Home » , » Belum Ada Solusi Pemprov Jambi Berdayakan Kawula Muda Buka Usaha Kreatif

Belum Ada Solusi Pemprov Jambi Berdayakan Kawula Muda Buka Usaha Kreatif

Written By jambipos-online on Saturday, November 11, 2017 | 08:09

Minimnya Ekonomi Kreatif di Obyek Wisata Danau Kerinci. Gambar diabadikan 7 November 2017. Photo Asenk Lee Saragih
Jambipos Online, Jambi-Hingga kini Pemerintah Provinsi Jambi belum memiliki solusi atau strategi untuk memberdayakan kawula muda di Provinsi Jambi dalam membuka usaha ekonomi kreatif. Kawula muda masih kesulitan mendapatkan pendanaan dari pemerintah karena tidak memiliki agunan sebagai syarat pinjaman.

Tingginya angka pengangguran di Provinsi Jambi, harus dicari solusinya melalui pemberdayaan kawula muda untuk membuka usaha kreatif dengan talenta yang dimiliki kawula muda tersebut. Kini belum ada instansi yang menangani secara khusus, misalnya soal pembinaan usaha bagi kawula muda agar bisa mandiri.

Hal itu mengemuka pada acara seminar “Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda” dengan tema "One Youth One Product" di Gedung Lembaga Adat Melayu Jambi Kamis (9/11/2017).

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jambi tersebut diikuti oleh 700 orang peserta, dengan penambahan Quota dari sebelumnya 500  orang, guna mengakomodir keinginan pemuda mengembangkan potensi kreativitas membangun negeri melalui kemampuan wirausaha.

Sementara Pjs Sekda Provinsi Jambi, Drs.H.Erwan Malik,MM yang hadir pada saat itu mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah memberi dukungan penuh untuk memberdayakan para pemuda menjadi wirausahawan guna menggerakkan perekonomian masyarakat dengan semangat pemuda.

Pemerintah mengupayakan supaya pemuda bisa membuka lapangan kerja, bukan pencari kerja. “Sebelum  acara ini kita sudah menggerakkan Pemuda bekerjasama dengan HIPMI. Pemerintah Provinsi Jambi mendorong pemuda dengan berbagai program kegiatan yang dapat mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pengusaha yang membuka lapangan kerja. Lapangan pekerjaan terbatas (instansi/PNS), pola pikir sekarang pemuda membuka lapangan kerja bukan pencari kerja, sehingga mampu menggerakkan lingkungan dan menyerap tenaga kerja,” katanya.

Menindaklanjuti pembentukan Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP), diharapkan nantinya bermunculan beragam usaha kreatif yang digagas oleh para pemuda baik di perkotaan maupun di pedesaan sehingga akan memperkuat struktur kemandirian ekonomi daerah.

Deputi Pengembangan Pemuda  Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr. Jonni Mardizal,MM (putra asal Jambi) menyampaikan kehadiran pemuda dalam kegiatan tersebut menunjukkan semangat ingin maju dan memiliki cita-cita besar. "Hadir di sini dengan cita-cita besar membangun usaha bukan sebagai pelamar kerja," kata Dr.Jonni.

Jonni mengemukakan, kegiatan seminar tersebut akan berjalan di sembilan daerah di Indonesia termasuk Jambi yang diharapkan mampu melahirkan para pemuda yang kuat dengan kemandirian di bidang ekonomi juga mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat. "Kita ingin pemuda Jambi menghasilkan produk yang berbeda dan diminati," kata Dr. Jonni.

Modal utama dalam usaha menurut penuturan Dr.Jonni berkisah tentang keberhasilan seorang pengusaha sukses dengan modal dengkul (Bob Sadino). “Semangat ini yang perlu dipahami kekuatan badan, hati, dan pikiran menjadi modal utama meraih sukses," semangat Dr. Jonni.

Jonni mengungkapkan, konsep usaha sekarang tidak mesti punya tempat atau gudang, kemajuan elektronik memberi kemudahan dalam bisnis. "Tidak musti punya gudang maupun barang yang lengkap, bisnis Start Up (berbasis online) sudah sangat banyak bahkan keberhasilannya (finansial)  sangat tinggi, seperti beli tiket online, barang online, jasa online," ungkap Dr. Jonni. 

Sementara Asisten Deputi (Asdep) Kewirausahaan Pemuda Kemnpora RI, Drs. Ponijan,M.Pd menyampaikan, Provinsi Jambi yang lagi giat  membangun menjadi perspektif bagus bagi para pemuda untuk terus mengembangkan potensi untuk lebih maju. "Wirausaha bukan hanya uang tapi proses membentuk karakter, jati diri menatap peluang yang dapat dimanfaatkan secara baik," kata Asdep Kewirausahaan Pemuda.

Pemikiran menjadi PNS atau karyawan disuatu instansi tentunya terbentur pada kapasitas daya tampung maupun pegawai yang dibutuhkan. "Kalau tidak berwira usaha, kemungkinan menjadi PNS terbatas. Kita yang hadir berminat untuk wirausaha serta mampu membuka lapangan kerja bagi yang lain," katanya.

Acara seminar bagi pemuda dalam berwirausaha mendapat dukungan dari Pimpinan Komisi X DPR RI Dapil Jambi, Sutan Adil Hendra yang ikut menghadiri serta menyampaikan harapan kepada para pemuda dengan pemikiran menciptakan lapangan kerja, bukan sebagai pelamar kerja, yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia.

“Pemikiran pemuda yang memiliki jiwa usaha dengan kreativitas tinggi menjadi bagian dari struktur pembangunan ekonomi bangsa yang sangat diharapkan sehingga banyak terobosan bisnis yang menopang kehidupan masyarakat,” ujar Sutan Adil Hendra.(JP-Lee)

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos