Home » , , , , , » Jurnalis: Kasus Pemukulan Wartawan Kompas TV Harus Diusut Tuntas

Jurnalis: Kasus Pemukulan Wartawan Kompas TV Harus Diusut Tuntas

Written By jambipos-online on Rabu, 08 Agustus 2018 | 18:03

Aksi Damai Jurnalis di Tugu Pers Jambi
Suharta Siregar dari PWI Provinsi Jambi (pegang toa) didampingi Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi, Sri Rahayu Ningsih (kiri) saat orasi aksi damai di Tugu Pers jambi, Murni Jambi, Rabu (8/8/2018). IST
Jambipos Online, Jambi-Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Peduli Jambi (AJPJ) melakukan aksi damai di Tugus Pers Jambi, Rabu (8/2018) untuk menyuarakan penuntasan kasus kekerasan kepada Jurnalis Kompas TV Jambi Suci oleh oknum pengamanan Kirab Obor Asian Games di Jambi Jumat 3 Agustus 2018 lalu. Kepala Biro Kompas TV Jambi Suhatman Pisang telah melaporkan kasus ini ke Mapolda Jambi, Sabtu (4/8/2018).

Aliansi Jurnalis Peduli Jambi ini terdiri dari sejumlah lembaga pers seperti Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi, Ikatan Wartawan Online (IWO), Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI) Provinsi Jambi.

Aksi damai  Aliansi Jurnalis Peduli Jambi sebagai solidaritas dalam menyuarakan kasus pemukulan terhadap Suci. Sehari sebelumnya (Selasa 7 Agustus 2018) aksi damai juga dilakukan di Mapolda Jambi.

Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi, Sri Rahayu Ningsih, mengatakan, pihaknya menyatakan mendesak pihak Mapolda Jambi untuk menangani kasus tersebut secara serius, tanpa ditunda-tunda.

“Kami ingin pihak berwajib memperlakukan kasus ini sama dengan kasus-kasus lainnya. Diusut tuntas hingga akhir,” kata Sri Rahayu Ningsih.

Menurut Sri Rahayu yang akrab dipanggil Nining Antero, kasus ini sangat penting dituntaskan, jika tidak ingin hal yang sama terulang kembali menimpa para awak media di kemudian hari.

“Belakangan banyak terjadi perbuatan yang sangat tidak menyenangkan terhadap wartawan, salah satu contoh yang baru terjadi belakangan. Ini adalah penggerudukan yang dilakukan oleh massa salah satu partai terhadap Harian Radar Bogor di Bogor,” katanya. 

Tindakkan pelaporan ini diambil oleh Kompas TV, setelah melakukan konsolidasi secara internal dengan pihak pusat dan beberapa organisasi wartawan yang ada di Jambi. 

Sementara Suharta Siregar dari PWI Provinsi Jambi juga mengatakan, kasus kekerasan terhadap wartawan ini harus diusut tuntas. Tindakan arogansi oknum-oknum itu harus ditindak agar ada efek jera bagi siapa saja yang melakukan kekerasan kepada jurnalis. 

Wartawan dilindungi Undang Undang dalam menjalankan profesinya. Sehingga jika ada oknum-oknum yang melarang kebebasan pers dalam menjalankan profesinya, sudah sepatutnya ditindak.    

Mempora Minta Maaf

Seperti dieritakan sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, mengaku sangat menyesal dengan adanya aksi kekerasan yang terjadi kepada salah satu jurnalis ketika meliput pawai obor Asian Games 2018 di Jambi, Jumat 3 Agustus 2018. Ia pun langsung menyampaikan perminta maaf dan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran sehingga hal itu tak terulang kembali.

Sebagai perwakilan dari Menpora dan INASGOC (panitia Asian Games 2018), permintaan maaf Gatot itu ia sampaikan karena merasa menyesal, terlebih lagi korban jurnalis itu adalah seorang perempuan. Padahal ia tahu bahwa dengan tanpa adanya bantuan dari awak-awak media, event olahraga terbesar di Asia tersebut tidak akan diketahui oleh masyarakat luas. Kini, Gatot pun berjanji akan menjadikan insiden itu sebagai sebuah catatan untuk inter INASGOC.

“Tentu saja kami sangat menyesalkan atas terjadinya kekerasan pada jurnalis, apalagi itu terhadap jurnalis wanita. Tanpa wartawan, Asian Games tidak akan menggema kemana-mana. Saya sebagai bagian dari INASGOC dan Kemenpora menyampaikan permohonan maaf. Ini akan menjadi catatan untuk internal INASGOC,” ucap Gatot, Sabtu (4/8/2018).

Seperti yang diketahui, insiden pemukulan terhadap jurnalis perempuan itu bermula ketika salah satu wartawan media Kompas TV Jambi, Suci Annisa (28), sedang melakukan peliputan pawai obor Asian Games 2018 di Kota Jambi. Akan tetapi ketika sedang meliput tersebut, salah satu oknum petugas pengamanan tim pembawa obor Asian Games itu memukul ke bagian ulu hati Suci Annisa.

Tentu sejak kejadian tersebut banyak pihak, terutama dari kalangan media mengecam tindakan oknum petugas pengamanan tersebut. Mereka merasa bahwa tidak sepantasnya bagi seorang wartawan mendapatkan perlakuan kekerasan seperti itu ketika sedang bertugas meliput suatu kegiatan, apalagi korbannya adalah seorang perempuan. (JP-Lee) 
Suharta Siregar dari PWI Jambi.

Suharta Siregar dari PWI Jambi.

Aksi Simpatik Damai Aliansi Jurnalis Peduli Jambi di Tugu Pers Jambi, Murni Jambi, Rabu (8/8/2018). IST

Suharta Siregar dari PWI Provinsi Jambi (pegang toa) didampingi Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Jambi, Sri Rahayu Ningsih (kiri) saat orasi aksi damai di Tugu Pers Jambi, Murni Jambi, Rabu (8/8/2018). IST

Aksi damai Aliansi Jurnalis Peduli Jambi di Tugu Pers Jambi, Murni Jambi, Rabu (8/8/2018). IST

Aksi Damai Jurnalis Jambi di Mapolda Jambi, Selasa (7/8/2018). IST

Aksi Damai Jurnalis Jambi di Mapolda Jambi, Selasa (7/8/2018). IST


Share this article :

Posting Komentar