Home » » Ini Identitas Penyusup Lapangan di Laga Final Piala Dunia

Ini Identitas Penyusup Lapangan di Laga Final Piala Dunia

Written By jambipos-online on Senin, 16 Juli 2018 | 21:49

Seorang wanita dengan mengenakan seragam polisi menyusup ke dalam lapangan saat berlangsungnya pertandingan final Piala Dunia antara Prancis dan Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskwa, 15 Juli 2018. ( Foto: AFP )

Dua perempuan dan dua laki-laki diringkus ketika babak kedua sedang berlangsung. Mereka menyamar dengan mengenakan seragam polisi.

Jambipos Online, Moskwa - Pertandingan final Piala Dunia antara Prancis dan Kroasia hari Minggu (15/7/2018) sempat diinterupsi oleh masuknya empat penyusup yang rupanya menyamar dengan mengenakan seragam polisi.

Dua perempuan dan dua laki-laki itu diringkus ketika pertandingan babak kedua sedang berlangsung.

Mereka kemudian diketahui sebagai anggota group band punk rock ‘Pussy Riot’ yang sangat anti terhadap pemerintah Rusia.

Salah satunya bernama Olga Kurachyova, yang menghubungi kantor berita Reuters dan mengatakan dia sekarang ditahan polisi.

Dalam teleponnya, Kurachyova mengatakan dia ditahan di pos polisi di sekitar Stadion Luzhniki, Moskwa, tempat berlangsungnya laga akbar tersebut.

Sementara itu situs media lokal Mediazona memberitakan bahwa para penyusup terdiri dari tiga wanita dan satu pria, dan semuanya ditahan polisi.

Aksi masuk lapangan tersebut juga disertai sejumlah tuntutan terhadap pemerintah Rusia yaitu: bebaskan para tahanan politik; jangan memenjarakan orang karena memberi tanda "like" di media sosial; hentikan penahanan ilegal dalam demonstrasi politik; izinkan kompetisi politik di Rusia; dan jangan merekayasa kasus kriminal serta menahan orang tanpa dasar.

Kelompok 'Pussy Riot' mulai terkenal ketika melakukan aksi di dalam kathedral terbesar di Moskwa pada 2012, yang mengakibatkan tiga pentolannya dipenjara. Sejak itu, tiga wanita yang dipenjara tersebut berpisah tetapi dua dari mereka – Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina – masih beraksi sendiri-sendiri memakai nama Pussy Riot.(JP-BS)



Sumber: Reuters
Share this article :

Posting Komentar