Home » » PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia

PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia

Written By jambipos-online on Selasa, 10 Juli 2018 | 17:52

Para tokoh sentral di balik beroperasinya PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia bersulang sebagai simbolis kesiapan PT KIS Indonesia melayani pasar Indonesia. (ki-ka): Feryanto Boentaran, Komisaris PT. Korea Investment dan Sekuritas Indonesia, James Ryu Sang-ho, President & CEO of Korea Investment & Securities Co.,Ltd, Kim Chang-beom, Koreas Ambassadors to Indonesia, Namgoo Kim : Chairman of Korea Investment Holdings,Johnny N. Wiraatmadja, Shareholder of PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia, Sam S.Y. Song, President Director [Nominee] PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia.


■ Memperkuat sektor ritel melalui adopsi sistem dagang daring yang mudah digunakan dan canggih ■ Mendukung rencana ekspansi ke manajemen aset, diversifikasi model bisnis dalam menembus pasar kapital

Jambipos Online, Jakarta-PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia, anak perusahaan utama dari Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS), Korea Investment Holdings’ (KIH) secara resmi mengumumkan peluncurannya dan kesiapannya untuk melayani pasar Indonesia. 

Upacara peluncuran KIS yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta dimeriahkan dengan hadirnya tamu-tamu kehormatan termasuk Wakil Ketua KIH, Kim Nam-goo, President dan CEO KIS, Ryu Sang-Ho, Wakil President dan CFO KIS, Kim Sung-hwan, sebagai jajaran manajemen utama dari Korea Investment Group, dan 350 tamu kehormatan lainnya termasuk Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yang Terhormat  Kim Chang-beom, dan Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Ditemui di acara peluncuran PT Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (09/07), Ryu Sang-Ho, President dan CEO KIS menyebutkan pengalaman KIS sebelumnya melakukan transformasi rumah-rumah sekuritas di peringkat 50 besar (berdasarkan pasar broker), sehingga menjadi pemain di peringkat 10 di Vietnam pada tahun 2010 manjadi kisah sukses yang menjadi referensi mereka melakukan langkah serupa di Indonesia tahun ini. 

"Berpatokan pada pengalaman sukses ini dan pemahaman liku-liku menembus pasar yang berkembang, PT KIS Indonesia juga pasti akan mengikuti jejak yang sama dan membuktikan DNA kesuksesan KIS semakin dekat menuju Korea Investment Group menjadi perusahaan sekuritas top di Asia,” ungkap Ryu.

Sebelum resmi hadir di Indonesia, Korea Investment and Securities Co., Ltd. (KIS) memang telah mencatat berbagai prestasi gemilang. Pada bulan November 2016, Korea Investasi dan Sekuritas (KIS) telah terpilih sebagai Mega Investment Bank oleh badan keuangan pemerintah Korea Selatan setelah berhasil memenuhi persyaratan ekuitas KRW 4 triliun. FY17 NP sebesar IDR 6.6 triliun, mencapai angka tertinggi, di antara broker Korea yang memiliki ROE superior sebesar 12.4%, yang juga melampaui angka rata-rata IB sebesar 10%. 
James Ryu Sang-ho, President & CEO of Korea Investment & Securities Co.,Ltd menjelaskan bahwa KIS menempatkan unit usaha mereka di Indonesia sebagai pusat operasi bisnis di Asia Tenggara.
Termasuk di antaranya ekspansi terkini di Indonesia. Saat ini KIS sudah memiliki cabang  internasional di London, New York, Hong Kong, Singapore dan Ho Chi Minh (Vietnam). KIS menyasar ekspansi bisnis yang agresif di regional Asia Tenggara dan merencanakan diversifikasi bidang usaha lebih lanjut di Indonesia.

"PT KIS Indonesia mengembangkan sistem baru mirip yang diterapkan di Korea, namun  tetap bertransaksi dengan menggunakan sistem yang dilokalisasi untuk memperkuat segmen ritel daring, sekaligus merencanakan untuk segera melakukan diversifikasi bidang usaha menjadi manajemen aset yang nantinya dapat berkembang dan menembus pasar kapital Indonesia," ungkap Ryu Sang-Ho.

Untuk itu, KIS telah mengakuisisi 75% PT KIS Indonesia (ex PT Danpac Sekuritas) dengan ekuitas akhir tercatat sejumlah IDR 181.2 triliun (terhitung akhir Mei), dengan suntikan dana sebesar $ 33.5 juta untuk saham terbaru yang ditawarkan dalam bentuk kepemilikan pihak ketiga. Total ekuitas PT KIS Indonesia tumbuh rata-rata 7x, melompat ke tabel liga (berdasarkan besaran ekuitas) ke peringkat 11 di antara 106 perusahaan sekuritas.

Demi memperkuat nilai tawar di area kompetitif perdagangan saham dan penjualan ekuitas ritel, KIS dengan segera dan secara agresif berinvestasi pada memperkuat jajaran staf sales dan infrastruktur fisik. 

Seluruh strategi menembus pasar akan didasarkan pada tesis berbasis lokal, di mana KIS Indonesia akan memilih keputusan operasional yang lebih disukai dan familiar bagi klien-klien Indonesia. 

Sementara itu, saat ini sistem transaksi yang diadopsi dari sistem canggih untuk PC (HTS) dan telepon seluler (MTS) sedang dalam proses pengembangan untuk menembus area daring, dan akan diperkenalkan pada akhir tahun 2018 ini. 

KIS juga mencari diversifikasi bidang usaha dengan memasuki pasar manajemen aset mulai tahun ini. KIS sudah memiliki anak perusahaan AMC (Asset Management Company) yang dapat menyuntikkan sinergi positif bagi perusahaan broker utama dengan menyediakan produk-produk dana kompetitif bagi klien dan calon klien.

Merujuk kepada visi KIS dalam menjadi rumah broker terdepan se-Asia pada 2020, KIS menempatkan unit usaha mereka di Indonesia sebagai pusat operasi bisnis di Asia Tenggara. 

Berbeda dari venture capitalist atau investor ekuitas privat, KIS bermufakat memantapkan kehadiran di Indonesia untuk jangka panjang. Pihak manajemen KIS pun percaya pada keberlangsungan peningkatan angka kemakmuran dari pasar kapital di negeri ini. 

Prioritas utama KIS adalah menyasar berlimpahnya investasi langsung dan transfer ilmu siap pakai, produk dan sistem. KIS akan memastikan terjalinnya kerja sama dengan para pembuat peraturan dalam merancang model usaha yang transparan dan melindungi hak para pemegang saham minor.

"Dengan bertambahnya dukungan dari AMC, kami juga akan fokus pada memperkenalkan produk-produk dana yang menarik sehingga dapat mengundang investor asing, kami juga berharap dapat memimpin gerakan «Buy Indonesia» seperti yang pernah kami lihat di Korea pada awal tahun 2000. Laju perubahan minat pada produk-produk pasar kapital mendorong KIS untuk mempertimbangkan  berinvestasi pada produk-produk non-finansial juga," tutup Ryu Sang-Ho.(JP-Rel)
Share this article :

Posting Komentar