Info Terkini

10/recent/ticker-posts

Widget HTML

 


Ini Pemaparan Zumi Zola Pada Refleksi 2 Tahun Jabat Gubernur Jambi

Gubernur Jambi H Zumi Zola mengajak Pimpinan Redaksi (Pimred) Media di Jambi sarapan pagi bersama di Ruang Utama Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (22/2/2018) Pagi. Puluhan Pimred media cetak, televisi, radio, media siber hadir dalam acara silaturahmi yang dibungkus  dalam “Coffee Morning bersama Zumi Zola” tersebut. Photo: Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Gubernur Jambi H Zumi Zola Zulkifli STP MA memaparkan sejumlah program dalam Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan H Zumi Zola- H Fachrori Umar bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (21/2/2018).

Hadir pada acara itu Sekda Provinsi Jambi H M Dianto, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Jambi Prof Dr H Syamsurizal Tan SE MA, Ketua HKPT Prov Jambi Usman Ermulan, H Madel, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov Jambi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Endang Nuryadin, Kepala BI Perwakilan Provinsi Jambi dan undangan lainnya.

Bidang infrastruktur, Zumi Zola memaparkan kementerian bagian yang menghasilkan beberapa kesepakatan kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di Pulau Sumatera juga menghasilkan rekomendasi dari Kementerian PU PR untuk beberapa kegiatan fisik di wilayah Provinsi Jambi.

Salah satunya adalah menitikberatkan atau memerintahkan pembangunan pelabuhan di Muara Sabak yang membutuhkan jalan nasional lebih dari 61 kilo. “Alhamdulillah sudah dalam proses pembangunan secara bertahap dan ditargetkan dapat selesai jalan dengan kondisi rigid beton sampai ke pelabuhan pada tahun 2019 nanti,” ujar Zola.

Dalam rangka mewujudkan misi kedua yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat terdidik dan budaya agamis dan kesetaraan gender maka pada bidang pendidikan telah dilakukan upaya-upaya diantaranya wajib belajar 9 tahun menjadi 12 tahun.

Serta mengurangi jumlah angka putus sekolah sejak tahun 2016 Pemerintah Provinsi Jambi juga telah merumuskan dan melaksanakan kegiatan pemberian beasiswa untuk 15.000 orang selama 5 tahun tahun lalu.

“Kita memberikan beasiswa untuk SMA-SMK kita fokuskan bagaimana anak-anak kita di SMA-SMK ini dapat ditingkatkan kemampuan ke Bahasa Inggrisnya. Kemudian juga bisa memberikan beasiswa untuk S1, S2, S3 ditambah dengan dokter spesialis yang memang sangat dibutuhkan untuk melayani masyarakat di Kota Jambi,” paparnya.

Diterangkan, di tahun 2017 ini Pemprov Jambi telah mengembangkan beasiswa, jenisnya sedang dikaji oleh dinas pendidikan untuk dapat diberikan beasiswa kepada guru yang berprestasi dan juga Kepala Sekolah yang berprestasi.

“Kita berharap ada feek domino ketika kualitas guru di tingkatkan. Kualitas kepala sekolah ditingkatkan maka akan memberikan lulusan-lulusan anak-anak kita ini akan lebih baik kedepannya. Saya juga meminta untuk dapat diperhatikan kepada pondok-pondok pesantren anak-anak kita yang hafal 30 juz Alquran untuk dapat diberikan beasiswa juga. Ini pun sudah kami terus memberikan pelayanan beasiswa ini tidak hanya program yaitu hanya terfokus pada S1, S2, S3 saja tetapi kita ingin memperluas lagi supaya pelayanan ini betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh anak-anak kita khususnya,” kata Zola memaparkan.

Bidang kesehatan berbagai upaya sudah dilakukan terutama peningkatan pelayanan kesehatan mulai dari pemberian nutrisi 1000 hari pertama kehidupan, kemudian peningkatan sarana prasarana kesehatan peningkatan SDM tenaga kesehatan beasiswa dokter spesialis.

“Saya sampaikan tadi contoh peningkatan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin. Kita sudah cukup banyak mengirimkan masyarakat Jambi yang ada di 11 kabupaten kota ini ketika membutuhkan pelayanan kesehatan harus dirujuk ke rumah sakit, baik itu yang ada di Padang atau di Jakarta. Dimana pun itu yang bisa memberikan pelayanan prima kita berikan pelayanan itu dari uang transportnya pendampingnya semuanya kita tanggung dan juga penginapan di Jakarta,” ujarnya.

Bidang Infrastruktur

Menurut Zola, untuk jalan produksi dalam kondisi mantap sudah mencapai 74,72% untuk 47 perayaan khususnya untuk perluasan akses masyarakat terhadap air minum maka pada tahun 2017 pemerintah Provinsi Jambi telah melaksanakan kegiatan pengadaan dan pemasangan pipa di 10 kabupaten kota dengan total panjang pipa terpasang mencapai 59848 meter.

Diharapkan dengan terpasangnya pipa tersebut, sistem pelayanan minum di seluruh wilayah Provinsi Jambi dapat meningkatkan dapat meningkat signifikan. Disamping itu dalam rangka mewujudkan kawasan pemukiman yang aman dan memadai melaksanakan pembangunan drainase di beberapa kawasan perkotaan dengan total panjang dengan hasil dibangun pada tahun 2017 mencapai 4100 meter.

“Ini merupakan solusi terhadap permasalahan sering terjadinya banjir di Kota Jambi ini. Selain itu juga jalan rabat beton di Perumahan di Kota Jambi dengan total panjang jalan mencapai 8557 meter,” katanya.

Disebutkan, guna mendukung kelancaran dan kemudahan aksesibilitas pada kawasan unggulan khususnya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh yang merupakan kawasan strategis pariwisata nasional dan pariwisata di Jambi, Pemprov Jambi tahun 2017 telah memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 15 miliar kepada pemerintah Kabupaten Kerinci.

Hal ini untuk pembebasan lahan dalam rangka pengembangan Bandara Depati Parbo Kerinci yang akan dengan pengembangan bandara ini nantinya akan meningkatkan kunjungan wisata pada wilayah Kerinci dan Kota Sungaipenuh dan sekitarnya.

“Pembangunan infrastruktur akan selalu menjadi prioritas karena setiap kali turun ke lapangan, baik saya maupun Pak Wagub, hampir 80 sampai 90% keluhan masyarakat itu berhubungan dengan infrastruktur. Apakah itu Jalan Jembatan irigasi sentuh untuk dapat merespon aspirasi masyarakat itu kita anggarkan underpass,” ujarnya.

“Tahunnya 2018 ini tetap kita akan lakukan pembangunan jalan-jalan strategis  yang ada di 11 kabupaten kota. Seperti jalan menuju Candi Muarojambi, Jalan Padang Lamo, Jalan Sungai Gelam dan Sungai Bahar Muarojambi. Kita akan bangun secara bertahap di Tanjungjungjabung Barat dan Tanjung jabung Timur,” katanya.

“Harus ada kesinambungan dengan pemerintah kabupaten kota setempat. Yang artinya apa kita bangun dari jalan nasional ke mana kita lanjutkan dengan jalan provinsi, kota juga bisa melanjutkan itu untuk jalan-jalan produksi. Ini sangat penting sekali bagi beberapa jalan-jalan yang satunya adalah jalan strategis provinsi. Yang artinya mungkin itu tidak wajib kami bangun tetapi kami ambil alih. Kenapa karena itu penting sekali untuk perekonomian masyarakat. Jadi tidak hanya jalan-jalan yang statusnya jalan provinsi tapi jalan strategis posisi kita bangun,” terang Zumi Zola.

Disebutkan, walaupun dananya ini sangat terbatas tetapi dengan koordinasi kerjasama dengan teknik  Pemkot Jambi bisa berjalan baik, melakukan sesuatu yang lebih signifikan dalam hal pembangunan rencana besar lainnya ada pembangunan flyover di Kota Jambi.

“Kita akan bangun di daerah Tugu Juang yang memang menjadi solusi untuk mengurai kemacetan yang pada jam tertentu daerah ini sangat padat sekali. Lalu juga bangunan-bangunan lainnya seperti rehab GOR Kotabaru memang sudah lama, itu kita akan dibangun pada tahun ini,” ujarnya.

Sementara Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi, Endang Nuryanin menyampaikan, perkembangan jaringan kantor bank yang ada di Provinsi Jambi mengalami peningkatan, pada tahun 2016 ada 468 kantor bank menjadi 479 kantor bank pada tahun 2017, yang berarti mengalami peningkatan sebanyak 11 kantor bank, sedangkan untuk kinerja perbankan, Provinsi Jambi juga mengalami peningkatan, pada Desember 2016 total aset perbankan di Provinsi Jambi lebih kurang Rp38,8 triliun menjadi Rp42,3 triliun pada Desember 2017, jadi pertumbuhan sebanyak 9%.

“Untuk kredit juga mengalami peningkatan sebesar 7,92 persen, dari Rp31,19 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp33,6 triliiun pada Desember 2017. Begitu pula dengan dana pihak ketiga, baik tabungan, deposito, maupun giro yang ada di bank ikut mengalami peningkatan sebesar 12,75% dari angka Rp26,78 triliun pada Desember 2016 menjadi Rp30,195 trilun pada Desember 2017,” ujar Endang.

Endang mengungkapkan, dari data-data dan indikator industri jasa keuangan yang didapat oleh OJK, mulai Desember 2015 sampai dengan Desember 2017 Provinsi Jambi mengalami pertumbuhan yang baik. Untuk jumlah investor di Provinsi Jambi juga mengalami peningkatan dar 3.259 investor pada Desember 2016 menjadi 4.581 pada Desember 2017 dengan nilai transaksi yang ikut meningkat dari Rp801 miliar pada Desember 2016 menjadi Rp931 milyar pada Desember 2017.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jambi Prof.Dr.H.Syamsurizal Tan,SE,MA dalam analisanya menyatakan, pembangunan adalah sebuah proses yang tidak bisa berakhir dalam waktu dua tahun dan belum bisa menentukan sebuah pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi kita meningkat walaupun sedikit, tetapi itu sudah merupakan hal positif dimana dengan kondisi perekonomian global yang sedang sulit, perekonomian kita tumbuh dengan baik dari tahun 2016 sebesar 4,37% menjadi 4,64% pada tahun 2017. Saya meyakini Provinsi Jambi akan mencapai target perekonomian Pemerintah Pusat sebesar 5,40% di tahun 2021, jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi saat ini,” ujar Syamsurizal.

Syamsurizal juga berpendapat bahwa  kontribusi pertanian paling besar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini bisa dilihat dari sektor lainnya, seperti pertambangan yang harganya tidak stabil dan relatif turun, begitu pula dengan karet dan kelapa sawit. Pemerintah Provinsi Jambi tidak bisa mengendalikan itu semua karena itu merupakan eksternal international market, Pemerintah Provinsi Jambi hanya berupaya dalam memperhatikan petani dan memberikan bantuan kredit kepada UMKM.

Lebih lanjut, Syamsurizal menjelaskan, yang perlu diperhatikan adalah pembangunan secara terintegrasi, misalnya dalam hal mempromosikan Kerinci sebagai branding pariwisata Provinsi Jambi, jika semua kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi ikut membantu mempromosikan Kerinci, maka akan mempercepat Kerinci maju yang juga berimbas pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Jambi.

“Ini merupakan suatu tantangan kita bersama, dalam melaksanakan pembangunan yang harus dilihat adalah integrasinya, jangan hanya berlomba lomba dalam menunjukkan kehebatan dari kabupaten/kota masing-masing. Kita harus bekerja bersama-sama dalam membangun Provinsi Jambi," kata Syamsurizal. (JP-Lee)




Berita Lainnya

Posting Komentar

0 Komentar