Adu Domba

Written By jambipos-online on Senin, 29 Agustus 2022 | 17:39

Abdul Jamil Al Rasyid.
Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid

Jambipos-Adu domba merupakan sifat untuk menyebarluaskan suatu informasi yang tidak benar serta melakukan fitnah terhadap orang yang tidak pernah bersalah. Biasanya dalam hidup selalu ada orang yang melakukan ado domba terhadap orang lain. Dia akan senang melihat orang lain bertengkar gara-gara dirinya padahal orang tersebut sebenarnya tidak tahu apa-apa. 

Adu domba merupakan sifat yang amat keji karena bisa saja orang lain berkelahi gara-gara satu orang saja. Adu domba sebenernya mudah dipelajari karena kita untuk mengadu orang, tinggal kita berbohong ke satu pihak dan juga berbohong ke pihak lain.

Adu domba sudah dilakukan oleh berbagai pihak. Pada zaman kolonial, salah satu politik yang dipakai untuk menjajah suatu daerah adalah politik adu domba. Contohnya saja Belanda menjajah Indonesia,  adu domba adalah salah satu senjata untuk memecah belah daerah di Indonesia. 

Karena pada saat Belanda menjajah Indonesia, bangsa Indonesia masih belum bersatu dan juga masih bersifat kedaerahan. Makanya hal ini menjadi siasat Belanda untuk melakukan politik adu domba antara satu elemen masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Adu domba tidak hanya terjadi pada zaman kolonial saja, hingga saat ini banyak praktik adu domba yang dilakukan oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain membenci seseorang. 

Misalnya saja penulis merasakan bahwa ada orang yang tidak suka dengan sikap penulis, hal ini membuat dia memfitnah penulis dengan kata-kata yang tidak penulis lakukan. 

Makanya pengaruh dari satu orang membuat penulis dibenci dalam salah satu kelompok penulis. Satu orang ini menjadi biang masalah untuk segala hal yang dibuat agar orang membenci penulis.

Begitu ado domba berjalan, padahal penulis tidak melakukan apa yang dia ucapkan. Fitnah tentang diri penulis dapat dirasakan ketika satu orang yang membenci penulis, bisa menjadi satu kelompok membenci penulis. 

Gara-gara satu orang ini membuat penulis acuh tidak acuh saja dengan kelompok tersebut. Hal ini penulis lakukan karena buat apa kita berjuang untuk orang yang tidak menghargai kita. Kita seumuran tetapi kita menggurui orang tersebut. Hal ini adalah salah satu jalan yang salah. 

Adu domba deket dengan fitnah, karena setiap perkataan yang mengada-ngada suatu saat akan ketahuan busuknya bagi orang. Pembohong akan ketahuan ketika ucapan dia berbelit-belit untuk dilakukan. 

Orang yang bohong tidak akan selamanya bisa berbohong karena yang busuk akan tetap nampak bagi orang lain. Begitu juga dengan fitnah akan ketauan suatu saat bahwa kita sebenarnya melakukan hal yang tidak berdasarkan fakta yang kita buat. Kita tidak bisa menilai orang sehari atau dua hari saja karena kita bisa ditipu oleh orang karena sebenernya dia itu baik.

Adu domba merupakan salah satu sifat yang sangat-sangat tidak boleh dilakukan. Karena dalam satu kelompok adu domba bisa membuat hancur kelompok tersebut. Akan tetapi selalu ada dalam satu kelompok orang yang akan menjadi pemecah di kelompok tersebut. 

Biasanya orang seperti ini adalah orang yang memiliki hati dan akhlak yang tidak baik. Sifat asli orang seperti ini sulit untuk dirubah karena sudah mendarah daging dalam dirinya. Dia bisa menghancurkan individu seseorang, bisa menghancurkan keluarga seseorang bahkan kebahagiaan seseorang.

Berbicara kejelekan seseorang terhadap orang lain merupakan salah satu aplikasi dari sifat adu domba. Jangan pernah kita merusak citra orang lain padahal kita sendiri belum tentu bisa seperti dirinya. Adu domba bisa saja berasal dari sifat iri, dengki, marah, serta tidak suka terhadap orang tersebut. 

Bisa juga adu domba berasal dari sifat rasa suka yang tidak kesampaian dari orang tersebut. Hal ini adalah salah satu bentuk aplikasi dari sifat ingin memiliki dari orang tersebut terhadap kita. Karena rasa suka yanh tidak kesampaian tersebut maka timbul rasa benci dan untuk itu kita adu semua orang agar benci orang tersebut.

Untuk itu dalam hidup jangan pernah kita bicarakan aib teman kita kepada orang lain. Jangan menghasut orang agar membenci orang tersebut padahal tidak sesuai fakta yang dibicarakan.

Memberikan pengaruh yang negatif terhadap orang tidak dibenarkan karena kita tidak bisa menilai orang dari luarnya saja. Kita tidak tahu karakter orang tersebut bagaimana. Ketika kita membenci orang lain, maka kita tidak boleh juga mengatakan kepada orang lain kita membenci dia. Kita harus bersikap dewasa untuk semua masalah yang kita hadapi. (JP- Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas, Anggota Lembaga Mahasiswa Jurusan (Lmj) Sastra Minangkabau, Penulis Pernah Menerbitkan Tulisan Di Berbagai Media 34 Provinsi Indonesia, Penulis Sekarang Berdomisili Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek)
Share this article :

Posting Komentar

Komentar Dilarang Melanggar UU ITE

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA