Home » , , , » Lewat PSI, Ir Tigor Gh Sinaga Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi

Lewat PSI, Ir Tigor Gh Sinaga Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi

Written By jambipos-online on Sabtu, 21 Juli 2018 | 09:18

Bertekad Perjuangkan Perumahan Rakyat di Jambi
Lewat PSI, Ir Tigor Gh Sinaga Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi.Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Slogan “Terbuka, Progresif, Itu Kita” dan “Menebar Kebajikan, Merawat Keberagaman, Mengukuhkan Solidaritas,” Trilogi Perjuangan PSI, Ir Tigor GH Sinaga menancapkan perjuangan untuk menjemput aspirasi masyarakat Provinsi Jambi pada Pemilu 17 April 2019 mendatang. Pria kelahiran Jambi (Berdarah Batak-Sunda/Jawa) ini resmi didaftarkan DPP PSI ke KPU RI sebagai Bacaleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi Nomor Urut 2.

Putra pasangan dari U.Sinaga  dan Siti Lomrah ini, pada Pemilu 2014 lalu, juga sudah mencaleg dari Dapil Provinsi Jambi dari Nasdem dengan perolahan suara nomor delapan terbanyak se Provinsi Jambi.

Pria lulusan Sarjana Arsitektur ITB ini juga merupakan Atlet Judo Jambi pertama Peraih Prestasi Nasional (Kejurnas Judo 1977 dan 1979). Ir Tigor Sinaga juga pernah Anggota Paskibraka Utusan Provinsi Jambi di Istana Tahun 1979 lalu. 

Isri dari Ir LF Eli, MM (putri dari M. Sitompul/br.Aritonang) ini, dalam kesehariannya bergelut dibidang Properti dan kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD REI Provinsi Jambi.

Pria alumni SMA Xaverius Jambi ini, selalu peduli terhadap generasi muda (milenias). Kepada Jambipos Online belum lama ini Ir Tigor Sinaga mengatakan, pesta demokrasi Pemilu April 2019, merupakan  masa transisi menjelang jendela bonus demografi  yang akan kita alami 2030.

Pesta ini menjadi lebih  penting lagi bagi pemilih milenial dengan ceruk 15-20 % suara, yakni para sahabat yang berusia 17-29 tahun,  yang nota bene akan menjadi pemimpin kita kelak pada saat kita menikmati bonus demografi 2030 tersebut.

Kata Tigor Sinaga, ada 3 syarat minimal pemimpin bangsa Ideal, yakni 1.Punya Program Pemampuan dan pemberdayaan kaum Milenias sehingga mampu berperan pada masa bonus demografi 2030, 2. Punya Pemahaman dan Prioritas dalam Pemenuhan Kebutuhan  Perumahan Rakyat. Sadar bahwa rumah adalah tempat persemaian cinta,cita dan karsa yang akan melahirkan pemimpin bangsa, sehingga Shelter for All - Rumah Untuk Semua, adalah mutlak.

Ketiga, mampu memetakan potensi daerah dan menentukan program pengelolaannya sehingga menghasilkan pembangunan berkesinambungan yang bermanfaat untuk semua.

Untuk bidang perumahan yang menjadi konsentrasi Ir Tigor Sinaga, itu dimulai dengan membangun kembali komitmen “Politik Perumahan Rakyat” sesuai amanat Undang – Undang Dasar 1945 “ Bahwa Setiap Rakyat Berhak Untuk Tinggal di Tempat yang Layak ”.

SHELTER FOR ALL, rumah untuk semua, suatu keniscayaan dan hak rakyat yang masih harus diperjuangkan. Pengembangan program “Perumahan Rakyat dan Transmigrasi harus lebih ditingkatkan sebagai sarana mengangkat harkat bangsa”.

Melalui gagasan program “ Rumah Sehat Terjangkau” ( dengan 1 Juta Punya Rumah ) di setiap Kabupaten / Kota dan kawasan transmigrasi, diharapkan bisa menjawab lebih banyak lagi kebutuhan tersebut dan merupakan bagian dari Restorasi bangsa ini. “Rumahku-Kehidupanku untuk Gerakan Perubahan”.

Indonesia diprediksi akan mendapatkan jendela peluang atau The window of opportunity di bidang kependudukan pada tahun 2020-2030. 

Pada dekade tersebut Indonesia mengalami bonus demografi yaitu keuntungan ekonomis akibat menurunnya rasio ketergantungan penduduk sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang dari Program Nasional Keluarga Berencana. Dimana jumlah penduduk usia produktif  menjadi lebih dari dua kali jumlah penduduk non produktif.

Dengan pencapaian angka ketergantungan terendah yakni 44 per 100, dimana setiap 100 penduduk usia kerja menanggung 44 penduduk non produktif (anak-anak & lajut usia), maka diprediksi kondisi ini akan dapat mendongkrak pendapatan perkapita, memicu pertumbuhan tabungan yang pada gilirannya akan meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Katanya, secara garis besar kebijakan perumahan murah (low cost housing) oleh pemerintah China pada saat itu ditetapkan dalam dua kelompok besar sasaran. Kelompok pertama adalah kelompok prasejahtera, yakni keluarga yang berpenghasilan dibawah RMB 2000 per bulan sedangkan kelompok kedua adalah kelompok Menengah bawah dengan penghasilan diantara RMB 2000 – RMB 5000 per bulan.

Untuk kelompok prasejahtera pemerintah membangun rumah susun 6 lantai, tanpa lift, luas per-unit 34-60 m², bebas pajak dan retribusi, dijual RMB 1500 – RMB 2000  per m² atau dengan system sewa RMB 18 per m²/bulan, maintenance fee RMB 0,8 per m²/ bulan, untuk kelompok ini fasos fasum tidak dibebankan pada investasi unit rusun, tetapi murni dibangun oleh  pemerintah.  Return of  Investmentbagi Rumah susun sewa ditargetkan rata-rata 10 tahun, diluar investasi tanah.

Kini perkembangan perumahan di Jambi sungguh pesat. Untuk Provinsi Jambi, kisaran kebutuhan rumah baru mencapai 27.383 unit rumah setiap tahunnya, sementara potensi bagi rumah bersubsidi berkisar antara 4.000 sampai 5.000 unit setiap tahunnya.

Namun pengembang kini cenderung hanya mengincar orang berduit. Sementara rumah untuk MBR tak kunjung ada. Sementara program Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Jambi hanya wacana semata.

Saya selaku pengusaha property sudah sejak lama bernazar membangun Rumah Sehat Terjangkau (RST) di Jambi. Sebagai bentuk kepedulian saya terhadap MBR, karena saya sangat yakin bahwa dari rumah yang sehat lah akan lahir kelak pemimpin yang sehat pula.

Ada anekdot di kalangan politisi dan para stakeholder sektor perumahan bahwa indikasi lamanya sebuah rezim akan memimpin suatu Negara dapat dilihat dari seberapa besar perhatian rezim tersebut terhadap upaya yang telah dan akan dilakukan dalam “merumahkan rakyat”. Walau tidak mutlak, secara nalar anekdot ini mungkin ada benarnya.

Dengan memperhatikan salah satu kebutuhan pokok rakyat untuk dapat memperoleh tempat berlindung yang layak, sebagai wadah awal persemaian budaya yang akan membentuk watak sumber daya manusia  pendukung eksistensi suatu bangsa ke depan.

Ditambahkan, Pemilu 2019 adalah momentum perubahan bagi bangsa ini. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis sebagai kesempatan memilih calon anggota legislatif (caleg) dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat. Karena itu, KWI berusaha menegaskan agar kita bisa menjadi pemilih yang cerdas. 

Profile Singkat Ir Tigor GH Sinaga

-Nama              : Ir Tigor GH Sinaga
-Lahir               : Di Jambi (Berdarah Batak-Sunda/Jawa)
-Orang Tua       : Bp.U.Sinaga & Siti Lomrah
-Lulusan            :Sarjana Arsitektur ITB
-Istri         : Ir LF Eli, MM, putri dari Bp. M. Sitompul/br.Aritonang
-Menjadi anggota Paskibraka 1979
-Atlet Judo Jambi pertama Peraih Prestasi Nasional (Kejurnas Judo 1977 & 1979).
-Lulusan SMA Xaverius Jambi

Pekerjaan Berwiraswsata

-Pernah mengikuti pendalaman materi (al: Housing Development by Housing Development Board & Central Providence Funds - Singapore, Housing For Low Income – Athena).
-Beberapa kali Studi banding tentang perumahan rakyat ke China, Malaysia, Singapore & Athena
-Fokus berjuang untuk perumahan rakyat dan transmigrasi, baik melalui Organisasi maupun bidang usaha.

Organisasi

-Sekjen PPTSB Jabar
-Sekjen REI Jaba
-Ketua Komtap Property dan Perumahan Rakyat Kadin Jabar
-Badan Pertimbangan Organisasi REI Jabar
-Wakil Sekjen DPP REI
-Jakarta dan  Ketua Pokja Transmigrasi dan KTM REI
-Sekjen NHDC (National Housing Development Community)
-Sementara Profesi dan Project meliputi Griya Utama Rancaekek – Bandung
-Direktur Utama Mlirang Kota Satelit, Gresik-Jatim
-Direktur Utama  Batam Center Park-Batam
-Direktur Danaro Inn, Condotel, Bandung The Setra Royal Residence – Tasikmalaya
-Direktur Utama     BiszPark Residence  dan Commerce – Jambi
-Direktur Utama Danaro Tower Apartemen & Condotel-Jambi
-Direktur Utama Jogja Superblock-Jogjakarta.
-Mantan Caleg DPR RI Pemilu 9 April 2014 Dapil Provinsi Jambi

(JP-Asenk Lee Saragih)

Share this article :

Posting Komentar