Home » , , » Ikan Bakar, Cerita HPN 2018 Padang

Ikan Bakar, Cerita HPN 2018 Padang

Written By jambipos-online on Selasa, 13 Februari 2018 | 18:12


“Kapau Nasi Udang Kelong” di Pantai Cimpago Padang. Photo: Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Padang-Perhelatan Hari Pers Nasional (HPN ) 2018 yang di adakan di Kota Padang, Sumatera Barat tentunya sangat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Kota Padang. Hal itu juga tampak seperti pada Hotel, Transportasi dan juga usaha lainnya. Begitu juga pada usaha Ikan Bakar di Pantai Cimpago Padang.

Jambipos Online, berkesempatan menelusuri kuliner “Ikan Bakar” di Pantai Cimpago Padang. Ragam jenis ikan laut segar disajikan kepada pelanggan dan memilih untuk dimasak (dipanggang). 

Pada Jumat (9/2/2018) Jambipos Online singgah di “Kapau Nasi Udang Kelong”. Singgah di lokasi, Jambipos Online dipersilahkan memilih ikan laut segar yang pingin dipanggang. Kemudian memilihnya dan menunggu 25 menit untuk siap dihidangkan. 
“Kapau Nasi Udang Kelong” di Pantai Cimpago Padang. Photo: Asenk Lee Saragih
Harga satu porsi ikan bakar jenis Kerapu dengan ukuran 7 Ons dibadrol Rp 120.000 lengkap dengan nasi dan sambal serta minuman segar. Harga ikan bakar itu sungguh terjangkau dan rasanya memanjakan lidah. 

Jokowi ke Padang

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Puncak Hari Pers Nasional (HPN ) 2018 di Pantai Cimpago Padang, Sumbar, Jumat (9/2/2018). Ibu Negara Iriana Jokowi dan 23 Menteri, Belasan Duta Negara Sahabat, Puluhan Jurnalis Malaysia, Ribuan Jurnslis Se Indonesia, Pejabat Tinggi Lembaga Negara, Panglima TNI, Kapolri Tito Karnavian dan ribuan undangan lainnya hadir pada acara tersebut.

Ada pemandangan yang unik, saat Presiden Jokowi meninggalkan lokasi acara puncak HPN di Pantai Cimpago Padang, Sumbar. Untuk bisa satu panggung dengan Presiden Jokowi harus memiliki undangan Khusus yang distempel oleh Makorem Padang. Pasalnya tempat duduk pada tenda acara terbatas. 

Pengamatan Jambipos Online, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) langsung membentuk pagar betis untuk menghalau masyarakat dan undangan yang hendak memberikan salam dan hendak berphoto bersama Jokowi. Ibu Negara kali pertama meninggalkan lokasi acara dan berkesempatan memberikan sejumlah buku kepada masyarakat yang berad di pinggir pagar betis Paspampres).

Namun saat Presiden Jokowi melintasi pengamanan pagar betis Paspampres hendak menuju Mobil RI 1, masyarakat berkerumun dan hendak menembus pagar betis Paspampres. “Pak Jokowi…Pak Jokowi saya ingin berphoto Pak!!,” ujar seorang pria yang percis dibarisan pagar betis Paspampres. 

Komudian Jokowi menunjuk ke arah pria yang berteriak minta berphoto tersebut. Pria itupun berlari cepat dan Paspampres membuka pagar betis untuk mempersilahkan pria itu merapat ke samping Jokowi untuk berphoto bersama. Dalam hal ini Paspampres "tak berkutik" untuk menghalau orang yang sudah ditunjuk Presiden Jokowi untuk merapat kepadanya.

Hampir sekitar 30 menit Presiden Jokowi meluangkan waktunya ditengah terik matahari meladeni masyarakat yang hendak berphoto dengannya. Setia telunjuk Jokowi mengarah ke suara yang menyebut namanya, Paspampres langsung memberikan ruang kepada orang tersebut untuk berphoto. 

“Sabar bang, kalau ditunjuk Presiden, baru kita persilahkan merapat. Kalau pak Presiden tak menunjuk kami tak boleh mengijinkan untuk photo bersama,” ujar seorang Paspampres yang tengah melakukan pagar betis. 

Begitulah situasi saat Presiden Jokowi menghadiri Puncak Hari Pers Nasional (HPN ) 2018 di Pantai Cimpago Padang, Sumbar, Jumat (9/2/2018). 

Saat kata sambutan, Presiden RI Joko Widodo memastikan dan berkeyakinan kalau Pers tetap menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat di era sosial media yang marak saat ini. Pers tidak akan mati meski ditengah gempuran media sosial. Masyarakat tetap memilih media massa sebagai sumber informasi terpercaya guna mengklarifikasi berita berita hoax.

Menurut Jokowi, perkembangan dunia pers saat ini harus terus berinovasi dengan perkembangan jaman. Media massa dalam menyajikan berita tetap dalam Ruh Jurnalis dan dapat dipertanggung jawabkan. Pers tidak perlu khawatir dalam menghadapi pesatnya media sosial saat ini. Pers sebagai pilar demokrasi ke empat di Negeri ini harus tetap optimis dalam menghadapi perubahan.

"Media sosial boleh marak, tapi media massa harus tetap menjadi sumber informasi masyarakat terpercaya dan sumber informasi yang mempersatukan Bangsa. Media massa harus tetap optimis dalam menghadapi gempuran sosial media saat ini. Selamat Hari Pers Nasional dan Pers Indonesia tetap jaya," katanya. (JP-Lee) 

Share this article :

Posting Komentar