Home » , , » Harga Gabah Rendah Dikeluhkan Petani Jambi

Harga Gabah Rendah Dikeluhkan Petani Jambi

Written By jambipos-online on Rabu, 24 Januari 2018 | 09:44

Ilustrasi gabah kering panen (Istimewa).
Jambipos Online, Jambi-Para petani di Provinsi Jambi mengeluhkan rendahnya harga gabah kering giling (GKG) selama musim panen raya padi Desember 2017-Januari 2018. Rendahnya harga GKG membuat para petani Jambi banyak menjual hasil panen padi mereka ke luar daerah.

Anang (45), petani padi Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) Provinsi Jambi di Kualatungkal, Selasa (23/1) menyatakan harga GKG di tingkat petani di daerahnya rata-rata Rp 4.500/kg. Sedangkan harga beras produksi lokal di daerah itu Rp 7.500/kg.

“Harga GKG di Kualatungkal ini terlalu rendah. Di daerah lain, seperti Riau, harga GKG sudah ada yang mencapai Rp 5.500/kg. Semestinya harga GKG di Kualatungkal minimal Rp 5.000/kg agar petani bisa mendapat untung lumayan,” katanya.

Pihak Bulog Jambi juga tak membeli GKG dan beras petani di daerah itu karena harga GKG dan beras petani dinilai terlalu tinggi. Harga pembelian GKG Bulog Jambi hanya Rp 3.400/kg dan harga beras Rp 7.300/kg. Sedangkan harga GKG petani Kualatungkal di pasaran sebesar Rp 4.500/kg dan harga beras Rp 7.500/kg.

Hal senada diakui Sugimin (50), petani Desa Batangasam, Kualatungkal, Tanjabbar. Para petani di daerah itu mengeluh karena harga GKG relatif rendah selama dua bulan terakhir.

“Kalau harga GKG berkisar Rp 4.000/kg sampai Rp 4.500/kg, petani merugi. Kami rugi bila dihitung besarnya biaya mengolah lahan, menanam padi, pemupukan dan panen. Minimal harga GKG di Kualatungkal ini Rp 5.000/kg agar petani bisa balik modal,” katanya.

Rendahnya harga GKG di Kualatungkal karena pembelian hasil panen petani padi dikuasai tengkulak. Bulog Jambi tidak mampu membeli GKG petani daerah ini.

“Karena hanya tengkulak yang membeli GKG petani, terpaksa kami petani tetap menjual, kendati harga murah,” katanya.

Sugimin menambahkan untuk mengatasi rendahnya harga GKG di Kualatungkal, para petani yang bermodal banyak menjual GKG mereka ke daerah Provinsi Riau. Harga GKG di perbatasan Jambi-Riau ada yang mencapai Rp 5.500/kg.

Sementara itu, Bupati Merangin, Al Haris ketika melakukan panen raya padi di Mudik Dusun II, Kelurahan Pasar, Rantau Panjang, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin baru-baru ini mengatakan, pihaknya berusaha menaikkan harga GKG petani dengan menggandeng Bulog Jambi dan pengusaha beras.

“Kami kini sedang menjajaki agar harga GKG petani di Merangin bisa mencapai Rp 5.000/kg. Para pengusaha beras di Jambi dan Bulog Jambi kami harapkan turut membantu memperbaiki harga GKG petani di saat panen raya sekarang ini,” katanya.

Produksi GKG di Merangin hingga Januari ini mencapai 139.144 ton dengan produksi beras 65.139 ton, sedangkan kebutuhan beras di Merangin sekitar 49.033 ton.

“Jadi saat ini, Merangin surplus beras sekitar 16.106 ton. Di tengah surplus beras dan panen raya padi saat ini, stabilitas harga GKG petani juga perlu dijaga agar petani tidak sampai merugi,” katanya.(JP-SP) 



Share this article :

Posting Komentar