Home » , , » Menhan: OPM Dalang Penembakan di Papua, Tak Ada Negosiasi

Menhan: OPM Dalang Penembakan di Papua, Tak Ada Negosiasi

Written By jambipos-online on Rabu, 05 Desember 2018 | 08:36

Anggota TNI dibantu warga mempersiapkan peti jenazah untuk korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua, 4 Desember 2018. Sebanyak 31 karyawan PT Istika Karya diduga tewas ditembak oleh KKB saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada 2 Desember lalu ( Foto: Antara / Iwan Adisaputra )

Ryamizard menyebut kelompok pemberontak itu adalah kelompok lama sehingga harus ditangani langsung oleh TNI.

Jambipos Online, Jakarta- Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan penembakan pekerja di Kabupaten Nduga, Papua, bukan aksi kriminal melainkan pemberontakan yang dilakukan kelompok OPM (organisasi Papua merdeka) yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.

"Mereka itu bukan kelompok kriminal tapi pemberontak. Kenapa saya bilang pemberontak? ya kan mau memisahkan diri dari Indonesia. itu kan memberontak bukan kriminal lagi," kata Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

"Ini pemberontak, OPM. Masa rakyat biasa nembak-nembak," sambungnya.

Ryamizard menyebut kelompok pemberontak itu adalah kelompok lama sehingga harus ditangani langsung oleh TNI.

"Mereka ingin memisahkan diri. Tugas pokok Kemenhan, tugas pokok TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. Tiga, menjaga keselamatan bangsa," ungkapnya.

Saat disinggung terkait solusi permasalahan itu, secara tegas Ryamizard menjelaskan bahwa tidak ada negosiasi terhadap kelompok pemberontak tersebut.

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," ucapnya.

Diketahui, sebanyak 31 pekerja proyek Istaka Karya yang tengah membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berdasarkan keterangan Polda Papua, hingga Senin (3/12) pukul 22.35 WIT, sebanyak 24 orang dibunuh terlebih dahulu. Kemudian, sebanyak delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput oleh KKB, tujuh di antaranya dibunuh dan satu orang belum ditemukan.9*)

Sumber: BeritaSatu.com

Share this article :

Posting Komentar