Home » , , » Irigasi Tidak Berfungsi, 900 Hektare Sawah di Bungo Telantar

Irigasi Tidak Berfungsi, 900 Hektare Sawah di Bungo Telantar

Written By jambipos-online on Tuesday, January 30, 2018 | 07:53

Dok Jampos
Jambipos Online, Bungo - Sedikitnya 900 hektare (ha) sawah di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi hingga kini masih telantar akibat irigasi teknis yang tidak befungsi. Kehilangan produksi padi di Bungo akibat sawah yang telantar dan menjadi lahan tidur tersebut mencapai 10.800 ton gabah kering panen (GKP) setahun.

Bupati Bungo, Mashuri di Bungo Senin (29/1/2018) mengatakan, sawah yang telantar di daerah itu tersebar di tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Tanah Sepenggal, Tanah Tumbuh dan Pelayang. Luas areal sawah potensial di tiga kecamatan itu mencapai 1.800 hektare dengan potensi produksi padi 21.600 ton/tahun. Luas sawah yang sudah tergarap di tiga kecamatan tersebut baru sekitar 900 hektare.

“Sedangkan sekitar 900 hektare lahan sawah potensial di tiga kecamatan tersebut belum tergarap. Masalahnya irigasi teknis Batang Ule yang diharapkan memasok aliran air ke seluruh areal sawah di tiga kecamatan tersebut tidak berfungsi. Irigasi tersebut tidak berfungsi akibat pendangkalan sungai,”katanya.

Menurut Mashuri, luas sawah yang panen raya di Bungo medio Januari – Februari ini mencapai 200 ha dengan produksi 1.200 ton gabah kering panen (GKG). Sawah yang panen raya tersebut terdapat di Dusun Telukpandak, Kecamatan Tanah Sepenggal, Bungo. Sawah tersebut digarap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama Bungo.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Zumi Zola pada panen raya padi di Tanah Sepenggal, Bungo baru-baru ini mengatakan, produksi padi di Bungo sangat mendukung pemenuhan kebutuhan beras di Provinsi Jambi. Karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo diharapkan terus meningkatkan luas areal tanam padi dan produktivitas padi.

“Peningkatan luas tanam, panen dan produksi padi di Bungo harus terus diupayakan melalui perbaikan sarana irigasi, pembukaan lahan tidur menjadi sawah, pemberian bantuan benih padi dan alat – alat pertanian kepada petani,” katanya.

Menurut Zumi, produksi padi di sentra padi Dusun Telukpandak, Tanah Sepenggal, Bungo tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Produktivitas padi di sentra padi tersebut meningkat dari rata-rata 6 ton/ha menjadi 7,1 ton/ha.

“Jadi produksi padi dari sekitar 70 ha sawah yang panen raya Januari ini di Telukpandak mencapi 497 ton GKP. Bila 200 ha areal sawah yang panen raya padi di Tanah Sepenggal bisa mencapai produktivitas 7,1 ton/ha, maka produksi padi di Tanah Sepenggal, Bungo Januari – Februari bisa mencapai 1.420 ton GKP,” tambahnya.(JP-SP)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos