Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Jenazah 12 Korban Bom Diserahkan Kepada Keluarga

Polisi bersiaga di lokasi ledakan yang terjadi di salah satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. ( Foto: AFP / Juni Kriswanto )
Total ada 18 korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya. Masih ada enam jenazah terduga pelaku teroris yang belum diserahkan.

Jambipos Online, Surabaya - Jenazah 12 korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, Senin (14/5/2018).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan total ada 18 korban meninggal dunia akibat serangan bom di tiga gereja di Surabaya.

"Penyerahan terhadap hasil identifikasi secara primer dan sekunder oleh korban secara keseluruhan ada 12. Masih ada enam jenazah terduga pelaku teroris yang belum diserahkan," ujarnya.

Dia mengatakan, belum diserahkannya jenazah terduga keenam teroris itu dikarenakan belum ada pihak keluarga yang mengambil. "Belum ada keluarga yang mengambil," ujarnya.

Ditegaskannya, sampai saat ini data tersebut masihlah data sementara. Identifikasi DVI belum memastikan keseluruhan korban sudah teridentifikasi.

"Karena kejadian ini mengakibatkan serpihan baik logam dan tubuh untuk mengdentifikasi. Data akan terus berkembang," ujarnya.

Dari data yang dihimpun, ada lima jenazah yang sudah diidentifikasi berdasarkan data primer dan sekunder yang dimiliki korban. Lima jenazah yaitu, Singkaedi Handoko (58) perempuan, alamat Sudirman Park, Jakarta Utara, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Liem Kwakmi (56) perempuan, alamat Poros Indah, Tangerang, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Selain itu, Daniel Putrakusuma (15) laki-laki, alamat Lubuk Utara, Surabaya, korban bom di Gereja Pantekosta. Nursin (56) laki-laki, alamat Tropodo, Sidoarjo, korban bom di GPPS dan Warsiman (57) laki-laki, alamat Sutarjo, Surabaya, korban bom di Gereja Pantekosta.

Penyerang Mapolrestabes Surabaya Satu Keluarga

Satu anak perempuan berinisial AAP, yang dibonceng di bagian depan, terlempar saat bom meledak dan kini dirawat di RS Bhayangkara.

Polisi telah berhasil mengungkap identitas pelaku peledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan, Senin (15/4/2018) pagi.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian mereka yang datang dengan membonceng dua sepeda motor itu satu keluarga yang masuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)

Berdasar data yang diterima Beritasatu.com, mereka adalah ayah Tri Murtiono dan istrinya Tri Ernawati. Lalu dua anak lelakinya MDS dan MDAM. Keempatnya meninggal.

Satu anak perempuan berinisial AAP, yang dibonceng di bagian depan, terlempar saat bom meledak. Dia selamat dan kini dirawat di UGD RS Bhayangkara.

“Itu data didapat dari identitas yang diperoleh dari TKP (tempat kejadian perkara, Red). Sedang kita lakukan identifikasi lanjutan,” kata seorang petugas di lapangan.

11 Terduga Teroris Rencanakan Serangan Lanjutan

Densus 88 Mabes Polri berhasil mengamankan 11 orang terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo. Di Surabaya, 7 terduga teroris diamankan, 2 diantaranya ditembak mati.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri berhasil mengamankan 11 orang terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo pada Senin (14/5/2018).

Mereka diduga merencanakan serangan lanjutan di sejumlah lokasi, termasuk Jawa Timur.

Di Surabaya, 7 terduga teroris diamankan, 2 diantaranya ditembak mati. Dari 7 terduga teroris, 3 orang diamankan di sekitar Jembatan Merah Surabaya.

Sementara di Sidoarjo ada 4 yang diamankan, 2 diantaranya ditembak mati karena membahayakan petugas. Mereka diamankan di komplek perumahan Puri Maharani blok A4/11, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono.

"Ketujuh terduga teroris sudah merencanakan penyerangan ke sejumlah lokasi, tapi maaf tidak saya buka lokasinya agar tidak berdampak psikologis kepada masyarakat," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (14/5).

Tiga orang terduga teroris yang diamankan di Surabaya ditangkap di Jembatan Merah yang lokasinya tidak jauh dari Markas Polrestabes Surabaya.

Ketiganya dikabarkan masuk area terlarang dengan membawa tas dan polisi berhasil melumpuhkan.

Operasi Densus 88 Mabes Polri di Surabaya dan Sidoarjo tidak lepas dari rentetan kejadian aksi peledakan bom yang terjadi sejak kemarin, yakni bom di 3 gereja di Surabaya, di sebuah rumah susun di Kecamatan Taman Sidoarjo, dan pintu masuk Polrestabes Surabaya pada Senin pagi. “Betul ada ledakan bom di Polrestabes Surabaya tadi pukul 08.50 WIB,” kata Frans. (JP)

Sumber: BeritaSatu.com






Berita Terkait


Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar