Home » , , , » Samuel Hutabarat: Kami Menunggu Kejujuran Ferdi Sambo, Apa Sebenarnya Motif Pembunuhan Anak Kami Yosua

Samuel Hutabarat: Kami Menunggu Kejujuran Ferdi Sambo, Apa Sebenarnya Motif Pembunuhan Anak Kami Yosua

Written By jambipos-online on Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:56


Jambipos, Muarojambi-
Samuel Hutabarat meminta kejujuran Irjen Ferdy Sambo soal motif pembunuhan anaknya Brigadir Polisi Nofriyansyah Yosua Hutabarat di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo Jumat 8 Juli 2022 lalu. Pihak keluarga Yosua juga masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Khusus Mabes Polri soal motif pembunuhan anak mereka Yosua.

Soalnya cerita Bgrigpol Yosua Hutabarat selama ini kepada keluarga, tidak ada yang aneh-aneh soal keluarga Irjen Ferdy Sambo dan istri sebagai tempatnya berdinas. Keluarga berharap Irjen Ferdy Sambo jujur soal motif pembunuhan anak mereka Yosua.

Hal itu diungkapkan Samuel Hutabarat (ayah Mendiang Yosua) kepada wartawan di kediamannya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, usai menyaksikan di lewat layar televisi jumpa pers Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Tim Khusus saat mengumumkan FS sebagai tersangka baru dalam kasus tewasnya Brigpol Yosua, Selasa (9/8/2022) petang.

“Kami memohon kepada Pak Ferdy Sambo terbuka kepada penyidik, apa motif terjadinya semua ini. Sejak dari awal kami tidak menduka adanya kejadian ini. Soalnya anak kami Yosua tidak pernah bercerita tentang pahit, selalu bercerita yang enak soal keluarga Ferdy Sambo kepadanya. Kami memohon kepada bapak Ferdy Sambo apa motifnya,” ujar Samuel Hutabarat.

“Kepada ibu Putri, kiranya ibu Putri jangan bersembunyi dibalik layar. Tampillah kepermukaan. Sekarang Polisi sudah menetapkan bapak Ferdy Sambo sebagai tersangka. Jangan lagi sembunyi. Jujurlah kepada penyidik. Kita keluarga besar menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik dan kuasa hukum kami untuk mengawal kasus ini. Kiranya hukum ditegakkan seadil adilnya. Jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah,” kata Samuel Hutabarat.

Samuel Hutabarat juga menceritakan kondisi istrinya Rosti Simanjuntak (Ibunda Yosua) yang mengalami syok karena mengetahui bahwa anaknya Yosu meninggal karena dibunuh bukan tembak menembak seperti yang dikabarkan kepada keluarga saat menerima jenazah Yosua Sabyu 9 Juli 2022 lalu. 

“Ibunda Yosua syok mendengar jumpa pers Kapolri. Dia tidak menyangka kalau anaknya meninggal karena dibunuh atas perintah atasannya FS. Ibu sekarang lagi menjalani perawatan, berobat jalan dan didampingi keluarga,” ujar Samual Hutabarat. 

“Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman, untuk menghalang-halangi orang-orang lemah mendapat keadilan dan untuk merebut hak orang-orang sengsara di antara umat-Ku, supaya mereka dapat merampas milik janda-janda, dan dapat menjarah anak-anak yatim! 

Apakah yang akan kamu lakukan pada hari penghukuman, dan pada waktu kebinasaan yang datang dari jauh? Kepada siapakah kamu hendak lari minta tolong, dan di manakah hendak kamu tinggalkan kekayaanmu? 

Tak dapat kamu lakukan apa-apa selain dari meringkuk di antara orang-orang yang terkurung, dan tewas di antara orang-orang yang terbunuh! Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung. Yesaya 10 :1-4. Firman Tuhan ya dan amin bagi orang-orang yang berseru dan berharap kepada Nya. Tersenyum lah kamu nakku dari Sorga karena keadilan sudah kita dapatkan,” tulis Roslin Emika Simanjuntak bersama Rohani Simanjuntak, adik dari Rosti Simanjuntak.

Terpisah, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, kepolisian masih mendalami motif Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. Namun Mahfud mengatakan bahwa motif Sambo sensitif dan hanya boleh didengar oleh orang dewasa.

“Soal motif, biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," kata Mahfud, Selasa (9/8/2022) malam.

Sementara Ketua Umum Ormas Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH menduga motif kasus pembunuhan Brigpol Yosua oleh FS karena adanya soal perselingkuhan FS yang diketahui Brigpol Y. 

“Dari awal kita bersama tim pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak dan kawan-kawan sudah menduga dan meyakini bahwa penyebab kejadian adalah karena FS ketahuan selingkuh dan akhirnya ribut dengan ibu. Sehingga FS marah kepada Yosua karena dianggap dia yang memberitahukan akhirnya disiksa dan dibunuh. Dari screenshot Tiktok Barada E ternyata apa yang menjadi dugaan kita hampir persis sama,” ujar Lamsing Sitompul.

Meninggal Tak Wajar 

Seperti diberitakan sebelumnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal tak wajar di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat 8 Juli 2022 pukul 17.00 WIB. Jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah dikebumikan di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin (11/7/2022).

Kemudian pengangkatan jenazah atau ekshumasi Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, telah dilakukan Rabu (27/7/2022) pagi.

Sebelum proses ekshumasi, dilakukan doa bersama yang dihadiri seluruh keluarga Samuel Hutabarat/Rosti Simanjuntak, Bripda Reza Hutabarat (adik almarhum), tim kuasa hukum keluarga Kamaruddin Simanjuntak, Nelson Simanjuntak, Martin Lukas Simanjuntak, Jhonson Panjaitan, Mansur Febrian, dan keluarga besar PBB Jambi serta pihak kepolisian yang hadir.

Usai proses ekshumasi dilanjutkan autopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua di RSUD Sungai Bahar, Muarojambi, Provinsi Jambi, Rabu (27/7/2022) hingga Pukul 13.00 WIB. Autopsi ulang melibatkan sejumlah dokter forensik dari berbagai rumah sakit dan universitas yang dipimpin oleh Kepala Departemen Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ade Firmansyah Sugiharto.

Meninggal tak wajar Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat telah menyita perhatian publik sejak Senin (11/7/2022) hingga Rabu 10 Agustus 2022, baik di media massa maupun sosial media. 

Kini tersangka dalam kasus pembunuhan Brigpol Yosua sudah ditetapkan empat orang yakni Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir Ricky Rizal, KW dan Irjen Ferdy Sambo. Keempat tersangka kini telah ditahan guna pemeriksaan lebih lanjut. (JP-Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA