Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Presiden Senang Target Asian Games Terlampaui

Ekspresi Presiden Joko Widodo (dua kanan) yang didampingi Ibu Negara Iriana (dua kiri), Menko Polhukam yang sekaligus Katua PBSI, Wiranto (kanan) dan Menko PMK, Puan Maharani (kiri) saat menonton final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, 23 Agustus 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )

"Ini adalah sebuah lompatan. Lompatan besar untuk kita bisa jadikan prestasi-prestasi selanjutnya".

Presiden menuturkan, banyak pihak yang menyangsikan ketika pemerintah menargetkan 16 medali emas.

Jambipos Online,Jakarta - Asian Games XVIII 2018 dibuka pada 18 Agustus 2018 dan berakhir hari ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kebahagiaannya atas prestasi kontingen Indonesia.

"Hari ini saya begitu sangat senang sekali. Kita tahu semua, nanti sore Asian Games akan ditutup, tapi rasanya, kita ingin melakukan upacara pembukaan Asian Games lagi," ungkap Presiden.

Hal itu disampaikan Presiden saat bersilaturahmi dengan para atlet dan pelatih nasional peraih medali pada Asian Games XVIII Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2019).

"Saya ingin naik motor dan terbang mengudara lagi. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya juga ingin terus melihat Merah Putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya terus dikumandangkan," kata Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia bangga atas prestasi dan perjuangan seluruh atlet. Perjuangan keras dalam meraih prestasi. Indonesia juga mengapresiasi dengan ketulusan para pelatih dan ofisial serta dedikasi para pengurus cabang olahraga.

Presiden menyatakan, bukan rakyat saja yang terkejut atas pencapaian atlet Indonesia. Dunia juga terkejut dengan torehan sejarah yang tercipta. "Karena memang di Asian Games sebelumnya, kita meraih empat medali emas. Kemudian melompat menjadi 31 emas," ucapnya.

Presiden menuturkan, banyak pihak yang menyangsikan ketika pemerintah menargetkan 16 medali emas. Tak sedikit kelompok atau individu merasa pesimistis.

Presiden mengaku terus berdiskusi dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengenai target itu. Wapres disebut menghitung ulang. Sebab, pemerintah harus realistis.

Akan tetapi, menurut Presiden, target itu ternyata justru terlampaui. "Ini adalah sebuah lompatan. Lompatan besar untuk kita bisa jadikan prestasi-prestasi selanjutnya. Sebelumnya kita berada di urutan 17, sekarang posisi empat," tuturnya. (*)



Sumber: Suara Pembaruan

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar