Home » » Profile Timnas Polandia-Senegal-Jepang-Kolombia Pada Piala Dunia 2018 (Group H)

Profile Timnas Polandia-Senegal-Jepang-Kolombia Pada Piala Dunia 2018 (Group H)

Written By jambipos-online on Senin, 18 Juni 2018 | 15:11

Profile Timnas Polandia-Senegal-Jepang-Kolombia Pada Piala Dunia 2018 (Group H)

Timnas Polandia

Polandia menjadi juara grup saat babak kualifikasi.

Asosiasi: Polski Związek Piłki Nożnej (PZPN)
Julukan: Biało-czerwoni, Orły (The Eagles)
Peringkat FIFA: 8 (7 Juni 2018)
Most Caps: Michał Żewłakow (102)
Top Scorer: Robert Lewandowski (52)
Pelatih: Adam Nawałka (Polandia)

Tampil: 8 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Ketiga 1974 dan 1984)
Tampil: 8 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Ketiga 1974 dan 1984)
Polandia tidak masuk sebagai kandidat juara baik di kancah Eropa apalagi dunia. Prestasi biasa-biasa selama ini kelihatan bersinar ketika pada 2016, Polandia lolos ke perempat final Euro 2016 di Prancis. Prestasi itu diikuti dengan sukses lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Pada babak kualifikasi Polandia menjadi jawara grup mengatasi Kazakhstan, Denmark, Armenia, Montenegro, dan Rumania. Dengan 8 kemenangan, sekali imbang dan sekali kalah membuat Polandia berada di posisi teratas, sedangkan Denmark menduduki peringkat kedua.

Sedangkan di Rusia, Polandia tergabung di grup H bersama Kolombia, Jepang, dan Senegal. Polandia bisa melaju ke babak 16 besar bila dapat mengatasi Jepang dan Senegal.

Pemain Bintang

Tak pelak, striker paling tajam di Jerman, Robert Lewandowski adalah pemain bintang Polandia. Nama Lewandowski mulai dikenal saat bermain untuk Borussia Dortmund pada 2010, di mana ia membantu Die Borussien menghentikan dominasi Bayern Muenchen di Bundesliga.

Pada 2014, ia justru dipinang Bayern Muenchen yang menjadikannya sebagai salah satu striker tertajam di dunia. Di timnas, Lewandowski pernah membela timnas Polandia U-21, kemudian ke timnas senior dan menjadi top scorer sepanjang masa Polandia dengan mencetak 52 gol dari total 93 penampilannya di timnas senior.

Pelatih
Adam Nawalka (60) sudah menjabat sebagai manajer timnas Polandia semenjak tahun 2013 silam. Artinya pelatih ini sudah sangat menyatu dengan tim.

Adam Nawalka.
Nawalka adalah mantan pemain gelandang di Wisla Krakow dan Polis-American Eagles sebelum akhirnya pensiun pada 1988. Karier kepelatihannya dimulai dengan menangani tim kecil kemudian melatih mantan klubnya, Wisla Krakow, hingga menjadi asisten timnas Polandia pada 2007-2008. Ketika itu Polandia dilatih oleh Leo Beenhakker.

Timnas Kolombia


Kolombia melangkah ke Rusia dengan susah payah.
Asosiasi: Federacion Colombiana de Futbol (FCF)
Julukan: Los Cafeteros (Petani Kopi), La Tricolor (Tiga Warna)
Peringkat FIFA: 16 (7 Juni 2018)
Most Caps: Carlos Valderrama (111)
Top Scorer: Radamel Falcao dan Arnoldo Iguarán (25)
Pelatih: Jose Pekerman (Argentina)
Tampil: 6 Kali (Prestasi Terbaik Perempat Final 2014)

Kolombia melangkah ke Rusia dengan susah payah.

Di fase grup Piala Dunia 2018, timnas Kolombia tergabung di grup H bersama Polandia, Senegal, dan Jepang. Kemungkinan besar Kolombia bakal lolos ke babak 16 besar.

Los Cafeteros melangkah ke Rusia dengan susah payah. Di babak kualifikasi, mereka cuma menempati peringkat keempat. Hasil seri melawan Peru di pertandingan terakhir memastikan tiket untuk pasukan Jose Pekerman ini berangkat ke Rusia.

Di dalam pertandingan uji coba mereka tak terkalahkan sejak November 2017, termasuk ketika meraih kemenangan atas tim nasional Prancis di Paris pada Maret lalu. Terakhir, tim nasional Kolombia bermain imbang 0-0 dengan tim nasional Mesir di Italia, Sabtu (2/6) dini hari WIB.

Pemain Bintang
Radamel Falcao (32) dan James Rodriguez (26) masih merupakan kunci kekuatan Kolombia menuju Rusia. Falcao adalah striker AS Monaco, sedangkan James bermain di Bayern Muenchen.

James Rodriguez.
James Rodriguez.

Pekerman menjadikan pemain Falcao sebagai pusat serangan. Pekerman memang memiliki keuntungan dengan kehadiran Rodriguez dan Falcao sebagai andalan. Mereka berdua pernah satu klub saat masih di AS Monaco, menjadikan kekompakan mereka terjalin secara alami.

Empat tahun lalu James Rodriguez berhasil membawa timnas Kolombia mencapai prestasi terbaik sepanjang partisipasi di Piala Dunia.

Catatan menarik adalah karena ia mendapatkan anugerah golden boot sebagai pencetak gol terbanyak, yakni dengan enam gol. Bukan itu saja, dengan torehan gol tersebut menjadikan James sebagai pemain yang selalu melesakkan gol dalam setiap pertandingan yang dilakoninya. Penampilannya itu membuat sejumlah klub mapan Eropa meliriknya. Ia pun sempat memperkuat klub-klub besar, seperti Real Madrid dan Bayern Muenchen.

Pelatih
Pada 2006, Jose Nestor Pekerman (68) melatih timnas Argentina hingga tim Tango sampai perempat final. Sebelum itu Pekerman sukses menangani timnas Argentina U-20 menjadi juara dunia junior pada 1995, 1997, dan 2001.

Jose Nestor Pekerman.
Pria berkewarganegaraan Argentina dan Israel ini mulai melatih The Cafeteros pada awal 2012 menggantikan Lionel Alvarez. Tidak seperti Alvarez yang menjadikan Kolombia sebagai tim bertahan, Pekerman lebih senang menampilkan sepakbola indah dan menyerang. Kesukaannya pada pemain yang mampu berperan sebagai playmaker membawa perubahan gaya permainan Kolombia.

Timnas Senegal


Senegal adalah satu dari tiga negara Afrika yang punya sejarah sampai ke perempat final Piala Dunia.
Asosiasi: Federation Senegalaise de Football
Julukan: Les Lions de la Teranga (Singa Teranga)
Peringkat FIFA: 27 (7 Juni 2018)
Most Caps: Henri Camara (99)
Top Scorer: Henri Camara (29)
Pelatih : Aliou Cisse (Senegal)
Tampil: 2 Kali (Prestasi Terbaik Perempat Final 2002)

Tampil: 2 Kali (Prestasi Terbaik Perempat Final 2002)
Senegal adalah satu dari tiga negara Afrika yang punya sejarah sampai ke perempat final atau delapan besar Piala Dunia. Senegal melaluinya pada 2002 atau 16 tahun lalu. Sedangkan dua negara lain adalah Kamerun (Piala Dunia 1990), dan Ghana (2010).

Senegal memiliki cerita paling menarik ketika merengkuh babak delapan besar. Pada Piala Dunia 2002 di Korea dan Jepang, timnas Senegal adalah negara debutan yang langsung tergabung di grup neraka bersama juara bertahan Prancis, Denmark, dan Uruguay. Siapa yang menyangka mereka bakal lolos mengingat Denmark adalah juara Piala Eropa 1992 dan Prancis adalah juara Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Sedangkan Uruguay adalah raksasa sepakbola Amerika Selatan bersama Brasil serta Argentina. Pada kenyataannya Senegal melenggang jauh.

Namun, setelah kejayaan itu Senegal justru tidak pernah lagi mampu tampil di putaran final Piala Dunia hingga Piala Dunia 2018. Kini Senegal bergabung dengan grup yang lebih ringan ketimbang lawan-lawan pada 2002, yakni Polandia, Kolombia, dan Jepang. Senegal seharusnya mampu berbuat lebih daripada sekadar sebagai penggembira, yakni hanya tampil di babak awal.

Pemain Bintang
Penyerang Liverpool, Sadio Mane (26) adalah bintang lapangan di tim Singa Teranga. Sepak terjang Mane di kancah klub Inggris itu sudah mendunia. Kini ia akan memimpin tim nasional Senegal di Rusia di bawah pelatih Aliou Cisse. Mane diharapkan mampu memberikan dobrakan serangan, dengan penyerang Monako Keita Balde, gelandang West Ham Cheikhou Kouyate dan pemain tengah Everton, Idrissa Gueye.

Mane telah mencetak 19 gol di seluruh kompetisi musim ini untuk Liverpool, membantu tim asuhan Juergen Klopp tersebut finis di urutan keempat di Liga Premier Inggris dan mencapai final Liga Champions meski akhirnya kalah oleh Real Madrid.

Pelatih
Aliou Cisse (42) adalah salah satu pemain Senegal yang tampil lar biasa pada Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea. Bahkan dia adalah pemegang ban kapten ketika itu. Kini Cisse berangkat memimpin pasukan Singa Teranga sebagai pelatih.

Ia memimpin tim Senegal generasi baru yang diisi oleh Sadio Mane, Cheikh Kouyate, dan M’Baye Niang.

Cisse menduduki kursi pelatih sejak 2015. Setelah berhasil membawa Senegal ke perempat final Piala Afrika 2017, Cisse juga sukses membawa tim ke Piala Dunia. Apa yang bisa diingat dari Cisse adalah penampilannya kini. Sangat mungkin ia adalah pelatih paling eksentrik yang ada di Piala Dunia 2018. Gaya rambut dreadlock dan kacamata bergagang tebal lebih mengesankan Cisse sebagai seorang musisi reggae daripada seorang pelatih sepakbola.

Timnas Jepang

Jepang hanya menjadi juru kunci grup saat Piala Dunia 2006.
 Asosiasi: Japan Football Association
Julukan: Samurai Blue
Peringkat FIFA: 61 (7 Juni 2018)
Most Caps: Yasuhito Endō (152)
Top Scorer: Kunishige Kamamoto (80)
Pelatih: Akira Nishino (Jepang)
Tampil: 6 Kali (Prestasi Terbaik Babak 16 Besar 2002 dan 2010)
Jepang hanya menjadi juru kunci grup saat Piala Dunia 2006.
Jepang menjadi langganan peserta putaran final Piala Dunia sejak Piala Dunia 1998 di Prancis. Namun, dari lima kali penampilan sebelumnya, prestasi tertinggi hanyalah sampai pada babak 16 besar, antara lain ketika menjadi tuan rumah pada Piala Dunia 2002.

Namun pada Piala Dunia 2006, Jepang hanya menjadi juru kunci grup meski saat itu dilatih oleh legenda Brasil, Zico. Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Jepang kembali berhasil lolos ke babak 16 besar. Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Jepang kembali terpuruk. Mereka hanya menjadi juru kunci Grup C.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Jepang akan berlaga di Grup H, yang diisi Senegal, Polandia, dan Kolombia. Peluang untuk lolos memang berat, meski bukan tidak mungkin dilalui pasukan Samurai Biru.

Pemain Bintang

Keisuke Honda termasuk salah satu ujung tombak Jepang di bagian depan. Honda memulai karier profesionalnya bersama dengan Nagoya Grampus. Ia pernah bermain di klub asal Belanda, Venlo. 

Penampilannya di Venlo membuat CSKA Moskow menariknya pada 2010. Bersama CSKA, Honda tampil dalam Liga Champions musim itu dan mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas kaki kiri yang membantu timnya sukses mengalahkan Sevilla. CSKA pun melaju ke perempat final turnamen sepakbola antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.

Pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Honda menyumbang satu gol kemenangan atas Kamerun. Ia juga mencetak gol indah ke gawang Denmark dan membawa Jepang menang 3-1. Pada turnamen itu Jepang mencapai babak 16 besar.

Pelatih

Samurai Biru secara mengejutkan mengganti pelatih Vahid Halilhodzic yang berjasa besar mengantarkan Jepang lolos ke putaran final di Rusia dengan status juara grup di fase kualifikasi. 

Federasi Sepakbola Jepang (JFA) menunjuk Kepala Komite Teknik JFA, Akira Nishino sebagai pengganti. Alasan pemecatan Halilhodzic disebut karena ia tidak akur dengan sebagian besar pemain timnas. Nishino adalah pelatih yang mengantarkan Gamba Osaka juara J-League pada 2005 serta Liga Champions Asia 2008.(JP)

Share this article :

Posting Komentar