Home » , » Nilai Tukar Petani Provinsi Jambi Naik 1,68 Persen

Nilai Tukar Petani Provinsi Jambi Naik 1,68 Persen

Written By jambipos-online on Senin, 01 Oktober 2018 | 15:50

Ilustrasi petani. ( Foto: Antara / Dedhez Anggara )
Nilai Tukar Petani September Naik 0,59%

Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

Jambipos Online, JakartaPada September 2018, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (1,68 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Nilai Tukar petani (NTP) nasional September 2018 sebesar 103,17 atau naik 0,59 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

"Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,26 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,33 persen," demikian data resmi BPS yang dipublikasikan, Senin (1/10/2018).

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. 

Pada September 2018, NTP Provinsi Jambi mengalami kenaikan tertinggi (1,68 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,18 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada September 2018 terjadi deflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,59 persen, disebabkan oleh penurunan indeks kelompok Bahan Makanan yang cukup besar, sementara indeks kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) lainnya naik.

Adapun Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional September 2018 sebesar 112,05 atau turun 0,03 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.(JP)
Share this article :

Posting Komentar