Home » , , » Pesona Politik Indonesia

Pesona Politik Indonesia

Written By jambipos-online on Selasa, 31 Juli 2018 | 22:43

ILUSTRASI-JOKOWI BERSAMA KADER PARTAI POLTIK
Oleh: Musri Nauli

Jambipos Online-Akhir-akhir ini gonjang-ganjing politik kontemporer mulai menarik perhatian publik. Pertemuan pimpinan 6 partai pendukung Jokowi di Istana kemudian disambut dengan pertemuan SBY – Prabowo di Kuningan. Politik kemudian mengarah kepada bakal calon Presiden yang mengerucut kepada Jokowi dan Prabowo. Jokowi kemudian menjadi sorotan. Namun SBY yang menjadi bintang. Bintang yang menguasai panggung dan menggunakan medium sebagai “centrum’ untuk mengendalikan issu.

Dengan melihat dua aras kepentingan politik maka suasana pilpres sudah mulai terbaca.

Pertemuan di Kuningan kemudian dilanjutkan dengan Pertemuan SBY –Zulkilfi Hasan. Lagi-lagi SBY berhasil menarik perhatian media nasional. SBY lagi-lagi menjadi bintang.

Selanjutnya pertemuan Prabowo dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang dihadiri PKS, PBB, PAN. Keluarlah rekomendasi Prabowo – Salim Segaf Al Jufri (Partai Gerindra – PKS) dan Prabowo - Abdul Somad Batubara. 

Pesona kemudian mengalir kepada Prabowo sebagai “Bintang” yang menjadi sorotan. Gema riuh politik kemudian berhasil menjadi trending topik. Mengalahkan berita tertangkapnya Bupati Lampung Selatan dan meninggalkan issu panas Lapas Suka Miskin.

Belum selesai pembahasan Prabowo – Salim Segar Al Jufri/Prabowo – Abdul Somad Batubara, lagi-lagi dikejutkan dengan pertemuan lanjutan Prabowo dengan SBY. SBY kemudian melanjutkan pertemuan Salim Segaf Al Jufri. Namun dua moment berhasil dibangun oleh SBY. SBY kembali menjadi bintang didalam politik kontemporer Indonesia.

Selain itu kepastian Bakal Calon Presiden/Wakil Presiden kemudian menimbulkan misteri. Apakah Prabowo – Salim Segaf Al Jufri (Partai Gerindra – PKS) dan Prabowo - Abdul Somad Batubara. Atau Prabowo dengan nama yang diusulkan oleh SBY ?

Namun Pesona yang ditampilkan oleh SBY mengalahkan hiruk-pikuk pertemuan Prabowo dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). SBY berhasil melakukan “tembakan” tiga point. Tembakan dilakukan dari luar garis pertahanan lawan. Tembakan yang melengkung pertahanan musuh.

SBY kembali “merebut” wacana Prabowo – Salim Segar Al Jufri/Prabowo – Abdul Somad Batubara. SBY berhasil “mengarahkan kamera’ kembali ke pertemuan SBY – Prabowo. SBY kembali berhasil menembakkan shooting bola dengan pertemuan SBY - Salim Segar Al Jufri

Sembari menembakkan tiga point, SBY sembari tidak lupa melakukan Jump Shoot. SBY kemudian mengarahkan kamera. SBY kembali menjadi bintang yang “cerdik” memainkan permainan. Strategi ciamik ditengah “gegap gempita” Prabowo - Salim Segar Al Jufri/Prabowo – Abdul Somad Batubara.

Ketika mata kamera public diarahkan ke SBY dengan berbagai pertemuannya, eh, Jokowi dengan wajah cengar-cengir bertemu dengan Sekjen 9 Partai. Lengkap dengan tertawa renyah menghadapi pilpres.

Ah. Strategi jitu yang dimainkan oleh SBY masa dibandingkan dengan senyuman cengar-cengir Jokowi. Jauh.

Bukankah begitu ? 
Share this article :

Posting Komentar