Home » , , » Jenazah Rusuh Mako Brimob Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Rusuh Mako Brimob Diserahkan ke Keluarga

Written By jambipos-online on Kamis, 10 Mei 2018 | 06:47

Sejumlah warga melakukan salat bersama di rumah duka Ipda Yudi Ros Puji di Perumahan Bukit Waringin, Blok K4, Rt 07/05, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Rabu, 9 Mei 2018. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )

Empat dari lima jenazah korban tewas insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, telah diserahkan kepada pihak keluarga di RS Polri. Kerusuhan di Rutan Mako Brimob menewaskan enam orang, lima diantaranya adalah petugas sedangkan seorang korban adalah napi teroris. 

Jambipos Online, Jakarta - Empat dari lima jenazah korban tewas insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, telah diserahkan kepada pihak keluarga di RS Polri, Kramat Jati, Jaktim, sekitar pukul 18.00 WIB.


Dua jenazah yang berhasil dikonfirmasi telah diserahkan kepada keluarga adalah jenazah Denny Setiadi dan Wahyu Catur Pamungkas. Jenazah Bripka Denny dibawa keluarga ke rumah duka di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, sedangkan jenazah Briptu Catur dibawa keluarga ke rumah duka ke Kebumen.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari RS Polri untuk memastikan identitas dan penjelasan mengapa korban tewas. Kerusuhan di Rutan Mako Brimob menewaskan enam orang, lima diantaranya adalah petugas sedangkan seorang korban adalah napi teroris.

Lima korban tewas dari kalangan polisi diberi penghormatan kenaikan pangkat. Para korban tewas akibat kerusuhan yang timbul akibat provokasi dari napi terorisme yang tidak mudah menerima makanan dari keluarga yang berkunjung ke rutan.

Napi melakukan perlawanan hingga berhasil merebut senjata dan menyandera petugas. Hingga kini proses negosiasi di Rutan Mako Brimob masih berlangsung.

Ketua Setara Institut Hendardi berbelasungkawa atas jatuhnya korban polisi akibat insiden itu. Namun dia mendorong evaluasi penanganan napi terorisme termasuk standar pengawasannya.

"Penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan. Peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa," kata Hendardi.

Iptu Rospuji, Menanti Anak Keempat

Sementara warga Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor sangat terkejut bila tetangganya Inspektur Satu (Iptu) Yudi Ros Puji menjadi korban kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Seperti di rilis Mabes Polri, Iptu Ros merupakan salah satu korban dari lima korban meninggal dunia dalam peristiswa kericuhan di Lapas Teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Salah satu tetangga terdekat keluarga korban, Hasanah (40) menuturkan, Ros tengah menunggu kelahiran anak ke empatnya yang berusia sembilan bulan dalam kandungan istrinya Lutfi.

"Komunikasi terakhir, beliau (Ros) nitip ke saya agar menjaga kelahiran anaknya yang ke empat. Ini bulannya ia (Lutfi) melahirkan," kata Hasanah ditemui di rumah duka di Perumahan Bukit Waringin, Blok K4, Rt 07/05, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Rabu (9/5/2018) malam.

Kata dia, almahum Ros meninggalkan istri dan empat anak. Anak pertama Kevin (15), Kirana (7), Wilastra (4), dan terakhir anaknya yang berusia 9 bulan.

"Kami warga disini pun terkejut, karena baru saja pak Ros buat selamatan di rumah untuk kelancaran kelahiran anak ke empatnya," kata dia.

Istrinya Lutfi, lanjut Hasanah, mengetahui peristiwa kerusuhan di tempat dinas suaminya Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Beberapa petugas polisi tiba ke rumah Ros dan sekitar pukul 06.00, Lutfi berserta tiga anaknya diminta untuk ke Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta.

"Menurut rencananya, jenazah akan akan dibawa ke kampung halaman pak Ros di Bumi Ayu, Brebes, Jawa Tengah. Tapi kami sendiri tidak tau, kepastiannya," tambah Hasanah.


Saat ini, sebagian warga sekitar sudah berkumpul di rumah duka untuk melakukan salat bersama di pimpin dewan masjid setempat.

Kapan Drama Berakhir?

Mengutip dari detikcom, 36 Jam sudah narapidana terorisme beraksi di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Mereka kini menguasai sebagian kawasan dalam Mako Brimob.

Kerusuhan meletus pada Selasa (8/5/2018) pukul 19.30 WIB. Lima polisi tewas, satu napi tewas. Meski satu sandera dari pihak polisi sudah berhasil dibebaskan, namun napi teroris terus menguasai sebagian blok di Mako Brimob.

"Ada enam blok, yang dikuasai tiga blok," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018) malam kemarin.

Kondisi blok napi teroris mengalami kelebihan kapasitas tahanan. Awalnya napi teroris menguasai Blok C, namun kian lama napi itu mengasai dua blok lainnya. 

Polisi dinyatakan berhasil melokalisir penguasaan napi atas kawasan Mako Brimob. Negosiasi mengambil peran penting di sini.

"Negosiasi terus dilakukan maksimal. Situasi saat ini tadi saya dan Pak Kadiv ke sana, terkendali. Bisa kita kendalikan, kita lokalisir," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, di dekat Mako Brimob, Kamis (10/5/2018) dini hari tadi.


Kini waktu menginjak pukul 06.30 WIB, praktis sudah 36 jam berlalu sejak kerusuhan meletus di Mako Brimob. 

Kuasai Senjata Laras Panjang dan Pendek

Napi teroris masih menguasai Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Mereka disebut menguasai senjata jenis laras panjang dan laras pendek.

"Ada senjata panjang, ada senjata pendek," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

Namun Setyo tidak membeberkan berapa jumlah senjata yang dikuasai napi teroris itu. Selain itu, senjata lain, seperti senjata tajam, tidak disebut Setyo dengan rinci.

"Ya itu bukan konsumsi umum," kata Setyo.

"Moga-moga teman-teman sudah bisa menguasai, kita sudah tahu jumlahnya," imbuh Setyo.

Kabar terakhir, seorang polisi yang sebelumnya disandera, Bripka Iwan Sarjana, sudah dibebaskan. Setyo menyebutkan negosiasi dengan makanan berhasil dilakukan polisi dengan bebasnya Iwan.


Kini Iwan sudah dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Kondisi Iwan mengalami luka-luka serta lebam di wajah. (JP)



Sumber: BeritaSatu.com dan Detik.com

Berita Terkait


Share this article :

Posting Komentar