Home » , , , » Kisah Caroline (Atlet Cilik Muathai) Jambi Dimata Pelatih Remynovita Sitohang

Kisah Caroline (Atlet Cilik Muathai) Jambi Dimata Pelatih Remynovita Sitohang

Written By jambipos-online on Rabu, 18 Juli 2018 | 22:53

Kisah Caroline (Atlet Cilik Muathai) Jambi Dimata Pelatih Remynovita Sitohang.FB
Jambipos Online, Jambi- Remynovita Sitohang, pelatih atlet Muaythai cilik Jambi dari keluarga pra sejahtera mengisahkan betapa pahit hidup dari muridnya bernama Carolina. Padahal Caroline yang akrab disapa Olin ini sudah menorehkan prestasi dalam Kejurnas Muaythai di Bogor Tahun 2017 dengan raihan medali perak. Tahun ini 2018 putri dari pasangan Pardi-Riris ini meraih medali emas pada LIGANAS Muaythai.

Olin juga merupakan anak cerdas dan berprestasi juga anak yang tegar. Pasalnya orang tuanya merupakan keluarga kurang mampu. Ayahnya hanya berprofesi seorang buruh kebun dan juga hanya mengandalkan hasil jerat di hutan. Sedangkan ibunya Riris hanya mengurus rumah tangga. 

Lalu bagaiman akisah Olin dimata pelatihnya Remynovita Sitohang! Berikut kisahnya dikutip dari FB Remynovita Sitohang.

TRUE STORY

Hidup adalah sebuah perjalanan. Dimana kesuksesan tidaklah diukur dari seberapa banyak kekayaan yang telah kita capai. Melainkan bagaimana kita mengisi dan memaknai hidup yang kita jalani.
Kisah Caroline (Atlet Cilik Muathai) Jambi Dimata Pelatih Remynovita Sitohang.FB
Bahagia itu sederhana, ketika kita bisa membahagiakan orang lain. Kita turut bahagia dan inilah bahagiaku. Ketika atletku berhasil naik podium kehormatan, memperoleh medali Emas (Juara 1)  di  LigaNasional Muaythai seri 9 Wappres Cup di Tulung Agung, 7-12 Mei 2018 lalu.

Terimakasihku buat "Olinku" yang telah mengajarkanku arti perjuangan hidup, yang membuat hatiku tergores dan tergugah untuk melakukan #GerakanPeduliPrestasi ini.

Sebab ternyata dibalik sosok CAROLINE REGINA PARIS yang lemah lembut, ada latar belakang kerasnya kehidupan yang dia alami. Putri cantik yang penuh prestasi ini lahir di Jambi,9 Oktober 2006, anak ke 1 dari 3 bersaudara, ayahnya Pardi, dan ibu Riris.

Caroline akrab dipanggil Olin adalah seorang anak perempuan yang selain cerdas dan berprestasi, juga anak yang tegar. Sebab ayahnya hanya seorang buruh yang mengandalkan hasil jerat di hutan.

Ibunya hanya mengurus rumah tangga. Mereka tinggal di sebuah desa, Leban Karas RT 21, tepatnya ditengah" kebun karet milik orang. Mereka tidak memiliki rumah pribadi. Mereka hanya menumpang di kebun tersebut.

Tidak ada fasilitas apapun, baik listrik ataupn air PDAM. Mereka masak ditungku, menggunakan lampu togok sebagai penerang. Meskipun Olin dan adiknya jauh dari kehidupan layakny anak-anak seusia mereka.

Namun demikian, tidak menyurutkan semangat mereka. Adiknya Karine selalu mendapat peringkat 10 besar dikelasnya. Sekarang naik kelas 4 SD. Sedangkan Olin sendiri sejak kelas 2 sampai kelas 6 (10 semester)selalu meraih juara 1 di kelasnya.

Selain prestasi Olin di cabor Muaythai, tahun 2017 pada Kejurnas Muaythai di Bogor meraih medali Perak/juara 2,dan medali Emas pd LIGANAS Muaythai tahun ini.
Kisah Caroline (Atlet Cilik Muathai) Jambi Dimata Pelatih Remynovita Sitohang.FB
Kepada Yth Pak Presiden @Jokowi ,Pak Mentri @Muhajir_effendy ,@kemdikbud.ri @kemensosri @ristekdikti @konipusat @sekolahgratisorg @presiden.jokowidodo @irhjokowidodo @presiden.jokowidodo.

Kisah hidup Olin yang juh dari kata layak, membuat saya tergugah untuk melakukan gerakan peduli ini. Terkadang mereka bisa puasa terpaksa/tidak makan seharian karena tidak ada hasil jerat yang didapat ayah Olin.

Jika Olin mengenakan pakaian bagus itu juga karena donasi dari orang-orang yang terketuk hatinya melihat keadaan Olin dan adik-adiknya. Namun mereka luar biasa tegar. Tidak sedikitpun berniat untuk meminta belas kasihan,mereka hidup denga penuh rasa syukur.

Selayaknya anak yang berprestasi seperti Olin memperoleh perhatian dari berbagai pihak. Baik sekolah, maupun pemerintah. Sebab mereka tidak memiliki tempat tinggal (menumpang hidup), dan Olin sampai hari ini belum pernah merasakan nikmatnya beasiswa.

Meskipn orangtua mereka telah mengusulkan bahkan mengajukan form untuk memperoleh beasiswa prestasi, namun tidak terealisasi hingga saat ini. “Jangankn beasiswa dek, buku sebijipun nga pernah didapat oleh anak kami,” itulah yang terucap dari ibu Olin.

Miris sekali apa yang dialami oleh Olin dan adiknya. Kini Olin telah lulus SD dan punya cita-cita tinggi,untuk melanjutkan sekolah. Namun, hingga saat ini Olin tidak memiliki dana untuk melanjutkan sekolahnya, baik membeli buku-buku pelajaran, ataupun seragam sekolah.

Oleh karena itu sahabat, mungkin kita tidak bisa berdonasi apapun, namun dengan membagikan kisah ini semoga menjadi jalan untuk Olin dan adik-adiknya memperoleh besiswa/bantuan dari pemerintah.

Tegakah hati kita membiarkan salah satu #anakINDONESIA yang berprestasi dan memiliki potensi ini harus putus sekolah,hanya karena tedak memiliki biaya untuk sekolah. Mari sahabat, yang terketuk pintu hatinya.
Kisah Caroline (Atlet Cilik Muathai) Jambi Dimata Pelatih Remynovita Sitohang.FB
Banyak cara nntuk kita #berbagi #berdonasi #kisahInspiratif #perjuangan ini, jika ingin langsung bisa mendatangi alamat Olin, Desa Leban Karas, RT21,Kecamatan Jaluko,Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi. Atau Menghubungi Wa: 085237269093 (Coach Olin,Remy)/082279094031 (Tante Olin,Sari).

Terimakasih buat semua sahabat yang telah membantu meskipun hal kecil sekalipun, bahkan terlebih yang telah melakukan action. (FB-Remynovita Sitohang)




Share this article :

Posting Komentar