Home » , » Wagub: Sejarah Mencatat Bangsa Ini Dibangun dengan Keberagaman

Wagub: Sejarah Mencatat Bangsa Ini Dibangun dengan Keberagaman

Written By jambipos-online on Selasa, 19 Desember 2017 | 23:08

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum saat memimpin upacara Peringatan Hari Bela Negara tahun 2017 bertempat di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/12/2017). Humas
Jambipos Online, Jambi-Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyatakan, sejarah mencatat bahwa bangsa ini dibangun dengan keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Wagub usai memimpin upacara Peringatan Hari Bela Negara tahun 2017 bertempat di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Selasa (19/12/2017).

Acara ini dihadiri oleh TNI/POLRI, ASN, pelajar, mahasiswa, dan organisasi masyararakat. Wagub menegaskan, sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden RI bahwa sejarah negara ini mencatat, Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat.

“Pertama saya melihat acara hari ini berjalan dengan lancar dan baik, ini harus kita syukuri, satu yang harus kita tegaskan terutama untuk generasi muda dan generasi seperti saya juga bahwa sejarah mencatat bangsa ini dibangun oleh seluruh masyararakat dengan segala keberagaman, dengan latar belakang agama, suku, kebudayaan yang berbeda semua berada dalam satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Wagub.

Wagub menjelaskan, sejarah inilah yang harus terus dibaca dan tertanam serta diingat oleh seluruh komponen bangsa ini. ”Kita semua harus kembali membaca sejarah bangsa ini, ketika seluruh komponen bangsa membangun bangsa ini semua berbeda dalam hal agama, suku, dan kebudayaan, tetapi itulah NKRI, jika ada masalah bicarakan dengan arif dan bijaksana dengan mengedepankan dialog kepada pimpinan, bisa pimpinan negara, pimpinan adat, atau para tetua-tetua,“ ujar Wagub.

Presiden RI dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wagub menyatakan bahwa sejarah juga telah mencatat bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara dalam bentuk yang lain, sebagaimana pernah dilakukan oleh Mr. Safruddin Prawiranegara pada tahun 1948 guna menyelamatkan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat.

“Pada momentum peringatan Hari Bela Negara hari ini, saya ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan aksi nyata dalam pembelaan negara. Di era ketergantungan terhadap teknologi informasi telah membawa kita semua pada cara pandang kita terhadap berbagai kemungkinan ancaman. Memasuki era milenium ini, sudah barang tentu tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah maupun keselamatan segenap bangsa tidak lagi bersifat tradisional atau ancaman militer, tetapi sudah bersifat multidimensional dan berada di setiap lini kehidupan,” ungkap presiden.

“Oleh karena itu, bentuk aktualisasi kecintaan kepada tanah air atau patriotisme dan nasionalisme sudah barang tentu jauh berbeda dengan era perjuangan para pendahulu kita, karena bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi pun berbeda. Kemudahan dan kecanggihan akses digitalisasi internet di abad milenium sudah sangat potensial mempengaruhi mindset manusia termasuk beragam informasi dan paham-paham yang dapat mengubah moral dan kepribadian suatu bangsa," ujarnya. 

"Oleh karenanya, saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para generasi muda-generasi milenial sebagai penduduk mayoritas rakyat Indonesia, untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan martabat bangsa dan senantiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi dengan cara yang sangat halus dan kekinian yang ingin menguubah atau menggantikan Pancasila dan ingin memecah belah NKRI,” jelas presiden. (JP-Hms-Maria)





Share this article :

Posting Komentar