Home » , » Ini Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis

Ini Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis

Written By jambipos-online on Kamis, 15 November 2018 | 18:00

Mobil Nissan X-trail B 1075 UOC yang hilang dari rumah korban pembunuhan di Bekasi akhirnya ditemukan di sebuah kontrakan di kawasan Cikarang dan kemudian diamankan di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (15/11/2018). ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael Niman )
HS dibekuk di Garut, Jawa Barat. HS ditangkap di dalam sebuah saung di kaki Gunung Guntur, Garut .

Jambipos Online, Jakarta - Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi, membekuk HS, terduga pelaku pembunuhan sadis satu keluarga, di Jalan Bojong Nangka RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kronologi penangkapan terduga pelaku HS bermula ketika tim gabungan Subdit Jatanras dan Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya serta Reskrim Polres Metro Bekasi, menemukan mobil Nissan X-Trail Nissan X-Trail B 1075 UOQ, milik kakak korban Diperum Nainggolan (38), di sebuah rumah indekos, di kawasan Cikarang.

"Kami mengidentifikasi, kami melihat siapa yang membawa mobil tersebut, kami mendapatkan itu ternyata dibawa saudara juga berinisial HS," ujar Argo, Kamis (15/11/2018).

Dikatakan, penyidik kemudian melakukan pendalam dan mencari keberadaan HS, karena ternyata tidak berada di tempat indekos itu. "Kemudian kami cari, kami lidik keberadaan HS ada di mana. Kami dapat info dari masyarakat, ternyata HS ini dia ada di Garut," ungkapnya.

Sejurus kemudian, tim gabungan berangkat menuju Garut, Jawa Barat. Tak butuh waktu lama, penyidik menemukan HS berada di sebuah kaki Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Di sana dia berada di saung atau rumah, akhirnya kami mendapatkan yang bersangkutan ada di sana. Katanya akan mendaki gunung. Setelah kami geledah tasnya, kami menemukan kunci mobil merek Nissan, HP, dan uang sekitar Rp 4 juta. Akhirnya yang bersangkutan dibawa ke Jakarta untuk diinterogasi," katanya.

Argo menuturkan, penyidik masih mendalami dugaan keterkaitan HS dengan kasus pembunuhan sadis itu, melalui scientific investigation -pemeriksaan laboratorium-. Sebab, HS tidak mengakui perbuatannya.

"Yang bersangkutan masih mengelak, artinya bahwa dia (mengaku) tidak melakukan apa-apa. Tapi ini penyidik yang akan dalami. Nanti kami cek hasil Labfor," tegasnya.

Menurutnya, penyidik dan tim Inafis Polda Metro Jaya tadi pagi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di mobil Nissan X-Trail. Pada saat pemeriksaan penyidik menemukan dua handphone korban yang ada bercak darahnya.

"Tadi pagi kami sudah melakukan olah TKP di mobil, ternyata kita temukan HP korban dua buah ada di situ, ada darahnya di HP tersebut di-swap, artinya kita ambil untuk Labfor. Kemudian, di gagang pintu kanan juga ada darah di sana, itu juga kita ambil. Kemudian di karpet bawah sopir juga ada darah, kita ambil juga. Lalu di pedal gas ada darah, itu juga kita ambil semuanya. Kemudian juga ada di seatbelt ada darah, juga kita ambil," jelasnya.

Argo melanjutkan, penyidik juga sudah mengambil kuku dari terduga pelaku HS untuk diperiksa di laboratorium. 

"Pada kuku ada noda hitam, diambil itu untuk Labfor akan dicek apa itu darah atau bukan. Selain itu juga, HS ini ada luka di jari telunjuk tangan. Yang bersangkutan pada jam 05.00 pagi, (sempat) berobat ke klinik di dekat kos-kosannya di sana, di Cikarang, sekitar 500 meter dari kos untuk obati jari. Ditanya perawat, mengaku ke perawat jatuh," katanya.

Ia menambahkan, penyidik juga menemukan celana hitam panjang bernoda darah ketika menggeledah kamar indekos HS.

"Ini semua sudah kita ambil darahnya sebagai sampel dan akan kita cocokkan. Nanti labfor menggunakan pemeriksaan ilmiah. Kita tunggu hasil Labfor darah yang di mobil, darah yang ada di tempat kos dan darah yang ada di TKP, apakah ada kesamaan atau tidak," tandasnya.

Diketahui, satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak ditemukan meninggal dunia, di kediamannya, Jalan Bojong Nangka RT 02 RW 07 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, sekitar pukul 06.30 WIB, Selasa (13/11/2018) kemarin.

Ayah atas nama Diperum Nainggolan dan istrinya bernama Maya Ambarita (37), tergeletak bersimbah darah di ruang tengah. Sementara kedua anaknya Sarah Nainggolan (9) serta Arya Nainggolan (7), ditemukan di dalam kamar.(*)

Sumber: BeritaSatu.com

Share this article :

Posting Komentar