Home » » Ronaldo Gagal Penalti, Portugal Hadapi Uruguay pada 16 Besar Piala Dunia 2018

Ronaldo Gagal Penalti, Portugal Hadapi Uruguay pada 16 Besar Piala Dunia 2018

Written By jambipos-online on Selasa, 26 Juni 2018 | 09:41

Pendukung Iran sedih meneteskan air mata saat menyaksikan Iran harus imbang 1-1 lawan Portugal sehingga memaksa Iran gagal masuk 16 besar dalam laga lanjutan Grup B Piala Dunia 2018 di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018) dini hari WIB. (FIFA Photo)
Jambipos Online, Saransk - Timnas Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Iran pada matchday ketiga Grup B Piala Dunia 2018, di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018) dini hari WIB. Hasil ini membuat Portugal akan bersua juara Grup A, Uruguay, pada babak 16 besar.

Portugal dan Iran yang sama-sama mengincar kemenangan bermain agresif sejak awal pertandingan. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan ke gawang lawan.

Namun, Portugal berhasil unggul lebih dahulu di pertandingan ini. Winger Seleccao das Quinas, Ricardo Quaresma, membobol gawang Iran jelang akhir babak pertama.

Tendangan melengkung Quaresma yang menggunakan kaki kanan bagian luar berhasil mengelabui kiper Iran, Alireza Beiranvand. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Pada babak kedua, Portugal memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan melalui titik 12 pas. Namun, hadiah penalti yang diberikan wasit tidak mampu dikonversi menjadi gol oleh Cristiano Ronaldo.

Tendangan Ronaldo ke sisi kiri gawang Iran mampu ditepis Alireza dengan sempurna. Kegagalan ini membuat Ronaldo tidak mampu mencetak gol kelimanya di Piala Dunia 2018. 

Iran yang juga memiliki peluang untuk lolos kemudian gencar melakukan tekanan jelang akhir babak kedua. Upaya itu membuahkan hasil dengan penalti yang diberikan wasit Enrique Caceres.

Karim Ansarifard yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya membobol gawang Portugal yang dikawal Rui Patricio sehingga mengubah skor menjadi 1-1.

Hasil imbang ini membuat Portugal gagal lolos sebagai juara Grup B dan Iran harus memupus harapan melangkah ke fase knockout. Posisi juara grup B ditempati Spanyol yang bermain imbang 2-2 melawan Maroko pada saat yang bersamaan.

Nilai dan selisih gol Portugal sebenarnya sama dengan Spanyol. Namun, Portugal kalah produktivitas gol dari juara Piala Dunia 2010 tersebut.

Susunan Pemain

Iran (4-1-4-1): 1-Alireza Beiranvand; 23-Ramin Rezaeian, 8-Morteza Pouraliganji, 19-Majid Hosseini, 3-Ehsan Hajsafi; 6-Saeid Ezatolahi; 18-Alireza Jahanbakhsh, 9-Omid Ebrahimi, 11-Vahid Amiri, 17-Mehdi Taremi; 20-Sardar Azmoun

Pelatih: Carlos Queiroz

Portugal (4-4-2): 1-Rui Patrício; 21-Cédric Soares, 3-Pepe, 6-José Fonte, 5-Raphaël Guerreiro; 20-Ricardo Quaresma, 23-Adrien Silva, 14-William Carvalho, 10-João Mário; 7-Cristiano Ronaldo, 9-André Silva

Pelatih: Fernando Santos

Wasit: Enrique Caceres (Paraguay)

Pemain Iran Tak Pernah Membayangkan Akan Melawan Cristiano Ronaldo

Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, berduel dengan pemain bertahan Iran, Omid Ebrahimi, dalam laga lanjutan Grup B Piala Dunia 2018 di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018) dini hari WIB. (FIFA Photo)
Iran akan berjuang mempertahankan harga diri mereka sekaligus mencoba lolos ke 16 besar saat melawan Portugal di laga terakhir Grup B Piala Dunia 2018 Rusia mereka. Pertandingan tersebut diprediksi akan berjalan cukup seimbang.

Sejauh ini Iran sudah mengumpulkan tiga poin dari dua pertandingan. Sementara Portugal sudah mengoleksi empat poin. Karenanya siapa pun yang menang akan lolos ke 16 besar, meski Portugal hanya butuh hasil imbang.

Pelatih Iran, Carlos Queiroz meyakini laga melawan Portugal akan menjadi ujian terberat mereka yang sesungguhnya. Seluruh pemain Iran sudah menyadari hal itu.

Dikatakannya, setiap pemain Iran saat ini memiliki motivasi ekstra, yakni kesempatan untuk menghadapi Cristiano Ronaldo. Queiroz menilai para pemainnya sangat bersemangat menantikan laga tersebut.

"Jika Maroko dan Spanyol adalah laga sulit, Portugal jauh lebih sulit. Kami tahu itu, kami tidak datang ke sini untuk bertanding melawan tim mudah," ungkap Queiroz di fourfourtwo.

"Bahkan para pemain saya tidak pernah bermimpi bahwa suatu hari mereka akan bermain melawan Cristiano, dan semua pemain hebat Portugal lainnya jadi mereka sangat bersemangat."

Bermain Lepas

Pula, Queiroz menilai Iran siap menampilkan permainan terbaik mereka melawan Portugal. Sikap nothing to lose akan menjadi poin plus tersendiri.

"Kami akan mencoba melakukan yang terbaik, berkonsentrasi dan berjuang sejak menit awal. Kami akan bermain lepas, mereka harus berhati-hati, kami akan bermain habis-habisan."

"Kami juga berharap memiliki sedikit porsi keberuntungan yang memang selalu dibutuhkan," tutup Queiroz.

'Sikut Lawan, Ronaldo Harusnya Dikartu Merah'

Pelatih Iran, Carlos Queiroz mempertanyakan keputusan wasit dalam pertandingan melawan Portugal. Queiroz yang juga warga negara Portugal dan menangani timnas Portugal pada Piala Dunia 2010 itu merasa kinerja wasit dalam laga tadi cukup buruk.

Queiroz menyebut wasit harusnya memberikan kartu merah kepada Cristiano Ronaldo harusnya dihukum dengan kartu merah dalam pertandingan tadi. Pasalnya, Ronaldo dinilai menyikut pemain lawan dengan sengaja pada babak kedua.

Dalam sebuah insiden, Ronaldo terlihat dengan sengaja menyikut Morteza Pouraliganji sekitar 10 menit sebelum laga usai. Wasit Enrique Caceres memberikan kartu kuning saja kepada bintang Portugal itu.

Harusnya Merah

Carlos Queiroz mengingatkan bahwa sikutan dalam sepakbola harusnya dihukum dengan kartu merah, bahkan jika pelakunya adalah sosok terkenal seperti Ronaldo. Selain itu, wasit juga sudah bisa melihat tayangan ulangnya dari berbagai angle kamera.

Morteza Pouraliganji mencoba menghalangi pergerakan Ronaldo untuk melindungi bola. Ronaldo sepertinya tak suka dengan tindakan itu dan mengayunkan sikutnya ke arah wajah Pouraliganji. Menyikut lawan dengan sengaja merupakan pelanggaran dalam kategori violent conduct yang harusnya dihukum dengan kartu merah langsung. Itu lah mengapa Queiroz amat kesal.

"Faktanya adalah anda menghentikan permainan untuk melihat tayang ulang VAR, lalu anda melihat ada sikutan. Setiap sikutan yang disengaja harus diganjar kartu merah kalau kita menuruti aturan FIFA. Aturan itu tidak menyebutkan apakah pelakunya Ronaldo atau Messi, tidak sedikit pun," keluh Queiroz kepada Sky Sport.

Seperti Wanita Hamil

Queiroz memiliki analogi menarik untuk menggambarkan apakah Ronaldo harusnya dikartu merah. Mengingat tindakan Ronaldo masuk kategori pelanggaran berat (violent conduct), maka walaupun sikutan Ronaldo tidak sepenuhnya menghajar wajah Pouraliganji, Ronaldo harusnya tetap dikartu merah.

Situasi itu dianggapnya seperti wanita yang sedang hamil. Seorang wanita tidak bisa sekadar 'sedikit' hamil. Kalau memang sedang mengandung, seorang wanita tetap mengandung.

"Seperti kemarin saat saya menceritakan tentang puti saya yang hamil. Saya perlu tahu apakah saya akan jadi kakek atau tidak. Saya tak mau tahu apakah puti saya hamilnya sedikit atau banyak, tak perlu bukti itu."

"Pelanggaran menyikut lawan itu harus dihukum dengan kartu merah. Yang saya pertanyakan bukan lagi tentang pengetahuan wasitnya, tapi tentang sikap dan keberaniannya dalam membuat keputusan."

"Semua keputusan harus dibuat jelas bagi semua orang. Menurut saya, Infantino (Presiden FIFA), FIFA, dan VAR tidak berjalan baik. Itu realitanya."

VAR Tidak Membantu

Queiroz lalu mempertanyakan mengapa dengan bantuan VAR, wasit dan para asistennya masih juga melakukan kesalahan. Saat menggunakan VAR, selain melihat tayang ulang dari berbagai sudut, wasit juga dibantu oleh para ahli video untuk menentukan keputusan.

"Kebenaran harus dihormati dan kita butuh tahu siapa yang sebenarnya menjadi wasit dalam pertandingan. Mood saya sedang buruk, anda bisa lihat sendiri. Jika anda menggunakan VAR, maka pastikan bahwa manusianya jangan sampai melakukan kesalahan. Jika ada satu manusia yang memimpin pertandingan di lapangan dan melakukan kesalahan, kami bisa menerimanya."

Tapi ketika anda sudah punya teknologi tinggi, mendapat pelatihan, ribuan dollar untuk memasang sistem, lima orang di ruang video, lalu mereka tidak bisa melihat sikutan yang sudah jelas. Kartu kuning? Yang benar saja!"

Tak Ada Keadilan

Queiroz menambahkan bahwa timnya lebih layak menang dalam pertandingan tadi. Laga melawan Portugal tadi memang sengit, tapi menurutnya Iran bermain lebih baik dan lebih pantas menang.

"Kami membawa prestise ke Piala Dunia. Laga tadi sangat kompetitif, dari menit ke menit, duel ke duel, melawan salah satu tim terbaik dunia. Tapi saya rasa Iran bermain dengan disiplin dan sikap yang baik."

"Jika melihat cara kami mengendalikan pertandingan, jika ada keadian dalam sepakbola -yang sebenarnya tidak ada- hanya ada satu tim yang layak menang dalam pertandingan ini. Pemenangnya harusnya adalah iran."

"Portugal mengendalikan permainan dan banyak melakukan umpan, itu normal. Tapi dalam hal mengatur pertandingan, sikap kompetitif, keputusan saat menyerang, serta mentalitas bertanding, saya rasa kami lebih layak menang."(JP)

Sumber: Bola.com
Gallery Foto Portugal-1-1 Iran-Foto FIFA.com

























Share this article :

Posting Komentar