Home » , , » Soal Pawai Anak TK Bercadar, Mendikbud: Tak Sesuai Keberagaman Bangsa

Soal Pawai Anak TK Bercadar, Mendikbud: Tak Sesuai Keberagaman Bangsa

Written By jambipos-online on Senin, 20 Agustus 2018 | 09:31

Soal Pawai Anak TK Bercadar, Mendikbud: Tak Sesuai Keberagaman Bangsa

Pawai budaya pelajar TK bercadar dan berkain hitam sekaligus menenteng replika senjata, di Probolinggo, Jatim. ( Foto: Istimewa )

Jambipos Online, Probolinggo - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy datang langsung ke Kota Probolinggo, Jawa Timur untuk menuntaskan kontroversi pawai budaya anak TK berjubah dan bercadar hitam serta menenteng replika senjata. Mendikbud dengan menemui Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, Kapolres Probolinggo Kota, Komandan Kodim (Dandim) 0820, Minggu (19/8/2018). Bahkan Mendikbud menyempatkan diri mengunjungi TK Kartika V-69 tempat anak TK itu bersekolah dan berdialog dengan Ketua Yayasan TK Kartika V-69, di Komplek Makodim 0820 Probolinggo.
“Atas kejadian itu, memang kita harus akui ada keteledoran yang harus dibenahi pihak sekolah, tentunya ini harus jadi pembelajaran,” ujar Mendikbud di hadapan Komandan Kodim 0920 Probolinggo Letkol Depro Rio Saransi, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurizal, Ketua Yayasan TK Kartika V-69, Kepala Sekolah TK Kartika V-69 dan para guru, Minggu.
Menurut Muhadjir, seharusnya kepala sekolah, dan guru TK mengetahui layak tidaknya jika anak TK menampilkan peragaan budaya yang menunjukkan kelompok radikalisme. “Ini tentu tidak sejalan dengan kebinekaan bangsa Indonesia,” ujar Mendikbud.
Atas ketelodoran itu, pengelola TK Kartika V-69 yang dikelola yayasan di bawah Kodim 0820 Probolinggo, dikenakan sanksi peringatan, agar ke depan tidak terjadi lagi.
Sebelumnya, Dandim 0820 Probolinggo menyatakan foto yang viral di media sosial (medsos) tersebut tidak utuh karena di barisan depannya menunjukkan urut-urutan sejarah budaya muslim di Timur Tengah.
Diakui, di barisan belakang terdapat sejumlah siswi TK yang mengenakan seragam serba hitam dan bercadar serta menenteng replika senjata. “Ini sudah pernah kita tampilkan sebelumnya di depan umum, namun tidak ada teguran dari masyarakat, apalagi dari MUI,” kilah Dandim yang kemudian minta maaf atas keteledoran tersebut dan berjanji tidak mengulangi lagi.
Ungkapan permintaan maaf juga disampaikan istri Dandim yang juga Ketua Yayasan TK Kartika, Yuliana Tungga Dewi, ketika Mendikbud menyempatkan hadir ke sekolah TK di dalam Makodim 0820 Probolinggo, Minggu malam.
Muhadjir kembali menerima permintaan maaf Yuliana atas terjadinya keteledoran sekolah binaannya tersebut. Istri Dandim 0820 Probolinggo itu juga berterima kasih atas perhatian Mendikbud yang memberikan sumbangan pembinaan sekolah uang tunai Rp 25 juta.



Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Posting Komentar