Home » , » Kapal Tenggelam di Danau Toba, Ini Daftar Sementara Korban Selamat

Kapal Tenggelam di Danau Toba, Ini Daftar Sementara Korban Selamat

Written By jambipos-online on Senin, 18 Juni 2018 | 22:48

Korban selamat KM Sinar Bangun yang dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan.IST



Jambipos Online, Simalungun-Kapal Penumpang KM Sinar Bangun dari Pulau Samosir tepatnya Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumut, terbalik. Berdasarkan informasi kapal  tersebut membawa 83 orang penumpang.

Informasi warga menyebut kapal berangkat dari Simanindo pukul 17.00 WIB. Kapal tenggelam dihantam ombak Danau Toba dan angin. Padahal kapal baru bertolak dari Simanindo dan masih berada di perairan sekitar Pulau Tao, Simanindo. 
Foto Henri Saragih (Dari total 83 orang penumpang.)
Sumber MetroTV Malam.
Belum diketahui berapa penumpang yang selamat. Informasi ini diunggah beberapa netizen. Disebutkan KMP yang ada di Simanindo dan Tigaras diberangkatkan untuk membantu evakuasi. 
Demikian dikutip dari tribun-medan.com.

Sementara dilansir Detik.com, kapal kayu yang diperkirakan membawa puluhan penumpang tenggelam di Danau Toba. Peristiwa terjadi pada sore hari ini.
Korban selamat KM Sinar Bangun yang dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan.IST
Korban selamat KM Sinar Bangun yang dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan.IST

"Benar ada kapal yang mengangkut masyarakat tenggelam di perairan Danau Toba sore tadi sekitar pukul 17.30 wib." jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Samosir, Maher Tamba, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/6/2018).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Maher mengatakan kapal tersebut mengangkut sejumlah warga.

Dia menambahkan kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Tigaras Simalungun menuju Pelabuhan Simanindo Samosir, Prapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

"Kapal tersebut dari Simalungun menuju Samosir. Dan di perjalanan kapal tersebut tenggelam" jelasnya.

Sembilan orang penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara penumpang lainnya masih dicari. "Yang saya tahu 9 orang ditemukan selamat, yang meninggal belum dapat kabar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Samosir menyatakan belum mengetahui jumlah pasti penumpang kapal kayu yang tenggelam tersebut. "Belum tahu jumlah penumpang, ini kita masih cek lagi ya," paparnya.

Tenggelam kapal penumpang di Dabau Toba di duga akibat putusnya tali kemudi kapal setelah diterjang ombak dan angin. "Tali kemudinya putus. Karena saat itu, angin dan ombak kencang dan diduga penyebab putusnya tali kemudi," tambahnya.

Pencarian Korban Dilanjut Besok

Pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara dihentikan akibat cuaca buruk. Rencananya, pencarian dilanjutkan besok pagi.

"Pukul 20.00 WIB dihentikan. Besok pagi dilanjutkan lagi pukul 06.00 WIB. Karena cuaca tidak mengizinkan, ombak tinggi, angin kencang," ujar Kepala BPBD Sumatera Utara, Riadil Lubis saat dihubungi detikcom, Senin (18/6/2018).

Ia mengatakan ada 17 orang yang sudah ditemukan. Dari 17 itu, ada 16 orang yang selamat dan 1 orang tewas. "Yang ditemukan 17 orang. 1 orang tewas, 16 orang selamat," ucapnya.

Dia mengatakan petugas masih terus mengupdate data pasti jumlah penumpang di dalam kapal itu. Menurutnya, selain membawa penumpang, kapal juga membawa kendaraan bermotor.

"Kita masih update, kita investigasi terus. Kapal kaya, mengangkut penumpang dan kendaraan. Kendaraan roda dua dia atas kapal itu, kapal kayu Galungan Bangun," ujarnya.

Dia mengatakan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung akan menuju ke Danau Toba malam ini. "Ibu Wagub malam ini mau ke sana," ucapnya. 

Menhub Akan ke Danau Toba

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan terbang ke kawasan Danau Toba, mencari tahu penyebab tenggelamnya KM Sinar Langit. Kecelakaan itu menenggelamkan banyak orang.
Tim Evakuasi Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6/2018) sore.
Tim Evakuasi Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6/2018) sore.

"Kami akan lihat apa ini kesalahan operator atau petugas yang nggak bertanggung jawab," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Posko Terpadu Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (18/6/2018).

Dia juga akan menurunkan tim dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) ke lokasi, Danau Toba, Sumatera Utara. Budi Karya mengaku sudah mengimbau agar semua kapal mengutamakan keselamatan.

"Pertama, nggak boleh lewati kapasitas. Kedua, gunakan life jacket. Sebenarnya kalau dua itu dipenuhi, maka kemungkinan nggak terjadi kecelakaan. Dan kalau ada kecelakaan bisa di-handle dengan baik," kata Budi.

Saat ini diketahui sudah ada satu korban meninggal dunia akibat kecelakaan KM Sinar Bangun, yakni satu orang atas nama Mrs Y. Kecelakaan terjadi pukul 17.30 WIB tadi. Di dalam kaoapal ada puluhan orang yang hendak berlayar dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Tigaras Parapat Kabupaten Simalungun. 

Berharap Penumpang Ditemukan dengan Selamat

Sementara Calon Wakil Gubernur nomor urut dua, Sihar Sitorus menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun yang mengangkut para wisatawan yang sedang berlibur di Danau Toba, Senin sore (18/6/2018)

"Kami Djarot dan Sihar menyampaikan turut berduka atas peristiwa tenggelamnya kapal motor di Danau Toba. Kami turut merasakan kepanikan yang bapak ibu rasakan atas peristiwa ini," ujar Sihar Sitorus.

Sihar mengutarakan mereka turut mendoakan kiranya para penumpang segera berkumpul dengan keluarga mereka di tempat yang lebih aman dengan keadaan sehat walafiat, tanpa kekurangan apapun.

"Kami berdoa para penumpang dapat berkumpul di tempat yang aman dengan lebih baik. Dan para keluarga korban yang meninggal kami turut berduka cita, mari kita lapangkan hati kita atas kejadian ini," ujarnya.

Sihar Sitorus menyampaikan peristiwa naas tersebut akan mereka pantau melalui instansi terkait, yaitu Badan Penangulanan Bencana Daerah, yang saat ini sedang melakukan penyelematan di perairan Danau Toba. 

 "Kita berdoa supaya penanganannya cepat selesai. Kita percayakan kepada instansi terkait untuk menangani permasalahan ini, para masyarakat yang berada di lokasi dapat memberikan pertolongan," ujarnya.

Tim Basarnas didukung pelbagai pihak masih terus melakukan pencarian korban kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Pulau Tao, Simanindo, Samosir, Senin (18/6/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

Informasi terakhir, korban selamat yang berada di Samosir ada 13 orang, yakni 10 orang di Puskesmas Simanindo,  3 orang di RSUD Hadrianus Sinaga, Pangururan.

Tiga korban selamat dibawa KMP ke Tigaras, Simalungun dan 1 orang meninggal. Saat ini korban selamat sudah dibawa ke  Puskesmasmas Sipintuangin.

Korban selamat yang dirawat di RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan adalah:

1. Hernando Lingga (Lk), 24 thn, Kristen, TTL : P. Siantar, 03 Maret 1994, alamat : Dusun I Pardamean Kec. Tanjung Morawa Kab. Deliserdang;

2. Rahman Syahputra, (Lk), 22 thn, TTL : Sukaraja, 13 Januari 1996, alamat Dusun IV Ds. Sukaraja Kec. Air putih Kab. Batubara.

3. Santika (Pr/dlm keadaan hamil), 20 thn (msh dlm keadaan trauma/suami korban msh blm ditemukan).


Jenis  KM. SINAR BANGUN

Informasi dari Group WA Keluarga

Nama kapal : KM. SINAR BANGUN
Pemilik kapal TUA SAGALA,( laki-laki, umur sekira 40 tahun,alamat Desa Simarmata Kec. Simanindo Kab. Samosir)
Nama nakhoda : pemilik langsung, 
Nama nakhoda : lidik
Kesaksian masyarakat penumpang sekira 120 orang, dengan sepeda motor penuh di sisi kapal

Keberangkatan : Simanindo
Tujuan : Tigaras
Lokasi Kecelakaan : Wilayah perairan  Simalungun, yang jarak ke darat sekira  200 - 300 meter dari pelabuhan Ttigaras

Jumlah penumpang: Perkiraan ratusan dengan orang karena kesaksian masyarakat kapal kondisi penuh.
Keberangkatan Pukul 16.30 wib
Waktu kejadian : pukul 17.00 wib

Korban : 
Wilayah Simalungun :
dibawa ke  Simalungun 5 orang (laki-laki 3 orang, perempuan 2 orang) dengan kondisi 1 orang perempuan meninggal dunia.

Wilayah Samosir :
Jumlah korban ditemukan : 16 orang dengan rincian 1 (satu) orang meninggal dunia perempuan,

Sampai saat ini pencarian korban masih dilakukan dan badan kapal belum ditemukan.

Kronologis Kejadian :
Pada hari Senin tanggal 18 Juni 2018 sekira pukul 16.30 WIB Kapal KM Sinar Bangun mengankut penumpang dan barang2 dari Pelabuhan Simanindo Kab. Samosir tujuan ke Tigaras Kabupaten  Simalungun.

Pada saat kapal sudah mendekati Pelabuhan Tigaras yang jarak ke darat sekira 200-300 meter, tiba - tiba mesin kapal mati dan karena ombak yang kencang sehingga mengakibatkan kapal terbalik dan tenggelam.

Dan pada saat Kapal KM  Sinar Bangun mulai oleng dan tenggelam kru KMP TAO TOBA yang berada di Pelabuhan Tigaras melihat kapal mulai tengggelam dan kemudian berusaha melakukan pertolongan dan, menghubungi personel posisi di Simanindo dan bersama - sama melakukan pencarian. Sampai saat Senin malam korban yang berhasil dievakuasi sebanyak 21 orang ( laki - laki :    dan perempuan :  )

Dan rinciannya sebagai berikut : 

A. Dievakuasi ke Kab Simalungun sebanyak 5 (lima ) orang dengan rincian laki-laki 3 orang dan perempuan 2  orang dengan kondisi 4 korban selamat dan 1 korban perempuan meninggal dunia.

B. Dievakuasi ke Kabupaten Samosir di Puskesmas Simarmata jumlah korban sebanyak 11 orang korban selamat dengan rincian 10 laki-laki, dan 1 perempuan. Di RSUD Hadrianus Pangururan sebanyak 3 orang. Demikian dilaporkan pak informasi awal  informasi lanjut akan dilaporkan. (JP)

Video Rekaman Penumpang Kapal Ferry yang Melakukan Evakuasi Korban


Video Netizen dari Pelabuhan Tigaras, Simalungun

Share this article :

Posting Komentar