Home » , » Antisipasi Teroris, Mendagri Ingatkan Soal Deteksi Dini Jaga Stabilitas Daerah

Antisipasi Teroris, Mendagri Ingatkan Soal Deteksi Dini Jaga Stabilitas Daerah

Written By jambipos-online on Kamis, 17 Mei 2018 | 17:44

Tjahjo Kumolo.IST
Jambipos Online, Jakarta-Direktorat Jenderal (Ditjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) diharapkan turut membantu deteksi dini serta mengantisipasi aksi terorisme. Dengan begitu, maka situasi daerah senantiasa kondusif.

“Dukung kepolisian, dukung TNI, fungsikan badan Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) di daerah dengan baik. Koordinasi dengan pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh tokoh adat. Deteksi dini untuk menjaga stabilitas daerah,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Hal itu dikemukakannya pada acara Konsolidasi Penyiapan RPJMD 2019-2023 Hasil Pilkada Serentak 2018 di Jakarta, Rabu (16/5/2018). Badan Kesbangpol, menurutnya, sudah sepatutnya berkoordinasi dengan aparat keamanan. Pengawasan terhadap kemungkinan pola pikir warga yang radikal dinilai sangat penting.

Diungkapkan, terdapat beberapa daerah yang rawan penyebaran paham radikal. “Mohon hati-hati. Area-area pinggiran mulai dari Tangerang, Tangerang Selatan, Depok masuk ke Bogor, Cirebon, Banyumas, masuk ke Solo, merembet ke Malang, Surabaya, NTB, masuk ke Sulawesi sampai ke Poso. Ini daerah-daerah radikalisme, terorisme,” ungkapnya.

Dia menegaskan, penanganan terorisme tak hanya menjadi tanggungjawab institusi keamanan. Dukungan seluruh pihak sngat diperlukan. “Bukan hanya tanggung jawab TNI dan polisi. Ini melibatkan kita semua,” tegasnya.

“Kita harus berani bersikap siapa lawan dan siapa kawan pada perorangan, kelompok dan golongan yang mereka ingin mengacaukan negara kita dengan gaya ala-ala teror bom dan sebagainya.”

Siskamling

Menurut Tjahjo, sistem keamanan lingkungan (siskamling) tingkat RT/RW memang telah berjalan. Namun, lanjutnya, siskamling perlu lebih dioptimalkan. “Mekanisme siskamling, wajib lapor kalau ada tamu yang datang. Siapapun yang bukan warga RT itu harus lapor,” katanya kepada wartawan seusai kegiatan konsolidasi.

Ditambahkan, komunikasi antara tokoh agama dan masyarakat paling bawah juga sepatutnya ditingkatkan. “Saling bergaul, saling kunjung mengunjungi, sehingga tahu jika ada permasalahan sesama warga tetangga,” imbuhnya.(JP)

Sumber: SP 

Berita Terkait


Share this article :

Posting Komentar