Berita Terbaru

Mengucapkan

Mengucapkan
Pemprov Jambi

Mengucapkan

Mengucapkan
Selamat Idul Fitri 1439H/2018M Bagi Pembaca Jambipos Online

Mengucapkan

Mengucapkan
Redaksi dan Staf

Mengucapkan

Mengucapkan

Pilkada Serantak Rabu 27 Juni 2018

Pilkada Serantak Rabu 27 Juni 2018
Coblos Pilihan Anda

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022

Pengurus PWI Provinsi Jambi Periode 2017-2022
KLIK Benner Daftar Pengurusnya
INDEKS BERITA TERBARU

1 Keluarga Asal Binjai Jadi Korban Kapal Tenggelam Danau Toba

Written By jambipos-online on Selasa, 19 Juni 2018 | 20:13

Anggota keluarga penumpang KM Sinar Bangun melihat daftar nama penumpang yang selamat, di posko Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, 19 Juni 2018. ( Foto: Antara / Irsan Mulyadi )
Mereka hanya menitip kunci rumah. Okaviyanti bersama enam saudaranya berangkat ke tempat wisata di Samosir.

Jambipos Online, Parapat- Regu penolong Selasa (19/6/2018) menemukan sebuah tas yang dipastikan milik salah seorang penumpang kapal penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, setelah bertolak dari Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir dengan tujuan Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun, Sumut.

Dalam tas berwarna hitam tersebut, ditemukan sebuah kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Maya Oktaviyanti warga Jalan Gunung Bendahara, Lingkungan I, Kelurahan Pujidadi, Binjai Selatan.

Okaviyanti bersama enam saudaranya berangkat ke tempat wisata di Samosir. Kepastian Okaviyanti pergi ke Samosir karena pagi hari sebelum berangkat, salah seorang tetangga dititipkan kunci rumah.

"Satu keluarga berangkat tujuh orang. Tidak menitip pesan sebelum berangkat. Mereka hanya menitip kunci rumah," ujar salah seorang tetangga Okaviyanti, Erwin (50), saat ditemui di Jl Gunung Bendahara, Lingkungan I, Kelurahan Pujidadi, Kota Binjai Selatan.

Erwin mengatakan, identitas satu keluarga yang berangkat di antaranya Burhan (Kepala Keluarga), Fahrianti (ibu), Dika (anak), Maya dan lainnya. Mereka berangkat Senin (18/6/2018) pagi sekitar pukul 04.00 WIB tujuan Samosir.

"Setelah mendapat kabar KM Sinar Bangun tenggelam, saya mencoba menghubungi satu per satu nomor mereka. Namun, tidak satu pun bisa dihubungi. Semua tidak aktif," jelasnya.

Kondisi ini, sambungnya, membuat para tetangga semakin khawatir. Kekhawatiran semakin nyata karena sampai keesokan harinya para tetangga belum mendapatkan kabar nasib keluarga Burhan tersebut.(JP)


Sumber: Suara Pembaruan 

Dua Penumpang Hilang Kapal KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Keluarga dari Jemaat GKPS Jambi

Ini Daftar 53 Orang Hilang
Korban Hilang
Sebanyak 56 Orang Penumpang Kapal KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba Masih Dicari. 18 Orang Selamat. Kapal KM Sinar Bangun Tak Miliki Daftar Penumpang. Penumpang Bayar Ongkos di Dalam Kapal, Tidak Ada Sistem Pembelian Tiket.

Jambipos Online, Simalungun-Dua penumpang atas nama Berliana Br Sipayung dan Demersis Purba Tambak yang ikut dalam Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam Senin (18/6/2018) sekira Pukul 17.00 WIB, adalah keluarga dari Jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi Oslan Purba Tambak/ br Djawak. Berliana Br Sipayung adalah Ibunda Oslan Purba (TNI AD) dan Demersis Purba Tambak adik kandung Oslan Purba Tambak.

Hal itu dibenarkan Oslan Purba Tambak dalam group WA GKPS Jambi. “Mohon bantuan Doa untuk Jemaat GKPS Resort Jambi agar diberikan keselamatan kepada Ibunda saya Berliana Br Sipayung dan Demersis Purba Tambak adik kandung saya yang ikut sebagai penumpang kapal yang tenggelam di Danau Toba,” tulis Oslan Purba Tambak yang baru-baru ini pindah tugas ke Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi ini.

“Mari kita semua membawa dalam doa permohonan kepada Tuhan agar pencarian korban dapat berjalan baik dan maksimal. Terkhusus buat Keluarga Abang Oslan Purba, Doa Kami semoga selamat Inang dan saudara kita, GBU,” tulis Pendeta GKPS Resort Jambi, Pdt Riando Tondang STh. 

Hingga Selasa (19/6/2018) siang, Tim SAR masih melakukan pencarian. Baru sebanyak 18 orang penumpang kapal itu yang berhasil diselamatkan sejak Senin petang dan satu orang meninggal dunia.

Sebanyak 56 orang penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam akibat cuaca buruk dan diduga kelebihan muatan, Senin (18/6/2018) sekira Pukul 17.00 WIB, hingga Selasa (19/6/2018) pagi masih dalam pencarian. Baru sebanyak 18 orang penumpang kapal itu yang berhasil diselamatkan sejak Senin petang dan satu orang meninggal dunia.

KM  KM Sinar Bangun dari Pulau Samosir tepatnya Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumut, terbalik akibat cuaca buruk serta tali kemudi kapal bermasalah (putus). Jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 83 orang dan juga sejumlah kenderaan motor di samping kiri kanan kapal.

Hal tersebut diterangkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir Mahler Tamba saat telewicara dengan Penyiar Berita TVOne, Selasa (19/6/2018) pagi. Menurut Mahler Tamba sedikitnya 100 personil tim gabungan dari TNI, Polisi, Basarnas, Perhubungan, Masyarakat, Selasa (19/6/2018) pagi ini akan melakukan pembagian penyisiran pencarian dilokasi kejadian.

Kata Mahler Tamba, pihaknya juga kesulitan mendapatkan data penumpang KM  Sinar Bangun yang mengalami musibah tersebut. Penumpang juga kebanyakan wisatawan di sekitar Sumatera Utara. Bahkan ada dugaan kapal kelebihan muatan, namun kata Mahler Tamba hal itu masih dalam penyelidikan. 

Menurut Mahler Tamba, pihaknya juga banyak mendapatkan pertayaan dari pihak keluarga korban dari Senin malam hingga Selasa (19/6/2018). Poskon korban dipusatkan di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. 

Daftar Pengaduan Orang Hilang

Info dari Posko Pengaduan Pelabuhan Simanindo, untuk nama-nama korban hilang: (PR-Perempuan-L laki-laki)

1. Resmi Sinaga (PR) Alamat Perasmian Kecamatan Dolok Silau Kabupaten  Simalungun 
2. Khayrani Handayani, PR, Medan Jalan SM Raja Gg. Mandailing
3. Inksan Zulkarnaen (L) Delitua
4. Bayu (L) Delitua Pasar 9
5. Nony Zoya (PR) Titikuning Medan
6. Ferry Sembiring (L) Brastagi
7. Novia Barus (P) Marindal Medan
8. Pandi (L) Delitua Gang Satria
9. Jandur Simarmata (L) Desa Sihusapi Kecamatan  Simanindo
10. Tiar Silaban (PR) Desa Sihusapi Kecamatan Simanindo
11. Ami Elisabet Sitindaon (PR) Desa Sihusapi Kecamatan  Simanindo
12. Gresia Simarmata (PR) Desa Sihusapi Kecamatan Simanindo
13. Berliana Sipayung (PR) Simpang Bage Seribudolok
14. Demensis Purba Tambak (L) Simpang Bage Saribudolok
15. Hotman Manik (L) Sidamanik Parmahan
16. Hotman Nainggolan (L) Sionggang Parmahanan
17. Dorman Nainggolan (L) Sionggang P  Siantar
18. Ledak Nainggolan (L) Sionggang P. Siantar
19. Basaria Nainggolan (PR) Sionggang P. Siantar
20. Bungaran Nainggolan (L) Sionggang P. Siantar
21. Jaya Sidauruk (L) Desa Simanindo
22. Riani Nainggolan (PR) Sionggang P. Siantar 
23. Jonveldi Nainggolan (L) Sionggang P. Siantar 
24. Nicholas Nainggolan (L) Sionggang P. Siantar 
25. Astrid Nainggolan (PR) Sionggang P. Siantar
26. Lilis Lubis (PR) Sionggnang P. Siantar
27. Melinton Nainggolan (L) Sionggnang P. Siantar
28. Hasiolan Sidabutar (L) Sionggnang P. Siantar
29. Jornelin Andreas Purba (L) Purba Saribu Haranggaol, Simalungun
30. Nova Sulastri Sijabat (PR) Alamat Naga Pane Tiga Runggu, Simalungun 
31. Pardamean Purba (L)
32. Gonggong Simarmata (L)
33. Jonner Silalahi (L)
34. Ader Nainggolan (L) Simpang Haranggaol Kabupaten  Simalungun
35. Loncer Nainggolan (L) Simpang Haranggaol Kabupaten Simalungun
36. Selma Sinaga (P) Salbe Tigaras Kabupaten Simalungun
37. Atur Sinaga (PR) Salbe Tigaras Kabupaten Simalungun
38. Ranto Fajar Siregar (L) Simantin Tolu Kabupaten Simalungun
39. Yeni (PR) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
40. Niko (L) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
41. Doni (L) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
42. Febri (PR) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
43. Maya (PR) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
44. No (L) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
45. Riski (L) Manik Uluan Kabupaten Simalungun
46. Obet Hutahuruk (L) Kecamatan Harian
47. Trisman Renol Simarmata (L) Jalan Puan Gunung Purba Depok
48. Juliana Suraida (PR) Jalan  Puan Gunung Purba Depok
49. Manan Sitanggang (L) P. Siantar
50. Lusi Nurbayati Sitanggang (P) Alamat Siantar
51. Lucky Pratama (L) Alamat Siantar
52. Mei A. Siadari (PR) Siantar
53. Fery Panggabean (L) Pematangsiantar. (JP-Asenk Lee)

Anggota DPRD Sumut: Kaji Kelayakan Kapal di Danau Toba!

Ribuan masyarakat menyaksikan proses pencarian oleh petugas terhadap puluhan penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Kapal KM Sinar Bangun tidak memiliki manifes, syahbandar pun hanya dari Tomok ke Ajibata. Danau Toba adalah tujuan wisata internasional.

Jambipos Online, Parapat - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Sumatera Utara, Parlindungan Purba mengharapkan, pemerintah mengkaji kembali peraturan kelayakan dari setiap kapal, terutama di Danau Toba yang menjadi tujuan wisata internasional.

"Berdasarkan laporan kepolisian, Kapal KM Sinar Bangun tidak memiliki manifes, syahbandar pun hanya dari Tomok ke Ajibata. Pelabuhan lain sama sekali tidak ada," ujar Parlindungan Purba di Pelabuhan Tigaras, Parapat, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6/2018).

Perlindungan mendatangi Pelabuhan Tigaras untuk turut memberikan empati terhadap keluarga maupun korban dari KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba. Parlindungan juga datang untuk melihat langsung penanganan evakuasi.

"Kita mengapresiasi keseriusan aparat kepolisian, Basarnas dan TNI dalam.proses evakuasi tersebut. Semoga proses evakuasi yang dilanjutkan pagi ini dapat menemukan semua korban. Masalah ini sebaiknya menjadi perhatian ke depannya," katanya.

Menurutnya, perlu dilakukan pengawasan untuk mengantisipasi kejadian yang sama tidak terulang kembali di masa mendatang. Semua pihak harus memiliki rasa tanggungjawab bersama dalam mengantisipasi semua itu.

Sedikitnya 49 orang dilaporkan hilang.

Korban hilang kemungkinan bertambah.

Sementara Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan menyatakan jumlah korban yang ditemukan selamat dari musibah tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba masih sebanyak 19 orang dan satu orang meninggal dunia. Informasi lain menyebutkan empat orang meninggal dunia. 

"Untuk jumlah korban yang hilang, sesuai dengan laporan pengaduan masyarakat, ada sebanyak 49 orang. Jumlah korban yang hilang ini bisa saja bertambah," ujar Marudut Liberty di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6/2018) pagi.

Marudut mengatakan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga mulai berdatangan untuk membuat laporan kehilangan. Petugas langsung menerima laporan kehilangan anggota keluarga dari masyarakat yang datang.

"Kalau dari laporan yang kita terima, penumpang KM Sinar Bangun itu banyak dari komunitas Vespa. Mereka memanfaatkan momen liburan ke Samosir. Kita cek nomor handphone korban, suspect berada di area dan sebagian lagi hilang," katanya.


Menurutnya, proses pencarian untuk evakuasi para korban kapal tenggelam tersebut, dilanjutkan hari ini. Proses pencarian para korban itu melibatkan polisi, Badan SAR Nasional dan TNI. (JP)


Sumber: Suara Pembaruan

Cari Korban KM Sinar Bangun, Tim SAR Sisir Danau Toba ( 4 Meninggal)

Ini Kesaksian Korban Selamat dari KM Sinar Bangun
Ribuan masyarakat menyaksikan proses pencarian oleh petugas terhadap puluhan penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Juita Sumbayak berhasil menyelamatkan diri setelah memeluk helm saat terapung di perairan Danau Toba. Menurut Juita, KM Sinar Bangun mengangkut terlalu banyak penumpang sebelum musibah terjadi.

Jambipos Online, Samosir - Juita Sumbayak, salah seorang dari korban selamat dalam musibah Kapal KM Sinar Bangun mengungkapkan kesaksiannya setelah berhasil selamat dari musibah tersebut. Seperti diketahui KM Sinar Bangun terbalik setelah berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, di perairan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Wanita malang yang berada di dalam KM Sinar Bangun bersama 18 orang keluarganya (belum ditemukan), mengungkapkan, kelebihan kapasitas menjadi salah satu penyebab terbaliknya kapal maut tersebut. Saat itu, kondisi cuaca di tengah perairan Danau Toba tersebut memang kurang baik.

"Ada angin kencang disertai ombak yang lumayan besar menghantam. Saat itu, kapal langsung oleng ke arah kanan dan langsung terbalik. Penumpang kapal itu sangat banyak, ada sekitar 200 orang," ujar Juita di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hadrianus Sinaga, Pangururan, Selasa (19/6/2018).

Juita mengatakan, dirinya bisa selamat karena memeluk helm selama berada di tengah perairan Danau Toba tersebut. Helm yang dipeluk itu membuat dirinya terus bisa mengapung. Juita mengaku diselamatkan oleh awak kapal Feri yang melintas tidak jauh dari kapal yang tenggelam tersebut.

"Ada petugas kapal Feri yang melemparkan tali ke arah saya. Setelah tali itu kuraih, mereka langsung menarik dan mengangkat saya ke dalam kapal. Ada 18 orang lagi keluarga saya yang berada di Danau Toba, termasuk anak dan suami. Mereka semua tidak bisa berenang," katanya sambil menangis.

Juita tidak mampu membayangkan kondisi penumpang saat seluruhnya tercebur ke tengah danau. Saat itu, semua penumpang kapal menjerit dan berteriak minta pertolongan. Bahkan, dia melihat ada korban tewas setelah terombang - ambing di tengah Danau Toba tersebut.

"Kondisi saat itu sangat mengerikan. Aku sendiri memang sudah pasrah untuk mati. Sepertinya, tidak ada harapan untuk bisa selamat. Aku tidak tau bagaimana nasib keluargaku. Tuhan, mohon selamatkan mereka," kata Juita sembari menangis.

Tim SAR Sisir Danau Toba

Personil Basarnas merapatkan kapal usai melakukan pencarian penumpang korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba di Dermaga Tigaras, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa 19 Juni dini hari. ( Foto: Antara / Lazuardy Fahmi )
350 petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun. Berdasarkan laporan masyarakat, sebanyak 65 orang korban masih hilang.

Regu penolong meliputi Badan SAR Nasional, Marinir, Satpol Air maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melanjutkan pencarian korban yang belum ditemukan dari musibah tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba.

"Ada sebanyak 350 petugas gabungan yang dilibatkan melakukan pencarian," ujar Pelaksana harian Gubernur Sumut, Sabrina di Posko Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6/2018).

Sabrina mengatakan, petugas yang dikerahkan untuk melakukan evakuasi itu disebar. Pencarian berpatokan pada koordinat kapal, mengikuti arah arus maupun lainnya. Basarnas dinilai lebih mengetahui zona-zona yang harus disisir.

"Sampai saat ini, berdasarkan laporan masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya, ada sebanyak 65 orang. Sebelumnya, ada sebanyak 19 orang ditemukan dan satu orang meninggal dunia. Pencarian menggunakan kapal cepat, perahu karet dan lainnya," katanya.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan menyampaikan, proses pencarian juga melihat arah kecepatan angin. Bila kecepatannya sudah mencapai 40 knot perjam maka tubuh para korban kemungkinan berada di kawasan Balige.

"Kita berharap, proses evakuasi ini berjalan dengan baik dan menemukan korban yang dilaporkan hilang akibat musibah kapal tenggelam tersebut. Semoga kondisi cuaca hari ini cerah, sehingga tidak mengganggu proses pencarian," sebutnya.

Korban Tewas  4 Orang

Tenggelamnya kapal diperkirakan sejauh 1 mil dari Pelabuhan Tigaras. Pencarian terhadap puluhan korban lainnya masih sedang dilakukan.

Sementara regu penolong berhasil mengevakuasi sekitar 21 orang korban selamat tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) petang setelah bertolak dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).

"Dari seluruh korban yang berhasil dievakuasi tersebut, empat di antaranya dinyatakan sudah meninggal dunia. Pencarian terhadap puluhan korban lainnya masih sedang dilakukan," ujar seorang seorang petugas yang terlibat melakukan pencarian korban musibah Kapal KM Sinar Bangun, Senin (18/6/2018).

Sementara Kadis Perhubungan Simalungun, Ramadhani Purba mengatakan, ada 7 penumpang selamat yang dilarikan ke Pelabuhan Tigaras dan 14 orang ke Pelabuhan Simanindo. Proses evakuasi dilaporkan masih sedang berjalan.

"Kalau di Kapal KMP Sumut 2, ada 3 orang dalam kondisi selamat. Di KMP Sumut 1, ada 2 orang selamat dan 1 meninggal dunia. Korban selamat yang dievakuasi KMP Sumut 1 dan 2 dilarikan ke Puskesmas Simalungun. Sedangkan yang diselamatkan kapal kayu Sinta Damai ada 14 orang, semuanya ada di Simanindo,” jelasnya.

Menurutnya, tenggelamnya kapal diperkirakan sejauh 1 mil dari Pelabuhan Tigaras. Adapun korban selamat berdasarkan keterangan dokter yang merawat di antaranya, Muhammad Fitri (21) warga Indra Pura, Heri Nainggolan (23) warga Panitongah, Jamuda (17) warga Parbungabunga, Juita warga Serbelawan.

Sudah Oleng Sejak Berangkat

Kapal KM Sinar Bangun sudah oleng saat berangkat dari Pelabuhan Simanindo dengan tujuan Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Musibah terjadi saat KM Sinar Bangun terbalik setelah 22 menit berangkat dari Pelabuhan Simanindo.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengungkapkan, Kapal KM Sinar Bangun sudah oleng saat berangkat dari Pelabuhan Simanindo dengan tujuan Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Tidak ada kapasitas muatan barang termasuk untuk penumpang. Semua main masukkan saja. Kecepatan angin saat kejadian sekitar 40 knot per jam. Sementara itu, kecepatan kapal sekitar 5 knot per jam," ujar Marudut Liberty di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (19/6/2018).

Marudut mengatakan, jarak antara Pelabuhan Simanindodi Kabupaten Samosir dengan Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun, sekitar 6 kilometer (Km). Musibah terjadi saat KM Sinar Bangun terbalik setelah 22 menit berangkat dari Pelabuhan Simanindo.

"Jumlah korban yang belum ditemukan belum dapat dipastikan. Yang pasti, kapal oleng kena hantaman angin kencang. Proses pencarian sempat terhenti karena faktor alam. Ada 350 personil yang dilibatkan melakukan pencarian terhadap para korban musibah itu," katanya.

Menurutnya, jarak pandang yang hanya sekitar 10 meter di tengah perairan Danau Toba, dan kecepatan angin 10 knot perjam, menjadi salah satu kendala yang membuat petugas terpaksa menghentikan sementara proses pencarian di tengah perairan Danau Toba tersebut.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Badan SAR Nasional, petugas sudah mengevakuasi 19 penumpang dengan rincian 18 selamat dan satu meninggal dunia. Korban selamat masih trauma setelah mengalami musibah kapal tenggelam tersebut.(JP)

Profile Timnas Prancis-Australia-Peru-Denmark- Piala Dunia 2018 Rusia (Group C)

Profile Timnas Prancis-Australia-Peru-Denmark- Piala Dunia 2018 Rusia (Group C)
Timnas Prancis 

Prancis pernah menjadi juara Piala Dunia 1998.
 Asosiasi: Federation Francaise de Football (FFF)
Julukan: Les Bleus , Tim Ayam Jantan
Peringkat FIFA: 7 (7 Juni 2018)
Most Caps: Lilian Thuram (142)
Top Scorer: Thierry Henry (51)
Pelatih: Didier Deschamps (Prancis)
Tampil: 15 kali (Prestasi Terbaik Juara 1998)
Tampil: 15 kali (Prestasi Terbaik Juara 1998)
Prancis tidak kekurangan pemain berbakat. Karena itu, Prancis menjadi salah satu tim unggulan sebagai juara Piala Dunia 2018. Dalam perjalanan menuju Piala Dunia Rusia, langkah Prancis lumayan mulus di babak kualifikasi. Tim Ayam Jantan ini berhasil keluar sebagai juara grup A zona Eropa, padahal grup tersebut dihuni tim-tim kuat seperti Swedia, Belanda, dan Bulgaria. Dari 10 pertandingan, Prancis memetik 23 poin dari 7 kemenangan, 2 seri, dan 1 kalah.

Namun, sang pelatih Didier Deschamps menyatakan mereka masih membutuhkan waktu untuk bisa membangun kebersamaan. Di grup C Piala Dunia kali ini, Prancis diperkirakan bakal memuncaki grup mengalahkan Australia, Peru, dan Denmark.

Dalam sejarah Piala Dunia, dari 14 penampilan mereka, Prancis memang baru satu kali menjadi juara pada 1998 lalu, ketika menjadi tuan rumah. Itulah masa keemasan tim Prancis, kareba dua tahun berikutnya mereka menyabet juara Piala Eropa pada 2000. Itulah masa kejayaan generasi Zinedine Zidane, Laurent Blanc, Patrick Vieira, Thierry Henry, Fabien Barthez, dan Didier Deschamps. Nama terakhir kini yang menjadi pelatih. Deschamps juga yang mengantar Prancis sampai babak perempat final Piala Dunia 2014.

Pemain Bintang
Seperti tim besar lain, timnas Prancis bertabur pemain bintang, mulai dari kiper, bek, gelandang hingga penyerang. Bahkan ada sejumlah nama tenar yang tak masuk dalam timnas, seperti Kingsley Coman (Bayern Muenchen), Anthony Martial (Manchester United), Alexandre Lacazzette (Arsenal), Dimitri Payet (Marseille), Laurent Koscielny (Arsenal), dan Karim Benzema (Real Madrid).

Sedangkan dari anggota tim yang dibawa ke Rusia tak ada yang meragukan Kylian Mbappe (PSG), Giroud (Chelsea), atau Dembele (Barcelona) di lini depan. Di tengah ada Pogba (MU), Kante (Chelsea), Tolisso (Bayern Muenchen), atau Matuidi (Juventus).

Dari banyak nama itu, yang paling menonjol adalah Antoine Griezmann. Striker ini menyumbangkan enam gol dan empat assists untuk timnas Prancis pada saat kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa lalu. Penyerang Atletico Madrid yang diincar banyak klub besar Eropa ini tampaknya begitu siap meneruskan tren positifnya mencetak gol. Di klub, Griezmann telah melesakkan 19 gol ke gawang lawan dan 8 assists. Selama 43 kali penampilannya bersama timnas senior sejak 2014 lalu, dia telah membukukan 16 gol.

Antoine Griezmann.
Pelatih
Didier Deschamps (50) ditunjuk menjadi pelatih timnas Prancis pada Juli 2012 menggantikan pendahulunya, Laurent Blanc yang mengundurkan diri setelah Prancis kalah dari Spanyol pada babak perempat final Euro 2012. Deschamps memiliki segudang pengalaman dalam hal pertandingan internasional sebagai pemain, yakni Piala Dunia 1990, 1994, dan 1998, serta Piala Eropa tahun 1992, 1996 dan 2000.

Ia juga menjadi kunci penting saat Prancis meraih trofi Piala Eropa 2000. Sedangkan 1998 merupakan tahun bersejarah bagi Prancis dan Deschamps ketika Les Blues untuk pertama kalinya memenangi trofi Piala Dunia. Prancis mengungguli Brasil 3-0 di partai final.
Didier Deschamps.
Tahun ini tepat dua puluh tahun prestasi tertinggi Prancis terukir. Kini Deschamps datang ke ajang Piala Dunia sebagai pelatih. Sejak pensiun sebagai pemain dan menjadi pelatih, karier Deschamps di level klub terbilang baik. Ia mengantarkan Marseille menjuarai Liga Utama Prancis, Ligue 1, pada 2011.

Tak berlebihan bila Deschamps ingin dikenang sebagai pemain dan pelatih yang sukses membawa timnas menjuarai Piala Dunia. Apalagi keinginan semacam itu bukan impian kosong bila melihat materi pemain yang dibawanya. Squad Les Blues sudah membuktikan diri lolos dari kualifikasi. 

Setidaknya dalam dua kali uji coba terakhir, pasukan Deschamps bermain gemilang. Les Blues menunjukkan kematangannya dengan mengalahkan timnas Italia 3-1 di Stadion Allianz Riviera, Prancis, 1 Juni 2018 lalu. Sebelumnya, Prancis mengalahkan timnas Irlandia dengan skor 2-0.

Timnas Australia


Target realistis Australia adalah menghindari posisi juru kunci grup C.
Asosiasi: Football Federation Australia
Julukan: Socceroos 
Peringkat FIFA: 36 (7 Juni 2018)
Most Caps: Mark Schwarzer (109)
Top Scorer:Tim Cahill (50)
Pelatih: Bert van Marwijk (Belanda)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Babak 16 Besar 2006)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Babak 16 Besar 2006)
Australia tertatih untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2018. Perjalanan terpanjang harus dilalui tim Negeri Kanguru ini dibanding empat tim Asia lainnya, yakni Jepang, Korea Selatan, Iran, dan Arab Saudi. Pada putaran kedua babak kualifikasi AFC, Australia mampu lolos meninggalkan Yordania, Kyrgistan, Tajikistan, dan Bangladesh. Namun, di babak ketiga, Australia hanya menempati peringkat tiga di bawah Jepang dan Arab Saudi yang sudah lolos terlebih dahulu.

Tim Cahill dkk harus rela menjalani play-off melawan tim peringkat ketiga grup A, Suriah. Australia berhasil mengatasi Suriah meski dengan agregat ketat 3-2. Kemenangan ini belum cukup karena Australia harus berhadapan dengan tim peringkat keempat di kualifikasi zona Concacaf demi memperebutkan satu tempat di putaran final Piala Dunia 2018. 

Australia akhirnya berhasil mendapat tiket ke Rusia setelah mengalahkan Honduras dengan agregat 3-1. Kemenangan ini membuat Australia berhak ke Rusia sekaligus menambah perwakilan Asia menjadi lima.

Keperkasaan Australia kali ini memang berbeda dibanding keikutsertaan mereka pada Piala Dunia 2006. Di bawah asuhan pelatih kondang asal Belanda Guus Hiddink, The Socceroos mampu sampai babak kedua atau babak 16 besar. 

Di babak pertama Mark Viduka dkk lolos bersama Brasil meninggalkan Jepang dan Kroasia. Inilah pencapaian tertinggi Australia di ajang Piala Dunia. Kala itu itu dari 23 nama pemain yang dibawa Hiddink, tercatat hanya dua pemain yang berlaga di dalam negeri. Nama-nama tenar kala itu yang ikut serta, antara lain John Aloisi, Marco Bresciano, Tim Cahill, Jason Culina, Brett Emerton, Harry Kewell, Stan Lazaridis, Lucas Neill, Mark Schwarzer, dan Mark Viduka.

Rata-rata kualitas para pemain saat ini tidak secemerlang pada 2006, setidaknya bila dilihat dari peran para pemain di masing-masing klubnya saat ini. Nama-nama seperti Brad Jones (Feyenoord), Danny Vukovic (Genk), James Meredith (Millwall),  Aaron Mooy (Huddersfield Town), Massimo Luongo (Queens Park Rangers), Jackson Irvine (Hull City), Mathew Leckie (Hertha Berlin), atau Robbie Kruse (Bochum), tidak cukup populer di telinga penggemar bola.

Selain penyerang senior Tim Cahill, nama yang paling tenar hanya Mile Jedinak yang kini bermain di klub Inggris Aston Villa.

Di Rusia nanti, Australia tergabung di grup C bersama Denmark, Peru, dan Prancis. Prancis diperkirakan bakal menjuarai grup. Sungguh pekerjaan tidak mudah mengulang prestasi Australia di Piala Dunia 2006, melenggang ke babak kedua. Target realistis Australia adalah menghindari posisi juru kunci di grup ini.

Pemain Bintang
Tim Cahill bakal menjadi pemain depan alias penyerang tertua yang bermain di Piala Dunia 2018. Saat ini pemain Millwall ini sudah menginjak usia 38 tahun. Bila seusia tersebut masih masuk dalam squad timnas, maka pasti ada yang istimewa dalam dirinya.
Tim Cahill.
Ya, Tim Cahill adalah legenda timnas Australia. Catatan paling mengesankan adalah kiprahnya di Piala Dunia 2006. Australia mengalahkan Jepang untuk lolos ke babak 16 besar berkat jasa Cahill. Hingga lima menit menjelang akhir babak kedua, tim Benua Kanguru ini masih tertinggal 0-1 dari Pasukan Samurai Jepang. Adalah dua gol Cahill, yang kala itu adalah pemain pengganti, dan satu gol John Aloisi yang membuat Australia menang 3-1 dan lolos. Sayang Australia akhirnya rontok di babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Italia yang akhirnya menjadi juara dunia.

Tim Cahill sudah membela timnas Australia sebanyak 105 kali dengan 50 gol, sehingga menempatkannya sebagai top scorer timnas sampai saat ini.

Pemilik nama lengkap Timothy Filiga Cahill ini berkibar ketika membela klub Inggris Everton selama 2004-2012. Setelah itu, Cahill melanglang ke sejumlah klub di Amerika, Tiongkok, Australia, dan akhirnya kembali ke klub awal sebelum ia di Everton, yakni klub Liga Championship atau divisi dua sepakbola Inggris, Millwall. Meski sudah tidak laku lagi berkompetisi di liga utama, Cahill masih dibutuhkan timnas.

Pelatih
Tim Socceroos kini ditangani oleh pelatih asal Belanda, Bert van Marwijk. Padahal dalam perjalanan panjang babak kualifikasi hingga lolos ke Piala Dunia 2018, timnas Australia ini dilatih Ange Postecoglou. Pelatih dalam negeri berdarah Yunani ini mengantar Australia ke Piala Dunia 2014, meski hanya sampai babak pertama. 

Postecoglou juga berhasil mempersembahkan gelar juara Piala Asia 2015, gelar yang untuk pertama kalinya diraih Australia setelah bergabung di AFC sejak 2006. Ia mundur karena alasan pribadi.

Sementara penggantinya, van Marwijk, bukan nama asing dalam dunia sepakbola. Pelatih berusia 65 tahun itu menukangi timnas Belanda pada 2008-2012 dan dengan pencapaian tertinggi runner-up Piala Dunia 2010. Di partai final, Belanda kalah 0-1 dari Spanyol.
Bert van Marwijk.
Sebelum dipercaya AFF menukangi timnas Australia, van Marwijk sukses mengantar Arab Saudi maju ke putaran final Piala Duni 2018 ini. Ia hengkang karena ketidaksepakatan soal kontrak baru. Uniknya, mantan pelatih klub Jerman Borrusia Dortmund ini mengaku hafal karakter pemain dan mengenal permainan tim Australia karena pernah menjadi lawan Arab Saudi di kualifikasi Piala Dunia.

Timnas Peru

Selama 32 tahun Peru absen di ajang Piala Dunia.
 Asosiasi: Peruvian Football Federation (PFF)
Julukan: La Blanquirroja, Los Incas
Peringkat FIFA: 11 (7 Juni 2018)
Most Caps: Roberto Palacios (128)
Top Scorer: Paolo Guerrero (30)
Pelatih: Ricardo Gareca (Argentina)
Tampil: 5 Kali  (Prestasi Terbaik Perempat Final 1970 dan 1978)
Tampil: 5 Kali  (Prestasi Terbaik Perempat Final 1970 dan 1978)

Pada babak kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan (Conmebol), posisi Peru tidak langsung lolos, melainkan harus memainkan babak play-off melawan Selandia Baru. Peru akhirnya lolos setelah bermain imbang 0-0 saat tandang dan menang 2-0 di kandang.

Selama babak kualifikasi, tim berjuluk Los Incas ini mencatat kemenangan lima kali, termasuk mengalahkan Uruguay 2-1 di kandang dan Paraguay 4-1 saat tandang. Namun, kalah dua kali dan seri empat kali membuat Peru harus melalui babak play-off.

Prestasi ini maju ke putaran final Piala Dunia tentu disambut gembira rakyat Peru. Maklum, selama 32 tahun atau delapan kali Piala Dunia yakni dari 1986 hingga 2014, mereka absen. Piala Dunia 1982 Spanyol adalah penampilan terakhir timnas Peru dan baru tahun ini Los Incas kembali bisa ikut berlaga.

Setelah sukses menyingkirkan Selandia Baru di babak play-off, Peru semakin bertaji. Buktinya dalam dua pertandingan persahabatan mereka mampu mengalahkan lawan-lawannya yang juga tim peserta Piala Dunia di Rusia. 

Kroasia dikalahkan dengan skor 2-0 dan Islandia dengan skor 3-1. Saat mengalahkan Kroasia, Los Incas bermain dengan 10 pemain pada Maret 2018 lalu. Dua kemenangan ini menjadikan rekor pertandingan timnas Peru sebanyak 15 kali menjelang Piala Dunia menjadi delapan kemenangan, lima imbang, serta dua kali kalah. Los Incas boleh berbesar hati sebab tim yang mengalahkan mereka adalah Brasil dan Cile di babak kualifikasi.

Pada perhelatan Piala Dunia di Rusia bersama Denmark, Australia dan Prancis, di grup C Peru bisa mencuri angka dari Australia dan Denmark. Namun, Peru diperkirakan sulit mengalahkan Prancis. Bila benar mampu mengatasi Denmark, maka Peru bisa lolos ke babak kedua bersama Prancis.

Pemain Bintang
Pemain yang menjadi perbincangan terkait tim Los Incas adalah penyerang tengah yang sudah gaek, yakni Paolo Guerrero (34). Bukan soal gol indah atau penampilannya yang fenomenal melainkan karena ia nyaris tak bisa ikut ke Rusia karena doping.
Paolo Guerrero.
Pemain yang pernah membela Bayern Muenchen dan Hamburger SV di Jerman serta Corinthians dan Flamengo di Brasil ini terbukti positif menggunakan benzoylecgonine, zat metabolisme dari kokain. FIFA menjatuhkan larangan tampil selama setahun sebagai ihwal Guerrero terancam absen di Rusia. 

Guerrero mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) di Swiss. Beruntung pada 20 Desember 2017, FIFA mengurangi larangan tampil dari setahun menjadi enam bulan, sehingga ia bisa memperkuat timnas Peru di Rusia.

Pada 3 Mei 2018 , pemain bernama lengkap Jose Paolo Guerrero Gonzales ini bebas dari hukuman. Meski kabar itu menggembirakan pendukung Los Incas, banyak kalangan meragukan kemampuan Guerrero, mengingat ia sudah cukup lama absen membela timnas.

Bagaimanapun sepak terjang pemain bertinggi badan 185 cm ini menjadi menjadi alasan mengapa Peruvian Football Federation (PFF) masih tertarik mengandalkannya. Selain soal pengalaman, Guerrero adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah timnas Peru dengan torehan 32 gol dalam 86 penampilannya bersama Los Incas.

Gol pertamanya bersama timnas Peru dicetak saat mengandaskan Cile 2-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2006 zona Amerika Selatan. Ia juga menyumbangkan gol pada laga pembuka Copa America 2007 di Venezuela, saat Los Incas mengalahkan Uruguay 3-0, sekaligus lolos ke perempat final.

Guerrero juga adalah pencetak gol terbanyak pada Copa America 2011, dengan 5 gol, di antaranya 3 gol ke gawang Venezuela. Hattrick juga ia ciptakan pada pergelaran Copa America 2015 di Cile ketika Peru mengalahkan Bolivia 3-1 di perempat final. Produktivitas gol sang striker inilah yang diharapkan terus berlanjut di Rusia.

Pelatih
Ricardo Alberto Gareca Nardi (60) menangani Peru sejak 2015 silam. Pelatih kelahiran Argentina ini adalah sosok yang paling optimistis bahwa timnya bakal sukses, setidaknya di babak pertama penyisihan grup. Penyebabnya tak lain adalah timnas Australia yang ada di grup C. Permainan timnas Benua Kanguru itu dinilainya hampir sama dengan timnas Selandia Baru yang nota bene disingkirkan Peru di babak play-off.
Ricardo Alberto Gareca Nardi.
Gareca adalah pemain legendaris Boca Juniors. Berposisi sebagai penyerang, ia juga pernah lima tahun aktif membela timnas Argentina. Ia memulai karier kepelatihannya dengan menangani klub Argentina, Talleres pada 1996. Klub yang pernah ditanganinya, antara lain Independiente, Velez Sarsfield, dan Palmeiras.

Sedangkan timnas yang ditanganinya sebelum ditunjuk menjadi pelatih Peru pada 2015 adalah timnas U-20 Argentina.

Formasi yang biasa digunakan Gareca adalah 4-2-3-1, yakni empat pemain bertahan, di depannya ada dua gelandang bertahan lalu striker tunggal yang didukung oleh tiga gelandang serang.

Timnas Denmark


Denmark memiliki peluang untuk lolos ke babak 16 besar dari grup C.
 Asosiasi: Dansk Boldspil-Union (DBU)
Julukan: The Red-White, Danish Dynamite (Tim Dinamit)
Peringkat FIFA : 12 (7 Juni 2018)
Most Caps: Peter Schmeichel (129)
Top Scorer: Poul Nielsen & Jon Dahl Tomasson (52)
Pelatih: Age Hareide (Norwegia)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Perempat Final 1998)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Perempat Final 1998)
Tim asuhan Age Hareide ini kembali menjejakkan untuk kelima kalinya di Piala Dunia setelah menjalani babak kualifikasi yang cukup berat. Sebagai catatan, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Denmark gagal pada babak kualifikasi. 

Sedangkan kali ini Denmark memastikan lolos ke Rusia setelah menang agregat 5-1 saat babak play-off melawan Republik Irlandia. Denmark finis pada posisi kedua klasemen akhir babak kualifikasi.

Bersama Australia, Peru, dan Prancis di grup C Piala Dunia 2018, Denmark memiliki peluang sama kuat dengan tim lainnya untuk lolos dari fase pertama. 

Daya ledak tim berjuluk dinamit ini memang tidak sedahsyat era Peter Schmeichel yang pada 1992 memenangi Piala Eropa dan sampai ke perempat final pada Piala Dunia 1998. Saat itu Denmark mengalahkan Prancis dengan skor 2-1 untuk maju ke semifinal. Di final Denmark mengalahkan Jerman 2-0.

Meski demikian, Denmark memiliki beberapa pemain yang telah memiliki jam terbang serta pengalaman mumpuni, seperti Christian Eriksen (Tottenham Hotspurs), Andreas Christensen (Chelsea), Simon Kjaer (Sevilla) dan kiper Kasper Schmeichel (Leicester).

Dengan formasi nama-nama tersebut Denmark hanya mampu melesakkan sembilan gol sejak kualifikasi hingga play-off. Sektor pertahanan menjadi sorotan saat mereka tampil pada babak kualifikasi. Bahkan, beberapa pemain andalannya terancam absen karena masih dalam tahap proses penyembuhan cedera.

Pada Piala Dunia 2018, mantan bek timnas Norwegia, Age Hareide, bertugas sebagai pelatih timnas Denmark. Pengalamannya selama 32 tahun sebagai manajer diharapkan mampu membawa Denmark mencapai prestasi yang lebih baik. Dia pun memuji kekuatan pemain yang dimilikinya, termasuk penampilan Christian Eriksen yang menjadi salah satu pemain paling bersinar di timnas Denmark.

Pemain Bintang
Christian Eriksen dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia yang kini bermain di klub Inggris Tottenham Hotspur. Sang pelatih Age Hareide menyanjung Eriksen sebagai pemain yang memiliki kemampuan penguasaan bola sangat baik. Dia menjadi pemain yang sulit dihentikan di babak kualifikasi. Bahkan, Age Hareide menyebut Eriksen mampu menyaingi permainan Lionel Messi dan Christiano Ronaldo.
Christian Eriksen.
Apa yang diungkapkan Age Hareide tidak berlebihan. Buktinya Barcelona mengaku sangat tertarik untuk merekrut Eriksen untuk menggantikan peran sang kapten Andres Iniesta yang baru saja mengumumkan pensiun.

Kemampuan Eriksen juga terlihat dari torehan di klub Tottenham. Pemain berusia 26 tahun ini berhasil melesakkan 12 gol dan sembilan umpan akurat dalam 40 kali penampilannya bersama di semmua kompetisi musim ini.

Sedangkan di timnas Denmark, Eriksen telah berlaga sebanyak 75 kali sejak pertama kali bergabung di ajang Piala Dunia di Afrika Selatan pada 2010. Kini, Eriksen tercatat telah melesakkan 21 gol untuk Tim Dinamit sepanjang kariernya. Eriksen mampu mencetak 10 gol untuk Denmark dari 12 laga di babak kualifikasi, termasuk trigol saat play-off melawan Irlandia di mana Denmark akhirnya menang dengan agregat 5-1 dan menempati peringkat kedua Piala Dunia 2018 zona Eropa.

Pelatih
Denmark identik dengan Morten Olsen yang menjadi pelatih pada 2000 hingga 2015. Olsen mengantar Denmark ke Piala Dunia 2002, Piala Eropa 2004, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Olsen mengundurkan diri dari kursi pelatih Denmark setelah kekalahan dari Swedia pada play-off Piala Eropa 2016 lalu. Awalnya Denmark menawarkan kursi pelatih kepada mantan pemain legendaris Denmark, Michael Laudrup. Namun, Laudrup menolak.

Federasi Sepakbola Denmark (DBU) akhirnya mengontrak Age Hareide (63 tahun), Desember 2015. Uniknya ketika itu Hareide baru saja menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Malmo seusai timnya digilas 0-8 oleh Real Madrid di laga terakhir grup A Liga Champions.
Age Hareide.
Karier kepelatihan Hareide dimulai saat dia menangani klub asal Norwegia, Molde FK pada 1985. Selanjutnya ia menangani Rosenborg, Viking, dan Malmo FF. Karier kepelatihannya tidak begitu istimewa. Hal ini merupakan kelemahan tim Denmark.

Meski ada sejumlah nama pemain yang cukup terampil di posisi masing-masing ketika bermain di klub, racikan dari sang pelatih ketika bermain di timnas sangatlah penting. Kemampuan Age Hareide meramu kemampuan setiap pelatih menjadi sebuah kekuatan ledakan dinamit, sesuai julukan tim ini, belum setara pendahulunya, Morten Olsen.(JP)



Profile Timnas Iran-Maroko-Portugal-Spanyol di Piala Dunia 2018 Rusia (Group B)

Profile Timnas Iran-Maroko-Portugal-Spanyol di Piala Dunia 2018 Rusia (Group B)
Timnas Iran
Dari delapan laga yang dimainkan di fase ketiga, Iran sama sekali tak pernah menelan kekalahan.

Asosiasi: Fedrasione Futballe Iran
Julukan: Team Melli
Peringkat FIFA: 37 (7 Juni 2018)
Most Caps: Javad Nekounam (151)
Top Scorer: Ali Daei (109)
Pelatih: Carlos Queiroz (Portugal)
Tampil: 5 Kali 
Tampil: 5 Kali 
Perjalanan Iran menuju Rusia sangat mulus. Iran merupakan tim kedua setelah Brasil yang lolos melalui jalur kualifikasi. Tim asuhan Carlos Queiroz ini diketahui lebih awal maju ke babak final karena sudah mengukuhkan kepastian tersebut meski masih ada dua laga tersisa. Keperkasaan Iran ini membuktikan mereka adalah wakil Asia yang patut diperhitungkan.

Kesuksesan Team Melli tersebut semakin menegaskan status mereka sebagai tim nomor satu Asia saat ini, dengan menduduki posisi ke-30 ranking FIFA pada awal Juni yang merupakan peringkat tertinggi di antara negara-negara Asia lainnya.

Langkah Iran di kualifikasi memang sama sekali tak terbendung. Dari delapan laga yang dimainkan di fase ketiga, pasukan Carlos Queiroz sama sekali tak pernah menelan kekalahan. Enam laga berakhir dengan kemenangan serta dua lainnya imbang. Jika ditarik lebih panjang ke belakang, catatan tak terkalahkan dimulai dari fase kedua dengan mencatatkan statistik yang identik.

Dari dua fase tersebut, Iran sanggup membukukan 11 kali clean sheet. Terakhir kali gawang mereka kebobolan adalah saat bertemu Turkmenistan yang dikandaskan di fase kedua dengan skor 3-1 pada November 2015.

Lolos ke Rusia tahun depan juga menjadi yang pertama kalinya bagi Sardar Azmoun dan kawan-kawan untuk tampil di dua edisi Piala Dunia secara beruntun setelah ambil bagian di 2014. Iran memang pernah empat kali berpartisipasi di Piala Dunia, tetapi dari jumlah tersebut tak satu pun yang pernah mereka capai secara berurutan.

Menurut sang pelatih, Queiroz, keunggulan Iran terletak pada persatuan, bukan saja tim, tetapi federasi sepakbola yang tidak pernah meninggalkan mereka sendirian.

"Kami semua bersatu, mulai dari presiden federasi hingga para pemain di lapangan maupun cadangan. Itu adalah kunci sukses dan kami tidak pernah risau dengan hal-hal kecil," katanya.

Di grup B Iran benar-benar akan menjadi kerikil tajam tim Portugal dan Spanyol yang lebih diunggulkan. Bila berhasil mengalahkan salah satunya, langkah Iran bakal lebih mudah karena Maroko relatif ada di bawah Iran.

Pemain Bintang
Di negaranya, pemain berusia 23 tahun ini kerap dibandingkan dengan bintang Argentina, Lionel Messi. Hal itu karena kemampuannya membawa dan mengontrol bola, serta kejelian melihat peluang, sekaligus kemampuan luar biasa untuk mencetak gol. Sejak memperkuat Iran dalam 22 pertandingan sejak Mei 2014, Sardar Azmoun telah mencetak 16 gol, termasuk hattrick saat melawan Makedonia.
Sardar Azmoun.
Tak heran bila pemain Rubin Kazan ini menarik perhatian klub-klub besar Eropa, seperti Liverpool, Everton, Arsenal, Bayer Leverkusen, Borussia Dortmund, dan Marseille.

Pemuda yang dikenal rendah hati ini juga menyatakan beruntung mendapat kesempatan belajar dari Carlos Queiroz. Sardar memuji kemampuan teknis dan manajerial Queiroz dan mengaku bisa banyak belajar dari sang pelatih.

Pelatih
Carlos Queiroz memegang kendali atas tim nasional Iran sejak April 2011. Pelatih kelahiran Portugal 1 Maret 1953 ini berhasil membawa Iran ke putaran final Piala Dunia Brasil 2014 dan Rusia 2018. Sebelum ke Iran, dia berhasil membawa Portugal ke Piala Dunia 2010. Ia melatih Portugal sejak Juli 2008. Tidak hanya lolos ke putaran final di Afrika Selatan, Queiroz juga berhasil membawa Cristiano Ronaldo dkk ke babak 16 besar meski langsung tersingkir setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 1-0.

Carlos Queiroz.
Selepas Piala Dunia, tepatnya pada September 2010, Queiroz langsung dipecat oleh Portugal. Meski demikian, dia tetap tercatat dalam sejarah karena menjadi pelatih Portugal pertama yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia dua kali berturut-turut.
Queiroz juga berpengalaman menangani klub-klub besar Eropa, seperti Real Madrid dan menjadi asisten Alex Ferguson di Manchester United.

Di Madrid, Queiroz bahkan dinilai gagal total karena hanya bisa membawa Los Blancos--yang ketika itu diperkuat pemain-pemain besar dunia, seperti Zinedine Zidane, Luis Figo, Ronaldo, dan David Beckham--menjuarai Piala Super Spanyol. Dikontrak selama dua tahun sejak musim panas 2003, Queiroz langsung dipecat Los Galacticos setahun kemudian, tepatnya pada Mei 2004.

Soal Piala Dunia, Queiroz menyatakan bahwa tidak akan yang percaya Iran bisa menjuarai Piala Dunia. Target mereka adalah maju untuk menempatkan diri di kasta yang sama dengan Jepang dan Korea Selatan, merebut tempat untuk menjadikan Iran salah satu dari tiga tim terbaik di Asia.

Timnas Maroko

Maroko menempati puncak klasemen saat kualifikasi.
 Asosiasi: Federation Royale Marocaine de Football (FRMF)
Julukan: Atlas Lions
Peringkat FIFA: 41 (7 Juni 2018)
Most Caps: Abdelmajid Dolmy (140)
Top Scorer: Ahmed Faras (42)
Pelatih: Herve Renard (Prancis)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Babak 16 Besar 1986)
Tampil: 5 Kali (Prestasi Terbaik Babak 16 Besar 1986)
Grup B dihuni oleh dua tim yang pernah menjadi juara di Benua Eropa, bahkan juara dunia. Portugal dan Spanyol diprediksi bakal maju ke babak berikutnya. Sedangkan dua klub lainnya, Maroko dan Iran diperkirakan hanya akan berebut tempat ketiga dan posisi paling buncit.

Kehadiran timnas Maroko pada Piala Dunia 2018 memang tidak diunggulkan. Di atas kertas, tim berjuluk Atlas Lions ini hanya berharap pada permainan jelek dua tim papan atas tersebut sembari bermain sebaik mungkin. 

Namun, harapan selalu ada di dunia sepakbola. Seperti kata pepatah bahwa bola itu bulat di mana salah satu titik pada suatu saat di atas dan kemudian bisa di bawah, maka perjalanan tim Maroko di PD 2018 ini pun bukan tidak mungkin menuai kejutan. Maroko bisa saja menjadi kuda hitam.

Seperti pada babak kualifikasi grup C zona Afrika, Maroko tanpa diduga menempati puncak klasemen. Maroko meraih 12 poin dari enam pertandingan yang dijalaninya, unggul empat poin atas Pantai Gading yang berada di peringkat kedua.

Squad Maroko memang tidak terlalu istimewa. Meski ada sejumlah nama yang bermain di klub Eropa, peran mereka untuk klub belum begitu terlihat. Para pemain itu, antara lain Achraf Hakimi (Real Madrid), Hakim Ziyech (Ajax Amsterdam), dan Nordin Amrabat (Leganes). Hanya Medhi Benatia (Juventus) yang mungkin lebih dikenal di banding nama-nama sebelumnya.

Yang menarik adalah keberadaan pemain keturunan Maroko-Spanyol, Munir El Haddadi yang ingin memperkuat timnas. Federasi sepakbola Maroko mencoba meyakinkan FIFA agar mendapatkan izin El Haddadi mewakili Maroko di Piala Dunia. 

Pasalnya, pemain klub Alaves ini pada 2014 tercatat mewakili timnas remaja Spanyol pada debut internasional melawan Macedonia. Akhirnya, El Haddadi tak bisa membela Maroko. 

Pemain Bintang
Peran Medhi Benatia di lini belakang Maroko sangat vital. Tak heran, pelatih Herve Renard memberikan kepercayaan kepada bek Juventus itu untuk menjadi kapten timnas Maroko sejak babak kualifikasi. 

Kontribusi Benatia membuat gawang Maroko tidak pernah kemasukan gol sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2018. Jam terbang Benatia di level klub pun sangat tinggi. Dia pernah memperkuat klub-klub besar, seperti Marseille, Udinese, AS Roma, Bayern Muenchen, dan Juventus.
Medhi Benatia.
Pengalaman pemain berusia 31 tahun itu diharapkan membawa pengaruh positif bagi rekan-rekan setimnya saat mereka mengarungi babak penyisihan Grup B Piala Dunia 2018.

Nama Benatia memang tidak terlalu bersinar karena ia bukanlah pemain inti dari klub-klub besar itu. Namun demikian, sejumlah klub besar tersebut memilih Benatia dibanding pemain lain tentu karena kualitasnya. Salah satu contoh, pemain kelahiran Prancis, 17 April 1987 ini jarang dimainkan di Juventus karena masih kalah bersaing dengan Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, hingga Andrea Barzagli di lini pertahanan

Pelatih
Nama Herve Renard lebih terkenal di Afrika ketimbang Asia. Pasalnya, ia sudah malang melintang melatih timnas negara-negara di Afrika seperti Angola, Pantai Gading, Zambia dan Ghana. Apalagi, dialah pelatih pertama yang memenangi Piala Afrika dua kali berturut-turut dengan tim yang berbeda.
Herve Renard.
Renard yang sebelumnya adalah pengusaha pemungut sampah ini membawa Zambia mewujudkan mimpi merebut gelar Piala Afrika 2012. Tahun berikutnya Renard membawa Pantai Gading sebagai juara.

Prestasi yang menerbitkan decak kagum adalah ketika pada 2012 itu Zambia adalah tim yang tidak diperhitungkan bakal menjadi juara. Pada akhirnya Zambia mampu menaklukkan Pantai Gading di di partai final.

Saat ini, tim Maroko yang diasuhnya juga tidak diperhitungkan di Rusia. Akankah ia mampu membawa Maroko setidaknya lolos dari fase pertama? Renard telah mengintip kekuatan lawan-lawan yang akan dihadapi, seperti Spanyol, Portugal, dan Iran.

“Spanyol memiliki pemain yang berkualitas dan cukup sulit dikalahkan. Kami harus mampu bertahan. Ini merupakan salah satu tim paling favorit di Piala Dunia. Melawan Portugal, kami harus meminimalkan kesalahan khususnya di zona pertahanan dan mematikan pergerakan Cristiano Ronaldo,” katanya.

Timnas Portugal 


Portugal pernah menjadi juara Piala Eropa 2016.
 Asosiasi: Portuguese Football Federation (FPF)
Julukan: The Navigators, A Seleccao das Quinas
Peringkat FIFA: 4 (7 Juni 2018)
Most Caps: Cristiano Ronaldo (148)
Top Scorer:Cristiano Ronaldo (81)
Pelatih: Fernando Santos (Portugal)
Tampil: 7 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Ketiga 1966)
Tampil: 7 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Ketiga 1966)
Sisa generasi emas Portugal yang menjuarai Piala Eropa 2016 masih banyak. Mereka inilah yang kini merumput di liga-liga Eropa. Negara yang pernah tampil di Piala Dunia tujuh kali ini memiliki Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Andre Silva (AC Milan), atau Bernardo Silva (Manchester City).

Saat menjuarai Piala Eropa 2016, Portugal berstatus tim nonunggulan. Namun mereka mampu melangkah hingga final dan menjadi raja Eropa setelah secara dramatis menundukkan tuan rumah Prancis. Energi positif sebagai juara Eropa itulah yang akan jadi tenaga besar Portugal saat berlaga ada putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Cristiano Ronaldo merupakan kunci kekuatan Portugal di Piala Dunia 2018.

Portugal menunjukkan kelayakan mereka untuk diperhitungkan dengan grafik cukup impresif sepanjang fase kualifikasi. The Navigators lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 dengan status juara Grup B. 

Setelah dikalahkan oleh Swiss pada pertandingan pertama kualifikasi, Portugal tak terbendung meraih sembilan kemenangan beruntun guna meraih tiket lolos dengan status terbaik di grupnya. Namun, perlu dicatat bahwa lawan di grup B relatif ringan bagi tim Portugal, setidaknya di luar Swiss, yakni Hungaria, Latvia, Kepulauan Faroe, dan Andora. Hal ini terbukti dari selisih gol kualifikasi yang diperoleh Ronaldo dkk, yakni 28 gol.

Di Rusia, Portugal bergabung di grup B bersama juara dunia 2010 Spanyol, Maroko, dan Iran. Portugal jelas punya kans besar untuk manuju ke fase gugur, bahkan lebih dari itu. Kompetitor paling tangguh di grup itu adalah Spanyol. Jika tak ada kejutan dari Iran, maka Spanyol dan Portugal akan lolos ke fase gugur.

Tidak itu saja. Portugal pun disebut-sebut mampu berbicara lebih banyak di ajang ini. Pelatih Manchester United (MU), Jose Mourinho percaya bahwa negara asalnya tersebut bisa memenangi Piala Dunia jika Cristiano Ronaldo selalu ada dalam squad The Navigators.

Mourinho dengan tegas menyebut kunci kesuksesan Portugal ada pada Ronaldo. Keberadaan CR7 dinilai akan membuat juara Piala Eropa 2016 tersebut akan menjadi salah satu negara yang difavoritkan di Negeri Beruang Putih.

Selain soal keberadaan CR7, para pemain Portugal masih merasakan momentum dan keyakinan, bahwa mereka juga bisa melakukan hal yang sama di Rusia nanti, sekaligus mengulang sukses dua tahun lalu saat menjadi juara Piala Eropa.

Pemain Bintang
Bicara pemain bintang di tim Seleccao, siapa lagi kalau bukan Cristiano Ronaldo? Pemain berjuluk CR7 ini menjadi kunci kesuksesan Portugal hingga lolos ke Piala Dunia Brasil 2014. 

Sedangkan di perhelatan Piala Eropa 2016 sosok Ronaldo seolah bukan saja sebagai seorang kapten dan pemain, melainkan juga asisten pelatih. Pada final melawan tuan rumah Prancis, ia harus ditandu keluar lapangan karena cedera di babak pertama. Bukannya beristirahat di bangku cadangan, sesekali Ronaldo berdiri dipinggir lapangan memberikan semangat kepada rekan-rekannya.
Cristiano Ronaldo.
Cristiano Ronaldo adalah legenda. Ia salah satu pencetak gol terbanyak Portugal sepanjang masa. Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro mengawali karier sepakbolanya di Sporting Lisbon. Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson terpesona akan permainannya ketika MU takluk 1-2 dari Sporting. Bersama Manchester, karier Ronaldo semakin berkibar hingga berhasil meraih Piala Champions pada musim 2007/2008.

Pada Juli 2009, ia pindah ke Real Madrid hingga sekarang. Keberadaan CR7 di dalam tim ternyata memang bukan hanya sebagai kapten sekaligus penggedor pertahanan lawan, melainkan juga sebagai roh pembawa semangat. Tim lawan tentu sudah sangat paham kondisi ini. Karena itu, setiap tim lawan pasti akan menjaga ketat guna mematikan pergerakan sang pemain bintang.

Pelatih
Portugal menunjuk Fernando Santos sebagai pelatih tim nasional senior pada 2014 menggantikan tempat Paulo Bento yang dipecat karena hasil negatif timnas. Sebelumnya, Santos pernah melatih Estoril, Estrela Amadora, FC Porto, AEK Athens, Panathinaikos, Sporting CP, AEK Athens, Benfica, dan PAOK FC.
Fernando Santos.
Selain itu ia menangani timnas Yunani pada 2010–2014 dan membawanya ke Piala Dunia 2014 sampai babak 16 besar. Kala itu Yunani dihentikan Kosta Rika melalui adu penalti.

Prestasinya yang paling fenomenal adalah mengantarkan Ronaldo dkk menjuarai Piala Eropa.

Filosofi bermain yang mementingkan pertahanan dimiliki Santos. Santos cenderung pragmatis dalam pendekatannya pada sebuah pertandingan. Dengan cara itulah, Santos membawa Portugal menjuarai Euro 2016.

Selain soal taktik, Santos memiliki banyak pemain andal. Para pemain yang dibawa ke Rusia kali ini adalah perpaduan antara para pemain senior, termasuk Ronaldo, dengan para pemain muda. 

Kemampuan Santos dipertaruhkan untuk memadukan dua generasi ini. Kekuatan Portugal yang terletak terletak pada para pemain senior harus diracik sedemikian rupa sehingga mampu bersinergi dengan para pemain muda berkualitas, seperti penyerang Andre Silva dan Bernardo Silva.

Timnas Spanyol

Spanyol pernah menjadi juara Piala Dunia 2010.
Asosiasi: Real Federacion Espanola de Futbol (RFEF)
Julukan: La Furia Roja
Peringkat FIFA: 10 (7 Juni 2018)
Most Caps: Iker Casillas (167)
Top Scorer: David Villa (59)
Pelatih: Julen Lopetegui (Spanyol)
Tampil:15 Kali (Prestasi Terbaik Juara 2010)
Tampil:15 Kali (Prestasi Terbaik Juara 2010)
Selama babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa grup G, La Furia Roja tampil sangat mengesankan. Mereka tidak terkalahkan dengan meraih sembilan kemenangan dan sekali imbang. Spanyol meraup nilai 28 atau lima poin di atas peringkat kedua, Italia.

Prestasi mengesankan? Tidak juga karena lawan mereka di grup tersebut adalah Albania, Israel, Macedonia, dan Liechtenstein. Relatif hanya Italia yang menjadi lawan sepadan Spanyol. Karena itu, ukuran sukses di babak kualifikasi belum membuat Spanyol puas. 

Apalagi dalam pertandingan uji coba, pasukan La Furia Roja ditahan Rusia 3-3. Pada pertandingan uji coba lainnya melawan Jerman berakhir 1-1, tetapi saat melawan Argentina, Sergio Ramos dkk kesetanan sehingga menggilas tim Tango dengan skor 6-1 pada 28 Maret lalu. Isco, gelandang serang Real Madrid, membuat hattrick di laga ini.

Masa keemasan Spanyol ada pada rentang waktu 2008-2012. Ketika itu Spanyol di bawah asuhan Vicente del Bosque seolah merupakan tim yang tak terkalahkan. Mereka merebut trofi Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010. Namun masih di bawah kendali del Bosque, pamor Spanyol meredup saat Piala Dunia 2014 di Brasil. La Furia Roja yang merupakan juara bertahan langsung tersingkir pada penyisihan grup karena kalah 1-5 dari Belanda dan 0-2 dari Cile.

Pada Piala Eropa 2016 di Prancis, nasib Spanyol sedikit lebih baik. La Furia Roja berhasil lolos ke babak 16 besar, meski hanya menempati urutan kedua grup D di bawah Kroasia. Langkah Spanyol akhirnya terhenti setelah kalah 0-2 dari Italia. Atas kekalahan ini Vicente del Bosque akhirnya mengundurkan diri dari posisi pelatih timnas Spanyol.

Memasuki putaran final Piala Dunia 2018, timnas Spanyol memasuki era baru di bawah pelatih Julen Lopetegui. Masih seperti ketika di tangan del Bosque, ketajaman lini depan Spanyol masih menjadi sorotan. Sedangkan untuk lini tengah dan belakang, Lopetegui memiliki cukup pasukan.

Lini belakang Spanyol dinilai sebagai salah satu yang terbaik dunia. Di bawah mistar gawang berdiri kiper Manchester United, David de Gea. Di barisan bek ada Dani Carvajal (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona), Sergio Ramos (Real Madrid), dan Jordi Alba (Barcelona). Lini pertahanan ini sudah teruji di babak kualifikasi, di mana La Furia Roja hanya kebobolan tiga gol dari sembilan pertandingan.

Sedangkan di lini tengah terdapat pemain veteran Andres Iniesta (Barcelona), yang akan berdampingan dengan Isco, Thiago Alcantara (Bayern Muenchen), Marco Asensio (Real Madrid), Sergio Busquets (Barcelona), atau David Silva (Manchester City). Kemampuan nama-nama tenar tersebut tak perlu diragukan lagi ketika mereka bermain di klub masing-masing.

Pekerjaan Lopetegui adalah memoles kepaduan satu pemain dengan lainnya serta memasang strategi tepat untuk setiap lawan. Tampaknya para gelandang ini bukan hanya sebagai pengatur serangan atau penyuplai bola ke penyerang melainkan juga sebagai penyerang bayangan.

Mengapa bayangan? Laiknya sepakbola modern, semua pemain harus bisa mencetak gol. Para gelandang juga merupakan lapisan kedua yang bisa menghasilkan gol. Namun, untuk tim Spanyol, penyerang bayangan yang dimaksud bukan hanya semata karena tuntutan sepakbola modern, melainkan karena para striker selama ini dianggap tumpul. Para gelandang yang bakal dibawa ke Rusia sudah menyumbangkan total 62 gol, sedangkan para penyerang hanya 13 gol.

Jumlah gol para gelandang sangat fantastis mengingat di sana terdapat gelandang senior, seperti David Silva dan Andres Iniesta, yang memiliki pengalaman membela timnas (caps). Sementara caps para penyerang masih minim, sehingga jumlah gol yang dihasilkan pun relatif belum kelihatan.

Lini depan menjadi perbincangan manakala salah satu penyerang terbaik Spanyol yang kini merumput di Chelsea, Alvaro Morata, tidak dibawa ke Rusia oleh Lopetegui. Sebagian pengamat menyebut keputusan pelatih itu tepat karena penampilan Morrata bersama Chelsea masih di bawah performa Diego Costa, Rodrigo, dan Iago Aspas.

Pemain Bintang
Francisco Roman Alarcon Suarez alias Isco adalah gelandang serang andalan Real Madrid dalam menggapai Piala Champions musim ini. Madrid membeli Isco dari Malaga pada 2013. Ketika itu Isco menjadi pencetak gol terbanyak ketiga di Piala Eropa U-21 sekaligus mendapatkan gelar "Golden Boy" pada 2012.

Isco.
Namun, setahun kemudian Madrid membeli striker Monaco, James Rodriguez. James menjadi target transfer gara-gara penampilan gemilangnya di Piala Dunia 2014. James berhasil mengantarkan timnas Kolombia sampai babak semifinal.

Di bawah pelatih Zidane, Isco dan James harus berebut tempat. Pada akhirnya Isco lebih banyak dipasang sebagai gelandang serang. Isco pula yang akhirnya dipertahankan Madrid, sedangkan James akhirnya hengkang ke Bayern Muenchen.

Pilihan Zidane yang jatuh pada Isco membuktikan bahwa keterampilan pemain kelahiran Benalmádena 21 April 1992 ini memang tidak diragukan lagi. Bila ada pemain dalam squad timnas Spanyol yang bisa menyainginya, hanya David Silva.

Catatan Silva--yang memang lebih senior--masih di atas Isco. Silva kini sudah berusia 32 tahun dan kemungkinan perhelatan di Rusia adalah Piala Dunia terakhir baginya. Selama kariernya di timnas Spanyol, Silva telah menorehkan 35 gol, terbanyak dari seluruh pemain saat ini. Bandingkan dengan Isco yang sembilan tahun lebih muda dan baru melesakkan 10 gol untuk timnas. Sedangkan gelandang vetaran lainnya adalah Andres Iniesta yang tahun ini mengunjak usia 34 tahun. Gelandang gaek Barcelona ini sudah mengemas 13 gol untuk timnas.

Pelatih
Pelatih bernama lengkap Julen Lopetegui Argote (51) memiliki rekor fantastis, yakni tak terkalahkan selama menukangi timnas Spanyol sejak 21 Juli 2016. Pada 18 pertandingan yang dilakoni, timnas Spanyol di bawah asuhan Lopetegui menuai 13 kemenangan dan lima kali seri.
Julen Lopetegui.
Sebelum melatih timnas senior, pria kelahiran 28 Agustus 1966 ini mengabdi sebagai pelatih tim muda Spanyol. Ia memimpin tim nasional U-19 dan tim nasional U-21 meraih gelar juara Eropa. Catatannya sebagai pelatih klub kurang menggembirakan. Ia hanya 125 hari sebagai manajer Rayo Vallecano, gagal membawa Madrid B promosi, dan gagal mengembalikan takhta juara Liga Primeira kepada Porto.

Di luar taktik yang akan diterapkan nanti, Lopetegui dinilai memiliki kelebihan yakni sangat mengenal tipe permainan anak buahnya. Mereka yang saat ini menjadi pilar timnas adalah anak didiknya ketika masih di tim junior. Mereka itu, antara lain David de Gea, Thiago Alcantara, Koke, Isco, dan Dani Carvajal.

Mantan penjaga gawang ini bermain sebanyak 149 laga di La Liga lebih dari 11 musim di klub Real Madrid, Logrones, Barcelona, dan Rayo Vallecano. Ia juga memainkan 168 laga di Segunda División bersama tiga klub, dan membela Spanyol di Piala Dunia 1994.

Sayangnya, sehari menjelang pembukaan Piala Dunia, Lopetegui dipecat, menyusul namanya diumumkan sebagai pelatih Real Madrid. Fernando Hierro ditunjuk sebagai pelatih menggantikan posisi Lopetegui.

Fernando Hierro.
Hierro (50), tidak memiliki begitu banyak pengalaman dalam bidang kepelatihan. Satu-satunya tim yang pernah ditanganinya adalah klub divisi dua Spanyol, Oviedo, selama satu musim. Di masa jayanya, Hierro adalah salah satu bintang Real Madrid.(JP)



Sumber: Suara Pembaruan


Berita Lainnya

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada

Jambi: Niat Bangun Stadion Internasional Belum Ada
Klik Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar

Dahlan Iskan: 75 Persen Pemilik Media Siber Mantan Wartawan Surat Kabar
Sebanyak 75 persen pendiri dan pemilik media siber di Indonesia merupakan bekas wartawan surat kabar. Saat ini tercatat sebanyak 43.300 media siber di seluruh Indonesia. Klik Gambar Untuk Selengkapnya

Olahraga di Jambi Makin Merosot?

Olahraga di Jambi Makin Merosot?
Catatan Ringan: KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Ragam Berita

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima

Terimakasih Astra, Dengan Go-Car, Kami Tak Lagi Bonceng Lima
KLIK Gambar Untuk Beritanya

Mengucapkan

Mengucapkan
Bahan Iklan Krim Ke Email: redaksijambipos@gmail.com (Harga Nego Selera Konsumen)

Kode Etik Jurnalistik

Kode Etik Jurnalistik
Pahami dan Taati. KLIK Gambar Selengkapnya

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT

Jurus Sakti KPK Itu Bernama OTT
KLIK GAMBAR UNTUK NEWS SELENGKAPNYA

RAGAM BERITA LAINNYA

Pemkab Muarojambi Mengucapkan

Pemkab Muarojambi Mengucapkan
"Jangan terputus silahturahmi karena sepatah kata yang terucap tanpa sengaja atau perbuatan yang tidak terencana. Mohon maaf atas segala kesalahan, minal aidzin walfa idzin, selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri". 1 Syawal 1439 H. #PemkabMuaroJambi #BupatiMuaroJambi #WakilBupatiMuaroJambi Masnah Busro & Bambang Bayu Suseno

.

.
.

Portal Berita Polda Jambi (TribrataNews)

Portal Berita Polda Jambi (TribrataNews)
Klik Benner Untuk Mengunjunginya

Pilkada Serantak Rabu 27 Juni 2018

Pilkada Serantak Rabu 27 Juni 2018
Coblos Pilihan Anda

Ayo Ke TPS Rabu 27 Juni 2018

Ayo Ke TPS Rabu 27 Juni 2018
Pilih Sesuai hati Nurani Anda