Home » , , » Pesona Kerajinan Ibu-Ibu Penunggu PAUD dari Jambi

Pesona Kerajinan Ibu-Ibu Penunggu PAUD dari Jambi

Written By jambipos-online on Rabu, 29 Agustus 2018 | 18:23

Hasilkan Produk Kerajinan Berkualitas

(Ki-Ka) Krisna Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga. Duduk belang Br Manullang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih
Kreatifitas Ibu-Ibu Perajut Manfaatkan Waktu Tunggu Anak Sekolah

Jambipos Online, Jambi-Memanfaatkan waktu luang dengan berkarya saat mengantar anak-anak sekolah jarang dilakukan oleh ibu-ibu pada umumnya. Kadang kalau sudah kumpul satu atau dua ibu-ibu yang ada pada benak adalah pasti mereka merumpi dan ngomongin arisan. Namun ada ibu-ibu yang tiap hari mengantar anaknya Pendidikan Anak Usia Jambi (PAUD) (TK) justru memanfaatkan waktu mereka sembari menunggu anak pulang sekolah dengan berkarya.

Setiap pagi, ada suasana rutin di pelataran Gereja Methodis Kotabaru Kota Jambi. Usai mengantar anaknya sekolah di TK Methodis Kotabaru Jambi, ibu-ibu ini duduk dan sibuk dengan kedua tangan mereka merajut benang-benang besar untuk membuat sebuah karya yang bernilai tinggi. 

Ternyata mereka adalah Krisna Br Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga. Pagi tu, Rabu (29/8/2018) Jambipos Online berbincang-bincang santai tetang apa yang mereka lakukan. Ternyata mereka tengah merajut benang-benang besar untuk dijadikan ragam karya, misalnya tas, Bakul dan kerajinan lainnya.

“Daripada kami menunggu anak dengan merumpi, lebih baik kami mengisi waktu dengan belajar merajut buat bakul, tas dan kerajinan lainnya. Saya menggeluti ini sudah lama sekali dengan otodidak. Sudah banyak pesanan orang saya kerjakan walau dengan waktu yang cukup lama dengan pengerjaan yang rumit dengan cara merajut manual,” ujar Krisna Manik. 

Menurut Krisna Manik, dirinya sudah mengerjakan rajutan dengan ragam bentuk. Mulai dari tas wanita, tas pria, bakul hingga asesoris lainnya. Sembari menunggu anak pulang sekolah, Krisna Manik dan Sondang Sihite dan Meri Sinaga asik dengan merajut.

“Mengerjakan satu produk bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, bahkan bisa bulanan. Tergantung dari tingkat kesulitan motif yang kita buat. Ini bahanya benang besar yang kuat dan produk yang dihasilnya cukup baik dan kuat,” ujar Sondang Sihite menambahkan.

Sementara Meri Sinaga mengaku baru menggeluti merajut ini dari ajakan Krisna dan Sondang. “Saya baru belajar dan mengisi waktu menunggu anak pulang dengan merajut tali-tali untuk membentuk suatu produk yang bernilai jual tinggi. Dari pada kami merumpi tak karuan, lebih baik merajut dan membuahkan karya yang berguna,” ujar Meri Sinaga. 

Krisna Manik, Sondang Sihite dan Meri Sinaga masih terkendala pada modal untuk mengembangkan usaha kreatifitas mereka. Tapi mereka berencana membuat kelompok “Ibu-ibu” pengrajin rajutan dan memiliki bapa angkat untuk bisa memasarkan hasil karya mereka. 

Untuk memesan produk rajutan bisa menghubungi Krisna Manik HP 081274842692, Sondang Sihite HP 085242541856 dan Meri Sinaga HP 082306428511. (JP-Asenk Lee Saragih)

Krisna Manik, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

Sondang Sihite saat merajut, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih

(Ki-Ka) Sondang Sihite dan Meri Sinaga saat merajut. Duduk belang Br Manullang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih


Br Manullang memegang Tas hasil karya rajutan Ibu-Ibu saat menanti anak sekolah pulang, Rabu (29/8/2018). Foto Asenk Lee Saragih





Share this article :

Posting Komentar