Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Petani Tak Dibantu Benih, Kadis Pertanian Muarojambi Akhirnya Dicopot

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (keempat kanan) didampingi Gubernur Jambi Zumi Zola (kiri) berbicang dengan petani jagung di Muarojambi yang tidak diberi bantuan benih. Kasus ini akhirnya berujung dengan pencopotan Kepala Dinas Pertanian Muarojambi.[Istimewa]
Jambipos Online, Batam-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku telah menerima informasi dari Gubernur Jambi Zumi Zola terkait usulannya untuk mencopot Kepala Dinas Pertanian Muarojambi Darwin Sitanggang yang tak memberikan benih kepada petani. Diketahui kalau petani memperoleh benih dengan cara membeli secara kolektif.
 
Padahal menurut Mentan, bantuan benih itu gratis untuk petani dari Pemerintah. “Saya sudah diberitahu Bapak Gubernur Jambi. Beliau mengatakan kepada saya kalau urusan (pencopotan) itu telah dituntaskan,” jelasnya saat berbicara dihadapan ratusan petani di acara tanam padi perdana di Diak, Bukit Langkap, Kabupaten Lingga, Rabu (7/9/2016).(Baca Juga: Darwin Sitanggang Bantah Tudingan Mentan Andi Amran Soal Hibah Bibit)

Menurut Andi, sudah bukan saatnya lagi seorang pejabat minta dilayani rakyat, tetapi sebaliknya, pejabat pemerintah harus melayani kepentingan rakyat. 

“Di Kantor Kementerian Pertanian sudah ada 72 pejabat eselon yang tak bisa mengikuti irama kerja saya, digeser. Dua lagi menyusul. Bahkan ada pejabat yang baru ditelepon langsung sakit dan masuk rumah sakit,” jelas Mentan sambil menyatakan saat ini era kerja sesuai dengan Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi.

Pencopotan Kadis Pertanian Muarojambi berawal dari kunjungan Mentan ke sebuah area persawahan di sana. Bersama Gubernur Jambi, Mentan menyempatkan berhenti dan berbicara dengan kelompok petani jagung yang kebanyakan kaum wanita.

Dari penjelasan para petani diketahui kalau, mereka membeli benih secara kolektif. Bhkan seorang petani wanita, Zubaedah mengatakan, ia hanya mendapat penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan saja dari hasil tanam jagungnya. “Itu tetap saya lakukan, daripada hanya diam di rumah,” keluh sang Ibu.

Mendengar pengakuan Zubaedah, Mentan mengaku sedih."Hati kecil saya nangis melihat mereka, dia saudara kita pakai pakaian compang-camping, kotor, tidak pakai sendal. Tapi bibitnya terlambat, tidak diperhatikan oleh Kadisnya, menyedihkan sekali," katanya di Jambi.

Mentan pun minta kepada Gubernur Jamb untuk segera menghubungi bupatinya menanyakan hal itu. "Itu tidak boleh terjadi kasihan petani kita benihnya terlambat tapi dana kita sudah transfer," ujarnya.

Mentan mengingatkan Kadis Pertanian Kabupaten Muarojambi agar peristiwa itu tidak terjadi lagi. Ia mengatakan, sanksi akan diberikan kepada pejabat yang berwenang jika permasalahan itu tidak diselesaikan. "Kalau SK Kadis itu ada di Kementerian Pertanian, saya pastikan SK pencopotan Kadis itu keluar hari ini. Tidak ada toleransi," tegasnya.

Mentan juga mencontohkan, saat ia mengunjungi Sulawesi Utara, ia sempat berbincang dengan seorang petani wanita yang memiliki penghasilan Rp 130 juta per bulan dari penjualan jagung yang ditanam.(SP)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar