Home » , » Presiden Minta TNI Tidak Terlibat Politik Praktis

Presiden Minta TNI Tidak Terlibat Politik Praktis

Written By jambipos-online on Thursday, October 5, 2017 | 17:14


Jambipos Online, Cilegon-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh prajurit TNI agar tidak terlibat dalam politik praktis. TNI harus menjadi abdi negara yang berdiri paling di depan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini. 

"TNI tidak boleh terkotak-kotak politik, tidak masuk dalam kandang politik. TNI harus selalu hadir untuk menjamin keutuhan dan persatuan bangsa," kata Jokowi saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (5/10/2017) Ia mengingatkan pesan Jenderal Besar TNI Soedirman kepada para prajurit TNI. 

Soedirman mengatakan politik TNI adalah politik negara. Politik negara artinya politik yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), politik untuk kepentingan bangsa dan rakyat, bukan politik demi kepentingan pribadi. 

"Bahwa politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI hanya untuk kepentingan bangsa. Politik terhadap keutuhan dan persatuan bangsa, kesetiaan terhadap NKRI dan kesetiaan terhadap pemerintah yang sah," ujar Jokowi mengutip pernyataan Soedirman. 

Jokowi menyampaikan terimakasih atas sikap profesionalisme TNI selama ini. Jokowi juga terimakasih atas kesetiaan prajurit terhadap sumpahnya yang setia menjaga Pancasila dan NKRI, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tunduh pada hukum dan patuh pada atasan. Dia berharap sikap-sikap seperti itu terus dijaga dan ditanamkan dalam diri prajurit guna kebesaran dan kewibawaan negara. 

"Saya bangga dengan sumpah prajurit yang setia pada Pancasila dan UUD 45, tunduk pada hukum, taat pada atasan, menjalankan seluruh kewajiban, dan memegang teguh Sapta Marga. Kesemua ini adalah komitmen TNI terhadap negara," ujar Jokowi. 

Dia meminta semua pihak, khususnya TNI agar waspada dan siaga terhadap berbagai ancaman terhadap negara ini. Terutama terhadap ‎upaya yang merongrong ideologi Pancasila dan memecah NKRI. Upaya itu bisa muncul dari luar maupun dari dalam negeri. ‎

"Saya teringat naskah ikrar pada hari Kesaktian Pancasila yang kita selalu laksanakan di Lubang Buaya. Bahwa sejak kemerdekaan bangsa ini, telah banyak upaya merongrong dari luar maupun dari dalam. Itu semua bisa karena kurangnya kewaspadaan kita. Maka kita tidak boleh lengah. Kita harus bersatu-padu. TNI bersama seluruh rakyat harus menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini," tutup Jokowi.(JP)
 
Peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia ke-72 di satu dermaga di Kota Cilegon, Banten, hari ini 5 Oktober 2017 begitu meriah. Jalan menuju lokasi sesak oleh kendaraan dan masyarakat. Dua kilometer menjelang lokasi upacara, kendaraan kami terjebak macet. Apa boleh buat, saya memutuskan untuk turun dari mobil dan berjalan kaki. Presiden berjalan kaki, yang lain pun mengikuti.  Foto: Biro Pers Setpres

Sumber: Suara Pembaruan
Share this article :

Post a Comment

 
Support : Redaksi Jambipos Online | KONTAK KAMI | Pedoman Media
Copyright © 1998. Jambipos Online - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Publiser/Admin Jambipos Online
Proudly powered by Jambipos