Home » , » Bos Lion Air Siap Terima Sanksi Jika Perusahaannya Dinyatakan Bersalah

Bos Lion Air Siap Terima Sanksi Jika Perusahaannya Dinyatakan Bersalah

Written By jambipos-online on Rabu, 31 Oktober 2018 | 06:35

Pendiri Lion Group, Rusdi Kirana, menyaksikan evakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Kerawang, di Posko Penyelamatan Lion Air, Dermaga JICT 2, Jakarta, 30 Oktober 2018. ( Foto: Antara / Wahyu Putro A )

Perusahaanya siap dikenakan sanksi dan penalti dari pemerintah bila dinyatakan bersalah.

Lion belum menentukan nasib rencana pembelian dan pemesanan 280 unit pesawat tipe Boeing 737 Max 8.

Jambipos Online, Jakarta- Insiden kecelakaan pesawat yang menimpa Lion Air JT 610 dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada Senin (29/10/2018) membuat dunia penerbangan tanah air kembali berduka. Kesedihan itu kini juga dirasakan oleh Rusdi Kirana, pemilik maskapai Lion Air Group. 

Rusdi menyatakan perusahaanya siap diaudit oleh pihak yang berwenang terkait jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 kemarin. Sebagai orang nomor satu di Lion Air Group, dirinya menyatakan bahwa perusahaanya siap dikenakan sanksi dan penalti dari pemerintah bila hasil audit yang dilakukan pihak yang berwenang menyatakan bahwa perusahannya bersalah. Hal itu diungkapkan Rusdi saat ditemui usai menjenguk keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

"Sebagai pemimpin di Lion Air group saya mengucapkan rasa belasungkawa dan kesedihan mendalam akibat musibah yang menimpa Lion Air JT-610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh kemarin. Kami menyatakan tidak keberatan jika ada penalti kalau ada hasil temuan yang menurut itu salah," ungkap Rusdi Kirana.

Ditambahkan Rusdi, dirinya tak ingin berspekulasi tentang siapa yang bersalah dalam kecelakaan yang menimpa pesawatnya itu, bahkan dirinya meminta agar masyarakat tak bespekulasi tentang siapa yang bersalah sebelum adanya hasil investigasi yang diungkap pihak yang berwenang.

"Kita tidak minta justifikasi karena emosi. Kita semua harus mengacu kepada aturan dan undang-undang, tidak bisa berdasarkan emosi. Karena Lion Air Group hingga saat ini telah memiliki 30.000 lebih karyawan. Dalam sehari, seluruh penerbangan domestik Lion Air Group mengangkut 200.000 penumpang," lanjutnya.

Ditegaskan pula oleh Rusdi, pihak Lion Air Group sendiri masih belum menentukan apakah akan melanjutkan atau menghentikan rencana pembelian dan pemesanan 280 unit pesawat tipe Boeing 737 Max 8 yang direncanakan akan dibeli dan akan mendatangkan 11 unit lagi di tahun ini setelah kecelakaan yang menimpa pesawat Boeing 737 Max 8.

"Kita belum ada pembicaraan ke arah sana, untuk kami sekarang pesawat keluaran terbaru itu juga membuktikan telah memberikan kenyamanan dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Di sisi lain, perusahaan kita telah memperoleh sertifikat dari The IATA Operation Safety Audit (IOSA). Jadi kalau ada masalah yang diperbaiki permasalahannya, karena ini sifatnya transportasi. Tidak ada yang bicara (transportasi) semua perfect," tutupnya.(JP)



Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Posting Komentar