. Pembukaan Rakerda Khusus PDIP Se Provinsi Jambi Berjalan Sukses | Jambipos
Home » , , » Pembukaan Rakerda Khusus PDIP Se Provinsi Jambi Berjalan Sukses

Pembukaan Rakerda Khusus PDIP Se Provinsi Jambi Berjalan Sukses

Written By jambipos-online on Rabu, 16 September 2020 | 14:42

Pemenangan Paslon Calon Gubernur Pilkada 2020

Petrus Hilman DT Purba BBA.(Asenk Lee Saragih)

Jambipos, Jambi-Acara seremoni pembukaan Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Se Provinsi Jambi di Kantor DPD PDIP Provinsi Jambi di Jalan Haji Kamil No 46, Kelurahan Wijaya Pura, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu pagi (16/9/2020), berjalan dengan sukses. Rakerdasus PDIP Se Provinsi Jambi itu dibuka resmi oleh Sekjen DPP PDIP  Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dengan virtual disaksikan peserta Rakerda dan undangan yang hadir.

Rakerdasus PDIP Se Provinsi Jambi ini dihadiri oleh Calon Wakil Gubernur Jambi Hj Ratu Munawaroh, Politisi Parpol Pengusung H Cek Edra Hj Ratu Munawaroh (PDIP-Golkar) dan fungsionaris PDIP Provinsi Jambi seperti Sofyen Pangaribuan, Tony Simatupang.

Ketua Panitia Rakerda Khusus PDIP Provinsi Jambi Petrus Hilman DT Purba BBA dalam sambutannya mengatakan Rakerdasus PDIP Provinsi Jambi ini dilaksanakan dalam rangka pemantapan langkah pemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jambi H Cek Endra- Hj Ratu Munawaroh yang diusung koalisi PDIP-Golkar pada Pilkada Gubernur Jambi Rabu 9 Desember 2020 mendatang.

Menurutnya, Rakerda khusus PDIP Se Provinsi Jambi ini diikuti sebanyak 272 orang yang terdiri dari pengurus DPD, DPC, PAC PDIP Se Provinsi Jambi dan seluruh Anggota Fraksi DPID DPRD Kabupaten, Kota Se Provinsi Jambi dan Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jambi.

Rakerdasus PDIP Se Provinsi Jambi ini mengangkat Tema “Solid Bergerak Untuk Indonesia Raya, Mewujudkan PDI Perjuangan Sebagai Partai Pelopor” ini akan berlangsung satu hari dari pukul 10.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB.

Pantauan Jambipos, rangkaian seremoni pembukaan Rakerdasus PDIP Provinsi Jambi ini yakni Absensi peserta rakerda, pembukaan dengan seremoni Lagu Indonesia Raya dibawakan oleh Yenny Sinaga STh M Pdk, Mengheningkan Cipta oleh H Zaidan Ismail SH, Pembacaan Teks Pancasila oleh Doddy Harmoko STP, Mars PDI Perjuangan dan Hymne PDI Perjuangan oleh Yenny Sinaga.

Selanjutnya Dedication of Live, Lagu Solid Bergerak dipandu oleh Yenny Sinaga, Sambutan Ketua Panitia Rakerda Khusus PDIP Provinsi Jambi Petrus Hilman DT Purba BBA, Pembacaan Rekomendasi Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi dari PDI Perjuangan oleh H Zaidan Ismail SH.

Kemudian kata sambutan calon wakil Gubernur Jambi Hj Ratu Munawaroh, Sambutan Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto SH.I MSi, arahan  Sekjen DPP PDIP  Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara virtual dan Doa penutup oleh Ir MA Fauzi (Ketua DPC PDIP Kota Jambi).
Pada kesempatan itu Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto juga memberikan apresiasi perjuangan calon wali kota Sungaipenuh Ahmadi Zubir yang juga hadir pada Rekerdasus ini. 

Edi Purwanto menyampaikan salam perjuangan kepada  Ahmadi Zubir yang berhasil untuk maju di Pilkada Kota Sungaipenuh dimasa perpanjangan pendaftaran dengan menggandeng PPP dan Berkarya sebagai partai pengusung bersama PDIP. Juga calon wakil Alvia Santoni (Antos) yang mendampingi Ahmadi Zubir maju di Pilkada Kota Sungaipenuh 9 Desember 2020 mendatang.

Edi Purwanto kembali mengingatkan agar seluruh pengurus, kader PDIP, Anggota Fraksi PDIP di DPRD untut berjuang bersama dalam memenangkan Paslon Gubernur Jambi H Cek Endra-Hj Ratu Munawaroh di Pilgub Jambi 9 Desember 2020. 

Arahan DPP PDIP

Saat arahannya secara virtual, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta calon kepala daerah dari PDIP yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2020 untuk bekerja keras untuk merebut hati rakyat sehingga memperoleh kemenangan.
Hasto Kristiyanto Saat Virtual. (Foto Ezer Twopama Manihuruk)

"Bung Karno mengatakan tak ada perjuangan yang sia-sia. Terlebih, untuk calon kepala daerah, senjata paling hebat menjadi pemimpin adalah menyatu dengan kekuatan rakyat. Itulah strategi utama PDIP," kata secara virtual dari Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Kata Hasto, Para kader PDIP pun, akan berada bersama calon kepala daerah sebagai bagian dari energi perjuangannya dengan memberikan dukungan total. Bahwa pihaknya memberi dukungan total, dukungan dengan penuh kedisiplinan, dukungan yang diambil melalui sebuah proses kajian yang panjang dan akhirnya Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengambil keputusan.

“Ketika keputusan diambil oleh Ketua Umum, siapa pun yang namanya anggota dan kader partai wajib mendukung bapak ibu semuanya tanpa terkecuali. Yang tidak mendukung bapak ibu semuanya yang telah dicalonkan oleh ibu ketua umum, akan kami berikan sanksi. Sekolah partai, termasuk cakada yang berasal dari parpol lain, untuk membekali hal fundamental menyangkut ideologi negara, politik, ekonomi, kebudayaan, hingga pembentukan karakter kepemimpinan,” kata Hasto.

Hasto juga mengingatkan para cakada punya pemahaman yang sama dan dapat ikut menjelaskan berbagai isu politik. Salah satunya adalah soal fitnah terhadap PDIP serta Bung Karno yang dikatakan anti-Islam dan komunis.

Dia menyebutkan putra tertua Bung Karno, Guntur Soekarnoputra, pada bulan Oktober 2014 berkirim surat bagaimana kaderisasi PDIP harus memahami Islam dan keislaman sebab kader PDIP terjun serta bersentuhan ke tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

"Ini jelas pesannya karena ada pihak yang ingin membenturkan PDI Perjuangan dengan Islam. Padahal, faktanya sejak awal Bung Karno selalu membela Islam. Saya mencontohkan bagaimana PDIP bekerja sama dengan Nahdatul Ulama mengusulkan adanya Hari Santri,” tegasnya.

Sebelumnya, Bung Karno yang memaksa Uni Sovyet menemukan makam Imam Al Bukhori di Uzbekistan. Bung Karno juga yang memaksa Kruschev mendirikan kembali Masjid Biru yang sudah sempat dijadikan gudang oleh negeri itu.

Putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, adalah yang mengusulkan agar ulama asal Makassar, Syekh Yusuf, dijadikan pahlawan kemerdekaan Afrika Selatan bersama Bung Karno. Megawati pula yang membangunkan mesjid di bumi belahan selatan itu.

Selain itu, Bung Karno juga membantu serta mendorong kemerdekaan Tunisia, Aljazair, dan Maroko hingga disewakan sebuah rumah perjuangan di Jalan Serang, Jakarta. Bung Karno juga yang membantu Pakistan untuk lepas dari penjajahan dengan mengirimkan persenjataan.

“Tanpa harus berteriak saya bela Islam, Bung Karno menjalankan bagaimana Pancasila itu. Jadi, kalau ada yang berusaha menegatifkan Bung Karno, itu karena kekuatan neokolonialisme dan neoimperialisme yang hendak menjajah kita kembali," kata Hasto.

PDIP juga mendorong para cakada, ketika terpilih, mendorong kebijakan berbasis riset serta mendorong pendidikan demi menguasai ilmu-ilmu dasar.Pada kesempatan itu, Hasto juga berdialog dengan para calon kepala daerah ketika sesi tanya jawab, di antaranya adalah Cawabup Sumenep Dewi Khalifah dan Cawabup Tangerang Selatan Rahayu Saraswati.

Sama seperti para cakada yang memuji sekolah cakada PDIP, Rahayu secara khusus bertanya soal sikap terkait dengan RUU Cipta Kerja yang banyak dipertanyakan kaum buruh. Hasto menjawab bahwa ideologi Pancasila berbasis falsafah kemanusiaan bahwa kemerdekaan Indonesia harus membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan.

Ada juga sila kelima Pancasila bahwa negara menjamin rakyat mendapatkan penghidupan dan pekerjaan layak. Fakir miskin dan anak terlantar juga wajib dipelihara negara."Buruh, petani, adalah mayoritas rakyat kita. Maka, kekuasaan harus hadir memberikan hak para buruh," ujar Hasto.

RUU Cipta Kerja hadir merespons situasi bahwa bangsa ini hidup dalam kompetisi dengan negara lain. Ada sebuah benchmark terhadap produktivitas serta upah buruh Indonesia.

"Namun, legislasi ini jangan sampai menghadirkan ketidakadilan baru, pemegang kapital menindas buruh. Maka, hak buruh terhadap penghasilan berdasar UMR yang disesuaikan dengan tingkat inflasi, itu bagian dari kesepakatn bersama. Akan tetapi, dari garis ideologi, negara bertujuan membuat pekerjaan layak," beber Hasto.

Pria asal Yogyakarta itu lalu menyinggung soal buruh asing. Menurut dia, hanya yang selected berkaitan teknologi dan resiko tinggi, dimungkinkan ruang itu dibuka.

Bagi yang mendorong perubahan faktor eksternal, misalnya, kalau ada perusahaan pangan ingin beralih ke industri tinggi, tentu dia harus outsource ke perusahaan kompetensi tinggi.

“Namun, yang berkaitan hajat hidup orang banyak, seperti pertanian, energi, dan perbankan, dinyatakan tak terbuka sepenuhnya untuk asing dan buruhnya. Saya juga berharap nantinya Bapak H Cek Endra dan Ibu Hj Ratu Munawaroh bisa menciptakan hal itu di Provinsi Jambi jika rakyat memberikan amanat pada Rabu 9 Desember 2020 mendatang," kata Hasto. (JP-Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Posting Komentar

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA