. Petani Jambi Lega, Harga Sawit Mulai Merangkak Naik | Jambipos
Home » , , » Petani Jambi Lega, Harga Sawit Mulai Merangkak Naik

Petani Jambi Lega, Harga Sawit Mulai Merangkak Naik

Written By jambipos-online on Jumat, 13 Desember 2019 | 10:20

TBS Sawit. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)
Jambipos, Jambi-Para petani sawit di Provinsi Jambi yang beberapa tahun terakhir sering mengeluh akibat rendahnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kini mulai lega. Kelegaan petani sawit di Jambi muncul menyusul mulai merangkaknya kenaikan harga TBS sawit di daerah itu. 

Nando Situngkir (40), petani sawit swadaya Desa Bukit Baling, Kecamatan Sengeti, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi kepada wartawan di Jambi, Jumat (13/12/2019) menjelaskan, dirinya lega sebab selama dua pekan ini harga TBS sawit di daerah itu mulai naik.

“Kenaikan harga TBS sawit di tingkat petani memang baru berkisar Rp 50 – Rp 70/kg. Namun kenaikan harga TBS tersebut cukup melegakan, khususnya menghadapi penghujung tahun ini,”ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal di Jambi, Jumat (13/12/2019) menjelaskan, berdasarkan hasil rapat tim perumus harga TBS sawit di Jambi, harga TBS sawit di Provinsi Jambi periode tanggal 13 – 19 Desember 2019 mencapai Rp 1.792,54/kg. Harga TBS sawit tersebut naik Rp 67/kg (3,9 %) dibandingkan harga TBS sawit di daerah itu dua pekan sebelumnya sebesar Rp 1.725,39/kg.

“Naiknya harga TBS sawit di Jambi dipengaruhi kenaikan harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO), inti sawit dan indeks kumulatif (K)," ujar Agus.

Disebutkan, harga CPO di Jambi naik dari Rp 8.033,33/kg menjadi Rp 8.175,65/kg. Harga inti sawit naik dari 4.189,35/kg menjadi Rp 4.296,44/kg. Sedangkan indeks K naik 87,24 % menjadi 88,98 %.

Dijelaskan, kenaikan harga CPO dan inti sawit tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan CPO dan inti sawit dari negara India dan Cina. Kemudian kenaikan harga CPO dan inti sawit ini juga diperkirakan dipengaruhi kebijakan Presiden Joko Widodo mendorong penggunaan bio solar.

Agusrizal menilai, faktor cuaca juga mempengaruhi harga CPO, inti sawit dan TBS sawit dua bulan terakhir. Selama musim hujan ini, sawit berbunga dan berbuah dengan baik. “Karena itu kualitas TBS sawit meningkat. Kualitas TBS sawit sangat berpengaruh terhadap kenaikan harga,”tambahnya.

Dijelaskan, harga TBS sawit di Provinsi Jambi periode tanggal 13 – 19 Desember 2019 paling rendah Rp 1.411/kg, yakni harga untuk TBS sawit usia tiga tahun. Harga TBS sawit tersebut naik dari harga sebelumnya Rp 1.359,25/kg. Harga TBS sawit usia tanaman empat tahun naik dari 1.439,43/kg menjadi Rp 1.495,44/kg.

Harga TBS sawit usia lima tahun naik dari 1.506,59/kg menjadi Rp 1.565,19/kg. Kemudian harga TBS sawit usia enam tahun naik dari Rp 1.570,24/kg menjadi Rp 1.631,31/kg dan harga TBS sawit usia tujuh tahun naik dari Rp Rp 1.610/kg menjadi Rp 1.672,61/kg.

Harga TBS sawit usia delapan tahun naik dari Rp 1.643,18/kg menjadi Rp 1.707,10/kg dan harga TBS sawit usia sembilan tahun naik dari Rp 1.676,21/kg menjadi Rp 1.741,41/kg.

Sedangkan harga TBS sawit usia 10-20 tahun naik dari Rp 1.725,39/kg menjadi Rp 1.792,54/kg, harga TBS sawit usia 21-24 tahun naik dari Rp 1.671,70/kg menjadi Rp 1.736,80/kg dan harga TBS sawit usia 25 tahun naik dari Rp 1.591,74/kg menjadi Rp 1.653,79/kg.(JP-SP)
Share this article :

Posting Komentar

 

Copyright © 1998. Jambipos Hak Cipta PT JAMBI POS MULTI MEDIA