Home » , , » Bom Gereja di Surabaya, Ketua PGIW Jambi Blokir Panggilan Masuk Telepon

Bom Gereja di Surabaya, Ketua PGIW Jambi Blokir Panggilan Masuk Telepon

Written By jambipos-online on Senin, 14 Mei 2018 | 09:58

Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK (kedua dari kanan) berbincang dengan Anggota Majelis  GKPS Jambi Sy Rosenman Manihuruk (tengah) dan Sy Andi M Garingging, Minggu (13/5/2018). Photo IST Angga Damanik

Jambipos Online, Jambi-Pasca kejadian bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), Ketua Umum Persekutuan Gereja Wilayah (PGIW) Provinsi Jambi Pdt Tampak Hutagalung MTh memblokir semua panggilan masuk pada telepon gengamnya.

Wartawan yang ingin meminta peryataan soal peristiwa bom Gereja di Surabaya, sulit dilakukan. Bahkan Sekretariat PGIW Provinsi Jambi yang berada di wilayah Gereja HKBP Kotabaru Jambi, juga tak ada staf dan pengurus sejak Minggu kemarin.

Setidaknya ada dua nomor telepon gengam ( 081376411*** dan 0812717588***) Ketua Umum PGIW Provinsi Jambi Pdt Tampak Hutagalung MTh yang sudah dimiliki wartawan, namun tidak bisa dihubungi hingga Senin (14/5/2018). 

Sementara Plt Gubernur Jambi H Fachrori Umar meminta jajaran Polda Jambi untuk meningkatkan pengamanan Gereja-gereja di Provinsi Jambi saat ibadah berlangsung. Fachrori Umar juga juga meminta masyarakat Provinsi Jambi agar tidak terpancing dengan kejadian bom Surabaya tersebut. 

Masyarakat Provinsi Jambi yang majemuk agar tetap hidup rukun berdampingan dan saling menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman serta saling menghormati umat dalam menjalankan Ibadah.

Sementara Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK bersama Dandim 0415/Batanghari Jambi Letkol Inf Denny Noviandi melakukan kunjungan ke sejumlah gereja di Kota Jambi, termasuk Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi di Jalan Kapten Sujono Komplek Gereja Kotabaru Jambi, Mingu (13/5/2018) pagi. 

Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe meminta Jemaat agar tetap tenang dan saling mengawasi terhadap hal-hal yang mencurigakan saat ibadah berlangsung.

Bahkan sejumlah anggota polisi dari Polda Jambi, Polresta Jambi dengan pakaian preman disiagakan disejumlah gereja, termasuk di GKPS Jambi, Minggu (13/5/2018). 

Sikap PGI Soal Bom Surabaya

Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menyampaikan enam poin pernyataan resmi untuk menyikapi pengeboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

“Pernyataan ini juga sudah dikoordinasikan kepada KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia) dan pernyataan kami kurang lebih sama," kata Sekretaris Umum PGI Gomar Gultom di Graha Oikoumene Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Pernyataan resmi tersebut dibacakan oleh Wakil Sekretaris Umum PGI Pendeta Krise Gosal dibuka dengan ucapan belasungkawa dan dukacita kepada semua korban kekerasan dan tindak terorisme yang menimpa Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur, Minggu.

Jumpa pers PGI terkait kejadian pengeboman gereja di Surabaya juga dihadiri Ketua Komisi Hak dan Hubungan Antaragama PGI Pendeta Agus Ulahayanan dan Kepala Humas PGI Jeiry Sumampow.

Pada poin pertama PGI menyampaikan tindak kekerasan dengan alasan apapun tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah, namun hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan akhirnya menuju kehancuran.

"Lihatlah Syria sekarang ini yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan," kata Krise.

Kedua, PGI menggarisbawahi tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apapun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme.

Oleh karena itu, pada poin ketiga PGI meminta pemimpin agama lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme yang berbalut penginjil atau pendakwah lewat khutbah-khutbah maupun pernyataan mereka.

PGI menilai deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan sia-sia jika masyarakat memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan dalam misi dan dakwahnya.

“Kami juga mengimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Kami justru mengimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media," kata Krise membacakan poin keempat.

Pada poin kelima, PGI mengimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang memperkeruh keadaan, dan di poin keenam PGI mengajak semua masyarakat untuk mendukung sepenuhnya tindakan negara dalam memberantas semua perilaku kekerasan dan aksi terorisme di Indonesia.

Terorisme Terencana

PGI meyakini pengeboman tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu pagi merupakan tindak terorisme terencana.

“Ini sudah pasti terorisme karena terlihat teroganisir dan terencana, dan dari sembilan korban yang meninggal tersebut diduga ada pelaku bom bunuh diri," kata Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom usai konferensi pers di Graha Oikoumene Jakarta, Minggu (13/5/2018).

Oleh karena itu, PGI meminta pemimpin agama untuk lebih serius mewaspadai munculnya kara pendukung kekerasan dan tindak terorisme yang berbalut penginjil atau lewat khotbah-khotbah dan pernyataan yang disampaikan.

"Media, terutama TV, juga perlu menyaring sumber atau pemilihan tokoh agama yang akan bicara di suatu acara, agar `mem-black list` tokoh-tokoh yang pro kekerasan dan terorisme, karena meskipun di acara itu tidak bicara soal itu, begitu muncul di TV dia akan jadi `public figure`," kata dia.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan dalam konferensi pers, PWI juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada para pelaku kekerasan dan terorisme.

Tiga bom meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan Arjuna, Surabaya, Jawa Timur pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Peledakan yang terjadi saat umat Nasrani melakukan ibadah kebaktian Minggu itu diketahui telah menewaskan 13 orang dan 43 orang mengalami luka berat.(JP-Lee/Berbagai Sumber)

Berita Terkait Bom Bunuh Diri Surabaya

Berita Terkait Serangan napi Teroris di Rutan Mako Brimob

12-Dirawat-di RS Polri-Terduga-Provokator Rusuh Rutan Mako Brimob, Kondisi Sadar

Share this article :

Posting Komentar