Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Dengan Slogan 4G, H Ivan Wirata Optimis Menuju DPRD Provinsi Jambi


H Ivan Wirata ST MM MT.IST
Oleh: Asenk Lee Saragih

Jambipos Online, Jambi-Instrumen pembangunan daerah awalnya digodok di lembaga legislative atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Maju mundurnya pembangunan daerah tergantung dari peran aktif wakil rakyat di gedung dewan. Sebab setiap program pembangunan harus melalui pembahasan di dewan legislative untuk dijalankan pihak eksekutif. Peran aktif anggota dewan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat sudah menjadi kewajiban sebagai wakil rakyat yang memilihnya. 

Citra negative anggota dewan juga harus dirubah ke arah yang positif dengan perbuatan dan perilaku yang baik, berintegritas dan takut akan perbuatan tercela. Jelang Pemilu Legislatif April 2019 mendatang, sudah sepatutnya masyarakat Provinsi Jambi menentukan wakilnya yang penuh bobot, bebet dan kredibilitasnya dipublik. 

Dengan slogan 4G (Golkar Bersih, Golkar Maju, Golkar Bangkit, Golkar Menang) ditambah Motto “Ketika Orang Baik Tidak Berpolitik Maka Orang Jahatlah yang akan Berkuasa”  sosok H Ivan Wirata ST MM MT ingin membawa perobahan baik dan citra positif itu di Gedung DPRD Provinsi Jambi. 

Niatan H Ivan Wirata untuk menuju Gedung DPRD Provinsi Jambi sudah mulai terungkap saat Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Pusat H Ade Komaruddin pada Musyawarah Daerah V (Musda) Depidar Soksi V Provinsi Jambi di Novita Hotel Jambi, Selasa (5/12/2017) lalu.

H Ivan Wirata yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Organisasi Sentra Organisasi Karyawan Swadiri (SOKSI) Provinsi Jambi disarankan untuk maju sebagai Caleg DPRD  Provinsi Jambi.

Mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi inipun sejalan dengan harapan H Ade Komaruddin. Bahkan H Ivan Wirata akan mencalonkan sebagai calon legislative Pemilu 2019 mendatang dari daerah pemilihan Kabupaten Muarojambi dan Batanghari lewat Partai Golkar.

“Niat ini sudah saya pertimbangan matang. Niat saya untuk maju sebagai caleg DPR RI saya urungkan dulu. Saya fokus untuk caleg DPRD Provinsi Jambi. Hal ini saya niatkan karena lebih mudah untuk menyuarakan aspirasi masyarakat untuk pembangunan di Provinsi Jambi,” kata kepada Jambipos Online saat bertandang ke kediamannya di Kotabaru Kota Jambi belum lama ini.

Mantan Calon Bupati Muarojambi ini mengatakan, niatnya untuk duduk di DPRD Provinsi Jambi untuk merubah image masyarakat bahwa anggota dewan itu bukan seperti yang mereka bayangkan paska OTT  KPK suap “ketok palu” APBD Provinsi Jambi 2018. 

“Jika legislative dan eksekutif satu visi dalam penyusunan anggaran, tentu persetujuan anggaran tidak sampai berlarut-larut. Jika dewan juga tidak punya intervensi, proses pengesahan anggaran juga pasti lebih mudah dan tepat waktu. Ini yang harus perlu dirubah di dewan. Sehingga legislative itu merupakan mitra pengawasan proses berjalannya anggaran,” katanya.

Menurut Ivan Wirata, dewan dan organisasi perangkat daerah (OPD) jangan trauma dengan kejadian OTT KPK itu. Namun peristiwa itu menjadi evaluasi semua pihak kedepan sehingga tidak seperti kata bijak “tidak jatuh dua kali pada lobang yang sama”.

Lewat DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata berniat dan mengabdi untuk ikut membangun Provinsi Jambi, terlebih dalam mendukung program-program Pemprov Jambi, khususnya bidang infrastruktur.

Bicarakan Infrastruktur

Sebagai mantan pejabat di PUPR Provinsi Jambi, tentunya  H Ivan Wirata paham dan mengerti akan persoalan infrastruktur di Provinsi Jambi. Persoalan infrastruktur menjadi program utama Pemerintah Provinsi Jambi dalam meretas urat nadi perekonomian.
H Ivan Wirata
Persoalan infrastruktur sangat konsen bagi seorang H Ivan Wirata. Pasalnya persoalan infrastruktur tak hanya ditanggulangi pemerintah lewat eksekutif semata, bahkan dewan selaku pengesahan anggaran juga memiliki tanggungjawab yang besar dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi.

Kini Ivan Wirata juga tak segan-segan melakukan dialog dengan Bupati Muarojambi Hj Masnah yang menjadi rivalnya saal Pilkada Muarojambi beberapa tahun lalu. Bagi Ivan Wirata, politik tak ada musuh yang abadi, namun mensejahterakan masyarakat adalah yang utama.

Meski kalah dalam Pilkada Muarojambi, tetapi kecintaan dirinya untuk membangun Muarojambi tetap komitmen bagi seorang H Ivan Wirata. Dirinya tetap rendah hati dalam berpolitik. Bahkan H Ivan Wirata yang sudah membulatkan tekad untuk maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jambi Dapil Muarojambi dan Kabupaten Batanghari 2019 mendatang, harus merangkul semua pihak dalam hal membicarakan pembangunan.

Saat bertemu dengan Masnah Busro, H Ivan Wirata telah memberikan masukan menyangkut pembangunan infrastruktur, karena itu bidang kariernya yang sempat menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) Jambi sebelum terjun ke dunia politik.

Kata Ivan Wirata, menyangkut pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muarojambi sangatlah dibutuhkan, dan itu diakui Masnah Busro. Selain itu dalam pertemuan yang penuh suasana keakraban dirinya juga memberikan terobosan termasuk upaya yang mesti dilakukan untuk meningkatkan perolehan anggaran dari pemerintah pusat.

“Karena selama ini saya selalu berhubungan dengan pihak Kementerian PU-PERA semenjak menjabat Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, sehingga walaupun tidak banyak mengetahui itu paling tidak bisa dijadikan bahan masukan untuk membangun infrastruktur di Jambi,” kata Ivan Wirata.

Kondisi Jalan Muarojambi

Seperti dikatakan Ivan Wirata, sepanjang  619,74 Kilo Meter (Km) atau 66 persen dari total 941,77 Km jalan di Kabupaten Muarojambi Tahun 2017 kondisinya rusak berat. Kerusakan terparah berada di Sungaibahar Selatan dengan kerusakan jalan mencapai 59, 63 Km atau 92 persen. Kemudian disusul Mestong dengan kerusakan jalan sepanjang 112, 28 Km atau 73 persen dan Sekernan sepanjang 85,25 Km atau 70 persen.
Parpol Golkar No 4 Pemilu 2019.
Dari total 941,77 Km panjang jalan di Kabupaten Muarojambi terdiri dari Sekernan 121, 47 Km, Marosebo 57,32 Km, Jaluko 93,69 Km, Tanjung Rajo 50,71 Km, Kumpeh Ulu 54,25 Km, Kumpeh 24,86 Km, Mestong 153, 78 Km, Sungaibahar Utara 64,52 Km, Sungaibahar 81,24 Km, Sungaibahar Selatan 64,69 Km, Sungai Gelam 175, 24 Km.

Masing-masing panjang jalan tersebut sebagian besar rusak parah. Misalnya kerusakan jalan di Sekernan mencapai 85,25 Km, Marosebo 27, 70 Km, Jaluko 52,24 Km, Tanjung Rajo 30,68 Km, Kumpeh Ulu 36,03 Km, Kumpeh 13,11 Km, Mestong 112, 28 Km, Sungaibahar Utara 44,73 Km, Sungaibahar  52,09 Km, Sungaibahar Selatan 59,63 Km, Sungai Gelam 106, 0 Km.

Menurut H Ivan Wirata ST MM MT, kondisi kerusakan jalan itu tidak dapat ditanggulangi Pemerintah Kabupaten Muarojambi dan juga PU Provinsi Jambi.

“Dibutuhkan singkronisasi program antara PU Muarojambi dengan PUPR Provinsi Jambi mengatasi kerusakan jalan di Muarojambi,” kata Ivan Wirata yang kini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Jambi tersebut.

Menurut pengalaman Ivan Wirata saat dirinya blusukan dalam rangka sosialisasi Pilkada Muarojambi  sejak Agustus 2014 hingga Desember 2016 lalu, sudah melihat langsung kondisi kerusakan jalan-jalan di Kabupaten Muarojambi. Bahkan dalam 10 tahun Burhanuddin Mahir  menjabat Bupati Muarojambi tak ada peningkatan signifikan pembangunan infrastruktur di Muarojambi.

“Kapan Muarojambi jalannya bisa kondisi mantap minimal 75 persen yang panjang jalan kabupaten mencapai 1099 Km? Tentunya dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk pembangunan jalan tersebut. Selain dana APBD Muarojambi, dana APBD Provinsi Jambi dan dana APBN juga bisa dilobi. Kemudian dana dari perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Muarojambi bisa juga diminta untuk membangunan infrastruktur di Muarojambi,” katanya.

Menurut Ivan Wirata, perbaikan kondisi jalan di wilayah Kabupaten Muarojambi penting mengingat akses ekonomi masyarakat tergantung dari kondisi jalan. Muarojambi sebagai daerah penyokong Kota Jambi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas, khususnya Muarojambi dan Kota Jambi.

Kata Ivan Wirata, kepedulian Pemkab Muarojambi dan PU Provinsi Jambi untuk perbaikan jalan-jalan di Kabupaten Muarojambi harus maksimal. Kini masyarakat Kabupaten Muarojambi merindukan pembangunan jalan-jalan rusak di wilayah Kabupaten Muarojambi, khususnya jalan ke sentra pertanian dan perkebunan. 

Fly Over Tugu Juang

H Ivan Wirata ST MM MT ini tak hanya membahas soal infrastruktur di Muarojambi dan Batanghari, namun pembangunan percepatan pembangunan fly over (jembatan layang) di Simpang Mayang-Tugu Juang Kota Jambi juga tak luput dari perhatiannya.

Ivan Wirata menyarankan, Pemerintah Provinsi Jambi harus sinergi dengan Pemerintah Kota untuk  meningkatkan kelancaran serta untuk mengatasi pertumbuhan lalu lintas yang tinggi. Sehingga diperlukan solusi untuk memperlancar persimpangan. 
Bersama Walikota Jambi H Syarif Fasha Saat Meninjau Lokasi Fly Over Simpang Tugu Juang-Simpang Mayang.DOK
“Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan membangun fly over (jembatan layang) sehingga dapat meningkatkan kapasitas persimpang dengan mengantisipasi percepatan pembangunan fly over di Simpang Mayang-Tugu Juang Kota Jambi. Sudah seharusnya PUPR Provinsi Jambi memulai pembangunannya mengingat telah dianggarakna Rp 50 M pada tahap awal di Tahun 2018 ini,” katanya.

Pembangunan fly over ini sangat penting guna mengurangi kemacetan dan jangan sampai terjadi macet total. Sesuai study kelayakan yang sudah dilakukan sejak tahun 2011, sebagian sudah dilakukan pembebasan lahan untuk jalan dan juga pembangunan pelebaran jalan sudah sebenarnya dikerjakan sejak tahun 2017. 

“Karena tingkat LHR nya semakin tinggi dapat mengakibatkan traffic jump atau kemacetan total lampu merah tidak berfungsi menurut kami segera dicarikan solusi oleh pemerintah. Dengan adanya pembangunan jembatan fly over Simpang Mayang-Tugu Juang kita berharap kemacetan di daerah itu dapat diatasi dan berdampak arus kendaraan dari kota menuju Unja Muarojambi dan Kabupaten Batanghari akan lancar dan ekonomi akan baik,” ujarnya. 

Kata Ivan Wirata, setiap pembangunan akan mengalami dampak positif dan negatif salah satu contohnya adalah Provinsi Jambi. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi membawa pengaruh dalam kehidupan sehari-hari. 

“Terutama pertumbuhan dunia otomitif dengan banyaknya kendaraan pasti berdampak dengan lintas harian rata-rata (LHR) semakin meningkat mengakibatkan kemacetan. Mudah-mudahan semua bisa diatasi dengan sinerginya pembangunan antara Pemkot Jambi dan Pemprov Jambi. Selamat Menuju DPRD Provinsi Jambi. Semoga. (Penulis Redpel Jambipos Online) 

Berita Terkait



Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar