Berita Terbaru

Pers Jambi Berduka, Tokoh Pers Jambi Daniel Sijan (Pendiri Jambipos) Berpulang

Pers Jambi Berduka, Tokoh Pers Jambi Daniel Sijan (Pendiri Jambipos) Berpulang
Kabar Dukacita menyelimuti Pers Jambi, Tokoh Pers dan Sesepuh Pers Jambi Daniel Sijan menghembuskan nafas terakhir di RS DKT (Branata) Jambi karena sakit yang dialaminya sebulan terakhir, Kamis (7/12/2017) Sekitar Pukul 1.30 WIB. Rencana dikebumikan Kamis (7/12/2017) Pukul 09.00WIB. Rumah Duka di belakang Makorem 042/Garuda Putih Jambi.

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya

Menuju Jambi Tuntas 2021

Menuju Jambi Tuntas 2021
.
INDEKS BERITA TERBARU

Jokowi: Anggaran Kemenhut Besar dan Habis, Mana yang Sudah Hijau?

Written By jambipos-online on Monday, December 11, 2017 | 14:47

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi jembatan rusak di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.(Kompas.com/Markus Yuwono)
Jambipos Online, Yogyakarta-Presiden Joko Widodo berharap jajarannya untuk jujur dalam menyatakan jumlah pohon yang ditanam. Dia akan mengecek langsung jumlah pohon yang ditanam.  
"Tadi sudah kita tanam 45.000 pohon. Bener? Saya hitung bener. Biasanya tiap tahun melihat menanam hari menanam pohon. Yang ditanam 1 miliar pohon, 1 juta pohon. Saya hitung sampai puluhan tahun sampai laut sudah ada pohonnya," kata Jokowi dalam acara Hari Menanam Pepohonan Indonesia (HMPI) di Desa Karang Asem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Sabtu (9/12/2017).

"Saya lebih senang angka riil. 45.000 (harus) angka riil. Ini pun harus saya cek saya harus ini hidup 45.000 atau hanya hidup 2.000 atau jangan-jangan hanya 3 batang," lanjut dia

Dalam peringatan HMPI itu, sebanyak 45.000 pohon ditanam, 42.000 pohon di antaranya sudah ditanam, dan 3.000 sisanya ditanam Presiden Jokowi bersama berbagai masyarakat.

Mantan Wali Kota Solo ini berharap program penanaman pohon tidak hanya berlangsung formalitas. Bertahun-tahun jajarannya melakukan hal monoton dan tak pernah berubah. Menurut Jokowi, pola demikian harus diubah. Apalagi, anggaran di Kementerian Kehutanan cukup besar.

"Bertahun-tahun melakukan rutinitas, hal-hal yang menoton yang tidak pernah kita ubah," ujarnya.

"Anggaran Kementerian Kehutanan besar, tapi habis. Mana yang sudah hijau?" tanya Jokowi.

Jokowi meminta untuk agar penanaman pohon direncanakan dengan baik. Misalnya, anggaran pembibitan tahun ini harus ditanam tahun berikutnya. Kemudian diikuti pemeliharaan dan perawatan tanaman.

"Anggaran keluar tengah tahun. Buat bibitnya butuh berapa. Bibit 30 cm ditanam di lapangan. Tidak ada biaya perawatan. Mana bisa hidup," ujarnya.

Jokowi mengapresiasi sejumlah pihak yang membantu menghijaukan lahan.
Advertisment

"Saya mengapresiasi menghargai komunitas, perusahaan yang telah bekerja keras ikut menghijaukan kawasan yang kritis,"ucapnya.

Mantan Gubernur Jakarta ini menyoroti tentang daerah aliran sungai (DAS) yang tidak dikelola dengan baik.

"Kita lihat semua DAS. Dari hulu sampai hilir enggak ada yang benar. Waduknya bagus, Sedimen yang masuk 2/3, 70 persen. Tanah di atasnya tidak diapa-apain, sendimentasi semuanya masuk waduk,"ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh pemangku kebijakan mulai dari bupati hingga gubernur untuk bekerja secara terintegrasi sehingga mengatasi permasalahan tersebut.

"Saya ingin semuanya diawasi. Tidak bisa acara-acara seremoni yang mengeluarkan anggaran banyak, tapi hasilmya tidak kelihatan. Itu yang saya tidak mau," ucap Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Presiden meminta salah seorang warga yang mendapatkan penghargaan untuk maju. Marijan, salah seorang warga Karangasem, Ponjong, mengaku dalam kesempatan ini sudah menanam 50 pohon.

"Saya berjanji akan merawatnya," katanya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, selama 2014-2016 sudah tertanam 4,22juta hektar atau jika dihitung hampir 5 miliar pohon. Pada 2017 masih bergerak sejak Presiden menetapkan penanaman pohon lada Agustus sampai sekarang 2,78 juta batang.(JP)


Sumber: Kompas.com

Kabag Humas Kota Jambi Abu Bakar Minta Maaf Pembayaran Media Terpaksa Disunat

Abu Bakar 
Jambipos Online, Jambi-Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kota Jambi Abu Bakar meminta maaf kepada media cetak, siber, mingguan, elektronik yang pembayaran biaya kerjasamanya dengan Pemkot Jambi sengaja disunat dan bahkan terpaksa tidak dibayarkan.

Abu Bakar minta maaf karena hal itu dilakukan menyusul minimnya anggaran Humas Kota Jambi sejak Juli 2017 hingga Desember 2017. Banyak media siber, cetak, elektronik, televisi yang bekerjasama dengan Humas Kota Jambi terpaksa biaya disunat lebih dari 60 persen dan ada juga tidak dibayar. 

“Anggaran kita sangat minim sekali. Humas Kota Jambi berharap pada APBD Perubahan 2017 ada tambahan dana untuk Humas Kota Jambi sesuai dengan yang direncanakan. Namun DPRD Kota Jambi tidak menyetujuinya. Jadi hanya sebagian kecil media yang kita bayar penuh, selebihnya tak dibayarkan. Mohon agar media memakluminya dan tahun 2018 kita benahi lagi,” ujar Abu Bakar saat ditemui Jambipos Online di ruang kerjanya, Senin (12/11/2017).

Menurut Abu Bakar, media yang bermitra dengan Humas Kota Jambi agar memaklumi kondisi tersebut. Namun media yang dianggap penting seperti Harian Tribun Jambi, Jambi Ekspres, Metro Jambi, Jambi Independen, Jambi One dibayarkan penuh sejak Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember 2017.

Dari pantauan Jambipos Online di Humas Kota Jambi, Senin (12/12/2017) sejumlah wartawan tampak hilir mudik hendak melakukan penagihan dan juga mempertayakan realisasi penagihan. Namun penagihan media yang direalisasi dihubungi pihak Humas Kota Jambi. 

Secara sengaja Jambipos Online menanyakan pencairan kerjasama pemberitaan kepada PPTK Humas Kota Jambi (Maria). Namun kata Maria tidak ada masuk daftar pencairan sesuai dengan berkas yang sudah dimasukkan pada bulan Juli, Agustus, September, Oktober, November 2017. 

Kemudian Jambipos Online menemui Kabag Humas Kota Jambi Abu Bakar diruangannya. Abu Bakar meminta maaf tagihan tidak dapat dibayarkan seluruhnya. Dan meminta kepada stafnya (Hendra) untuk membuatkan berkas penagihan untuk Jambipos Online. 

Dari total rencana Rp 6 Juta tagihan Jambipos Online sejak Juli 2017 hingga November 2017, hanya bisa dibayarkan Rp 2 Juta dan potong pajak jadi total yang bisa direalisasikan hanya Rp 1.780.000.

Kemudian wartawan dari Aksi Pos juga mengalami nasib yang sama dengan penyunatan pembayaran yang cukup banyak. Dari Rp 35 Juta total tagihan sejak Juli 2017, hanya bisa dicairkan Rp 5 Juta potong pajak. 

Selanjutnya Nasution dari Koran mingguan harus pulang gigit jari karena seluruh tagihannya tak bisa dicairkan dengan alasan tak cukup dana walaupun Nasution telah menghadap Abu Bakar. Kemudian Zainul dari media siber Thejambitimes juga menemui Abu Bakar untuk menanyakan soal pencairan kerjasama pemberitaan.

Setelah mendapat penjelasan dari Abu Bakar,  Zainul dijanjikan akan dibayarkan penuh dan uangnya diantar ke rumah Zainul oleh Hendra (Staf Humas Pemkot Jambi). Mendengar kabar itu, Zainul pun pergi meninggalkan Humas Kota Jambi.

Menurut Abu Bakar, lambatnya pencarian pembiayaan kerjasama publikasi di Humas Kota Jambi karena keterbatasan pegawai. Karena staf pegawai Humas Kota Jambi menangani seluruh media, tidak seperti di Humas Pemprov Jambi yang masing-masing media seperti siber, cetak, elektronik beda yang menanganinya. 

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wartawan masih menunggu pencairan di Humas kota Jambi. Tidak diketahui berapa dana yang dibutuhkan Humas Kota Jambi untuk pencairan media. (JP-Asenk Lee) 

Babak Baru Gugatan Mantan 3 Komisaris Bank Jambi

Jambipos Online, Jambi-Tiga komisaris Bank Jambi yang diberhentikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB ) belum lama ini yakni Iing M Hasanuddin, Anshorullah dan Delyuzar Harmaini akhirnya menggugat Gubernur dan 11 Kepala Daerah (Pemegang Saham Bank 9 Jambi). Sikap melawan dari Komisaris Utama, Komisaris dan Komisaris Independent Bank Jambi ini terkait dengan pemecatan mereka tanpa prosedur.

Gugatan diajukan oleh Kuasa Hukum Para penggugat, Musri Nauli dan Telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jambi dengan nomor perkara 114/Pdt.G/2017/PN.Jmb tertanggal 8 Desember 2017.

Menurut salah seorang kuasa Hukum penggugat, Musri Nauli kepada wartawan mengatakan, gugatan diajukan melalui mekanisme Perbuatan Melawan Hukum. Para Pemegang saham Bank Jambi telah mengadakan Rapat umum Pemegang Saham Luar biasa (RUPS/LB tidak melalui mekanisme diatur didalam UU PT. 

Kata Musri Nauli, para penggugat meminta kepada Pengadilan Negeri Jambi agar menghentikan proses seleksi Komisaris Utama, Komisaris dan Komisaris Independent. “Permintaan provisi ini diharapkan agar para penggugat tidak menderita kerugian lebih besar,”katanya.

Selain itu, penggugat meminta ganti rugi terhadap kerugian yang diderita mencapai Rp. 10.148.514.000,- dimana biaya yang timbul berupa kehilangan haknya baik gaji bulanan selama 18 bulan, uang tantien 1,4 milyar dll. Selain itu juga biaya kerugian immaterial senilai Rp 100 juta.

Dikatakan, sebagai badan hukum yang tunduk kepada ketentuan peraturan perundang-undangan, RUPS diadakan setelah pengesahan agenda RUPS. Selain itu juga RUPS tidak dapat memutuskan diluar agenda RUPS yang disepakati. “Cara cara ini sangat bertentengan dengan peraturan perundang-undangan,”katanya.

Padahal berdasarkan kepada pasal 14 ayat (1) Akta pendirian Bank Jambi, komisaris utama, komisaris dan komisaris independent diberhentikan dengan alasan (a) berakhir masa jabatan, (b) meninggal dunia, (c) mengundurkan diri, (d) diberhentikan dengan karena kehilangan kewarganegaraan, tidak memenuhi persyaratan perundang-undangan yang berlaku dan dinilai tidak cakap.

“Melihat alasan pemberhentian yang diatur didalam akta Bank Jambi, maka terhadap klien saya sama sekali tidak terpenuhi persyaratan untuk diberhentikan,”katanya.

Musri nauli menjelaskan, masa jabatan sebagai Komisaris Utama, komisaris dan komisaris independent periodenya 2015-2019 dan dikukuhkan berdasarkan RUPS LB tanggal 9 April 2015. Sehingga tidak terpenuhinya "berakhir masa jabatan". Selain itu tidak ada yang mengundurkan diri atau tidak ada satupun yang kehilangan kewarganegaraan.

Diluar daripada itu, Komut/Kom/Kom independent tidak tepat dianggap tidak cakap. Dengan laba perusahaan yang terus membaik maka tidak dapat dilepaskan dari kemampuan ketiga klien saya menjalankan tugasnya. “Ini bukan warung kopi. Jadi meski selaku pemegang saham, tidak bisa sewenang wenang. Ini persahaan berbadan hukum PT yang harus tunduk dengan UU PT,”kata Musri Nauli.

Disebutkan, jika OJK menjadi turut tergugat karena nanti juga harus memiliki kewajiban dalam menjalankan putusan pengadilan. Ini terkait kewenangan OJK yang dianggap memiliki kewenangan dalam pemberhentian 3 Dewan Komisaris Bank Jambi tersebut. Bahwa berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 tentang OJK yang merupakan lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan.

“Adapun wewenang OJK tersebut diantaranya adalah pengesahan, persetujuan atau penetapan pembubaran dan penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan,” ujar Musri Nauli.

“Berdasarkan wewenang-wewenang OJK itulah, OJK juga kita jadikan turut tergugat. Karena tentu mereka mengetahui dan dikonsultasikan oleh para pemegang saham terkait dengan pemberhentian para Dewan Komisaris yang kami nilai dilakukan secara sepihak dan tanpa agenda pembahasan terlebih dahulu,” ujarnya.

Jika gugatan mereka dikabulkan oleh Pengadilan Negeri, maka OJK sebagai ‘Turut Tergugat’ harus tunduk pada pengutusan pengadilan.

Musri Nauli memaparkan, pemberhentian 3 kliennya itu sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Padahal berdasarkan pasal 14 ayat (1) Akta Pendirian Bank Jambi. Komisaris Utama, Komisaris dan Komisaris Independent diberhentikan dengan alasan (a) berakhir masa jabatan, (b) meninggal dunia, (c) mengundurkan diri, (d) diberhentikan dengan karena kehilangan kewarganegaraan.

“Melihat alasan pemberhentian yang diatur di dalam akta Bank Jambi, maka terhadap klien saya sama sekali tidak terpenuhi persyaratan untuk diberhentikan,” katanya.

Apalagi, masa jabatan 3 kliennya sebagai Komisaris Bank Jambi baru berakhir pada 2019 mendatang, sehingga tidak terpenuhinya berakhir masa jabatan. Selain itu tidak ada yang mengundurkan diri atau tidak ada satupun yang kehilangan kewarganegaraan.

Sementara itu, Anshorullah mengatakan jika dirinya sudah berdiskusi dengan dua teman lainnya dan sepakat untuk mengajukan gugatan perdata. Ini juga sesuai saran Gubernur Jambi yang menyebutkan jika tidak puas silakan menggugat. “Makanya akhirnya kami mendaftarkan gugatan sesuai dengan saran Pak Gubernur,”ujarnya. 

Sedangkan apabila para penggugat tidak mau melaksanakan putusan pengadilan maka para penggugat dipaksa untuk membayar biaya keterlambatan (dwangsom) sebesar Rp 10 juta per hari. “Saya berharap agar Pengadilan Negeri Jambi dapat memihak dan memberikan keadilan kepada para pencari keadilan. Di Pengadilanlah muara keadilan diperjuangkan,” kata Anshorullah.

Tanggapan Zola

Sementara Gubernur Jambi, Zumi Zola menanggapi dingin soal gugatan mantan 3 komisaris tersebut. Dia bersikap menghormati prosedur hokum yang berlaku. 

“Kami tentu menghargai sikap yang diambil. Saya sudah meminta kepada Direksi Bank 9 Jambi untuk menindaklanjutinya,” ujar Zola singkat. (JP-03) 

Berita Terkait:

Gubernur Jambi Zumi Zola Terima Apresiasi dari LPPM IPB

Written By jambipos-online on Sunday, December 10, 2017 | 21:11

Dharma Pengabdian kepada Masyarakat


Jambipos Online-Gubernur Jambi, H.Zumi Zola,S.TP,MA menerima apresiasi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPPB) atas peran aktif dan konsisten Pemerintah Provinsi Jambi mendukung dharma pengabdian kepada masyarakat melalui Program Produksi Kedelai dengan teknologi budidaya jenuh air periode tahun 2016 – 2017. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir Akhmad Mausul mewakili Zola menerima apresiasi dari LPPM IPB tersebut dalam acara Malam Apresiasi PPM, yang diselenggarakan pada Jumat (8/12/2017) malam di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.(JP-Hms)

Pengaspalan Jalinsum di Desa Muaro Belango Pakai Aspal Dingin

Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya
Jambipos Online, Merangin-Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.

Pengerjaanya jalan ini lebih kurang 1 Km dikerjakan oleh rekanan PT Perdana Lokaguna, milik Akeng. Proyek ini mulai bekerja Pukul 08.00 WIB pagi baru satu mobil dikerjakan  ponisernya putus rantai lalu semua kegiatan mogok.

Setelah datang mekaniknya bawak mesin las, baru disambung  rantainya dari Pukul 08.00 WIB hingga Pukul 19.00 WIB baru mulai kerja. Kemudian selesai Pukul 22.00 WIB. Sangat disayangkan mobil dam truk yang berisi aspal panas itu sudah dingin kerena satu hari menunggu. 

Jambipos mengkonfirmasi dengan pegawasnya Joko juga dari PU Provinsi Jambi. Pada saat ditanya berapa panjang jalan aspal yang dikerjakan, Joko menjawab dari Pankalan Jembatan Dua Sarolangun sampai perbatasan Muarobugo.

Ditanya lagi soal papan proyek, dijawab dipasang di Sarolangun. “Kalau sudah roboh suruh pemborong nya tegakkan. Orang Sarko ini jahat awak yang pasang dia yang  robohkan,” ujarnya. 

Ditanya berapa dana untuk proyek itu, Joko menyarankan Jambipos menemui ibu Emi atau Sko juga atau Akeng. Kemudian Joko mengatakan, 4 sekmen   overlape.

Pak Gani selaku mandor orang kerja ditanya kenapa mogok kerja, dia jawab mesin poniser rusak putus rantai. Pada saat pengaspalan ditanya kepada Pak Gani soal aspalnya  sudah tidak panas lagi, pekerja yang jawab.

Coba pegang setelah Jambipos  ambil yang baru turun dari dam truk ditas telapak tagan lalu diphoto. “Ini pak aspalnya,” lalu Gani membalikan muka. Beberapa orang supir mengatakan, seharusnya aspal yang di dalam truk itu sudah tidak boleh dipakai kerena sudah dingin.

“Kalau sempat bapak beritakan bisa tidak diterima kami jadi supir. Sudah bongkar plang, kalau tau orang Jakarta bisa heboh nanti. Kalau sempat bapak photo aspal beku dan dingin tu gawat. Ibu Emi sudah sering kali datang ke kantor nya tidak juga ketemu. Dikasih no telepon gengamnya oleh anak buahnya tidak ada yang aktif,” katanya. (JP-Yah)
Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya
Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya

Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya

Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya

Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya
Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya

Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya

Pengaspalan jalan Lintas Sumatera di Desa Muaro Belengo, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin diduga tak sesuai bestek. Pasalnya saat pengaspalan Sabtu, (9/12/2017), aspal sudah dingin. Pada saat dibongkar dari truk seperti bantal guling bulat-bulat.Photo2: Yahya




132 Tim Ikuti Gubernur Cup Futsal Competition 2017

Sekda: Futsal Sebagai Penyaluran Bakat Bagi Generasi Muda 
Drs.H.M.Dianto,M.Si
Jambipos Online, Jambi-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Drs.H.M.Dianto,M.Si mengapresiasi penyelenggaraan turnamen futsal sebagai ajang penyaluran bakat bagi generasi muda. Hal itu dikemukaka Sekda saat membuka Turnamen Gubernur Cup Futsal Competition 2017, bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Baru Jambi, Sabtu (9/12/2017) sore.

Pembukaan Gubernur Cup Futsal Competition 2017 ditandai dengan tendangan pertama oleh Sekda. Pertandingan futsal ini diikuti 52 Istansi, baik dari OPD Provinsi Jambi dan juga dari swasta serta dari pelajar sebanyak 80 tim, totalnya 132 tim.

Pertandingan pertama, tim Futsat Pemerintah Provinsi Jambi berhadapan dengan Tim Kepala Sekolah SMA/SMK Provinsi Jambi. Tim Pemerintah Provinsi Jambi diperkuat oleh Sekda, M. Dianto, Kepala BKD Provinsi Jambi Husairi, sedangkan Tim Kepala Sekolah SMA/SMK diperkuat oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Kota Jambi Yondri dan Edwar Toni Kepala SMK 1 Kota Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, M.Dianto mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi sangat mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini, terlebih turnamen tersebut diikuti oleh sejumlah OPD Pemerintah Provinsi Jambi, instansi, perusahaan, dan pelajar SMA/SMK di Provinsi Jambi. "Kita harus menjaga sportivitas yang tinggi, keakraban dan kekompakan terjalin serta silaturrahmi yang solid diantara kita semua," katanya.

Selain itu, Sekda sangat mengharapkan, akan tumbuh bibit-bibit unggul dalam bidang olahraga Futsal, “Kita sangat mengharapkan akan tumbuh bibit-bibit unggul dalam bidang olahraga Futsal yang bisa mengangkat nama Provinsi Jambi di tingkat nasional dan internasional," harap Sekda.

“Untuk turnamen Gubernur Cup Competition 2017 ini, Pemrov telah menyediakan berbagai tropi dan uang pembinaan, nantinya hadiahnya kita samakan antara pelajar dan OPD yang ada. Tadi saya sudah instruksikan kepada kepala Dispora Provisi Jambi agar uang pembinaan ditambah," katanya.

Usai pertandingan antara Tim Provinsi Jambi melawan Tim Kepala Sekolah SMA/SMK Provinsi Jambi, Sekda mencabut nomor undian pertandingan, yakni SMK Negeri 3 Kota Jambi berhadapan dengan SMA Negeri 8 Kota Jambi.

Turut hadir pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jambi dan perwakilan-perwakilan dari OPD. (JP-Hms-Sapra Wintani)

Elviana Ajak BI Sosialisasikan Mata Uang Rupiah Kepada Pelajar di Bungo

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi (kiri berdiri) saat acara Bank Indonesia (BI) mensosialisasikan mata uang Rupiah dikalangan pelajar di Kabupaten Bungo Jumat (9/12/2017). Istimewa
Jambipos Online, Bungo-Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi Bank Indonesia (BI) mensosialisasikan literasi keuangan serta mata uang Rupiah dikalangan pelajar di Kabupaten Bungo Jumat (9/12/2017). 

Acara sosialisasi ini dihadiri sekitar 300 siswa Kelas III utusan SLTA di Kabupaten Bungo diantaranya dari MAN 1 Bungo, SMA 1 Bungo, SMA 2 Bungo, SMA 3 Bungo, SMK 1 Pelelat Ilir, MAN 2 Bungo, MAN 3 Bungo, SMA 1 Tanah Sepenggal, SMA 2 Tanah Sepenggal dan SMA 1 Jujuhan.

Materi BI tentang UU No 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Siswa Kelas 3 SLTA utusan se Kabupaten Bungo tersebut dijelaskan cirri-ciri uang palsu dan perlakuan terhadap uang Rupiah. 

Pejabat BI Jambi Ismid Ainain saat tampil sebagai narasumber kedua mengatakan, sosialisasi literasi keuangan dan mata uang Rupiah ini sangat perlu dilakukan kepada kalangan pelajar. “Ini disebabkan perlakuan masyarakat terhadap uang rupiah buruk. Kabupaten Bungo juga merupakan tempat beredarnya uang palsu cukup tinggi,” katanya. 

Sementara Elviana dalam sambutannya mengatakan bahwa setiap tahun BI mengajukan persetujuan pengeluaran dana BI untuk mencetak uang kertas untuk mengganti uang kertas yang sudah rusak dan lusuh. 

“Oleh sebab itu kepada siswa Kelas III 3 SLTA ini diberikan edukasi tentang cirri-ciri uang palsu. Cara mengenal keaslian rupiah dan cara memperlakukan uang rupiah. Siswa siswi SMA SMK dan MA ini semakin antusias ketika kepada mereka masing-masing diberkan uang kertas baru pecahan Rp 2000 oleh staf BI untuk mempraktekkan cara mengenal keaslian rupiah,” ujar Elviana.

Disebutkan, BI sebagai mitra kerja Komisi XI DPR RI, perlu ada peningkatan kegiatan sosialisasi dan edukasi pada pelajar agar  tidak mudah tertipu dengan uang palsu,” katanya.

Menurut Elviana, pada saat ini masih minim jumlah pelajar yang mengenal uang rupiah dengan seksama dan memperlakukannya dengan baik sehingga perlu ada lebih banyak sosialiasi-edukasi seperti yang dilakukan di Bungo Jumat kemarin. (JP-Lee)

Berita Terkait


Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi dan Bank Indonesia (BI) mensosialisasikan mata uang Rupiah dikalangan pelajar di Kabupaten Bungo Jumat (9/12/2017). Istimewa

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi dan Bank Indonesia (BI) mensosialisasikan mata uang Rupiah dikalangan pelajar di Kabupaten Bungo Jumat (9/12/2017). Istimewa

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi dan Bank Indonesia (BI) mensosialisasikan mata uang Rupiah dikalangan pelajar di Kabupaten Bungo Jumat (9/12/2017). Istimewa

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi dan Bank Indonesia (BI) mensosialisasikan mata uang Rupiah dikalangan pelajar di Kabupaten Bungo Jumat (9/12/2017). Istimewa

Elviana: OJK Meningkatkan Sosialisasi-Edukasi Kepada Pelajar di Bungo

Written By jambipos-online on Saturday, December 9, 2017 | 22:49

Elviana bersama pejabat OJK memberikan sosialisasi kepada sekitar 300 siswa Kelas III utusan SLTA di Kabupaten Bungo tentang peran OJK, Jumat (9/12/2017). (IST)
Jambipos Online, Bungo-Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Provinsi Jambi Hj Dra Elviana MSi mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merupakan mitra Komisi XI DPR RI kini meningkatkan peran sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya pelajar di daerah tentang peran OJK, sehingga dapat mengoptimalkan perannya dalam mengantisipasi hal-hal yang merugikan masyarakat. Tema kegiatan ini "Literasi dan Membuka Akses Keuangan untuk Generasi Muda". 

Acarnya diisi oleh OJK, materi OJK tentang literasi keuangan, menjelaskan tentang industri jasa keungan baik bank maupun non bank. Narasumber pada acara ini yakni Kepala OJK Jambi P Endang Nuryadin dan Elviana. 

Elviana bersama pejabat OJK memberikan sosialisasi kepada sekitar 300 siswa Kelas III utusan SLTA di Kabupaten Bungo tentang peran OJK dan tentang cirri-ciri uang palsu, Jumat (9/12/2017).

Sebanyak 300 siswa itu berasal dari MAN 1 Bungo, SMA 1 Bungo, SMA 2 Bungo, SMA 3 Bungo, SMK 1 Pelelat Ilir, MAN 2 Bungo, MAN 3 Bungo, SMA 1 Tanah Sepenggal, SMA 2 Tanah Sepenggal dan SMA 1 Jujuhan.

Usai acara sosialisasi, peserta mendapat souvenir dari Bank Indonesia, dari OJK. Bingkisan souvenir itu berisikan susu milo, dapat nasi ayam goreng Saimen dan penggantian transportasi. “Merek bilang, ini baru acara yang paling seru. Semoga ke depan terjalin hubungan kerjasama yang lebih baik lagi. Amiin YRA,” ujar Elviana.

“Perlu ada peningkatan kegiatan sosialisasi dan edukasi pada pelajar agar  tidak terjebak pada investasi ilegal atau bodong, serta tidak mudah tertipu dengan jasa keuangan,” katanya.

Menurut Elviana, pada saat ini masih minim jumlah pelajar yang mengenal OJK baik dari sisi kelembagaan serta tugas pokok dan fungsinya sehingga perlu ada lebih banyak sosialiasi-edukasi. (JP-Lee)











Elviana bersama pejabat OJK memberikan sosialisasi kepada sekitar 300 siswa Kelas III utusan SLTA di Kabupaten Bungo tentang peran OJK dan tentang cirri-ciri uang palsu, Jumat (9/12/2017). (IST)


Amien Rais Orasi di Deklarasi Fasha-Maulana, Zola Anggap Itu Bukan Suara PAN

Hebat, Ketangguhan Politik Zola Semakin Teruji
Orasi politik Amien Rais yang juga pendiri PAN dideklarasi Fasha-Maulana, Sabtu (9/12/2017) di Tehok Kota Jambi, agar kader dan simpatisan PAN memilih Fasha-Maulana di Pilwako Jambi, mendapat tanggapan dari Zumi Zola. (IST)
Jambipos Online, Jambi-Ketangguhan Politik Zumi Zola kini semakin teruji. Usia muda dan menjabat Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi Jambi ternyata mampu ditunjukkannya dalam menanggapi sejumlah tudingan miring soal PAN terkait jelang Pilkada Kota Jambi 2018. Bahkan sekelas politik Amian Rais luluh dengan elegan dibuat Zola dalam menanggapi seruan Amien Rais kepada kader PAN agar memilih Fasha-Maulana pada Pilkada Kota Jambi Juni 2018 mendatang.

Orasi politik Amien Rais yang juga pendiri PAN dideklarasi Fasha-Maulana, Sabtu (9/12/2017) di Tehok Kota Jambi, agar kader dan simpatisan PAN memilih Fasha-Maulana di Pilwako Jambi, mendapat tanggapan dari Zumi Zola.

Demikian orasi politik singkat Amien Rais pada deklarasi Fasha-Maulana yang diusung 10 Parpol tersebut. Membuka orasinya, Amien Rais menyatakan jika Kota Jambi sekarang sudah lebih jauh tertata rapi sejak dipimpin Fasha, jadi untuk itu kepemimpinan Fasha harus dilanjutkan.

Sikap politik Amien Rais yang menghadiri deklarasi Fasha-Maulana yang bukan diusung PAN itu, menunjukkan Amien Rais tak sejalan lagi dengan Pengurus DPP PAN. Amien Rais juga menegaskan jika dirinya sebagai pendiri PAN tak bisa dikendalikan oleh siapapun.

“Saya himbau seluruh kader dan simpatisan PAN untuk memilih Fasha-Maulana. Anggota dan kader PAN jangan memilih selain Fasha-Maulana. Saya juga mengingatkan, agar Fasha-Maulana komitmen memegang teguh amanah masyarakat. Penguasa yang memegang amanah punya jalur cepat untuk ke surga, jika tidak maka sebaliknya," kata Amien Rais.

Menanggapi orasi politik Amien Rais itu, Zumi Zola mengatakan, di negara ini, semua warga negara berhak untuk memilih dan dipilih. Mempunyai hak untuk berpolitik dan menyuarakan pandanganya.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Amien Rais haruslah dihormati. Apalagi beliau merupakan salah satu tokoh nasional yang dihormati. Beliau adalah salah satu tokoh nasional yang kita banggakan,” ujar Zola. 

Namun, dalam menentukan dukungan di Pilkada setiap partai politik memiliki mekanisme, termasuk PAN. Apalagi saat ini, belum ada SK yang dikeluarkan DPP PAN terkait pasangan calon yang didukung untuk Pilwako Jambi 2018.

“Kami dari DPW sudah memberikan rekomendasi kepada DPP, dan saat ini kami menunggu SK yang Insya Allah akan kami terima dalam waktu dekat. Setelah SK itu keluar, barulah dukungan PAN bisa dikatakan sah,” ujar Zola.

PAN sendiri disebut-sebut akan berkoalisi dengan PDIP untuk mengusung Abdullah Sani-Kemas Alfarizi, untuk menantang Fasha-Maulana. Namun hingga saat ini, DPP PAN belum ada mengeluarkan rekomendasi dukungan untuk Abdullah Sani-Kemas Alfarizi. 

Selain Amien Rais, Wasekjen DPP PAN dan elit DPP PAN Dipo Ilham juga menghadiri deklarasi Fasha-Maulana, di lapangan Season Square Honda, Sabtu (9/12/2017). Meski tidak berada di panggung deklarasi seperti Amien Rais, namun Dipo berdiri tak jauh dari areal panggung, ia juga terlihat bersama berbicara bersama sejumlah simpatisan Fasha-Maulana.

Ketika ditanya wartawan perihal kehadirannya, Dipo berdalih jika dirinya hanya mendampingi Amien Rais. “Saya hanya menemani Pak Amien Rais," ujarnya.

PAN sendiri memiliki sikap yang berbeda dengan Amien Rais, DPW PAN Jambi menyebut jika mereka hanya merekomendasikan nama Abdullah Sani-Kemas Alfarizy.

Terpisah, Presidium Nasional PENA 98 Cecep Suryana kepada wartawan mengatakan, Amien Rais telah menabrak norma dan kepatutan dalam berpolitik. Menurut Cecep, kehadiran Amien Rais ini telah menabrak norma dan kepatutan dalam berpolitik dewasa ini.

“Wajar saja PAN  tidak pernah besar, dan bahkan menyusut suaranya di tingkat nasional. Itu karena perilaku elite PAN seperti Amien Rais ini tidak mencerminkan sebagai seorang politikus yang baik terhadap kader – kadernya,” kata Cecep.

Cecep juga menilai sikap politik Amien Rais yang hadir dideklerasi itu, menunjukkan kalau Amien Rais sudah ditinggal kader PAN. Bahkan orasi politik Amien Rais itu bersikap pribadi bukan atas PAN, meski Amien Rais pendiri PAN. 

Cecep juga memuji ketangguhan politik Zumi Zola dalam menghadapi tekanan dari internal partai terkait Pilkada serantak 2018. Zola kini semakin tangguh dalam menghadapi lawan politik dengan bahasa politik yang santun dan bermartabat. (JP-Lee)   

Berita Terkait






Puskesmas Desa Limbur Sepi Karena Peralatan Medis Dibawa Ke Rumah Kades

Puskesmas di Desa Simpang Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin mulai terlihat sepi kerena semua peralatan medis sudah dipulangkan ke rumah kepala desa. Hal itu agar mencari nilai lebih tinggi dari team surveor dalam acara tersebut.
Jambipos Online, Jambi-Puskesmas di Desa Simpang Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin mulai terlihat sepi kerena semua peralatan medis sudah dipulangkan ke rumah kepala desa. Hal itu agar mencari nilai lebih tinggi dari team surveor dalam acara tersebut.

Dihadiri oleh kepala desa juga Camat Pamenang Barat beserta ibu PKK hadir juga seluruh bidan desa. Bides selama tiga hari terlihat sangat sibuk setiap hari. Hadir juga kepala dinas kesehatan H dr Solahuddin yang didampinggi ibu Winda.

Pada acara tersebut berjalan lancar dan aman juga dihibur organ tunggal dari tran dengan biaya sangat besar. Beberapa masyarakat sekitarnya mengatakan pada Jambipos, puskesmas ini cuma tiga hari itulah ramainya.

“Kalau kini sudah sepi sama seperti kuburan atau makam sepinya.   Tapi yang sangat disayangkan sebelum team penilaan datang. Lebih Sedih lagi melihat staf puskesmas ini. Kerena kepala puskesmas sudah ada izin belajar di Jambi. Namun kepala tetap dia. Tidak ada peltu nya di sana. Sama ayam mati mak,” ujar warga. 

Kepala Puskesmas  H Ermanto SKM saat dijumpai di kantor nya mengatakan, anggaran untuk tim penilai itu sebesar Rp 40 juta. Saat ditanya sumber dana dari mana, dia menjawab dana pribadinya sendiri.

Ditanya kenapa semua peralatan dipinjam, dia yang jawab biasalah. Kepala Dinas Kabupaten Merangin saat dijumpai Jambipos, beberapa orang yang menjawab bapak lagi ke Jambi. Ada juga staf dinkes menanyakan ada apa perlu sama bapak. 

Jambipos jawab konfirmasi berapa anggaran acara di Puskesmas Pamenang Barat. Dijawab itu dana pusat untuk lebih jelas tunggu aja pak Sola, ujarnya setelah berita ini di terbitkan kepala dinas belum bisa di jumpai. (JP-Yah)




Politik "Kotor" Menyelimuti Deklarasi Fasha-Maulana

Papan ucapan Selamat Deklarasi dicatut dari PAN (kiri) dan Burhanuddin Mahir, saat memberikan SK dukungan ke Fasha-Maulana, Jumat (8/12/2017). IST
Jambipos Online, Jambi-Politik kotor muncul jelang Deklarasi Fasha-Maulana sebagai pasangan calon peserta Pilkada Kota Jambi. Setelah habis memborong seluruh partai politik (minus PDIP-Nasdem-PAN) yang memiliki kursi di DPRD Kota Jambi, kini ada oknum dari tim diduga dari Fasha-Maulana secara sengaja memasang papan ucapan deklarasi dari DPW, PDC PAN Jambi.

Salah satunya adalah ucapan "Selamat dan Sukses Deklarasi Fasha-Maulana, dari DPC PAN Kota Jambi". Padahal di Kota Jambi PAN menggunakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) bukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kemudian ada juga beredarnya foto karangan bunga ucapan selamat dari Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, Zumi Zola. 

Di tempat berbeda juga terlihat karangan bunga lainnya yang mengatasnamakan dari PAN. Namun ucapannya membuat yang melihatnya merasa aneh karena nomenklatur partai berlambang matahari terbit di Kota Jambi.

Pasangan Fasha-Maulana akan menggelar deklarasi di lapangan Season Square, Thehok, Kota Jambi Sabtu (9/12/2017) dengan dijrencanakan menghadirkan tokoh dari pengurus partai pengusung (Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, PKB, PPP, PBB, PKPI, Perindo) dan tokoh nasional Amien Rais. Juga mendatangkan Band Revublika sebagai penghibur acara.

Menanggapi papan ucapan yang mencatut PAN itu, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, Zumi Zola membantah jika karangan bunga itu datang dari dirinya, maupun dari PAN. Namun Zola mengatakan, ia tetap berprasangka baik kepada siapa pun orang yang mengirimkan karangan bunga tersebut. 

“Sudah diklarifikasi oleh sekjen, bahwa tidak ada pengiriman bunga yang dimaksud, baik dari PAN maupun saya pribadi. Siapapun yang berinisiatif mengirim saya ucapkan terima kasih. Insya Allah niatnya baik,” ujar Zola.

Jadi Bukti 

Mengetahui adanya 3 karangan bunga ucapan atas nama PAN di Deklarasi Fasha Maulana, Pengurus DPW PAN Provinsi Jambi dan DPD PAN Kota Jambi langsung bersikap tegas. Bahkan, sejak Pukul 20.00 Jumat malam tanpa menunggu komando, sejumlah elit partai berlambang matahari terbit ini langsung ke lokasi.

Mereka langsung mengamankan barang bukti dan membawanya naik ke Mobil. Tidak hanya itu, mereka juga menginterogasi salah satu pemilik jasa penyewaan karangan bunga. “Tadi mereka bilang dari Media Center Fasha,” kata Khusaini, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi saat ditemui di lokasi tak jauh dari lapangan Honda Season Square Jumat (8/12/2017) malam.

Penertiban itu juga dikomandoi Plt Ketua DPD PAN Kota Jambi Rusli Kamal Siregar, Sekretaris DPD PAN Kota Jambi Widodo dan sejumlah elit PAN tingkat DPD dan DPW.

Menurut Khusaini, ini sudah jelas memancing kekeruhan di Pilkada Kota Jambi. Karena masyarakat sebenarnya ingin tenang dan tidak menggunakan politik kotor begini. Tapi dengan cara seperti ini jelas akan menimbulkan gesekan dan ketersinggungan.

“Karena PAN bukan parpol pengusung. Kami tidak pernah mengirim karangan bunga. Lalu apa motif kemudian mereka mengirimkan karangan bunga partai kami tanpa seizin kami. Inikan ulah oknum,” katanya.

Dia juga mengaku sudah menghubungi unsur pimpinan tim pemenangan dari Fasha-Maulana. Namun hingga kini belum ada yang memberikan klarifikasi.

Koalisi Gemuk

Koalisi partai gemuk kini sudah ditangan pasangan Sy Fasha-Maulana jelang pendaftaran calon cakada di KPU Kota Jambi Januari 2018 mendatang. Fasha-Maulana yang sudah mengantongi 9 parpol pemilik kursi di parlemen sudah dipastikan memenuhi syarat pencalonan. 

Walikota aktif dan pejabat Kota Jambi (ASN Pemkot Jambi-Maulana) ini setidaknya sudah didukung oleh 9 parpol yaitu, Golkar, Demokrat, PPP, Gerindra, Hanura, PKS, PBB, PKB, PKPI. Ditambah lagi dua partai non parlemen Perindo dan Berkarya.

Sehingga Fasha-Maulana mengantongi 32 dari 45 kursi di parlemen (DPRD) Kota Jambi, belum termasuk NasDem yang memiliki 1 kursi. Jumlah itu, jauh diatas syarat minimal pencalonan di Pilwako 2018 sebanyak 9 kursi.

Disisi lain, Abdullah Sani-Izi sudah hampir final. Keduanya hanya diusung oleh koalisi dua parpol, PDIP dan PAN. Koalisi keduanya sudah mencukupi syarat minimal pencalonan. 

Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi, Burhanuddin Mahir mengingatkan jika koalisi ini bisa saja terpeleset di tengah jalan. Bila Parpol pengusung, Timses dan pasangan calon itu sendiri tidak waspada.

“Koalisi Gemuk harus waspada, bisa saja terpeleset di tengah jalan. Tapi itu jika ada musuhnya,” kata Burhanuddin Mahir, saat memberikan sambutan pemberian SK dukungan ke Fasha-Maulana, Jumat (8/12/2017).

Menurut Burhanuddin Mahir, pragmatisme politik akan digunakan lawan, untuk merubah arah pikiran politik pemilih. “Jadi kita harus menjaga kekompakkan, tapi sekali lagi saya tegaskan jika pasangan Fasha-Maulana ini ada lawannya. Untuk itu, saya menginstruksikan seluruh kader Demokrat hingga tingkat bawah harus membantu memenangkan pasangan Fasha-Maulana. Sanksi bagi kader yang membelot sangat berat, jadi kader yang keluar dari garis partai jangan main-main,” tegas mantan Bupati Muarojambi dua periode ini.

Katanya, Partai Demokrat akan sekuat tenaga memenangkan Fasha-Maulana. “Rasanya dengan Koalisi Gemuk ini terlalu naif kalau kita tidak menang,” ujarnya. 

Pilkada Kota Jambi Maret 2013

Pada Pilkada Kota Jambi Juni 2013 lalu, ada empat Paslon yang maju. Mereka adalah Paslon M Sum Indra-dr Maulana, diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), dan Partai Demokrasi Kebangsaan. Saat itu M Sum Indra menjabat sebagai Wakil Walikota Jambi.

Paslon kedua yakni Efendi Hatta-Asnawi AB yang diusung Partai Demokrat dan Partai Hanura. Sedangkan Paslon ketiga yakni Sy Fasha-Abdullah Sani diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Barisan Nasional, dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Saat itu pasangan ini mendapatkan dukungan partai parlemen paling banyak.

Terakhir, calon petahana saat itu Bambang Priyanto menggandeng Yeri Muthalib, anggota DPRD Provinsi Jambi. Bambang-Yeri diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Pemuda Indonesia (PPI). Pasangan ini sama-sama tidak diusung partainya. Bambang Priyanto merupakan kader Partai Demokrat, sedangkan Yeri Muthalib kader Partai Hanura.

Suara Pilkada Jambi 2013

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) hasil pleno perolehan suara dan pleno penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota oleh KPU Kota Jambi Juli 2013 lalu, pasangan Sy Fasha-Abdullah Sani (FAS) diputuskan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Jambi terpilih. Tiga calon yang kalah, yakni Bambang Priyanto (Bayer), Sum Indra-Maualan (Simpatik) dan Effendi Hatta-Asnawi AB (Fena) mengakui kekalahan dan tidak menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasangan Sy Fasha-Abdullah Sani saat itu memperoleh 88.464 suara, disusul Sum Indra-Maulana (Simpatik) dengan 85.394 suara, posisi ketiga Effendi Hatta-Asnawi AB (Fena) dengan 47.646 suara dan terakhir Bambang Priyanto-Yeri Mutholib (Bayer) memperoleh 28.660 suara dari jumlah total pemilih 415.068 orang. (JP-Lee)

Berita Terkait




Kejaksaan Tinggi Jambi Luncurkan Aplikasi "Halo Jaksa"

Written By jambipos-online on Friday, December 8, 2017 | 23:58

Launching Aplikasi "halo Jaksa" itu dilangsungkan, Jumat (08/12/2017) pagi.
Jambipos Online, Jambi-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi meluncurkan aplikasi “Halo Jaksa” sebagai layanan pengaduan masyarakat melalui aplikasi “Halo Jaksa”. Aplikasi itu diharapkan bisa melayani masyarakat dengan lebih maksimal. Aplikasi “Halo Jaksa” tersebut dapat diunduh oleh masyarakat melalui telepon pintar. Launching Aplikasi itu dilangsungkan, Jumat (08/12/2017) pagi.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jambi M. Dianto, Walikota Jambi Syarif Fasha, Kajati Jambi Andi Nurwinah, Kasi Penkum Kejati Jambi Dedy Susanto, Kepala Biro Hukum Provinsi Jambi, Kepala Biro Hukum Kota Jambi, Tokoh Masyarakat, dan para tamu undangan lainnya. 

Kepala Jaksa Provinsi Jambi, Andi Nurwinah dalam sambutannya mengatakan, aplikasi “Halo Jaksa” terdapat fitur-fitur konsultasi, layanan hukum serta layanan lainnya. Melalui aplikasi “Halo Jaksa” masyarakat tidak perlu merasa kerepotan untuk datang ke Kejati. Masyarakat hanya perlu mengklik aplikasi maka pengaduan akan terlayani.

“Adanya program “Halo Jaksa” ini menjadikan jarak kami dengan masyarakat tidak ada skat, selama ini masih ada skat antara jaksa, penegak hukum dengan masyarakat, "ujarnya. 

Andi mengatakan dengan adanya launching aplikasi Halo Jaksa akan memudahkan masyarakat untuk melihat seputar hukum di wilayah Kejari Jambi. “Menyampaikan aspirasi, konsultasi dapat diakses secara gratis, dan menjadikan jarak masyarakat dan pihak Kejati Jambi tidak ada sekat," katanya. (JP-03)

Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Mensyukuri Pemimpin "Rasa" NKRI

Mensyukuri Pemimpin "Rasa" NKRI
Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Olahraga di Jambi Makin Merosot?

Olahraga di Jambi Makin Merosot?
Catatan Ringan: KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Total Pembaca

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

RUANG IKLAN

RUANG IKLAN
Bahan Iklan Krim Ke Email: redaksijambipos@gmail.com (Harga Nego Selera Konsumen)

Kabupaten Merangin

Kabupaten Merangin
Merangin EMAS

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

.

.
.

Portal Berita Polda Jambi

Portal Berita Polda Jambi
Klik Benner Untuk Mengunjunginya

.

.
KLIK Benner Untuk Info SOKSI

.

.
Portal Berita Khusus Berita Wisata Provinsi Jambi. KLIK BENNER
 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos