Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Soal Arogansi Petugas Pengamanan Asian Games 2018, IWO Jambi: Ingatkan Panitia Pusat Pahami UU Pers

Kepala Biro Kompas TV Jambi Suhatmat Pisang saat mendampingi Jurnais Kompas TV jambi Suci di Mapolda Jambi, Sabtu (4/8/2018). FB
Jambipos Online, Jambi-Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Jambi, Nurul Fahmy, mengakui dari sejak awal mengikuti perkembangan kasus kekerasan terhadap Jurnalis Kompas TV Jambi Suci Annisa (28), saat melakukan liputan Kirab Obor Asian Games 2018 di Jambi, Jumat (3/8/2018).

Menurut Nurul Fahmi, meski satuan pengamanan itu tengah mengemban tugas mensukseskan rangkaian kegiatan Asian Games 2018, namun harus diingat juga bahwa ada elemen lain yang juga tengah menjalankan tugas yang tidak kalah penting untuk kesuksesan acara tersebut, yakni peran dan profesi wartawan.

“Jadi persoalan ini lebih kepada bagaimana satu pihak agar memahami tugas dan tanggung jawab elemen lainnya. Saling mengerti dan memahami tugas masing-masing. Koordinator pengamanan atau komandannya harus memberi tahu bahwa di lapangan ada wartawan yang tengah bekerja,” kata Fahmy, Minggu (5/8/2018).

Lebih lanjut, dikatakannya, bahwa Kerja Wartawan itu dilindungi oleh UU Pers. Sosialisasi ini menurut Fahmy, menjadi penting dilakukan terus-menerus oleh komandan atau koordinator kepada satuan di lapangan, sehingga gesekan dapat dihindari.

“Jika setiap briefing anggotanya selalu diingatkan bahwa jangan menghalangi kerja wartawan di lapangan, saya pikir gesekan ini tidak akan terjadi,” ujar Fahmy.

Penjelasan Kadispora Jambi

Sementara hingga kini, identitas dari oknum Petugas Pengamanan Kirab Obor Asian Games 2018 di Jambi yang dilaporkan Jurnalis Kompas TV atas nama Suci Annisa (28) terkait perlakuan kasar terhadap dirinya, belum juga diketahui, siapa namanya?

“Nama (oknum petugas pengamanan, red) sampai saat ini belum diketahui, namun kami punya fotonya dan bukti saat melakukan tindakan kekerasan,” kata Kepala Biro Kompas TV Jambi, Suhatman Pisang yang mendampingi Suci saat mendatangi Polda Jambi, Sabtu (4/8/2018).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, Wahyudin, mengatakan, satuan pengamanan Api Obor Asian Games merupakan pasukan gabungan yang dikoordinir oleh Indonesia Asian Games Organizing Comitte (INASGOG) dari Jakarta atau Panitia Pusat Asian Games 2018.

Untuk kepanitian di Jambi sendiri, dikatakan Wahydin, pihaknya berkoordinasi dengan Satuan Brimob Polda Jambi dan Korem 042/Gapu untuk satuan pengamanan yang dikoordinasikan di bawah INASGOG tersebut.

“Pasgab itu di bawah INASGOG. Di Jambi, Pasgabnya juga berasal dari Satuan Brimob dan TNI. Tapi mereka juga ada yang didatangkan dari Pusat oleh INASGOG. Jadi terdiri dari berbagai satuan, saya tidak tahu dari (kesatuan) mana oknum petugas tersebut,” kata Wahyudin, Sabtu kemarin.

Menurutnya, INASGOG melalui satuan pengamanan Api Obor Asian Games memang menerapkan aturan yang melarang orang untuk terlalu dekat dengan Api Obor tersebut. Jadi, mereka menerapkan aturan yang ditugaskan kepada mereka.

“Namun saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik. Sebab jangan sampai kegiatan yang positif, khususnya bagi Jambi ini tercoreng oleh hal-hal yang tidak kita Inginkan bersama seperti itu,” harapnya.

Terlepas dari persoalan tersebut, Wahyudin menyampaikan penyelenggaraan Kirab Obor Asian Games di Jambi, sejauh ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Informasi dari Panitia Pusat, penyelanggaraan Kirab Obor Asian Games di Jambi menjadi salah satu penyelanggaran yang terbaik. Mari bersama kita jaga prestasi itu dengan menyelesaikan persoalan lainnya,” katanya. (Bahara Jati)


Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar