Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Jelang Puasa, Ketua DPRD Provinsi Jambi Minta Pemerintah Lakukan Operasi Pasar

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Edi Purwanto.

Jambipos Online, Jambi-
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi Edi Purwanto meminta Pemerintah untuk melakukan operasi pasar jelang bulan Puasa. Pasalnya sejumlah kebutuhan pokok seperti harga beras, cabei, minyak sayur, gula naik signifikan jelang puasa ini.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto kepada wartawan, di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis (29/2/2024). Dalam waktu dekat ini Ummat Muslim menyambut bulan suci Ramadhan, dan jelang bulan puasa beberapa harga bahan pokok mulai naik.

Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto menegaskan, untuk segera menyikapi kenaikan harga bahan pokok jelang puasa Ramadhan.

Politisi PDI Perjuangan itu juga meminta kepada tim Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan pengendalian harga.

Edi Purwanto menyebut pemerintah daerah harus mengidentifikasi penyebab kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang terjadi di tengah masyarakat. Disisi lain, upaya pengendalian juga harus dilakukan sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

"Kita minta pemerintah daerah untuk melakukan pengendalian harga dan juga mengidentifikasi penyebab kenaikan ini. Kita melihat hampir semua ini naik, mulai dari beras, kemudian ada cabe juga, kita minta pemerintah upayakan pengendalian," tegasnya.

Dikatakan Edi Purwanto, jangan masyarakat Jambi merasakan kegelisahan dengan naiknya harga bahan pokok jelang puasa ini. Dengan naiknya harga bahan pokok jelang puasa membuat masyarakat mulai gelisah. Seperti  harga bahan pokok mulai dari beras, gula pasir, dan minyak goreng melonjak.

Minyak merupakan komoditas langka yang membuat resah masyarakat Indonesia padahal kita merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar. Harga pangan yang cenderung naik biasanya dirasakan terus menerus hingga  Hari Raya tiba dengan pasokan yang terbatas dan kelangkaan di berbagai tempat.

Adanya kondisi tersebut akan memicu terjadinya pembelian panik di masyarakat sehingga melakukan pembelian secara berlebihan dan memicu kenaikan harga secara besar-besaran dan tidak dapat diprediksi. (JP-Red) 

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar