Home » , , » Gusur Pedagang, Walikota Jambi Disebut Kaki Tangan Kapitalis

Gusur Pedagang, Walikota Jambi Disebut Kaki Tangan Kapitalis

Written By jambipos-online on Tuesday, April 19, 2016 | 2:18 PM



Koordinator  P4TP, Fikri Riza SPt SH MH melakukan orasi saat  unjukrasa Pedagang dan Penjahit Pasar Tanah Pilih (P4TP) Kota Jambi di Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/4/2016) pagi. Foto Asenk Lee Saragih/Jampos Online.

Lihat Video Demonya di Sini)

Perkumpulan Pedagang dan Penjahit Pasar Tanah Pilih (P4TP) Kota Jambi melakukan aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/4/2016) pagi. Foto Asenk Lee Saragih/Jampos Online.

Jambipos Online, Jambi-Walikota Jambi Sy Fasya disebut sebagai "antek" kapitalis di Jambi dengan melakukan penggusuran pedagang dan penjahit di Pasar Tanah Pilih Kota Jambi. Walikota Jambi hanya mementingkan pengusaha kapitalis yang merugikan masyarakat pedagfang kelas bawah. Rencana pembongkaran Pasar Tanah Pilih Pasar Jambi yang dikenal dengan “Istana Anak-anak” merupakan perbuatan kebijakan yang menindas rakyat.(Baca Juga: Inilah 3 Syarat Pedagang Pasar Tanah Pilih Mau Dipindahkan)

Hal itu terungkat saat sekitar 109 Perkumpulan Pedagang dan Penjahit Pasar Tanah Pilih (P4TP) Kota Jambi melakukan aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/4/2016) pagi. Pagi sebelumnya mereka juga melakukan unjukrasa di Kejati Jambi terkait dengan dana siluman sebesar Rp 750 Juta di PU Kota Jambi untuk pembongkaran Pasar Tanah Pilih Kota Jambi. Padahal dana tersebut tidak disetujui Anggota DPRD Kota Jambi.

Koordinator  P4TP, Fikri Riza SPt SH MH dalam orasinya mengatakan, menindaklanjuti pertemuan yang sudah di inisiasi Kepala Dinas PU Kota Jambi tentang sosialisasi pengosongan dan pembongkaran Pasar Tanah Pilih Kota Jambi pada Rabu 16 Maret 2016 lalu, dalam pertemuan itu tidak ada kata sepakat mengenai adanya pemindahan bagi sebanyak 109 pedagang dan tukang jahit yang ada pada pasar tersebut. (Berita Terkait: Tolak!!!! Bangunan Tanpa Amdal Jadi Lokasi Relokasi Pedagang dan Penjahit Tanah Pilih)

“Ancaman penggusuran dan pemiskinan itu kini menghantui pedagang dan penjahit yang ada di Pasar Tanah Pilih Kecamatan Pasar Kota Jambi. Pada tanggal 16 Maret 2016 para pedagang dan penjahit sudah dikumpulkan oleh Kadis PU Kota Jambi melalui surat undangan yang ditandatangi Sekretaris Dinas Pasar Kota Jambi yang sudah dilaksanakan di Kantor Camat Pasar Jambi. Isi surat itu perihal pedagang dan penjahit segera mengosongkan Pasar Tanah Pilih dengan batas waktu 31 Mei 2016. Surat itu dengan ancaman penggusuran paksa. Arus PLN juga diancam akan diputuskan,” sebut  Fikri Riza selaku pendamping pengunjukrasa.

Fikri Riza dalam orasinya juga menyebutkan Walikota Jambi Sy Fasya lebih mementingkan pengusaha besar atau kapitalis dibandingkan pedagang biasa yang sudah mencari nafkah di pasar itu sejak tahun 1970an. Sebanyak 109 pedagang dan penjahit sudah mendapat hak pakai untuk toko atau los yang ditempati dengan membayar retribusi kepada Pemerintah Kota Jambi yang dipungut oleh Dinas Pasar Kota Jambi.

“Kita meminta Gubernur Jambi H Zumi Zola untuk menyikapi hal itu untuk melakukan pembicaraan dengan Walikota Jambi. Zumi Zola adalah Gubernur Jambi pilihan kami. Kami sudah sepantasnya meminta perlindungan kepada Gubernur Jambi Zumi Zola selaku kepala daerah tertinggi di Provinsi Jambi ini,” ujarnya.

Pengunjuk rasa tidak dapat diterima oleh Gubernur Jambi H Zumi Zola karena tengah mengikuti Musrenbang Provinsi Jambi di RCC Jambi. Pengunjukrasa juga mengancam untuk melakukan unjukrasa lanjutan ke Gedung RCC tenpat berlangsungnya Musrenbang Provinsi Jambi tersebut. (Lee)




Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambi Pos | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. JAMBIPOS ONLINE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos