Home » , , » 1.600 Personel Diterjunkan Amankan Perayaan Natal di Jambi

1.600 Personel Diterjunkan Amankan Perayaan Natal di Jambi

Written By jambipos-online on Sabtu, 23 Desember 2017 | 08:00


Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto pada gelar pasukan Operasi Lilin Siginjai 2017 di Mapolda Jambi, Kamis (21/12/2017). Turut hadir pada apel siaga tersebut, Gubernur Jambi, Zumi Zola dan Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kolonel Infanteri TNI, Refrizal. Humas

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto pada gelar pasukan Operasi Lilin Siginjai 2017 di Mapolda Jambi, Kamis (21/12/2017). Turut hadir pada apel siaga tersebut, Gubernur Jambi, Zumi Zola dan Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kolonel Infanteri TNI, Refrizal. Humas
Jambipos Online, Jambi- Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menerjunkan sekitar 1.600 orang personel untuk mengamankan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Provinsi Jambi. Selain itu Polda Jambi juga membentuk 200 unit pos komando (posko) pengamanan Natal dan Tahun Baru di Kota Jambi, Kota Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Tebo, Bungo, Tanjabtim, Tanjabbar, Batanghari dan Kabupaten Muarojambi.

Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jambi juga menerjunkan penembak jitu atau sniper dan pasukan penjinak bom (gegana) Brimob Polda Jambi.

Demikian dikatakan Kapolda Jambi, Brigjen Pol Priyo Widyanto pada gelar pasukan Operasi Lilin Siginjai 2017 di Mapolda Jambi, Kamis (21/12/2017). Turut hadir pada apel siaga tersebut, Gubernur Jambi, Zumi Zola dan Danrem 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi, Kolonel Infanteri TNI, Refrizal.

Menurut Priyo Widyanto, pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jambi tahun ini memiliki strategi khusus. Pengamanan Natal dan Tahun Baru diprioritaskan di komplek gereja dan markas kepolisian. Namun tempat-tempat keramaian dan fasilitas umum penting seperti bandar udara, terminal bus, pelabuhan laut, jalur mudik, pusat perelanjaan dan objek wisata juga tetap mendapat pengamanan ketat.

“Kami melakukan pengamanan ketat di sekitar gereja mencegah adanya sweeping yang dilakukan kelompok tertentu. Kemudian markas dan pos kepolisian juga mendapat pengamanan ketat mengantisipasi serangan teror ke markas kepolisian,” katanya.

Dikatakan, pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru yang dikerahkan Polda Jambi diperkuat 1.500 orang pasukan tambahan dari unsur TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pengamanan swakarsa dari warga gereja, masyarakat sekitar, organisasi masyarakat dan dinas instansi terkait.

“Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jambi tahun ini berlapis dan melibatkan unsur warga sekitar, warga gereja dan organisasi masyarakat. Jadi pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jambi tidak hanya bersifat represif, tetapi mengedapankan pengamanan persuasif,”katanya.

Namun jika ada kelompok tertentu yang melakukan sweeping ke rumah-rumah ibadah dan fasilitas umum atau tempat keramaian, lanjut Priyo Widyanto, petugas diminta melakukan tindakan tegas sesuai prosedur.

“Lakukan pendekatan terhadap elemen masyarakat untuk mencegah sweeping. Namun jika terjadi sweeping yang dilakukan kelompok tertentu, segera ambil tindakan tegas sesuai prosedur hukum,”tegasnya.

Dikatakan, khusus di Kota Jambi, jumlah gereja yang mendapat pengamanan ketat sebanyak 60 gereja. Gereja tersebut tersebar di wilayah komplek Gereja Kotabaru Jambi, Pasar, Palmerah, Simpang Rimbo dan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

“Posko pengamanan Natal dan Tahun Baru kami dirikan di setiap komplek gereja. Selain itu Polda Jambi juga menerjunkan pasukan patroli pengamanan Natal dan Tahun Baru. Mereka bergerak memantau situasi dan kondisi keamanan selama 24 jam mulai Jumat (22/12) hingga Senin (1/1/2018),”ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Zumi Zola meminta seluruh elemen masyarakat Jambi saling membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru. Salah satu strategi pengamanan paling efektif menghadapi Natal dan Tahun Baru, yakin tetap menjunjung toleransi beragama dan menjaga kerukunan umat beragama.

“Pengamanan Natal dan Tahun Baru yang paling baik, yakni tetap membangun semangat toleransi dan kerukunan masyarakat dan umat beragama. Jika toleransi masyarakat dan kerukunan umat beragama tetap terjaga, perayaan Natal dan Tahun Baru tentunya bisa terjamin aman,” ungkapnya.

Sementara pantauan Jambipos Online menunjukkan, Polisi juga melakukan rekayasa lalulintas di komplek Gereja Kotabaru Jambi. Jalur menuju Gereja HKBP, GKPS, GBKP, GKJ, HKI, GBIS, GBI, GKPI di Kecamatan Kotabaru masuk dari arah Tugu Keris Siginjai Kotabaru menuju Jalan Kol M Kukuh. Kemudian keluarya ke Taman Remaja Kotabaru Jambi.

Sementara Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru juga dipindahkan di depan Kantor Walikota Jambi. Padahal tahun-tahun sebelumnya Pos Pengamanan Natal dan Tahun baru di tempatkan di halaman Lapangan Tembak Komplek Gereja yang précis disamping Gereja HKBP Kotabaru. (JP-03)



Share this article :

Posting Komentar