Home » , , , » Ir Tigor Gh Sinaga: Milenias Saatnya Tentukan Masa Depan

Ir Tigor Gh Sinaga: Milenias Saatnya Tentukan Masa Depan

Written By jambipos-online on Rabu, 20 Juni 2018 | 22:42

Ir Tigor Gh Sinaga (kanan) saat Jambipos Online bertandang di Kantornya di Jalan Puskesman Mayang Kota Jambi, baru-baru ini. Foto Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Malam itu menampakkan Pukul 20.00 WIB di atas ufuk Kota Jambi. Namun pria ini masih segar dan tampak santai bercerita dengan lawan bicaranya di sebuah ruangan berdinding kaca. Tampak lawan bicaranya yang kebetulan kawula muda Jambi bercerita soal masa depan demokrasi Indonesia. Seorang pria itu dengan gembira meladeni lawan bicaranya berbicara soal banyak hal, khususnya soal generasi muda (milenias).

Dialah Ir Tigor Gh Sinaga. Dengan wajah ramah dan bersahabat dirinya memberikan salam saat Jambipos Online bertandang di Kantornya di Jalan Puskesman Mayang Kota Jambi, baru-baru ini. Banyak pemikiran-pemikiran cerdas yang disampaikan Ir Tigor Gh Sinaga soal Pilkada serantak dan alam demokrasi di Indonesia.

Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Rabu 27 Juni 2018,  publik diramaikan dengan issue-issue sara dan isue  suap yang sengaja diangkat  atau "kebetulan" terungkap. Sedikit kegaduhan yang sempat menarik perhatian masyarakat tersebut  menggugah  kita dari hiruk pikuk merayakan Lebaran ,"bahwa ada pesta penting lain yang menunggu." Lalu bagaimana pendapat Ir Tigor Gh Sinaga menyikapi hal ini! Berikut ini petikan wawancaranya dengan Jambipos Online, Rabu (20/6/2018). 

Bagaimana pendapat Anda soal Pilkada serantak Rabu 27 Juni 2018 mendatang?

Pesta yang menentukan masa depan kita. Pada Pesta Pilkada seperti saat ini,  yang merupakan  masa transisi menjelang jendela bonus demografi  yang akan kita alami 2030, kita harus kritis dalam memilih  pemimpin. Pemimpin koruptif dan anti keragaman sudah harus ditinggalkan,  Progresif dan terbuka itu ciri pemimpin yang bisa membawa bangsa ini bersaing kedepan.

Partisipasi dan pilihan  kita  hari ini akan menentukan arah pembangunan dan masa depan anak cucu kita kelak. Pesta ini menjadi lebih  penting lagi bagi pemilih milenial dengan ceruk 15-20 % suara, yakni para sahabat yang berusia 17-29 tahun,  yang nota bene akan menjadi pemimpin kita kelak pada saat kita menikmati bonus demografi 2030 tersebut.

Saat ini banyak politisi busuk menggunakan issu-issu Sara menjatuhkan lawan politiknya. Tentu hal ini sangat sensitive bagi kawula muda, menurut Anda?

Kalau soal pemilih pemula Pilkada serentak ini, mari para sahabat, gunakan hak pilihmu, jangan terpropaganda dengan isue yang beredar, jangan pilih pemimpin koruptif dan anti keragaman, pilih pemimpin progresif dan terbuka, yang akan membawa kita maju dalam kebhinekaan. Luangkan waktu, Rabu 27 Juni 2018,  gunakan hak konstitusional  untuk menentukan masa depan kita.

Apa solusi atau saran Anda soal pemimpin masa depan?

Tinggalkan pemimpin yang koruptif dan anti keragaman, pilih pemimpin progresif dan terbuka. Ada 3 syarat minimal pemimpin bangsa IDEAL. 1. Punya Program Pemampuan dan pemberdayaan kaum Milenias sehingga mampu berperan pada masa bonus demografi 2030. 2. Punya Pemahaman dan Prioritas dalam Pemenuhan Kebutuhan  Perumahan Rakyat. Sadar bahwa rumah adalah tempat persemaian cinta,cita dan karsa yang akan melahirkan pemimpin bangsa, sehingga Shelter for All - Rumah Untuk Semua, adalah mutlak.

Ketiga, mampu memetakan potensi daerah dan menentukan program pengelolaannya sehingga menghasilkan pembangunan berkesinambungan yang bermanfaat untuk semua.

Anda sebagai pengusaha property, tentu sangat paham soal kebutuhan perumahan di Indonesia, bagaimana pendapat Anda soal pergerakan pembangunan perumahan itu?

Restorasi Indonesia itu mutlak dan harus dimulai dari diri sendiri, dengan bersikap “ Jujur, Tegas dan tidak Munafik” sehingga kita bisa menjadi motor penggerak untuk suatu perubahan besar di Negara ini, menuju terwujudnya bangsa yang bermartabat, maju dan sejahtera.

Untuk bidang perumahan yang menjadi konsentrasi saya, restorasi itu dimulai dengan membangun kembali komitmen “Politik Perumahan Rakyat” sesuai amanat Undang – Undang Dasar 1945 “ Bahwa Setiap Rakyat Berhak Untuk Tinggal di Tempat yang Layak ”.
 SHELTER FOR ALL, rumah untuk semua, suatu keniscayaan dan hak rakyat yang masih harus diperjuangkan. Pengembangan program “Perumahan Rakyat dan Transmigrasi harus lebih ditingkatkan sebagai sarana mengangkat harkat bangsa”.

 Melalui gagasan program “ Rumah Sehat Terjangkau” ( dengan 1 Juta Punya Rumah ) di setiap Kabupaten / Kota dan kawasan transmigrasi, diharapkan bisa menjawab lebih banyak lagi kebutuhan tersebut dan merupakan bagian dari Restorasi bangsa ini. “Rumahku-Kehidupanku untuk Gerakan Perubahan”.

Apa makda dari Slogan “Merumahkan” Rakyat yang pernah Anda Tawarkan?

Indonesia diprediksi akan mendapatkan jendela peluang atau The window of opportunity di bidang kependudukan pada tahun 2020-2030. Pada dekade tersebut Indonesia mengalami bonus demografi yaitu keuntungan ekonomis akibat menurunnya rasio ketergantungan penduduk sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang dari Program Nasional Keluarga Berencana. Dimana jumlah penduduk usia produktif  menjadi lebih dari dua kali jumlah penduduk non produktif.

Dengan pencapaian angka ketergantungan terendah yakni 44 per 100, dimana setiap 100 penduduk usia kerja menanggung 44 penduduk non produktif (anak-anak & lajut usia), maka diprediksi kondisi ini akan dapat mendongkrak pendapatan perkapita, memicu pertumbuhan tabungan yang pada gilirannya akan meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Saya selaku Sekjen NHDC (National Housing Development Community) mempunyai tanggungjawab untuk itu. Opportunity ini akan berlangsung sangat singkat, karena setelah dekade ini angka ketergantungan tersebut akan meningkat lagi seiring dengan pertambahan penduduk usia lanjut 65 tahun keatas akibat meningkatnya usia harapan hidup.

Momentum ini hendaknya dapat direspon dan disiasati oleh seluruh penentu kebijakan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi, termasuk didalamnya para penentu kebijakan dan pemangku kepentingan sektor perumahan.

Apa gambaran hasil Studi Banding Anda ke luar negeri termasuk Cina soal property ini ?

Inilah celah terbaik yang dapat diharapkan untuk melunasi atau setidaknya mengurangi angka backlog pengadaan rumah rakyat. Mei 2007 lalu  adalah kali ketiga saya datang ke China dengan tujuan melakukan komparasi masalah permukiman. Kunjungan terdahulu 1995, beberapa tahun setelah China menyatakan terbuka untuk dunia, kondisi perkotaan saat itu masih seperti kota-kota di Indonesia tahun 70 an.

Tahun 2001 pada kunjungan kedua, Saya sudah merasakan geliat pembangunan sebagai dampak dari keterbukaan China bagi investasi asing, namun secara phisik belum begitu signifikan. Pembangunan rumah susun hanya pada lokasi tertentu, rata- rata 6 atau 7 lantai.

Selang 6 tahun kemudian pada kunjungan ketiga , seluruh peserta studi banding rumah susun berdecak kagum. Reformasi di China telah merambah seluruh aspek kehidupan, kecuali system politik, perubahan  secara besar-besaran terjadi dimana-mana.

Program perumahan murah yang Anda tawarkan seperti apa?

Secara garis besar kebijakan perumahan murah (low cost housing) oleh pemerintah China pada saat itu ditetapkan dalam dua kelompok besar sasaran. Kelompok pertama adalah kelompok prasejahtera, yakni keluarga yang berpenghasilan dibawah RMB 2000 per bulan sedangkan kelompok kedua adalah kelompok Menengah bawah dengan penghasilan diantara RMB 2000 – RMB 5000 per bulan.

Untuk kelompok prasejahtera pemerintah membangun rumah susun 6 lantai, tanpa lift, luas per-unit 34-60 m², bebas pajak dan retribusi, dijual RMB 1500 – RMB 2000  per m² atau dengan system sewa RMB 18 per m²/bulan, maintenance fee RMB 0,8 per m²/ bulan, untuk kelompok ini fasos fasum tidak dibebankan pada investasi unit rusun, tetapi murni dibangun oleh  pemerintah.  Return of  Investmentbagi Rumah susun sewa ditargetkan rata-rata 10 tahun, diluar investasi tanah.

Pola perumahan seperti apa yang dapat diadobsi dari Cina untuk diterapkan di Indonesia?

Dari hasil studi banding saya ke Cina, setidaknya ada dua pola yang dipakai China dalam menanggulangi perumahan rakyat pra sejahtera dan orang golongan menengah ke atas.

(Rusunawa) Shenzhen dan Dingxiuxiyuan Economic and Suitable Houses  merupakan dua pola yang dipakai pemerintah China dalam memenuhi kebutuhan perumahan perkotaan, sesuai zaman nya. (Rusunawa) Shenzhen merupakan pola lama, dimana pemerintah bermain sendiri, membangun dan  mengelola sendiri sesuai dengan kebijakan era 90 an.

Saat ini pola pengembangan seperti Dingxiuxiyuan  yang melibatkan swasta sebagai pengembang merupakan pilihan, terutama dalam optimalisasi lahan-lahan pemerintah dan proses penataan kota dengan pola manajemen pertanahan (Land banking/land acquisition) yang  optimal.                                                      
Satu hal yang perlu dicatat dari kedua pola tersebut bahwa pemerintah China tidak pernah lupa menghitung pengembalian dari setiap investasi yang dikeluarkan sehingga kinerja dan kemampuan pemerintah memenuhi kebutuhan perumahan rakyat meningkat secara eksponensial dari tahun ke tahun.

Dari pengamatan Anda, bagaimana soal property di Jambi?

Kini perkembangan perumahan di Jambi sungguh pesat. Untuk Provinsi Jambi, kisaran kebutuhan rumah baru mencapai 27.383 unit rumah setiap tahunnya, sementara potensi bagi rumah bersubsidi berkisar antara 4.000 sampai 5.000 unit setiap tahunnya.

Namun pengembang kini cenderung hanya mengincar orang berduit. Sementara rumah untuk MBR tak kunjung ada. Sementara program Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Jambi hanya wacana semata.

Saya selaku pengusaha property sudah sejak lama bernazar membangun Rumah Sehat Terjangkau (RST) di Jambi. Sebagai bentuk kepedulian saya terhadap MBR, karena saya sangat yakin bahwa dari rumah yang sehat lah akan lahir kelak pemimpin yang sehat pula.

Ada anekdot di kalangan politisi dan para stakeholder sektor perumahan bahwa indikasi lamanya sebuah rezim akan memimpin suatu Negara dapat dilihat dari seberapa besar perhatian rezim tersebut terhadap upaya yang telah dan akan dilakukan dalam “merumahkan rakyat”. Walau tidak mutlak, secara nalar anekdot ini mungkin ada benarnya.

Dengan memperhatikan salah satu kebutuhan pokok rakyat untuk dapat memperoleh tempat berlindung yang layak, sebagai wadah awal persemaian budaya yang akan membentuk watak sumber daya manusia  pendukung eksistensi suatu bangsa ke depan.

Bicara soal Pemilu 2019, apa harapan Anda?

Pemilu adalah momentum perubahan bagi bangsa ini. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, pemilu menjadi peristiwa penting dan strategis sebagai kesempatan memilih calon anggota legislatif (caleg) dan perwakilan daerah yang akan menjadi wakil rakyat. Karena itu, KWI berusaha menegaskan agar kita bisa menjadi pemilih yang cerdas.

Gerakan golongan putih (golput) yang kini mulai muncul kepermukaan, hal itu harus dihindari. Karena sikap golput bukan cerminan dari hidup berdemokrasi yang baik. Karena hanya butuh waktu kurang lebih 1 menit di bilik suara, akan menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan. Jadilah pemilih yang cerdas demi masa depan bangsa. Salam Solidaritas. (JP-Asenk Lee)
Ir Tigor Gh Sinaga (kedua dari kiri) Dalam satu Pertemuan Internasional. Dok Pribadi
Profile Singkat 

-Nama                         : Ir Tigor GH Sinaga
-Lahir                          : Di Jambi (Berdarah Batak-Sunda/Jawa)
-Orang Tua                  : Bp.U.Sinaga & Siti Lomrah
-Lulusan                      :Sarjana Arsitektur ITB
-Istri                            : Ir LF Eli, MM, putri dari Bp. M. Sitompul/br.Aritonang
-Menjadi anggota Paskibraka 1979
-Atlet Judo Jambi pertama Peraih Prestasi Nasional (Kejurnas Judo 1977 & 1979).
-Lulusan SMA Xaverius Jambi

Pekerjaan Berwiraswsata

-Pernah mengikuti pendalaman materi (al: Housing Development by Housing Development Board & Central Providence Funds - Singapore, Housing For Low Income – Athena).
-Beberapa kali Studi banding tentang perumahan rakyat ke China, Malaysia, Singapore & Athena
-Fokus berjuang untuk perumahan rakyat dan transmigrasi, baik melalui Organisasi maupun bidang usaha.

Organisasi

-Sekjen PPTSB Jabar
-Sekjen REI Jaba
-Ketua Komtap Property dan Perumahan Rakyat Kadin Jabar
-Badan Pertimbangan Organisasi REI Jabar
-Wakil Sekjen DPP REI
-Jakarta dan  Ketua Pokja Transmigrasi dan KTM REI
-Sekjen NHDC (National Housing Development Community)
-Sementara Profesi dan Project meliputi Griya Utama Rancaekek – Bandung
-Direktur Utama Mlirang Kota Satelit, Gresik-Jatim
-Direktur Utama  Batam Center Park-Batam
-Direktur Danaro Inn, Condotel, Bandung The Setra Royal Residence – Tasikmalaya
-Direktur Utama     BiszPark Residence  dan Commerce – Jambi
-Direktur Utama Danaro Tower Apartemen & Condotel-Jambi
-Direktur Utama Jogja Superblock-Jogjakarta.
-Mantan Caleg DPR RI Pemilu 9 April 2014 Dapil Provinsi Jambi
Share this article :

Posting Komentar