Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Polda Turunkan 100 Personil Pasca Rusuh Antarwarga, 8 Rumah di Kerinci Jambi Dibakar

Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs Muchlis AS MH didampingi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kuswahyudi Tresnadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda Jambi, Selasa (31/7/2018). IST
Ratusan warga Desa Seleman mengamuk dengan membakar rumah, sepeda motor dan mobil. Dipicu perkelahian antarpelajar.

Jambipos Online, Jambi-Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menurunkan sekitar 100 personil dari Brimob Bataliyon B Pamenang untuk mengamankan situasi pasca bentrok yang terjadi antara warga Desa Seleman dengan warga Desa Pendung Talang Genting (Pentagen), Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, (30/7/2018).

Suasana mencekam masih menyelimuti hingga Selasa (31/7/2018) siang pascabentrokan antarwarga dua desa di Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Senin (30/7/2018). Sebanyak 50 anggota kepolisian dari Polres Kerinci dan Brimob Polda Jambi masih bersiaga di kedua desa yang bertikai.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs Muchlis AS MH didampingi Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kuswahyudi Tresnadi mengatakan personil yang diturunkan tersebut nantinya akan bertugas menjaga kondisi keamanan di lokasi pasca terjadinya bentrok.

"Diturunkanya personil tersebut agar menjaga kejadian tidak terulang dan memudahkan proses penyelidikan akan kasus itu," ujar
Irjen Pol Drs Muchlis, Selasa (31/7/2018).

Muchlis menjelaskan, terkait penyerangan yang terjadi tersebut telah ditetapkan satu orang tersangka yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang berusia 17 tahun.

"Sejumlah orang juga turut diperiksa atas kejadian tersebut. Tim Polres Kerinci dijadwalkan memeriksa sejumlah barang hari ini, dan malam tadi sudah menetapkan satu orang tersangka," beber Muchlis.

Selain dua SKK Brimob yang diturunkan, Kapolda Jambi ini menjelaskan sejumlah pejabat utama di Mapolda Jambi turut mengawal porses pengaman dan penyelidikan di kerinci yakni, Wakapolda Jambi, Direktur Pam Obvit, Direktur Intelkam, Direktur Kriminal Umum Polda Jambi dan sejumlah unsur pimpinan lainnya.

"Kita juga menurunkan tim dari Polda ke lokasi untuk membantu proses ini," ucapnya.

Tim tersebut nantinya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di dua desa yang terjadi konflik tersebut sehingga nantinya dapat kembali ke situasi seperti semula.

"Mereka nantinya akan melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat di sana agar konflik tersebut tidak meluas. Terjadinya bentrok tersebut, diduga akibat perselisihan antar siswa SMK dan siswa MAN yang akhirnya menjadi penyerangan yang mengakibatkan satu orang luka parah dan harus di operasi. Awalnya perselisihan dari anak sekolah yang akhirnya mengajikibatkan terjadinya bentrok," katanya.

8 Rumah di Kerinci Jambi Dibakar

Kapolda Jambi, Irjen Pol Drs Muchlis AS MH menjelaskan, bentrokan terjadi antarwarga Desa Pendungtalang Genting dengan warga Desa Seleman, Danau Kerinci. “Bentrokan tersebut menyebabkan delapan rumah, 12 sepeda motor dan satu mobil dibakar. Seorang warga juga terluka kena sabetan benda tajam,” ujarnya.

Dijelaskan, bentrok antarwarga dua desa yang berakhir dengan aksi anarkistis di Kecamatan Danau Kerinci tersebut dipicu perkelahian antarpelajar, Senin siang antara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Kerinci dengan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci. 

“Perkelahian tersebut terjadi di lapangan MAN 3 Kerinci, Desa Pendungtalang Genting, ketika sekelompok pelajar SMAN 6 Kerinci menyerang pelajar MAN 3 Kerinci. Perkelahian tersebut membuat seorang pelajar SMAN 6 asal Desa Seleman mengalami luka robek kena sabetan benda tajam di bagian belakang kepala,” ujarnya.

Mengetahui pelajar dari desa mereka terluka, kata Kuswahyudi Tresnadi, ratusan warga Desa Seleman menyerang Desa Pendungtalang Genting. Pada aksi penyerangan tersebut, warga Desa Seleman tidak menemukan seorang warga di Pendungtalang Genting.

Warga Pendungtalang Genting yang mengetahui akan adanya aksi penyerangan dari warga Desa Seleman sudah terlebih dahulu meninggalkan desa mereka. 

“Karena tidak menemukan warga di Desa Pendungtalang Genting, ratusan warga Desa Seleman mengamuk dengan membakar rumah, sepeda motor dan mobil. Akibatnya delapan rumah, 12 sepeda motor, dua pondok dan satu mobil warga Desa Pendungtalang Genting hangus terbakar,” katanya.

Mengetahui kerusuhan warga, lanjut Kuswahyudi Tresnadi, ratusan personel Polres Kerinci dan Brimob Polda Jambi Detasemen B Pamenang langsung ke lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang dibantu TNI tersebut pun berhasil menghalau ratusan warga Desa Seleman dari Desa Pentungtalang Genting.

Dikatakan, pengamanan yang dilakukan satuan gabungan kepolisian dan TNI di dua desa yang bertikai membuat suasana di kedua desa sejak Senin malam hingga Selasa pagi sudah kondusif. Namun petugas masih tetap bersiaga di lokasi kejadian. 

“Kepala Sekolah SMAN 6 Kerinci, kepala Sekolah MAN 3 Kerinci, Kepala Desa Seleman dan Kepala Desa Penduingtalang Genting sudah dimintai keterangan terkait aksi kerusuhan tersebut. Upaya perdamaian warga kedua desa juga terus dilakukan melalui rembug adat,” katanya.(JP-SP)

Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar