Home » » Profile Timnas Inggris-Tunisia-Panapa-Belgia Piala Dunia 2018 (Group G)

Profile Timnas Inggris-Tunisia-Panapa-Belgia Piala Dunia 2018 (Group G)

Written By jambipos-online on Senin, 18 Juni 2018 | 15:29

Profile Timnas Inggris-Tunisia-Panapa-Belgia Piala Dunia 2018 (Group G)

Belgia tak terkalahkan di babak kualifikasi.
 Asosiasi: Royal Belgian Football Association
Julukan: Les Diables Rouges/Rode Duivels (Setan Merah)
Peringkat FIFA: 3 (7 Juni 2018)
Most Caps: Jan Ceulemans (96)
Top Scorer: Bernard Voorhoof & Paul Van Himst (30)
Pelatih: Roberto Martínez (Belgia)
Tampil: 13 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Keempat 1986)

Tampil: 13 Kali (Prestasi Terbaik Peringkat Keempat 1986)
Inilah generasi emas Belgia. Para pemain depan tengah dan belakang adalah para pemain yang sangat penting bagi klub masing-masing. Ketika Romelu Lukaku (MU), Eden Hazard (Chelsea), Adnan Januzaj (Real Sociedad), dan Michy Batshuayi (Dortmund) berpadu di barisan depan. Di tengah ada para gelandang brilian, seperti Nacer Chadli (West Brom), Kevin De Bruyne (Manchester City), Fellaini(MU), bahkan Mousa Dembéle (Tottenham Hotspur). Demkian juga ada bek dan kiper tangguh di belakang. Tim inilah yang melaju sampai perempat finl Piala Eropa. Dengan pola permainan yang sama sekalipun, Belgia bakal melaju setidaknya sampai babak delapan besar.

Belgia lolos ke putaran final Piala Dunia Rusia dengan rekor sangat meyakinkan di babak kualifikasi. Mereka tak terkalahkan dalam 10 laga grup H, sembilan laga di antaranya sukses mereka menangi. 

Di bawah racikan Pelatih Roberto Martinez, Belgia bermain cukup solid dan agresif. Banyak pengamat yang menyatakan bahwa generasi emas saat ini punya potensi membuat kejutan besar. Dilihat dari komposisi tim yang bertarung di grup G, yakni Inggris, Tunisia, dan Panama, maka pencapaian sebagai juara grup sangat mungkin dilakukan Hazard dkk.

Pemain Bintang
Ketiadaan gelandang serang Radja Nainggolan (AS Roma) dalam squad tidak membuat kualitas lini tengah Belgia menurun. Masih ada sejumlah nama tenar dengan skill menawan menggantikan Radja atau sebaliknya sudah ada dan lebih baik dari Radja. Dialah Eden Hazard dan Kevin De Bruyne.
Eden Hazard.
Hazard kali ini bakal mengenakan ban kapten tim. Nantinya ia berperan bukan hanya sebagai penyuplai bola, melainkan juga sesekali membawanya ke depan untuk mencetak gol. Pemain kelahiran La Louviere 23 tahun lalu ini punya kecepatan dan kemampuan melepas umpan melewati celah di lini pertahanan lawan. Tendangannya pun sangat akurat. Di musim ini, misalnya, ia telah mencetak 12 gol dan lima assist dalam 25 penampilan di Liga Premier Inggris.

Pelatih
Roberto Martinez (44) menjadi pelatih Belgia setelah Royal Belgian Football Association memecat Marc Wilmots. Wilmots kehilangan jabatan gara-gara Belgia kandas di babak perempat final Piala Eropa 2016 lewat kekalahan dari tim debutan Wales, 1-3. Sampai jenjang perempat final bukanlah kesuksesasn melainkan sebuah kegagalan mengingat squad Belgia saat itu merupakan formasi terbaik Eropa. Apalagi kalah oleh Wales yang rata-rata kualitas pemainnya tidak lebih baik dari Belgia.
Roberto Martinez.
Martinez didampingi oleh striker legendaris Arsenal, Thierry Henry, yang menjabat sebagai asisten. Timnas Belgia menjadi salah satu tim paling meyakinkan di Pra-Piala Dunia 2018. Keputusan duo Martinez-Henry inilah yang membuat gelandang klub Roma, Radja Nainggolan, menyatakan pensiun dari timnas Belgia.

Nainggolan yang masih produktif dan bahkan bersinar di Piala Eropa justru tidak dimasukkan dalam squad timnas. Alasannya, Nainggolan tidak cocok dengan perannya di tim yang sesuai dengan taktik pelatih. Maka, sang pelatih dan asistennya terpaksa mencoret Nainggolan. Martinez menyatakan telah membicarakan perihal peran Nainggolan di tim, tetapi tidak ada kata sepakat antara dirinya bersama Henry di satu pihak dengan Nainggolan di pihak lain.

Timnas Panama


Panama baru pertama kali di putaran final Piala Dunia.

Asosiasi: Federacion Panamena de Futbol
Julukan: Los Canaleros, La Marea Roja
Peringkat FIFA : 55 (7 Juni 2018)
Most Caps: Gabriel Gómez (129)
Top Scorer: Luis Tejada (43)
Pelatih : Hernan Dario Gomez (Kolombia)
Tampil: 1 Kali

Tampil: 1 Kali
Panama adalah tim yang tampil untuk pertama kalinya di putaran final Piala Dunia. Prestasi fenomenal tersebut berkat penampilan Los Canaleros selama babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Concacaf. Pada laga terakhir kualifikasi Panama mengalahkan Kosta Rika 2-1. Pada saat bersamaan, Amerika Serikat yang difavoritkan bakal lolos justru takluk 1-2 dari Trinidad Tobago. Dengan hasil tersebut, timnas Panama finis di peringkat ketiga di bawah Meksiko dan Kosta Rika.

Sejarah Panama masuk ke putaran final Piala Dunia diperingati Presiden Panama Juan Carlos Varela dengan menjadikan hari libur nasional dan menetapkan para pemain La Marea Roja sebagai pahlawan nasional. Bersama inggris, Tunisia, dan Belgia, kemungkinan Panama hanya akan menjadi penggembira.

Pemain Bintang
Penyerang Panama Gabriel Torres pada 2007 pernah berlatih dengan Manchester United dan sekali di Spanyol bersama Valencia. Pada kesempatan kedua ke Manchester, dia mendapatkan cedera pada hari kedua latihan sehingga harus pulang kampung.

Pada Januari 2010 Torres pindah ke luar negeri lagi untuk bermain untuk tim Kolombia, Atletico Huila bersama rekan senegaranya Amílcar Henríquez dan pada Juli 2011 pindah ke Zamora, di mana ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub pada Februari 2013, yakni 29 gol. Pada 8 Agustus 2013, Torres menandatangani kontrak dengan Colorado Rapids dari Major League Soccer.

Hernan Dario Gomez.
Pelatih
Hernan Dario Gomez harus memutar otak setelah laga persahabatan. Mereka dikalahkan Denmark 0-1 pada laga persahabatan di Brondby, Denmark, 22 Maret 2018, kemudian luluh lantak melawan tuan rumah Swiss 0-6, 27 Maret 2018.

Gomez hanya bisa membenahi lini pertahanan timnya dengan mengubah formasi dari 4-4-2 menjadi 5-4-1 atau 4-5-1. Selama babak kualifikasi, termasuk saat mengalahkan Kosta Rika 2-1, Panama menerapkan formasi 4-4-2 dengan lini depan ditempati Gabriel Torres dan pemain veteran Blas Perez.

Timnas Tunisia 
Tunisia mampu menahan imbang salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia, yaitu Portugal.
Asosiasi: Tunisian Football Federation
Julukan: Les Aigles de Carthage (Elang Kartago)
Peringkat FIFA: 21 (7 Juni 2018)
Most Caps: Radhi Jaïdi (105)
Top Scorer: Issam Jemâa (36)
Pelatih: Nabil Maaloul (Tunisia)
Tampil: 5 Kali

Bersama Panama, Inggris dan Belgia, di grup G putaran final Piala Dunia, Tunisia memiliki peluang mencuri angka. Bila menang besar melawan Panama dan mati-matian mengalahkan Inggris, Tunisia yang sebelumnya empat kali tampil di Piala Dunia bisa saja melenggang bersama Belgia ke babak berikutnya.

Harapan Tunisia membuat kejutan bukanlah tanpa alasan. Pada laga pemanasan Tunisia mampu menahan imbang salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia, yaitu Portugal dengan skor 2-2 di Estadio Municipal de Braga, Portugal, Mei 2018 lalu. Tunisia lolos ke Rusia setelah menjadi juara grup A babak kualifikasi zona Afrika.

Pemain Bintang
Gelandang serang andalan Tunisia adalah Wahbi Khazri (27) yang bermain untuk klub Rennes di Ligue 1 Prancis. Kontribusi Khazri bagi Tunisia yang sampai saat ini terus diingat adalah saat kualifikasi Piala Dunia. Ia mencetak gol penting saat melawan Mauritania pada putaran kedua serta gol kemenangan Tunisia atas Libia.

Pemain kelahiran Corsica, Prancis ini memutuskan bergabung bersama timnas Tunisia pada 2013. Hingga saat ini telah mencetak 12 gol dari 36 penampilannya bersama tim berjuluk Elang Kartago tersebut. Khazri dipercaya dalam tim inti karena kecepatan dalam berlari. Ia juga menjadi andalan setelah cederanya dua pemain bintang, Youssef Mskani dan Taha Yessine Khenissi.

Pelatih
Pelatih Tunisia Nabil Maaloul (55) bukan orang asing di timnas. Sebelum mengantar timnas ke putaran final Piala Dunia, ia pernah duduk sebagai asisten pelatih Roger Lemere dan mengantarkan Tunisia meraih juara Piala Afrika.

Nabil Maaloul.
Di tangannya peringkat Tunisia sempat berada di posisi ke-14 FIFA. Ini adalah peringkat tertinggi di Afrika. Bagi Nabil, peringkat ini sangat bermanfaat sebagai penyemangat bagi tim agar bisa tampil lebih baik di Piala Dunia.

Pada 2013, Nabil pernah menangani timnas Tunisia, tetapi akhirnya mengundurkan diri pada tahun yang sama saat Tunisia dikalahkan 0-2 oleh Cape Verde saat bermain di kandangnya. Hasil tersebut membuat Tunisia tersingkir dari babak kualifikasi Piala Dunia 2014.

Timnas Inggris





Asosiasi: The Football Association
Julukan: The Three Lions
Peringkat FIFA : 12 (7 Juni 2018)
Most Caps: Peter Shilton (125)
Top Scorer: Wayne Rooney (53)
Pelatih: Gareth Southgate (Inggris)
Tampil: 15 Kali (Prestasi Terbaik Juara 1966)
Tampil: 15 Kali (Prestasi Terbaik Juara 1966)
Pencinta sepakbola dari Ingris pasti masih ingat manakala pasukan Three Lions di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 menduduki posisi puncak hrup H Zona Eropa dengan catatan tidak pernah kalah? Namun dalam putaran final Inggris mereka meraih hasil buruk. Perolehan Inggris bahkan dinilai lebih buruk dari tim debutan Bosnia-Herzegovina. Selama fase grup The Three Lions hanya meraih satu angka. Inggris tidak pernah menang, sekali imbang, dan dua kali kalah. Steven Gerrard dkk hanya mencetak dua gol dan kemasukan empat gol.

Pada babak kualifikasi menuju putaran final di Rusia, timnas Inggris mengulang sejarah. Mereka mengakhiri kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan tanpa kekalahan. Apakah ini berarti tanda Inggris bakal kembali mengulang kegagalan di Piala Dunia sebelumnya? Tentu saja tak ada fan yang menginginkan hal itu. Bersama Belgia, Panama, dan Tunisia, Inggris diharapkan tidak terpeleset. Meski memiliki liga terpopuler di jagat raya, timnas Inggris lebih sering gagal di turnamen penting.

Pemain Bintang
Harry Kane adalah pemain paling menonjol karena ialah pencetak gol terbanyak. Total pada musim 2017-2018, Harry Kane mencetak 34 gol dari 42 penampilan di seluruh kompetisi bersama Tottenham Hotspur dan Inggris.

Di Rusia, Harry Kane ditunjuk sebagai kapten Inggris menggantikan peran Gary Cahill dan Jordan Henderson. Meski belum pernah tampil di Piala Dunia sebelumnya, Kane optimistis dengan peluang juara Inggris pada Piala Dunia tahun ini. Penyerang Tottenham Hotspur itu sadar bahwa Inggris bukan tim favorit. Namun, dia menegaskan bahwa status nonunggulan tidak akan merugikan The Three Lions.

Pelatih
Gareth Southgate (47) membawa tim muda Inggris, yakni dengan rata-rata usia 26 tahun dan 18 hari. Dengan squad muda ini diharapkan penampilan Inggris lebih bertenaga.
Gareth Southgate.
Southgate dikontrak selama empat tahun hingga 2020. Mantan pelatih Middlesbrough ini sempat menjadi pelatih interim Inggris setelah Sam Allardyace dipecat. Dilansir dari The Guardian, keputusan menjadikan Southgate pelatih tetap diambil FA--otoritas sepak bola Inggris--setelah tim panel mewawancarainya.(JP)



Share this article :

Posting Komentar