Home » , , » Politik "Kotor" Menyelimuti Deklarasi Fasha-Maulana

Politik "Kotor" Menyelimuti Deklarasi Fasha-Maulana

Written By jambipos-online on Sabtu, 09 Desember 2017 | 07:49

Papan ucapan Selamat Deklarasi dicatut dari PAN (kiri) dan Burhanuddin Mahir, saat memberikan SK dukungan ke Fasha-Maulana, Jumat (8/12/2017). IST
Jambipos Online, Jambi-Politik kotor muncul jelang Deklarasi Fasha-Maulana sebagai pasangan calon peserta Pilkada Kota Jambi. Setelah habis memborong seluruh partai politik (minus PDIP-Nasdem-PAN) yang memiliki kursi di DPRD Kota Jambi, kini ada oknum dari tim diduga dari Fasha-Maulana secara sengaja memasang papan ucapan deklarasi dari DPW, PDC PAN Jambi.

Salah satunya adalah ucapan "Selamat dan Sukses Deklarasi Fasha-Maulana, dari DPC PAN Kota Jambi". Padahal di Kota Jambi PAN menggunakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) bukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Kemudian ada juga beredarnya foto karangan bunga ucapan selamat dari Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, Zumi Zola. 

Di tempat berbeda juga terlihat karangan bunga lainnya yang mengatasnamakan dari PAN. Namun ucapannya membuat yang melihatnya merasa aneh karena nomenklatur partai berlambang matahari terbit di Kota Jambi.

Pasangan Fasha-Maulana akan menggelar deklarasi di lapangan Season Square, Thehok, Kota Jambi Sabtu (9/12/2017) dengan dijrencanakan menghadirkan tokoh dari pengurus partai pengusung (Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, PKB, PPP, PBB, PKPI, Perindo) dan tokoh nasional Amien Rais. Juga mendatangkan Band Revublika sebagai penghibur acara.

Menanggapi papan ucapan yang mencatut PAN itu, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, Zumi Zola membantah jika karangan bunga itu datang dari dirinya, maupun dari PAN. Namun Zola mengatakan, ia tetap berprasangka baik kepada siapa pun orang yang mengirimkan karangan bunga tersebut. 

“Sudah diklarifikasi oleh sekjen, bahwa tidak ada pengiriman bunga yang dimaksud, baik dari PAN maupun saya pribadi. Siapapun yang berinisiatif mengirim saya ucapkan terima kasih. Insya Allah niatnya baik,” ujar Zola.

Jadi Bukti 

Mengetahui adanya 3 karangan bunga ucapan atas nama PAN di Deklarasi Fasha Maulana, Pengurus DPW PAN Provinsi Jambi dan DPD PAN Kota Jambi langsung bersikap tegas. Bahkan, sejak Pukul 20.00 Jumat malam tanpa menunggu komando, sejumlah elit partai berlambang matahari terbit ini langsung ke lokasi.

Mereka langsung mengamankan barang bukti dan membawanya naik ke Mobil. Tidak hanya itu, mereka juga menginterogasi salah satu pemilik jasa penyewaan karangan bunga. “Tadi mereka bilang dari Media Center Fasha,” kata Khusaini, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi saat ditemui di lokasi tak jauh dari lapangan Honda Season Square Jumat (8/12/2017) malam.

Penertiban itu juga dikomandoi Plt Ketua DPD PAN Kota Jambi Rusli Kamal Siregar, Sekretaris DPD PAN Kota Jambi Widodo dan sejumlah elit PAN tingkat DPD dan DPW.

Menurut Khusaini, ini sudah jelas memancing kekeruhan di Pilkada Kota Jambi. Karena masyarakat sebenarnya ingin tenang dan tidak menggunakan politik kotor begini. Tapi dengan cara seperti ini jelas akan menimbulkan gesekan dan ketersinggungan.

“Karena PAN bukan parpol pengusung. Kami tidak pernah mengirim karangan bunga. Lalu apa motif kemudian mereka mengirimkan karangan bunga partai kami tanpa seizin kami. Inikan ulah oknum,” katanya.

Dia juga mengaku sudah menghubungi unsur pimpinan tim pemenangan dari Fasha-Maulana. Namun hingga kini belum ada yang memberikan klarifikasi.

Koalisi Gemuk

Koalisi partai gemuk kini sudah ditangan pasangan Sy Fasha-Maulana jelang pendaftaran calon cakada di KPU Kota Jambi Januari 2018 mendatang. Fasha-Maulana yang sudah mengantongi 9 parpol pemilik kursi di parlemen sudah dipastikan memenuhi syarat pencalonan. 

Walikota aktif dan pejabat Kota Jambi (ASN Pemkot Jambi-Maulana) ini setidaknya sudah didukung oleh 9 parpol yaitu, Golkar, Demokrat, PPP, Gerindra, Hanura, PKS, PBB, PKB, PKPI. Ditambah lagi dua partai non parlemen Perindo dan Berkarya.

Sehingga Fasha-Maulana mengantongi 32 dari 45 kursi di parlemen (DPRD) Kota Jambi, belum termasuk NasDem yang memiliki 1 kursi. Jumlah itu, jauh diatas syarat minimal pencalonan di Pilwako 2018 sebanyak 9 kursi.

Disisi lain, Abdullah Sani-Izi sudah hampir final. Keduanya hanya diusung oleh koalisi dua parpol, PDIP dan PAN. Koalisi keduanya sudah mencukupi syarat minimal pencalonan. 

Ketua DPD Demokrat Provinsi Jambi, Burhanuddin Mahir mengingatkan jika koalisi ini bisa saja terpeleset di tengah jalan. Bila Parpol pengusung, Timses dan pasangan calon itu sendiri tidak waspada.

“Koalisi Gemuk harus waspada, bisa saja terpeleset di tengah jalan. Tapi itu jika ada musuhnya,” kata Burhanuddin Mahir, saat memberikan sambutan pemberian SK dukungan ke Fasha-Maulana, Jumat (8/12/2017).

Menurut Burhanuddin Mahir, pragmatisme politik akan digunakan lawan, untuk merubah arah pikiran politik pemilih. “Jadi kita harus menjaga kekompakkan, tapi sekali lagi saya tegaskan jika pasangan Fasha-Maulana ini ada lawannya. Untuk itu, saya menginstruksikan seluruh kader Demokrat hingga tingkat bawah harus membantu memenangkan pasangan Fasha-Maulana. Sanksi bagi kader yang membelot sangat berat, jadi kader yang keluar dari garis partai jangan main-main,” tegas mantan Bupati Muarojambi dua periode ini.

Katanya, Partai Demokrat akan sekuat tenaga memenangkan Fasha-Maulana. “Rasanya dengan Koalisi Gemuk ini terlalu naif kalau kita tidak menang,” ujarnya. 

Pilkada Kota Jambi Maret 2013

Pada Pilkada Kota Jambi Juni 2013 lalu, ada empat Paslon yang maju. Mereka adalah Paslon M Sum Indra-dr Maulana, diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), dan Partai Demokrasi Kebangsaan. Saat itu M Sum Indra menjabat sebagai Wakil Walikota Jambi.

Paslon kedua yakni Efendi Hatta-Asnawi AB yang diusung Partai Demokrat dan Partai Hanura. Sedangkan Paslon ketiga yakni Sy Fasha-Abdullah Sani diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Barisan Nasional, dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Saat itu pasangan ini mendapatkan dukungan partai parlemen paling banyak.

Terakhir, calon petahana saat itu Bambang Priyanto menggandeng Yeri Muthalib, anggota DPRD Provinsi Jambi. Bambang-Yeri diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Pemuda Indonesia (PPI). Pasangan ini sama-sama tidak diusung partainya. Bambang Priyanto merupakan kader Partai Demokrat, sedangkan Yeri Muthalib kader Partai Hanura.

Suara Pilkada Jambi 2013

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) hasil pleno perolehan suara dan pleno penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota oleh KPU Kota Jambi Juli 2013 lalu, pasangan Sy Fasha-Abdullah Sani (FAS) diputuskan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Jambi terpilih. Tiga calon yang kalah, yakni Bambang Priyanto (Bayer), Sum Indra-Maualan (Simpatik) dan Effendi Hatta-Asnawi AB (Fena) mengakui kekalahan dan tidak menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pasangan Sy Fasha-Abdullah Sani saat itu memperoleh 88.464 suara, disusul Sum Indra-Maulana (Simpatik) dengan 85.394 suara, posisi ketiga Effendi Hatta-Asnawi AB (Fena) dengan 47.646 suara dan terakhir Bambang Priyanto-Yeri Mutholib (Bayer) memperoleh 28.660 suara dari jumlah total pemilih 415.068 orang. (JP-Lee)

Berita Terkait




Share this article :

Posting Komentar