Home » , » Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ekspor Sawit RI 2017 Tembus US$ 23 Miliar

Tertinggi Sepanjang Sejarah, Ekspor Sawit RI 2017 Tembus US$ 23 Miliar

Written By jambipos-online on Rabu, 31 Januari 2018 | 08:38

Para pengurus GAPKI: Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Eddy Martono (kiri), Ketua Umum Joko Supriyono (tengah), dan Sekjen GAPKI Togar Sitanggang (kanan) (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana) 
Jambipos Online-Jakarta- Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah perkelapasawitan Indonesia, ekspor minyak sawit menembus angka US$ 23 miliar atau meningkat 26% selama 2017 dibandingkan perolehan 2016.

Pada 2017, ekspor minyak sawit Indonesia (crude palm oil /CPO dan turunannya) mencapai US$ 22,97 miliar atau meningkat dari tahun sebelunya yang tercatat US$ 18,22 miliar.

"Nilai ekspor minyak sawit tahun 2017 ini merupakan nilai tertinggi yang pernah dicapai sepanjang sejarah ekspor minyak sawit Indonesia," kata Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang dalam paparan Refleksi Industri Kelapa Sawit 2017 dan Prospek 2018 di Jakarta, Selasa (30/1).

Data GAPKI mencatat bahwa ekspor minyak sawit Indonesia (CPO dan turunannya) tidak termasuk biodiesel dan oleochemical pada 2017 mencapai 31,05 juta ton atau meningkat 23% dari 2016 yang sebanyak 25,11 juta ton.

“Hampir semua negara tujuan utama ekspor minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan permintaan minyak sawitnya pada 2017,” jelas Togar.

India mencatatkan kenaikan permintaan signifikan secara volume maupun persentase, menembus 7,63 juta ton atau naik 1,84 juta ton (32%) dibanding tahun 2016 dengan total permintaan 5,78 juta ton.

Ekspor ke negara-negara Afrika mencatat kenaikan 50% dari 1,52 juta ton menjadi 2,29 juta ton. Kenaikan selanjutnya ditorehkan Tiongkok sebesar 16% dari 3,23 juta ton menjadi 3,73 juta ton.

Demikian pula ekspor ke negara-negara Uni Eropa naik 15% dari 4,37 ton pada 2016 menjadi 5,03 juta ton pada 2017. Berikutnya Pakistan naik 7% dari 2,07 juta ton menjadi 2,21 juta ton, Amerika Serikat naik 9% dari 1,08 juta ton menjadi 1,18 juta ton.

Kemudian Bangladesh naik 36% dari 922,85 ribu ton menjadi 1,26 juta ton dan negara-negara Timur Tengah naik 7% dari 1,98 juta ton menjadi 2,12 juta ton.(JP)


Sumber: BeritaSatu.com
Share this article :

Posting Komentar