulan kedua, demikian pula dari data bulan kedua ke bulan yang ketiga.

Sudirman menjelaskan secara rinci realisasi Biaya Tak Terduga (BTT) penanganan Covid-19 Provinsi Jambi sampai akhir Juli 2020 sebagai berikut:

1. BPBD. Jumlah Pencairan (RKB)  : Rp4.600.994.000. Realisasi Serapan Belanja : Rp2.874.043.890.
2. RSUD Raden Mattaher Jambi. Jumlah Pencairan (RKB) : Rp32.176.450.086. Realisasi Serapan Belanja : Rp13.862.244.665.
3.Dinas Kesehatan. Jumlah Pencairan (RKB) : Rp5.940.620.000. Realisasi Serapan Belanja Rp1.904.759.000.
4. Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil. Jumlah Pencairan (RKB): Rp37.521.794.500. Realisasi Serapan Belanja : Rp37.219.491.777.
5. Hibah kepada Rumah Sakit Bhayangkara. Rp698.653.331. Total     Pencairan (RKB): Rp80.239.858.586. Serapan  : Rp55.860.539.332.

Sudirman menegaskan, pengelolaan anggaran penanganan Covid-19 Provinsi Jambi dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan (kredibel), serta berharap alokasi anggaran tersebut meringankan beban masyarakat yang sangat terdampak Covid-19.

Sudirman mengapresiasi penyampaian aspirasi dari mahasiswa, sebagai wujud kepedulian mahasiswa dalam penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, tentunya dengan semangat yang sama, yakni agar pencegahan penyebaran Covid-19 bisa ditekan secara maksimal, masyarakat bisa melaksanakan aktivitas secara bertahap, dan pemulihan perekonomian Provinsi Jambi bisa berjalan secara bertahap.

Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah,SE,ME menambahkan, keiginan mahasiswa untuk mendapatkan data penerima bantuan sosial sangat diapresiasi, untuk itu, Pemprov Jambi dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi akan menjadwalkan pertemuan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan tim pendampingan dari pihak APH.(JP-Lee)





FACHRORI: INTENSIFKAN PENCEGAHAN DAN PENANGANAN COVID-19

Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum saat memimpin Rapat Khusus Evaluasi Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Jum’at (07/08/2020).(Humas)

Jambipos, Jambi-Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum, mengingatkan kepada seluruh pihak terkait untuk lebih wasapada dan semakin mengintensifkan pencegahan dan penanganan covid-19 di Provinsi Jambi, sehingga kasus covid-19 tidak kembali meningkat. 

Hal tersebut disampaikan Fachrori saat memimpin Rapat Khusus Evaluasi Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Jambi, yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Jum’at (07/08/2020).

Rapat tersebut dilakukan secara video conference bersama Bupati/Walikota dan Forkopimda Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dalam rangka menindaklanjuti meningkatnya kasus pasien positif covid-19 di Provinsi Jambi secara signifikan dalam beberapa hari terkahir dan menindaklanjuti Instruksi Presiden nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Saat ini kita harus terus lebih waspada dan semakin mengintensifkan pencegahan dan penanganan covid-19 di Provinsi Jambi, mengingat jumlah pasien positif covid-19 di Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir dan kedepannya juga cenderung bertambah,” ujar Fachrori.

Fachrori menjelaskan, Provinsi Jambi telah menghadapi ancaman pandemi covid-19 sejak bulan Maret 2020 sampai sekarang, bahkan sampai ada korban jiwa akibat dari covid-19. Covid-19 mengakibatkan dampak yang sangat luas, salah satunya menyebabkan perekonomian Jambi menjadi terpuruk dengan pertumbuhan ekonomi sampai saat ini berada pada angka (-)1,72%.

“Kita terus melaksanakan langkah yang sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat baik melalui upaya pencegahan, penanganan, penyediaan peralatan kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat sampai memberikan stimulan dan banatuan kepada masyarakat yang sangat terdampak covid-19 secara langsung maupun tidak langsung,” jelas Fachrori.

“Upaya yang telah kita lakukan bersama ini sejak merebaknya covid-19 di Provinsi Jambi sepertinya membuahkan hasil dengan semakin menurunnya jumlah kasus positif dan semakin banyaknya pasien positif yang sembuh. Namun, dalam beberapa hari terakhir kita dikejutkan dengan kembali meningkatnya jumlah kasus pasien positif covid-19 di Provinsi Jambi,” tambah Fachrori.

Melihat kondisi saat ini, Fachrori kembali mengingatkan untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 di Provinsi Jambi, terutama dalam melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 6 Tahun 2020.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs.Firman Shantyabudi,M.Si., mengatakan, berdasarkan data yang ada, meningkatnya kasus terkonfirmasi covid-19 di Provinsi Jambi karena melonggarnya pengawasan pasca Idul Fitri 1440 H Tahun 2020 yang telah dilakukan dalam rangka memutus rantai covid-19 ini yaitu mendirikan posko posko perbatasan.

“Untuk internal masyarakat Jambi sendiri tidak ada peningkatan yang sangat signifikan untuk kasus terkonfirmasi covid-19, tetapi karena banyaknya pergerakan orang dan barang yang masuk atau keluar dari wilayah Provinsi Jambi pasca lebaran kemarin serta melonggarnya pengawasan bersama kita, menjadi salah satu penyebab meningkatnya kembali kasus terkonfirmasi covid-19 di Provinsi Jambi,” kata Firman.

“Kita terlalu euforia dengan kondisi Jambi yang relatif aman dari covid-19, ditambah dengan persiapan menghadapi new normal atau sekarang disebut dengan adaptasi kebiasaan baru, padahal adaptasi kebiasaan baru tersebut baru sosialisasi dari Pemerintah Pusat untuk daerah yang telah dinyatakan siap melakukan itu,” lanjut Firman.

Danrem 042 Garuda Putih, Brigjen TNI M.Zulkifli,S.IP.,MM., menyampaikan, Pemerintah Daerah harus terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan covid-19, karena kunci utama dalam penanganan covid-19 ini adalah masyarakat harus benar benar melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Melaksanakan protokol kesehatan disini, masyarakat harus benar benar melakukan social dan physical distancing, menggunakan masker secara benar dan rajin mencucui tangan. Kita juga harus segera mengimbau kepada sekolah sekolah yang masih melaksanakan tatap muka untuk segera melaksanakan pembelajaran jarak jauh, karena melihat dari kondisi saat ini, lonjakan pasien positif covid-19 mencapai 30 persen,” kata Zulkifli.

“Kita juga harus mengendalikan mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar dari Provinsi Jambi, karena meningkatnya kasus positif covid-19 secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat mobilitas dari daerah lain. Kita juga harus membatasi perjalanan dinas yang tidak begitu penting ke daerah daerah yang rawan covid-19, seperti Jakarta dan Bandung,” pungkas Zulkifli.

Adapun kesimpulan dari Rapat adalah sebagai berikut:

1. Pembatasan mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar dari Provinsi Jambi.

2. Provinsi segera mengeluarkan Peraturan Gubernur, Kabupaten mengeluarkan Peraturan Bupati dan Kota mengeluarkan Peraturan Walikota sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden nomor 6 Tahun 2020.

3. Mengaktifkan kembali posko posko penjagaan yang berada di perbatasan.

4. Menutup sekolah sekolah yang berada pada zona berbahaya, kecuali zona hijau.

5. Membatasi perjalanan dinas ke daerah yang zona berbahaya, untuk ASN, TNI dan POLRI kecuali untuk urusan yang sangat mendesak.

6. Mempedomani dan melaksanakan Instruksi Presiden nomor 6 Tahun 2020, karena sudah tertuang terkait peran dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri.(JP-Hms/Lee)

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022

Written By jambipos-online on Kamis, 06 Agustus 2020 | 07:39

Provinsi Sulawesi Tenggara Ditetapkan Menjadi Tuan Rumah Rangkaian Peringatan HPN 2022.(Humas PWI Pusat) 

Jambipos, Jakarta-Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap akan menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN). Hanya saja, waktunya bergeser dari sebelumnya tahun 2021 menjadi 2022.

Pergeseran waktu pelaksanaan HPN di Sultra itu telah diputuskan dalam Rapat Pleno Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan telah disetujui pimpinan Pemprov Sultra, Rabu (5/8/2020). Puncak peringatan HPN diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari.

“Provinsi Sulawesi Tenggara tetap menjadi tuan rumah HPN. Hanya saja, karena  pandemi Virus Corona atau Covid-19  yang belum tahu kapan akan berakhir, maka  HPN di Sulawesi Tengga digeser menjadi tahun 2022,” ujar Ketua Umum PWI Atas S Depari.

Menurut Atal, peringatan HPN yang dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia dimaksudkan supaya  kegiatan setiap tahun ini bisa berkontribusi secara positif terhadap daerah yang menjadi tuan rumah.  

“Kontribusi positif yang paling dirasakan adalah datangnya ribuan orang ke daerah tersebut  sehingga terjadi berputaran ekonomi rakyat yang luar biasa. Tetapi, dengan adanya Covid-19 ini, saya khawatir jika kegiatan ini tetap dilaksanakan di Sultra tujuan itu bisa jadi tidak akan tercapai,” ujar Atal.   

Di samping itu, kata Atal,  pandemi Covid-19  juga sangat berpengaruh terhadap segala aktivitas termasuk persiapan perayaan HPN 2021. Aktivitas penerbangan, hingga kegiatan fisik maupun pertemuan langsung yang masih sangat terbatas, sehingga tidak memungkinkan bisa berbuat banyak di daerah tuan rumah.  

Menurut Atal, ada beberapa daerah yang akan menjadi tuan rumah HPN 2021. Tetapi, dia belum menyebutkannya karena masih dalam pembahasan dan penjajakan kepada calon tuan rumah tersebut.

Sementara itu, Sekprov Sultra, Nur Endang Abbas, mewakili gubernur dalam rapat tersebut didampingi Staf Ahli Gubernur, Kadis Kominfo, dan Kadis Pariwisata. Bergabung pula Ketua PWI Sultra, Sekretaris PWI dan para pengurus serta Ketua SMSI Sultra dan pengurus dalam rapat yang dipandu dari Rujab Gubernur Sultra di Kendari. 

Nur Endang mengapresiasi pada pengurus pusat yang masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah HPN meski bergeser menjadi tahun 2022. 

Menurutnya, Pemprov akan lebih siap lagi jika dua tahun masa persiapan untuk menyambut kegiatan nasional berskala besar itu. Apalagi menghadirkan presiden di Bumi Anoa.

"Kami sangat berterima kasih kepada PWI pusat dan sangat bangga karena  masih mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah tahun 2022. Kami akan berusahakan semaksimal mungkin untuk menjadi tuan rumah dan  menyambut para tamu se Indonesia dan negara sahabat di sini,  yang lebih baik," kata Nur Endang yang baru dilantik menjadi Sekda  beberapa hari lalu itu.

Endang menambahkan, untuk tetap mempromosikan Sultra di HPN 2021, pihak Pemprov akan menitip beberapa hal kepada panitia HPN, seperti membuatkan seragam panitia menggunakan kain tenun khas Sulawesi Tenggara, serta hal lain. Ia juga akan berkunjung ke kantor pusat PWI untuk koordinasi lebih lanjut mengenai persiapan tersebut.

Sarjono, Ketua PWI Sultra mengaku cukup sedih sekaligus lega dengan keputusan ini. Sebab persiapan yang cukup melelahkan yang dilakukan sejak sebelum pelaksanaan HPN 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,   harus berujung pergeseran waktu. 

Dia juga lega, karena pandemi Covid ini membuat pengurus PWI Sultra merasa was was dengan kesuksesan kegiatan tersebut jika tetap diselenggarakan di Sultra.

"Kita bersyukur karena Covid jugalah membuat waktu kita melakukan persiapan cukup panjang. Dengan pandemi begini langkah kita terbatas, sehingga membuat kita khawatir tentang pelaksanaan HPN kalau 2021 tetap di Sultra," ujar Sarjono.

HPN merupakan momen penting bagi seluruh insan pers seluruh Indonesia, yang puncaknya diselenggarakan tiap tanggal 9 Februari. Berbagai agenda yang melibatkan masyarakat pers maupun khalayak umum dilaksanakan dalam rangakain HPN tersebut. Setiap puncak HPN, Presiden Indonesia selalu hadir di manapun dilaksanakan. HPN juga memberi dampak positif yang besar bagi pembangunan daerah maupun perputaran ekonomi masyarakat di daerah tuan rumah. (JP-Humas PWI Pusat/Lee)




Kasus Positif Covid Terus Bertambah, Pemkot Jambi Perintahkan Siswa Belajar di Rumah

Written By jambipos-online on Rabu, 05 Agustus 2020 | 19:38

Orang tua saat mendampingi anak belajar di rumah.(Foto Asenk Lee Saragih)

Jambipos, Jambi-Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil sikap dengan kembali merumahkan siswa dan belajar daring. Hal ini menyusul semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Jambi sepekan belakangan.

Kasus Covid-19 di Kota Jambi saat ini total ada 28 pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi. Padahal sebelumnya hanya 3 pasien saja yang dirawat di Abdul Manap.

Wakil Walikota Jambi Maulana dalam keterangan persnya, Rabu (5/8/2020) mengatakan bahwa mengingat bertambahnya jumlah kasus yang cukup banyak, Pemerintah Kota Jambi mengambil sikap dengan kembali merumahkan siswa, belajar daring. 

“Sebelumnya melalui surat edaran Walikota Jambi bahwa pemerintah memberikan 2 opsi bagi para orangtua yaitu melaksanakan sekolah secara luring dan daring. Namun untuk 2 minggu kedepan hanya akan ada sekolah secara daring atau di rumah masing-masing," kata Maulana.

Kata Maulana, bahwa dengan kembali di rumah kan siswa, maka Pemerintah Kota Jambi bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Jambi akan kembali mengevaluasi kebijakan tersebut. Mulai dari kepatuhan menerapkan protokol kesehatan hingga sarana dan prasarana penunjangnya.

“Perlu diingat bahwa hingga saat ini tidak ada timbul klaster sekolah. Tapi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka pemerintah mengambil langkah dengan kembali merumahkan siswa,” katanya. 

“Jika nantinya dalam proses evaluasi dimungkinkan kembali untuk belajar tatap muka, maka akan kita umumkan kembali. Sementara untuk kebijakan lain seperti relaksasi di bidang ekonomi sosial dan lainnya akan kami bahas kembali bersama dengan Satgas Covid-19 Kota Jambi Kamis (6/8/2020),” katanya.

Wakil Walikota Jambi Maulana juga meminta kepada pihak sekolah TK, SD, SMPN sederajat di Kota Jambi untuk memberikan pelajaran dengan daring serta meminta para orang tua agar bisa mendampingi anak-anaknya saat proses belajar di rumah masing-masing. (JP-Asenk Lee Saragih)

Pasian Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Bertambah Lagi 5 Orang, Total 193 Orang, 4 Orang Meninggal, 116 Sembuh

Johansyah SE ME.

Jambipos, Jambi-Jumlah kasus positif corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hingga Rabu sore (5 /8/2020) tembus 193 orang dengan rincian 116 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dan sebanyak 73 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covi-19 di Provinsi Jambi.

Jubir Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah SE ME, Rabu (5/8/2020) mengatakan, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat mengumunkan ada 5 orang bertambah pasien positif Covid-19 di Jambi.

Johansyah SE ME menjelaskan inisial 5 orang pasien yang bertambah positif Covid-19 yakni pasien nomor 189 inisial MHP umur 42 Tahun perempuan warga Muarojambi dirawat di RSU Ahmad Ripin Muarojambi dengan riwayat kontak akan ditracking.

Kemudian pasien nomor urut 190 inisial MBJ umur 44 Tahun laki-laki warga Kota Jambi dengan riwayat kontak akan ditracking. Pasien nomor 191 inisial VMI umur 17 Tahun laki-laki warga Kota Jambi dengan riwayat kontak erat pasien 141.

Selanjutnya pasien nomor 192 inisial SM umur 54 Tahun perempuan warga Kota Jambi dengan riwayat kontak erat pasien 141 dan pasien nomor 193 inisial BJ umur 46 Tahun laki-laki warga Kerinci dirawat di RSU H. A. Thalib dengan riwayat kontak akan ditracking.

Sebelumnya Johansyah SE ME menjelaskan inisial 19 orang pasien yang bertambah positif Covid-19 Selasa (4/8/2020) yakni pasien nomor 170 inisial MM umur 43 Tahun perempuan warga Kota Jambi dirawat di RSUD Raden Mattaher, riwayat kontak pasien nomor 152 (Tenaga Adm RSUD Raden Mattaher).

Kemudian pasien nomor 171 inisial GD umur 13 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 152. Pasien nomor 172 inisial MCJ umur 11 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 152. Pasien nomor 173 inisial EM umur 72 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien 152.

Selanjutnya pasien nomor 174 inisial AP umur 18 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien 152. Pasien nomor 175 inisial YSR umur 52 Tahun laki-laki warga Kota Jambi riwayat kontak pasien nomor 151.

Berikutnya pasien nomor 176 inisial NAY umur 21 Tahun perempuan warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor 177 inisial NRD 27 tahun perempuan warga Kota Jambi riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor 178 inisial AY umur 20 tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 151.

Kemudian pasien nomor 179 inisial NAW umur 9 tahun perempuan warga Kota Jambi riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor pasien 180 inisial DO 31 tahun laki-laki warga Kota Jambi riwayat kontak pasien 151.

Selanjutnya pasien nomor 181 inisial MIS umur 42 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba, riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor 182 inisial SHY umur 42 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba dan riwayat kontak pasien 151.

Berikutnya pasien nomor 183 inisial JKK umur 31 tahun laki-laki warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dan riwayat kontak perjalan dari Babel. Pasien nomor 184 inisial JRD umur 24 tahun perempuan warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dengan riwayat kontak pasien nomor 127. 

Selanjutnya pasien nomor urut 185 inisial IN umur 12 tahun perempuan warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dengan riwayat kontak pasien nomor 127. Pasien nomor 186 inisial DHM umur 48 tahun laki-laki warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dengan riwayat kontak pasien nomor 127.

Meninggal 4 Orang
Sementara pasien Covid-19 yang meninggal hingga Rabu sore (5 /8/2020) sudah empat orang. Pada Kamis 30 Juli 2020 petang dua 2 pasien positif covid-19 di Jambi meninggal dunia. Pasien meninggal itu adalah berinisial MRZ, laki-laki umur 54 Tahun alamat Muarojambi dan Komorbid (Jantung dan Hipertensi). Kemudian pasien nomor urut 150 inisial DVA umur 53 Tahun, perempuan alamat Kota Jambi dirawat di RSU Abdul Manap, Komorbid (Jantung).

Sebelumnya dua pasian covid-19 di Provinsi Jambi yang meninggal pasien urutan 123 berinisial PJ umur 42 tahun berjenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Batanghari dan meninggal dunia akibat virus corona pada Selasa (14/7/2020).

Kemudian pasien urutan nomor 119 berinisial ST, umur 60 tahun  jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Kerinci. Pasien ST meninggal Minggu 5 Juli 2020 sore di Kerinci. Pemakaman sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. ST merupakan pasien positif pertama yang meninggal di Provinsi Jambi. 

Sementara jumlah Suspek Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Rabu 05 Agustus 2020 malam sebanyak 35  orang dari total 2.895 orang dan menunggu hasil uji swab 31 orang. (JP-Asenk Lee Saragih)

Pasian Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Tambah 19 Orang, Kini Tembus 188 Orang, 4 Orang Meninggal, 116 Sembuh

Written By jambipos-online on Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:58

Pasian Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Tambah 19 Orang.(Humas)

Jambipos, Jambi-Jumlah kasus positif corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hingga Selasa sore (4 /8/2020) tembus 188 orang dengan rincian 116 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dan sebanyak 68 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covi-19 di Provinsi Jambi.

Jubir Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah SE ME, Selasa (4/8/2020) mengatakan, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat mengumunkan ada 19 orang bertambah pasien positif Covid-19 di Jambi dan 1 pasien sembuh atas inisial ES, pasien nomor urut 134 umur 37 Tahun laki-laki warga Muarojambi.

Johansyah SE ME menjelaskan inisial 19 orang pasien yang bertambah positif Covid-19 yakni pasien nomor 170 inisial MM umur 43 Tahun perempuan warga Kota Jambi dirawat di RSUD Raden Mattaher, riwayat kontak pasien nomor 152 (Tenaga Adm RSUD Raden Mattaher).

Kemudian pasien nomor 171 inisial GD umur 13 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 152. Pasien nomor 172 inisial MCJ umur 11 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 152. Pasien nomor 173 inisial EM umur 72 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien 152.

Selanjutnya pasien nomor 174 inisial AP umur 18 Tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien 152. Pasien nomor 175 inisial YSR umur 52 Tahun laki-laki warga Kota Jambi riwayat kontak pasien nomor 151.

Berikutnya pasien nomor 176 inisial NAY umur 21 Tahun perempuan warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor 177 inisial NRD 27 tahun perempuan warga Kota Jambi riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor 178 inisial AY umur 20 tahun laki-laki warga Kota Jambi, riwayat kontak pasien nomor 151.

Kemudian pasien nomor 179 inisial NAW umur 9 tahun perempuan warga Kota Jambi riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor pasien 180 inisial DO 31 tahun laki-laki warga Kota Jambi riwayat kontak pasien 151.

Selanjutnya pasien nomor 181 inisial MIS umur 42 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba, riwayat kontak pasien nomor 151. Pasien nomor 182 inisial SHY umur 42 tahun laki-laki warga Batanghari dirawat di RSU Hamba dan riwayat kontak pasien 151.

Berikutnya pasien nomor 183 inisial JKK umur 31 tahun laki-laki warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dan riwayat kontak perjalan dari Babel. Pasien nomor 184 inisial JRD umur 24 tahun perempuan warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dengan riwayat kontak pasien nomor 127. 

Selanjutnya pasien nomor urut 185 inisial IN umur 12 tahun perempuan warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dengan riwayat kontak pasien nomor 127. Pasien nomor 186 inisial DHM umur 48 tahun laki-laki warga Kota Sungaipenuh dirawat di RSU H.A Thalib dengan riwayat kontak pasien nomor 127.

Meninggal 4 Orang
Sementara pasien Covid-19 yang meninggal hingga Selasa sore (4 /8/2020) sudah empat orang. Pada Kamis 30 Juli 2020 petang dua 2 pasien positif covid-19 di Jambi meninggal dunia. Pasien meninggal itu adalah berinisial MRZ, laki-laki umur 54 Tahun alamat Muarojambi dan Komorbid (Jantung dan Hipertensi). Kemudian pasien nomor urut 150 inisial DVA umur 53 Tahun, perempuan alamat Kota Jambi dirawat di RSU Abdul Manap, Komorbid (Jantung).

Sebelumnya dua pasian covid-19 di Provinsi Jambi yang meninggal pasien urutan 123 berinisial PJ umur 42 tahun berjenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Batanghari dan meninggal dunia akibat virus corona pada Selasa (14/7/2020).

Kemudian pasien urutan nomor 119 berinisial ST, umur 60 tahun  jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Kerinci. Pasien ST meninggal Minggu 5 Juli 2020 sore di Kerinci. Pemakaman sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. ST merupakan pasien positif pertama yang meninggal di Provinsi Jambi. 

Sementara jumlah Suspek Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Selasa 04 Agustus 2020 malam sebanyak 35  orang dari total 2.895 orang dan menunggu hasil uji swab 31 orang. (JP-Asenk Lee Saragih)

Gubernur Jambi Fachrori Lepas Keberangkatan Kajati Jambi

Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melepas keberangkatan Kajati Jambi Yudhi Sutoto di Ruang VIP Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Kota Jambi, Selasa (4/8/2020). Yudhi Sutoto dimutasi dengan jabatan baru sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.(Humas)

Jambipos, Jambi-Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melepas keberangkatan Kajati Jambi Yudhi Sutoto di Ruang VIP Bandara Sultan Thaha Saifuddin, Kota Jambi, Selasa (4/8/2020). Yudhi Sutoto dimutasi dengan jabatan baru sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

Selain Gubernur Jambi, keberangkatan Kajati Jambi juga dilepas oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Kapolda Jambi Irjen Pol.Firman Santyabudi, dan segenap pejabat di Kejaksaan Tinggi Jambi.

Gubernur menyampaikan apresiasinya kepada Kajati Jambi yang dinilainya telah menunjukkan kinerja dan sinergitas dengan pemerintah Provinsi Jambi.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Yudhi Sutoto  sudah menjabat sebagai Kajati Jambi sejak Desember 2019. Selanjutnya, Yudhi Sutoto akan menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.Mutasi ini berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung RI No 148 Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan  Pengangkatan dari dan dalam Jabatan struktural di Lingkungan Kejaksaan Agung RI, tertanggal 17 Juli 2020, ditanda tangani Jaksa Agung Burhanuddin. Jabatan yang ditinggal Yudhi akan diisi oleh Johanis Tanak, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Sosial Budaya dan Pemasyarakatan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Yudhi Satoto yang telah bertugas di Jambi sekitar 8 bulan. Dan selama bertugas di Jambi beliau telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, dan dalam hubungan kerja tersebut baik dengan saya, dan seluruh Forkopimda, beliau dapat bekerja bersama dengan baik, dan selama beliau bertugas di Jambi tercipta kondisi yang aman, nyaman. Saya berdoa semoga di tempat bertugasnya yang baru sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, beliau dapat bekerja dengan lebih baik lagi, dan karirnya dapat terus meningkat “ ungkap Fachrori Umar.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Yudhi Sutoto menyatakan bahwa dirinya mengharapkan agar para pegawai di kejaksaan dapat bekerja dengan baik dan memperhatikan rasa keadilan di masyarakat  . 

“Selama saya bertugas  di Jambi, semua Forkopimda dapat bekerja bersama dengan baik, seluruh persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan baik mulai dari gubernur, TNI/Polri, Kejaksaan, dan tentunya semua pihak bekerja bersama. Kepada pegawai di Kejaksaan Tinggi  saya berpesan untuk memperhatikan rasa keadilan masyarakat, karena kita kedepannya menginginkan kejaksaan dapat lebih baik,” ujar Yudhi.(JP-Hms/Lee) 

Sudirman: Pemprov Jambi Siap Ikuti Perubahan Nomenklatur

H.Sudirman,SH.,MH.(Humas)

Jambipos, Jambi- Penjabat Sekretaris Daerah (Pj.Sekda) Provinsi Jambi, H.Sudirman,SH.,MH., menyatakan, Pemerintah Provinsi Jambi siap mengikuti perubahan nomenklatur yang mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 56 Tahun 2019 tentang Pedoman Nomenklatur dan Unit Kerja Sekretariat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, perubahan ini akan berlaku efektif mulai 01 Januari 2021.

“Kita telah menindaklanjuti Permendagri nomor 56 Tahun 2019 tersebut dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Jambi nomor 25 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengikuti perubahan nomenklatur yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Sudirman. Hal tersebut disampaikan Sudirman usai memimpin Rapat Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Jambi Nomor 25 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Jambi, Kantor Gubernur Jambi, Selasa (04/08/2020).

Sudirman menjelaskan, pada Sekretariat Daerah Provinsi Jambi ada perubahan nomenklatur berdasarkan Pergub nomor 25 Tahun 2020, seluruh Biro di Sekretariat Daerah Provinsi Jambi mengalami perubahan, mulai dari nomenklatur sampai kepada sub bagian, sedangkan yang mengalami perubahan sangat signifikan dan mendasar yaitu, pertama adalah Biro Humas dan Protokol menjadi Biro Administrasi Pimpinan dan kedua adalah Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah berganti menjadi Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

“Sebagian tugas pokok dan fungsi pada Biro Humas dan Protokol akan beralih ke Dinas Komunikasi dan Infromatika Provinsi Jambi, yang meliputi pemberitaan, publikasi dan pelayanan media, serta berubah menjadi Biro Administrasi Pimpinan, sehingga terdapat sub bagian kepegawaian yang sebelumnya berada di Biro Organisasi dan sub bagian perencanaan dan pelaporan yang sebelumnya berada di Biro Pembangunan dan Kerja Sama,” jelas Sudirman.

“Untuk Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah, tugas pokok dan fungsinya akan beralih ke Badan Keuangan Daerah Provinsi Jambi, berubah nama menjadi Biro Pengelolaan Barang dan Jasa yang mengakomodir fungsi dari UKPBJ yang semula berada pada Biro Pembangunan dan Kerja Sama,” lanjut Sudirman.

Sudirman kembali menegaskan, Pergub nomor 25 Tahun 2020 akan berlaku mulai 01 Januari 2021, yang mana Pemerintah Provinsi Jambi telah merencanakan pada tanggal 01 s/d 07 Januari 2021 akan melakukan pengisian pejabat pejabat berdasarkan dengan nomenklatur yang baru serta melakukan pengisian staf dengan berimbang sesuai tugas pokok dan fungsi.

“Satu hal yang sangat penting adalah terkait penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021 untuk nomenklatur baru, masih menjadi tanggung jawab Biro saat ini dengan harapan adanya percepatan dalam penyusunan anggaran tersebut, sehingga tidak terjadi permasalahan nantinya,” tegas Sudirman.(JP-Hms/Lee)

H.Sudirman Tegaskan Pembayaran Gaji Non Tunai Hindari Gratifikasi

Jambipos, Jambi
-Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jambi H.Sudirman Pimpin Rapat Pembayaran Gaji Non Tunai di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Selasa (4/8/2020).

Pj.Sekda Provinsi Jambi H.Sudirman menegaskan pembayaran gaji non tunai sesuai arahan KPK kepada Pemerintah Provinsi Jambi,"KPK tegas untuk bendahara terkait mekanisme transaksi non tunai paling lambat 1 September 2020 harus dilakukan dan mohon kepada Kepala OPD dan Bendahara melaksanakan ini," tegas H.Sudirman. 

H.Sudirman mengingatkan pembayaran gaji secara non tunai guna menghindari collection fee atau hal yang bersentuhan dengan gratifikasi sehingga bendahara harus menyerahkan gaji kotor pegawai via rekening Bank Jambi,"Hindari atau cegah tindak pidana korupsi dan collection fee itu tergolong gratifikasi  jika tidak dilakukan akan dihitung sebagai tindak pidana untuk Pemprov Jambi ada 245 pegawai dengan pembayaran gaji secara tunai," jelas H.Sudirman.

Kepala Bakeuda Provinsi Jambi Agus Pirngadi menyampaikan kelanjutan dari 
Rapat secara vicon terkait koordinasi dan pencegahan KPK dengan Pemprov dan Kab/Kota Se-provinsi Jambi menegaskan Tim Koorgah menerangkan adanya collection fee masuk kategori gratifikasi,"KPK bukan lagi supervisi namun masuk ke koordinasi dan pencegahan yang dapat langsung menindak," ujar Agus Pirngadi. 

Komisaris Bank Jambi Dra.Emilia dalam kesempatan tersebut menjelaskan adanya Inpres Nomor 10 Tahun 2016 tentang aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi,"Untuk melakukan pembayaran gaji secara non tunai terkait adanya pinjaman ASN maupun pegawai pemerintahan dengan pihak atau lembaga keuangan lain salah satu solusinya melalui kerjasama terkait cara pembayaran atau pemindahbukuan yang hal tersebut sudah dipersiapkan oleh Bank Jambi," ujar Dra.Emilia.

Acara dihadiri pihak perbankan serta pejabat dan bendahara di Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.(JP-Hms/Lee)

Gubernur Jambi: Kita Harus Lestarikan Hutan Mangrov

Written By jambipos-online on Senin, 03 Agustus 2020 | 07:05

Jambipos, Jambi-
Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar.M.Hum menegaskan bahwa hutan mangrove harus dilestarikan karena manfaatnya sangat penting, baik untuk menjaga ekosistem air dan fauna dalam ekosisten tersebut maupun manfaat terhadap udara, karena memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan, serta dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami. Fachrori mengajak masyarakat dan semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama melestarikan hutan mangrove. 

Hal tersebut disampaikan Fachrori dalam Peringatan Hari Mangrove se Dunia Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2020, bertempat di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (03/08/2020).

Fachrori mengatakan, kegiatan penanaman mangrove dalam rangka Hari Mangrove se Dunia kali ini dilaksanakan di 10 provinsi di Pulau Sumatera yaitu Provinsi Jambi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepualauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung.

"Penaman mangrove dipusatkan di Provinsi Bangka Belitung, yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo dengan penanaman mangrove sebanyak 2.020 batang di setiap provinsi, yang melibatkan jajaran  pemerintah daerah dan kelompok tani,” kata Fachrori.

Pada kesempatan ini Fachrori mengajak seluruh kelompok tani dan nelayan untuk ikut menggelorakan semangat menanam mangrove, untuk memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove di Provinsi Jambi.

“Ekosistem mangrove merupakan sumber daya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan dan kekayaan alam yang nilainya sangat tinggi. Untuk itu, perlu upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Fachrori.

Fachrori mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi sangat menaruh perhatian akan kelestarian ekosistem mangrove, karena mangrove banyak memiliki fungsi dan manfaat, diantaranya pelindung erosi dan abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, tempat berlindung dan berkembang biaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat, penyimpan karbon serta sebagai mitigasi bencana.

"Provinsi Jambi memiliki sebaran ekosistem mangrove seluas 9.347,61 hektar terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 4.165,65 hektar dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur seluas 5.181,99 hektar,” tutur Fachrori.

Fachrori menjelaskan, dari hasil penelitian bahwa hutan mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon 5 kali lebih baik dari hutan daratan serta dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami, maka ekosistem mangrove perlu tetap terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya untuk menangani masalah lingkungan.

"Perlu kita sadari bahwa kebiasaan dalam keseharian kita yang turut menyebabkan kerusakan ekosistem mangrove diantaranya konservasi lahan menjadi area pengunaan lain, perambahan, pencemaran, perluasan tambak, serta praktek budidaya yang tidak berkelanjutan. Perubahan bentang lahan terutama menjadi tambak menyebabkan terlepasnya emisi karbon yang dapat berkontribusi dalam peningkatan suhu bumi,” jelas Fachrori.

“Bagi daerah pesisir pantai yang panjang seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mangrove (bakau) sangat penting, selain untuk kelestarian ekosistem, juga berperan menjaga daratan jika gelombang besar, terutama tsunami yang ditakuti, melanda,” pungkas Fachrori

Menteri Lingkungan Hidup RI yang diwakili Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Analis Dampak Lingkungan Ir.Hanna Adiati,M,Si mengatakan, setiap tanggal 26 Juli diperingati sebagai Hari Mangrove se Duniia, dan Indonesia sebagai negara maritim dengan dua pertiga luas wilayahnya adalah lautan serta Indonesia memiliki luas hutan mangrove terbesar di dunia. 

“Luas bakau Indonesia menurut data pada tahun 2019 mencapai 3,31 juta hektar, dimana seluas 2,67 juta hektar atau 81 persen merupakan mangrove dalam kondisi baik. Sudah sewajarnya kita mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat yang terkandung dalam mangrove yang dikelola selama ini. Kerusakan mangrove disebabkan alih fungsi menjadi pemukiman, perkebunan, pertambangan ilegal, perkembangan infrastruktur percemaran limbah,” terang Hanna Adiati.

Hanna Adiati menjelaskan, hutan mangrove sangat mendukung upaya penurunan emisi gas (gas rumah kaca) rumah tangga penyebab perubahan iklim, untuk itu perlu langkah-langkah untuk pencegahan kerusakan mangrove yang lebih luas supaya dapat dipulihkan secara efisien dengan rutin penanamannya. 

“Kita menyelenggrakan penanaman ini bertujuan agar masyarakat khususnya di Tanjung Jabung Barat menjadi sadar akan pentingnya menjaga  hutan mangrove yang merupakan benteng pertahanan terhadap potensi bencana, dan sekaligus menjaga ekosistem darat dan laut,” pungkasnya.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr.Ir.H.Safrial,MS menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama-sama Forkopimda setiap tahunnya selalu mengadakan penanaman mangrove (tanaman bakau) sebagai pelindung bagi hewani. Ada tiga manfaat hutan mangrove di Tanjung Jabung Barat: pertama, tempat pelindungan udang ketak, kedua tempat berkembang biaknya kerang, dan ketiga tempat berkembang biaknya kepiting

“Selama ini, hutan mangrove ini ditebang, dijadikan arang untuk dijual sebagai penambah ekonomi masyarakat, tapi sekarang sudah dilarang selama 3 tahun ini. Kita harus melestarikan hutan mangrove ini karena banyak manfaatnya” ujarnya. Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI M.Zulkifli turut hadir dalam acara tersebut.(JP-Hms/Lee)

Gubernur Jambi Lepas Petugas Patroli Pencegahan Karhutla

Written By jambipos-online on Minggu, 02 Agustus 2020 | 07:10

Jambipos, Jambi-
Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melepas petugas patroil pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Apel Pelepasan Petugas Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dan Pembalakan Liar di Provinsi Jambi Tahun 2020, di lapangan dalam Makorem 042/Gapu, Minggu (02/08/2020) pagi. 

Fachrori mengatakan, dalam mengatasi dan pencegahan karhutla di Provinsi Jambi, ditempatkan 254 personil gabungan di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, agar mudah terpantau dan mudah diatasi.

Sebelum pelepasan, Gubernur Jambi Fachrori Umar didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol.Firman Santyabudi dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Zulkifli melakukan pengecekan persiapan personil yang akan melaksanakan tugas patroli pencegahan karhutla.

Fachrori mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian daerah Jambi dan Komandan Korem 042/Gapu Jambi beserta jajaran dan seluruh peserta apel siaga. Fachrori berharap momen ini bisa meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam upaya bersama penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Fachrori mengatakan, kebakaran hutan dan lahan banyak menimbulkan dampak negatif  yang merusak ekologis, menurunnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, serta menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas trasportasi darat, laut, dan udara.

"Pada tahun 2019 yang lalu, kita pernah merasakan dampak yang sangat buruk dari kebakaran hutan dan lahan, selain menyebabkan kerugian, material berupa terbakarnya lahan-lahan produktif dan kawasan hutan, termasuk lahan gambut yang mestinya terjaga kondisi tutupannya, juga menyebabkan merebaknya penyakit, khususnya Inveksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta terganggunya berbagai aktivitas kehidupan manusia,” terang Fachrori.

Fachrori menegaskan agar kejadian kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi, semua pemangku kepentingan harus waspada dan selalu mengantisipasi berbagai kemungkinan di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Fachrori menjelaskan, paradigma penanggulangan bencana dewasa ini sudah berubah dari responsif yang menitikberatkan penanganan saat telah terjadi bencana, menjadi preventif, yang menitikberatkan penanganan sebelum terjadinya bencana.

"Untuk mendukung paradigma tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Karhutla yang melibatkan Pemrov Jambi, Pemkab/Pemkot, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha bidang kehutanan dan perkebunan serta masyarakat. Satgas yang telah dibentuk akan ditempatkan di 171 desa/kelurahan rawan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Fachrori.

“Untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Jambi, kita akan menempatkan petugas patroli di beberapa titik wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan. Saya berharap kepada petugas di lapangan dapat berkerja dengan baik dan efektif serta efisien, fokus pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, bukan pemadaman. Tindakan pemadaman harus tetap dilakukan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali,” tutur Fachrori.

Selain itu, Fachrori juga berpesan kepada petugas dilapangan yang, dalam suasana pandemi Covid-19, selalu memedomani protokol kesehatan dalam semua tindakan di lapangan.

"Seluruh petugas di lapangan tetap utamakan keselamatan dan menjalankan protokol kesehatan dalam bertugas. Kepada komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Zulkifli, sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 540/Kep.Gub/BPBD-2/2020 tanggal 1 Juli 2020, gubernur selaku komandan Satuan Tugas menunjuk saudara Danrem 042/Gapu sebagai Pelaksana Harian Komandan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi tahun 2020. Saya yakin dan percaya bahwa Danrem mampu melaksanakan tugas harian (Dansatgas) tersebut dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Fachrori.

Korem 042/Gapu Brigjen TNI Zulkifli menyampaikan, bahwa hari ini Satgas akan menempatkan petugas di beberapa titik yang rawan kebakaran hutan dan lahan, petugas akan berkerja sama dengan petugas koramil yang ada di wilayah tertentu seperti di Sadu dan Muaro Jambi.

"Pasukan yang kita kirim merupakan gabungan dari semua istansi, ada TNI, Polri, BPBD, Polhut, Manggala Agni. Minggu depan kita akan megirim pasukan ke daerah Kumpeh untuk antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk itu, Korem mengimbau masayarakat dan pengusaha perkebunan untuk berkerja sama dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan,” jelas Danrem 042/Gapu.

Kapoda Jambi Irjen Pol. Firman Santyabudi menyampaikan, Polda Jambi sudah menyiapkan 1.500 personil, sebagian sudah masuk di polres/polsek kabupaten/kota se Provinsi Jambi yang disebut dengan Gugus Tugas Kabupaten.

"Personil yang kita siapkan agar mendekatkan ke lokasi titik rawan kebakaran hutan dan lahan, guna pencegahan lebih dini, agar cepat memadamkan api. Kita minta masyarakat agar bisa berkerja sama untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan bersama-sama. Selain itu, kita terus melakukan patroli dan pemantauan dari jauh. Kita minta perusahan untuk berkerja sama untuk memadamkan api di wilayah perusahannya masing-masing,” terang Kapolda Jambi.(JP-Hms/Lee)

Pasian Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Tembus 168 Orang, 4 Orang Meninggal, 115 Sembuh

Written By jambipos-online on Sabtu, 01 Agustus 2020 | 19:15

Pasien 1 Orang Bayi Usia 1 Tahun

Jambipos, Jambi-Jumlah kasus positif corona (Covid-19) di Provinsi Jambi hingga Sabtu sore (1/8/2020) tembus 168 orang dengan rincian 115 orang dinyatakan sembuh, 4 orang meninggal dan sebanyak 49 orang masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan Covi-19 di Provinsi Jambi.

Jubir Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah SE ME, Sabtu (1/8/2020) mengatakan, Pemerintah Pusat mengumunkan ada 6 pasien positif Covid-19 di Jambi.

Keenam pasien itu adalah nomor pasien nomor 163 inisial MAH umur 1 Tahun laki-laki asal Tanjung Jabung Barat dirawat di RS Siloam Jambi, riwayat kontak erat pasien cluster Petrochina. Pasian nomor urut 164 inisial HR umur 31 Tahun warga Tanjung Jabung Barat dirawat di RS Siloam Jambi dengan riwayat kontak erat pasien cluster Petrochina.

Kemudian pasien nomor 165 inisial DAP umur 5 Tahun laki-laki warga Tanjung Jabung Barat dirawat di RS Siloam Jambi dengan riwayat kontak erat pasien cluster Petrochina. Pasian nomor urut 166 inisial AZ umur 40 Tahun laki-laki warga Tanjung Jabung Barat riwayat kontak screening perjalanan.

Selanjutnya pasien nomor urut 167 inisial FM umur 19 Tahun laki-laki warga Muarojambi dengan riwayat kontak pasien konfirmasi. Pasien nomor 168 inisial RS umur 27 Tahun perempuan warga Muarojambi dengan riwayat kontak perjalanan dari Kota Bandung, Jawa Barat.

Sebelumnya, pada Jumat 31 Juli 2020, juga ada penambahan 6 pasien positif Covid-19 di Kota Jambi. Keenam pasien itu adalah nomor pasien nomor 157 inisial AK umur 48 Tahun jenis kelamin laki-laki (L) tinggal di Kota Jambi riwayat kontak perjalanan dari Jakarta. 

Pasien nomor 158 inisial YL umur 44 Tahun perempuan alamat Kota Jambi riwayat kontak perjalanan dari Jakarta. Pasian nomor 159 inisial VV umur 21 Tahun perempuan asal Kota Jambi riwayat kontak perjalanan dari Jakarta.

Kemudian pasien nomor 160 inisial SZ umur 26 Tahun perempuan warga Kota Jambi riwayat kontak perjalanan dari Jakarta. Pasien nomor 161 inisial RM umur 82 Tahun perempuan asal Kota Jambi riwayat kontak perjalanan dari Jakarta dan pasien nomor 162 inisial VYI usia 16 Tahun laki-laki warga Kota Jambi riwayat kontak perjalanan dari Jakarta.

Meninggal 4 Orang

Sementara pasien Covid-19 yang meninggal hingga Jumat (31/7/2020) sudah empat orang. Pada Kamis 30 Juli 2020 petang dua 2 pasien positif covid-19 di Jambi meninggal dunia. Pasien meninggal itu adalah berinisial MRZ, laki-laki umur 54 Tahun alamat Muarojambi dan Komorbid (Jantung dan Hipertensi). Kemudian pasien nomor urut 150 inisial DVA umur 53 Tahun, perempuan alamat Kota Jambi dirawat di RSU Abdul Manap, Komorbid (Jantung).

Sebelumnya dua pasian covid-19 di Provinsi Jambi yang meninggal pasien urutan 123 berinisial PJ umur 42 tahun berjenis kelamin laki-laki asal Kabupaten Batanghari dan meninggal dunia akibat virus corona pada Selasa (14/7/2020).

Kemudian pasien urutan nomor 119 berinisial ST, umur 60 tahun  jenis kelamin perempuan asal Kabupaten Kerinci. Pasien ST meninggal Minggu 5 Juli 2020 sore di Kerinci. Pemakaman sudah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. ST merupakan pasien positif pertama yang meninggal di Provinsi Jambi. 

Sementara jumlah Suspek Covid-19 di Provinsi Jambi hingga Jumat 29 Juli 2020 malam sebanyak 33  orang dari total 2.889 orang dan menunggu hasil uji swab 52 orang. (JP-Asenk Lee Saragih)

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi

Laporan Akhir Tahun 2018 Polda Jambi
KLIK Benner Untuk Selengkapnya


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Raker PWI Pusat 2019

Raker PWI Pusat 2019
Menjawab Idealisme dan Realita Era Media Digital

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya
 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA