Home » » Serdang Jaya Gunakan Teknologi Pengolahan Air Gambut Jadi Air Siap Konsumsi

Serdang Jaya Gunakan Teknologi Pengolahan Air Gambut Jadi Air Siap Konsumsi

Written By jambipos-online on Rabu, 28 Februari 2018 | 08:40

Pengolahan Air Gambut Jadi Air Siap Konsumsi di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjabar. Photo Kenata
Jambipos Online, Tanjabar-Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat kini sudah berusia 34 Tahun dan ditunjuk sebagai tempat teknologi pengelolaan air gambut sistem media kontak bertekanan (IPAG-SMKT) Kapasitas 5 L/per detik.

Sekretaris Desa Serdang Jaya Haris mengatakan saat peninjauan bangunan pengelolaan air bersih (IPAG-SMKT) Kapasitas 5 L/per detik, di Samping Kantor Desa Serdang jaya menceritakan tempat pengelolaan air gambut terbentuknya tahun 2017 sekitar bulan Juli.

“Kemarin kita pengajuan dari Desa melalui DPRD Tanjung Jabung Barat dan di ACC Bupati Tanjung Jabung Barat dan Alhamdulillah dari Pusat ada anggarannya dan di tempatkan disini, samping kantor Desa Serdang Jaya,” katanya.

Alat ini merupakan bantuan dari pusat penelitian dan pengembangan perumahan dan pemukiman Badan penelitian dan pengembangan Kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat.

“Perasaan kami sangat senang sekali, kami berterima kasih sekali kepada Pemerintah Pusat, DPRD Tanjab Barat dan Bupati Tanjung Jabung Barat,” ujarnya.

Dijelaskannya, masyarakat sangat bangga karena cita-cita masyarakat mempunyai air bersih sendiri kini telah tercapai melalui BUMDes tersebut. Karena air sungai serdang jaya ini bila secara langsung digunakan tidak bisa kita pakai untuk cuci dan mandi, tapi dengan adanya teknologi pengelolaan air ini masyarakat sudah lebih leluasa.

“Sekarang ini baru dinikmati masyarakat baru air yang bisa diminum, kita jual dengan harga pergalon kira-kira di kisaran antara Rp 4.000, dan Rp 5 000 Pergalon, dan izin kesehatannya pun sudah keluar, Melalui Pemerintah Provinsi Jambi Dinas Kesehatan Provinsi Balai Laboratorium Kesehatan dengan Nomor:159/LHP/BLK/-JBI/I/2018,” jelasnya.

“Namun untuk penyaluran air dari rumah ke rumah kita belum fasilitas pipanisasinya, Namun tahun 2018 ini akan kita anggarkan dari dana desa sekitar Rp 200 Juta,” tambahnya.

Sementara Kades Serdang Jaya Ismail Hanafi dalam mengatakan masyarakat Desa Serdang Jaya memiliki jumlah penduduk 774 KK. Sementara kapasitas air sungai gambut yang diolah untuk cuci, mandi dan untuk komsumsi minum itu mencapai 800 kk, artinya kelebihan dalam pasokan air.

“Harapan kita, Pemerintah Kabupaten membantu dalam penyediaan fasilitas pipanisasi untuk rumah ke rumah yang ada di Desa Serdang Jaya. Mengingat Desa sudah menyediakan lokasi, pemerintah Pusat sudah membangun air bersihnya,” katanya. (JP-Ken)

Share this article :

Posting Komentar