Home » , » Bencana Api dari Sungaipenuh, Pasutri Tewas, Kerugian Rp 200 M

Bencana Api dari Sungaipenuh, Pasutri Tewas, Kerugian Rp 200 M

Written By jambipos-online on Kamis, 25 Januari 2018 | 16:59

Bencana Api dari Sungaipenuh, Pasutri Tewas, Kerugian Rp 200 M. Istimewa.
Jambipos Online, Jambi-Warga Kota Sungaipenuh kini dilanda keprihatinan pasca musibah kebakaran yang meluluhlantakkan pusat perbelanjaan yang berada di Gang Senggol, samping Kincai Plaza, Rabu (24/1/2018) dini hari. 

Sebanyak 150 rumah toko (ruko) dan 190 lapak pedagang di Pusat Kota Sungaipenuh itu rata dengan tanah. Dua orang warga bernama Robin dan Winarti dilaporkan tewas terpanggang dalam musibah. Robin dan Winarti merupakan pedagang perantauan asal Baru Sangkar Sumatera Barat yang sudah lama menetap di Kota Sungaipenuh.Kerugian akibat musibah ini ditaksir Rp 200 Miliar.

Mendengar peristiwa itu, Gubernur Jambi H Zumi Zola dijadwalkan akan berangkat ke Sungaipenuh, Jumat (26/1/2018) pagi menggunakan Helikopter dari Bandara Sultan Tha Syaifuddin Jambi. Dia direncanakan memberikan bantuan bencana kepada para korban.

Atas terjadinya musibah tersebut, Gubernur Jambi, Zumi Zola turut berduka cita. Dikatakannya, musibah itu tentu tidak akan mudah dihadapi oleh masyarakat Sungai Penuh maupun keluarga yang tinggalkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, tegasnya, akan berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Sungai Penuh, untuk dapat memberikan bantuan.

“Tadi laporan sudah kita dapatkan, terkait apa saja yang diperlukan. Kita akan coba juga minta bantu kalau ada peluang kepada kementerian sosial,” ujar Zola, Kamis (25/1/2018).

Kata Zola, bahwa Pemprov Jambi dalam waktu dekat ini akan memberikan bantuan kepada para korban kebakaran. "Dalam waktu dekat kita akan berikan bantuan berupa sembako dan sekitar 2 ton beras," katanya.


"Sekarang ini kita sampaikan dulu bantuan ini kepada para korban, jangan sampai dengan tidak beroperasinya pasar Sungai Penuh menyebabkan kesulitan masyarakat untuk mendapatkan membeli kebutuhan sehari-hari dan tentunya akan terjadi inflasi,” ujarnya.

Kronologis 

Seperti dilansir www.jambione.com, kronologis peristiwa kebakaran itu, berlangsung sekitar 11 jam. Api pertama kali diketahui membesar sekitar Pukul 03.50 WIB, dan baru bisa dipadamkan secara keseluruhan Pukul 14.30 WIB. Api pertama kali diketahui berasal dari depan pertokohan Artos, Toko Anda, Toko Melati hingga ke belakang. 

Selain itu api juga menghabiskan deretan bangunan, dari Musala Bagonjong sampai ke arah Masjid Babusalam arah ke Terminal Angkot, Sungaipenuh.

Toko lainnya yang ludes dilalap api diantaranya Pasar Buah, Toko Kain, Toko Sepatu, beberapa toko barang pecah belah dan toko lainnya. “Belum jelas darimana sumber api berasal, warga melihat sudah membesar," kata Ardi, warga Sungaipenuh.

Kebakaran yang berlangsung hingga 11 jam tersebut sulit ditangani oleh pihak Damkar dan BPBD Kota Sungaipenuh. Selain kekurangan armada pemadam kebakaran, cuaca yang cerah dan berangin dini hari itu membuat api cepat merembet dan meluluhlantakkan bangunan bangunan dan lapak di pasar tersebut.

Hingga pukul 11.00 WIB hanya terlihat 5 unit mobil pemadam kebakaran yang berada di lokasi. Padahal, api masih terlihat dibeberapa titik reruntuhan kebakaran. Lorong yang sempit juga menyebabkan anggota Damkar dan BPBD kesulitan dalam memadamkan api. Mobil damkar juga tidak bisa masuk terlalu jauh ke tengah lokasi kebakaran.

Salah satu anggota TRC BPBD Kota Sungaipenuh, Bambang,  mengatakan pihaknya telah berada di lokasi kebakaran pada Pukul 04.00 WIB. Pukul 10.00 WIB, pihaknya mendapatkan kabar ada dua orang pemiliki toko sepatu yang merupakan pasangan suami istri terjebak di dalam toko.

“Mendapatkan kabar itu kami mencoba mencari hingga membongkar toko sepatu tempat pasutri itu berada. Namun tidak berhasil ditemukan. Dan didapatkan kabar, bahwa pasutri berhasil menyelamatkan diri kerumah keluarganya," ujar Bambang.

Namun beberapa menit kemudian, informasi tersebut tidak benar. Pihaknya pun melanjutkan pencarian di toko tempat pasutri itu terjebak. Hasilnya, pihaknya menemukan jasad korban yang hangus terbakar dan anggota badan yang dalam keadaan terpisah.

“Pasutri ditemukan dalam keadaan hangus terbakar, tepatnya di belakang toko bagian dapur," ungkapnya.

Setelah ditemukan, jasad pasutri tersebut langsung dibawa ke RSUD MHA Thalib Kerinci untuk dilakukan otopsi. Dari hasil otopsi, ternyata benar bahwa jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar tersebut merupakan jasad pasutri Robin (67) dan Winarti (60). "Dilokasi penemuan jasad pasutri juga ditemukan emas berupa gelang dan anting," jelas Bambang.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sungaipenuh, musibah kebakaran yang terjadi di Kota Sungaipenuh tersebut telah menghanguskan sekitar 150 ruko dan 200 lapak. Data ini dibeberkan Kabid Pencegahan, Pengendalian dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Sungai Penuh, Dani Warman.

Menurut dia, hasil pendataan yang sudah dilakukan, kerugian cukup besar. Satu ruko berkisar Rp 1 Miliar. Sementara Lapak ditaksir harganya Rp 10 juta-Rp 50 juta. Sehingga jika ditotal secara keseluruhan kerugian akibat musibah ini mencapai Rp 200 Miliar lebih.

“Jadi ini hitungan kecil saja, satu ruko Rp 1 miliar. Kalau riil bisa ada yang Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar. Jadi, kecilnya kita sekitar Rp 150 miliar dari 150 ruko. Untuk Lapak sekitar Rp 10 juta, sampai Rp 50 juta," ungkapnya.

Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto mengatakan, menurut keterangan saksi, bernama Rizki (17), toko yang diduga pertama kali terbakar milik Alek yang menjual Pakaian anak anak. Lalui dia dan masyarakat sekitar mencoba memadamkan api menggunakan ember berisikan air dan berteriak meminta pertolongan.

Sekira 15 menit kejadian kebakaran, mobil pemadam kebakaran Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dan satu  unit mobil AWC Sat Sabhara Polres Kerinci datang untuk memadamkan api. Namun, karena jarak toko - toko dan lapak pedagang yang dekat dan akses jalan sempit menyebabkan api cepat meluas dan melahap toko toko dan lapak pedagang.

“Api dapat dipadamkan sekira pukul 09.00 Wib menggunakan 15 unit mobil damkar Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh dan satu unit mobil Sat Sabhara Polres Kerinci,’’ katanya.

Pemadaman Tak Tuntas

Walikota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) langsung mengambil langkah cepat untuk penangananan musibah kebakaran di Kota Sungaipenuh. Dia menginstruksikan instansi terkait untuk turun dan mengambil langkah serta tindakan cepat, terutama membantu warga yang menjadi korban kebakaran.
Sebanyak 150 rumah toko (ruko) dan 190 lapak pedagang di Pusat Kota Sungaipenuh itu rata dengan tanah. IST

“Segera ambil langkah dan tindakan cepat untuk penanganan musibah kebakaran, terutama bantuan bagi warga yang terkena musibah,"katanya saat meninjau lokasi kejadian.

Informasi yang diperoleh, untuk membahas penanganan pasca kebakaran kini, Pemkot Sungaipenuh menggelar rapat bersama dengan Forkompinda hingga Rabu malam. Namun, ketika rapat dipimpin Wakil Wali Kota itu berlangsung, kobaran api muncul lagi di lokasi kejadian.

Munculnya  api ini sempat bikin warga, termasuk Wali Kota dan jajaran yang sedang rapat terkejut. Informasi dari warga sekitar, api diketahui muncul lagi di area kebakaran sekitar Pukul 19.30 WIB. Kuat dugaan, api muncul lagi karena pendinginan pasca pemadam api Rabu siang belum sempurna. Pantaun di lapangan. Hingga pukul 21.30 WIB, kobaran api masih terlihat dan makin membesar.

Petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api tersebut. “Sekarang Mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api,” kata warga sekitar lokasi. 

Korban Meninggal

Dua korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran di Sungaipenuh, Rabu (24/1/2018) dini hari itu. Mereka adalah pasangan suami isteri, Robin (67) dan Winarti (60). Sebelum kejadian keduanya diketahui tinggal berdua di Ruko yang sehari-harinya berjualan sepatu, di Blok Masjid Babussalam Desa Pasar Baru Kota Sungaipenuh.
Robin dan Winarti merupakan pedagang perantauan asal Baru Sangkar Sumatera Barat yang sudah lama menetap di Kota Sungaipenuh. IST
Saat kejadian dini hari itu, keduanya diduga tidak bisa keluar karena terjebak api dalam ruko. Menurut informasi dari warga, Robin merupakan salah satu tokoh masyarakat Minang Sungaipenuh yang cukup disegani. Diketahui Robin dalam setahun terakhir mengalami sakit stroke ringan.

Saat kejadian, diduga istri Robin yang ikut terbakar berusaha membantu suaminya untuk keluar dari api yang mengepung pasar Gang Senggol tersebut. Naas keduanya terjebak dikediaman sekaligus toko sepatunya. Jasat keduanya ditemukan di dapur, bagian belakang ruko. Keduanya tergeletak terpisah dalam posisi tengkurap. Saat dievakuasi, kondisi jazat pasangan suami isteri ini sangat mengenaskan. Hangus dan sulit dikenali. 

Masih menurut warga, Robin dan Winarti merupakan pedagang perantauan asal Baru Sangkar Sumatra Barat yang sudah lama menetap di Kota Sungaipenuh. Karena itu, dia sudah diangkat menjadi tokoh masyarakat minang Sungaipenuh yang cukup disegani.

Dikabarkan sebelum ditemukan, pasangan suami istri tersebut sempat dikira tetangga sebelah rukonya selamat dari amukan sijago merah. Sebab, sebelum kebakaran, Selasa (23/1/2018) malam, korban berniat akan berangkat ke Bukit Tinggi untuk berobat stroke. Namun entah kenapa kedua korban membatalkan keberangkatannya hingga ikut menjadi korban kebakaran api yang meluluhlantakkan Pasar Baru Sungaipenuh.

Beredar juga informasi yang menyatakan dalam waktu dekat putra Robin dan Winarti akan melangsungkan pernikahan di Jakarta. Almarhum juga berencana akan berangkat dalam beberapa hari ini.(JP-Tim)
Share this article :

Posting Komentar