Home » , » Bulog Pastikan Beras Impor Tak Ganggu Harga di Daerah

Bulog Pastikan Beras Impor Tak Ganggu Harga di Daerah

Written By jambipos-online on Kamis, 18 Januari 2018 | 15:51

Petani Padi di Yogyakarta. Photo Antara
Jambipos Online, Cirebon-Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengungkapkan, beras yang akan diimpor maksimal sebanyak 500 ribu ton tidak melalui pelabuhan-pelabuhan di daerah produsen komoditas pangan tersebut. Hal itu supaya tidak memengaruhi harga beras di daerah yang menjadi produsen komoditas pangan utama tersebut. 

“Nanti, titik-titik (masuknya) di wilayah-wilayah yang bukan sentra produksi beras, seperti Bitung, Jakarta, Batam, dan Medan,” kata Djarot dalam Media Gathering 2018 yang digelar Perum Bulog di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (17/1/2018).

Selain empat pelabuhan tersebut, rencananya beras impor juga akan melalui pelabuhan Aceh, NTB, Teluk Bayur dan Bali. Menurut Djarot Kusumayakti, seperti dilansir Antara, ada beberapa ketentuan yang diatur terkait beras yang akan didatangkan tersebut yakni beras umum dengan tingkat kepecahan 0-20%.

Tingkat kepecahan beras tersebut merujuk pada ketentunan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dibedakan menjadi beras premium, medium I, medium II, dan medium III. Untuk jenis beras yang akan diimpor ini, masih masuk dalam golongan beras medium I.

Selain itu, tambahnya, beras 500 ribu ton tersebut adalah jumlah maksimal, artinya tidak bisa lebih dari angka itu namun bisa kurang. Kemudian, waktu yang ditetapkan bagi Perum Bulog untuk mengimpor maksimal sampai akhir Februari 2018 karena diperkirakan awal Maret masuk puncak musim panen raya, sehingga stok beras beredar harus dikontrol supaya harga beras dalam negeri tidak terganggu.

“Anggaran untuk mengimpor beras menggunakan dana Bulog sendiri,” ujar Djarot.

Selain itu, beras yang akan diimpor dari Thailand, Vietnam serta Pakistan tersebut nantinya tidak langsung didistribusikan ke pasar, namun untuk mengisi stok cadangan beras pemerintah (CBP).

“Beras impor itu nanti bisa saja dikeluarkan oleh Bulog kalau memang diperlukan dan diputuskan oleh rapat koordinasi terbatas dengan kementerian terkait,” katanya.

Sampai saat ini, Bulog bersama Kemendag masih menjalankan operasi pasar beras untuk mengontrol stok dan menstabilkan harga beras medium di pasaran. Stok beras di gudang Bulog seluruh Indonesia tercatat sekitar 800 ribu ton dan masih dalam proses distribusi ke sejumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi terbatas di Kemenko Perekonomian pada Senin (15/1) Perum Bulog secara resmi ditunjuk untuk mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton. Kebijakan impor beras ditempuh Kementerian Perdagangan dalam rangka menjaga stok di pasaran dan menstabilkan harga beras yang belakangan ini merangkak naik.

Sebelumnya, Kemendag sudah menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai BUMN yang melaksanakan impor beras, namun, penunjukan terhadap PT PPI dibatalkan dan diganti oleh Perum Bulog.(JP)

Share this article :

Posting Komentar