Home » , , » Bom Meledak di 3 Gereja di Surabaya, Kapolresta Jambi dan Dandim 0415 Jambi Tinjau Gereja di Jambi

Bom Meledak di 3 Gereja di Surabaya, Kapolresta Jambi dan Dandim 0415 Jambi Tinjau Gereja di Jambi

Written By jambipos-online on Minggu, 13 Mei 2018 | 17:15

Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK (kanan) berbincang dengan Anggota Majelis  GKPS Jambi Sy Rosenman Manihuruk (tengah) dan Sy Andi M Garingging, Minggu (13/5/2018). Photo IST Angga Damanik
Jambipos Online, Jambi-Peristiwa serangan bom bunuh diri di Tiga Gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi membuat masyarakat Indonesia berduka. Setidaknya 10 korban meninggal dan 41 orang korban luka-luka dan kini menjalani perawatan intensif di sejumlah Rumah Sakit di Surabaya.

Mengetahui peristiwa itu, Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK bersama Dandim 0415/Batanghari Jambi Letkol Inf Denny Noviandi melakukankunjungan ke sejumlah gereja di Kota Jambi, termasuk Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi di Jalan Kapten Sujono Komplek Gereja Kotabaru Jambi, Mingu (13/5/2018) pagi. 

Bahkan sejumlah anggota polisi dari Polda Jambi, Polresta Jambi dengan pakaian preman disiagakan disejumlah gereja, termasuk di GKPS Jambi, Minggu (13/5/2018). 

“Kami mengunjungi semua gereja di Kota Jambi mengetahui peristiwa bom Surabaya. Kita berdoa semoga Kota Jambi aman. Kami menurunkan personil ke setiap gereja saat ibadah berlangsung. Kami juga mengajak pemuda gereja untuk ikut membantu Polisi dalam pengamanan ibadah di gereja masing-masing,” ujar Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK didampingi Dandim 0415/Batanghari Jambi Letkol Inf Denny Noviandi saat berbincang dengan Anggota Majelis  GKPS Jambi Sy Rosenman Manihuruk dan Sy Andi M Garingging, Minggu (13/5/2018). 

Menurut Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, semua Jemaat Berdoa agar Kota Jambi aman dan tidak terjadi hal-hal seperti di Surabaya. Dia juga mengajak seluruh gereja untuk waspada terhadap keamanan khususnya saat ibadah. 

Sementara Sy Rosenman Manihuruk mengatakan, umat Kristiani agar berdoa untuk peristiwa bom di Surabaya, agar para korban diberikan ketegaran dan penghiburan. Kepada pelaku, agar diberikan pertobatan. 

Usai berbincang-bincang sekitar 5 menit, Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK bersama Dandim 0415/Batanghari Jambi Letkol Inf Denny Noviandi meninggalkan GKPS Jambi.

Berdoa Uuntuk Indonesia

Menurut informasi yang beredar di group WA, melaporkan pada hari Minggu tanggal 13 Mei 2018 Pukul 07.15 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya No .1 Kelurahan Baratajaya Kecamatan Gubeng Surabaya telah terjadi Bom bunuh diri menggunakan sepeda motor.

Untuk korban sementara 4 meninggal dan sipil10 orang terluka. Dari Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangerang menerangkan ledakan bom bunuh diri terjadi di 3 tempat. Yang pertama terjadi pada Pukul 7.30 WIB di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel Surabaya.

Kedua terjadi Pukul 7.40 WIB di Gereja GKI di Jalan Diponegoro Surabaya. Yang ketiga terjadi pada Pukul 08.00 WIB di Gereja Pentakosta di Jalan Arjuno Surabaya. Korban yang baru terdata di Gereja Santa Maria 4 orang tewas di tempat dan 13 orang luka2 dan dirawat di RS Bhayangkara Surabaya.

KPI Sikapi Pemberitaan

Menyikapi peristiwa pengeboman di Gereja yang terdapat di Surabaya, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau pada lembaga penyiaran, khususnya televisi, untuk tetap menaati Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI 2012. 

Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan, Pasal 23 SPS KPI menyebutkan larangan munculnya adegan kekerasan, termasuk menampilkan manusia atau potongan tubuh yang berdarah-darah, terpotong-potong dan atau kondisi yang mengenaskan akibat dari peristiwa kekerasan. 

“KPI juga mengimbau lembaga penyiaran, televisi dan radio, untuk mengutip informasi dari narasumber yang terpercaya dan institusi yang berwenang,” katanya. 

Lembaga penyiaran punya kewajiban menyiarkan berita yang akurat di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip2 jurnalistik dan regulasi penyiaran yang ada. Jangan sampai masyarakat menerima teror berulang, karena munculnya informasi dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
KPI mengingatkan pula, bahwa televisi dan radio  harus menjadi perekat sosial antar masyarakat, untuk menjaga situasi lebih kondusif. (JP-Lee)
Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK bersama Dandim 0415/Batanghari Jambi Letkol Inf Denny Noviandi (tengah) melakukankunjungan ke sejumlah gereja di Kota Jambi, termasuk Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi di Jalan Kapten Sujono Komplek Gereja Kotabaru Jambi, Mingu (13/5/2018) pagi. 




Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK (kanan) berbincang dengan Anggota Majelis  GKPS Jambi Sy Rosenman Manihuruk (tengah) dan Sy Andi M Garingging, Minggu (13/5/2018). Photo IST Angga Damanik

Kapolresta Jambi Kombes Pol Fauzi Dalimunthe, SIK bersama Dandim 0415/Batanghari Jambi Letkol Inf Denny Noviandi (tengah) melakukankunjungan ke sejumlah gereja di Kota Jambi, termasuk Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi di Jalan Kapten Sujono Komplek Gereja Kotabaru Jambi, Mingu (13/5/2018) pagi. 
Berita Terkait Bom Bunuh Diri Surabaya

Berita Terkait Serangan napi Teroris di Rutan Mako Brimob



Share this article :

Posting Komentar